Genre : Romance 

Lenght : Continue

Author : Yoonida

Cast : 

Choi Siwon

Bae Suzy

Park Jiyeon

Choi Minho

Yoo Jaesuk

 

Special apperance : Lee seungri, Eunhyuk dan Boram (Sistar).

J Annyeong Chingu..Ini FF pertama yang aku buat (Cukhaeeee hehehe), sebenernya banyak sich FF yang aku buat tapi masih terlukis di kertas aja :d (alias males ngetiknya)..semoga kalian suka ya sama FF ku ini..(This is my own story from my own mind not borrowed) So..hepiii reading chingu.. J

Chapter 1

#Author Pov

Hari ini adalah hari pertama Bae Suzy sekolah di Han shou, Senior High School. Dia memilih menaiki bus untuk berangkat ke sekolah barunya tersebut. Saat sedang mencari tempat duduk, dia melihat seorang siswa mengenakan seragam yang sama persis dengannya. Tanpa pikir panjang Suzy langsung duduk di sampingnya dan dengan berani dia memulai percakapan “Annyeong, kau dari SMA Han Shou juga ya? Na ddo!” sambil menunjuk dirinya sendiri, namun siswa yang berwajah tampan itu tidak menoleh sedikitpun ke arahnya.

“Chonun Bae suzy imnida! Aku anak baru di SMA Han Shou!” lanjut suzzy sambil mengulurkan tanggannya, namun gayung tak bersambut.

Suzy menarik tanggannya kembali “Oh tidak mau berjabat tangan? Waeyo?! Tangganku bersih kok! Geurae, gwaenchana!”

Dia memajukan bibirnya karena sebal, dengan pelan dia bergumam “Aish..sombong sekali namja ini! Percuma wajah tampan kalau orangnya belagu!”

“Mworagu?” kata pria itu mendengar gumaman suzy. Suzy langsung mengerak-gerakan kedua tangannya lebar-lebar “Ah ani! Aku tidak bilang apa-apa, ternyata kau bisa bicara juga ya?”

Kemudian namja itu bangun dari kursinya dan turun dari bus. Suzy tidak mempedulikannya, dia lupa kalau harus turun di halte yang sama dengan namja itu. Sementara itu, mulutnya terus saja komat-kamit mengekpresikan kekesalan karena telah diabaikan. Beberapa detik kemudian suzy sadar “Oh hok! Aku kan juga harus turun di halte tadi bareng sama namja itu karena kami berada di sekolah yang sama! Ottokhae?”

Buru-buru dia langsung bangun dari tempat duduk dan memohon kepada pak supir untuk menurunkannya segera tapi pak supir menolak “Ya agashi andwae! Ini di tengah jalan, saya tidak mau ambil resiko!”

“Jebbal ahjusi, choseunhamnida! Kalau aku tidak turun sekarang maka aku bisa mendapatkan kesan yang buruk di hari pertama aku pindah sekolah, dan kalau kesanku sudah buruk, maka nilaiku juga bisa ikut buruk! Apakah ahjusi mau tanggung jawab nantinya?” seru suzy panjang lebar.

“Arasseo! Sudah cepat turun sana jangan banyak bicara lagi!” kata supir bus sambil membukakakan pintu untuk suzy.

#Suzy Pov

Pintu bus terbuka aku langsung turun dan bowed 1800 “Khamsahamnida ahjussi!”

Nappeun namja! Tega sekali dia tidak memberitahuku kalau aku juga harus turun di halte tadi.  Aigo..aku lelah sekali berlari-lari ke sekolah, ini semua gara-gara namja bisu itu, awas saja kalau bertemu lagi denganku! Hahh..mudah-mudahan saja siswa-siswi di sini semuanya tidak seperti itu. Semoga mereka semua baikkkkkk padaku! Hwaiting Bae suzy, Fight On!

Sesampainya di kelas aku beruntung karena pelajaran belum dimulai, Yoo Jaesuk songsaengneem langsung memperkenalkan aku pada teman-teman “Annyeonghaseo chonun Bae suzy imnida, bangapseumnida!”

Setelah memperkenalkan diri aku duduk di samping siswi yang sangat cantik, dia memperkenalkan dirinya padaku “Annyeonghaseo, Park Jiyeon imnida! Aku harap kita dapat menjadi teman baik!”

“Neh!” jawabku sambil tersenyum lebar.

***

Tidak terasa bel istirahat sudah berbunyi. Jiyeon langsung berdiri dan mengajakku “Kajja suzy-ah, aku akan menjadi pemandu untukmu di sekolah ini. Setelah kita putar-putar, baru kita ke kantin ya!”

“Geurae, kajja!” jawabku dengan semangat. Aku beruntung mempunyai teman sebangku yang sangat baik seperti Jiyeon. Kami langsung akrab dan tidak canggung lagi.

Saat berjalan di lorong sekolah, mataku tak henti-hentinya terus berputar. Aku berharap dapat bertemu dengan namja yang tadi pagi aku temui di bus. “Waeyo? Kau seperti sedang mencari sesuatu?!” tanya jiyeon.

“Ah neh! Tadi pagi saat aku naik bus, aku bertemu dengan seorang namja yang sangat tampan dan dia merupakan siswa di sekolah ini. Tapiiii…namja itu bisu!”

Jiyeon kaget mendengarnya “Omo, namja tampan tapi bisu? Sayang sekali..”

“Ani!..Dia bukannya benar-benar bisu tapi dia hanya pelit bicara. Aku mengajaknya bicara panjang lebar tapi dia malah nyuekin aku, nyebelin bangetkan? Namja itu sangat sombong!” curcolku pada jiyeon.

“Aku rasa, aku tahu siapa namja yang kau maksud. Dia itu pasti Choi siwon!” tebak jiyeon.

“Choi siwon itu bisa dibilang namja paling tampan di sekolah ini, tapi dia memang orangnya kaku, dingin, malas bicara dan terkesan angkuh. Neh, aku yakin pasti yang kau maksud siwon sunbae.” Lanjut jiyeon.

Jiyeon begitu yakin dengan tebakannya, itu mungkin saja benar. Aku jadi penasaran dengan sunbae yang bernama Choi siwon itu “Jiyeon-ah, mengapa kau sangat yakin kalau Choi siwon adalah orang yang aku maksud?”

“Tentu saja aku yakin, karena pria tampan di sekolah ini yang dingin dan tidak banyak cincong adalah siwon sunbae! Kalau yang lain mereka pasti selalu tebar pesona sama yeoja-yeoja di sekolah ini. Apalagi temannya siwon sunbae yang bernama Choi minho, uhhh…dia itu sangat playboy! Kau harus berhati-hati jika bertemu dengannya!” terang jiyeon panjang lebar.

Tiba-tiba dari balik tiang tembok muncul seorang namja yang sangat tampan “Omoo jiyeonie..tidak baik membicarakan orang di belakangnya! Bicara saja langsung di depanku!”

“Ottokhae!” seru Jiyeon dan Suzy karena kaget.

“Ya, kau mengagetkan kami saja! Aku tidak membicarakan sunbae, geer amat sich!” celoteh Jiyeon.

“Jjinja? Tapi tadi aku mendengar dengan jelas kau menyebut namaku, Choi minho adalah seorang playboy dan kau harus berhati-hati dengannya! Omoo..ippeo! Temanmu ini cantik sekali..annyeong agashi, apa kau anak baru di sekolah ini?” namja itu bertanya padaku.

“Minho, kajja!” seru seorang namja yang baru memunculkan wajahnya dari balik tiang. Omoo..tanganku langsung reflect menunjuk namja itu dan setengah berteriak aku berkata “Nappeun namja!”

Tapi pria sombong itu mengacuhkan aku dan pergi begitu saja. “Apa kau mengenal siwon?” tanya sunbae yang bernama minho.

“Ani! Sepertinya aku salah mengenali orang. Sunbae, tolong bilang sama temanmu itu agar memanfaatkan ciptaan Tuhan, tolong gunakan mulutnya untuk berbicara jangan hanya digantung sebagai pajangan!” aku sengaja menjawab dengan suara kencang agar nappeun namja itu dapat mendengar kata-kataku.

# Siwon Pov

Mwo? Dia bilang mulutku ini pajangan! Hahh jjinja..yeoja itu benar-benar ingin membuatku emosi. Aku memang malas berbicara, tapi apa hubungannya dengan dia!

(Author : siwon butuh 500 kalori untuk mengeluarkan kalimat ini, meskipun kalimatnya hanya diucapkan dalam hati :d)

# Author Pov

Minho mengikuti suzy dan jiyeon sampai ke kantin, membuat jiyeon ingin melemparnya dengan sepatu “Ya! Kenapa kau mengikuti kami?”

“Jiyeonie..kau jangan galak-galak begitu sama Oppamu. Aku kan hanya ingin mengakrabkan diri dengan teman barumu ini. Kau tidak keberatan kan suzy-ssi?” tanya minho.

Suzy tersenyum lebar “Ani..aku sangat senang mempunyai banyak teman.”

“Oh ya suzy-ssi, sebagai anak baru di sekolah ini kau pasti belum mempunyai ekstrakurikuler. Bagaimana jika kau bergabung saja dengan club basket kami sebagai pengurus? Jiyeon juga pengurus di club kami, otte?”

Sambil menyuap makanannya jiyeon berkata “Kalau kau bergabung di club basket, maka kau akan sering bertemu dengan siwon sunbae!”

“Shireooo…” jawab suzy cepat, dia malas jika harus selalu berhadapan dengan siwon.

“Ya yeoja ini! Mengapa kau mengatakan kalau siwon itu seakan-akan seperti monster! Lihatlah caramu makan yang seperti monster, yeoja makan sesendok penuh seperti itu, sangat memalukan!” seru minho pada jiyeon.

Jiyeon menjulurkan lidahnya meledek minho, kemudian minho menjitak kepala jiyeon “Ya! Appeo…” teriak jiyeon sambil mengelus kepalanya yang sakit.

“Jiyeonie, apa kau tidak ingin suzy bergabung di club basket kita? Kau kan selama ini kewalahan menjadi pengurus sendirian! Suzy-ssi, siwon itu sebenarnya orang yang baik tapi dia hanya malas berbicara.” terang minho.

Jiyeon diam sesaat dan kemudian berkata “Ehm chuwa! Sebenarnya aku sangat ingin kau membantuku di club suzy, tapi..siwon sunbaenim adalah kapten di club basket, aku tahu kau pasti malas jika nanti sering bertemu dengannya. Jadi..terserah padamu sajalah!”

Giliran suzy yang diam sesaat. Dalam hati dia berkata “Sebenarnya aku sangat penasaran dengan pria yang bernama Choi siwon itu, bagaimana mungkin ada seseorang di dunia ini yang malas berbicara?”

“Chuwa! Aku akan bergabung di club basket sebagai pengurus.” jawab suzy dengan semangat.

“Kyaaa…chuwaeyo suzy-ah, gomawoyo!” kata jiyeon.

“Ais ais aish..tadi kau menyuruhnya untuk menolak tapi sekarang..kau yang sangat senang dia bergabung dengan kita! Dasar yeoja ini.” Celetuk minho.

***

Pulang dari sekolah, suzy dan jiyeon langsung pergi ke club basket yang basecamp-nya berada di dekat ruang guru. Saat mereka masuk, para anggota club sudah berdiri menyambut kedatangan seorang pengurus baru. Begitu melihat suzy mereka langsung bersiul seperti segerombolan serigala dan terang-terangan mereka memuji kecantikan suzy dan membanding-bandingkannya dengan jiyeon.

“Selamat datang suzy-ssi, chonun lee seungri imnida. Aku seorang guard di tim ini! Wah tanganmu halus sekali, berbeda dengan jiyeon!” kata seungri sambil menjabat tangan suzy.

Kemudian namja berambut blonde langsung mengambil tangan suzy dari seungri dan memperkenalkan dirinya “Eunhyuk imnida!” diikuti beberapa anggota club lainnya.

“Ya! Cukup-cukup perkenalannya, Suzy-ssi kami sangat senang kau dapat bergabung dengan kami. Akhirnya kami punya pemandangan baru di club ini, kami sangat bosan dan jenuh kalau harus terus memandang yeoja disampingmu itu!” celetuk minho dan dibenarkan oleh anggota tim lainnya.

“Ya! Apa-apaan kalian ini? Air susu dibalas dengan air tuba!” protes jiyeon kesal.

“Yeorebeun! Ayo latihan!” seru siwon yang baru keluar dari ruang ganti dengan rambut yang basah.

# Suzy pov

Omoooo dia muncul dengan rambut yang basah. Ottokhae, dia sanagat tampan?! Aku rasa aku sedang meleleh. Ani..aku harus membersihkan pikiranku, dia tetap saja angkuh. Jangankan mengucapkan selamat bergabung kepadaku, melirik ke arahku sedikitpun aja enggak, dia langsung keluar begitu aja.

“Suzy-ah, kenapa kau melamun?” tegur jiyeon membuatku sadar kalau diruangan ini hanya tinggal aku dan dirinya.

“Ah ani..jadi sebagai pengurus apa pekerjaan kita? Aku mohon bimbinganmu sunbae hehehe..”

“Oh iya benar juga, disini aku sunbaemu ya? Hemm..kalau begitu sebagai maknae disini, kau harus menuruti semua perintahku arraseo?”

“Arayo Jiyeon sunbaenim!” kami tertawa bersama. Jiyeon menunjukkan kepadaku pekerjaan sebagai pengurus di club.

Beberapa saat kemudian aku pun sadar “Omo memperhatikan kesehatan tim itu wajar tapi kalau..menyuci dan menyiapkan handuk, memungut dan merapikan bola, menyiapkan minum setelah latihan, itu berarti..kita sama saja dengan pembantu donk?”

“Ya pengurus club kata kasarnya bisa dibilang pembantu juga!”

“Ah, ani..aku tidak mau menjadi seorang pembantu. Apalagi kalau harus menjadi pembantu untuk namja sombong itu, andwae! Shireo jjinja shireo!” kataku setengah berteriak dan jiyeon menunjuk-nunjuk arah belakangku “Waeyo?”

Saat aku menoleh ke belakang, namja sombong itu ternyata berdiri tepat dibelakangku membuat aku sangat kaget. Tapi aku memberanikan diri memasang mata lebar-lebar padanya, sambil berkacak pinggang aku berkata “Waeyo? Aku benarkan, kalau kau itu namja yang sombong?”

Tapi pria itu hanya lewat begitu saja, aku juga sudah tidak heran. Apapun yang aku lakukan pria itu memang tidak pernah mempedulikanku. Lebih tepatnya, dia tidak menganggap kalau aku ini ada. Hal ini benar-benar membuatku jengkel “Ya Choi siwon! Apa kau pikir aku ini setan yang tidak berwujud? Aku berbicara denganmu tapi kenapa kau tidak pernah menjawabku? Melirik aku sedikitpun saja tidak!”

Siwon tetap tidak menggubrisku, dia berlalu begitu saja. Hahh pria ini benar-benar aneh, sudah aku caci maki seperti itu tapi tidak ada responnya.

Chapter 2

 

# Author Pov

Hari minggu, hari yang membosankan untuk suzy karena tidak ada aktivitas yang ia jalani pada hari tersebut.

“Aigooo..aku tidak bisa diam di rumah. Ah lebih baik aku jalan-jalan saja ah..” Saat suzy berjalan-jalan di taman yang berada jauh dari rumahnya, dia melihat seseorang yang familiar.

Suzy mendekati orang tersebut dan mengamati apa yang sedang ia lakukan. Orang tersebut sedang berkata kepada kucing itu “Puzycat kau harus makan yang banyak ya, agar badanmu besar seperti Oppa, arraseo?”

“Mwohaneungoya?” tanya suzy yang tiba-tiba memunculkan wajah di depan pria itu dan berhasil membuatnya kaget “Ya! Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang sedang kau lakukan di sini. Apa kau sedang mengikutiku?”

Suzy terkesima mendengar jawaban panjang dari siwon “Daebak!!! Ini yang pertama kalinya Choi siwon berbicara sepanjang ini kepadaku, coba kau ulangi lagi agar aku dapat menghitung berapa kata /detik yang kau ucapkan hehehe.”

“Michoseo?!” katanya sambil pergi meninggalkan suzy namun suzy terus mengekor di belakangnya.

“Ah, apa mungkin karena kucing betina tadi kau jadi bisa bicara? Aku perhatikan, kau sangat lancar berbicara dengan kucing betina tadi, apa dia itu yeoja chingu-mu? Omoo..pasti gadis-gadis di han shou patah hati setelah mengetahui idola mereka berpacaran dengan seekor kucing! Ottokhae?” suzy terus meledek siwon.

Suzy yang terus berbicara panjang x lebar x tinggi = panjanglebartinggi, tidak sadar kalau siwon sudah naik bus pergi meninggalkannya. “Omo, oedikha?”

***

Keesokan harinya di sekolah

# Suzy Pov

Aku berlari menuju atap, ingin cepat-cepat menumpahkan semua rasa penat setelah ulangan dengan berteriak sekencang-kencangnya. “AAAAAAAA..MENYEBALKAN

Aaarghhh aku benci matematika, hiks..aku hanya bisa mengisi 2 pertanyaan! Ottokhae..Oema, appa..Ottokhae!”

“Berisik!”

Aku mendengar sebuah suara asing, saat aku menoleh ke belakang..ternyata siwon si namja sombong itu, sedang tiduran di atas atap “Ya! Apa kau sedang menguping?”

“Mwo? Menguping? Aku tidak perlu menguping untuk mendengar sebuah teriakan! Lebih baik kau pergi dari sini!”

Aku mendekati siwon, matanya terpejam dan tiba-tiba matanya terbelalak membuat aku terkejut. “Mwohaneungoya?” tanyanya padaku.

“Ani, aku hanya heran kenapa di dunia ini ada orang sepertimu. Kau malas berbicara, padahal komunikasi itukan sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini, agar kau bisa punya banyak teman. Atau jangan-jangan, kau lebih memilih bergaul dengan binatang daripada sama manusia? Atau jangan-jangan, kau memang jatuh cinta sama kucing betina kemarin?” tanyaku panjang lebar.

Dengan dingin dia hanya berkata “Berisik! Pergi sana, kau menganggu tidur siangku!”

“Geurae! Aku akan pergi, dasar cowok abnormal!”

***

Malam harinya aku melamar pekerjaan magang di sebuah cafe yang berada tidak jauh dari sekolah dan aku sangat beruntung langsung diterima bekerja, karena cafe ini memang sedang membutuhkan banyak tenaga kerja magang.

Saat aku masuk ke dapur, aku sangat kaget karena si namja sombong itu ada di sana. “Ya! Mwohaneungoya?” pertanyaan yang selalu aku tanyakan padanya.

“Mwo? Harusnya aku yang bertanya kepadamu, apa kau mengikuti aku lagi?” dia bertanya tanpa ekspresi wajah.

“Ani! Aku tidak tahu kalau kau kerja disini, kalau aku tahu kau kerja di sini, aku pasti tidak jadi magang di sini! Tapi mian, karena aku sudah diterima bekerja di sini, aku jadi tidak mungkin keluar dari sini! Kalau kau memang muak melihatku maka lebih baik kau saja yang menggundurkan diri dari sini!” jawabku dengan ketus.

Aku memperhatikan siwon yang sedang melayani tamu, dia terlihat sangat ramah dan bahkan tersenyum kepada tamu “Ahjumeoni, apa choi siwon selalu seperti itu saat melayani tamu? Aku pikir dia sudah lupa bagaimana cara tersenyum.”

“Tidak perlu kaget, dia memang sangat ramah jika berhadapan dengan pelanggan, itu yang namanya profesionalisme! Sudah sana cepat antarkan pesanan ini untuk meja no.7!”

***

Saat pulang kerja, aku menunggu siwon tapi saat dia keluar cafe, dia bahkan tidak melirikku sama sekali. Dia berjalan dengan sangat cepat, aku terpaksa mengejarnya dengan berlari “Ya, choi siwon! Chakaman!”

Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik “Mwoya?”

“Aigooo kau berjalan cepat sekali, aku sangat lelah mengejarmu! Ya choi siwon, apa kau tadi tidak melihatku berdiri di luar cafe? Aku itu sedang menunggumu, tapi kau malah meninggalkan aku!”

“Waeyo?” tanyanya selalu singkat.

Aku mengatur nafasku dan berusaha sedingin mungkin mengatakan “Kita pulang bareng ya? Karena waktu itu kita satu bus, berarti rumah kita berada di arah yang sama, jadi karena ini sudah malam akan lebih baik jika kita pulang bersama.”

Tapi namja itu langsung jalan begitu saja, aigo..ottokhae? Kalau saja ini bukan jam 10 malam aku pasti berani pulang sendiri tanpa harus merendahkan harga diri untuk meminta pulang bareng dengan manusia ini, tapi sayangnya sekarang sudah malam. Aku takut pulang sendiri.

“Kau tidak bilang apa-apa, berarti kau setuju ya kita pulang bareng! Oh iya kau juga jangan geer ya aku minta pulang bareng, itu semua karena aku takut sekarang sudah jam 10 malam, bis pasti sudah tidak ada dan aku harus naik kereta. Kau pasti tahukan kalau di stasiun malam-malam begini banyak premannya? Tapi aku nanti akan turun sebelum kamu kok! Kalau sudah sampai lingkungan rumahku, aku baru berani pulang sendirian!” aku berbicara seorang diri seperti orang gila.

Dan akhirnya dia juga mengeluarkan suaranya yang mahal “Apa kau tidak lelah?”

“Ah ani, jalan seperti ini sudah biasa untuk ku!”

“Bukan itu maksudku! Maksudku, apa mulutmu tidak lelah karena terus berbicara? Aku saja yang hanya mendengarmu berbicara rasanya lelah.”

“Hahh..Omo, jadi selama ini kau terus mendengarkan aku? Aku kira aku berbicara dengan angin dan baru kali ini juga kau memberikan respon terhadap perkataanku. Aku juga menghitung kau berbicara 3 kalimat, wah daebak! Apa kau tidak lelah berbicara sepanjang 3 kalimat itu?” aku membalasnya dengan panjang.

Dia menarik nafas panjang “Aigooo..susah-susah!”

“Apanya yang susah?” akhirnya kami sampai di stasiun dan langsung naik kereta.

Aku mengulang pertanyaanku “Ya, apa yang susah?” dia hanya menghela nafas dan aku tertawa melihat responnya yang seperti kewalahan menangani aku “Hahaha, aku sangat senang menggodamu. Habisnya aku jarang banget ketemu sama orang yang enggak mau komunikasi sesama manusia.”

“Buatku, kamu adalah kasus pertama yang malas bicara, orang yang pelit ngomong! Tapi aku yakin, suatu saat nanti kasusmu ini bisa aku pecahkan. Aku jamin, kau pasti nanti akan senang berbicara denganku dan bahkan bisa banyak bicara juga ke semua orang!” Lanjutku.

Siwon menggeleng “Jangan sampai aku tertular virus cerewetmu! Andwae, aku tidak mau menyakiti orang-orang yang ada di sampingku karena mendengar aku terlalu banyak berbicara!”

“Omoo..barusan kau berbicara 22 kata denganku, wahhh itu suatu kemajuan! Hihihi tuh kan kau sudah mulai merasa nyaman berbicara denganku kan?” aku meledek siwon.

“Terserah!” jawabnya singkat sambil memejamkan mata berusaha untuk tertidur.

Aku iseng membuka matanya dan sontak dia langsung marah “Ya, Bae Suzy!”

“Jebbal jangan tertidur, temani aku mengobrol! Aku tidak mau tertidur karena takut nanti kebablasan!”

“Tidur saja, nanti aku akan membangunkanmu kalau sudah sampai!” kata manis pertama siwon yang ia ucapkan padaku, aku harus mencatat tanggal kejadian langka ini di diary ku hihihi.

***

# Author Pov

Keesokan harinya di sekolah, suzy terus senyum-senyum sendirian mengingat kejadian semalam. “suzy-ah, gwaenchana?”

“Neh, gwaenchana! Wae?”

“Ani, habisnya kau ketawa-tawa sendirian, aku hanya takut kau kenapa-napa!”

Suzy berjalan mencari kelas Siwon “Ah hak! Igo..” kemudian dari jauh dia melihat seorang gadis sedang memberikan sepucuk surat kepada Siwon. Setelah memberikannya, gadis itu langsung berlari dan tertunduk malu.

Siwon membuang surat itu begitu saja. Suzy yang menjadi saksi mata atas kejadian itu hanya berkomentar “Dasar pria sombong!”, dia mengambil surat yang dibuang oleh Siwon, kemudian berlari mengejarnya.

“Annyeong Siwon Sunbae! Apa kau langsung berangkat ke cafe?”

Siwon diam tidak menjawab pertanyaan Suzy. Suzy yang sudah terbiasa diacuhkan Siwon tidak terlalu mengambil hati, dia terus mengekor Siwon dan berbicara panjang lebar “Kalau kau diam itu berarti iya! Kita berangkat ke cafe bareng ya? Oh iya..kalau sampai sana jam 5 berarti kita tidak perlu pulang jam 10 kan? Hey jawab aku!”

“Ani!”

“Chuwa! Berarti kita pulang jam 9 ya nanti? Ya kan?”

“Neh!” jawab Siwon lagi-lagi sangat singkat.

Suzy tersenyum “Baguslah kalau begitu..jadi saat kita pulang nanti masih ada bus, dan aku bisa pulang sendiri nanti!”

Kemudian Suzy menyerahkan surat yang dibuang tadi kepada Siwon “Yeogi! Tadi tertinggal!”

“Mwoya?..Igo..”Siwon mengenali surat yang Suzy berikan kepadanya.

Suzy hanya tersenyum, dia berkata “Aku tadi melihat saat siswi itu memberikan surat ini padamu! Butuh keberanian tingkat tinggi bagi dirinya untuk menyerahkan surat ini padamu! Tapi dengan kejamnya kau malah membuang surat ini, tanpa kau baca terlebih dulu! Nappeun namja!”

“Aku tidak peduli apa isi surat itu! Buang saja!” perintah Siwon.

Suzy memicingkan matanya ke arah Siwon “Andwae! Setidaknya kau harus tahu dulu apa isi surat ini!”

“Sini!” Siwon merampas surat itu dari tangan Suzy dan saat dia akan membuangnya Suzy merampasnya kembali “Oh hok!”

“Mwo? Oh hok? Hahh bahasa apa itu?! Cewek aneh!” celetuk Siwon.

“Kalau kau tidak mau baca surat ini, biar aku yang bacakan surat ini untukmu! Dengar baik-baik….”

Suzy membacakan surat cinta itu kepada Siwon dan Siwon menahan tawanya saat melihat ekspresi lucu Suzy yang mengapresiasikan surat itu. Setelah selesai membaca Suzy jadi terbawa perasaan “Omooo…ippeota! Ternyata dia sudah memendam perasaan kepadamu selama 1 tahun, daebak! Otte?”

Suzy menanyakan pendapat Siwon tentang surat tersebut tapi Siwon malah tertidur. Dia marah dan berteriak ke arah Siwon “Ya Nappeun namja! Kenapa kau malah tertidur? Apa kau tidak dengar tadi surat yang aku bacakan?”

“Kau ini berisik sekali! Apa kau pikir ini bus pribadimu? Lihatlah..orang-orang itu sedang menatapmu!” jawab siwon dengan mata setengah mengantuk.

Suzy memperhatikan ke sekeliling bus, benar ternyata perkataan siwon. Mata-mata orang di bus itu sedang mengarah kepadanya, mungkin mereka mendengar saat Putri berteriak ke arah Siwon. Putri membungkukkan badannya 90 derajat “Choseonhamnida yorebbeun!”

Kemudian dengan pelan dia berkata “Ya Choi Siwon! Apa kau tetap ingin membuang surat ini?”

“Neh!”

“Kurom..karena kau sudah tahu isi surat ini, jadi tidak apa-apalah kalau surat ini dibuang! Mianhae!” Suzy meminta maaf saat membuang surat cinta itu.

Sesampainya di cafe, mereka langsung merubah seragam sekolah menjadi seragam cafe. Saat sedang bekerja, Suzy selalu menganggu Siwon. Mulai dari menghalangi jalan Siwon, mengambil order pelanggan Siwon tapi Siwon tidak memarahinya.

Siwon hendak mengantarkan pesanan tapi lagi-lagi Suzy menghalanginya, dia tidak terus meledek Siwon dan memberikan jalan kepada Siwon “Minggir!”

“Bukannya minggir tapi permisi!” ledek Suzy.

“Awas!”

“Permisi….bukannya awas!” jawab Suzy.

Siwon mengalah kepadanya “Permisi..”

“Kurom..silakan!” jawab Suzy membukakan jalan untuk Siwon.

Kemudian Unso Ahjumoni menegur Suzy “Bae Suzy! Apa kau sedang menghalangi seseorang untuk bekerja?”

“Ani Ahjumoni! Aku hanya sedang melihat-lihat saja!”

***

Pulang kerja, Suzy berjalan sendirian. Dia tidak mau menunggu Siwon karena takut Siwon berfikir yang bukan-bukan tentang dirinya, meskipun dia sangat ingin pulang bersama Siwon. Sangat sepi baginya jika harus pulang seorang diri.

Suzy menoleh ke belakang, berharap ada Siwon di belakangnya dan ternyata dia benar. Siwon sedang berjalan di belakangnya, dia langsung berlari menghampiri Siwon “Kyaaaaa…asyik kau naik bus juga! Kita jadi pulang bareng deh!”

Di perjalanan Suzy diam sebentar, dia tengah sibuk memandangi Siwon kemudian Siwon menoleh ke arahnya “Mwoya?”

“Ah ani! Aku hanya berfikir apa kau ini punya kepribadian ganda? Habis tadi saat melayani tamu di cafe, kau bisa tersenyum sangat tulus dan ikhlas. Tapi selain melayani tamu..kau tidak pernah tersenyum lagi! Apa senyum mu itu begitu mahal sehingga selalu saja kau sembunyikan?”

Kemudian Suzy melanjutkan kalimatnya “Aku akui kau ini memang tampan tapi percuma saja kalau wajahmu selalu masam..Kau itu sama saja seperti sayur asam! Itu lucukan? Hahaha…Aih tidak lucu ya untukmu?”

“Coba donk kau tersenyum..pasti tambah tampan! Kalau senyum untuk ku bagaimana? Senyum yang seperti ini nich..hiiii…begini…Hei Choi Siwon bisa tidak senyum seperti ini?” Suzy menarik sudut bibirnya sehingga membentuk sebuah senyum yang terpaksa dan wajahnya terlihat lucu sehingga Siwon sempat tersenyum simpul.

“Oh hok! Kau tersenyum barusan! Omooo..aku berhasil membuatmu tersenyum! Aku lucu ya?” ledek Suzy.

Siwon buang muka “Hahh geer!”

“Ani..aku tadi memang melihat kau tersenyum! Sudahlah kau tidak perlu bohong! Kau sudah tertangkap basah olehku!” jawab Suzy.

#Suzy Pov

Sudah 2 hari Siwon tidak masuk sekolah dan bekerja di cafe, dia kemana ya? Waktu latihan club basket minggu ini, dia juga tidak hadir! Apa aku bertanya ke Minho Sunbae aja? Tapi..nanti dia berfikir yang bukan-bukan tentang aku!

Ah itu dia Sunbae panjang umur! Baiklah aku bertanya saja padanya “Annyeong Sunbae!”

“Oh Suzy-ah mwoya?”

“Apa kau tahu kemana Siwon Sunbae pergi? Karena bos kami di cafe bertanya kepadaku dan aku tidak tahu harus jawab apa!”

Minho langsung tertawa mendengar ucapanku “Bukankah Siwon sudah minta ijin sama bosnya di cafe? Ini cuma akal-akalan kamu aja kan Suzy?”

“Ah ani..Bos memang bertanya kepadaku, ah mungkin saja dia lupa kalau Siwon sunbae telah memberitahunya makanya dia bertanya lagi kepadaku!” aku langsung cepat-cepat mengeles.

“Saat ini dia sakit! Mungkin karena kelelahan. Kemarin lusa saat dia pulang kerja, dia mendapat kabar kalau neneknya di Busan sakit! Makanya dia langsung pergi ke Busan untuk melihat keadaan Ohmeoninya.”

“Kemarin saat dia pulang..mungkin karena terlalu lelah kondisi tubuhnya pun sempat drop, makanya hari ini dia tidak masuk karena sedang sakit.” Terang Minho.

Dengan menunjukkan muka yang tidak terlalu antusias, aku meminta kepada Minho untuk memberitahukan alamat rumah Siwon “Apa sunbae punya alamat rumahnya?”

“Kau mau menjenguknya? Apa kau tertarik kepadanya Suzy? Wahhh kalau itu benar aku jadi patah hati deh!” ledek Minho.

Buru-buru aku mengelaknya “Ah ani Sunbae! Aku hanya kasihan saja padanya tidak lebih dari itu!”

“Oh Chuwa..ini aku tuliskan alamatnya!” setelah selesai menulis di secarik kertas kecil, Minho sunbae memberikannya padaku.

“Gomawoyo Sunbaeneem!”

“Cheonmaneyo! Hei aku titip salam untuk Jiyeon ya!” Sunbae berbisik di telingaku.

“Omoo ada hubungan apa? Kau tidak mungkin kasihan padanya kan? Karena dia sedang tidak sakit!” aku meledek sunbae.

Dengan cool sunbae hanya berkata “Yah miriplah denganmu! Jjane..aku pergi dulu!”

Setelah mendapatkan alamat Siwon, aku pun tidak membuang-buang waktu..pulang sekolah ini, aku akan langsung ke rumahnya. Entahlah apa yang nanti ada di pikirannya saat melihatku berkunjung ke rumahnya.

-To be continue-