Title                 : (SongFic) First Love

Author             : thefeysture (thefeysture.wordpress.com)

Cast                 : Lee Donghae, Han Sehyun

Rating                         : PG – 17

Author’s note  : Dengarkan lagu “FIRST LOVE – Lee Donghae”

Lalu setting dengan “Repeat – Current Song”

Sebelumnya, kalian harus baca translate dari lagu ini agar lebih mendalami makna lagunya.

Thanks ^o^

 

***

Seoul, 2012

I’m your only oppa

You’re my only woman

I will always there for you

Lelaki berjas hitam itu terus memainkan jari-jari panjangnya diatas grand piano dihadapannya. Suara dari bibir miliknya terus menyanyikan lagu ciptaannya itu. Matanya terpejam seakan menikmati setiap dentingan nada yang berdentang. Rambutnya yang hampir menutupi matanya, terus berkibar pelan karena sepoi sepoi angin yang berhembus dari jendela rumah kacanya.

Sesosok gadis cantik, duduk disampingnya. Ia memegang ujung kursi piano yang di dudukinya seraya menggoyangkan kakinya pelan. Matanya terpejam untuk menahan segala perasaan yang menggelora di dadanya. Dadanya terasa sesak saat mendengar suara lelaki di sampingnya. Suaranya mungkin tak sebagus Kyuhyun Super Junior ataupun JYJ Junsu, tetapi suaranya mampu membuat gadis disampingnya harus menahan nafasnya berkali-kali.

Ingin gadis itu berteriak karena perasaannya yang terlalu bahagia mengingat lagu ini khusus diciptakan untuknya.

Oppa, lagu ini untuk siapa?

Lelaki itu hanya tersenyum manis. Sangat manis.

Gadis yang memakai mini dress putih itu membiarkan bajunya sedikit tertiup angin. Ia terlalu menikmati hembusan angin yang membawa suara laki-laki itu masuk ke dalam telinganya, masuk ke dalam syaraf pendengarannya hingga sampai ke otak yang diteruskan dengan perintah membuat bulu kuduknya merinding tak karuan.

***

2 February 2006

Salju turun di sepanjang jalan itu. Tak banyak orang yang berlalu lalang karena salju terus saja memutihkan segalanya walaupun kebekuan telah melanda. Gadis dengan sweater putih itu sedikit berlari kecil. Ia memakai celana jeans panjang dan sepatu sport miliknya. Dan tak lupa winter hat warna putih miliknya. Rambutnya yang diikat dua itu terus berkibar seiring langkah kakinya yang semakin cepat. Wajah putihnya mulau berubah pucat, asap dari hidungnya yang bernafas tak teratur semakin tebal. Berkali-kali ia membungkukkan badannya karena menabrak orang-orang disekitarnya.

Langkahnya berhenti di depan sebuah rumah yang berada di perumahan mewah. Rumah itu tak tampak mencolok walaupun rumah kacanya sangat berbeda dengan rumah disekitarnya karena rumah di sekitarnya pun dibangun dengan berbagai konsep yang tak biasa pula. Dengan cepat gadis ini membuka gerbang kayu rumah kaca ini dan berlari menyusuri taman di pekarangan rumah itu.

BRUK

Gadis itu terjatuh, karena sebuah batu yang menghalangi langkahnya. Ia meringis pelan karena melihat tangannya sedikit terluka. Tetapi, dia segera bangkit setelah membuka kenangannya yang terjadi sekitar 30 menit yang lalu.

 

Sesosok gadis tak henti-hentinya menggerakkan jari-jari lentiknya diatas sebuah keyboard laptop miliknya. Berbagai buku tergeletak begitu saja diatas meja belajarnya, membuat meja itu penuh tanpa menyisakan ruang diatasnya. Tiba-tiba, ponsel nya berbunyi yang langsung membuatnya mendecakkan lidahnya. Ia mendorong pelan kursi yang di dudukinya dan beranjak mengambil ponselnya di atas tempat tidur.

‘Omma is Calling’

Terbesit dipikirannya untuk tidak mengangkat telepon itu. Tapi mengingat ibunya yang bisa menceramahinya selama berjam-jam hanya karena tak menjawab teleponnya, membuatnya menggeleng pelan dan mengangkatnya.

“Yeobse…..”

“Han Sehyun!” Teriak orang dibalik telepon.

“Ne, Omma,”

“Kau sudah makan?Huh?”

“Belom, omma” jawabnya pelan.

“Sehyun-ah, omma tahu kau sibuk dengan tugas akhirmu, tapi kau bisa sakit jika seperti ini.”

“Aku tahu, omma. Sebentar lagi aku akan makan, ne?”

“Kau tahu Sehyun-ah, ini kesembilan kalinya omma meneleponmu hari ini, dan kau terus berkata seperti itu! Kau hanya makan roti dan segelas susu, Sehyun-ah. Makanlah dulu, atau omma akan ke flat mu saat ini juga!” Ancamnya.

“Mwo? Arra, omma. Aku akan makan sekarang. Aku masih memiliki sisa kimchi yang kemarin,” kata gadis itu. Gadis itu mengangguk beberapa kali sebelum mengakhiri teleponnya.

Ia duduk sebentar di tempat tidur berwarna putih itu lalu berjalan menuju dapur di flat kecilnya. Ia mengambil kimchi dari lemari pendinginnya lalu memasukkannya ke dalam microwave. Setelah beberapa menit, ia pun menyantapnya hanya sekedar untuk menyinarkan kekhawatiran ibunya akan dirinya.

Memang benar, gadis itu terlalu ambisius. Menginginkan segalanya yang terbaik untuk segalanya bagi hidupnya. Ia akan lupa segalanya ketika menginginkan sesuatu yang harus ia capai. Termasuk tugas akhir yang harus segera dikumpulkannya. Tak ada seorangpun yang bisa menghentikan niatnya ketika aura ambisius membekapnya seperti saat ini.

Ponselnya kembali berbunyi. Setelah meletakkan piring kimchinya yang telah habis di bak cucian, gadis yang memakai celana pendek dan kaos kebesaran ini pun segera memasuki kamarnya lagi untuk mengambil ponselnya. Senyum merekah di bibirnya ketika melihat ponselnya.

‘UriFishyHae is Calling’

“Yeobseyo, oppa”

“Hyun-ah,” suara lelaki yang meneleponnya tampak sangat lemah.

“Oppa? Gwaencana?”

“Aku rasa aku demam, Hyun-ah”

“Mwo? Oppa, kau tunggu aku disana, ne?”

“Hmm” jawabnya pelan.

Ya, tak ada seorangpun yang bisa menghentikan niatnya ketika aura ambisius membekapnya kecuali lelaki itu.

 

Han Sehyun berjalan melalui pintu otomatis itu dengan tergesa-gesa. Luka di tangannya tak dihiraukannya. Ia menaiki tangga menuju lantai dua rumah yang di kelilingi oleh kaca itu dan sampailah dia di sebuah pintu kaca juga namun ditutupi kain dari dalam. Ia meraih pegangan pintu itu dan membukanya perlahan.

“Oppa?” Panggilnya pelan. Matanya membesar saat melihat ‘oppa’nya sedang menikmati salju di balkon kamarnya.

“Oppa! Kau kan sedang sakit, ayo masuk!” Teriaknya yang membuat lelaki yang dipanggilnya menoleh kearahnya dan tersenyum manis.

“Kemarilah, Hyun-ah” Gadis 163 cm itu melangkahkan kakinya mendekati lelaki itu.

“Donghae oppa, ayo masuk! Aku tak mau kau sakit. Jebal, ne?” Katanya sambil memegang erat tangan lelaki yang dilapisi jaket kainnya.

Donghae mengulum senyum di bibirnya, “Baiklah. Kajja!” Gadis itupun tersenyum senang mendengarnya. Ia menutup pintu kaca di balkon itu dan menutupnya dengan korden. Lalu ia menghampiri Donghae yang tengah duduk di tempat tidurnya. Sehyun duduk di pinggir tenpat tidur dan menatap Donghae dengan cemas.

“Tidurlah, oppa!” Pintanya pelan.

“Keurae!”

Gadis itu menyelimuti tubuh lelaki dihadapannya lalu kembali duduk dan mengelus dahi lelaki itu. Mereka berdua saling tersenyum satu sama lain. Donghae mencoba memegang tangan Sehyun yang berada di dahinya.

“Ahh..” Sehyun merintih pelan yang membuat Donghae menyadari ada sedikit luka di tangan kekasihnya itu.

“Akan kuobati lukamu!”

“Jangan sekarang! Tidurlah dulu, aku akan baik-baik saja, oppa”

“Baiklah. Hyun-ah, tetaplah disini,”

“Aku tidak akan pergi dari rumahmu. Oppa” kata Sehyun sambil tersenyum kecil.

“Bukan. Bukan itu. Jangan pergi dari hidupku. Sekarang dan selamanya”

Sehyun terperangah mendengar perkataannya dan dalam sekejab ia memberikan senyum terbaiknya, “Aku akan terus bersamamu. Sekarang dan selamanya.”

Mereka berdua tersenyum puas. Donghae mulai memejamkan tangannya ketika menyadari ada sentuhan lembut di bibirnya dan diikuti suara lembut tepat di telinganya.

“Jaljayo!”

 

***

Seoul, 2012

Dentingan piano itu terus mengalun tiada henti. Kedua insan itu terus menikmatinya tanpa menyadari keadaan sekitarnya. Alunan lembut itu segera memenuhi setiap ruang kosong di otaknya, tubuhnya, dan hatinya.

I want to say I love you, I want to say I love you

This is something I want to give

Snow falls outside the windows

Below the street light

There are you with me in that hug

 

Suara merdu laki-laki itu kembali terdengar membuatnya kembali menahan nafas. Di satu sisi, gadis itu agar lelaki dihadapannya segera menyelesaikan permainannya karena ia sudah tak tahan dengan gejolak di hatinya. Di sisi lain, ia begitu menikmati setiap alunan lagu yang menyapa hatinya.

Tanpa terasa setetes air mata keluar melalui sudut matanya. Tak deras, hanya beberapa tetes yang menunjukkan bahwa hatinya sangat tersentuh dengan ketulusan lelaki disampingnya.

I’m your only oppa

You’re my only woman

Oppa will only love you

Lelaki itu mengakhiri permainan pianonya dengan sangat indah. Ia membuka matanya perlahan dan tersenyum kecil. Ia menatap gadis disampingnya yang sedang membuka matanya dengan sangat perlahan. Detik berikutnya, mereka sudah saling bertatapan dengan senyum di bibir keduanya.

“Han Sehyun, i’m your only oppa” Ia menatap mata gadis dihadapannya dengan sangat intens “and you’re my only girl” Ia menarik nafasnya dengan sangat perlahan “Now and Forever”

Ia mendekatkan wajahnya dan mencium lembut kekasihnya. Tak ada nafsu, hanya ada perasaan cinta yang begitu besar dari dalam hatinya.

“Saranghaeyo. . . . . Donghae oppa”

 

***

THE END

 

Iya, aku tahu ff nya flat banget haha tapi inilah yang aku bayangkan dipikiranku ketika mendengar lagu First Love – Donghae. Aku menganggap diriku adalah Han Sehyun #plak hahaha