Author             : Minnie

Rate                 : PG-15

Main Cast        :

  • Lee Donghae ‘ Super Junior’
  • Cho Kyuhyun ‘ Super Junior’
  • Kwon Jiyong/ G- Dragon ‘Big Bang’
  • Park Min Hee
  • Han Minji
  • Song Hye Ra

Support cast:

  • Lee Gikwang ‘ Beast’
  • Kim Jonghyun ‘Shinee’
  • Nickhun ‘ 2PM’
  • Xiah Junsu ‘TVXQ/JYJ’
  • Oh Sa-Rang
  • Kim Tata
  • Lee Eunji
  • Lee Hyorin
  • Choi Jihye

Disclamer : Minnie storyline! FF ini memiliki pribadi karakter yang seimbang. Ini hanya khayalan dan tidak bermaksud untuk memperjelek karakter. Mohon dimengerti.

Opening OST(play this if u want)

***********************

“Lalu bagaimana bila aku mengatakan ini. ”  Donghae membungkukkan badannya lalu mendekatkan mulutnya dengan daun telinga Min Hee. Ia menarik nafasnya singkat.

Saranghae.”

Bisik Donghae yang tetap menahan tubuhnya dalam posisi membungkuk dan membiarkan dirinya melihat reaksi Min Hee. Gadis itu melebarkan matanya dan tubuhnya terlihat sedikit menegang.

“Hm, Sepertinya aku lebih suka dengan kata itu.” Jawab Min Hee sambil menyunggingkan senyumannya. Ia menatap Donghae sekilas. Rasanya ini terlalu menyenangkan. Ia benar-benar merasakan dunianya berotasi dengan sempurna saat ini.

Kajja! Aku tak mau berlama-lama melihat wajahmu yang semakin memerah itu.” Donghae meraih tangan Min  Hee dan menariknya. Jemarinya sangat nyaman untuk digenggam. Semacam ada suatu kehangat yang menjalar ke setiap lapisan kulitnya dan menghangatkan tubuhnya.

****************

Yongsan-gu , Seoul, South Korea.

11th January , 09:30 AM

Pinggiran Sungai Han semakin padat dengan kerumunan peserta yang hendak mengikuti audisi Secret Entertainment. Sekitar 1000 hingga 2000 orang yang berkerumun di tempat itu. Suara gemericik Sungai Han yang menenangkan dan terik matahari yang menyilaukan, akan segera menyempurnakan audisi itu.

Beberapa peserta berusaha meredakan kegugupan dengan mengaitkan tangan mereka satu sama lain dan menarik nafas berkali-kali. Beberapa yang lain tampak sedang melatih ulang kemampuan mereka. Kebanyakan peserta melatih vocal dengan gitar akustik.

“Audisi akan dimulai 2 menit lagi. Mohon tenang.” Ucap seorang pria dengan sebuah mic di tangannya.

Peserta seketika tenang dan mulai mengelilingi sisi tempat audisi. Audisi ini sungguh sangat sederhana tapi menarik. Terlihat tempat kosong yang dihiasi karpet merah dan bunga sekelilinginya dengan standing mic pada bagian tengahnya. Inilah tempat peserta akan menunjukan bakatnya.  Pada bagian depan ,terdapat sebuah meja yang tertutupi oleh kain putih dengan sebuah mic dan beberapa tumpukan kertas . Sepertinya itu meja juri. Ya, hanya seorang juri yang akan menentukan berhak tidaknya peserta untuk mengikuti trainee di Secret Entertainment.

Seorang pria dengan sebuah blouse abu-abu yang tertutup jas dengan sepatu pantofel hitam lekat, memasuki sisi tempat audisi.  Ia bediri di kapet merah yang panjangnya tak lebih dari 5 meter.

Annyonghaseyo! Park In So Imnida. Bangapseumnida. Hari ini adalah hari di mana kalian akan menunjukan bakat yang luar biasa kepada kami tanpa sebuah keraguan sedikitpun. Tanpa ketakutan , tanpa kecanggungan , tanpa kegugupan, kalian harus bisa menunjukan bakat kalian di depan orang banyak seperti ini. Di sini, di tempat ini tepatnya, kalian harus dengan lantang menyerukan bakat kalian dan menunjukan hal yang berbeda  kepada kami. Bila tidak, kami akan dengan gampang menolak kalian. Sesederhana itu. Aku harap semua peserta bisa melakukan dengan baik. Dan dengan ini audisi dimulai! ”   Ucap Park In so, juri sekaligus direktur utama Secret Entertainment.  Orang ini lebih suka dirinya yang memilih anak didiknya kelak . Orang ini juga yang akan menuntun mereka ke dunia entertainment. Maka ia lebih suka dapat melihat bibitnya terlebih dahulu sebelum mengolah mereka menjadi produk yang mengesankan.

Audisi berakhir dengan dipilihnya 13 peserta dari 2145 peserta yang ikut dalam audisi Secret Entertainment. Mulai hari ini, Park In So akan mengubah 13 orang tersebut menjadi suatu hal yang berbeda dengan kriteria dan formasi yang unik dalam entertaimentnya.

Secret Entertainment.

********************

Seoul, South Korea.

05:00  PM

“Hari yang menyenangkan!” ucap Lee Eunji sambil melangkahkan kakinya keluar dari sebuah toko roti.

Hari ini Gadis itu bekerja di café Han Sang, sebuah toko yang terletak di pinggiran kota Seoul. Cukup sepi memang tapi ia menikmatinya.

Ia merasakan harinya serasa lebih berarti sejak hari itu. Hari di mana ia bertemu dengan Lee Gikwang. Pria itu serasa memberi semangat padanya secara tak langsung melalui ucapannya. Ia memberi kekuatan untuk gadis ini menghadapi kehidupan yang memang terlihat susah baginya. Hanya sekedar memberinya sedikit energi lebih untuk menghadapi hidupnya lebih lanjut. Ia tak dapat membayangkan bila suatu saat pria itu benar-benar dapat mengisi hidupnya dan mempengaruhi seluruh hidupnya.Terdengar sangat menarik.

Ia berharap dapat bertemu dengan pria itu kelak. Lee Gikwang.

****************

Junsu’s Home,Seoul, South Korea.

05:30 PM

DDrt~DDrt~

Fr: Tata

Oppa, I’m in! aku pasti akan merindukanmu, oppa!  Jaga diri oppa baik-baik . Dan satu lagi, jaga biolaku dengan baik!

Junsu mendesah pelan lalu berlanjutnya mengembangkan senyumnya. Ia tak percaya adiknya dapat melalui ini semua. Adiknya memiliki keberanian yang luar biasa untuk mengambil sebuah resiko dan  melewatinya dengan sempurna.

Ia memandang sekeliling rumahnya sekilas. Ia pasti akan merindukan keberadaan Tata di sisinya. Sudah sejak 15 tahun yang lalu, ia terbiasa tinggal berdua bersama adik kesayangangannya itu. Saat itu Tata masih berumur 4 tahun . Itulah saat di mana orang tua mereka meninggal akibat sebuah kecelakaan di daerah Gwanjin.

To : Tata

Eo,Jjang! Jaga dirimu baik-baik, Ta~ya! Aku tak akan menginjinkanmu mengikuti trainee lebih lanjut bila kau sakit, arassho?

Aku juga akan merindukanmu!

Saranghae~

Junsu menekan tombol ‘send’ dan pesan itu terkirim. Ia merasa ada sesuatu yang aneh saat mengatakan kata itu.

Saranghae?

Terlihat sangat pas untuk diucapkan pada adiknya.Tapi ia menahan untuk tak berlanjut lebih pada tingkat yang lebih beresiko.

Ini tak akan baik.

****************

Secret building,Gwangjin-gu,South Korea.

Bangunan Secret Entertainment berbentuk silinder yang terdiri dari 3 lantai .

Lantai pertama adalah kantor Secret Entertainment. Ini adalah tempat di mana para pelatih berkumpul dan berdiskusi satu sama lain. Ruang makan dan ruang gym juga berada pada lantai satu.

Di lantai dua lebih terlihat sebagai tempat yang penuh dengan aktivitas trainee. Ruang dance, ruang vocal,  perpustakaan, kelas bahasa dan studio berada di lantai ini. Ruangan itu melingkar dan terdapat sebuah ruang yang kosong pada bagian tengahnya. Setiap pinggir ruangan terdapat sofa yang melekat pada dindingnya.

Lantai tiga adalah asrama trainee. Di sini terdapat  8 kamar dengan fasilitas 2 kasur  di setiap kamarnya. Letak kamar-kamar ini juga melingkar dan terdapat ruang kosong  pada bagian tengahnya. Tidak, itu bukan ruangan tapi sebuah tempat yang berisikan tanaman hias hingga tampak seperti taman mini dalam ruangan. Atap bagian atas terbuat dari kaca yang dapat memancarkan cahayanya untuk taman mini yang berada di lantai tiga. Antara kamar nomer 8 dan kamar nomer 1 terdapat sebuah lift sedangkan antara kamar nomer 3 dan 4 terdapat tangga menuju ke atap.

***********

3rd  floor Secret Entertainment building, Gwangjin-gu,South Korea.

06:00 PM

“Uwaaa, Daebak!” Seru Oh Sarang sambil memutar badannya melihat sekeliling ruangan. Ia terlalu senang berada di gedung ini. Ini tak seperti yang ia duga sebelumnya. Ternyata semuanya lebih baik dari rumahnya sendiri.

Anyeonghaseyo! Park Min Hee imnida. Bangapseumnida. Aku teman sekamarmu.” Sapa Min Hee lalu membungkukan badan. Sa Rang tersenyum dan mengajaknya masuk ke dalam kamar mereka . Mereka masuki kamar dengan papan tulisan angka dua.

***

Semua trainee melangkahkan kakinya di lantai tiga. Mereka terkagum dengan letak ruangan yang begitu nyaman dan juga atap yang terbuat dari kaca.

Jonghyun berlari menuju tangga yang berada di samping kamarnya.Kamar nomer lima. Sepertinya ia sangat senang bisa memiliki sebuah kamar yang dihuni dirinya sendiri.

Gikwang menatap Jonghyun dari lantai tiga. Ia dapat melihat Jonghyun yang berjalan di atap. Gikwang terlihat kagum pada gedung ini. Sangat menarik rupanya. Pandangannya berubah setelah ia menyadari kamarnya bersebelahan dengan kamar gadis itu. Gadis yang ia sukai selama 5 tahun terakhir ini. Gikwang tinggal di kamar nomer tiga bersama Nickhun.

***

Tata sedang berada di kamar nomer enam. Ia sedang merapikan beberapa pakaiannya. Ia mengeluarkan berbagai macam baju yang terlihat modis dari kopernya. Teman sekamarnya, Lee Hyorin, hanya menggeleng kepala dan mengelus dadanya sesaat. Ia tak percaya bahwa ia akan sekamar dengan gadis yang terlalu rumit seperti Kim Tata. Hyorin menghadap jendela kamarnya dan mengambil buku lalu membacanya.

***

Lee Donghae menikmati kamarnya dengan bangga. Ia memiliki kamarnya sendiri. Walaupun begitu ia merasa kesepian tanpa adanya teman kamar. Ia tinggal di kamar nomer tujuh.

**

Hyera memegang gangang pintu dan menariknya ke bawah. Pintu kamar nomer empat terbuka. Ia melihat seorang wanita dengan balutan baju sederhana sedang merapikan bajunya. Sepertinya itu teman sekamarnya. Ia membungkukan badannya pelan dan wanita itu membungkukan badannya kaku.

“Ah? Hello. I’m Choi Jihye. Just call me Jihye. I’m from Indonesia and I can’t speak korea clearly..” Ucap wanita yang bernama Choi Jihye itu.

Hyera hanya tersenyum kaku lalu menggaruk kepalanya. Sepertinya ia akan merasa mati rasa berada di kamar ini. Ia buruk dalam bahasa Inggris .Ia tak mengerti sama sekali kalimat yang terucap dari gadis itu. Ini sangat buruk.

****

Han Minji membanting kopernya ke lantai dan menghempaskan tubuhnya ke kasur. Ia tinggal di kamar delapan.

“AH! Ige mwoya?” Kesal Minji.

Ia tak menyukai ini. Ia mendapatkan kamarnya sendiri tanpa seorang teman. Ini hal yang paling ia benci. Sangat ia benci. Ia menggulung-gulungkan badannya beberapa kali di atas kasur lalu merebahkan dirinya. Ia menatap langit kamarnya lalu terlihat memikirkan sesuatu. Bisakah ia merubahnya?

Ia berjalan keluar kamarnya dan mendekati lift. Ia akan melancarkan protes pada Park In So . Ia harus berani . Bagaimanapun caranya itu, ia sungguh tak ingin berada sendirian di kamarnya.

Ia memencet tombol lift dan menunggu lift itu hingga menunjukan angka tiga. Sesaat ia menatap kamar nomer satu yang berada di samping lift.

“Kenapa kamar ini sepi sekali?” Ucapnya pelan. Ia mendekati kamar itu dan berusaha melihat nama yang tertera di daun pintu.

Brakk~

Tiba-tiba seorang pria dengan jaket hitam lekatnya keluar dari kamar itu dan menabraknya. Ia terjatuh ke lantai dan  mengaduh kesakitan.

Ting~

Pria itu masuk lift dan lift tertutup. Sial!

Minji mengumpat sesat lalu bangkit berdiri dan melihat jamnya . Ia  berlari kembali ke kamarnya. Ia tak bisa melakukan hari ini. Ia butuh mempersiapkan diri untuk latihan pertamanya.

**************

07:00 PM

Gikwang dan Jonghyun berdiri di dekat ruang vocal. Mereka terlihat nyaman berada di sisi itu dengan pandangan mereka masing-masing. Trainee yang lain juga terlihat berkumpul di tempat ini.

“Mau sampai kapan kau memandangnya seperti itu, kawan?” Tanya Jonghyun pada Gikwang yang dari tadi hanya termenung pada satu pandangan.

“Dia masih sama. Tak banyak yang berubah.” Kata Gikwang singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.

“Cih,Oh Sa Rang? Sehebat apakah dia hingga membuatmu seperti ini?” Jonghyun mengalihkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Sepertinya ruang sebesar ini akan sangat terasa sepi bila hanya terisi 13 orang.

“Kau hanya membuang waktumu untuk memandangnya seperti ini. Tak ada gunanya! ” Lanjut Jonghyun.

“Untuk saat ini, aku masih senang melihatnya dari jarak seperti ini.” Ucap Gikwang lemah. Nyalinya sedikit mengecil bila berada di dekat gadis itu. Itulah sebabnya hingga detik ini ia tak mampu mengungkapkan perasaannya.

Di sisi lain,Han Minji masih terlau asyik dengan dunianya. Ia terlalu  kagum dengan suasana gedung yang megah. Sejak sejam yang lalu ia hanya memandang sekeliling ruangan dengan mulut yang menganga. Ia tak menyangka bahwa trainee-nya akan berlangsung di tempat yang lebih dari nyaman ini. Ia mengira bahwa suasananya akan lebih buruk dari rumahnya tapi ternyata ini lebih baik.

“Hentikan tampang bodohmu itu, Ji~Ah. ” Seorang pria duduk di samping Minji . Ia menatap ke depan.

“Oppa?Eo!” Minji menunjuk telunjuknya ke pria itu lalu beralih menghadap ke depan. Ia mengerjap beberapa kali. Lalu menggeleng tak percaya.

“Aku bilang hentikan tampang bodohmu itu, Ji~ah.” Katanya ulang.

“Jiyong oppa! Aish!” Serunya sambil memukul pria yang ada di sebelahnya itu. Ia tak percaya bahwa pria itu benar-benar mengikutinya.

“Tetaplah di kamar nomer delapan. ” Ucap Jiyong  sambil memandang Minji.

“Mwe? aku tak menyukai berada di …..”

“Aku tinggal di kamar nomer satu.” Ucap Jiyong memotong perkataan Minji.

Minji menutup mulutnya untuk menahan teriakannya. Ia menendang kakinya berkali-kali ke lantai. Ia terlalu senang. Ini berarti kamarnya secara tidak langsung bersebelahan dengan kamar Jiyong oppa. Baiklah, ia tak akan mengubah posisi kamarnya. Tak akan pernah.

“Aku sangat senang bila malaikat penjagaku selalu berada di sisiku.”

“Apa? Siapa yang kau maksud dengan malaikat…penjaga?” Kening Jiyong mengerut.

“Oppa.”

“Ck,Childish.” Ucap Jiyong singkat sambil memutar tubuhnya membelakangi Min Ji. Ia memegang dadanya kaku. Malaikat penjaga katanya? Sepertinya tak buruk.

Ting~

Suara lift berbunyi dan pintu lift terbuka. Semua serentak berdiri melihat Park In So memasuki lantai dua. Mereka merapikan diri dan berkumpul di  pusat lantai itu.

Park In So datang dengan seorang wanita di sampingnya. Wanita itu  memiliki wajah tak begitu menarik tapi tubuhnya cukup membangkitkan gairah.Untuk porsi seorang pria, bisa dikatakan bahwa wanita itu sexy. Ia memiliki lekuk tubuh yang sangat baik dengan kaki jenjang dan postur tubuh yang tinggi. Sangat mengagumkan.

“ Di mana anak itu? Apa kalian tak merasa kehilangan satu anggota kalian? Cho kyuhyun. Di mana dia?”  Seru Park In So secara tiba-tiba.  Ia melihat anak didiknya dan memastikan bahwa anak itu benar-benar tak ada di barisannya.

“Cho..Cho…Kyuhyun?” Seru Song Hyera spontan. Ia terlihat kaget mendengar penyataan Park In So. Ia merasa bahwa hidupnya akan terasa sulit  ini bila orang yang memiliki nama itu benar-benar berada di gedung ini.

“Kau melihatnya,Hyera?” Tanya Park In So. Serentak seluruh trainee melihatnya. Hyera menggelengkan kepalanya lemah.

“Anak itu sungguh! Ck! Dengar, saya tidak akan pernah mentoleransi bila ada trainee yang terlambat dalam latihan. Saya tidak akan…..”

“Yak ajusshi! Apa yang kau katakan? Aku berada di sini dari tadi. Mereka menghalangi arah pandangku.” Seru Cho Kyuhyun. Serentak semua trainee menghadap ke arahnya. Ia terduduk di sebuah sofa dekat ruang vocal.Tepat berada di belakang barisan trainee yang sedang berdiri di tengah.  Ia tersenyum kasar. Kakinya perlahan menggerakan pintu ruang vocal agar tertutup. Ia baru saja dari ruangan itu.

“Dia memanggil Park In So dengan sebutan ajusshi? Cih, berani sekali anak itu.” Bisik Min Hee pada Donghae. Ia menggelengkan kepalanya singkat lalu memutar tubuhnya menghadap ke depan.

Ah? Orang itu! Dia yang menabrakku tadi, batin Minji pelan.

Cho Kyuhyun berjalan mendekati mendekati anggota trainee yang lain. Ia berjalan mendekati Hyera yang dari tadi membelakangi Kyuhyun. Gadis itu sungguh tak ingin melihat wajah Kyuhyun yang menampilkan kejahatan dengan aura gelapnya. Kyuhyun berdiri di samping Hyera dan membungkukan badannya mendekati telinga Hyera.

“Kau masih ingat dengan perkataanku? Yang perlu kau lakukan sekarang adalah melakukan segala yang kuinginkan. Ingat itu, Song Hyera! ” Bisik Kyuhyun.  Hyera meneguk ludahnya berat dan mengepal tangannya. Kyuhyun melihat gadis itu sekilas dan tersenyum bangga.

Semua kembali berkonsentrasi pada satu pandangan , Park In So. Pria itu mengenalkan wanita yang berada di sampingnya. Dia adalah Julie Kim , seorang profesional dancer . Alasannya mengapa ia lebih memilih wanita dalam melatih dance adalah  karena ia merasa wanita lebih memiliki taste yang baik dan lembut dalam dance. Seorang wanita lebih dapat merasakan bagaimana sebuah lagu digerakan dan dipadukan dalam kemasan penampilan yang unik. Seorang wanita juga dapat melatih anak didiknya dengan sangat sabar maka Park In So lebih mantap menjatuhkan pilihannya pada seorang wanita sebagai pelatih dance.

Julie Kim adalah professional dancer yang tentunya bukan hanya bisa melakukan gerakan sederhana ala wanita tapi ia dapat melakukan berbagai macam dance dari kesulitan rendah hingga tingkat yang  paling susah. Dance itu antara lain Traditional Jazz / African-American , vernacular dance, Dancehall dance,Experimental / Freestyle,Folk dance,Hip-hop ,Funk dance, House dance, Punk dance dan bahkan Rave dance.

Park In So melangkahkan kakinya menuju ruang dance dan semua trainee mengikutinya. Layaknya ruangan dance lainnya, Ruang dance itu dikelilingi oleh cermin  dan beberapa speaker pada sudut ruangan itu.

“Hari ini kalian akan belajar teknik dasar dalam dance.” Ucap Julie Kim.

“Teknik dasar? Kenapa tidak langsung ke pokoknya saja..” Ucap Jonghyun spontan. Ia tak mengerti sama sekali tentang dance.

“Teknik dasar sangat bermanfaat dalam penggunaan teknik tari yang benar. Tanpa menggunakan teknik yang baik dalam menari, kau tidak akan menjadi seorang social dancer yang bagus. Jika kau tidak menggunakan posisi kaki yang benar atau postur yang tidak tepat itu akan menjadikan masalah dalam keseimbangan dan masalah dalam lead atau follow juga. Biasanya ketika sebuah gerakan tidak bekerja, ini disebabkan karena posisi badan yang salah atau masalah dalam teknik lainnya. Mempelajari teknik yang benar akan membuat kau lebih menikmati berdansa ,baik kau adalah leader ataupun follower.” Jelas Julie Kim.

Semua trainee mengangguk mengerti. Mereka mulai mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang lebih longgar dan nyaman untuk dance.

Min Hee dan Donghae mengatakan bahwa mereka akan mengambil setengah bagian kelas dance saja karena mereka sudah mempelajari ini. Park In So hanya menggangguk setuju. Dia mengetahui bahwa dua anak didiknya itu adalah dancer terbaik dibanding anggota yang lain .Maka ia dengan gampang mengijinkan mereka untuk mengikuti setengah kelas dance ini.

“Aku tak akan mengambil kelas ini.” Seru Kyuhyun yang berada di sudut ruangan dengan melipat kedua lengannya di dadanya.

“Lalu apa gunanya kau di sini?” Tanya Lee Hyorin. Gadis ini hanya tak suka dengan pria yang terlalu angkuh seperti dia. “Kau datang ke sini untuk menjadi trainee bukan? Lalu apa gunanya kau berada di sini bila kau tak melakukan pelatihan?” Seru Lee Hyorin. Ia mendesah kesal.

“Sudah ! Tenang !” Teriak Park In So. “Cho Kyuhyun, Kalau kau tak mau mengambil kelas ini, silahkan….”

Brakk~

Tanpa mendengar Park In So menyelesaikan kata-katanya, Kyuhyun sudah berjalan keluar ruang dance. Ia tahu bahwa Park In So akan menyuruhnya keluar ruangan.

“Baiklah. Bisa kita mulai sekarang?” Tanya Julie Kim

Seluruh anggota trainee mengangguk mantap. Mereka memulai dengan stretching ringan. Ini hanya untuk melenturkan otot mereka agar memperkecil segala kemungkinan untuk  adanya cedera. Mereka melakukan stretching selama 5 menit, sebelum akhirnya mereka memulai dengan berlatih teknik dance yang benar.

***********

09:00 PM

“Argh! I’m so tired.” Desah Nickhun. Gikwang menatap Nickhun sambil mengepalkan tangannya pertanda memberi semangat. Nickhun mengangguk ringan. Mereka terlihat akrab.

Setelah dua jam berlalu, mereka diijinkan untuk beristirahat. Mereka terduduk lesu di lantai dance. Rasanya terlalu melelahkan. Mereka meneguk minuman dan menyapu handuk pada sekeliling leher dan wajah  yang  tampak sangat berkeringat. Nafas mereka tampak sangat berat.

“Aku kembali sekarang.” Ucap Donghae yang lalu berdiri sambil meneguk minumannya.

“Aku juga.” Min Hee berdiri lalu berjalan menuju pintu luar. Ia membungkukkan badannya  kepada Park In So dan Julie Kim yang kemudian diikuti Donghae dibelakangnya.

Semua trainee melihat kepergian mereka dari ruang dance dengan tatapan iri.

“Bagaimana bisa mereka keluar?” Tanya Jonghyun bingung. Ia bangkit berdiri dan hendak melangkahkan kakinya keluar ruangan.

“Kau mau ke mana, Kim Jonghyun?” Tanya Park In So. Jonghyun hanya menunjuk pintu keluar. “ Tetap di sini. Tak ada yang boleh keluar sebelum latihan ini selesai.” Ucap Park In So tegas.

“Tapi mereka…”

“Aku akan mengijinkanmu  keluar bila kau bisa melakukan gerakan pertama dengan benar. ” Ucap Park In So.  Jonghyun langsung tertunduk lemah dan berjalan kembali ke ruang dance.Ia mengingat bahwa gerakan pertama yang diberikan sejak dua jam lalu,belum bisa ia hafal. Menyedihkan.

Semua trainee kembali bangkit dan member semangat satu sama lain . Mereka kembali berlatih walaupun badan mereka terasa ingin pecah.

*********

3rd floor , Secret Entertainment building.

Ting~

Donghae dan Min Hee keluar  dari lift. Donghae mengantarkan Min Hee hingga depan kamar Min Hee.

“Ah, aku sangat lelah. Aku ingin segera tidur. ” Ucap Min Hee sambil memegang tengkuk lehernya dan membalik badannya menghadap pintu kamarnya. Ia memegang ganggang pintu kamarnya dan memutarnya.

“Kau harus bersihkan badanmu dulu sebelum tidur. Keringat tak baik bila dibawa tidur.” Ucap Donghae sambil menahan langkah Min Hee yang masuk ke kamarnya. Min Hee membalikan badannya menghadap Donghae.

“Arasho oppa. Aku akan mandi sebelum tidur.”

“Lalu gunakan baju hangat untuk tidur.”

“Arasho.”

“Gunakan kaos kaki juga. Itu akan menghangatkan kakimu.”

“Arasho oppa.”

“Jangan lupa menyalakan alarmmu. Aku tau kau tak akan bisa…”

“Bangun pagi? Arasho oppa!Aku akan mandi sebelum tidur kemudian mengenakan baju hangat dan kaos kaki. Aku akan menggunakan selimut tebal untuk tidur karena aku tak tahan dingin. Kemudian aku akan memasang alarm agar aku bisa bangun pagi. Mau berapa kali oppa mengatakan itu padaku? Oppa sudah mengatakan hal itu sejak aku kecil hingga sekarang. Aku sudah sangat menghafalnya. Dan satu lagi, di sini berbeda dengan rumahku. Di sini akan terasa hangat. ” Papar Min Hee sambil mengumbar senyumnya.

Min Hee mengingat masa kecilnya dengan Donghae, di mana Donghae selalu mengingatkan Min Hee untuk melakukan hal-hal yang membuatnya nyaman sebelum tidur. Membersihkan tubuh, menggosok gigi, menggunakan piyama  dan kaos kaki hingga meminum susu. Donghae selalu menasihatinya hingga Min Hee menghafalnya.  Donghae akan melakukan hal itu sebelum ia pulang ke rumahnya. Sepertinya pria itu akan puas bila Min Hee merasa nyaman dengan tidurnya . Ini semua karena  Min Hee tinggal di rumah yang rapuh dan udara luar  dapat dengan gampang masuk ke rumahnya.

“Ah keure. Baguslah kalau kau mengingatnya. Aku akan ke kamarku sekarang.  Jalga(selamat tidur)!” Donghae  mengacak rambut Min Hee . Min Hee mengerucutkan bibirnya dan merapikan rambutnya.

“Tunggu apa lagi oppa? Kembalilah ke kamar oppa! Palli(cepat)!” Perintah Min Hee  sambil mendorong tubuh Donghae. Tapi Donghae hanya tersenyum menatap Min Hee.

Mwe(kenapa)? Mwe?” Tanya Min Hee bingung.

“Kau tau Hee~ah,Aku senang berada di sini bersamamu dan melakukan hal ini setiap hari bersamamu. Aku senang di bisa di sisimu dan mendukungmu seperti ini.” Ucap Donghae pelan.

“Ne?Eo!Eo!”Min Hee hanya tertunduk malu.

“Baiklah. Aku kembali ke kamarku sekarang! Jalga, Hee~Ah!” Donghae mengacak rambut Min Hee dan berbalik lalu beranjak pergi. Ia tersenyum jahil.

“Yak!” Min Hee merapikan rambutnya.

 Jalgayo Hae oppa. Terima kasih karena oppa mau merelakan mimpi oppa hanya untuk menemaniku meraih mimpiku. Gomawo oppa, ” batin Min Hee sambil menatap punggung donghae yang semakin menjauh. Ia tersenyum lalu menarik ganggang pintu kamarnya dan menariknya ke bawah.

****************

2nd floor , dance room, Secret Entertainment  building.

01:00 AM

Enam jam mereka lalui di ruang dance. Wajah mereka terlihat sangat pucat dan keringat mereka tersebar di seluruh bagian tubuh mereka. Park In So terduduk di sebuah kursi . Ia mengambil evaluasi hari ini dan menuliskan pada agendanya. Julie Kim terlihat membereskan peralatan kemudian berjalan keluar. Latihan hari ini selesai dan semua traine keluar ruangan.

Tapi Hye Ra tertahan di tempatnya.

“Kau tidak kembali ke kamarmu, Song Hyera? “ Tanya park In So.

“Bolehkah aku meminjam ruangan ini ? Hanya sebentar saja, aku ingin berlatih sebentar lagi.” Pinta Hye Ra. Ia merasakan bahwa  latihannya hari ini tak berjalan baik. Ia tak konsentrasi dalam latihan dan banyak kesalahan yang ia perbuat tadi. Ia merasa tak puas.

“ Apa kau tak lelah?” Tanya Park In So khawatir. Hye Ra hanya terdiam.

“ Ah baiklah. Hanya sebentar saja, okay? Besok masih banyak  latihan yang akan kau lakukan. Perhatikan kesehatanmu! ” Jelas Park In So sambil menyerahkan kaset yang digunakan untuk latihan tadi. Park In So berjalan keluar.

“Gamsahamnida!” Hyera  membungkukkan badannya. Lalu bergerak menuju tape yang berada di sudut depan ruangan dan memasukan kaset ke dalamnya. Musik berbunyi.

Hyera  meneguk minumannya lalu melemparnya ke samping secara keras. Ia menyapu keringat yang menetes di tepi pipinya lalu menatap cermin yang berada di depannya. Ia harus berkonsentrasi. Ia tak boleh memikirkan pria itu lagi. Ia hanya ketakutan bahwa pria itu akan mengatur seluruh hidupnya karena ia telah memegang kartu mati Hyera. Ia benar-benar tak suka dengan pria itu. Tapi mungkin itu takdirnya harus menghadapi pria itu. Ia sudah terperangkap dan tak akan bisa menghindar lagi. Dia tak mungkin menghindar dan satu-satu caranya hanyalah menghadapinya. Ini juga demi kakaknya. Ya, kakaknya juga berada di Secret Entertainment. Sama seperti dugaannya.

Hyera mulai menggerakan badannya. Ia menghentakan gerakan dengan sangat keras untuk melepas semua beban dalam dirinya. Ia mengingat kembali gerakan yang diajarkan dan terus mengulangnya walaupun ia sudah melakukan dengan sempurna.

02:00 AM

Hyera masih melakukan latihannya.  Ia seperti melakukan marathon hari ini. Ia terus mengulang tariannya walaupun badannya seakan sudah ingin terpecah belah. Ia merasa belum puas.

Krekk~

“Kau tak lihat jam? Sudah jam 2 dan kau masih berlatih hal bodoh itu?” Seorang pria muncul dari pintu ruang dance. Hyera menatap pria itu dari pantulan cermin di depannya.

Itu Cho Kyuhyun. Pria itu melipat kedua tangannya dan bersandar pada pintu.

Sial, batin Hyera.

Hyera mengacuhkan pria itu. Ia justru menggerakan tubuhnya lebih aktif dari sebelumnya. Ia mengerjapkan matanya untuk menahan rasa sakit dalam tubuhnya. Entah mengapa ia tak mau mengakhiri latihan hari ini bila ada pria itu di sekitarnya. Rasanya ia ingin menghatam pria itu dan mengusirnya pergi dari hadapannya. Ia muak dengan wajah pria itu.

“Kau tak ingat perkatakaanku tadi? Kau harus mengikuti segala keinginanku. Jadi hentikan sekarang!” Ucap Kyuhyun. Tapi hyera hanya bungkam.

“Cukup! HENTIKAN!” Teriak Kyuhyun keras.

Hyera masih mengacuhkannya . Hyera hanya terdiam dan terus menggerakan tubuhnya. Ia sama sekali tak memandang Kyuhyun.

Kyuhyun merasa geram . Ia melangkahkan kakinya masuk ke ruangan dan mematikan tape. Hyera menghentikan gerakannya lalu memandang Kyuhyun lekat. Mereka beradu dalam satu pandangan yang tajam. Pandangan yang sama saat mereka bertemu, terlalu menusuk. Hyera mengepalkan tangannya dan menggertakan giginya. Kyuhyun melangkah maju dan meraih tangan gadis itu.

“Lepaskan!” Pinta Hyera sambil menghempaskan tangannya berkali-kali berusaha melepaskan genggaman tangan kyuhyun.

“KAU TAK DENGAR? LEPASKAN!” teriak hyera lebih keras.

“Ini sudah malam. Kau harus kembali ke kamarmu!”

“APA PEDULIMU, HAH?”

“Dengar, kau bukan latihan  !  Ini hanya merusak tubuhmu!” Jelas Cho kyuhyun.

“Bilang saja kau khawatir kepadaku! Kau khawatir bila aku akan pingsan hanya karena latihan seperti ini? Begitukah? Dengar ya Cho Kyuhyun, aku tak membutuhkan orang yang mengkhawatirkanku.” Jelas Hyera.

“Aku sama sekali tak mengkhawatirkan.”

“Kalau begitu lepaskan aku.” Ucap Hyera tegas.

(Play This if u want )

Kyuhyun melepaskan genggamannya. Ia menatap gadis itu yang bergerak mendekati tape dan menyalakannya kembali. Ia kembali bergerak dengan lagunya. Dia merasa bahwa latihan Hyera sudah lebih dari cukup. Gerakannya sudah sangat baik tapi mengapa gadis ini masih terus berlatih? Apa dia sungguh ingin menghancurkan tubuhnya? Gadis ini terlalu keras kepala. Kyuhyun hanya bisa menunggu hingga pertahannannya hancur.

“Keluarlah! Aku tak membutuhkan pengawas!” Perintah Hyera. Ia sungguh tak dapat berkonsentrasi bila pria it uterus berada di hadapannya.

“ AH!  Bila kau suruhan ibuku, katakan padanya bahwa aku sudah tertidur dengan lelap di kasur empukku. ”Ujar Hyera.

Kyuhyun hanya tersenyum. Lagi-lagi suruhan? Mau sampai kapan gadis itu menggangapnya sebagai suruhan ibunya? Ia sama sekali tak mengenal ibunya walaupun ia mengetahui siapa ibunya dan seberapa buruk ibunya itu. Kyuhyun hanya bungkam dan menatap Hyera yang terus bergerak . Sebuah objek yang terlalu menarik untuk dipandang. Ia tak akan melepaskan pandangannya dari gadis itu.

02:30 AM

Hyera benar-benar merasakan tubuhnya semakin buruk. Ia tak bisa terus memaksakan tubuhnya. Ia tak boleh terlihat lemah di hadapan pria itu. Ia bergerak maju dan mematikan tape. Kakinya bergerak tak konstan. Ia berusaha berjalan tegak dan meraih handuk yang tergeletak di lantai. Lalu menyapu keringat yang membasahi wajahnya lalu berjalan keluar. Ia menatap pria itu yang masih besandar pada dinding ruang dance dengan kedua tangan yang melipat. Pria itu juga memandangnya. Sangat memuakan.

Sekilas setelah memandang pria itu, mata Hyera menjadi sangat buruk. Pandangannya kabur dan ia merasakan tubuhnya tak mengatur gerak kakinya agar bergerak.

Buk~

Hyera merasakan tubuhnya terjatuh dan pandangannya semakin gelap.Perlahan matanya tertutup. Rasanya terlalu aneh. Ia merasa sangat nyaman dengan keadaan seperti ini.Tulangnya terasa lebih rileks saat ini.

Kyuhyun segera menangkap Hyera yang tiba-tiba terjatuh. Ia merasakan betapa basah tubuh gadis ini. Keringatnya bahkan telah membasahi seluruh tubuhnya.

“Kau lihat, Hyera! Apa yang kau lakukan pada tubuh lemahmu ini. Aku tahu bahwa pertahanmu akan hancur seperti ini. Kau bodoh, Song Hyera!” Umpat Kyuhyun. Ia bukan menyalahkan gadis itu. Ia mengumpat dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia membiarkan gadis ini hingga kelelahan seperti ini?

“Aish, setidaknya bisakah kau pingsan setelah mengganti bajumu ini?” Kesal Kyuhyun . Ia melepas jaketnya dan memakaikan meletakannya pada tubuh gadis itu. Kyuhyun mengangkat tubuh Hyera dan membawanya keluar ruang dance. Tubuh gadis ini sangat ringan.  Rasanya sangat menyenangkan bisa mengangkat tubuh gadis ini.

Kyuhyun menatap wajah Hyera yang terlihat sangat pucat. Kyuhyun  sungguh tak bisa membiarkan gadis ini terkurung dalam baju basahnya.

TBC~

Closing OST (plat this if u want):

Mian , part 1 ini lama banget post nya~ author  baru sempet buat…

Dan untuk part selanjutnya author ga janji bakal lebih cepet dari part 1 . Mungkin bakal lebih lama lagi. Jadi buat yang penasaran , silahkan kunjungi blog author :

http://pilowww.wordpress.com/

soalnya FF  ini bakalan di post di blog author baru di FFL. ..

Iklan