I’m a Fool  Chapter 1

Author                                                  : Dewii Aprilya

Cast                                                       : Cho Kyuhyun, Park Soon hee, Kim Eun Jung, Super Junior

Genre                                                   : Romance

Ini FF pertama yang aku publish di FFL setelah jadi author disini. Sebelumnya FF ini udah aku kirim dalam bentuk Free writer tapi belum dipublish….
Karena ini FF pertama, mohon komentarnya guna perbaikan karya author kedepannya. Satu lagi, FF ini udah dipublish di blog pribadi dewiiaprilya.wordpress.com.
Kamsahamnida!! #Bow

——————————————————————————————————————————————

Kemanapun kau pergi, bersama siapapun kau sekarang….. aku yakin suatu saat kau aka tetap kembali padaku… karena kau adalah air dan aku adalah laut….    ^Park Soon Hee^”

—————————————————————————————————–

Kim Eun Jung berjalan cepat memasuki lift apartemen Star City yang tampak begitu mewah. Gadis keturunan Korea Inggris itu mengeluarkan sebuah sapu tangan biru dari dalam tasnya, lalu mulai membersihkan keringat yang sedari tadi mengucur di dahinya. Sungguh kegiatan yang begitu melelahkan ketika gadis dengan tubuh semampai itu harus berlari dengan menggunakan high heels 5 cm yangs terpasang di kakinya yang jenjang.

Eun Jung harus menghindari para petugas keamanan yang telah 2 bulan ini selalu menhalanginya memasuki gedung apartemen itu. Bukan tampa sebab pengawalan diapartemen itu menjadi sangat ketat, tentu saja karena disana tinggal sebuah Boybang terkenal di Korea, Super Junior.

Gadis bermata bulat itu kemudian mengeluarkans sebuah buku berwarna biru sapphire yang bergambar sebuah bintang yang bersinar terang. Eun Jung menatap buku tersebut kemudia mulai berbicara.

“Eonni, kalau bukan karena dirimu.. aku tidak mungkin mau melakukan hal gila seperti ini. Kita belum pernah bertemu, tapi aku merasa buku ini harus dibaca oleh lelaki itu. Kau tahu Eonni, ini adalah pengalaman baru untukku, kalau sampai Daddy tahu aku telah menghabiskan waktuku selama hampir 3 bulan  untuk mengejar lelaki bodoh bernama Cho Kyuhyun itu, Daddy pasti akan langsung membawaku kembali ke London..!!!” Eun Jung menyipitkan dahinya dan kembali memeluk buku itu.

“Eonni, kau dulu pasti sangat menderita. Mianhe karena telah mencampuri urusanmu, tapi kupikir Cho Kyuhyun harus membaca buku ini, setidaknya kalau dia sudah tidak mencintaimu, dia akan mengenangmu sebagai seorang gadis kuat yang dengan tulus mencintainya.”

TING

Lift terbuka dan Eun Jung langsung keluar dari lift yag telah mengantarnya ke lantai 12 Dorm Super Junior. Eun Jung menarik nafasnya dlam saat dia berdiri di depan pintu yang dipenuhi coretan yang dia yakini sebagai buah tangan para ELF. Eun Jung mualai memencet bell dan beberapa saat kemudian seorang laki laki yang tidak lain adalah Donghae muncul di interkon apartemen itu.

“apa kau ELF? Kalau iya, tolong berikan kesempatan untuk kami beristirahat sejenak..” kata Donghae itu. kemudian bersiap siap untuk mematika saluran di intercom itu.

“Chakkaman!! Aku bukan ELF… Ini sangat penting..!!” kata Eun Jung dengan nada memohon pada lelaki di intercom itu.

Donghae mengerutkan dahinya. “kau tidak usah berbohong. Aku sudah kebal dengan taktik semacam itu…”

“ini tentang Park Soon Hee!!!” Eun Jung berteriak saat Donghae kembali ingin mematikan intercom itu. mendengar nama  Park Soon Hee, wajah Donghae lagsung menjadi kaget dan segera  membuka pintunya.

“Kau kenal dengan Park Soon Hee??” kata DOngahe, dia langsung menarik tangan Eun Jung memasuki dormnya sebelum ada netizen yang melihatnya.  Semua member super Junior sedang berkumpul di dorm itu kaget melihat Donghae masuk bersama seorang gadis. mereka menatap Donghae dengan tatapan penuh tanda Tanya.

“Hhhmm… sebenarnya tidak bisa dibilang kenal sih…” Eun Jung mulai merasa gugup karena mendapat tatapan aneh dari semua penghuni dorm ini.

“terus apa yang ingin kau katakan tentang Park Soon Hee???” kata DOnghae sambil tetap memegang tangan Eun Jung seolah meminta penjelasan. Kyuhyun yang sedari tadi sibuk dengan Laptopnya langsung menghampiri mereka ketika mendengar nama Soon Hee. Tampa mempedulikan tatapan member lain, Kim Eun Jung langsung menghampiri Kyuhyun.

“nuguseyo?? Lalu apa hubunganmu dengan Soon Hee??” kata Kyuhyun pada Eun Jun.

“Maaf jika aku mengganggu kalian. Kim Eun Jung imnida!! Aku tinggal disebuah flat di daerah Gangnam. Saat pertama kali memasuki flat itu, aku menemukan sebuah buku di bawah sofa..” kata Eun Jung. Dia lalu mengeluarkan buku biru sapphire itu dari dalam tasnya.

“Awalnya aku berfikir ini hanya buku catatan biasa. Tapi ketika buku ini kubuka, ternyata berisi sebuah catatan harian milik seorang gadis bernama Park Soon Hee. Aku mulai membacanya dan merasa prihatin terhadap hidup Soon Hee. atas inisiatif sendiri, aku datang kesini untuk memberikan buku ini kepada seorang lelaki yang namanya selalu tertulis di buku Catatan ini. dan nama itu adalah Cho Kyuhyun..” Eun Jung memberika buku catatan itu kepada Kyuhyun. Kyuhyun enggan menerimanya dan hanya bisa menatap gadis itu dengan tatapan dingin.

“kenapa aku harus menerima buku itu?? Soon Hee sama sekali bukan siapa-siapa dalam hidupku..” kata Kyuhyun dengan nada suara dingin. Semua hyungdeulnya hanya bisa diam, mereka tidak ingin menggali kembali luka makane mereka.

”aku tahu mungkin ini agak sedikit aneh. Tapi ada sesuatu yang harus kau ketahui tentang gadis itu….” Eun Jung kemudian meletakkan buku itu di meja lalu bergegas meninggalkan ruangan tersebut. Kyuhyun menatap buku itu seksama, dan sedikit demi sedikit senyum Soon Hee terlukis di benaknya.

========000000=========

Kim Eun Jung berjalan dengan santai meninggalkan dorm itu dengan hati lapang. “Eonni, aku sudah melakukan semua yang kubisa untukmu. Ini adalah ucapan terima kasihku untukmu, karena kau telah membuatku sadar akan betapa indahnya hidup ini. diamanapun kau berada, kuharap kau selalu bahagia..”

“Kim Eun Jung-ssi!!” Eung Jung berbalik saat mendengar seseorang memanggil namanya. Ternyata itu adalah lelaki di intercom tadi, Lee Donghae.

“what??” kata Eun Jung dengan nada kesal saat Donghae berada di depannya.

“Hei!! Kau tidak usah memandnangku seperti itu. kau tahu, kau itu gadis yang sangat beruntung bisa bertemu denganku..” kata Donghae bangga.

“Sombong..!! Kajja, katakan kenapa kau memanggilku???”

“Oh itu, aku ingin tanya. Apa yang kau tahu tentang hubungan Soon Hee dan Kyuhyun???” kata DOnghae. Eun Jung berhenti kemudia menatap tajam lelaki disampingnya.

“aku tahu semuanya. Buku itu menggambarkannya dengan jelas…”

“ceritakan padaku!!”

“Andwei!!! Kau kan Hyungnya Kyuhyun, kau pasti tahu juga tahu tentang Soon Hee.” Eun Jung kemudian berjalan meninggalkan Donghae.

============00000==========

Kyuhyun menatap buku itu seksama, dia mulai bingung apakah harus membacanya atau tidak. Sungmin kemudia memasuki kamar dan duduk disamping dongsaengnya.

“bacalah Kyuhyun-ah.. mungkin ada yang perlu kau ketahui tentang gadis itu. bukankah beberapa bulan ini kau mencarinya?? Mungkin kau bisa segera mengtahui keberadaan gadis itu setelah membacanya.” Kata Sungmin pelan

Kyuhyun hanya bisa menunduk, “kau tahu bahwa aku telah sangat menyakiti Soon Hee, hyung. Aku sibuk dengan karirku hingga aku hampir lupa bahwa aku mempunyai seorang yeojachingu. Aku hanya takut, jika setelah membacanya ternyata Soon Hee telah sangat membenciku…”

“kalau begitu lupakan gadis itu jika semua tentangnya hanya bisa menyakitimu. Berhenti mengingat atapun mencarinya…” kata Sungmin denga nada tegas.

“aku tidak bisa Hyung. Park Soon hee seperti laut untukku. Berapapun jauhnya aku pergi, berapapun gadis yang aku kenaci dibelakangnya cepat atau lambat aku akan tetap bermuara padanya. Aku tidak punya tempat kembali selain padanya…. Kau tahu Hyung, ketika dia pergi, rasanya hidupku mulai tidak terarah. Aku seperi kehilangan lautku, kehilangan tempatku kembali…..” Kyuhyun menghela nafas panjang. “dan yang lebih menyakitkn, aku sendiri yang telah mencampakkannya karena ketenaranku. Aku sendiri yang telah membuatnya pergi dari hidupku…”

Sungmin hanya bisa membelai rambut dongsaengnya. Dia kemudia berdiri meninggalkan Kyuhyun dengan segala lukanya, sekarang yang Kyuhyun butuhkan hanyalah ketenangan.

******

Kyuhyun kemudian menyentuh sampul buku itu seksama, dia tersenyum getir saat melihat sebuah kata yang tertulis indah di buku itu. “Kemanapun kau pergi, bersama siapapun kau sekarang….. aku yakin suatu saat kau aka tetap kembali padaku… karena kau adalah air dan aku adalah laut….    ^Park Soon Hee^”

Kyuhyun mulai membuka halaman pertama buku itu………

Haloo……
Namaku Park Soon Hee, aku membeli buku ini saat pulang dari rumah sakit kemarin. Kata Kakek yang menjualnya, buku ini akan membawa keajaiban untukku. Aku hanya tersenyum ketikamendengarnya, aku tahu bahwa sekarag yang paling aku butuhkan adalah sebuah keajaiban….

Aku menulis catatan ini saat aku punya waktu luang disela sela kuliahku di Seoul university. Oh iya, aku tidak tahu buku ini kutulis untuk siapa, tapi yang pasti bahwa aku ingin membagi kisahku dalam setiap lemabarn buku ini. Kisahku dengan seorang Namja yang sangat aku cintai, Cho Kyuhyun….

Kisah kaim bermula saat umurku 17 tahun, saat itu dia pernah menolongku yag saat itu tersesat di kota Seoul, aku tersesat karena saat itu aku barupindah dari Pulau Jeju. Dia mengantarku pulang ke rumahku.

“Kamsahamnida!!! Aku tidak tahu apa yang terjadi kalau kau tidak menolongku…”kataku pada anak lelaki itu.

“Ne…”

“chakkaman!!! Boleh aku tahu namamu??” kataku pelan.

“Kyuhyun… Namaku Cho Kyuhyun..”

Begitulah awal mulaperkenalan kami, aku beruntung ternyata dia adalah Sunbae di sekolah baruku. Aku benar benar senang saat mengteahuinya. Kau tahu, sejak saat itu aku dan dia mulai berteman akrab, Kyuhyun adalah satu-satunya orang yang mau menjadi temanku di sekolah itu. Bukan karena aku gadis sombong ataupun angkuh, tetapi semua Yeoja di sekolah itu membenciku karena dalam waktu yang relative singkat aku bisa berteman dengan Kyuhyun yang saat itu sangat populer di sekolah kami.

Kyuhyun adalah duniaku. Segala tentangnya selalu membuatku tertarik, kuakui bahwa persahabatan kami berubah menjadi cinta. Aku mencintainya dengan segala yang dimilikinya dan aku tahu bahwa mungkin cintaku hanya bertepuk sebelah tangan karena kenyataannya dia hanya mengaggapku sebagai seorang adik perempuannya yang berharga.

Kyuhyun  adalah cinta pertamaku dan mungkin akan menjadi cinta terakhirku. Semua yang aku lakukan tidak pernah lepas dari Kyuhyun. Dia adalah pelindungku, ketika semua orang mengabaikanku dia akan datang dan mengulurkan tangannya untukku. Karena itu, aku selalu berfikir bahwa perasaanku padanya akan selalu kujaga dan kupelihara didalam hatiku.

Suatu hari ketika Kyuhyun merayakan kelulusannya, aku menangis karena aku takut jika Kyuhyun akan pergi dariku, karena itu aku memberaikan diri untuk mengatakan perasaanku padanya.

“Oppa….” Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutku sekarang. Setelah perayaan kelulusannya, aku mengajaknya untuk bertemu taman yang tidak jauh dari sekolah kami. Melihat matanya yang cokelat membuatku semakin gugup.

“hhmm…” katanya sambil tetap sibuk dengan PSPnya.

“ada yang ingin kukatakan, dan ini sangat penting” mendengar apa yang kukatakan, Kyuhyun lalu memPause permainannya da menatapku intens.

“katakanlah…” kata Kyuhyun

Dengan perasaan campur aduk, aku mulai mengatakannya. “Oppa, sebelumnya aku ingin minta maaf jika apa yang kukatakan akan membuatmu merasa tidak nyaman tapi kupikir ini sangat penting untukku… Aku hanya ingin mengatakan bahwa selama ini aku menyimpan perasaan cinta untukmu di lubuk hatiku yang paling dalam. Kau tidak usah khawatir, aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku karena aku mengatakan ini semata mata karena aku ingin agar kau mengetahuinya…” akhirnya aku bisa mengatakannya. Aku menarik nafas panjang lalu berdiri hendak pergi dari tempat ini.

“Chakkaman! Ayo kita jalani…” kata Kyuhyun. Aku berhenti da mencoba mencerna kata katanya.

“apa maksudmu Oppa???” aku harus memastikannya sendiri.

“kau tuli ya?? Sekarang kita pacaran, Arasso???”

Aku mengangguk mantap. “Arasso!!!”

Sejak saat itu kami resmi menjadi sepasang kekasih. Kau tahu rasanya seperti segala bebanku seketika menghilang dari pundakku dan aku bisa menjalani hidupku dengan penuh semangat. Satu hal yang paling kusukai darinya adalah sikapnya yang tidak pernah berubah padaku meskipun kami telah resmi menjadi sepasanga kekasih. Dia tetap suka menggoda dan menjahiliku, dia tetap menjadi pelindungku. Sikapnya tidak berubah meskipun saat itu dia sudaj menjadi seorang mahasiswa di Kyunghee university.

Kami seperti satu paket yang tidak bisa terpisahkan. Tidak ada rahasia antara aku dan dia, setiap ada maslah dia akan datang padaku dan bersandar di bahuku, begitu pula sebaliknya. Begitu pula saat dia memutuskan untuk kuliah di jurusan Musik, dia ditentang habis-habisan oleh Ayahnya yang mengabdi di dunia pendidikan. Kyuhyun saat itu memberontak dan kabur dari rumahnya.

Aku masih ingat saat dia datang ke flatku dalam keadaan basah kuyup. Aku menatapnya dalam, dari sorot matanya aku bisa mengetahui bahwa saat ini ada beban yang dipikulnya.

Aku duduk di dekatnya dan memberinya segelas susu hangat, Kusandarkan kepalanya di bahuku. Kyuhyun hanya diam.

“Oppa, kau pasti bisa meyakinkan Ayahmu. Aku percaya kau bisa melakukannya. Bukankah menjadi seorang penyanyi yang hebat adalah mimpimu??”kataku pelan.

“Aku tahu Hee-ah, aku hanya butuh seseorang yang bisa mendukungku. Kau tenang saja, aku akan terus berjuang…”

Segala usahanya tidak sia-sia, akhirnya Cho Ahjusshi mengijinkannya untuk bergelut di dunia music. AKu masih ingat betapa senangnya dia saat datang padaku. Dia menyanyikan sebuah lagu untukku dan saat itu aku tahu, Namja ini adalah belahan jiwaku.

Karirnya di dunia music semakin menanjak saat dia lolos menjadi member ke-13 Super Junior ditahun 2006, Kyuhyunku menjadi maknae Super Junior meskipun hanya menjalani trainee selama 3 bulan. Aku sangat bangga padanya, meskipun saat itu terselip rasa khawatir di hatiku jika suatu saat nanti ketika dia menjadi popular maka dia akan lupa padaku. Tapi perasaanku itu segera kutepis, apalagi ketika dia datang padaku dengan penuh kebahagiaan karena mimpinya akan segera terwujud. Saat itu aku sadar, aku tidak peduli jika suatu saat dia lupa padaku karena yang paling penting untukku adalah bisa melihatnya tersenyum bahagia seperti itu.

Ketika dia akan bernyanyi di depan ELF bersama ke-12 member SuJu untuk pertama kalinya, dia datang padaku dengan wajah yang murung. Kau tahu, ternyata yang membuatnya sedih adalah saat dia sadar bahwa ternyata semua member SuJu tidak menyukainya.

Aku duduk di sampingnya, tampa pikir panjang dia lalu membaringkan kepalanya di pahaku. Aku mulai membelai rambutnya dan menenangkannya. “Oppa, kau pasti sangat sedih…”

“tentu saja Soon Hee-ah, ternyata mereka semua sangat membenciku..” kata Kyuhyun

“kupikir mereka tidak membencimu Oppa, mereka hanya merasa kurang nyaman dengan perubahan itu. aku bisa memahaminya, mereka pasti merasa dirugikan karena kau trainee hanya 3 bulan sedangkan mereka hampir 5 tahun sebelum akhirnya bisa debut..” kataku berusaha menenangkannya.

“Jinjjayo??” aku mengangguk mantap. Dengan penh semangat dia langsung duduk dan memegang tanganku.

Kemudia Kyuhyun kembali berkata “Kau benar, tunggu saja Soon Hee-ah, akan kubuat mereka menerimaku dan bisa kupastikan jika nanti aku bisa memanggil mereka Hyung!!!”

“Hwaiting Oppa!!!” aku memberinya semangat. Kyuhyun Oppa lalu tersenyum kemudian mencium dahiku.

“kau tahu Park Soon Hee, kau adalah segalanya untukku. Saranghae!!!”

saat itu aku begitu gembira mendengar Kyuhyunku mengatakan itu padaku.  Itu adalah kata Cinta pertama yang diucapkannya padaku sejak kami menjadi sepasang kekasih.Begitulah hidup kami berdua, setiap ada masalah dia akan datang padaku meskipun hanya untuk bersandar di pundakku ataupun tidur di bahuku dan begitu pula sebaliknya, dia akan menawarkan pelukan hangatnya ketika aku merasa sedih.

Hidupku rasanya seperti di surga ketika menyadari bahwa Kyuhyunku menjadikanku sandarannya ketika dia bersedih, menjadikanku sebagai tempatnya kembali dalam keadaan suka maupun duka. Bahkan ketika dia akhirnya bisa menaklukan hati Hyungdeulnya dan menjadi salah satu member SuJu KRY, orang pertama yang didatanginya adalah aku.

Kebahagiannnku akhirnya semakin lengkap saat aku akhirnya bisa kuliah di Seoul University, Universitas yang selama ini selalu kudambakan. Aku masih ingat saat aku memberitahu Kyuhyun kabar itu, dia dengan semangat mengajakku makan malam dan memperkenalkanku dengan semua Hyungdeulnya, sekarang aku bisa bernafas lega karena semua Hyungnya tampaknya sudah mulai menyayanginya, apalagi setelah kecelakaan yang hampir merenggut nyawa Kyuhyunku. Oh Tuhan, betapa baiknya engkau padaku. Awalnya kufikir kebahagiann ini akan bertahan selamanya, tapi ternyata aku salah…… Ternyata Tuhan menyiapkan sebuah ujian yang sangat berat untukku, Ujian bertubi tubi yang telah membuatku harus melepasnya pergi dari hidupku.

Popularitas Kyuhyun semakin hari semakin menanjak, Dia kini telah mempunyai berjuta fans yang mungkin tersebar di seluruh dunia. Dia juga semakin sibuk dengan jadwalnya bersama member Suju, apalagi setelah perisapan albumnya. Dia mulai jarang menghubungiku dan semakin sibuk dengan kegiatannya, bahkan pernah suatu kali dia tidak memberiku kabar selama kurang lebih 1 bulan. Aku tentu merasa khawatir dan mendatangi dormnya. Tapi aku harus menelan kekecewaan saat Shindong Oppa mengatakan bahwa Kyuhyun sedang berada di China untuk persiapan album Suju M nya.

Terus terang aku sangat kecewa, kenapa dia samaseklai tidak mengabariku kalau dia sedang pergi keluar negeri. Aku mulai khawatir karena Kyuhyunku mulai berubah, telefonku sering direject tapi aku tidak pernah ragu padanya karena dia pernah berjanji padaku bahwa hanya akulah tempatnya kembali.

Aku dan Kyuhyun duduk di pinggiran sungai Han, kami menatap semburat senja yang sudah mulai muncul sejau mata memadang.

“Oppa, jika nanti kau menjadi terkenal lalu kau lupa padaku, apa yang harus kulakukan??” kataku padanya. Kyuhyun hanya diam, kami berdua menikmati senja sebelum Kyuhyun mengikuti trainee yang pasti akan menyita sebagian besar waktunya.

“Soon Hee-ah, aku tidak bisa menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi. Tapi kau hanya perlu tahu satu hal. Kemanapun aku pergi, dengan siapapun aku nanti, cepat atau lambat aku pasti akan kembali padamu. Karena aku adalah air dan kau adalah lautku, kemanapun air mengalir dia pasti akan tetap bermuara di laut…”

3 Tahun aku bertahan dengannya berbekal sebuah keyakinan bahwa Kyuhyun akan tetap kembali padaku. Tetapi akhirnya apa yang kukhawatirkan terjadi jua, Kyuhyun terbuai dengan popularitasnya dan banyaknya Yeoja cantik di sampingnya. Aku tetap bisa bertahan dengan segala skandalnya karena aku yakin Kyuhyunku masih tetap seperti yang dulu meskipun dia sedikit berubah sekarang.

Lambat laun hubungan kami semakin renggang, Kyuhyun tidak pernah mau mengangkat telponnya dan akhinya aku tidak bisa lagi menghubungi ponselnya, aku yakin dia sudah mengganti nomor ponselnya karena sudah benar benar muak denganku. Aku juga tidak mencoba untu mencarinya karena kuliahku semakin menyita waktuku.

Aku masih sering bertemu dengan semua Oppadeul SuJu, mereka telah menjadi penyemangatku saat Kyuhyun sendiri telah menjauh dariku. Sungmin Oppa juga selalu memperingatkan Kyuhyun bahwa masih ada aku disisinya, tapi sepertinya Kyuhyun terlalu menikmati hidupnya sekarang sampai akhirnya kami sudah menjalin hubungan tampa status seperti saat itu.

Di tahun 2010, Ujian yang paling berat akhirnya menghampiri hidupku saat dokter memvonisku menderita tumor di mata kiriku,dokter sendiri merasa heran karena penyakit ini biasanya menimpa anak dibawah 5 tahun. Kau tahu, aku terpukul mendengarnya rasanya duniaku hampir runtuh jika aku memikirkan  sebuah parasit yang sekarang berada di mata kiriku. Tumor ini baru tumbuh dan masih tergolong muda, tetapi sudah bisa mengganggu penglihatanku. Kata dokter yang merawatku, aku bisa sembuh jika melakukan operasi tapi konsekuensoinya adalah kornea mataku akan rusak dan itu berarti aku tidak akan bisa melihat lagi.

Aku didera kebimbangang, selama ini aku bisa bertahan dengan perubahan sikap Kyuhyun karena aku bisa selalu melihatnya tertawa bahagia meskipun hanya di layar kaca. Aku bisa bertahan karena aku bisa selalu melihatnya bernyanyi meskipun aku duduk jauh di bangku penonton diantara semua yeoja yang meneriakkan namanya. Jika aku kehilangan mataku, apa  lagi yang bisa kuperbut??? Bagaimana dengan kuliahku?? Lalu bagaimana dengan orang tuaku di pulau Jeju yang selalu percaya bahwa puterinya bisa menjadi orang hebat??

Tapi jika aku tidak melakukan operasi, maka tumor itu akan terus menyebar ke seluruh organ di tubuhku.

Setelah sekian lama berfikir dan terus berfikir, akhirnya kuputuskan untuk melakukan operasi tapi setelah semua permasalahanku selesai. Kuliahku di Jurusan hubungan Internasional  yang hanya 1 semester lagi akan kuselesaikan. Stelah itu mungkin aku akan pergi menemui Kyuhyun.

 

February 2010…

Aku pergi menemui Kyuhyun di dorm Super Junior, kata SUngmin Oppa hari ini Kyuhyun tidak ada jadwal. Aku hanya ingin bertemu dengannya sebelum aku berangkat untuk berobat. Setelah aku merayakan kelulusuanku dengn predikat cumlaude, Aku memberanikan diri untuk melangkah memasuki Lift apatemen Star City. Tapi pemandangan yang paling menyakitkan menyambutku. Aku melihat Kyuhyun sedag asyik bercengkrama dengan seorang Yeoja cantik di depan pintu apartemen mereka. Mereka berdua berjalan dengan mesra tampa melihatku yang kini sudah duduk sambil menangis di sudut lorong apartemen itu. Kakiku rasanya sudah tidak sanggup menopang tubuhku, aku hanya bisa menangis melepas kepergiannya.

Aku menatap sebuah jam tangan yang rencananya akan kuberikan untuknya sebagai hadiah ulang tahun dariku, tapi sepertinya dia sudah tidak membutuhkan apapun tentangku. Dia sudah bahagian dengan hidupnya sekarang.

“Kyuhyun Oppa… Sangaeil Chukkae…!!! Kuharap kau selalu bahagia..”

 

 

                                                                                                                                                Seoul, 3 February 2010

 

                                                                                                                                                          Park Soon Hee

————————————————————————————————————————————-

Kyuhyun menutup buku biru itu dengan hati hancur, cairan bening itu tidak pernah berheti mengalir dari matanya yang coklat, mata yang selalu dipuja oleh banyak wanita itu kini tidak pernah berhenti menangis. Sedikit demi sedikit tangisan itu berubah menjadi raungan kecil yang menyayat hati siapaun yang mendengarnya.

Penyesalan selalu datang terlambat. Setidaknya kata sangat cocok dengan kondisi Kyuhyun saat ini. lelaki itu kini kehilagan arahnya, dia tidak tahu kemana dia akan pergi karena yang dia tahu bahwa ketika duka mnyelimuti haatinya maka hanya satu orang yang bisa menyingkirkan awan kepedihan itu. tapi orang itu kini benar benar menghilang dari hidupnya.

Tangisan Kyuhyun membuat semua hyungnya begitu khawatir. Donghae yang saat itu baru saja menemui Kim Eun Jung juga tidak luput dari rasa khawatir. Dengan perlahan tapi pasti Donghae mendekati makane evilnya.

“Kyu.. gwencanayo???” Donghae menyentuh bahu Kyuhyun yag sekarang bergetar hebat. Ketika seorang lelaki menangis, maka luka di hatinya sudah begitu besar.

“aku bodoh Hyung…” hanya itu kata yang bisa keluar dari mulut lelaki itu. Sungmin, Leeteuk, SHindong dan EUnhyuk langsung mendekati maknae mereka.  Tampa banyak bicara, mereka langsung memeluk Kyuhyun erat mencoba meringankan beban lelaki muda itu.

“kita akan menemukannya Kyuhyun-ah….”

————————————————————————————————————————————–

The same time in London

“Sweetie, how are you today??” kata Seorang lelaki berambut hitam dan bertubuh jangkung dengan kulit putih bersih khas orang asia memeluk seorang gadis yang sedari tadi sibuk dengan ipodnya.

Gadis itu melepas earphone di telinganya dan berbalik menatap langsung kearah Namja tampan itu. “Berhenti memanggilku dengan sebutan seperti itu Danny Jung!!”

“be quiet Miss Park… aniya, Miss Jung!!” kata Danny dengan penuh semagat.

“siapa bilang aku akan menjadi Ny. Jung. Namaku akan tetap menjadi Park Soon Hee”

“okay… sekarang memang belum, tapi setelah perban di matamu itu dibuka dan kau bisa melihat wajah calon suamimu yang sangat tampan ini, makan kau akan langsung memperkenalkian diri sebagai Jung Soon Hee…”  Danny membusunkan dadanya, sementara Soon Hee  hanya mmengyeringai mendengarnya.

“PeDe sekali, bukankah wajahmu masih sejelek dulu?? Apa bedanya dengan sekarang” kata Soon Hee dengan senyum mengejek. Dia lalu melanjutkan mendengar sebuah lagu yang dinyayika oles seorang Namja yang telah menempati seluruh hatinya.  Bahkan Danny yag selama 2 tahun selalu menemainya tidak pernah bisa menggantikan posisi namja itu di hatinya.

“Sudahlah… berhenti mengejekku!! Oh iya, Soon Hee-ah, minggu depan aku akan kembali ke Seoul. Mungkin akan sedikit lama karena MV yang aku sutradarai berlokasi di  sana, apa kau mau ikut denganku???” kata Danny. Jantung Soon Hee berdetak kencang mendengarnya. Dia sangat merindukan kota kelahirannya, tapi dia tidak mungkin kembali ke sana karena setiap inci kota Seoul sudah identik dengan Super Junior.

“aku tidak bisa Danny, kau tahu kan jika nanti perban mataku dibuka mungkin aku akan membutuhkan waktu lama untuk beristirahat. Jadi, kau pergi saja dulu lain kali pasti aku akan ikut…” Soon  Hee berusaha menutupi kegugupannya di depan calon suaminya itu.

“mana bisa aku konsentrasi bekerja jika tidak melihatmu..!!”

“Mr Sutradara, kau harus professional dalam bekerja, Arachi??” Soon Hee tersenyum hambar. Dannya lalu mencium puncak kepala Soon Hee.

“Okay!! Tapi jika aku sudah kembali ke London, aku akan langsung mempersiapkan pernikahan kita..” kata Danny, sementara Soon Hee hanya mengangguk.

—————————————————————————————————————————————–

Eun Jung menggeliat di tempat tidurnya lalu menutup telinganya dengan bantal. Suara ribut di pintu benar benar mengganggu minggu paginya yang rencananya akan dinikmati diatas tempat tidunya.

“Aissh!!! Siapa orang yang berani mengganggu Sunday morningku!! Damn it!!” dengan malas dia beranjak dari tempat tdirnya. Dengan wajah awut awutan dia membuka pintu dan terlonjak kaget begitu melihat seorang yang sangat aneh dengan topi dan masker hitam berdiri di depan pintu flatnya.

“Ya!! Kau Perampok ya??” Eun Jung langsung memukul namaja aneh itu sekuat tenaganya.

“Hentikan!! Ini aku bodoh..” Lelaki itu melepas maskernya, dan ternyata dia tidak lain adalah DOnghae.

“Mwo?? Kenapa kau berpakaian seperti itu?? kau terlihat seperti pencuri..” kata Eun Jung. Dengan santainya dia pergi meninggalkan Donghae yang hanya bisa melongo dengan ulah gadis itu.

Donghae berjalan masuk mesngikuti langkah Eun Jung, ditatapnya sekeliling flat ini. “tempat ini tidak berubah… masih sama seperti dulu…”gumam Donghae.

Eun Jung lalu menghampiri Donghae kemudian duduk di sofa. “Aku tidak berniat merubah apapun. Tempat ini terlalu indah, lagipula tempat ini pasti menyimpan banyak kenangan untuk Sonn Hee Eonni..”

“Heii gadis aneh… aku datang kesini untuk meminta pertanggung jawabanmu…!!” kata Dongahe dengan mimic wajah serius.

“memang apa yang telah kuperbuat padamu???” jawab Eun Jung.

“bukan padaku, tapi pada dongsaengku. Sejak membaca buku yang kau bawa itu, Kyuhyun hanya mengurung diri di kamar tampa mau makan sedikitpun. Kau tahu, Kyuhyun kembali mengkonsumsi alcohol setelah lama ditinggalkannya karena kau..” Donghae menjelaskan dengan panjang lebar. Eun Jung hanya tersenyum simpul mendengarnya.

“dia pantas menerima itu…” desis Eun Jung.

Emosi DOnghae mulai meninggi mendengar perkataan Eun Jung. “Soon Hee sendiri yang meninggalkan Kyuhyun 1 tahun lalu tampa status yang jelas. Jadi sebenarnya yang perlu dipersalahkan itu gadis yang kau panggil Eonni!!”

“1 Tahun?? Jadi Kyuhyun baru menyadari kepergiann Eonni setelah satu tahun?? Coba kutebak, Kyuhyun menyadari kepergian Soon Hee eonni setelah di mencarinya di flat ini kan??”

“ne..”

“saat itu Kyuhyun dilanda masalah kan?? Coba ingat, masalah yang paling berta yang kalian hadapi saat itu??” DOnghae kemudian diam dan mulai memikirkan kata kata Eun Jung.

“saat Hangeng Hyung meninggalkan Super Junior dan kembali ke China” kata DOnghae pelan.

“itu dia!!! Kau tahu, Dongsaeng kesayanganmu itu hanya mencari Soon Hee eonni saat dia ada masalah, tapi ketika gadis itu menghadapi hal yang sulit dalam hidupnya, kemana Kyuhyun??? Bukankah dia lebih memilih berkencan dengan yeoja lain saat Soon Hee eonni membutuhkan tumpuannya untuk bertahan dari penyakitnya??” suara Eun Jung meninggi. Hatinya sakit jika mendengar seseorang menyakiti gadis sebaik Soon Hee.

“penyakit??” Tanya Donghae.

“Ne… buku yang kemarin kuberikan pada Kyuhyun adalah catatan harian milik gadis bernama Park Soon Hee. apa kau tahu bagaimana Kyuhyun memperlakukan Soon Hee eonni?? Dia mencampakkan gadis itu karena terbuai akan ketenarannya. Dengan dengan teganya mengencani yeoja lain saat Soon Hee eonni menunggunya dengan segala keyakinannya?? Seandainya penyakit itu tidak menggerogoti tubuhnya, mungkin sampai sekarang Soon Hee eonni aka tetap menunggu laki laki kejam itu..!!!” Eun Jung menghela nafas panjang kemudian melanjutka apa yang dikatakannya.

“Soon Hee mengidap tumor di matanya…. Karena itu dia pergi dari hidup dongsaengmu..” Donghae terperanjat mendengar perkataan gadis itu.

“lalu dimana Soon Hee sekarang..” kata Donghae lirih.

“Molla…..”

“lalu kenapa kau tidak berusaha menemukannya?? Saat ini mungkin gadis itu sedang kesusahan..” DOnghae  memegang bahu Eun Jung dan berusaha meminta pejelasan dari gadis itu.

“Aku sudah mencari petunjuk yang bisa membawaku bertemu dengannya  di semua tempat di flat ini. tapi hasilnya nihil. Satu-satunya yang ditinggalkannya hanya buku itu..” EUn Jung memberi penjelasan kepada Donghae. Donghae menghela nafas panjang, kemudia mulai berfikir dan menarngkai setiap kejadian mulai tari tahap yang paling sederhana.

“flat ini, kau dapat dari mana??” Tanya Donghae.

“Daddy ku yang memberinya. Katanya ini adalah flat milik salah satu keluar……ga” Eun Jung tersentak kemudian berdiri, dia memukul kepalanya. “dasar bodoh!! Kenapa tidak berfikir kesitu..” gadis itu kemudian pergi ke kamarnya dan beberapa saat kemudian dia keluardengan ponsel di tanganya.

“Donghae-ssi!! Terima kasih sudah memberiku ide. You’re the best!!!” Eun Jung memberikan senyuman termanisnya pada namja itu sedangkan Donghae hanya melongo, bingung dengan tingkah gadis blasteran Inggris-Korea itu.

“ne… ne…. meskipun aku sama sekali tidak mnegrti kenapa kau berterima kasih.. oh iya, Kim Eun Jung-ssi, Aku mau pulang dulu, tapi jika nanti kau sudah dapat kabar tentang Park Soon Hee, segera hubungi aku, arasso??” gadis itu mengangguk mantap.

“Aneyong Eun Jung-ah” Donghae kemudian berjalan keluar dari flat itu.

—————————————————————————————————————————–

“Hello Daddy?? How are you??”  Eun Jung membuka percakapan via ponsel dengan Ayahnya.

“I’m fine Sweetie, but why do you call me?? What do you want??” Eun Jung tersenyum mendengar suara Ayahnya. Ayahnya memang sangat mengerti dirinya, meskipun belum mengatakan apa yang diinginkannya, Sang Ayah sudah bisa menebaknya.

“Daddy, I want to ask you something. But before I do that, You must be promise that you will be say the true. Don’t lie!! Arasso??”

“Ne, katakan…..” suara berat diseberang itu mulai bicara dalam bahasa Korea yang lumayan fasih. Meskipun Ayahnya berasal dari  London, tetapi lelaki itu tetap menguasai bahasa Korea.

“daddy, kau bilang bahwa Flat yang aku tempati milik salah satu keluarga Mommy. Apakah pemilik sebelumnya bernama Park Soon Hee???” Eun Jung bisa mendengar desahan nafas Ayahnya kemudian lelakai paruh baya itu kemudian menarik nafas panjang.

“Ne….. ternyata kau sudah menyadarinya….” Kata Lelak itu.

“what are you talking about Daddy?? I really don’t understand what you say.”

“Daddy can’t tell you everything by phone. I think you must come here because I’am really bussy…”

“okay. aku akan memesan tiket di penerbangan ke London sekarang juga. Bye Daddy…”

Gadis itu kemudian beranjak dari sofa mulikunya kemudian masuk ke kamarnya. Dia segera memesan tiket unutk penerbangan pertama menuju London.  Beruntun ternyata penerbangan pertama hari ini akan berangkat 3 jam lagi, Eun Jung langsung memesan 1 untuknya. Gadis itu kemudian mulai membenahi beberapa barangnya yang akan dibawanya. Hanya beberapa alat make up dan sebuah Ipod karena dia akan mengunjungi rumahnya sendiri di London.

*********

Kim Eun Jung berjalan dengan langkah gontai di lorong rumah sakit tempat Ayahnya bekerja di London. Gadis itu masih mencerna setiap fakta yang terungkap dari mulut Ayahnya, fakta yang sudah lebih 20 tahun disembunyikan darinya. Sebenarnya bukan disembunyikan, melainkan tidak ada yang pernah bercerita padanya bahwa sebenarnya dia bukanlah anak satu-satunya dari Mommynya.

>Flashback<

“Sebelum Mommymu menikah dengan Daddy, dia pernah melahirkan. Saat itu usianya masih 24 tahun dan dia juga masih kuliah kedokteran, masa depannya masih panjang. Sementara itu, salah satu keluarga Mommy sudah lama menikah namun belum dikaruniai seorang anak, atas saran Ayahnya, Mommy mengizinkan jika anaknya dirawat oleh keluarga Park.” Eun Jung mendengar penjelasan Daddynya dengan seksama. Tampa terasa air matanya tidak bisa terbendung lagi dan akhirnya jatuh jua.

“apa Eonni tahu tentang Mommy??” kata gadis itu.

“Tentu saja Sweetie. Dia tahu kalau Mrs. Park bukanlah Ibu kandungnya. Tapi awalnya Soon Hee tidak bisa menerima kenyataan itu, tapi waktu mengubah segalaya. Dia akhirnya mau bertemu Mommy dan mereka sempat bersama sebagai Ibu dan anak sebelum akhirnya Mommy meninggal karena kanker hati.”

“lalu kenapa Mom dan Dad tidak pernah menceritakan ini padaku?? Aku juga berhak untuk tahu kalau aku punya Eonni..” Tanya gadis itu.

“kami hanya belum siap, itu karena semuanya terlalu menyakitkan untu Mommy saat Soon Hee tidak bisa menerima kenyataan itu. Kami hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua. Daddy fikir ini saatnya kau tahu semuanya, karena itu, flat milik Soon Hee Daddy berikan padamu agar kau mau mengerti perasaan gadis itu. Soon Hee adalah gadis yang penuh luka dihatinya. Meskipun dia selalu tersenyum, tapi itu hanya untuk menutupi lubang dihatinya. Kau mengerti Sweetie??” lelaki itu kemudian berdiri dan meneguk segelas air di mejanya. Setelah itu dia kembali duduk didepan gadis itu.

Kim Eun Jung hanya bisa diam, mencerna setiap kalimat demi kaliamat yang dilontarkan Ayahnya, sekarag dia tahu, kenapa gadis itu begitu tergantung pada keberadaan Kyuhyun. “lalu Soon Hee eonni sekarang dimana Dad?? Is she Okay?? how about her cancer??”

“Do you know about her??”

“ceritanya panjag Dad, cukup katakan dimana dia dan bagaimana keadaannya??” kata gadsi itu mulai tidak sadar.

“She is fine. Tumornya sudah berhasil diangkat. Dan dia juga berusaja menjalani pencangkokkan kornea mata meskpun sekarang perbannya belum dibuka, tapi daddy yakin  dia akan bisa melihat indahnya dunia kembali.” Eun Jung menghela nafas lega. Sekarang Eonninya sudah sehat.

“satu lagi, dia akan segera menikah dengan seorang sutradara yang sangat tampan. Kau bisa bertemu dengannya, dia ada di kamar **** nomor 7.”

>Flashback End<

 

TO BE CONTINUED…

————————————————————————————————————————

Iklan