Title : Wishes
Author : Alna Livia
Length : One Shot
Genre : Romance, Friendship
Cast :   – Han Hyura as You

-Shim Changmin (TVXQ/DBSK) as Shim Changmin

-Jung Jessica (SNSD) as Jung Jessica

**

“Hyura-ah!!” tanya seorang gadis memanggil temannya yang sedang duduk di kelasnya.

“Ne?” jawab gadis yang dipanggil itu.

“Kau di panggil Lee songsaenim di kantor cepatlah!”

“Ne,ne, aku akan segera kesana.” katanya sambil membereskan barang-barangnya dan segera pergi meninggalkan kelasnya.

**

“Lee Songsaenim, Apakah bapak memanggilku?” tanyanya.

“Ya, Han Hyura, aku memanggilmu, duduklah,” kata gurunya sambil memeriksa sebuah map berwarna biru.

“Ne,” jawabnya gadis itu singkat.

**

-Hyura PoV-

2 month later~

Sudah hampir 2 bulan aku duduk di kelas 2, sangat membosankan. Aku tidak punya teman disini, terlebih karena aku naik kelas sangat cepat dengan alasan tertentu. Aku Han Hyura, murid yang harusnya duduk di kelas 1 SMA dan baru masuk SMA setengah semester saja. Tiba-tiba saja ada panggilan, dan mulai semester depan aku disuruh naik ke kelas 2-1. Aku bingung, aku memanggil teman sekelas ku kini dengan panggilan apa.

**

“Hyura-ah!” ujar teman sekelasku dulu, Jessica.

“Ne, sica-ya? Wae?” jawabku bingung.

“Namja yang kau taksir? Siapa namanya?” tanyanya setengah menjerit.

“Haish, bisa kecilkan sedikit,sica-ya?” kataku sambil menjitaknya.

“Hei, kita masih satu umur meskipun kau sunbaeku sekarang,” katanya sambil mengelus kepalanya.

“Ne, mianhae. Shim Changmin sunbae. Kau tahu?”

“Geure! Bukankah sekarang dia sekelas denganmu?” tanya sica.

“Ani, dia kelas 2-2, di sebelah kelasku.”

“Omo! Kau bisa mendekatinya,kan?”

“Pabo, dia kan sunbaeku.”

“Memangnya salah kau mendekatinya?”

“Bukan seperti itu, tapi… dia populer. Aku bisa mati diserbu fansnya disekolah ini.”

“Kebetulan hyura-ah! Aku bertetangga dengannya sekarang, bagaimana jika aku ngobrol dan sedikit menyinggung tentangmu.”

“Haish, memalukan. Jangan!”

“Gwenchana, hyura-ah. Hyura…fightingg!!!!”

**

-Jessica POV-

Eomma menyuruhku mengantarkan makanan ke rumah tetangga baruku, coba kau tebak itu siapa? Lelaki populer disekolah yang sangat disukai oleh sahabatku, Hyura. Mungkin aku bisa mengobrol. Pokoknya hyura harus dapatkan namja itu! Hyura hwaiting!

**

“Annyeonghaseyo!”

“Ne, oh tetangga sebelah ya? Masuklah.”

“Gamsahamnida, ahjumma. Umma titip ini untuk ahjumma dan keluarga.”

“Wah, terimakasih. Changieeeeee, bereskan dapur. Kita kedatangan tamu.”

“Ne, kalian satu sekolah kan?” tanya eommanya changmin sunbae.

“Tapi, aku belum pernah melihatnya,” kata changmin sunbae menggaruk garuk kepalanya.

“Hehe, aku kan tidak populer seperti changmin sunbae,” ujarku agak cetus.

“Hah? Jinjja? Changmin, anakku sudah besar rupanya. Pasti kau sudah punya yeoja chingu?” tanya eommanya menyeringai.

“Ah, ani~ tidak ada yang special disekolahku,” kata changmin sunbae berjalan gontai ke dapur.

“Dasar changminnie, selalu saja memilih wanita dengan teliti. Bahkan sampai dia sebesar ini dia tidak pernah punya yeoja chingu,” ucap eomma changmin sambil membereskan makanan bawaanku.

“Mwo? Kukira dia sudah berapa kali pacaran!” kataku dengan ekspresi tekejut.

“Haha, ne? Terkejut? Aku ibunya pun sangat terkejut,” kata eommanya sambil meninggalkan ku lalu pergi ke dapur.

“Arraseo, ahjumma. Bolehkah aku membantumu?”

“Ah, tidak usah. Lebih baik kau bantu lelaki yang ada dibelakang itu.”

“Oh, ne.”

**

-Hyura POV-

“Ne, lalu?” kataku sambil mengubah posisiku yang kini sedang menelpon.

“Bayangkan dia itu belum pernah pacaran,hyura-ah, akupun sampai sangat kaget.”

“Ku dengar dia sangat teliti memilih wanita ya? Aku rasa bukan aku wanita pilihannya.”

“Cobalah dulu, aku dapat nomor ponselnya loh.”

“Aigoo, Sica!! Sudahku bilang jangan, bagaimana kau mendapatkannya?”

**

~Flashback

“Arraseo, ahjumma. Bolehkah aku membantumu?”

“Ah, tidak usah. Lebih baik kau bantu lelaki yang ada dibelakang itu.”

“Oh, ne.”

“Changmin sunbae, annyeong jessica Jung imnida. Bangapseumnida,” ujarku sambil membungkukkan badanku.

“Aku tidak perlu seperti mu tadi kan? Namakupun, kau sudah hapal.”

“Ne? Sombong sekali,” kataku mengerucutkan bibirku.

“Hah? Kau kira kau manis dengan aegyo aneh seperti itu?”

“Nah, kau ini. Benar-benar ya!” kataku hendak menjitaknya.

“Hei, hei!! Berani ya? Aku ini sunbaemu tau!”

“Aku memang tahu, Tapi itu sangat menyebalkan!”

“Ne…ne. Mianhae. Ngomong-ngomong kau punya ponsel?” kata changmin sunbae lagi.

“Kau kira…….aku. Aish, sudahlah. Aku punya mengapa?”

“Aku minta nomor ponselmu.”

“Hah? Mwo?”

“Kaget?”

“Aniya……”

“Heh, wajahmu merah. Kau fans ku ya?”

“Enak saja, sudah lah nih nomor ku. Jika kau perlu silahkan kirim pesan ke nomor itu.”

“Yasudah, pulang saja.”

“Aish, kau ini sangat menyebalkan ya. Aku pulang, annyeong!”

**

-Jessica PoV-

From: Shim Changmin sunbae

 

Annyeong.

“Haish, kenapa lelaki ini mengirim pesan padaku,” gumamku kesal. Dan segera membalas pesan darinya. Aku kaget. Tentu saja, dia mengajakku datang ke taman dekat sekolah. Dia kenapa?

“Aku tidak bisa memberi tahukan ini pada hyura,” kataku murung. Kenapa ya aku murung? Aku juga bingung.

**

“Annyeong, Sica-ya!”

“Ne? Hyura-ah!!” kataku berlari menuju ke kelas hyura.

“Bagaimana pesan dari dia tadi malam?” tanyanya dengan penasaran.

“Ah, tidak terjadi apapun,” kataku berbohong.

“Jinjja? Ku pikir kau ditembak changmin sunbae,” ujarnya sedikit sedih.

“Ne? Ani, bagaimana bisa dia menembakku. Ah, kau ini bercanda.”

“Mungkin saja, kan kau manis, sedangkan aku……ya begitulah.”

“Kau ini bicara apa? Ngawur (?) sudahlah, aku mau masuk kelas. Ppyong, hyura-ah!” kataku mengakhiri pembicaraan. Dia melambai denganku dengan tatapan murung.

**

Setelah bel terakhir berbunyi aku segera berjalan ke taman di dekat sekolah. Dan changmin sunbae sudah menunggu.

“Sudah lama menunggu? Mian.”

“Tidak juga, bel sekolah baru saja berbunyi kan?”

“Ne, terserah kau sajalah. Ada perlu apa?”

“Tidak apa-apa, aku cuma mau kasih ini sama kamu. Dahh~” ujarnya sambil menyerahkan bingkisan.

“Ini apa?”

“Buka saja dirumah!” katanya setengah berlari.

“Bungkusan makanan dan sebuah surat. Surat apa ini? Jangan-jangan..” gumamku lalu pulang.

**

“Apa itu surat cinta? Ah tidak mungkin pabo sica!!” gumamku sambil mengkutuk kepalaku yg berpikir seperti ini. Aku semakin gugup untuk membukanya apalagi melihat isinya. Aku kenapa ya?

**

-HyuRa PoV-

“Aku ke perpustakaan dulu sica-ya, annyeong!” kataku sambil melambai kearahnya. Di sana aku hanya mencoret-coret buku catatan ku untuk mencari inspirasi untuk puisi yang akan ku lombakan di festival valentine nanti, tidak…, aku tidak akan mengikutinya. Ketika aku melihat changmin sunbae, aku jadi dapat ide. Kutuliskan puisi ku ini, mungkin tidak akan aku ikuti di festival itu, tapi dari lubuk hatiku yang paling dalam aku mau changmin sunbae mengetahui isinya. #eaaaaaaa

Tapi tiba-tiba, object puisiku(?) bergerak dari tempatnya dan seperti akan menghampiriku dan benar saja! Langsung saja aku tutup puisiku yang setengah jadi ini.

**

“Annyeonghaseyo, HyuRa-ssi!” katanya sambil menghampiri hyura dan duduk di depannya dengan senyum yang menurut hyura sangatlah indah.

“Eh, ne?” hyura tampak kaget.

“Wae? Aku mengganggu?” tanya Changmin tetap tersenyum.

“Ani, hanya saja sangat tiba-tiba,” hyura tersenyum.

“Oh, arra.”

“Changmin-ssi, kesini ada perlu apa?” hyura bersikap sangat formal kepada changmin.

“Ah, tidak perlu bertindak formal kepada ku.”

“Lalu aku harus panggil dan berbicara bagaimana, jika kau ku panggil sunbae tidak lagi, kalau ku panggil dengan tidak formal, itu menjadi tidak sopan.”

“Jadi itu yang membuatmu jarang berinteraksi dengan teman-temanmu yang sekarang?” tanya changmin yang kini tertawa.

“Ya begitulah,” hyura tertawa juga dan mereka kini tampak seperti ‘tidak pernah berinteraksi’.

“Haha, jadi kau mau memanggilku apa?”

“Sunbae, mungkin lebih baik,” hyura tersenyum lagi kepada changmin.

“Sunbae? Itu tidak pantas lagi. Bagaiamana kalau kau panggil aku oppa?”

“Oppa?”

**

-HyuRa PoV-

“Oppa?”

“Geure. Oppa.”

Jantungku kemudian bergerak dengan ritme yang cepat *author juga deg-degan nulis bagian ini* #edisicurcol

“Apa kau tidak ingin memanggilku oppa?” tanyanya lagi sambil menunggu jawabanku.

“Tentu saja aku mau, hanya saja……bagaimana dengan yeoja chingumu?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“Aku? Aku tidak yeojachingu, Hyura-ah”

“Ne?”

“Aku tidak yeojachingu,” dia tersenyum untuk sekian kalinya terhadapku. Senyum yang ini sangat penuh arti.

**

-Jessica PoV-

“Yeobosseyo?”

“Ne, ahjumma. Aku akan segera kesana. Annyeong!”

**

-HyuRa PoV-

Aku berjalan dengan riang sekali karena kemarin mengobrol dengan oppa baruku. Oppa yang amat kusayangi. Aku berjalan menyusuri koridor sekolah. Tampak ada siswa kelas 2-3, tempat dimana banyak sekali fans-fans changmin oppa.

“Kau tahu kemarin?”

“Ya? Memangnya ada apa?”

“Jessica Jung kelas 1-3 jalan dengan Shim Changmin kemarin.”

“Jinjjayo?”

“Ne!”

“Anak itu benar-benar……”

**

-Jessica PoV-

“Hei kau, Jessica!” kata sekumpulan cewek-cewek yang tidak kukenalpun mendekatiku.

“Annyeong,” kata salah satu dari mereka yang tampak lebih ‘cantik’ dari yang lainnya.

“Ne? Ada apa sunbae?”

“Kau anak kecil, berani sekali mendekati Shim Changminku! Kau kira Changmin akan suka dengan bocah sepertimu begitu saja!?” yang lebih cantik itu menunjukku.

“Aniya. Aku tidak bermaksud seperti itu sunbae….,” kataku agak lirih. Kemudian mereka menyeretku ke kamar mandi dan menjadikanku sebagai korban penindasan mereka. Saat aku diseret, hyura melirikku tetapi tidak berusaha membantuku. Waeyo??

“INI PELAJARAN UNTUK MU!!” yang paling cantik mengguyurku dengan segayung air.

“Andwe!!” jeritku yang kini kebasahan.

“Kau berusaha untuk mendekati Changmin, ha?”

“Ani, aku tidak pernah ada maksud seperti itu.”

“Pura-pura tidak tahu lagi!” yang lain mengguyurku lagi kali ini lebih banyak guyuran air. Merekapun tertawa-tawa.

“Hyura-ah, jaebal. Jaebal….” gumamku dalam hati.

“Andwe, jangan siram dia lagi, jebal!” seseorang berkata sambil menjerit.

“Sunbae?”

“Changmin?” dan mereka langsung membubarkan diri.

“Mereka takut padamu?” tanyaku pada changmin sunbae.

“Pakai ini,” sunbae melempar handuk tanpa menjawab pertanyaanku.

**

Hyura sedang duduk di kursi perpustakaan sambil membaca, tetapi dia tidak benar-benar serius.

“Hyura?” aku mendekatinya.

“Jangan dekati akulah, Pengkhianat.” dia meninggalkan aku.

**

-Author PoV-

“Pengkhianat?” tangis jessica pecah. Tapi hyura tetap saja tidak menghiraukannya.

“Ya!! Hyura-ah!!”

“Mwo?? Kau mau bilang kalau kau bukan Pengkhianat tapi nyatanya, kau berjalan dengan Changmin sunbae yang aku sukai,” bentak hyura yang wajahnya kini merah padam.

“Masalah itu? Ani..aku hanya menemaninya berbelanja keperluan rumah tangga di rumahnya, eommanya sedang pergi, dan aku disuruh untuk menemaninya. Kau marah karena itu?”

“Ne, harusnya kau bilang. Bukankah persahabatan tidak ada sedikitpun kebohongan? Agar ini tidak terjadi, harusnya kau bilang!”

“Mianhae…….” jessica memeluknya tapi hyura tetap saja diam tanpa menjawab.

“Jeongmal mianhae, aku tidak tahu kalau kau akan semarah ini,” kata jessica lirih.

“Ne, aku maafkan,” kemudian hyura balas memeluk jessica.

“Jadi kita masih seperti dulu kan?” jessica berkata lagi.

**

-HyuRa PoV-

“Jadi kita masih seperti dulu lagi kan?” jessica berkata kepadaku.

“Kau bercanda? Tentu saja, kita kan sahabat!” rangkulku.

Tidakku sangka, aku dapat terbakar amarah karena perasaan ini. Mian, sica. Jeongmal mianhae, harusnya aku yang bilang seperti itu.

**

-Jessica PoV-

“Ne, harusnya kau bilang. Bukankah persahabatan tidak ada sedikitpun kebohongan? Agar ini tidak terjadi, harusnya kau bilang!”

Aku masih terngiang kata-kata itu. Berarti….aku harus segera membuka surat itu, apapun isinya dan apapun yang terjadi aku harus bilang. Sica, hwaiting!

**

Jebal, jodohkanlah aku dengan teman dekatmu yang bernama hyura itu. Aku benar-benar, dan sangat menyukainya, jebal, tapi jangan beritahu dia, arraseo?

                                    Shim Changmin

“Jadi isinya?” aku menutup mulutku yang kaget.

“Astaga kenapa aku tidak membukanya terlebih dahulu!?” aku menggerutuki diriku sendiri. Tapi, didalam hatiku terdapat sakit yang tak dapat kudeteksi.

**

-HyuRa PoV-

Valentine’s day…

“Nomor 055, dimohon maju kedepan.” suara juri membangunkanku dari lamunan ini.

“Giliranmu sudah tiba,” jessica tersenyum padaku sambil mendorong badanku pelan.

“Doakan aku ya!” kataku tersenyum mantap.

“Tentu saja, Hyura~ fighting! Eh, hyura!?” jessica memanggilku lagi.

“Waeyo?”

“Kau tampak cantik sekali!” jessica memujiku.

**

Aku menghirup aroma panggung ini kemudian menghembuskannya. Ku lihat sekeliling panggung, ada changmin sunbae—-oppa, datang untuk menyemangatiku. Aku harus semangat meski kau tak tahu.

Wishes

 

Kau memang tidak tahu

Tapi aku harap kau mengetahui ini

Rasa ini

Yang sudah lama ku pendam

 

Mungkin kau juga tidak tahu

Aku selalu menulis untukmu

 

Kau..

Orang yang datang menghampiriku

Tersenyum padaku

 

Aku hanya ingin

Suatu hari kau yang sering kupandangi

Memandangku juga

Peduli padaku

Bukan hanya aku yang terus Memikirkanmu

Memandangmu

Dan mempedulikanmu

 

Sehingga aku dapat merasakan

Apa yang sering ku lakukan padamu

Aku hanya ingin itu

Tanpa sadar puisiku sudah selesai dan gemuruh tepuk tangan untukku. Aku melihat dia dan sica bertepuuk tangan untukku. Dia melihatku lagi dengan senyum itu, untuk kedua kalinya. Aku bahagia sekali. Jessica Jung, gomawo, berkat kau aku bisa. Dan aku dapat berdiri disini. Gomawo!

~Flashback

“Kau mau melanjutkan ikut festival valentine itu tidak? kau hanya coba-coba daftar dan kau lolos. Berarti kau berbakat, kenapa tidak ikut saja finalnya?”

“Andwe!!! Pokoknya aku gak mau. Titik!!” hyura menutup telinganya.

“Kau bercanda? Freak.” jessica mengejeknya.

“Apa kau bilang? Freak? Oke, aku akan ikut, walaupun aku jelek dan tidak manis seperti dirimu.”

“Soal cantik? Aku akan mendandanimu besok tenang saja!”

**

-Jessica PoV-

“Lihat kan? Dia menjadi lebih manis,” ujarku menunjuk jessica. Changmin sunbae mengangguk sambil menyegir lebar. Dia tampak, dan benar benar menyukai hyura.

“Hyura-ah!”

“Sicaaaaaa!!” jeritnya histeris.

“Bagaimana rasa nya di atas panggung?” tanyaku ingin tahu.

“Seru. Lain kali kau harus mencobanya!” hyura mengguncang lenganku dengan kuat. Dia tidak sadar bahwa changmin sunbae ada dan melihat tingkahnya yang childish itu.

“Annyeong, Changmin oppa!” hyura menyadari bahwa ada sunbae disekitarnya.

“Oppa?” jessica terkejut,”Sejak kapan kalian….?”

“Aku yang menyuruhnya,” sunbae menebak apa yang akan aku tanyakan.

“Changmin sunbae, sebenarnya aku menyukaimu tetapi hyura lebih menyukaimu lebih dari apapun,” tuturku dan kemudian hyura melotot padaku,”Dan….em..selamat bersenang-senang!” aku memilih kabur dari pada dimakan oleh tatapan hyura.

**

“Benar begitu?” tanya changmin penuh arti pada hyura.

“Ne, begitulah.” hyura menjawab tanpa berani menatapnya.

“Kalau begitu…hei ternyata perasaan kita sama ya?”

“Oppa…suka padaku?”

“Geure, apa jessica tak pernah bercerita padamu?” cengir changmin pada hyura.

“Jadi, jessica tahu?”

“Begitulah,” changmin memegang lengan hyura,”Ayo kita tanya.”

**

“Semula aku kira surat cinta, tapi ternyata isinya itu,” jessica berkata mereka.

“Kau marah?” hyura mencemaskan jessica.

“Aniyo, akukan hanya kagum, tapi kau menyukainya daripada sebuah kata kagum, kau tahu memang…dia sedikit begitulah”

“Aku tahu aku tampan,” tiba tiba changmin merasa terpanggil.

“Cih, memangnya aku bilang begitu?”

“Ya, kau memang suka padaku. Aku memang suka padamu…….” kata changmin menirukan jessica.

**

-Hyura PoV-

One month later….

“Happy anniversary, Changmin sunbae dan Hyura-ah,” kata jessica memelukku.

“Ya!! Kenapa aku tidak dipeluk juga?” tanya changmin mengulurkan tangan, minta dipeluk. Sedangkan aku menyikutnya.

“Ne..ne, ternyata ada yang cemburu,” changmin menatapku dengan gemas.

“Cih kau itu benar-benar…” kataku ngambek(?)

“Kau cemburu?”

“Ani…”

“Kau mau berbohong?” katanya dengan tatapan jahil kemudian memelukku.

“Ya!! Hyura kemarilah! Jangan bermesra-mesraan terus” jessica memanggilnya dan mengajak hyura ketempat sepi.

“Ada apa?” hyura bertanya pada jessica.

“Akhirnya….akhirnya aku dapatkan dia!!” ujar jessica dengan sangat bersemangat.

“Siapa dia?”

“Dia….orang yang aku suka!!” jessica sedikit berteriak,”Kau, bantu aku ya?”

“Tenang saja! Sica, fightingg!!”

**

“With love we can learn many feel.”

kata-kata itu cocok untukku. Dengan mencintai shim changmin sunbae, aku belajar banyak perasaan dari cemburu sampai perasaan yang membuatku berbunga-bunga. Semua ini… tidak akan terjadi jika tidak ada orang yang merelakan perasaannya untuk. Jung Jessica, jeongmal gomawoyo. Saranghaeyo, sica-ya!!♥

THE END

**

Udah selesai cerita akooooh dengan dibubuhi kata-kata puitis nan alay yang bikin muntah beberapa ember, juga puisi abal-abal yang dibuat tidak berasal dari hati. Selesai…selesai sudah!! Gimana bagus gak? Kalau bagus, kalau ada yang mau, pengen bikin sequel Jessica Jung’s first love. Tapi kalo mau…….kalo gak sih, gpp. Btw, ini fanfic aku yang pertama yang dishare di sini #curcol #sapatanya

Yaudah segitu aja….sekian ff ini. Wassalam. Oiya jangan lupa comment ya kalo suka^^ Gomawo pada mau baca♥;))