confidence
Author :  Kim HyeJin
Main Cast : SHINee Kim Jonghyun, Kim HyeJin as YOU
Support Cast : Super junior & SHINee
Length : Oneshot
Genre : Fluff
Rating : G
poster by : Park Kyungjin, Gomawo onnie^^
A/N : part ini kayanya bakal panjaaaang, tpi gak tau juga menurut kalian ini panjang apa pendek lol. 17 page ms.word , tau deh panjang atau gak ^^v semoga gak ngebosenin aja ya^^
GOMAWO YA BUAT KOMEN 2Kim Story just you yeobo! kemaren Komennya bikin semangat sumpah!!^^ #hugGooDReaders. Komennya ditunggu lagi loh#tebar kolor(?)
Happy reading

24 januari 2012
Tring tring
Hyejin mengambil android putihnya dan memeriksa pesan masuknya.

From : Kyunie oppa
Jelek!!
Bagaimana kabarmu??
Hyejin mendengus kesal membacanya.

To : Kyunie oppa
Berhenti mengataiku jelek! Cho kyuhyun pabo!!
Kabarku buruk jika ada kau!!

From : Kyunie oppa
Eeii kalau aku pabo, aku tidak akan memenangkan olimpiade matematik^^
Ya! sopanlah sedikit pada oppamu Kim Hyejin!!

To : Kyunie oppa
=.=
Terserah.
Kau sendiri saja tidak sopan pada hyungmu, cho kyuhyun kau harus ingat itu, aku menirumu^^
Ingat kita satu darah, darah iblis. Hahahaha~

From : Kyunie oppa
=.= apa-apaan itu?!!
Kau memang mirip oppamu, kalian berdua memang iblis !
Ckckck
Hahaha, kau masih mengingat statusmu. evilJin??
Hyejin terkekeh geli, rasanya sudah lama ia tidak berdebat dengan sahabat oppanya ini.

To : Kyunie oppa
Kau dan Heeppa yang kejam! Bukan aku -____-, aku hanya anak didik kalian berdua, kurasa.
evilJin? Itu nama yang aneh evilKyu*smirk                                       

From : Kyunie oppa
hassh, sudahlah.
Kenapa kita jadi membahas iblish?? =.= payah!
Aku kan ingin mengajakmu makan

To : Kyunie oppa
Mwo?! Makan?! Kita?!
Apa maksudmu kencan oppa??!!
Omona o.O

From : Kyunie oppa
-___-
Pikiranmu sempit sekali Kim Hyejin.
Hei, kriteriaku tinggi kekeke~
Hyungdeul mengajakmu makan bersama mereka di dorm, hari sabtu besok. Bisa tidak?!!

To : Kyunie oppa
*kick* aku hanya bercanda pabo!
Sabtu? Uhm, bagaimana ya..
Besok aku hubungi lagi saja oppa, bisa atau tidaknya.

From : Kyunie oppa
Oh, Jinjja!
Sok sibuk sekali, yang artis itu kau atau aku huh?!!
Ckckckc

To : Kyunie oppa
Ya! cho kyuhyun!!
Kau pikir aku tidak punya dunia lain selain datang ke dormmu hah?!!

From : Kyunie oppa
Kkekeke~
Memang apa lagi yang jadi penghalang buat datang ke dorm artis terkenal seperti kami??
Ayolah, banyak yeoja yang ingin masuk ke dorm kami Hyejin-ah
Haish, narsisnya kambuh lagi?? -____-

To : Kyunie oppa
-________-
Kau lupa?
Jonghyun ehm?

From : Kyunie oppa
Aigo, bagaimana bisa aku melupakan makhluk itu kekeke~

To : Kyunie oppa
Ya! apa maksudmu dengan makhluk itu hah?!!
Dia manusia, tidak sepetimu yang iblis.

From :Kyunie oppa
Hahahaha~
Terserah, jam 3 aku akan menjemputmu titik ^^
Hyejin menghela nafas, ia meletakkan androidnya di sampingnya. Biarlah lagi pula sudah lama ia tidak berkumpul dengan keluarga oppanya.
000
27 januari 2012
“jinjja!! Ini berat oppa!! Bantu aku membawanya” keluh Hyejin yang membawa 3 kantung belanjaan di kedua tangannya. Sementra itu Kyuhyun yang ada di depannya terkekeh senang “itu hukuman untukmu karena sudah merusak kasetku, palliwa! Hyungdeul sudah menunggu” ia melangkahkan kakinya kembali dan meninggalkan Hyejin yang menggerutu di belakangnya.
Kyuhyun memasukkan kombinasi angka yang sudah ia hafal “cepatlah!!”
Klek
Hyejin buru-buru masuk dan meletakkan kantong belanjaan itu di dapur.
“Hyejin-ah!! Bogoshippo” Donghae langsung memeluknya erat.
“oppa! Lepaskan! Sesakkh”
“ya hyung lepaskan! Jika Heechul hyung tahu kau akan dibunuh karena sudah menyentuh adiknya”kata Siwon memperingatkan.
Hyejin menghirup oksigen banyak-banyak setelah terlepas dari pelukan Donghae.
“mana Kyuhyun? Kenapa kau yang membawa belanjaan ini Jin-ah?” tanya Siwon heran. Hyejin mengerucutkan bibirnya “dia kejam oppa! Aku disuruh membawa kantung-kantung berat ini sendiri”
“mwo?! Aish jinjja, anak itu!”
“oya Leeteuk oppa mana?”tanya Hyejin sambil mencari-cari sosok Leeteuk, sosok yang sudah dianggap oppanya sendiri.
“hyung belum pulang Jin-ah”kata Ryeowook yang sudah mulai mengolah bahan masakannya.”ow, mau kubantu oppa?”
“tidak perlu, kau berkumpul saja dengan yang lain”senyumnya.
“baiklah, aku kesana dulu ya oppa” Hyejin melangkahkan kakinya menuju ruang santai yang sudah di huni oleh makhluk-makhluk tampan, kecuali Cho Kyuhyun pabo tentu saja.
“bagaimana kabarmu Jin-ah?” tanya Yesung.
“baik, setidaknya sebelum aku bertemu dengannya”Hyejin melirik Kyuhyun yang tengah menjaili pasangan ikan dan monyet.
Yesung terkekeh pelan.
“bagaimana kabarmu dengan Jonghyun?”kali ini giliran Sungmin yang bertanya.
“baik oppa”
Shindong mengerutkan wajahnya tidak percaya”jinjja? Tapi kenapa ekspresi wajahmu menunjukkan sebaliknya?”
Hyejin tersenyum tipis, ia menggeleng pelan”masalah kecil”
“hei hei ada apa ini?”tanya Donghae ikut bergabung.
“tidak ada apa-apa oppa”
“cih, kau tidak pandai berbohong”cibir Kyuhyun yang kini sudah duduk di sebelahnya.
“aku pulaaaangg”
Hanya mendengar suaranya saja Hyejin sudah merasa hangat.
“OPPA!!”
“waa Hyejin-ah!! Sudah la—“
Bruuk!
Hyejin langsung memeluknya erat “oppa, bogoshippo”
Leeteuk tersenyum dan mengusap punggung Hyejin yang kini bergetar pelan.
“aigo, kenapa menangis eh? Ada masalah?” Hyejin melepaskan pelukannya, lalu menghapus air matanya “aniya, aku hanya merindukanmu oppa” Hyejin kembali mengisak kecil membuat Leeteuk membawanya dalam pelukannya kembali. Ia melayangkan tatapannya pada para dongsaeng yang sedang melihat mereka berdua dengan pandangan –apa-yang-terjadi-padanya?- dan dijawab serempak dengan gelengan oleh mereka.
“kau makin mirip ikan laut itu Jin-ah”
“ya! kenapa aku dibawa-bawa?”protes Donghae.
Kyuhyun mengangkat bahunya cuek.
Hyejin melepaskan pelukannya dan terkekeh pelan mendengar celetukkan Kyuhyun.
“kau ada masalah dengan Jonghyun? Apa perlu dia ku marahi karena sudah membuat dongsaengku menangis”
Hyejin cemberut”aku bukan anak kecil lagi oppa” tapi tak hayal dia senang, sangat senang karena perhatian dari Leeteuk.
“dan.. ini bukan tentang Jonghyun” ia terlihat ragu mengucapkannya
“baiklah kalau ini bukan masalah Jonghyun, ku anggap kau menangis karena aku yang mau wamil” Leeteuk tentu saja tidak bodoh dengan sikap yang ditunjukkan Hyejin, ia tahu kalau sudah begini pasti Hyejin sedang ada masalah. Hanya saja dia tidak mau menceritakannya, biarlah dia yang menceritakannya sendiri, Leeteuk tidak ingin memaksa.
“oppa!!”pekik Hyejin, matanya kembali berkaca-kaca. Jangan bahas masalah itu, setidaknya untuk saat ini sampai ia siap mendengarnya. Heechul, oppa kandungnya sudah lebih dulu masuk wajib militer dan tidak lama Leeteuk oppa kesayangnnya juga akan menyusul Heechul, god. Tidak ada yang lebih buruk dari pada ini selain kehilangan Jonghyun!
“aigo, sepertinya aku salah”sesal Leeteuk yang kembali mengusap air mata Hyejin.
“ck ck ck, berhentilah membuat drama melankolis seperti ini”gerah Kyuhyun menuai tatapan tajam dari Hyejin dan para hyungnya.
“mwo?”
“jinjja! Kau benar-benar iblis Cho Kyuhyun!! Tidak punya perasaan”kesal Hyejin tapi hal itu malah membuat Kyuhyun terkekeh sinis “kau baru tahu Kim Hyejin?”
“STOPPP!! Kalian berisik sekali huh!!” Siwon buru-buru melerai sebelum terlambat(?)
“masakannya udah belum?”teriak Shindong tidak menghiraukan aura-aura kelam disekitarnya.
“sebentar hyung, tinggal tunggu dagingnya”
“emang dagingnya dimana?”heran Hyejin sambil menghampiri Ryeowook yang tengah memasak.
“Key”
Hyejin memiringkan kepalanya”Key? Kenapa bisa ada di dia?”
“loh? Memang Kyuhyun tidak memberi tahumu Jin-ah, kami kan juga mengundang shinee untuk makan malam bersama kami”
“MWOYA?!!”
“memang kenapa?”tenang Kyuhyun sambil mengambil gelas dan mengisinya dengan jus jeruk lalu meminumnya.
Hyejin memandangnya tajam”kenapa tidak bilang padaku?!!”
“penting?”
Hyejin melengos keluar, ia mengambil tasnya “oppa, sepertinya aku tidak bisa makan malam bersama kalian, mungkin lain kali. Annyeong” ia membungkuk singkat dan langsung menuju pintu keluar.
Leeteuk yang kebingungan mengejarnya, ia melihat Hyejin yang mematung di depan pintu.
“Hyejin, annyeong”sapa Minho yang ada di hadapannya, entah kesialan apalagi yang menghampirinya saat membuka pintu ia malah bertemu dengan orang yang tidak ingin di lihatnya setidaknya untuk saat ini.
Hyejin hanya mengangguk kecil, merasa di perhatikan Hyejin melirik lurus kedepan dan saat itu tatapannya bertemu dengan Jonghyun.
“sudah datang? Ayo masuk masuk, Key kau di tunggu  Ryeowook di dapur”kata Leeteuk cepat ketika menangkap aura-aura kelam berada di sekitarnya. Mereka semua masuk, meninggalkan Jonghyun dan Hyejin berdua.
“ya! kalian berdua mau sampai kapan berdiri disana huh?! Cepat masuk”perintah Leeteuk dari dalam.
Hyejin memilih masuk kembali melihat Jonghyun mengedikkan kepalanya menyuruhnya kembali masuk ke dalam.
Ia meletakkan kembali tasnya dan tidak melakukan apapun selain bergelut dengan pikirannya sendiri.
“gwenchana?”tanya Onew yang mengambil duduk di sampingnya
Hyejin tersenyum”gwenchana oppa”
Onew, tidak bisa bertanya lebih lanjut lagi jika sudah begini.
“hei setan kecil, kau tau dimana ponselku?”
“mana kuatahu”
Kyuhyun mondar-mandir dihadapannya membuatnya gerah dan langsung melemparnya dengan bantal “ya! berhenti, aku pusing melihatnya!!”
Kyuhyun mendelik”cari ribut hah?”
“cish, aku tidak mau ribut saat ini!!”
Taemin terkekeh melihat tingkah hyung dan noonanya “oya, hyung tumben diem aja? Biasanya kan sudah nempel-nempel dengan Hyejin noona”
Lee Taemin kau ini polos atau apa?! =.=
“ah, Taemin-ah kau bantu Key di dapur sana”Minho mendorong badan Taemin untuk bangkit
“tapi hyung—“
Minho melotot galak, Taemin cemberut”baiklah”
Suasana hening kembali.
“aish! Kenapa suram begini sih?! Aku tidak tahu kalian ada masalah apa, tapi yang pasti malam ini kita harus bersenang-senang”ceria Eunhyuk di setujui dengan anggukan oleh semuanya.
Hyejin meninggalkan mereka ke dapur “oppa, kau punya soju? Boleh aku minta ?”
Ryeowook menatapnya bingung, lalu ia mengangguk dan segera menuju lemari penyimpanan. “ini”
“gomawo” Hyejin membuka penutup botolnya lalu menuangkannya kedalam gelas.
“hyung, aku boleh mencicipinya?”tanya Taemin pada Key dan di jawab dengan jitakan di kepala taemin
“ani!”tegasnya
“wae? Aku sudah 19 tahun”
“kubilang tidak ya tidak”
Hyejin terkekeh pelan lalu meneguk sojunya.
“ya! Kim Hyejin! Siapa yang menyuruhmu untuk minum hah?!”marah Leeteuk yang langsung merebut gelas berisi soju itu dari genggaman Hyejin.
“ayolah oppa, sedikit saja”rengeknya
Leeteuk menggeleng keras”tidak!!”
“oppa..”
“kau membantahku?”
Hyejin diam “arasseo”
“masalah tidak akan selesai dengan minum jinnie”
000
Kami terdiam disini, sunyi. Tidak ada suara yang keluar kecuali hembusan nafas kami berdua.
“kenapa dua hari ini kau selalu menghindariku?”tanyaku pelan.
Hening, ia tidak menjawab dan terus memandang keluar kaca mobil.
“tidak membalas pesanku dan mengangkat teleponku?”
Lagi, tidak ada jawaban yang keluar dari bibir manisnya. Aku menghela nafas”apa aku berbuat salah? Katakan padaku Jin-ah? Kalau kau diam terus, aku tidak tahu kesalahanku”
Aku masih terus menatapnya yang tidak mau melihatku, pikiranku terus bekerja berusaha mengingat apa saja yang ku lakukan 2 hari belakangan ini sehingga membuatnya marah.
“bagaimana kabar Sekyung onnie?” ia bersuara, tapi aku tidak mengerti apa maksud dari pertanyaannya.
“maksudmu?”
Hyejin menatapku dan mengulangi kata-katanya” bagaimana kabar Sekyung onnie, Kim Jonghyun?”
“kau bertemu dengannya kan kemarin?”
Bagaiman bisa dia tahu? “kau—“
Hyejin tersenyum miris “aku melihatnya, melihat semuanya bahkan. Melihat saat kau mengenggam tangannya, bagaimana kau memberikan pundakmu sebagai sandarannya..”
Aku menggeleng pelan”yang kau lihat tidak benar, kau salah paham Jin-ah”
“dan kau membohongiku..”
Kulihat air mata lolos membasahi pipinya tapi cepatcepat dia seka dengan kasar.
“aku tidak membohongimu sungguh”
“kau bilang kemarin tidak bisa datang menemaniku di apartemen kan? Tapi nyatanya saat aku jalan-jalan dengan Hyorin, aku justru melihatmu bersamanya. Kenapa harus berbohong? Kenapa tidak bilang padaku?”
“karena aku tidak mau membuatmu khawatir jika aku pergi dengan Sekyung, kau sendiri yang bilang jika aku kembali bertemu dengan Sekyung maka kau tidak akan berhenti memikirkanku, itu semua yang membuatku berbohong”
“tapi itu menyakitiku!!”
Aku manatapnya bersalah, ini salah paham Jin-ah. Aku tidak bermaksud melakukannya.
Tanganku tergerak untuk mengelus kepalanya tapi dia dengan cepat mengelaknya, membuatku miris dan sedih.
“aku pulang dulu ”suaranya serak, ia membuka pintu mobil dan membantingnya dengan keras bahkan sebelum aku menyelesaikan kata-kataku untuk berniat mengantarnya pulang.
Aku buru-buru membuka pintu dan mengejarnya.
“biar ku antar pulang”
Hyejin berusaha melepas tanganku dari lengannya”tidak perlu, aku pulang sendiri”
“ini sudah malam, kumohon biarkan aku mengantarmu”
Kurasakan ada cahaya mobil yang menyilaukan datang mendekat ke arah kami.
Brakk.
Seseorang turun dari mobil.
“Kyuhyun hyung”heran Jonghyun.
“fuuh, untung kalian belum jauh. Ini aku mau mengantar tasmu yang ketinggalan, kau ceroboh sekali!! Tapi, ngomong-ngomong kenapa kalian diluar seperti ini?!!” Kyuhyun hyung berbicara tanpa memberikanku kesempatan untuk berbicara.
“gomawo”setelah mengambil tasnya ia melangkah pergi meninggalkan kami begitu saja.
“Hyejin-ah!!” aku kembali akan mengejarnya tapi Kyuhyun hyung mencengkram lenganku ”aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian, tapi aku tahu kalian punya masalah. Jadi biarkan dia sendiri, biar aku yang mengantarnya”
Entah kenapa, nada suaranya berubah, menjadi sedikit dingin. Yang kulihat ia mengejar Hyejin dan Hyejin menerima tawarannya, terlihat jelas saat ia menurut untuk masuk kedalam mobil Kyuhyun hyung..
Mobil Kyuhyun hyung melewatiku begitu saja, meninggalkan dinginnya malam bersamaku sendiri.
000
Berulang kali tiap ada kesempatan Kyuhyun melirik Hyejin yang terdiam.
“ya! setan kecil, gwenchana??”
Hyejin menoleh dan tersenyum”gwenchana”
Kyuhyun menghela nafas berat, apa sih susahnya bercerita tentang masalahnya padanya!
“ceritalah, aku akan mendengarnya dengan baik”
Hyejin terkekeh pelan membuat Kyuhyun mengerutkan keningnya “wae?”
“aniya, ini seperti bukan kau oppa. Tumben sekali baik?”kekehnya lagi dan kali ini Kyuhyun tertawa kecil”tidak boleh eh?” Hyejin menggeleng ”kapanpun aku siap, aku pasti akan menceritakannya padamu”
Kyuhyun tersenyum dan mengacak kasar rambut Hyejin “hubungi aku jika kau sudah siap”
000
Hyejin membuka pintu kamarnya dan menguap pelan. Ia menuju dapurnya, mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih lalu meminumnya.
“makananmu sudah siap yeobo”
Burrr
Hyejin menyemburkan minumannya, ia cepat-cepat membalikkan badan dan menemukan Jonghyun duduk di meja makan dengan roti panggang dihadapannya.
“siapa yang menyuruhmu datang”nada bicaranta terdengar datar.
Jonghyun menatapnya sendu”kau masih marah? Biar ku jelaskan dulu, aku benar-benar tidak berniat membohongimu. Aku tidak ada maksud apa-apa pergi dengan Sekyung, ia hanya sedang butuh teman karena ia sedang ada masalah. Kami bertemu hanya untuk masalah itu tidak lebih”
Hyejin memandangnya tanpa ekspresi “leave me alone, aku lelah Jonghyun” ia beranjak pergi meninggalkan Jonghyun sendiri. Tapi belum ada beberapa langkah sepasang tangan kekar memeluk tubuhnya dari belakang.
“jangan begini, kumohon. Kau menyiksaku, aku merindukan Hyejinku.”
“kau yang menyiksaku?! Kau membohongiku hanya untuk bertemu dengan Sekyung onnie!!”
Jonghyun memeluknya makin erat”mianhae, mianhae. Aku tidak bermaksud begitu, aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir jika aku pergi dengan Sekyung, hanya itu.”
Hyejin mengigit bibirnya, sesusah itukah untuk memaafkan Jonghyun?
Ia melepaskan pelukan Jonghyun di perutnya, lalu berbalik menghadapnya. Ia menatap Jonghyun, dengan mata berkaca-kaca ia melihat kedalam mata Jonghyun mencari ketulusan dan kejujuran dari matanya.
Jonghyun merengkuh wajah Hyejin, memandang lurus kedalam matanya “aku salah, maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi kecerobohanku lagi, aku janji”
“aku tidak butuh janji, aku hanya butuh bukti. Bukti semua ucapanmu itu”
Jonghyun mengangguk “kau memaafkanku?”
“ne~  jika terjadi kedua kalinya, tidak semudah ini aku memaafkanmu Jonghyun” Jonghyun tersenyum dan mengangguk, ia membawa Hyejin dalam pelukannya. “Awww” Hyejin menatapnya sinis “itu balasan untukmu Tuan Kim”
Jonghyun mengelus perutnya yang baru saja di cubit kecil oleh Hyejin.
“kejam. .”
“memang” Hyejin melengos pergi meninggalkan Jonghyun sendiri.
Hyejin mengambil remote lalu menyalakan televisinya.
“ya! aku sudah membuatkanmu roti pangang kenapa tidak di makan??”
Hyejin menolehkan kepalanya pada Jonghyun yang ada di sebelahnya sambil membawa piring berisi roti panggang. Hyejin membuka mulutnya “aaaaa~” mengerti Jonghyun menyuapkan roti itu padanya. “aigo~ dasar bayi besar”kekeh Jonghyun.
Hyejin menyandarkan kepalanya pada bahu Jonghyun, ia menggelayutkan tangannya manja pada lengan Jonghyun “kau milikku Jongie! Hanya aku yang boleh…” ia menegakkan badannya lalu memeluk Jonghyun dari samping “memelukmu! Hanya aku yang boleh… “ kali ini ia mengenggam tangan Jonghyun, setelah menyingkirkan piring dari tangannya “mengenggam tanganmu! Hanya aku yang boleh..” ia mendekatkan diri pada Jonghyun, menatap matanya dalam “melihat matamu yang indah! Hanya aku yang boleh… “ ia mendekatkan wajahnya, lalu mengecup bibir Jonghyun “menciummu!”
Jonghyun tersenyum senang melihat tingkah manis yeojanya ini, ia mengacak gemas rambut Hyejin.
“satu lagi..”
“apa??”tanya Hyejin
“hanya aku yang boleh mendapat tempat special di hatimu”kata Jonghyun membuat Hyejin tertawa.
“tidak janji! Di hatiku masih ada Changmin oppa, Junsu oppa, Yoochun oppa dan MPPHH~ PHH~ KIMM~ JJONG~ YA!!”
Jonghyun terkekeh senang, sambil berusaha terus memasukkan roti itu secara paksa ke dalam mulut Hyejin.
“teruslah menyebut nama-nama namjamu itu”ejeknya

Flashback
25 januari 2012
Hyejin mendesah kecil “baiklah, jangan lupa makan yeobo”
Selesai menghubungi Jonghyun, ia buru-buru mencari nama Park Hyorin dalam kontaknya dan segera mengirimkan pesan yang berisi…..

To : Hyochan ^^
Park Hyorinnn~~!!
Temani aku jalan-jalan!!
Aku jemput sekarang, titik!
^^
Send
000
“hya~ lihat itu” tunjuk Hyejin pada jacket couple yang terpampang dibalik etalase. Sementara Hyorin sedari tadi hanya bersedekap dengan mengerucutkan bibirnya sebal, bukan tanpa alasan ia bersikap seperti itu. Itu karena saat ia sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya, ia langsung di seret untuk menemaninya jalan-jalan. =.=
Hyejin merangkul pundak sahabatnya “eii, jangan cemberut seperti itu, cantikmu akan hilang kalau cemberut seperti itu Channie” Hyorin mengangkat sebelah alisnya dan bergidik ngeri “lama-lama kau mewarisi bakat Jonghyun oppa, dasar pasangan gombal!” Hyejin hanya terkekeh menanggapinya.
Semetara itu Jonghyun sedang berada di sebuah restauran, berdua dengan mantan kekasihnya.”kau tidak memberi tahu Hyejin, kalau kita disini kan?”
Jonghyun tersenyum dan mengangguk kecil”tenanglah, aku tidak memberitahunya”
Sekyung menghela nafas”baguslah. Sebenarnya aku merasa tidak enak menemuimu tanpa izin pada Hyejin, tapi aku juga tidak mau kekasihmu itu mengkhawatirkan kita berdua jika bertemu. Karena aku tahu bagaimana perasaan yeoja jika namjanya pergi dengan mantan kekasihnya. Dan aku tidak mau Hyejin kepikiran kau terus” kekehnya.
Jonghyun tertawa kecil, ia menghela nafas pelan lalu memandang Sekyung” ngomong-ngomong kau mau cerita apa?” pertanyaan Jonghyun mampu membuat air muka Sekyung berubah.
“ya gwenchana? Kau ada masalah?” panik Jonghyun saat melihat air mata Sekyung mengalir begitu saja. “boleh aku bersandar di bahumu sebentar saja? Masalah ini membuatku pusing” sebagai seorang teman Jonghyun merasa prihatin, ia berpindah tempat duduk di sebelah Sekyung. Ia terlihat ragu untuk sekedar menepuk punggung Sekyun yang menangis di bahunya. Entah kenapa perasaannya tidak enak, tapi ia menghiraukan itu semua.
“gwenchana?” cemas Hyori melihat Hyejin yang berdiri mematung memandang dua orang yang berada di dalam restaurant di depannya.
“Hyejin-ah”
“gwenchana Channie” senyumnya, tapi malah membuat Hyorin meringis prihatin melihat senyum Hyejin yang lemah.
“tidak apa-apa kalau kita pulang sekarang?”

Flashback End
^o^
#tutup mata
Huee, maaf ya konfliknya gak banget, gak pinter buat orang tengkar!! Saya kan berhati lembut jadi gimana gitu kalo nulis orang berantem #alesan!
Konfliknya gini aja nih? Enggak dong HAHAHA
Oke, ditunggu komennya^^
Bisakah author minta komen banyak? Kaya di 2Kim just you yeobo!^^ kalo lebih juga boleh keke~
Author semangat kalo yang komen banyak!^^