It’s So Fast

Part 1

Cast:

Lee Chaeri (OC)

Cho Kyuhyun (suju)

Support cast :

Choi Minri

Cho Ahra

Member super junior

Genre : romance

Author : kyubum

Chaeri POV

“minri ya..aku pergi ke toilet dulu ya.” Bisikku pada minri. Dia hanya menganggukan kepalanya dan kemudian kearah kerumunan. Ya aku dan minri, sahabatku baru selesai menonton konser SS4 super junior. Choi minri memang sangat menyukai super junior, dia seorang elf. Yah aku akui aku juga mulai menyukai lagu-lagu mereka karena enak didengar. Mungkin yah aku termasuk kategori setengah ELF.

Aku lee chaeri kini aku sedang berkuliah di universitas seoul jurusan bisnis. Ayahku tinggal disingapura karena pekerjaannya. Dan kini aku tinggal seorang diri di seoul dan hanya ditemani temanku itu minri.

Kulangkahkan kakiku menuju letak toilet. Namun gedung ini terlihat kosong, karena yah semua elf tengah berkerumun menunggu mobil suju lewat dan pergi dari gedung ini. Karena tak kunjung ketemu. Aku pun memutuskan untuk naik kelantai dua. Begitu melihat tulisan toilet aku pun bergegas. Aku sudah tidak tahan lagi ingin mencuci mukaku. Yang terasa sangat yah tidak nyamanlah. Begitu aku keluar. Aku terkejut karena banyak gerombolan orang didepan pintu toilet. Aku pun menyembunyikan diriku dibelakang pintu.

“apa kalian harus melihatku buang air?” ujar seorang namja pada pria-pria tadi.

“ah mianhe. Tapi kami takut tiba-tiba ada elf yg datang.”

“sudahlah tidak apa-apa aku bisa menanganinya. Kalian pergilah, begitu selesai aku akan langsung menuju mobil.”

Aku pun mendengar suara pintu dibuka dan ditutup. Aku pun mengintip dari celah pintu melihat apa gerombolan itu sudah pergi apa belum. Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki menjauh pergi. Aku pun bernapas lega. Dan kemudian keluar dari toilet secara perlahan. Begitu aku membalikan badan. Terdapat sosok namja.

“omo…kau mengangetkanku.” Ujarku keras karena kaget

Namja itu hanya melihatku dari atas kebawah. Aku pun memicingkan mata. Sepertinya aku mengenali wajahnya. Ah dia cho kyuhyun, magnae suju itu. Yang sangat disukai minri.

“kau elf?” tanyanya.

“apa aku terlihat seperti elf?”

“iya karena kau menonton SS4.”

Aku hanya mendengus mendengar kata-katanya. Dan segera beranjak untuk pergi. Aku pun melewatinya.

“apa kau tidak mengenaliku?” ujarnya kembali membuatku berhenti melangkah. Aku pun membalikan badan.

“kau cho kyuhyun superjunior. Dan ya aku elf.”

“kenapa kau tidak histeris?”

Aku melongo mendengar penuturannya. “apa seorang elf harus histeris begitu melihat superjunior?”

Dia tersenyum begitu mendengar penuturanku. Kemudian menatapku tajam.

“menikahlah denganku.”

“MWOOOO????” ujarku kaget mendengar kata-katanya barusan. Hah…apa aku mimpi atau apa. Tiba-tiba saja baru bertemu dengan seorang artis yang langsung mengajakku menikah. Apa dia sedikit miring. Tiba-tiba ponselku bordering. Aku pun merogoh tas tanganku dan mengeluarkannya. Namun tangannyatiba-tiba dengan cepat menyambar ponselku dan mengangkat telepon lalu meloadspeakernya.

LEE CHAERiiii kau dimana??? Kenapa lama sekali. Apa kau tidak ingin melihat super junior pergi. Ayolah cepat kemari. Yeobseo kenapa kau tidak berbicara. Ah sudahlah pokoknya kau cepat kemari ya. Aku tunggu.

Klik

Telepon dari minri, ujarku dalam hati. Kyuhyun pun mematikan telepon lalu mengutak-ngatik sesuatu diponselku. Lalu dia menyodorkan ponselku kearahku. Aku menatapnya tajam seraya mengambil ponselku. Kemudian dia tersenyum lagi.

“lee chaeri menikahlah denganku.” Aku kembali melongo mendengar ucapannya.

“kutunggu besok jam 5 di butik preangel. Jangan terlambat.” Ujarnya seraya menjauh meninggalkanku yang masih melongo.

Tiba-tiba ponselku kembali bordering dan menyadarkanku. Telepon dari minri.

Wey

Chaeri kau dimana? Kenapa tadi tidak bicara. Omona super junior!!!!, pekiknya

Jangan berteriak ditelepon minri-ah

Ah mianhe…yah kau melewatkannya chaeri-ah

Sudahlah tidak apa-apa. Aku akan menunggumu didepan pintu keluar ya minri. Aku ingin langsung pulang. Aku lelah

Ya baiklah

Klik

Aku pun bergegas untuk menuju pintu keluar. Hah…chaeri tadi itu hanya sebuah ketidaksengajaan, lupakan!, ujarku mantap dalam hati.

Chaeri POV end

Kyuhyun POV

Aku baru saja masuk mobil dan meninggalkan gedung konser SS4. Aku benar-benar lelah sekali. Aku tersenyum begitu mengingat kelakuanku tadi pada elf didepan toilet itu. Ah kenapa aku bisa melamarnya didepan toilet. Tpi aku memang tidak punya pilihan lagi. Orangtuaku sudah terus memaksaku untuk mencari calon istri. Katanya umurku sudah mau menginjak 25 tahun tapi belum memiliki yeoja chingu. Yeoja tadi lumayan juga. Dan sepertinya dia tidak akan merepotkanku. Buktinya dia sangat cuek saat melihatku. Padahal aku tampan.

“yak…kenapa kau senyum-senyum sendiri? Sedang memikirkan apa coba?”

“yah hyung. Memangnya kau selalu berpikiran yadong.” Ujarku pada hyukjae. Aku pun mengambil pspku didalam tas.

“dasar maniak.” Ujarnya

“lebih baik maniak game dari pada yadong.” Ujarku teriak

Namun tiba-tiba sebuah gulungan buku menimpuk kepalaku.

“appo…” ujarku berbarengan dengan hyukjae

“makanya kalian diam. Apa kalian tidak cape.” Ujar teuk hyung

“oh tidak aku masih muda jadi sangat kuat.” Celetukku yang langsung disambut tawa diseluruh mobil.

“sudah sudah.” Lerai manajer hyung.

Kyuhyun POV end

Author POV

Malam itu, chaeri pulang ke apartementnya. Dia langsung merebahkan dirinya diatas kasur.

“ah…lelah.” Baru saja akan menutup mata. Chaeri kembali tengiang kata-kata yang sedari tadi ia coba lupakan. Ia pun memukul-mukul kepalanya.

“lebih baik aku mandi.” Ujarnya seraya beranjak ke kamar mandi.

Selesai mandi, chaeri merasa segar. Dia pun bersiap untuk tidur. Tapi entah kenapa dia tidak bisa tidur terus. Chaeri pun beranjak dari kasur ke meja. Kemudian mengerjakan tugas kuliahnya yang sebenarnya masih lama untuk dikumpulkan.

Drrrttt…ddrrrrttt

Ponsel chaeri pun bordering. Chaeri menoleh kearah jam dinding. Sudah jam 1 malam, siapa yang menelepon malam-malam begini. Ia pun meraih ponselnya. Nomor tidak dikenal.

Yeobseo

Kau belum tidur?

Nugu seoyo?

Kau lupa denganku? Ah aku kecewa nyonya cho

Tunggu! Dia bilang nyonya cho? Pasti kyuhyun kenapa dia tau nomor ponselku.

Halo…nyonya cho apa kau sudah tidur?

Aku bukan istrimu

Yah beberapa hari kau akan jadi istriku

Jangan harap

Aish…ternyata lee chaeri galak juga ya…hhahaha

Mau apa kau?

Kenapa kau belum tidur?

buat apa kau tahu?

Kau kan calon istriku. Ah sepertinya kau memikirkanku ya?

Andwae…

Kau tidak punya alasan lagi kan? Sudah mengaku saja

Aku sedang mengerjakan tugas kyuhyun ssi, ujarku tambah kesal

Semalam ini? Sudahlah kau tidur. Ini sudah malam.

Kalau tau sudah malam kenapa kau meneleponku?

Hehehe…tadinya aku mau meninggalkan pesan suara. Tapi kau mengangkatnya. Ya sudah.

Sudahlah, ujarku mau menutup telepon

Eh tunggu dulu

Ada apa lagi?

Jangan lupa besok ya…jam 5 di butik preangel. Jangan terlambat. Oke changiya…jaljayo

Klik

Changiya? Benar-benar gila ini artis. Hah…aku tidak akan datang, runtuk chaeri dalam hati.

***_____***

Kyuhyun baru saja selesai latihan menyanyi dengan SM the ballad. Tadi selesai konser, kyuhyun langsung menelepon keruarganya. Mengatakan bahwa dia akan menikah dengan yeoja yang bernama chaeri. Kyuhyun beruntung dia memiliki sepupu yg bekerja diblue house. Dan dengan mudah dia dapat semua informasi tentang chaeri dengan lengkap. Sudah jam 1, kyuhyun berencana untuk meninggalkan pesan dikotak suara chaeri. Tapi sungguh mengejutkan, yeoja itu mengangkat telepponnya.

Begitu selesai telepon, kyuhyun langsung menuju mobil yang akan membawanya ke dorm untuk beristirahat. Begitu pulang, ternyata hyungdeul belum pada tidur. Sepertinya mereka membincangkan sesuatu yang penting.

“aku pulang.”

“kyuuu….” Ujar sungmin hyung yang langsung lari kedekapanku (?)

Aku pun ikut meriung bersama.

“ada apa hyung?” bisikku pada sungmin hyung

“itu teuk hyung kan akan wamil. Tapi saera memintanya untuk menikahinya dulu.”

“ohhh…begitu.” Ujarku mengangguk-angguk. Saera adalah yeojachingunya teuk hyung. Dia noona yang sangat baik. Saat teuk hyung ikut reality show WGM, saera noona sangat sabar.

“jadi aku harus bagaimana?” ujar teuk hyung frustasi.

“menikah saja hyung.” Ujarku

“tapi bagaimana dengan soman seongsanim kyu?” ujar siwon hyung

“diam-diam saja hyung. Kau harus berhati-hati tapi jangan sampai ada yang tahu.”

“itu berbahaya kyu. Kalau seongsanim itu tahu, bisa-bisa teuk hyung dikeluarkan. Aku tidak mau itu.” Ujar eunhyuk yang langsung menangis dalam pelukan donghae.

“akan kutemani hyung.” Ujar kyu mantap. Sungmin yang tadi memeluk kyu jadi melepaskan pelukannya.

“apa maksudmu kyu?” ujar sungmin

“aku juga akan menikah hyung.” Ujar kyu yang sontak membuat semua member suju kaget.

“apa-apaan kau kyu jangan menambah masalah.” Ujar siwon

“aku tidak menambah masalah. Memang aku akan menikah.”

“tapi kau kan tidak punya yeoja chingu.”

“siapa bilang wooki? Aku punya. Namanya lee chaeri. Umurnya 20 tahun. Mahasiswa universitas seoul jurusan bisnis. Dia blasteran korea-indonesia.”

“kyu??? Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?” ujar sungmin

“mianhe hyung. Aku juga baru mengenalnya.”

“maksudmu?” Tanya semua member

“sudahlah. Hyung sebaiknya kau cepat menikah. Aku akan menikah dengan chaeri 3 hari lagi.” Ujarku seraya menarik tangan sungmin hyung kekamar.

Didalam kamar sungmin meminta penjelasan dan kyu pun akhirnya menceritanya keseluruhan ceritanya pada sungmin.

“apa kau yakin dengan yeoja itu kyu?”

“apa maksud hyung?”

“bisa saja dia pura-pura bersikap dingin terhadapmu.”

“kurasa tidak hyung.”

“ah lagipula yang penting aku menikah dulu dengannya. Masalah nanti yah biar nanti saja kuselesaikan.”

“kalau dia memintamu bercerai?”

“ya sudah tidak apa-apa hyung. Aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku. Lagipula aku juga tidak mencintainya.”

“kau itu belum bukan tidak.”

“ah hyung…dia yeoja yang biasa saja. Aku yakin tidak akan mencintainya.”

“kau punya fotonya?”

“ada. Ini.”

“dia cantik kyu. Dia oplas dimana ya?”

“oplas? Jangan sembarangan hyung.”

“hei…kau lihat ini. matanya itu. Dia punya dobel kelopak mata sepertimu.”

“entahlah. Hyung Tanya saja sendiri nanti.” Ujar kyuhyun yang langsung membaringkan tubuhnya untuk tidur.

Chaeri POV

Kringggg…suara alarm membangunkanku. Ah semalam aku tidak bisa tidur. Omo mataku hitam. Yah…lebih baik aku segera kekampus. Terpaksa aku menggunakan kacamata untuk sedikit menyamarkan lingkaran hitam disekeliling mataku.

Kuliahku masih ada 1 jam lagi. Aku pun duduk ditaman kampus. Seraya melihat-lihat resep roti terbaru. Yap aku membuka sebuah toko roti. Lebih tepatnya, toko roti ini merupakan cabang dari toko roti kakak sepupuku yang ada di Indonesia. Aku memang bukan sepenuhnya orang korea. Kakekku dari ayah adalah orang korea dan menikah dengan orang Indonesia. Dan kemudian ayahku menikah denganorang Indonesia. Akan tetapi 5 tahun yang lalu ibuku meninggal dan ayahku sibuk dengan perkerjaannya yang selalu berpindah tempat. Tadinya aku disuruh untuk tinggal diindonesia. Tapi aku menolak. Aku ingin mencoba hidup mandiri.

“ah rupanya kau disini.”

“ah minri…ada apa?”

“aku tadi ingin mengajakmu berangkat bareng. aku meneleponmu tadi tapi ponselmu tidak aktif.”

“ah mianhe. Aku memang belum mengaktifkannya.” Ujarku seraya mengambil ponsel dan mengaktifkannya. Aku memang sengaja menonaktifkannya, huh gara-gara cho kyuhyun gila itu.

“sepertinya kau belum sarapan ya?”

“nde. Belum.”

“ini. tadi aku mampir ke tokomu. Aku kira kau ada disana.”

“hemm…gomawo.” Aku pun mengambilnya dan memakannya perlahan.

“ah iya…tumben sekali kau pakai kacamata?”

“ah aku tidak bisa tidur semalam.”

“kau tidak bisa tidur? Pasti memikirkan cho kyuhyun kan???” ujarnya yang membuatku langsung tersedak.

“uhuk..uhuk..uhuk…yah chaeri kau kenapa? Gwenchana?”

“ne gwenchana.” Ujarku seraya minum. Huh untung saja. Tapi kenapa dia bisa bicara begitu.

“hahahaha…jadi kau benarkan memikirkan cho kyuhyun? Ahhh memang oppaku itu kemarin ganteng sekali. Aku saja langsung memimpikannya. Aku bermimpi dia jadi pacarku. Ah senangnya.”

“teruslah bermimpi minri.”

“ah kau ini. cuek sekali jadi orang. Eh tapi kau jangan merebut oppaku ya?”

“merebut?”

“hehe…yah dia kan biasku jadi yah kamu cari bias lain saja.”

“sudahlah. Kajja kita masuk kelas.” Ajakku padanya.

—–

Begitu jadwal makan siang, aku pun bergegas keluar kampus untuk menuju tokoku. Yah sekedar mengecek keadaannya. Tapi tiba-tiba seseorang memanggil namaku. Aku pun menoleh.

Seorang yeoja menghampiriku. Sepertinya dia lebih tua dariku. Dan aku belum pernah bertemu dengannya.

“kau lee chaeri mahasiswa bisnis universitas seoul kan?”

“nde…nugu seyo?”

“ah ternyata benar…joneun cho ahra imnida.” Cho ahra? Siapa ya? Marganya cho…kenapa banyak yang kutemui marganya cho.

“chaeri-ah…” panggilnya lagi

“nde…mianhe ahra ssi. Tapi apa kita saling mengenal.”

“aniyo…kita kan akan menjadi keluarga.”

“ke..keluarga?”

“apa kyuhyun tidak memberitahumu aku akan mengunjungimu?”

“kyu..hyun?” aish bocah sialan itu.

“apa dia tidak bercerita tentangku. Aish anak sialan itu. Aku kakaknya kyuhyun.”

“ah iya eonni soesonghamnida.”

“gwenchana. Oia aku kesini mau mengajakmu makan siang.”

“mianhe eonni. Aku harus pergi kesuatu tempat.”

“boleh kutau pergi kemana?”

“ah ke toko jsuncake.”

“oh toko roti itu. Aku sering beli roti kesana. Rasanya enak. Boleh aku ikut. Rasanya aku mau beli roti”

“baiklah kalau begitu. Kajja naik eonni.” Aku pun masuk kedalam mobil. Dan melesat menuju toko rotiku.

Begitu sampai, ahra eonni terkejut mengetahui aku pemilik toko itu. Kami pun makan siang ditokoku. Ahra eonni oranggya enak diajak bicara. Kami pun banyak berbincang. Yah lebih banyak membicarakan kyuhyun lebih tepatnya. Dan juga sedikit masalah pernikahan yang bahkan aku sendiri belum menyetujuinya.

“ah sangat mengasikkan mengbrol denganmu chaeri.”

“eonni juga.”

“wah sudah mau jam 5. Tidak terasa.”

“iya.” Jam 5? Sepertinya ada sesuatu. Tiba-tiba ponselku bordering. Kulihat layar ponsel dan tertera nama kyuhyun disana. Ah iya dia memintaku untuk dating ke butik itu.

“sebentar eonni.”

Wey

Apa kau sudah dibutik?

Butik?

Kau lupa?

Ani…hanya buat apa aku datang

Aish…kau ini

“apa itu kyuhyun, chaeri-ah?” duh kenapa ahra eonni harus bicara

Apa itu noonaku?

Ne

Aku ingin bicara dengannya

Aku pun menyerahkan ponsel ke ahra eonni. Setelah berbincang sebentar. Ahra eonni menutup teleponnya.

“wah kita terlambat chaeri. Mian aku terlalu banyak mengobrol denganmu.”

“tidak apa-apa eonni.”

“oh iya sebentar lagi kyu akan menjemput kita. Kajja.”

Apa? Menjemput? Aish…benarkah aku harus menikah dengannya.

“ah itu dia. Kajja chaeri.” Ajak ahra eonni yang langsung menarik tanganku.

“noona kau benar menemuinya?”

“tentu saja. Akukan sudah bilang aku harus menemui calon adik iparku dulu sebelum eomma dan appa. Oh iya kyu, eomma dan appa menyuruh kalian berdua kerumah.”

“baiklah aku akan kerumah nanti. Kajja.” Kyuhyun manarik tanganku untuk masuk kedalam mobilnya.

Kemudian dia menyetop taksi untuk noonanya. Lalu masuk kedalam mobil. Kuliaht dia melepas kacamata dan maskernya. Lalu beralih memandangku dengan senyumnya itu.

“kenapa kau kau memandangku seperti kau akan memakanku chaeri-ah.” Ujarnya seraya mengacak rambutku.

“kau…kenapa seenakknya begitu. Aku kan belum setuju untuk menikah denganmu.”

“apa kau punya alas an untuk menolakku?”

“aish…aku kan tidak tau kau.”

“masa? Aku ini cho kyuhyun magnae superjunor yang paling tampan.” Ujarnya pede

Aku pun mendengus kesal mendengarnya. “lagipula kau kan tidak punya pacar.”

“apa? Dari mana kau tau?”

“aku punya sepupu dibluehouse. Ah sudahlah, pokoknya kau harus menikah denganku. Semua sudah disiapkan dan jangan menolak atau berusaha kabur.” Ujarnya seraya menjalankan mobil.

Kami pun sampai di butik preangel. Beberapa pelayan langsung menyambut kami. Dan butik langsung ditutup. Aku menoleh kearahnya. Dia hanya tersenyum evil. Aishh aku benci dia.

Dia membawaku masuk lalu memilih beberapa gaun pengantin. Kemudian member gaun itu pada pelayan.

“cobalah.” Ujarnya padaku. Aku pun dibawa pelayan ketempat fitting baju.

Aku pun mencoba gaun pertama. Kemudian gorden dibuka dan terlihat sosok kyuhyun yang tengah memperhatikanku. Dia tersenyum simpul.

“mr. kim baju yang kupesan apa sudah siap?”

“oh sudah. Tolong pakaikan baju yang itu ya.” Ujar pemilik toko pada pelayannya.

Aku melihat sebuah gaun cantik dibawa kehadapanku. Pelayan itu tersenyum. Lalu membantuku untuk memakai gaun itu.

“wah anda cantik sekali. Coba pakai tiara ini. tadi calon suami anda yang memilihkannya.”

Aku memutar mata begitu mendengar namanya disebut.

Begitu aku keluar, kulihat kyuhyun sudah memakai jas putih senada dengan gaun yang ku gunakan. Dia memandangku. Sepertinya dia terpesona padaku. Hahahaha.

“wah anda cantik sekali. Kalian benar-benar serasi.” Ujar pemilik toko itu.

Aku hanya tersenyum tipis mendengarnya. Kyuhyun pun berjalan mendekatiku. Lalu mengelilingiku.

“apa gaunnya pas?”

“maksudmu?”

“ah tidak.” Dia pun beranjak turun dan memilih gaun. Lalu mengambil gaun biru dengan desain simple.

Gantilah dengan gaun ini, bisiknya.

Aku pun berganti dengan gaun biru itu. Aku bercermin. Memang gaun yang bagus.

Setelah aku keluar, kulihat dia juga sudah berganti pakaian memakai kemeja biru. Ah kenapa dia terlihat tampan dari tadi, aish apa yang kupikirkan. Ujarku dalam hati.

Dia pun memakaikanku sepatu sandal. Lalu kami meninggalkan butik itu.

“kau mau membawaku kemana?”

“apa kau tidak lapar?”

“tidak.”

“tapi aku lapar. Ah kita makan dirumahku saja.”

“MWOOO??? Rumahmu??”

“jangan berteriak begitu chaeri-ah.”

Dia pun melajukan mobilnya. Tapi kami sampai disungai Han. Aku pun keluar mobil.

“apa ini rumahmu?” tanyaku

“babo…ini sungai han. Kau bukan orang korea?” tanyanya. Aku pun melotot kearahnya

“ah sudahlah. Aku pergi sebentar ya. Jangan kabur.” Ujarnya langsung menghilang.

Bagaimana bisa kabur jika tasku ada dalam mobilnya. Aku berjalan kearah sungai. Sebentar lagi akan ada sunset. Aku pun memejamkan mata menikmati angin sore. Namun tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh leherku. Aku membuka mata dan meraba leherku. Ada sebuah kalung. Aku pun berbalik. Kulihat ada sebuket mawar pink dihadapanku. Lalu kulihat kyuhyun berlutut dihadapanku.

“aku merasa bersalah padamu karena melamarmu didepan toilet. Untuk itu aku akan melamarmu lagi disini. Lebih baik kan.” Ujar nya seraya terus tersenyum. Sedangakan aku, masih melongo melihat tingkahnya.

“Lee chaeri menikahlah denganku. Jadi bagian dari hidupku. Hmmm…apa perlu kunyanyikan lagu marry u?”

Aku hanya melengos mendengar pernyataannya. Dia pun berdiri, menyerahkan bunga itu kepangkuan tanganku. Lalu mengecup keningku. Kami bertatapan cukup lama. Namun tiba-tiba, kruuuyuukkk.

Suara apa itu,

“mianhe aku lapar.” Ujarnya yang sontak membuatku tertawa keras.

“kau lebih cantik jika tertawa chaeri-ah.” Ujarnya lagi yang membuatku berhenti tertawa dan membelakakan mataku.

“sudahlah. Ayo aku lapar.” Ajaknya. Kami pun menuju rumah kyuhyun.

Begitu sampai dirumahnya, kami disambut hangat oleh keluarga kyu. Bahkan aku disuruh menginap dirumah mereka. Saat malam hari, appa meneleponku dari singapura. Appa akan ke seoul besok. Appa sangat senang mendengar aku akan menikah. Pasti si bocah evil itu yang menelepon appa. Aish…sebal. Kalau sudah begini aku harus bagaimana.

Chaeri POV end

Kyuhyun POV

Tadi aku sudah melamarnya secara resmi. Dan tidak ada penolakan. Yah walau dia tidak bicara apapun. Dia ternyata mudah bergaul dengan keluargaku. Sepertinya aku memang tidak salah pilih. Kami pun menginap dirumahku. Yah tentu saja berbeda kamar. Saat malam hari, aku ingin menemuinya. Tapi kelihat dia tengah menelepon. Sepertinya itu appanya. Yah tadi pagi aku menelepon aboji chaeri mengabarkan bahwa aku akan menikahinya. Dan appaku juga sudah berbincang dengan appa chaeri dan mereka setuju. Baguslah dengan begini aku tidak akan direcoki lagi. Maafkan aku chaeri, aku tidak bermaksud melakukan ini padamu, ujarku dalam hati. Aku pun kembali kekamar untuk tidur.

Saat pagi-pagi, aku terbangun karena mencium bau yang sedap. Eumm…bau roti. Siapa yang membuat. Aku pun segera mandi dan turun ke dapur. Kulihat chaeri bersama eomma sedang membuat roti.

“wah tumben eomma bikin roti.”

“itu buatan calon istrimu babo.” Ujar ahra noona yang tiba-tiba muncul dibelakangku.

Chaeri pun menoleh kearahku. Aih..saat menatapku kenapa tatapannya tajam sekali.

“eomma tidak menyangka kyu. Kau pintar memilih calon istri.” ujar eomma seraya merangkul chaeri.

“oh iya. Kapan kalian rencananya akan menikah?” ujar appa

“eum…lusa.”

“mwo???” ujar chaeri kaget. Yak kenapa dia yang kaget.

“chaeri kenapa kau? Apa kalian tidak membicarakannya?” Tanya appa menyelidik

“aa..ani aboniem. aku lupa.”

“kenapa secepat itu kyu?”

“aku 3 hari kedepan libur. Setelahnya aku ada konser di taiwan dan singapura.” Ujarku seraya memakan roti buatannya. Kulihat chaeri yang kembali melongo. Ah aku menyukai ekspresi wajahnya itu. Berubah-ubah dengan cepat menggambarkan isi hatinya.

“kau ini. masa baru menikah chaeri langsung ditinggal.” Ujar eomma

“yah itu terserah chaeri. Dia mau ikut atau tidak.” Ujarku.

Begitu selesai sarapan. Chaeri menghampiriku kekamar.

“ada apa?”

“aku mau pulang duluan.”

“waeyo? Kau tidak betah?”

“ani…aku harus menjemput appaku dibandara.”

“oh itu. iya tadi appa sudah meneleponku. Aku akan menjemputnya. Tenang saja.”

Chaeri pun berbalik keluar kamarku. Tapi kutahan tangannya.

“lepaskan.” Perintahnya. Tapi aku membalik badannya menjadi menghadapku.

“kenapa kau selalu menatapku tajam chaeri-ah?” dia memalingkan wajahnya.

“tatap aku chaeri.” Pintaku lembut. Dia pun menatapku.

“yak…kalian mau ngapain??? Masih belum boleh kyuuuuu.” Ujar noonaku yang tiba-tiba nongol dipintu kamarku. Aku dan chaeri pun otomatis menjauh.

“aishh…noona sedang apa disitu?”

“ohh…aku ingin mengajak chaeri jalan-jalan sekitar sini.”

“ah…tidak bisa. Lain kali saja. Aku dan chaeri mau pergi menjemput lee appa.”

Kulirik chaeri yang sedari tadi diam. Oma wajahnya memerah. Mungkin karena malu.hhaha

“ah yasudah deh.” Ujar noonaku.

Chaeri pun melangkahkan kakinya untuk keluar.

“kenapa wajahmu merah chaeri-ah?” godaku padanya.

“ani…”

“hahahaha…sudah bersiap sana. Aku menunggumu dibawah ya.” Ujarku

Begitu siap kami pun menuju bandara incheon. Persiapan pernikahan aku serahkan pada ahra noona. Haha dia begitu senang menerima pekerjaan itu. sesampainya dibandara. Aku pun bertemu dengan calon ayah mertuaku itu. dia tidak begitu mirip dengan chaeri hanya hidungnya yang mirip. Namun begitu aku melihat foto ibunya chaeri. Aku melihat dia sangat mirip ibunya itu. tapi matanya itu beda. Apa benar ya kata sungmin hyung dia oplas. Aboji chaeri menginap dihotel. Ahra noona kusuruh untuk menginap diapartement chaeri. Jaga-jaga takut dia kabur.

Malam harinya aku mengajaknya ke dorm. Awalnya dia tidak mau. Tapi kupaksa saja dengan ancaman akan menciumnya. Haha aku benar-benar evil.

Chaeri disambut dengan antusias didalam dorm. Yah tentu saja dia cantik. Aku pun harus terus berada disebelahnya menjaganya. Sedangkan dia sibuk dengan semua binatang piaraan didorm. Aku merasa sikapnya padaku dengan hyungku berbeda. Dia terlihat lebih banyak tertawa terutama saat mengobrol dengan yesung, eunhyuk dan shindong.  Aku pun akhirnya kembali dengan kekasihku psp.

Kyuhyun POV end

Chaeri POV

Aish…benar-benar namja yang menyebalkan. Dia memaksaku untuk dating ke dormnya tapi dia malah asik dengan pspnya itu.

Sudah jam 10 malam. Aku sangat mengantuk. Tiba-tiba sungmin oppa mengajakku kekamarnya. Dia menunjukkan kasur kyu dan segala pernak-perniknya. Dan berkata bahwa dia adalah couplenya kyu. Dan ada yang membuatku terkejut. Dia menanyakan dokter oplasku. Aishh…aku tidak pernah dating ketempat seperti itu. yah memang banyak yang menanyakan masalah mataku. Mataku ini mirip dengan nenekku dari ibu yang sama sepertiku indo-korea. Aku pun duduk dikasur kyu. Dan entah kenapa aku bisa terlelap disitu.

Chaeri POV end

Kyuhyun POV

Aku asik bermain psp. Sampai sungmin hyung mengajak chaeri kekamarku. Aku jadi penasaran. Bahkan sampai aku tidak peduli kalau aku kalah main game. Aku pun menghampiri kamar. Namun tiba-tiba sungmin hyung keluar. Dia pun menceritakan apa yang dibicarakannya dengan chaeri dalam kamar. Aku pun kembali bermain psp saat sungmin dan wooki pergi siaran sukira. Dorm terasa sepi. Aku pun sadar dimana chaeri. Aku pun mencarinya disekeliling dorm tapi tidak ada. Sepertinya dia pulang. Tapi kenapa tidak bilang. Aku pun kekamar untuk mengambil jaket dan berniat untuk segera menyusulnya keapartement. Tapi aku terkejut begitu melihat sosoknya meringsuk diatas kasurku. Tanpa kurasa aku tersenyum melihatnya masih disini.

Aku pun mendekatinya. Dia manis dan cantik saat tidur begini. Aku pun menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya. Entah kenapa aku menjadi deg-degan saat menatap wajahnya. Kudekatkan wajahku kewajahnya. Tapi tiba-tiba matanya terbuka. Dia pun langsung bangun dan berteriak

“yaaaaakkkk….dasar kau mesum. Kau mau apa cho kyuhyun????”

Aku pun terjungkal dibuatnya. “aku tidak mau apa-apa.”

“bohong!” tuduhnya

“ya aku tidak berbohong.” Balasku dengan nada yang lebih tinggi

Dia menatapku curiga “lalu kenapa wajahmu merah begitu.”

Aishh…gadis ini. “suddaahhlah..kau mau pulang tidak.”

“aish kau.” Ujarnya seraya menimpuk kepalaku dengan majalah yang dipegangnya

“yaakkk…appo”

Author POV

Kyuhyun mengajak chaeri untuk berkencan sebelum hari pernikahan mereka besok. Hanya saja chaeri menolaknya. Dan alhasil mereka hanya makan siang bersama. Karena chaeri diharuskan ahra untuk menjalani rutinitas pengantin wanita sebelum menikah.

***keesokan harinya

Chaeri sudah siap diruang riasnya. Dia benar-benar gugup. Padahal ia sendiri bingung dengan perasaannya. Ia masih bingung untuk berkata apa didepan altar nantinya.

 

Saatnya pun tiba. Chaeri berjalan didampingi appanya menuju altar diiringi dentingan piano. Didepan altar sudah ada cho kyuhyun. Yang selama 3 hari ini sudah menganggu hidupnya. Ketika sampai dialtar, chaeri menatap kearah kyuhyun begitu pun sebaliknya.

Pendeta pun mulai menyebutkan kata-kata janji suci.

Dan kyuhyun dengan mantapnya berkata “aku bersedia”

Dan kini giliran chaeri. Chaeri hanya menunduk. Saat ucapan pendeta selesai. Chaeri masih diam. Seluruh ruangan sunyi senyap menunggu ucapan chaeri. Chaeri pun mengangkat kepalanya.

 

TBC