Gambar

Title                : Next time ..

Genre              : Romance – Sad

Rate                : General

Length            : Oneshot

Main Cast       :

  • Yongshin/Shinwa Couple (Yonghwa – Shin Hye)

Cameo            :

  • Lee Joon – MBLAQ

Soun

Disclaimer      : ORIZURU ZEN illustration area ONLY! No OTHERS AUTHOR!

Summary        :

Lain waktu, aku akan membawakanmu hadiah

Lain waktu, aku akan membelikan makanan untukmu ..

Lain waktu, aku akan membelikan mu itu ..

Lain waktu, Kunjungilah rumahku ..

Lain waktu, aku akan membawakanmu snack undang ..

Lain waktu, teruslah merindukanku ..

 …

 …

Tapi, akankah ada lain waktu untuk kita lagi?

Bagaimana kalau hari ini, hari terakhir aku melihat wajahmu.

(**)

Yonghwa menatap gundukkan tanah itu dengan hampa. Rintik-rintik hujan kecil yang membasahi Seoul, ia biarkan menyentuh permukaan tubuhnya. Tangannya mengepal erat dengan sesekali menghembuskan nafas berat.  

Ia ingin marah, ingin berteriak sekuat mungkin. Tapi apa? Apa yang bisa ia dapatkan dari itu semua? Hatinya hancur, tentu hatinya hancur. Ia begitu menyayangi gadis itu, tapi kenapa tuhan mengambilnya?

Kenapa ..

Kenapa harus ada perpisahan? Kenapa tidak ada lain waktu lagi?

“Kau tidak harus bersedih, Yonghwa”Temannya –Lee Joon memegang kedua pundak sahabatnya. Ia tampak mengerti perasaan Yonghwa, padahal tidak tahu betapa sakitnya hati sabahatnya. “Perpisahan yang menyedihkan .. tidak boleh disambut dengan kesedihan juga”katanya lagi.

“Pergilah”kata Yonghwa, seperti menahan mulutnya. Layaknya tercekat, lidahnya terasa kaku.

Joon mengidikkan bahunya, sebelum pergi ia kembali menepuk badan Yonghwa dan melirik sekilas ke gundukan tanah itu. “Tidak ada didunia ini hanya satu kesempatan Yong, mintalah ..”ucap Joon misterius dan berbalik meninggalkan Yonghwa.

Lelaki itu berlutut, “ARGGGGHHHHHHH!”teriaknya seraya memukul-mukul tanah yang sudah becek karna air. Bulir-bulir air mata Yonghwa menetes deras, ditutupi oleh air hujan yang membasahi wajahnya.

“aku mo-mohon ..”Suara Yonghwa terbata-bata, ia meremas tanah. “Berikan aku satu kesempatan .. lagi, aku rindu .. aku ingin membahagiakannya satu kali .. lagi”

Sunyi .. Telinga Yonghwa berdengung dan membuat dirinya tidak bisa mendengar apa-apa. Kepalanya terasa pusing, pengelihatannya berbayang ..

Gelap ..

Akhirnya semua menjadi gelap gulita.

[Next Time]

Yonghwa membuka matanya secara perlahan. Sinar matahari sudah sempurna menyinari tubuhnya, secara reflek ia menutupi matanya yang silau dengan tangan. Lelaki itu melirik ke kiri dan ke kanan, beberapa kali tubuhnya terguncang dan itu membuatnya binggung sendiri.

Ia melompat, beranjak dari tempat duduknya. Kini, Yonghwa berada di dalam public bus yang membawanya ke kampus. Lelaki itu meraba tubuhnya, bahkan mengobrak-abrik tas selempang yang tersampir.

Yonghwa mengeryit. Sejurus kemudian, ia mulai mengerti dan mencerna semuanya. Hari ini .. Hari dimana ia dan gadis itu bertemu. Sebelum kematian merengut semua, cinta, harapan, mimpi, dan perasaan.

Ia kembali pada 12 Jam yang lalu ..

CIT ..

Bis berhenti di halte. Membuat Yonghwa membuyarkan semua lamunannya dan beranjak untuk keluar. Ia menghitung mundur, dimana saat-saat gadis itu akan menyapanya dan menyentuh jari-jemarinya penuh kelembutan.

Hana ..

Dul ..

Set ..

..

..

Nihil.  Tidak ada orang yang mendekat ke arahnya, yang ada hanya orang yang berlalu lalang untuk masuk ke gerbang kampus. Yonghwa mengeryitkan dahinya, mencoba untuk berfikir.

Tak berapa lama, ia mendelik. Dan langsung berlari secepat mungkin menuju tempat diman a gadis itu akan ada.

Yonghwa menghentikan langkah secara mendadak. Dan benar saja, Shin Hye –gadis itu sedang duduk seraya membenamkan kepala diatas kursi kayu. Lelaki itu berjalan pelan dan mengambil posisi duduk tanpa suara.

“Jangan menangis ..”pinta Yonghwa, manik matanya menatap Shin Hye dengan menegang. Takut, ia takut ini hanya bayangan gadis itu. Baru saja ia hendak mengulurkan tangan, Gadis itu mendongak dengan raut wajah yang kusut dan berlinang air mata.

“Yonghwa-ah”panggilnya dan langsung memeluk lelaki itu dengan sangat erat. “Kenapa kau datang begitu lama? Aku takut .. Ada seseorang menarikku untuk menuju ke cahaya putih, aku takut Yong”

Yonghwa mendongakkan kepala, menahan air matanya yang hendak keluar. Perlahan ia menepuk punggung Shin Hye yang bergetar. “Tak apa, sekarang ada aku disini”ucapnya menenangkan.

(**)

Jari-jemari itu saling merekat satu sama lain. Saling mengayun dan menikmati tiap sentuhan-sentuhannya.

“Apa ada suatu tempat yang ingin kita kunjungi?”tanya Yonghwa, ia menoleh ke arah Shin Hye seraya tersenyum seperti biasa.

Shin Hye mengmbuskan nafas, “Adakah tempat yang bisa menghentikan waktu?”gumannya pelan.

“Apa?”

“Ah, tidak. Aku hanya berbicara sendiri”Shin Hye mengibaskan tangannya, “Hmm .. bagaimana kalau kita pergi ke toko itu, aku ingin membeli sesuatu”

Yonghwa menganggu setuju dan mempercepat langkahnya. Tidak boleh ada satu detikpun waktu yang ia buang sia-sia, tidak mau.

“Yong-ah! Lihat, bukankah strap hp ini begitu lucu?”tanya Shin Hye seraya menarik lengan baju Yonghwa.

Ia membisu. Pikirannya sudah melayang ke saat-saat yang lalu, ketika ia menolak untuk mengenakan itu dan membuat Shin Hye manjadi kesal dan marah.

“Yong, kau melamun?”

Yonghwa menggeleng, “Tidak. Kau ingin ini, aku akan mengambil yang ini ..”

“Benarkah? Waaa~ aku baru tahu kalau kau suka dengan barang-barang yang lucu juga”Shin Hye menyikut perut Yonghwa dan membuat lelaki itu tertawa seraya meringis.

Ia senang, Yonghwa senang dengan tawa itu. Bahkan suara lembut yang keluar dari mulutnya. Mendengar itu saja, sudah membuatnya merasa teduh dan nyaman.

“Yong-ah”panggil Shin Hye seraya memilih-milih barang lain. “Lain waktu, Datanglah berkunjung ke rumahku ..”tawar Shin Hye.

“Baiklah, aku akan datang ke rumahmu”Ujar Yonghwa seraya mengangguk-gangguk.

“Kau tahu tidak betapa senangnya aku ketika kau mengatakan itu?”Shin Hye menoleh ke arah Yonghwa seraya menyeringai lebar.

Yonghwa sendiri hanya tersenyum kecil dibelakang. “Ah, Setelah ini kau mau makan?”Ia melihat ke arah arlojinya, “Sebentar lagi makan siang”

“aku ingin .. ah, bagaimana kalau makan bento? Aku ingin sekali makan itu Yong~~”pinta Shin Hye, ia memasang wajah lemasnya ke lelaki itu.

“Tak apa kalau kau ingin itu. Ayo kita makan!”Yonghwa meletakkan kedua tangannya dipundak Shin Hye, ia mendorong gadis itu menuju meja kasir dan berjalan keluar.

Mereka telah sampai di restaurant yang terdapat dua blok dari tempat tadi. Shin Hye memilih tempat disudut, sedangkan Yonghwa ke tempat kasir untuk membayar makanan yang tadi dipesan.

“Kau tidak makan, Hye?”tanya Yonghwa sambil mengunyah makanan.

Shin Hye tersenyum lemah, “ah, Baik. Kau makanlah yang banyak, habiskan dagingnya,”Lanjutnya lagi.“Lain waktu, aku akan membawakan snack udang untuk kita makan bersama”ujar Shin Hye exited sendiri.

“Baiklah, Bawa snack udang”Yonghwa membuka pembungkus sumpit, memberikannya ke Shin Hye. “Ayo, makan daging juga”

“Lain waktu, aku akan membelikanmu yang lain”Kata Shin Hye lagi.

“Baik,”Yonghwa mendongak, menatap Shin Hye yang terus bermain dengna tissu. “Shin Hye-ah, kau tidak makan karna itu tidak enak?”Yonghwa menunjuk ke arah makan dan menatap gadis itu dengan binggung.

Alih-alih menjawab Shin Hye malah tersenyum, “Lain waktu, aku akan membawakan hadiah untukmu”

Mendengar itu Yonghwa menaruh sendoknya dan menatap Shin Hye dengan tatapan parau.

Tidak akan ada lagi lain waktu, Shin Hye.

Yonghwa melihat ke arah jam dinding yang terdapat disudut ruangan. Beberapa menit lagi, Kejadian itu akan segera membawa pergi Shin Hye dari hadapannya. Sekarang apa yang harus dia lakukan? Haruskah dia menyaksikannya untuk kedua kalinya? Atau mengubahnya?

Jangan bergerak .. tetaplah di angka itu, jangan ..

“Kau sudah selesai makan?”tanyanya. “Ayo, kita pergi lagi ..”Shin Hye mengambil tasnya, lalu beranjak. Tapi tangannya malah ditahan oleh Yonghwa. “Yo-yong .. kau .. menangis?”

“Aku mohon .. tetaplah disini ..”Yonghwa melirik ke arah jam itu lagi, “Sampai jam duabelas tepat .. tolong, jangan kemana-mana”

Shin Hye menoleh ke belakang, melirik ke tempat yang Yonghwa liat lalu kembali menatap lelaki itu lagi dan duduk. “Baiklah”ucapnya seraya mengangguk.

(**)

12 Jam kemudian ..

“Yong .. Yong-ah .. Bangun”Shin Hye mendorong pelan lengan Yonghwa. “Ini sudah jam enam sore”

Yonghwa mengerang, perlahan ia membuka matanya melihat sosok Shin Hye yang tersenyum melihatnya.

“Shin Hye-ah”ucapnya, cukup terkejut lalu melihat ke sekeliling. Dan melihat langit sudah berubah menjadi gelap. “Benarkah, Ini kaukan?”

Jika Yonghwa tidak salah, inilah adalah sebuah takdir. Bukankah seharusnya kematian itu terjadi tepat pukul 12 siang? Tapi lihat, Shin Hye masih disini bersamanya. Dan berarti, kematian itu tidak akan pernah datang lagi dalam jangka waktu dekat.

Takdir memang bisa diubah, tapi nasib tidak. Dan itu benar.

“Sebaiknya kita pulang, sepertinya kau lelah. Lagi pula, kita tidak enak dengan pemilik toko”

Yonghwa tersenyum lebar, ia merangkul gadis itu. “Ayo, ah. Sepertinya kita melewatkan jadwal kuliah lagi”

“Benar. Aish! Bagaimana kalau dosenku sampai marah? Yong-ah! Kau harus tanggung jawab!”Ucapnya seraya mencubit lengan Yonghwa.

KLING KLING

Lonceng disudut pintu itu berbunyi, tanda kalau mereka telah keluar dari restauran.

Shin Hye mengosok-gosok telapak tangannya, suhu udara di Seoul kembali tidak menentu. Ia kira malam ini suhu akan kembali normal, ternyata lebih dari yang dia bayangkan.

“kau kedinginan?”tanya Yonghwa diikuti anggukan gadis itu. “kalau begitu merapatlah denganku”Yonghwa memegang lengan Shin Hye dan mendorong gadis itu ke dalam dekapannya.

“Hangat”guman Shin Hye, wajahnya sudah berubah menjadi merah padam. “Yonghwa-ah, antarkan aku sampai disini saja, aku akan menyebrang sendiri”

“Tidak, aku akan mengatarkanmu sampai ditengah. Ayo”Yonghwa meraih tangan Shin Hye, mengajaknya untuk menyebrang bersama.

Ketika mereka sampai ditengah, Yonghwa membalikkan tubuh Shin Hye. Membuat mereka saling berhadapan satu sama lain.

Ia tersenyum, lalu merengkuh kedua pipi Shin Hye. Mencium pucuk kepala gadis itu. “Lain waktu, teruslah merindukkanku”ucapnya.

“A-aku tahu ..”Ujar Shin Hye, malu sendiri. “Sampai jumpa Yo-yong!”Ia melambai dan berjalan pelan.

Yonghwa berbalik. Baru saja setapak ia melangkah lelaki itu kembali berbalik dan juga melihat Shin Hye berbalik melihatnya juga melambaikan tangan seraya tersenyum. Yonghwa hendak melambaikan tangan, tiba-tiba saja ia merasakan tubuhnya melayang jauh begitu juga dengan Shin Hye.

Ketika kepalanya menghantam sesuatu. Seluruh pengelihatannya menjadi gelap.

BRAK SREKK DRAKK.

Jalan prajurit Kio Seo. 06.00 PM, Seoul. 2 Orang tewas mengenaskan.

:: EPILOG ::

Joon menepikan mobilnya. Ia membuka kaca jendela, begitu juga kaca mata hitamnya. Matanya melirik ke arah kaca spion, melihat sekumpulan orang mulai mengerumuni objek yang ia tabrak tadi.

Tak lama, senyuman kecil terukir dibibirnya.

“Bukankah kau menginginkan ini, Jung Yonghwa?”

Ia kembali menghidupkan mobilnya, mengatur gigi lalu menginjak gas penuh. Mobilnya melesat jauh dengan kecepatan tinggi.

[END]

INI CERITA APAAAAA?!!!! Ya Allah, Maafkan aku BADers tercintrong -,- aku comeback dengan ff gak jelas ini. Udah lama aku gak nulis/DUAGH.

ENDINGNYA ITU LOH GAJEBO BANGET !! -________-

Ini semua gara-gara aku nge-BLANK karna gak punya ide, tapi muncul setelah nonton Hello Baby MBLAQ.

YUHUUU~ Siapa yang nonton Hello Baby MBLAQ ep 12 ! Dari situlah muncul ide ini. Waktu Lauren ngomong sama Seungho ‘Next time’ mulu, soalnya mereka mau perpisahan T_T dan itu bener2 buat aku terhura ngeliatnya.

Kritik dan Saran boleh untuk semangat.

FIGHTING!!

Regrads,

Orizuruzen