Sunbae Gatekeeper

Author: Little Oei

Length: One shot

Cast: Kwon Ji Yong (G-Dragon), Lee Seung Hyun (SeungRi), Park Jung Soo (Leeteuk), Cho Kyuhyun (Kyuhyun), Kim Jong Woon (Yesung), Sung Je Joon (fiction)

Kategori: Romantis? Komedi? Yakali. OOC, mungkin long shoot. Selebihnya silahkan nilai sendiri :3

Annyeong readerdeul. Ini pertama kalinya saya ngeshare FF di website FF yang bukan milik saya ._.

Saya juga pernah share FF saya di: http://littleoei.wordpress.com/2012/02/08/sunbae-gatekeeper/ dan http://www.facebook.com/groups/kpopffholicz/doc/358056884208823/

Karya-pengetikan-dan-hasil ide punya saya original ^^

Okay, happy reading and comments yah. *bows*

Sung Je Joon’s Pov

“Hah! Hah! Aku terlambat!” dengan sekuat tenaga aku berlari secepat mungkin. “Ji Yong sunbaeee!! Jangan tutup gerbangnya!!”. Aku mempercepat kecepatan lari ku dan di sana Ji Yong sunbae yang sudah siap menutup gerbangnya kembali membukanya. “Hahhh… Selamat….”. Aku berlega ria untuk beberapa detik krena berhasil masuk sekolah sebelum gerbang sekolah di tutup. “Annyeong Je Joon! Kesiangan lagi ya?” senyumnya. Omo! tampan sekali. “Annyeong, ne sunbae! Mianhae, hehehe”. “Hmm.. Gwenchana, masuklah ke kelas mu. Pelajaran akan segera di mulai”. Aku tersenyum dan mengangguk, setelah itu aku langsung berlari ke kelas ku. Oh iya lupa memperkenalkan diri, naneun Sung Je Joon imnida, panggil saja “Je Joon”. Aku murid kelas 2 di sekolah ini. Oh iya, apakah nama ku seperti namja? Aku yeoja loh, appa ku memberikan nama seperti namja karena ia ingin memiliki putra, tapi, sudah tak bisa karena begitu aku di lahirkan eomma ku meninggal di tambah kelakuan ku yang seperti namja, hehehe. Sampai di kelas Heon-seongsaenim belum datang aku langsung ke tempat duduk ku dan mengobrol dengan teman ku, Su Sup.

“Kesiangan lagi Je Joon?”, tanyanya.

“Ne, begitulah, ehehe” jawab ku cengengesan.

“Dasar pabo, sepertinya Ji Yong sunbae sampai mengingat nama mu. Hahahaha”

Aku terdiam, betul juga.. Siapa tau ia mengingat nama ku karena aku suka terlambat bukan karena ia menyukai ku. Aku diam sebentar.

“Je Joon, gwenchanayo?” tanyanya. “Ne..” Aku hanya bisa menjawab lesu. Aku pun hanya bisa diam.

“Teng.. Teng.. Teng..” bell sekolah berbunyi membuyarkan lamunan ku.

Heon-seongsaenim pun datang. Hari ini ia menerangkan aljabar, aku tidak bisa berkonsentrasi belajar pikiran ku selalu di isi oleh Ji Yong sunbae. Yaa asal kalian tau aku menyukainya semenjak kelas 1. Ia yang membantu ku MOS di sekolah ini, membantu ku belajar, dan lain-lain. Tapi, sepertinya aku hanya di anggap sebagai hoobae olehnya. ………. “Plak!” Heon-seongsaenim memukul punggung ku dengan tongkatnya. “Je Joon-ah, kau melamunkan apa? Coba kau kerjakan soal di papan tulis”. Aku gugup, berkeringat dingin, semua campur aduk, aku pun berdiri dan maju ke depan. Selang 1-2 menit setelah mengerjakannya aku membalikan badan ku, tiba-tiba saja….. “BWAHAHAHAHAHA” tawa pecah di kelas ku, sepertinya aku salah jawaban. Ahh, rasanya ingin menangis. “Cukup bagus Je Joon.. Lain kali kerjakan lebih baik. Arrasho?!”. Perintahnya sambil memukul meja ku. “Ne..ee, arrasho” ucap ku terbata-bata.

Setelah kelas selesai, aku keluar kelas untuk makan siang bersama teman-teman ku. Yesung hyung, Kyuhyun hyung, dan Leeteuk hyung. Semuanya adalah sunbae ku dan….. Namja pastinya. Aku sengaja memanggil mereka “hyung” karena aku sendiri mengganggap diri ku adalah namja. Tapi, yeoja tetaplah yeoja. Hatinya pasti tetap menyukai seorang namja. “Ya! Je Joon-ah! Melamun saja. Memikirkan Ji Yong ya? Hahaha” kata Leeteuk hyung mengaggetkan ku. “Nee hyung… Eh! Maksud ku! TIDAK! ANDWAE! ANIYO!” Aku menteriakan berbagai kata tidak di telinga Leeteuk hyung memalukan sekali. Ah, mungkin wajah ku sekarang 99 kali lipat lebih merah dari apel… Yesung hyung dan Kyu hyung hanya tertawa sambil menikmati makan siang mereka.

Kwon Ji Yong’s Pov

Ah, sepertinya ia bercanda dengan Leeteuk dkk lagi. Aku melihatnya. Di sebrang sana. Ia tertawa bersama Teukki, Kyu, Yesung. Apakah aku hanya di anggap sebagai ketua OSIS yang harus selalu di hormati? Atau sebagai tukang penutup pintu gerbang? “Ji Yongie! Melamun saja”. Dorong SeungRi dari belakang, “Melamunkan siapa?”, tanyanya dengan nada penasaran.

“Ah, aniyo.. Aku tidak melamunkan siapa-siapa pabo” setelah mendengar jawaban ku SeungRi langsung menatap orang yang di sebrang sana yang tak lain adalah Je Joon.

“Aha! Kau pasti……..”

“PLAAK!” sebuah tamparan ku daratkan mulus di bibir SeungRi

“Heee! Kenapa kau menampar bibir ku Ji Gong?!” ia mendecak kesal sambil mengusap bibirnya.

“Jigong mu yang bau! Kau pikir aku melamunkan siapa?!”

“Aku tidak berpikir begitu… Aku berpikir kau pasti mau roti di belakang Yesung itu” mendengar perkataan SeungRi mulut ji yong langsung menganga bulat lebar. SeungRi langsung berlari ke sana mengambil sebuah roti yang ia maksud.

Aku Kwon Ji Yong, murid kelas 3 sekaligus ketua OSIS di sekolah ini. Orang yang membuat ku kaget tadi Lee Seung Hyun / SeungRi adalah teman baik ku. Teukki, Yesung, Kyu adalah teman sekelas ku. Kalau yeoja tadi? Hem.. Mungkin kalian bisa menebaknya. Dia hoobae ku sekaligus orang yang ku sukai. Tidak-Tidak-Tidak. Mungkin yang aku cintai, hahahaha. Dan ya bisa di bilang tadi itu aku jealous, hahaha. Sudahlah.

Kim Jong Woon’s Pov

Hahahahaha, sepertinya dia melihat Je Joon dengan tatapan cemburu. Dasar, Ji Yong dan Je Joon sama-sama menyukai. Tapi tidak berani menampilkan diri mereka masing-masing. dasar mereka berdua pabo. Aku Kim Jong Woon, panggil saja Yesung. Teman sekelas Ji Yong si OSIS sekolah ini. Mm… Terkadang, aku ingin menjodohkan mereka. Tapi dengan cara apa? Yasudalah, lain kali saja. Tapi, tidak baik jika mereka berdua seperti ini terus. Oh iya! Aku ada ide, aku bisa bekerja sama dengan Kyu dan Teukki.

“Kyu! Teukki! Kemarilah”

“Nee?” sahut mereka serempak

“Hei! Yang ku panggil itu Kyu dan Teukki! Bukan kau!” Je Joon malah ikutan ingin mendengar.

“Aishh.. Baiklah baiklah”, dengus Je Joon kesal, aku hanya tertawa.

“Kalian bisa melakukan ini kan…………….” bisik ku pada Teukki dan Kyu

“Hooo, ne ne”, mereka berdua setuju dan sepertinya senang dengan ide absurd ku. Setelah itu Teukki dan Kyu tertawa bersama di datangi keheranan oleh Je Joon. Aku hanya tersenyum absurd

Author’s Pov

Sekolah pun selesai. Murid berhamburan lari keluar sekolah. Kecuali Yesung, Kyu, dan Teukki. Mereka menjalankan misi absurd yang mereka susun tadi siang. Yesung pun melakukan aksinya. Ia mencari Je Joon. Je Joon di temukan bersama Su Sup pulang bersama. “Je Joon! Kemarilah!” teriak Yesung sambil melambaikan tangannya

Sung Je Joon’s Pov

“Kemarilah!” panggil Yesung hyung tiba-tiba, aku segera menghampirinya

“Ne. Wae hyung?”

“Aniyo.. Emm.. Kau mau ku traktir makan eskrim?”

“Sungguh? Ne! Aku mau! Kalau begitu, mian Su Sup, kau pulang duluan saja ya”. Aku meminta maaf pada teman ku yang tadinya mengajak ku pulang bersama.

“Gwenchana. Kalau begitu aku pulang dulu Je Joon-ah. Annyeong Yesung sunbae! Je Joon-ah!”. Kata Su Sup dan langsung pergi.

Aku pun berjalan bersama Yesung hyung ke toko eskrim dengan mobil sport birunya

-Di toko eskrim

“Ku mau rasa apa Je Joon?”, kata Yesung hyung sambil melihat papan eskrim.

“Umm…. Coklat hyung”

“Ne. Tunggu ya, aku pesan”

Aku tertawa, jujur saja. Aku suka eskrim apalagi coklat.

“Je Joon!” panggil Yesung hyung

“Ne?”

“Ada coklat di bibir atas mu”

“Jinjja? Di mana?”

“Mian”. Tiba-tiba Yesung hyung mengelap noda eskrim yang ada di bibir ku dengan ibu jarinya dan menjilatnya. “Emm.. Coklat enak juga walau terlalu manis. Ya! Je Joon! Mengapa melamun? Hahahaha”

“Ahh.. Aniyo”. Ungg.. Ntahlah, sesaat aku merasakan jantung ku berdetak cepat, seperti di kagetkan petir.

~Di waktu dan tempat yang sama

Author’s pov

“Ji Yongie! Kau mau yang seperti apa?”, tanya Kyu.

“Uhmm… Mungkin ukuran……..”, Ji Yong diam sejenak. Ia sontak kaget melihat Je Joon sedang tertawa ria bersama Yesung di toko eskrim sebrang. “Ya! Ji Yong! Kau mau ukuran apa?” teriak kyu menyadarkan Ji Yong. “Ahh, mianhae..” Ji Yong yang tadi melamun melihat Je Joon kembali fokus kepada sepatu basket yang akan ia beli. Sesaat ia lihat kembali Je Joon sepertinya senang sekali dengan Yesung, “Ternyata aku tidak salah lihat, ia memang Je Joon… dan Yesung” batinnya. “Sepertinya jetmennya kena..” batin Kyu dengan evil smirknya. Kyu, Ji Yong, Leeteuk keluar dari toko sepatu. Begitu juga dengan Je Joon dan Yesung. Mereka berpapasan di depan jalan. “Ahh, Ji Yong sunbae. Annyeong!” sapa Je Joon dan membungkuk. “Annyeong Je Joon-ah sedang kencan ya?” tanya nakal Ji Yong walau sebenarnya ia penasaran. “Ah! Ani! Ani! Aku dan hyung…..” ucapan Je Joon yang kaku terputus oleh Yesung yang tiba-tiba langsung merangkul pundak Je Joon “Ya begitulah Ji Yong. Kami berkencan, hehehe”. Lagi-lagi Ji Yong membelalak matanya dan mulutnya menganga lebar bulat, jantungnya serasa ingin terbang keluar. Je Joon pun begitu mukanya merah padam. “Wah, kalau begitu kami tidak akan mengganggu. Kalau begitu, annyeong Je Joon! Yesung!” ajak Leeteuk, Kyu, dan Ji Yong. “Ahh, ne..” jawab Ji Yong dengan senyum kecut. Begitu mereka sudah sejauh 4-5 meter Leeteuk membalikan badannya dan mengacungkan ibu jari ke Yesung. Yesung tertawa renyah, serenyah ayam goreng Onew *Eh-_-*

Sung Je Joon’s Pov

Aigo, bagaimana ini? Aku malu sekali… Sekarang aku cuma bisa diam sambil melihat Yesung hyung menyetir mobil sport birunya.

“Je Joon-ah.. Aku tau aku tampan, tapi tidak usah menatap ku sampai melamun seperti itu, hahahaha” kata Yesung hyung pede.

“Aniyo hyung! Akan ku jelaskan. Kau memang tampan tapi tak setampan Ji Yong sunbae!” kata-kata itu keluar dari mulut ku seperti tsunami yang mengalir tanpa permisi.

“Hahahahaha, jadi memang kau menyukai Ji Yong?”

“Ani! Aku tidak akan menyukai sunbae ku sendiri” ucap ku bohong.

“By the way, hyung kita mau kemana?”

“Ketempat yang indah”

Aku diam. Dimana tempat indah itu? Apa lebih indah daripada pulau Jeju? Aku pun membisu selama perjalanan.

Kwon Ji Yong’s Pov

Aku tak bisa berpikir apa-apa, pikiran ku kosong. Apa benar Yesung kencan dengan Je Joon? Ahh, tidak tidak! Mereka hanya adik-kakak. Aku tak boleh berfikiran buruk.

“Teukki, kita mau kemana?” kata ku sambil mengendarai sepeda putih ku.

“Kemana saja boleeeeeh, hahahaha” teriak Kyu garing.

“Kyu, yang ku tanya itu Teukki, bukan kau”

“Jadi aku tidak di butuhkan? Baiklah!”

Dasar pabbo. Sudah SMA masih saja bisa ngambek.

“Ahh, Ji Yong.. Kita mau ke tempat yang kau suka.. Hehehe” kata Teukki.

Perasaan ku tidak enak.

Sung Je Joon’s Pov

“Kita sampai Je Joon”, Yesung hyung mengajak ku keluar dari mobilnya. Wah, sungguh. Tempat ini… Aku belum pernah melihatnya. Di sini aga gelap tapi karena adanya matahari sore di tambah langit sore bernuansa orange membuatnya jadi makin manis. Aigoo.. Bagaimana bisa? “Je Joon! Kau suka?” teriak Yesung hyung datang mendekati ku, “Ne hyung..” ucap ku pelan sambil menatap nanar tempat ini sambil mengelilingi kecil tempat ini. “Di sini gelap karena banyak cemara yang cukup tinggi. Terangnya orange karena matahari sore”. Kata Yesung hyung pelan seakan membaca apa yang ku pikirkan. Setelah puas melihat sekeliling, aku merasa ada yang memeluk pinggang ku dengan lengannya.

“Je Joon-an…” panggilnya lembut

“Hyung….”, dengan perlahan ia membalikan badan ku, membelai pipi ku lembut.

“Yesung.. H…Hyung…”, ku panggil ia dengan terbata-bata

“Panggil aku Yesung oppa!”. Perkataannya… Membuat jantung ku terasa bergelayutan.

Aku mencoba mengikuti apa yang di katakan Yesung hyung..

“Op..ppa..” Omo! Omo! Jantung ku berdegup kencang dan terasa panas

“Je Joon-ah.. Would you be my yeojachingu?”

Ha? Apa aku sedang bermimpi? Ia menatap ku dalam dan mendekap ku di dadanya

“Oppa…”

Selanjutnya, ia memiringkan kepalanya dan menatap ku dalam lagi.

Aku hanya bisa meringis pedih. Karena kalimat itu keluar di mulut Yesung hyung, bukan Ji Yong sunbae…

~Di tempat yang sama

Author’s pov

“Tidak ku sangka ternyata sekarang sudah sore. Mungkin aku terlalu asik bermain dan berkeliling bersama Teukki dan Kyu” batin Ji Yong. “Ji Yong! Belok kanan!” teriak Kyu. Ji Yong mengikuti perintah Kyu dan sampailah mereka bertiga di tempat Je Joon dan Yesung berduaan.

“Aigo, ini bagaimana, Yesung hyung….” batin Je Joon dalam hati sambil ketakutan.

Ji Yong yang melihatnya hanya menatap lirih, perih perlahan yang ia rasakan

“Yesung! Sudah cukup!” teriak Teukki sambil bertepuk tangan.

“Jinjja? Ahh, kalian sudah sampai semua, hahaha” Yesung tertawa sembari melepaskan pelukannya dari Je Joon dan bergegas mencium pipi Je Joon langsung pergi. “Ya! Hyung!”.

“Hahahha, mianhae aku hanya bercanda. Baiklah, sampai besok Je Joon! Ji Yong! Baik-baik ya kalian berdua!”

Yesung, Kyu, Teukki, ngeloyor dengan mobil dan sepeda masing-masing. Sekarang tersisa Ji Yong dan Je Joon. Mereka berdua mematung, karena terasa canggung, Je Joon membuka pembicaraan.

“A..Annyeong, Ji Yong sunbae! Sepertinya… Kita di kerjai oleh hyungdeul. Hehe” kata Je Joon tertawa garing.

Ji Yong diam membisu, “Kenapa tidak di lanjutkan ciumannya?” kata Ji Yong sinis.

“Haa? Andwae! Aku tadi.. tadi.. tadii di jebak! Karena itu mereka juga cuma bercanda kan, sunbae? Dan lagi pula aku tidak berkencan dengan Yesung hyung” jelas Je Joon panjang lebar.

“Jinjja? Kalau begitu siapa tadi yang di kecup pipinya?” Jiyong mendekati Je Joon

Je Joon mundur perlahan-lahan karena tatapan sinis oleh sunbaenya itu.

“Aniyo! Siapa juga yang mau di cium oleh kepala besar itu?”

“Walau kepala besar tapi kau menyukainya kan?”

“Ah! Terserah kau sunbae! Aku tidak kencan dengan Yesung hyung! Tidak mau di cium Yesung hyung! Di tambah aku juga tidak mencintai Yesung hyung!”

Air mata yang di bendung sedari tadi sekarang keluar membasahi pipi putih pucatnya, di saat itu juga Ji Yong mengerucutkan bibirnya.

“Haaaaa? Aku tidak menanyakan kau mencintainya atau tidak..” kata Ji Yong nakal

Je Joon sadar dan ia menutup wajahnya dengan tangannya. Ji Yong berlutut di depan Je Joon dan berkata, “Jika kau tidak mencintai Yesung, lalu kau mencintai siapa?”

Je Joon diam, ia menatap Ji Yong lekat-lekat, sebenarnya ia ingin mengakuinya.. Tapi perasaannya juga takut.

“Siapa pun dia, aku tidak akan marah, akuilah siapa dia” tambah Ji Yong

Je Joon membuka mulutnya, “Ungg… Orang itu, Ji Yo……..” ucapannya terputus setelah Ji Yong menempelkan bibir Je Joon dengan bibirnya. “Hangat…” pikir Je Joon. Cukup lama mereka berciuman, begitu di lepas Je Joon melanjutkan ucapannya yang tertunda tadi.

“Kwon Ji Yong”, Je Joon mengucapkannya dengan mata berkaca-kaca dan senyum yang terlukis di bibirnya.

“Orang itu siapaa?” tanya Ji Yong sembari memamerkan gigi putih ratanya.

“Ya! Orang itu kau sunbae!” secara tiba-tiba Ji Yong menarik tubuh mungil Je Joon dan mendekapnya di pelukannya.

“Hahahaha. Nee.. Nee.. Saranghae Je Joon-ah” kata Ji Yong sambil tertawa dan mengelus kepala Je Joon.

“Ungg… Nado sunbae”, Je Joon menjawab sedikit malu

“Dasar anak polos! Panggil aku oppa! Pabbo!” dengus Ji Yong sambil memukul kecil kepala Je Joon.

“Aw! Appo! Nee.. Nee..”

“Mana? Aku tidak mendengar kata oppa? Atau mau ku cium lagi?” Ji Yong tersenyum jahil.

“Andwae! Ah, sudahlah, sunbae. Kajja kita pulang” Je Joon menarik Ji Yong

“Aku bukan sunbae mu” Ji Yong bersiap dengan sepedanya dan menjulurkan lidahnya.

“Ya! Ne! Ne! Oppa kajja kita pulang!” Je Joon berlari mengejar Ji Yong.

Hari sudah gelap, tapi mereka masih tertawa ria di atas sepeda Ji Yong.

(Backsound: Wonder Boy – Super Junior)

Sampai di depan rumah Je Joon, Ji Yong pamit kembali ke rumahnya, “Aku pulang dulu Je Joon-ah..” pamit Ji Yong.

“Ne..”, sewaktu Ji Yong mau menggenjot pedal sepedanya, tiba-tiba… Chup! Je Joon mencium pipi Ji Yong kilat, “Hati-hati Yong-Yong oppa! Hahaha” kata Je Joon sambil berbalik dan memasuki rumahnya. “Ne Je Joon-ah. Annyeong!” teriak Ji Yong agar Je Joon mendengar hingga ke kamarnya di lantai 2. “Annyeong Ji Yong oppa!!” teriak Je Joon. Ji Yong berteriak dari kejauhan karena dia sudah cukup jauh dari rumah Je Joon, “Saranghaeeee! Jeongmal saranghaeeeyo Sung Je Joooon!!” teriakannya membuat wajah Je Joon merah. Ia tersipu-sipu malu sendiri. Kali ini 99 kali lipat dari pada kontras merah pada komputer. “Nado saranghae Ji Yong oppa” ia membisikan kalimat itu di hadapan langit malam.

-The End-

Horeeee, selesaiiii *Kibas poni* *Tsah!* Akhirnya, yaaaahh~ Semoga para readers di FFLovers suka ya🙂 Bener-bener butuh komen don’t be a silent readers T^T

Kamsahamnida! *deep bow*