Author : Hikachovy (@Raechanyz)

Cast : Eunhyuk Superjunior

Genre : Sad, Romantic, Angst

Rating : General

===================

“Hyuk-ah, apa yang kau lakukan disini?”

Aku melirik ke belakang dan mendapati Leeteuk Hyung sedang menatapku iba. Apakah aku terlihat seperti orang yang menyedihkan? Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Leeteuk hyung barusan lalu kembali melihat ke luar jendela.

“Masih mengharapkan surat darinya?” tanyanya lagi. Dan kali ini tepat sasaran. Membuatku tiba-tiba merasa kesulitan untuk bernapas. Tenang Hyuk-ah. Jangan perlihatkan kesedihanmu di depannya. Aku berusaha mengumpulkan tenaga sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Leeteuk Hyung. “Ne.” kataku singkat.

“Hyuk-ah….” Leeteuk Hyung menepuk pundakku dan aku sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia akan menyuruhku melupakannya dan memulai hidup baru.

“Lupakanlah dia dan mulailah hidup baru. Kau tidak bisa seperti ini terus menerus.”

Aku tersenyum miris. Seandainya kau tau hyung, seberapa keras usahaku untuk melupakannya dan selalu berakhir dengan sebuah kesia-siaan. Aku mengepalkan tangan kuat-kuat berusaha meredam emosiku yang kembali memuncak. Aku benci setiap kali merasakan hal seperti ini. Aku benci saat orang-orang memintaku melupakannya sementara hidupku telah bergantung padanya. Dengan mengingat dirinya.

“Hyuk-ah…”

“Aku ke kamar dulu Hyung.” Potongku cepat dan langsung berbalik menuju kamar.

Aku merebahkan diri di kasur dengan tangan yang tertempel di dahi. Gadis bodoh! Apa kau tau seberapa besar rasa rinduku padamu sekarang? Tidak  bisakah kau kembali sebentar saja? Kumohon kembalilah.

Air mataku kembali menetes. Rasa perih itu kembali terasa. Jantungku serasa dikoyak ribuan pisau tajam hingga membuatku kesulitan bernapas. Rasanya menyakitkan. Sangat menyakitkan. Seperti inikah perasaanmu dulu saat aku mengabaikanmu? Beginikah caramu menghukumku?

Aku bangkit dari tempat tidur dan mengambil secarik kertas yang ada di atas meja di samping tempat tidur. Kertas itu sudah semakin lusuh dengan goresan tinta yang semakin pudar. Aku memperhatikan kertas itu dan kembali membacanya. Entah sudah berapa ribu kali aku membaca tulisan yang ada di atas kertas ini. Setiap kata bahkan tanda baca yang ada di dalamnya sudah kuhapal di luar kepala. Semakin aku membacanya, semakin besar rasa rinduku padanya. Ya Tuhan, tidak bisakah kau mengirimkannya kembali padaku?

To : Monyet Tampanku :3

Oppa, Annyeong.

Ah, Selamat Tahun Baru!! ^o^

Wuaaah! Tidak terasa sekarang sudah tahun 2010 lagi. Bukankah waktu berlalu dengan begitu cepat? Ehehehehe.

Oppa, apa kau masih ingat padaku? Apa kau merindukanku?

Oppa, bagaimana kabarmu? Kau hidup dengan baik kan? Makanmu teratur kan? Kumohon jagalah dirimu baik-baik. Kau tau kalau aku selalu memperhatikanmu dari sini kan? Kau tau kalau aku akan sedih jika kau tidak baik-baik saja kan? Hiduplah dengan baik dan berbahagialah. Karena hanya itu satu-satunya yang kuinginkan di dunia ini.

Oppa…

Mungkin ini adalah surat terakhir yang akan kau terima.

Jika kau memang benar menerima surat ini, berarti total surat yang kau terima ada enam buah. Benar tidak? Ahahahha~ kau pasti sangat terganggu dengan surat-suratku kan? Mianhe. Tapi itu adalah hukuman untukmu karena telah mengabaikanku selama ini. Kekekek

Ah, baiklah aku hanya bercanda. Kau boleh membuang bahkan membakar semua surat-suratku. Tujuanku menulis surat ini hanya untuk membuatmu kuat. Dan tiga tahun sudah berlalu sejak kepergianku. Kau pasti sudah semakin kuat, bukan?

Oppa…

Lupakanlah aku…

Hiduplah dengan baik…

Berhentilah menyiksa diri sendiri..

Kau pasti heran kenapa aku bisa mengatakan ini semua? Ahahaha~ aku ini gadis bodoh yang jenius oppa! Aku tau segala hal tentangmu. Dan aku tau bahwa kau memiliki kemungkinan besar menyiksa diri sendiri karena kepergianku. Benar tidak?

Oppa…

Jika kau menyayangiku, kumohon lupakanlah aku dan carilah wanita baik yang bisa membuatmu bahagia.

Aku tidak akan lagi menjadi bayanganmu.

Aku akan melepaskanmu.

Jadi sudah saatnya bagimu untuk melepaskanku juga. Kau tau maksudku kan?

From : Gadis bodohmu yang cantik :p

HRE

Kenapa? Kenapa kau harus melepaskanku disaat aku akan meraihmu? Kenapa kau harus menyerah disaat aku ingin berjuang? Kenapa kau harus memperhatikanku disaat kau tau bahwa kau akan meninggalkanku? Kenapa kau harus melakukan ini semua?

Tidakkah kau merasa bahwa kau telah kejam padaku?

Setidaknya, kau harus mengirimiku surat sampai aku mendapatkan penggantimu bukan?

Kenapa suratmu harus berakhir di tahun 2010?

Tidak taukah kau bahwa suratmu selama ini adalah penopang hidupku?

Apa yang harus kulakukan tanpamu?

Aku merindukanmu. Aku sungguh merindukanmu.

Aku membutuhkanmu.

Rae-ya, Saranghae…

I’m miss you like I’m going to be crazy
Wanting to stop and forget like I’m going to be crazy
I’m tired… I’m so tired… my tears cover my eyes
Even now your image still remains

~~~~~