I am a Fool chapter 2

Author                                  : Dewii Aprilya

Cast                                         : Cho Kyuhyun, Park Soon Hee, Danny Jung, Kim Eun Jung, Super Junior

“Sejak kepergiannya aku tidak tahu bagaiaman menjalani hidupku lagi. Rasanya aku kehilangan arah dan tujuanku.”

—————————————————————————————————————————-

Eun Jung menatap sebuah nama di pintu kamar ***** nomor 7. Meskipun sedikit ragu, dia membuka pintu bercat biru itu. perlahan tapi pasti dia memasuki kamar itu. dilihatnya seorang gadis yang sedang duduk di sebuah kursi menghadap ke jendela. Angin yang masuk melalui jendela itu mengibaskan rambut hitam gadis asia itu.

“Soon Hee-ssi” Eun Jung masih ragu untuk memanggil gadis itu Eonni. Padahal mulutnya sedari tadi ingin memanggil Soon Hee denagn EOnnii.

“Nuguseyo??” kata Soon Hee. perban dia mata Soon Hee masih belum dibuka, jadi dia samasekali tidak mengetahui siapa gadis yang menemuinya itu.

“Aneyong haseyo. Kim Eun Jung imnida” setelah mendengar perkataan Eun Jung, Soon Hee lalu tersenyum.

“Apa kau tidak ingin memanggilku Eonni??” Eun Jung tersenyum lebar dan mengangguk senang. “Tentu saja Eonni!!!”

Eun Jung kemudian mengamati wajah Park Soon Hee dan tersenyum lembut. “Eonni, boleh aku memelukmu?? Kau mirip dengan Mommy, I Miss her so much…

“of corse, you can hug me whatever you want. Because you are my only Young sister” Eun Jung berjalan mendekati Soon Hee dan memeluknya erat.

“Eun Jung-ah, I really want to see you beautiful face, tapi Jason belum mau membuka perban ini..”kata Soon hee. Eun Jung melepas pelukannya dan duduk didekat Soon Hee. sambil tetap menggemgam tanganya.

“Ini demi kebaikanmu Eonni, tapi tenang saja saat perbanmu dibuka nanti aku akan berada di sampingmu. Tapi untuk sekarang, aku harus kembali ke Seoul, aku sudah absen kuliah selama 1 minggu. Kalau Daddy tahu, aku pasti akan langsung diseret kembali ke London..” akhirnya sikap cerewetnya kambuh juga. Soon Hee tersenyum mendengar ocehan adiknya, dia tidak menyangka bisa seakrab ini dengan Eun Jung. Eun Jung mulai menceritakan semua pengalamannya selama tinggal di Seoul kepada Eonninya.

“Oh iya Eonni, kudengar dari daddy kau akan menikah. Chukkae Eonni!!” Eun Jung kemudian memeluk  Soon Hee untuk yang kesekian kalinya hari ini. Soon Hee mengangguk kemudian tersenyum hambar, melihat sikap Eonninya, Eun Jung langsung mengerti bahwa gadsi itu masih belum bisa melupakan Kyuhyun.

“Apa kau masih memikirkan Kyuhyun, Eonni??” kata Eun Jung dengan sangat hati-hati, takut melukai hati Eonni yang baru ditemuinya itu. Wajah Soon Hee langsung berubah drastic,, heran kenapa gadis ini bisa tahu tentang Kyuhyun.

“kau tahu tentang Kyuhyun??” Tanya Soon Hee dengan wajah kaget. Eun Jung mengangguk mulai berbicara.

“Ne, mian kalau aku lancang. Tapi aku menemukan buku catatan Eonni dibawah sofa, lalu aku membacanya. Aku tahu tentang Eonni dari buku itu…..”

Soon hee menghela nafas panjang. “Aku sudah bisa mengatasi hatiku Eun Jung-ah. Kau tahu Danny adalah orang yang sangat baik, dia sudah setia menemaniku selama 2 tahun. Kau tahu, 2 tahun itu adalah masa terburuk dalam hidupku dan hanya dia yang mau mengulurkan tangannya untukku. Lagipula kornea yang aku pakai sekarang itu donor dari adiknya, jadi mana mungkin aku memikirkan masa laluku sementara di masa depanku aku sudah memiliki dia yang begitu baik padaku”

“aku setuju Eonni. Lagipula aku juga tidak suka dengan namja itu…” kata Eun Jung mantap. Dahi Soon Hee berkerut.

“kanapa kau tidak menyukainya?? Memang dari luar dia tampak begitu dingin, tapi hatinya begitu rapuh. Dulu Ketika di bersedih, dia akan datang padaku dan aku akan menenangkannya..” kenangan dengan Kyuhyun sedikit demi sedikit kembali terlintas di kepalnya, kenagan yang sejak dulu selalu berusaha dilupakannya.

“Soon hee Eonni, berhenti memikirkanya. Lebih baik sekarang Eonni ceritakan tentang calon suami Eonni.”

“Dia baik dan juga sangat mencintaiku, itu sudah cukup. Oh iya, Eun Jung –ah, kapan kau kembali ke Seoul.??” Tanya Soon Hee.

“penerbanganku besok pagi. Tapi karena ada Eonni disini, bisa kupastikan aku akan selalu berkunjung kesini”

*********

Eun Jung berjalan menuju flat tempatnya tinggal. Penerbagan London-Seoul begitu melelahkan meskipun hatinya sudah sangat lega mengetahui Soon Hee eonni baik baik saja. Setelah tiba di depan pintu, dia sedikit terkejut melihat Donghae sudah berdiri di depan pintu dan menatapnya tajam.

“YA!! Kim Eun Jung-ssi kenapa kau lama sekali?? Kau tahu sudah berapa lam aku menunggumu disini?? jadwalku itu sangat padat” kata Donghae dengan suara tinggi.

“lalu apa hubungannya denganku?? Aku tidak pernah menyuruhmu menungguku. Dasar aneh…” Eun Jung membalasnya dengan nada suara yang lebih tinggi.

Donghae mengusap dadanya pelan, menghadapi gadis seperti ni harus ekstra sabar. Eun Jung kemudian membuka pintu flatnya kemudian masuk diikuti Donghae. Donghae duduk di ruang tamu sedangkan Eun Jung masuk ke dapur, beberapa saat kemudian gadis itu keluar denga jus di tangannya.

“minumlah… Maaf jika tadi aku sedikit kasar padamu. Aku benar benar lelah…” kata Eun Jung.

“ne.. mana ponselmu??” tanya Donghae. Gadis itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada DOnghae. DOnghae menerima kemudian mengetik sesuatu lalu mengembalikannya pada Eun Jung.

“aku sudah menyimpan nomormu di Ponselku jadi aku tidak perlu repot kalau mau menghubungimu” kata Donghae. Eun Jung memberikan senyuman yang sulit diartikan.

“bilang saja kalau kau mau selalu bertemu denganku, nggak usah gengsi deh..”

“Aisssh, sudahlah, berhenti menggodaku. Oh iya, kau sudah dapat kabar tentang Soon Hee??” Eun Jung mengangguk kemudian meneguk jus yang sedari tadi ditangannya. “Lalu??”

“ternyata Soon Hee eonni itu Eonniku. Dia anak pertama ibuku..” kata Eun Jung santai.

“mwo?? Kok bisa Soon Hee yang lemah lembut punya dongsaeng sebawel kau??” mendengar perkataan Donghae, Eun Jung lalu melemparnya dengan bantal kursinya.

“Yak!! Kau mau dengar kabar tentang Eonniku atau tidak sih??”

“ne, cepat katakan. Sebentar lagi aku ada wawancara..” kata DOnghae. EUn Jung mengela nafas panjang.

“Eonniku baik-baik saja. Tumor di matanya sudah diangkat dan dia juga sudah melakukan operasi pencangkokan kornea mata. Satu lagi, Soon Hee eonni akan menikah.” Kata Eun Jung mantap. Donghae yang sedang meminum jusnya langsung tersedak dan menyemprtkan jus itu dari mulutnya.

“Menikah??? Dengan siapa?? Bagaimana dengan…..” Sebelum lelaki itu menyelesaikan ucapannya, dia harus kembali terkejut saat Kyuhyun masuk ke flat itu.

“Soon Hee akan menikah???” Tanya Kyuhyun. 2 orang yang ada di ruagan itu hanya bungkam. Bingung harus mengatakan apa pada Kyuhyun.

*******

(Kyuhyun’s POV)

Aku berjalan dengan langkah gontai menyusuri jalan setapak menjauhi restoran Eommaku. Aku tertunduk lesu dan mengeluarkan sebuah majalah yang headlinenya menampilkan fotoku bersama seorang yeoja yang aku sendiri tidak tahu siapa. Untuk kesekian kalinya ponselku berdering hari ini, aku mengambilnya kemudian mencabut baterainya dengan kasar.

“Bagaimana mereka membuat gossip hanya karena foto seperti ini?? aku bahkan tidak mengenal gadis ini!!” aku membuang majalah itu kemudian merapatkan topi dan maskerku, berharap tidak ada yang bisa mengenaliku.

Aku mengehela nafas pajang, untuk yang kesekian kalinya aku kembali terlibat skandal dengan seorang yeoja yang katanya artis pendatang baru, aku tahu gossip ini hanya untuk mendobrak popularitas yeoja itu, tapi yang membuatku marah kenapa harus aku yang menjadi korbannya?? Bukankah masih banyak artis lain yang lebih terkenal daripada aku.

Kini disiilah aku, berjalan tampa tujuan. Semenjak gadis itu pergi, aku bahkan tidak tahu harus kemana disaat saat seperti ini, karena yang aku tahu ketika masalah menghampiriku dia akan datang padaku dan menenggelamkan aku kedalam pelukannya. Sambil sesekali bernyanyi, dia akan menyemangatiku untuk menghadapi setiap resiko dari jalan yang aku pilih sendiri.

Lalu ketika yeoja itu pergi, aku harus kemana lagi?? Bukan salahnya jika hal itu terjadi. Aku sendiri yang mencampakkannya karena sibuk dengan karirku bahkan ketika dia menghadapi saat tersulit dalam hidupnya aku malah sibuk berkencan dengan yeoja lain. Tidak pernah sekalipun terlintas dalam benakku bahwa suatu saat Soon Hee akan pergi dariku, karena yang aku tahu bahwa kemanapun aku pergi aku akan tetap membawanya serta dalam hatiku. Kini ketika aku tidak bisa lagi menemukannya, bagaimaimana aku akan menjalani hidupku?? Bahkan bernafas saja rasanya susah jika aku mengingat setiap kata yang ditulisnya di buku harian itu. Kenapa aku bisa sejahat itu??

Perlahan tapi pasti kakiku membawaku kesebuah bangunan yang menyimpan beribu kenangan kami bersama, kenanganku bersama gadis bernama Park Soon Hee. Flat ini mash belum berubah. Lihatlah, kakiku saja hafal kemana aku pergi ketika aku mulai muak dengan masalah yang menghimpitku. Aku akhirnya menyadari satu hal, hidupku sudah bergantung pada gadis itu tampa pernah aku sadari. Kehadirannya merupakan kebutuhan pokok untukku seperti halnya aku butuh oksigen untuk bertahan hidup.

Kuputuskan untuk memasuki flat ini, aku menaiki tangga yang membawaku ketempatnya dulu tinggal. Aku tahu pasti bahwa flat ini sekarang dihuni oleh gadis bernama Kim Eun Jung, gadis yang sudah membawa buku harian milik Soon Heeku. Aku mendekati pintunya namun ternyata pintu itu sama sekali tidak dikunci, aku bisa mendengar suara seorang lelaki berbicara dengan Kim Eun Jung.

““Eonniku baik-baik saja. Tumor di matanya sudah diangkat dan dia juga sudah melakukan operasi pencangkokan kornea mata. Satu lagi, Soon Hee eonni akan menikah.” Samar samar kudengar suara kekagetan yang pasti bersumber dari Hyungku, Lee Donghae. Aku bisa menebaknya karena tadi aku melihat mobil audy putihnya terparkir di depan flat ini.

Tunggu!! Apa yang dikatakan gadis itu?? Soon Hee akan menikah?? Aku memberanikan masuk dan menanyakan berita yang seketika membuatku sesak. Entahlah rasanya perih jika mengetahui bahwa tatapan hangatnya akan diberikan pada pria lain.

“Soon Hee akan menikah???” Tanyaku berusaha menenangka hatiku. Aku sungguh berharap bahwa Donghae Hyung dan gadis itu berkata tidak. Tapi mereka hanya bungkam sambil melihatku dengan tatapan…….. Kasihan??

“Hyung, katakan padaku apakah Soon hee akan menikah??” aku mengulang pertanyaanku. Sebelum Donghae hyung menjawab pertanyaanku, Iphonenya berbunyi.

“Yeobseyo Hyung… Ne, dia bersamaku sekarang….. arasso, aku akan segera mengantarnya pulang..” DOnghae hyung mematikan sambungan telefonnya kemudian berdiri. “Eun Jung-ssi, aku pulang dulu, aneyong…” DOnghae berjalan menghampiriku dan menarik tanganku dengan sedikit paksaan. “aku akan menjelaskan dijalan, kita pulang dulu. Teuki Hyun khawatir karena kau tiba tiba menghilag dan ponselmu juga tidak aktif”

Donghae hyung memaksaku masuk kedalam mobilnya. Dia kemudian mengemudikannya dengan kecepatan tinggi. “Kau darimana saja??kenapa pergi tampa bilang pada Teuki?? Terus ponselmu kenapa kau matikan?? Kau tahu betapa khawatirnya mereka padamu…” kata Donghae Hyung. Aku tahu bahwa dia hanya sedang berusaha mengalihkan pembicaraan kami.

“Hyung, Soon Hee akan menikah??” aku kembali bertanya padanya. Hyungku menghela nafas panjang kemudian mengangguk pelan. Seketika hatiku menjadi lebih sakit, rasanya sesuatu yang sangat berharga bagiku direbut secara paksa.

“Eun Jung ternyata adiknya Soon Hee. kemarin dia berhasil menemui gadis itu, kau tenang saja katanya tuumonrya sudah sembuh dan dia bisa segera melihat lagi… jadi kau tidak perlu merasa bersalah lagi padanya. Setidaknya dia sudah bahagia…” semua penjelasan dari Donghae hyung hanya bisa kucerna denga perasaan campur aduk. Antara senang, sedih dan takut. Bagaimana jika dia tidak lagi mau menemuiku. Oh Tuhan membayangkannya saja rasanya sangat sulit.

Aku hanya diam, tidak mau memperlihatkan perasaanku pada Hyungku. Aku akan tetap menjadi Cho Kyuhyun, maknae Super Junior yang  evil dan nakal didepan semua ELF dan Hyungdeulku. Aku tidak bisa terlihat lemah dihadapa mereka, karena satu-satunya orang yang pernah melihat kelemahanku hanya dia, Park Soon Hee.

(Kyuhyun’s POV end)

*********

Donghae dan Kyuhyun memasuki dorm Super Junior, seketika mereka  langsung disambut oleh semua member. Donghae mengerutkan keningnya, bingung karena yang dia tahu bahwa hari ini hanya jadwalnya yang kosong.

“kenapa kalian ada disini?? bukankah hari ini jadwal kalian full?? Heechul Hyung, kenapa kau juga disinin,bagaimana dengan wamilmu??” Tanya Donghae. Sebuah jitakan dari Heechul mendarat dikepalanya.

“bagaimana aku bisa menjalani Wamil jika aku tahu bahwa salah satu dongsaengku menghilang???” bentak Heechul.

“aku tidak menghilang Hyung. Aku hanya membolos dari jadwalku dan berjalan-jalan sebentar..” kata Kyuhyun sesantai mungkin.

“sebentar katamu?? Kau pergi sudah lebih dari 24 jam, terus ponselmu juga tidak aktif!! Kami pasti khawatir, lagipula kau itu darimana saja??” Tanya Leeteuk pada Kyuhyun.

“sudahlah Hyung. Kalian itu terlalu berlebihan…. Aku masuk kamar dulu..” Kyuhyun berjalan melewati kesembilan Hyungnya menuju ke kamarnya. Sementara member lain hanya melongo melihat ulah maknae mereka.

“kau bertemu dia dimana??” Tanya Shin Dong pada Donghae. Sementara member lain mulai bersiap-siap kembali ke aktifitas mereka. Lega karena mengetahui keadaan Kyuhyun.

“Di Flat Soon Hee” kata Donghae mantap, dia berjalan kedapur tampa memepedulikan wajah kaget member lain.

“Flat Soon Hee?? untuk apa Kyuhyun kesana??” Tanya Sungmin. Donghae hanya mnggelengkan kepalanya. Dia kemudian kembali dari dapur sambil membawa segelas Kopi milik Siwon.

“lalu apa yang terjadi di sana??” Leeteuk kembal bertanya. Untuk beberapa saat Donghae hanya diam, sibuk memikirkan apakah dia harus memberitahu yang lain tentang kabar itu. setelah melewati pergolakan batin, Namja tampan itu memutuskan untuk tidak mengtakan apa-apa, percuma membuat mereka khawatir pada Kyu, toh Kyuhyun juga tampaknya tidak terlalu perduli.

“Tidak tejadi apa-apat Hyung. Aku dan dia hanya kebetulan lewat dan memutuskan untuk menemui Eun Jung sebentar…” Donghae meninggalkan ruangan itu kemudian kembali ke kamarnya.

“Chakkaman!! Katakan yang sejujurnya  Lee Donghae. Jangan sembunyikan apapun dariku” Nada suara Leeteuk yang tegas menghentikan langkah Donghae. Selama ini yang bisa mengerti semua member adalah Leader mereka, dan diapun tahu bagaimana perasaan Kyuhyun sekarang.

“Semuanya baik-baik saja Hyung… “

**********

@London..

Soon Hee duduk di taman di sekitar Rumah sakit khusus kanker yang sudah hampir setahun ditinggalinya. Jason Kim, pemilik tempat itu sekaligus ayah Kim Eun Jung dengan senang hati merawatnya hingga dia bisa seperti sekarang ini. Penyakitnya sudah sembuh, Dia juga bisa melihat lagi ditambah dia mempunyai seorang calon suami yang sangat tampan dan menyayanginya. Semuanya tampak begitu sempurnya untuknya, tapi tidak ada yang tahu bahwa dibalik itu semua terdapat rongga besar dihatinya. Rongga yang bisa akan saja membuatnya menangis.

Hatinya tidak pernah bisa melupakan namja yang pernah melukainya, tidak sedetikpun. Semua kenangan di pikirannya dipenuhi oleh namja bernama Cho Kyuhyun. Kenangan di High School, kuliah bahkan saat dia menjalani pengobatan semuanya tidak pernah lepas darinya. Dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencoba mencintai Danny, calon suaminya tapi hasilnya tetap saja nihil. Dia kemudian mengeluarkan Ipodnya dan memasang Earphone di telinganya kemudian mulai mendengarkan sebuah suara yang begitu familiar di telinganya. Entah sudah berapa kali dia mendengarkan rekaman itu

Halloo Eonni!!!

Ketika kau mendengar rekaman ini aku yakin bahwa aku sudah tidak ada di dunia ini. Aku hanya ingin berterima kasih karena selama aku menjalani perawatan di rumah sakit ini kau senantiasa menemaniku.

Soon Hee Eonni, aku ingin minta tolong padamu. Kumohon jaga Oppaku untukku, Danny Oppa tidak punya siapa-siapa lagi selain aku. jadi ketika aku pergi dia pasti sangat terpukul  dan kuyakin hanya kau yang bisa menjaganya. Kau tahu Eonni, setiap kali Oppa kesini dia selalu menanyakanmu padaku , dari situ aku tahu bahwa Oppaku menaruh perhatian besar pada Eonni.

Selama ini aku bisa bertahan dengan semua kemoterapi yang sangat menyakitkan ini karena aku tidak ingin meninggalkannya sendiri, tapi setelah Eonni datang aku yakin bahwa Danny Oppa tidak akan terlalu bersedih saat aku pergi, karena itu jebal… jaga oppaku untukku.

Aku sudah meninggalkan sebuah hadiah kecil untuk kalian. Kornea mataku sudah kudonorkan untuk Eonni sebelum aku pergi. Aku berharap dengan mataku kau bisa melihat indahnya dunia bersama danny Oppa. Satu lagi, jangan bersedih dan hiduplah bahagia.

From Your Lovely Sister, Diana Jung..

Lamuananny segera terhenti saat poselnya berbunyi, dari nada deringnya Soon Hee tahu bahwa yang menelfon pasti Eun Jung, adik kesayangannya.

“Yeobseyo Eun Jung-ah..”

“yeobseyo Eonniku sayang!! Eonni apa kabar?? Kudengar dari daddy hari ini perban di mata Eonni bisa dibuka??” kata sebuah suara di ponselnya. Suara yang terkesan ceria namun kadang kadang bisa mengeluarkan kata kata pedas yang menyakitkan untuk siapa saja yang mendengarnya.

“Ne… hari ini Jason akan membuka perbannya. Kau tidak mengunjungi Eonni?? Dulu kau berjanji akan datang kesini ketika perban di mata Eonni dibuka.” Kata Soon Hee. Eun Jung menghela nafas panjang.

“Mianhe Eonni, aku tidak bisa, soalnya hari ini aku ada praktikum di kampus. Tapi aku janji, setelah tugasku selesai aku akan langsung kesana…”

“ne… kerjakan tugasmu dengan baik.!” Soon Hee memberikan nasehat untuk adiknya.

“pasti Eonni!! Aku kan pintar.. oh iya, sudah dulu yah. Dosenku sudah datang, anneyong!!”

Pip. Sambungan terputus. Seorang perawat datang dan memanggil Soon Hee.

“Miss Park. Dokter Kim mencari anda, katanya ini saatnya perban dimata ada dibuka.” Kata perawat itu.

Soon hee mengangguk kemudian mengikuti langkah perawat itu. jantung berdebar kencang. Setelah sekian lama hidup dalam kegelapan, dia mungkin bisa melihat indahnya dunia ini kembali dengan menggunakan kornea mata calon adik tirinya, Diana Jung.

*******

@SM Building, Seoul, South Korea.

Semua member Super Junior berjalan memasuki gedung SMENT. Hari ini mereka akan bertemu dengan Sutradar Music Video untul single terbaru mereka sebelum Leeteuk  mengikuti Wajib Militer menyusul Heechul. Mereka bersama dengan Kim Seunghwan, manajer  mereka akan bertemu denga produser dan sutradara MV tersebut untuk membicarakan konsep MV mereka.

Mereka masuk ke ruangan meeting disambut hagat oleh 2 orang lelaki yang tampaknya umurnya tidak beda jauh dengan umur mereka. “Kalian beruntung Sutradara Jung menerima tawaran menjadi produser MV kalian. Dia itu sangat terkenal di London” kata Manajer Kim bangga.

“Anneyong Haseyo. Danny Jung imnida.. Senang bertemu dengan kalian” Danny memperkenalkan dirinya begitupun semua member Super Junior. Dengan cepat suasana hangat menyelimuti ruangan itu, ternyata sutradara tampan itu cukup ramah.

“jadi, bagaimana konsep MV kali ini?? apa ada yang ingin memberi saran??” kata Produser Kim. Semua diam, sibuk dengan pikiran masing masing. Tiba tiba Kyuhyun berbicara dengan nada datar.

“Seorang pria yang sangat bodoh telah meninggalkan gadis lembut yang sangat mencintainya. Tapi si Gadis tetap setia menunggu si namja hingga dia akhirnya lelah menunggu kemudian pergi dari hidup namja bodoh itu. si Namja bodoh baru menyadari betapa dia membutuhkan yeoja itu setelah kepergiannya, namun sayang semuanya telah terlambat karena yeoja lembut itu telah hidup bahagia dengan namja lain yang sagat mencintainya, sedangkan si Namja itu hanya bisa menyesali kebodohannya..” Semua yang ada diruangan itu menatap Maknae mereka dengan tatapan kaget. Selama ini Kyuhyun bukanlah orang yang bisa mengungkapkan ide seperti itu.

“Daebak!!! Aku suka, bagaima dengan anda Produser Kim??” kata Danny Jung memecahkan suasana aneh itu. Produser Kim mengagguk tanda setuju.

“besok syutingnya bisa dimulai!!”

**********

2 Weeks Later…

Soon Hee berjalan meninggalkan bandara Incheon dengan langkah yang sedikit ragu. Dia menunggu jemputan dari calon suaminya di depan Bandara itu. Park Soon Hee masih terus memikirkan apakah keputusan yang diambilnya tepat atau tidak. Setelah lebih dari 2 tahun meninggalkan Korea akhirnya dia bisa diberi kesempatan menginjakkan kaki di tanah kelahirannya itu tapi masih terbersit keraguan dihatinya, apakah jika suatu saat nanti dia bisa bertemu dengan Kyuhyun dia kan mampu mengatasi pergolakan hatinya.

>Flashback<

Seminggu setelah perban dimataku dibuka, Jason datang ke kamar rawatku denga wajah serius. Dia sepertinya hendak mengajakku bicara serius.

“Soon hee, kita harus bicara serius.” Kata Jason dengan nada serius. Lelaki 50 tahunan itu membuka pembicaraan dengan raut wajah yang sulit kumengerti. Bagaimanapun dia telah merawatku hingga sembuh. Satu hal yang kutahu, dia tidak pernah ingin kupanggil Appa.

“Ada apa??”

“Yayasanku dan Ibumu sudah membangun Sebuah Rumah Sakit kanker di Busan, aku harap kau mau pulang dan meresmikan Rumah sakit itu. Yayasan itu sudah bekerja sama dengan beberapa sponsor untuk menyelenggarakan konser amal yang hasilnya akan dipergunakan untuk pengobatan penderita kanker bagi yang kurag mampu dari segi ekonomi.” jelasnya.

“kenapa harus aku, kenapa bukan Eun Jung?”tanyaku.

“Jenny?? Kau pikir dia mau melakukan hal itu?? yang dia impikan hanyalah menjadi dokter yang hebat. Kau kan sarjana Sosial, kau pasti tahu seluk sebuah yayasan dan managemen..” Jason menghela nafas panjang kemuadian melanjutkan ceritanya. “Mothers Love international Cancer Hospital yangakan diresmikan di Busan adalah mimpi ibumu. Dia ingin membangun rumah sakit Kanker sejak kami masih kuliah dulu di kota kelahirannya. Bayangakan jika program konser amal itu berhasil, akan banyak penderita kanker yang bisa sembuh.”

Aku terus berfikir keras, siapkah aku untu kembali ke kota itu?? Kota yang menyimpan kenangan manis untukku bersama dengan Kyuhyun. Saggupkah aku untuk menekan perasaanku jika suatu saat aku melihatnya lagi. “Tapi Jason…”

“aku mempercayakan program itu padamu. Setelah  konnser amal selesai dan peresmiannya juga sudah dilaksanakan, kau bisa kembali ke kota ini dan mempersiapkan pernikahanmu dengan Danny..” Jason memintaku dengan nada memohon.

“Baiklah… Aku akan kembali ke Seoul.”

>Flashback End<

Sebuah taksi berwarna putih berhenti di depannya, dan keluarlah seorang gadis manis bermata biru dari dalam taksi itu dan langsung memeluk Soon Hee. “Eonni!! Bogoshipo!!! I am sorry because  I am late!!. Jalanan begitu macet….!!” Soon Hee tersenyum menatap dongsaengnya itu.

“Kau ini manja sekali. Seminggu yang lalu kita baru bertemu…. Oh iya, kenapa bukan Danny yang menjemputku??” Tanya Soon Hee sambil memasuki taksi disusul  Eun Jung yang duduk di sampingnya.

“Danny Oppa sangat sibuk. Hari ini hari terakhir syuting MV yang disutradarainya karena itu aku yang disuruh menjemput Eonni!!” kata gadis cerewet itu. Dia kemudian memeluk Soon Hee erat seklai.”aku senang Eonni mau pulang ke Seoul lagi!!!”

“Itu karena kau dan Danny merajuk jika aku tidak pulang. kalian ini sepertinya bekerja sama memaksaku. Lagipula aku harus megurus pembangunan Rumah Sakit Kanker di Busan, Jason bilang bahwa itu adalah Mimpi Eommaku!!!”

“Tentu saja Eonni. Lagipula untuk apa kau tinggal di London. Yang bisa kau lihat hanya wajah keriput daddy, apa tidak bosan?? Eonni, kita sudah sampai!!” mereka kemudian keular dari taksi itu. Eun Jung membantu supir taksi untu mengeluarkan koper yang dibawa Soon hee, sementara gadis itu hanya menatap flat yang menyimpan berjuta kenangan tentang Kyuhyun disana. Kenangan itu masih terekam jelas dalam ingatannya.

Soon Hee masih mengingat setiap kenangan ditempat ini. kenangan saat dia baru pindah ke flat ini, dia dan Kyuhyun yang memebersihkan dan menghias flat ini dengan semua aksesoris serba biru. Mereka berdua sangat menyukai warna biru. Semua masa indah itu kini berlalu dan yang bisa dia lakukan hanyalah melanjutkan hidupnya seperti air yang mengalir.  Lamuanannya terganggu saat dia merasa bahwa seseorang sedang memperhatikannya. Dia kemudian merapikan rambutnya dan melihat sekekelilingnya, tapi dia tidak melihat siapapun.

“Eonni!! Palli, kita masuk… sampai kapan Eonii mau berdiri di situ” Eun Jung menarik tangan Soon Hee yang masih berdiri didepan flat itu, mencari sosok yang mungkin memperhatikannya. Entah mengapa hatinya merasa berat untuk melangkahkan kakinya masuk, tapi tarikan gadis blasteran itu tidak bisa dianggap remeh. Akhirnya dia menyerah dan mengikuti langkah dongsaengnya.

Setelah Eun Jung dan Soon Hee masuk ke dalam flat, seorang namja menampakkan dirinya dari sebuah pohon besar diseberang jalan. Namja bermasker itu menatap kepergian kedua wanita itu dengan tatapan nanar.

“Soonie, Boghosippo…..” Kyuhyun meninggalkan tempat itu menuju mobil Audy merahnya yang terparkir tidka jauh dari tempat itu.

*************

“Kyuhyun-ah, oedisso?? Ini science terakhir di MV ini. kau harus secepatnya kemari. Arachi??” sebuah suara dari ponsel yang sekarang bertengger di telinagnya.

“Ne Danny Hyung. Aku dalam perjalanan menuju lokasi sekarang, berhentilah marah-marah..” goda Kyuhyun, berusaha menormalkan kembali ekspresi wajahnya sebelum bertemu Hyungdeulnya. Dia tidak ingin terlihat lemah lagi dihadapan mereka.

“Yak!!! Aku tidak marah!! Aishh, kalau aku harus menghadapi artis yang kurang ajarnya seperti kau, keriput di wajahku bisa bertambah” omel Danny Jung. Kyuhyun tertawa mendengar omelan Lelaki itu, meskipun mereka baru saja bertemu, tapi mereka sudah begitu akrab.

“Kau kan sudah tua, pantas saja kalau wajahmu penuh dengan keriput…” ejek Kyuhyun.

“awas Kau Cho Kyuhyun!! Kalau kau tiba di lokasi, kupastikan akan terjadi kekerasan antara Sutradara dan artisnya…” ancam Danny dan hanya disambut cengengesan oleh Kyuhyun. Dia mengurangi kecepatan mobilnya saat tiba di sebuah restoran tempat pengambilan adegan terakhir Music Video Super Junior.

Ketika Kyuhyun keluar dari mobilnya, tiba tiba sebuah botol minuman terbang dan menghantam kepalanyam dia hanya meringis kesakitan sementara semua Crue dan member lain tertawa melihat ekspresinya.

“YAK Hyung, berhenti menertawaiku!!!” bentak Kyuhyun. Tapi semua yang ada ditempat itu tidak mempedulikannya dan melanjutkan kegiatan tertawa mereka.

“Sudahlah… botol itu tidak seberapa sakitnya jika dibandingkan perkataanmu yang mengataiku tua, Kajja, ganti bajumu. Ini adegan terakhir…” kata Danny smabil merangkul Kyuhyun.

Kyuhyun mengikuti arahan Sutradara Jung dan mulai dengan adegan saat dia melihat model wanita yang memerangkan yeoja lembut sedang tertawa bersama seorang namja tampan. Kyuhyun menatap mereka nanar membayangkan apa yang dirasakannya terhadap Soon Hee. setetes cairan bening keluar dari matanya, semua yang ada ditempat itu takjub melihat acting Kyuhyun yang begitu natural. Kyuhyun yang memerangkan Namja bodoh yang didera penyesalan karena telah meninggalkan yeoja yang sangat mencintainya. Ketika Namja bodoh itu berniat kembali pada sang Yeoja, ternyata gadis itu sudah bahagia dengan pria lain.

Kyuhyun dengan langkah gontai meninggalkan restoran itu, hujan turun membawa luka namja bodoh itu pergi seiring kepergian sebagian jiwanya. Kyuhyun memerangkan dengan sangat sempurna, membuat sebagian yang hadir meneteskan air mata karena terbawa suasana. Tampa terkecuali Donghae, hanya dia yang bisa mengerti kenapa dongsaengnya bisa sesempurna itu memerankan si Namja bodoh. Karena Kyuhyun merasakan apa yang dirasakan oleh Namja bodoh itu, penyesalan yang sangat dalam yang menggerogoti jiwanya.

CUT

“DAEBAK!!!” teriak Sutradar Jung dan produser Kim hampir bersamaan. “Kau hebat Kyuhyun-ah!!!” serentak member lain menghampiri Kyuhyun dan memeluknya. Hanya Donghae yang tetap diam ditempatnya.

Setelah menerima ucapan selamat dari semua orang, Kyuhyun menghampiri Donghae dan duduk didekatnya. “kurasa sekarang kau tahu semua yang ada dihatiku Hyung..”

“Aku tahu semuanya Kyu. Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?? Kau tidak mungkin terus-terusan menyembunyikan semua perasaanmu dari Hyundeulmu…” Tanya Donghae pada dongsaengnya.

“Molla Hyung. Semuanya akan tetap mengalir seperti air. Jika memang dia takdirku, aku pasti akan kembali padanya, cepat atau lambat…” gumam Kyuhyun. Donghae mengangguk dan lagi-lagi air matanya keluar membasahi wajahnya yang tampan. Dia memeluk Kyuhyun erat, mencoba mengurangi kepedihan hati Dongsaengnya. “aku akan mendukungmu saeng-ah..”

“Apa sebenarnya yang kalian sembunyikan dariku??” Leeteuk datang mengahmpiri mereka berdua. Sudah sejak tadi dia mengamati dua orang dongsaengnya. Donghae melepas pelukannya dari Kyuhyun, segera dia menghapus air matanya.

“Gwencana Hyung…” Kyuhyun beranjak meninggalkan tempat itu berusaha menjauh dari tatapan tajam Leeteuk. Sementara Leeteuk menatap Donghae tajam.

“kalau kau masih menganggapku Hyungmu, katakan semuanya padaku, Lee Donghae-ssi” kata Leeteuk tajam. Donghae bimbang, dia tahu ketika Leeteuk memanggil namanya seperti itu berarti dia sedang menahan amarah yang sangat besar padanya.

“Hyung…”

“katakan sekarang juga!!”

Donghae akhirnya menyerah. Dengan lancar dia menceritakan semuanya pada Leeteuk, semua yang dia ketahui tentang Kyuhyun. Semuanya tampa terkecuali, Leeteuk mendengar dengan seksama. Akhirnya leader itu hanya bisa tertunduk, berusaha menahan tangis.

“hyung, berpura-puralah kau tidak tahu apapun……”kata Donghae lemah.

“bagaimana aku bisa tertipu dengan sikap santai Kyuhyun. Padahal aku tahu bahwa anak itu tidak pernah mau mebagi lukanya dengan siapapun. Aku gagal menjadi Hyungnya.”

“kau salah Hyung. Kau tahu bahwa Kyuhyun sangat menyayangimu sebagai Hyungnya. Dia hanya tidak bisa membagi dukanya denganmu. Inilah yang ditakutkan olehnya, jika kau menjadi seperti ini. Jebal Hyung, berpura-puralah kau tidak mengetahuinya.” Donghae menggemgam tangan Hyungnya dengan tatapan memohon.

“arasso, aku akan berusaha..”

***********

Semua Crue pembuatan MV super Junior berkumpul di restoran tempat syuting dilaksanakan. Mereka merayakan kesuksesan mereka dalam pembuatan MV ini dengan sebuah pesta kecil yang begitu ramai oleh suara gelak tawa. Super Junior dan Sutradara Jung duduk di meja bersama.

“Danny Hyung, kenapa kita belum memesan makanan?? Kau tahu perutku sudah sangat lapar..”rengek Eunhyuk sambil memegangu perutnya.

“tunggu sebentar. Aku sedang menunggu sesorang” kata Danny sambil sesekali melirik Jam tangannya.

“Nugu??” kata Shindong penasaran.

“calon istriku. Aku ingin mengundang kalian secara langsung bersama dengannya. Kami akan menikah 2 minggu lagi, Karena kalian sudah kuanggap sebagai sahabat, makanya aku ingin memperkenalkan dia pada kalian” semua yang duduk ditempat itu tersenyum, ikut senang dengan kebahagiaan Danny Jung.

“Chukkae Danny-ah..” kata Leeteuk diikuti ucapan dari member lain di meja itu. Dannya mengangguk senang.

“gomawo. Tapi ingat, jangan sampai kalian terpesona pada Yeojaku karena kalian pasti akan patah hati karena dia hanya milikku, arasso.”

“aku tidak janji Hyung.” Kata Eunhyuk menggoda Dannya. Dan sebuah jitakan sukses mendarat dikepalanya.

“YAK!! Hyung!! Kau…” Apa yang ingin dikatakan EunHyuk terhenti saat seorang yeoja manis dengan rambut panjang masuk ke restoran itu. yeoja dengan rambut hitam panjang itu mengenakan sebuah dress selutut berwarna biru sapphire ditambah high hells melengkap keindahan yeoja itu. EunHyuk dan member lain langsung bisa mengenali yeoja cantik itu dengan sekali pandang, semuanya kaget melihat gadis itu.

“Park Soon Hee??”

TO BE CONTINUED

—————————————————————————————————————————————-

Huaaa…. Akhirnya selesai juga…. Semoga readers suka!!!