Title : Sweety You

Author : violetkecil

Cast : Luhan EXO-M, Lee Minah (OC), and Kyuhyun Super Junior (Cameo)

Genre : Romance, Friendship

Rating : General

Length : Ficlet

Diclaimer : All characters belongs to themselves. But story/plot is mine. Don’t take out any content without my permission. No Plagiator.

Author Note : It’s my first post as FFL author^^ sebelumnya pernah ngirim dua karya sebagai freelance author. Nah, karena ini FF pertama saya di sini jadi mohon komentarnya ya~~ No Silent Reader.

Oiya, FF ini sudah pernah dipublish di blog pribadi di http://evilkyugirl.wordpress.com

Happy Reading All~~

Sudah puluhan kali untuk hari ini, aku tidak menyadari ketika sudut bibir tertarik—membentuk senyuman. Rasanya terjadi begitu saja. Mengalir manis. Kicau burung kecil terdengar sayup di ujung ranting pohon.

Noona!!!”

Aku menoleh. Ia tersenyum sambil berjalan cepat ke arahku.

“Lama?”

“Tidak. Bagaimana kau bisa keluar? Manajer tidak melarangmu?”

Dia memamerkan deretan giginya. Cute. “Hehe, aku sedikit berbohong dengan mengatakan harus menemui teman dari Cina yang ingin bertemu denganku.”

“Kau ini,” Aku menjitak pelan dahinya.

Ia meringis. Lagi, that’s so cute.
Noona—“

“Aku sudah bilang, berhenti memanggilku Noona, aku hanya lebih dulu lahir dua bulan darimu,” potongku.

“Tapi kalo tidak memanggil ‘Noona’, Hyung akan memarahiku,” belanya.

“Tapi kan—“

Noona, aku hanya punya waktu satu jam. So?” potongnya.

Oh, aku ingat. ia sedang sangat sibuk mempersiapkan showcase yang akan diadakan beberapa hari ke depan dan kemudian debut. Aku pasti akan sangat merindukannya. Mengapa aku selalu dikalahkan oleh kesibukan? Aku hanya bisa menggerutu dalam hati.

Noona, gaja!”

Ia menarik tanganku—setengah berlari menuju sebuah kafe yang tidak jauh dari tempat kami tadi bertemu. Ia menggenggam tanganku erat. Aku memandanginya dan ia menatapku balik. Kami tersenyum.

Ia membukakan pintu ketika kami tiba di depan kafe. Lonceng yang tergantung di depan pintu berdering pelan. Ah iya, aku pernah mendengar ketika kau sedang jatuh cinta maka akan terdengar deting lonceng di telingamu. Atau degupan pelan jantung. Aku? Dua-duanya. Walau ini bukan untuk cinta yang seperti itu.

Chocolate ice cream.”

Aku bisa mendengarnya memesan satu-satunya menu favoritku jika berada di kafe ini.

Noona,” panggilnya sambil menopang wajah di kedua telapak tangan. “I’ll miss you.”

Nado.”

Noona akan sering menghubungiku?”

Ne.”

“Aku akan langsung menemui Noona setiap aku ke Korea.”

“Oh, gomawo,” ucapku sambil tersenyum dan mengelus pelan rambutnya. Saat seperti ini membuatnya terlihat seperti anak kucing yang harus dilindungi dan disayang.

Noona, “ Ia menarik tanganku dan menggenggam dengan kedua tangannya. “Hyung beruntung memiliki Noona.”

“Seseorang juga akan beruntung jika memilikimu,” sahutku dan meletakkan satu tanganku diatas tangannya yang masih menggenggam tanganku.

“Dimana aku harus menemukan gadis lembut dan tidak banyak bicara seperti Noona?” tanyanya.

Aku tersenyum dan melepaskan tanganku dari genggamannya. “Cinta tidak memilih tempat, ketika kau menemukannya, kau hanya tahu itulah cinta, tiga detik, kau tahu kau jatuh cinta padanya.”

“Seperti aku pada Noona?”

Aku menepuk tangannya dan ia hanya meringis. “Ayo dimakan es krimnya. Hanya satu jam, kan?” tanyaku mengingatkan.

Kami sama-sama terdiam. Aku bertanya dalam hati kenapa ada perasaan aneh yang selalu menyusup setiap bersamanya. Seperti kehangatan lain. Tapi, aku tahu. Ini bukan cinta. Bukan cinta yang seperti itu.

Noona!”

Aku mendongak dan ia menyuapkan sesendok es krim. Sweet, like you, batinku.

“Xi Lu Han,” panggilku. Ia menoleh, masih dengan tangan yang menggenggam tanganku dan mengayunkannya pelan.

“Jangan pernah berubah,” pintaku.

Ia tersenyum dan mengangguk. Kami berjalan dalam diam di sepanjang walking track di taman ini. Menikmati kebersamaan yang jarang terjadi. Menghirup setiap udara yang kami rasakan sama. Meraba setiap kehangatan di sore yang tidak akan lagi sama. Mendengar sayup degup jantung yang entah apakah akan masih terdengar sama nantinya.

Shining star like a little diamond…

Ponselku berdering pelan. Aku tersenyum padanya sebelum mengangkat telepon. “Kyuppa, ne, arraseo.”

Hyung?” tanyanya.

Aku mengangguk.

“Sepuluh menit lagi, ya?” pintanya seakan tahu bahwa aku harus segera pergi. Di tempat lain ada seseorang yang sudah bersamaku sejak lama sedang menunggu.

Noona, thanks for all.”

Aku menyahut dengan senyuman. Kami melanjutkan langkah yang tadi sempat terhenti karena telepon masuk.

Beautiful day Wonderful day
I hope you and I become a “we”

Kami menghentikan langkah ketika ponselnya berdering. Aku tahu pasti Manajernya yang menelepon. Aku menatapnya dengan pengertian, “Pergilah,” ucapku tulus.

Ia menatapku sendu, “Noona, can I hug you?”

Aku mengangguk.

“Terima kasih sudah ada di sisiku selama ini. Thanks for being my strength,” bisiknya dalam pelukan.

“Pergilah,” ucapku lagi setelah ia melepaskan pelukan. “Aku ingin melihat punggungmu.”

Ia tersenyum dan tanpa aku sadari ia mengecup lembut pipiku, “Gomawo Minah-ah,” ucapnya lembut dan berlalu dari hadapanku.

Aku tersenyum. Ini pertama kali ia memanggilku seperti itu sejak kami bertemu di ruang musik waktu itu.

Sweety you, hal yang kadang tidak aku temukan dalam diri my evil boy.

Aku tersenyum lagi memandangi punggungnya yang semakin menjauh. Ponselku berdering lagi, “Kyuppa, ne, aku segera ke sana. Luhan? Hehe… iya kami bertemu sebentar tadi. Kyuppa cemburu? Hehehe… That’s not like that Kyuppa, I just love you… Don’t worry.”

Every single time, every part of you, sweety you… But, I don’t love you… I just admire you…

-End-

Copyright 2012 © by violetkecil (Asih Mitra)