Author           : Ryn

Cast               : Emily Park and Kim Jonghyun.

Support Cast  : Find by your self.

Genre             : Life, Psychology, Family.

Lenght            : Chaptered

Rating             : PG-16

Summary        : “ Kau tidak akan pernah berhasil sebelum pernah mencoba, dan kau harus bertahan untuk berhasil !! ”

Inspired by     : Beautiful Boy (A novel by David Sheff)

Notice           : Silahkan dilihat ratingnya…. PG 16 kan ?? yang dibawah umur…. jangan baca sendirian ya (padahal authornya juga dibawah umur, hehehehe) harus ditemani orang tua, kakak, atau siapa aja yang lebih dewasa.

“ …… Even you facing a bitter aspect of life, Drugs and Murder are foul without any excuse, if you try it you are tottaly fool…… Deserve a red card for a loser……. “

*****

Tahukah kalian…. apa itu bertahan ??

Mengapa orang harus bertahan ??

Mengapa orang-orang tidak menyerah saja ?? mengapa ??

Kapan orang akan menyerah ??

Bertahan adalah keadaan dimana seseorang menahan diri untuk menyerah dalam menggapai sesuatu, sembari berusaha mencapai hal yang membuatnya bertahan.

Orang-orang harus bertahan, jika ia belum mencapai sesuatu yang diinginkannya, bertahan untuk tetap meraihnya, tanpa kenal istilah ‘putus asa’.

Setiap orang tidak boleh menyerah sebelum ia mencapai tujuannya jika ia tak mau disebut pecundang.

Orang-orang akan menyerah… jika ia menemukan jalan buntu, jika ia sudah tersesat didalam ambisinya, ia harus menyerah !!

****

Previously in Drugs :

“ Hei Pembunuh !!!”  suara itu…. suara itu membuatnya menghentikan aktifitasnnya, membuatnya menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mencari-cari sumber dari suara tersebut, hingga pandangannya terhenti pada seorang namja bersweater hijau yang kini tengah berdiri dihadapannya.

“ Aku bukan pembunuh !! siapa kau ?? ” tanya sang yeoja pada namja bersweater hijau itu.

“ Aku ?? kau tidak kenal aku ? Aku Kim Jonghyun !! pria paling tampan dan mempesona seantero korea, aku Lead Vokal Shinee……, Wahai.. Pembunuh… ” namja ini membusungkan dadanya sejenak.

“ Aku tidak kenal denganmu !! sekali lagi kubilang AKU BUKAN PEMBUNUH….. ” pekik Emily pada Jonghyun.

“ Lalu…. apa yang barusan kau lakukan ??? kau mau merenggut sebuah nyawa bukan ?? ” Tanya Jonghyun lagi.

“ I-tu…I-itu kan nyawaku…. ” Sahut Emily terbata-bata.

“Bodoh !! nyawa bukan masalah milik sendiri atau milik orang lain, intinya ia adalah benda yang tak boleh direnggut !! orang bodoh yang ingin menghabisinya sama saja dengan pembunuh, walaupun itu milik sendiri !!! kau mengerti ??! “

DRUGS

File 2 – Bertahan…

Emily P.O.V

Kau… kotor…

Kau… kau hina….

Kau tidak bersih….

Darah mu…. tidak suci lagi…. tidak suci lagi….

“ Hhhh….hhhh…Hahhhh….. “ nafasku terengah-engah saat aku berhasil kabur dari mimpi burukku, siapa ?? siapa tadi yang berbicara ?? siapa dia yang mengatakan aku kotor, hina, tidak suci… SIAPA ??

*Hiks*Hiks*Hiks….

Yah… aku kotor, aku hina… darahku…. tidak suci lagi, hiks…hiks…hiks…. gumpalan cairan bening sudah menumpuk disudut mataku, menunggu sesuatu untuk mendorongnya agar ia bisa terlempar bebas, baiklah, akan kubebaskan mereka….

“ Hiks…Hiks…Hiks….huhuhu….Hiks..Hiks…Hiks…. ” tangisku semakin menjadi-jadi saat aku memutar memoriku kembali ke mimpi buruk tadi…. darahku sudah kotor…. darah ku sudah dipenuhi oleh zat-zat kimia haram…..

“ Hei… sudah bangun ?? ” namja bersweater hijau ?? namja yang tadi malam memergokiku ingin bunuh diri ?? mengapa aku bisa bersamanya ?? Di-dimana aku ?? ruangan ini… punya pemanas… kamar ku tidak… di sekeliling tempat tidur ini.. ada tirai putih, tapi tempat tidurku tidak… disini ada sebuah lemari putih.. seingatku lemariku berwarna coklat, dan… cat didindingnya putih… tapi…tapi kamarku…. bukan putih !! ini bukan kamarku.

“ AKU DIMANA ??? “ teriakku pada namja itu.

“ Kau dirumah sakit…. kau pingsan secara tiba-tiba setelah aku bilang kau Pem – ”

“ Stop !!! jangan teruskan !! ” dengan sigap ku potong kalimat namja itu… aku tak mau mendengarnya memanggilku pembunuh lagi.. baik secara langsung maupun tidak langsung.

“ Ok.. aku tak akan teruskan….. tapi aku ingin bicara padamu… ” sejurus kemudian namja itu sudah duduk ditepi kasurku.

“ Kau mau bicara apa ?? ” tanyaku To The Point.

“ Be-begini…. apa… apa kau….. ” ia menggantung ucapannya.

“ Aku apa ?? ”

“ Apa kau seorang pemakai ??? ” *JTARRR….. mataku membulat seketika… dia… bagaimana bisa dia tau ???

“ Hey.. jangan bicara sembarangan kau !! aku bukan pemakai !! ” huh… mulut ini… mulut ini sudah menambah dosaku, Great !!!

“ Jangan berbohong… dokter sendiri yang bilang…. saat ia melakukan check-up, ia memeriksa seluruh organ-organ dalammu termasuk DNA mu… dan… ia menemukan… bahwa kau seorang….”

“ Pemakai !! ya.. aku seorang pemakai….hiks…hiks…hiks…..  ” akhirnya… aku sudah mengakuinya… Namja ini… orang pertama yang mendengar aku mengakui bahwa aku adalah seorang  drug users.

“ Begini…. aku sudah terlibat cukup jauh tentang masalahmu…ya… aku memergokimu sekaligus mencegahmu bunuh diri… aku membawamu kerumah sakit.. aku mengaku pada dokter bahwa aku namjachingu mu… dan aku orang pertama yang mendengar kabar dari dokter bahwa kau seorang pemakai … beruntung Shinee sedang cuti… jadi aku bisa mengurusmu… Jadi… sebagai obat atas pengganjal pikiranku semalaman ini… maukah kau memberi tahuku alasanmu menggunakan obat haram itu ?? ” Ya… dia benar… dia sudah terlibat cukup bahkan sangat jauh dengan masalahku.

Jonghyun P.O.V

“ Begini…. aku sudah terlibat cukup jauh tentang masalahmu…ya… aku memergokimu sekaligus mencegahmu bunuh diri… aku membawamu kerumah sakit.. aku mengaku pada dokter bahwa aku namjachingu mu agar dokter mau memberitahukanku apa yang terjadi padamu …… dan aku orang pertama yang mendengar kabar dari dokter bahwa kau seorang pemakai … beruntung Shinee sedang cuti… jadi aku bisa mengurusmu… Jadi… sebagai obat atas pengganjal pikiranku semalaman ini… maukah kau memberi tahuku alasanmu menggunakan obat haram itu ?? ” akhirnya… akhirnya aku sudah mengutarakan maksudku yang sebenarnya.

“ Aku… aku frustasi… ibuku… hiks…hiks… seorang pelacur… ayahku pejudi, pemabuk sekaligus pengagguran….. kakakku… tewas overdosis…setahun..hiks..hikss setahun yang lalu…… ” Ya tuhan… berat sekali kau memberikan cobaan pada gadis ini…kasihan dia…..

“ Baiklah aku mengerti… dokter sudah menghubungi orang tuamu… ehmm.. aku menyuruh beberapa kenalanku untuk mencari alamat orang tuamu karena kau tak kunjung sadar… dan dokter merekomendasikan panti rehabilitasi kepada orang tuamu yang terpukul berat mendengar kabar bahwa kau seorang pemakai setelah dihubungi Via telepon pagi tadi..jadi…. kau akan dikirim ke panti rehabilitasi……. ”

Emily P.O.V

“ Baiklah aku mengerti… dokter sudah menghubungi orang tuamu… ehmm.. aku menyuruh beberapa kenalanku untuk mencari alamat orang tuamu karena kau tak kunjung sadar… dan dokter merekomendasikan panti rehabilitasi kepada orang tuamu yang terpukul berat mendengar kabar bahwa kau seorang pemakai setelah dihubungi Via telepon pagi tadi..jadi…. kau akan dikirim ke panti rehabilitasi……. ”

“ Untuk apa ??  ”

“ Eh ?? maksudmu ?? ” ia terlihat kebingungan menanggapi pertanyaanku, matanya memberikan pertanyaan –apa yang kau maksud ??- . membuatku tersenyum tanggung lalu bertanya lagi.

“ Apa saja yang dokter katakan padamu…. ?? ” lanjutku.

“ Errr….  tidak ada… dia hanya bilang kau pe- ”

“ JANGAN BOHONG JONGHYUN SSI !! ” pekikku, sengaja ku potong ucapnnya ditengah jalan, mencengahnya untuk berbohong, karena kebohongan tidak mungkin hanya dilakukan satu kali, kau akan berbohong untuk seterusnya demi menutupi kebohongan – kebohongan mu sebelumnya,

“ Ja- jangan menatapku begitu, Ka-kau terlihat mengerikan… ehmm.. tersenyum lah sedikit…. kau lebih cantik jika tersnyum…. ” Ia masih sempat bergurau ???

“ JANGAN BERGURAU !! KATAKAN JONGHYUN SSI !! ” bentakku Lagi.

“ Ehhmm… do-dokter bilang… ia ginjal mu sudah sangat lemah…., jadi… ia bilang.. kau akan di tangani di panti rehab… ” hahhh….. sudah kuduga… jadi untuk apa ?? untuk apa lagi, aku mengikuti sesi-sesi rehabilitasi yang tak berguna itu ?? untuk apa ??

“ Kau lihat ?? keadaan ku bahkan lebih parah dari seorang lansia…. Jadi untuk apa ?? untuk apa aku membuang waktuku mengikuti sesi-sesi tak berguna itu ?? tidakkah kau bepikir bahwa aku lebih baik aku mati ?? “ tandasku.

Jonghyun P.O.V                                                                                                                                                              

“ Kau lihat ?? keadaan ku bahkan lebih parah dari seorang lansia…. Jadi untuk apa ?? untuk apa aku membuang waktuku mengikuti sesi-sesi tak berguna itu ?? tidakkah kau bepikir bahwa aku lebih baik aku mati ?? “ aku tercenung mendengarnya berbicara seperti itu, wajahnya yang begitu emosinal sama sekali tidak menyiratkan isi hatinya yang terlihat gundah, aku tahu, aku tahu itu… matanya yang tak bisa berbohong itu telah memberi tahuku secara tidak langsung.

“ Tidak… aku sama sekali tak bepikiran bahwa kau lebih baik mati… ”

“ Lalu untuk apa aku hidup ?? ” tanyannya lagi, membuatku kembali kewalahan mencari alasan, satu saja alasan… yang setidaknya bisa membuatnya optimis.

“ Untuk orang tuamu….. ” gadis ini terlihat mendengus kesal, wajah yang tadinya menghadapku kini sudah bergeser menghadap jendela, menatap kosong kearah jendela, seakan-akan ada sebuah pemandangan indah disana, sebuah pemandangan yang sangat indah hingga membuatnya tak henti-henti melotot kesana sedari tadi.

“ Mereka yang membuatku seperti ini… jadi untuk apa aku bertahan demi mereka ? ” akhirnya ia kembali melontarkan satu kalimat, kalimat singkat yang berhasil memecahkan keheningan yang mengambang untuk beberapa menit, satu kalimat yang membuatku kembali menganga untuk yang kesekian kalinya… sudahlah.. kurasa gadis ini butuh ketenangan.

“ Kau tidak akan pernah berhasil sebelum pernah mencoba, kau harus bertahan untuk berhasil !! ” ya.. kurasa kata-kataku barusan bisa dijadikannya referensi, paling tidak pertimbangan. Aku melangkah menjauh dari tempat tidurnya, melangkah menghampiri pintu, memutar knopnya dan keluar. Aku duduk dikursi tunggu yang terdapat tepat disisi kiri pintu kamar yeoja tadi. Merenung sejenak sambil sesekali melirik jam tangan silverku, ok.. ini sudah jam 11 waktunya aku menjemput orang tua yeoja itu.

Ku pandangi rumah bergaya korea yang terlihat sudah bobrok di depanku ini, inikah rumah yeoja itu ??? mutlak sudah alasan mengapa dia menjadi pemakai, ku tekan klakson untuk beberapa kali, hingga sepasang suami istri muncul dari rumah tersebut, sang wanita mengenakan pakaian sederhana namun tas jinjingnya yang berwarna merah itu benar-benar mencolok, sedangkan yang pria hanya mengenakan stelan kemeja lusuh bermotif kotak-kotak dan celana bahan berwarna hitam. Aku turun dari mobil, membungkuk sejenak lalu memberi salam.

“ Annyeonghaseyo ahjumma, ajusshi…………. ” keduanya tampak menyeringai lebar.

“ Kau… K-Kim Jonghyun ??? ” tanya yang wanita.

“ Ternyata kau pria yang telah dipilih Emily….. ” Emily ?? Oh… pasti yeoja itu !!

“ Beruntung Tuhan mengirimkan malaikat sepertimu….. ” sambung ayah Emily. Aku hanya tersenyum sekenannya. Terbesit sedikit perasaan tidak enak karena telah membohongi mereka.

“ Ajusshi, Ahjumma…. mari…  kita harus secepatnya kerumah sakit !!! ” ucapku sembari membukakan pintu mobil.

“ Ahjusshi…. Ahjumma, kemari… disini ruangan dokternya….. ”

Kuperhatikan kedua orang tua Emily berjalan ragu mendekati kursi didepan meja sang dokter, aku memang belum pernah menjadi orang tua tapi sedikit banyak aku mengerti perasaan mereka.

“ Dokter, apa yang terjadi dengan anak kami ?? ”

“ Ku rasa kalian sudah mendengarnya dari namja ini bukan ?? ” dokter itu menunjukku, kedua orang tua Emily mengagguk.

“ Begini… penahkah anda mendapati putri anda dalam kondisi mata merah, atau… bicara melantur ?? ” tanya sang dokter.

“ Ti…Tidak pernah dok….. “ jawab ahjumma.

“ Begini…. di dalam narkoba terdapat Zat kimia, Zat kimia tersebut dapat membakar saluran pernapasan dan menyebabkan mata memerah sekaligus berair…… Shabu bisa diserap dengan cepat walaupun cara pemasukkanya dihirup,dihisap maupun disuntikkan…. begitu mencapai pembuluh darah Cuma butuh sedikit waktu untuk mencapai sistem saraf pusat, ketika mencapai saraf pusat, tenggorokan yang akan terkena reaksinya, Shabu memicu 10 sampai 20 kali taraf normal saraf-saraf pembawa pesan dalam otak, setelah itu manusia akan merasa sangat percaya diri dengan kegembiraan yang meluap-luap, sehingga mereka berbicara melantur…… ” jelas sang dokter panjang lebar, aku beserta kedua orang tua Emily masih mendengarkan secara seksama.

“ Setelah shabu mengaktifkan pelepasan saraf-saraf pembawa pesan, narkoba akan menghalangi kesempatan bagi zat-zat tadi untuk kembali ke kantungnya, shabu bertahan relatif tidak berubah dan aktif antara 10 hingga 12 jam…..  ” lanjut sang dokter, ya… walaupun aku tidak mengerti aku masih berusaha mendapatkan ide pokok dari pada pembicaraan dokter tadi.

“ Heroin dan alcohol  dimetabolisme oleh hati, sedangkan Shabu di metabolisme oleh ginjal, setelah diidentifikasi, jenis narkoba yang digunakan anak anda adalah Shabu, setelah melakukan pemeriksaan, kami menemukan.. keadaan Ginjal anak anda sudah sangat lemah…… “ Ibu Emily perlahan-lahan meneteskan air mata, seiring dengan gangguan-gangguan pada tubuh Emily yang diucapkan dokter.

“ Ja-jadi, apa yang harus kami lakukan ?? “

“ Dia akan diurus di panti rehab, hanya saja… butuh biaya yang tidak sedikit !! ” orang tuanya mulai terlihat gundah lagi.

“ Kira-kira berapa dokter ?? ” tanyaku.

“ Kau Kim Jonghyun anggota SHINee bukan ?? ” tanya sang dokter. Aku mengangguk.

“ Ya… kau bisa dapatkan dengan satu kali konser………… ” lanjut sang dokter. Berarti tidak terlalu mahal !! aku bisa membantu !!

“ Baiklah… Kapan ia bisa dikirim ke panti rehab dok ?? saya akan urus pembayarannya segera…. “ kedua orang tua Emily tampak mendongak memandangku yang berdiri sedari tadi dengan tatapan tidak percaya. Aku hanya tersenyum.

“ Secepatnya…. ” ujar sang dokter.

Author P.O.V

Jonghyun menuntun kedua orang tua Emily menuju ruangan tempat Emily dirawat untuk melihat gadis semata wayang mereka, mereka terlihat sangat tidak sabar.

“ Ini ruangan Emily………… Emi-”

“ ARGGHH…………….. ”

Seseorang bertertiak, Emily, Emily mengerang !! dia mengerang !!

*GDEBRUUK

Pintu terhempas saat secara kasar Jonghyun membantingnya untuk melihat keadaan di dalam, darah… emily, tergeletak bersimbah darah, pergelangan tangannya, i-ia… meminum darahnya, meminum, menghirup, menghisap.

“Sakit….” Gadis itu tersenyum jerih, sesaat kemudian menyesap pergelangan tangannya dan menyemburkan darah, cairan lengket, kental dan pekat itu membanjiri ubin kamarnya, tak kurang dari sepersekian detik kemudian.

“ARGHHH!!” Kali ini Emily berteriak lebih kencang, membenturkan kepalanya ke tembok. Bahkan meminum darahnya sendiripun tidak lagi mampu menolongnya mengatasi rasa sakit disekujur tubuhnya. Dia sedang sakaw.

Jonghyun mengambil tindakan cepat dengan memeluk Emily, sementara kedua orang tuanya serabutan berlari lintang pukang memanggil dokter.

“Dokter, Anak Kami…….”

*TBC*