PUNISH ME ???
CAST              : Andrew( Choi Siwon)        Ann          Dann
LENGTH       :OneShot
GENRE          :Romance, Family, Humor (maybe?)
AUTHOR      : Yen Yen Mariti
            Hari minggu, pukul tiga sore. Ann segera menuruni tangga, berjalan menuju dapur. Rasanya tubuhnya terasa sangat nyaman setelah menghabiskan setengah jam waktunya untuk tidur siang.
Dan sekarang, dengan semangat Ann mengeluarkan bahan makanan dari kulkas yang akan ia butuhkan untuk membuat sesuatu yang pasti akan sukai Dann- puteranya-.
Kurang dari setengah jam ia menyibukkan diri dengan adonannya. Bibir tebalnya melengkung-membentuk senyum- ketika hidungnya mencium sesuatu yang harum dari oven.
“Selesai…” gumamnya. Sambil membuka oven dan mengeluarkan sepiring besar pai apel.
“Mom… kau di sana ??” suara Dann memenuhi dapur, namun tubuhnya belum terlihat di dapur. Justru masih menuruni susunan tangga.
“Dann kemarilah ! Mom membuatkan pai apel kesukaanmu…!” Ann meletakkan piring pai apel di atas meja makan.
Tak lama, anak kecil berumur sembilan tahun yang mengenakan kaos santai dan celana seragam taek wondo muncul.
“Pai apel ? wow…BRAVO !” serun Dann. Ia meletakkan tas punggungnya di atas meja makan bersama pai apel. Lalu mendaratkan tubuhnya di kursi yang lebih tinggi dari ukuran tubuhnya.
“Mom, kau memang ibu terbaik di seluruh dunia. Aku berjanji Mom, aku akan melindungimu sampai mati,” Dann  memasukkan sepotong pai apel ke mulut kecilnya.
“Wahhh.. kau berkata seperti itu pasti karena pai apel.”
“mm…tidak juga Mom. Setengahnya memang karena pai apel buatanmu. Tapi setengahnya lagi karena aku ingin seperti Daddy yang sangat hebat dan selalu melindungi Mom.” Dann menghabiskan potongan terakhir yang ada di piring besar. “Ingin tahu Mom ? aku sangat iri pada daddy. Dia hebat dalam segala hal.”
“Oh ya ? apa contohnya ?” ann menuangkan segelas air putih, lalu menyodorkannya pada Dann.
“Taek Wondo..” Dann meminum airnya secara perlahan.
“Berniat ingin mengalahkannya, Dann?” Ann bertanya sambil melirik iseng ke arah puteranya.
“Kurasa begitu..”
“Benarkah ?? woahh kau benar-benar gigih seperti Andrew.”
Ann menggunakan tangan kirinya untuk mengacak rambut anak kecil itu, dan menggunakan tangan kanannya untuk membersihkan bibir Dann yang masih tertinggal cream.
“Dann…” Ann hampir mengatakan pada Dann untuk mencari tempat yang aman ketika didengarnya raungan keras yang memecah keheningan sore itu. “Apa itu…?”
Dann bangun dari kursinya, pergi ke pintu dapur dan membukanya lebar-lebar. “Mom.. kurasa itu raungan serigala. Atau seorang vampir yang sangat murka. Sepertinya datang dari arah garasi.”
Perlu diakui, Dann adalah anak yang sangat peka.
“Garasi?” perlahan Ann bangkit dari kursinya dan perutnya menegang karena takut. “OH TUHAN!”
“What happen, mom ?” tanya Dann.
“Dann. Kau tahu kan kemarin Mom membawa kabur mobil Andrew untuk ke suatu tempat. Dan kau juga tahu kan bahwa mom agak kesulitan mengendarai mobilnya.”
“Mobil apa?”
“Mom rasa….Porsche, memangnya kenapa?”
“OH MY GOD. MOM!”
Ann mengernyit ketika dilihatnya Dann menarik tasnya di atas meja lalu berlari ke arah pintu dapur.
“Dann kau mau kemana?”
“Aku ke tempat latihan, Mom. Tidak perlu mengantarku.”
“Hey Dann ! kau bilang akan melindungiku sampai mati?”
“Tidak sekarang Mom. Kurasa setelah aku berhasil memegang sabuk hitam.”
“Penghianat…!” desis Ann tampa sempat didengar lagi oleh Dann. Karena anak itu sudah menutup pintu dapur dengan keras.
Suara Ann masih menggema di dapur ketika pintu belakang terbuka dan embusan udara menyapu kulitnya ketika Andrew terus berjalan mendekatinya.
“Apa yang kau lakukan ?” Andrew berhenti agak jauh dari Ann, seakan tidak bisa menahan diri kalau lebih dekat dengan Ann yang sekarang mencengkeram erat-erat pinggiran meja.  “Kau menyerempet meriam saat mengendarainya?”
“Andrew, aku tidak biasa menggunakan mobil manual.”
“Jadi kau memutuskan untuk menabrak setiap pohon dan parit yang kau temui?”
Ann mengatupkan bibirnya saat mendengar kata-kata pedas Andrew. Rupawan atau tidak, selalu ada saatnya Andrew bertingkah sangat menjengkelkan. “Tidak seburuk itu.”
“Kau menghancurkannya!”
“Aku akui memang ada goresan dan penyok di sejumlah tempat. Tapi tidak hancur.”
Mata kelam Andrew menyipit,”Ann. Mobilku hancur dan tidak bisa diperbaiki, transmisinya rusak, lalu…”
“Oke, memang ada kerusakan. Tapi itu hanya mobil !”
“Cuma mobil?” Andrew berkedip, seakan istrinya itu sedang berbicara bahasa planet yang sulit baginya untuk mengerti. “Mobil itu mahakarya, ANN !!”
“Lagipula salahmu kan. Tidak mau mengantarku pergi. Kau kan juga pernah bilang aku boleh pakai manapun mobil yang kusuka.”
“Aku tidak tahu harus memberi instruksi lebih lanjut untuk mengembalikannya dengan utuh.”
Cukup ! ann mendongakkan dagunya dan berkacak pinggang. Andrew Choi adalah manusia paling tidak sensitif, tidak tahu sopan santun, dan paling tidak tahu berterima kasih yang pernah berjalan di dunia ini. Tapi sayangnya, Ann harus mengakui bahwa ia mencinta sosok mmenjengkelkan itu.
“Apa yang kau inginkan dariku? Permintaan maaf?”
Untuk sesaat, Andrew terus memandang Ann dengan tatapan marah, lalu tiba-tiba ekspresinya berubah dan senyumnya yang menggoda dan berbahaya terbentuk di wajahnya.
“Mmm… apa yang kuinginkan darimu ? pertanyaan yang menarik !” tawa pelan Andrew membuat Ann merinding. “Istriku, cobalah lebih keras kalau ingin menantangku!”
“Jangan berani mmelangkah lebih dekat !”
Tentu saja Andrew melangkah lebih dekat, dan dengan gerakan cepat yang tanpa bisa ditebak siapapun ia berhasil mengangkat tubuh Ann.
“OH! ANDREW KAU MENYEBALKAN !” Ann memukul dada Andrew, tapi tidak terasa apapun pada orang yang dipukulnya.
“Apa Dann sudah tidak di rumah ?” pertanyaan Andrew menyimpang entah ke mana.
“Sudah pergi, lalu ?” jawab Ann. Lalu kembali bertanya dengan wajah curiga.
“Itu artinya aku bisa menghukummu tanpa ada yang bisa protes.”
Andrew bergerak sambil membopong tubuh istrinya menaiki tangga.
“ANDREW TURUNKAN AKU !!”
“Tidak akan, aku akan menghukummu. Istriku sayang,”
Oh Tuhan… Ann menghembuskan nafas pasrah. Apalagi saat Andrew membuka pintu kamar mereka. Kau tidak akan dapat membayangkan rasa takutku karena kau tidak tahu ganasnya suamiku jika sudah di tempat tidur, gumam Ann..
Selamat menjalani hukumanmu yang indah, Ann…
-The End-
FF ini terinspirasi dari novel karya Alexandra Ivy, Embrace The Darkness.
Thanks for read ‘n coment.
See you again *bow*