I am a Fool chapter 3

Author                                                                                  : Dewii Aprilya

Cast                                                                                       : Cho Kyuhyun, Park Soon Hee, Danny Jung, Super Junior

————————————————————————————————————————–

“Jangan melihat kebelakang. Tetaplah pada posisi ini, yang kubutuhkan sekarang hanyalah dirimu. Aku berjanji, setelah 5 menitku berakhir aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu. Aku hanya butuh mencharger hatiku setelah sekian lama kosong. Aku hanya butuh kau untuk sedikit saja menutup lubang dihatiku agar sakitnya tidak terlalu perih, I Miss You Park Soon Hee..”

—————————————————————————————————————————–

 

(Soon Hee’s POV)

Aku berjalan tergesa gesa ketika turun dari taksi. Terlambat bukanlah gayaku, tapi karena Eun Jung yang memaksa agar ditemani berbelanja akhirnya aku terlambat. Malam ini Danny memaksa ingin memperkenalkanku dengan teman-temannya di Korea, terpaksa aku harus ikut dalam acara mereka yang kuramalkan akan sangat ramai. Keramaian bukanlah hal yang kusuka, ini selalu mengingatkanku saat aku melihat Kyuhyun bernyanyi diantara kerumunan yeoja yang meneriakkan namanya. keramaian selalu membangkitkan semua kenanganku dengannya dan berujung pada air mataku.

Aku berhenti di depan restoran untuk menormalkan nafasku. Berlari membuatku berkeringat dan merusak dandananku. Beberapa saat kemudian, aku berjalan dengan santai memasuki restoran yang sangat ramai ini. semua orang tampaknya menikmati makan malamnya. Kalau aku tahu acaranya seperti ini, aku tidak akan repot-repot memakai gaun dan high heelsku.

Aku mencari keberadaan calon suamiku dan menemukannya melambai padaku disudut restoran itu. baru selangkah aku berjalan, mataku menangkap sosok namja yang begitu kurundukan. Namja yang sudah memenuhi ruang hatiku hingga tidak ada pria lain yang bisa menggantikannya. Namja itu Cho Kyuhyun yang sekarang menatapku tajam, kuedarkan pandanganku ternyata Oppadeul lain juga ada ditempat itu. Ya Tuhan, cobaan apalagi ini. kenapa aku harus bertemu dengan mereka dalam suasana seperti ini, saat aku akan menikah dengan Danny. Jangan bilang bahwa mereka adalah teman danny yang akan diperkenalkan padaku.

“Park Soon Hee??” kata Eunhyuk oppa. Terlambat!! Ternyata mereka masih bisa mengenaliku.

“Aneyong haseyo Oppadeul. Lama tidak berjumpa…” kataku dengan nada gugup.

“Lohh.. Sweetie, kalian sudah saling kenal?? Omoo… Kebetulan yang sangat menyenangkan..” Kata Danny. Tidak bisakah dia merasakan suasana yang semakin panas saat ini?? aku meliriknya, ternyata Kyuhyun menatapku tajam.

Sungmin Oppa mencairkan suasana dengan berdiri dan langsung memelukku. “Uri Soon hee, bogoshippo!! Kau kemaa saja?? Tidakkah kau khawatir pada kami??” kata Sungmin Oppa dengan senyum indahnya.

Semua Oppadeul bergantian memelukku, aku senang sekali ternyata mereka belum berubah, masih penuh perhatian padaku. “Bagaimana kalian bisa seakrab itu??” Tanya Danny. Senyum masih menyungging di bibirnya.

“kami sudah saling kenal sejak 2006. Saat itu dia adalah…..” apa yang ingin dikatakan Eunhyuk langsung dipotong oleh Donghae. “dia adalah Yeodongsaeng kesayangan kami” kata Donghae. Dia kemudian menatap tajam couplenya seolah menyuruhnya untuk diam. Aku kembali melirik Kyuhyun, sedari tadi dia hanya diam tampa meyapaku ataupun memelukku seperti Oppadeul lain. Dia hanya diam seperti patung seolah tidak menganggapku ada. Melihatnya memperlakukanku seperti itu kembali membangkitkan luka lamaku.

“Kyuhyun-ah, kau tidak menyapa uri Soon Hee??” Tanya Shindong Hyung pada Kyuhyun. Dia lalu berdiri kemudian menyapaku.

“Aneyong Soon Hee-ah, senang bertemu dengan mu lagi..” Oh Tuhan, betapa aku begitu merindukan senyuman manja Kyuhyun padaku, tapi sepertinya dia masih muak denganku setelah 2 tahun aku pergi.

“Ne Kyuhyun Oppa, gomawo…” kataku sambil sedikit menundukkan kepalaku. Aku kemudian berkata pada danny. “Danny, aku mau ke toilet dulu” Danny mengangguk. Aku meninggalkan restoran ini menuju ke toilet. setelah itu, aku berjalan ke taman belakang restoran dan duduk disebuah bangku usang di bawah lampu taman . Aku perlu menghirup udara segar setelah suasan didalam yang begitu membuat nafasku sesak.

Aku beridiri dan mulai berjalan-jalan disekitar taman ini. sungguh, kesunyian adalah hal yang paling kusukai. Tampa kusadari sepasang tangan putih dan lembut memelukku dari belakang. Aku tersentak saat merasakan kehangatan dan aroma parfum maskulin yang hanya dipakai oleh Kyuhyun oppa. Aku merasa seperti terbang saat dia menyandarkan dagunya di bahuku, aku berniat melepasnya saat kusadari ini merupakan hal yang tidak benar.

“Beri aku lima menit!! Aku butuh bahu ini untuk menghilangkan dukaku.. Jebal” katanya dengan nada memohon. Aku diam, membiarkan suasana yang juga bisa menghapus semua kesedihanku.

“Oppa”

“Mianhe…. Aku meninggalkanmu saat kau terjatuh padahal kau selalu ada untukku. Kau tahu Soonie, saat aku menyadari bahwa aku tidak bisa lagi tertidur di bahumu dan saat aku menyadari bahwa aku tidak bisa lagi melihatmu ketika aku mencarimu, rasanya sesak. Aku bahkan bingung mau kemana lagi. Tampamu, bagaimana aku bisa menjalani hidupku” Air mataku akhirnya jatuh juga. Sungguh, mendengarnya berbicara seperti itu membuat hatiku semakin perih.

“Oppa..” aku menggemgam tangannya yang telah melingkar diperutku seperti yang dulu selalu kulakukan. Sungguh, tidak ada yang paling kurindukan selain suasana ini, saat bersamanya terasa begitu berarti. Aku hendak berbalik dan melihatnya.

“Jangan melihat kebelakang. Tetaplah pada posisi ini, yang kubutuhkan sekarang hanyalah dirimu. Aku berjanji, setelah 5 menitku berakhir aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu. Aku hanya butuh mencharger hatiku setelah sekian lama kosong. Aku hanya butuh kau untuk sedikit saja menutup lubang dihatiku agar sakitnya tidak terlalu perih, I Miss You Park Soon Hee..” Aku menunduk dalam diam. Untuk kesekian kalinya air mataku kembali menggenangi pipiku. Kami terdiam dalam posisi ini. beberapa saat kemudian kurasakan pelukannya mulai melemah hingga akhirnya terlepas. Aku tidak berani menatap kebelakang dan melihatnya pergi.

Aku kembali ke dalam restoran setelah beberapa saat kepergian Kyuhyun. Danny menghampiriku kemudian secara tiba tiba mencium keningku. “itu hukuman karena kau pergi lama sekali..”. aku hanya menunduk dan tersenyum malu sementara terdengar suara siulan dan godaan dari beberapa orang yang aku sendiri tidak kenal.

“Sutradara Jung, jangan  lupa mengundang kami saat pernikahnmu ya..” kata seorang lelaki paruh baya. Danny tersenyum kemudian mengangguk mantap. “Tentu saja, kupastikan semua undangan akan tiba di rumah kalian. Ingat, kalian harus hadir ya!!”

“Tentu saja!!” balas mereka serempak.

Aku hanya bisa memberikan senyuman paksa pada setiap orang yang menyapaku. Aku duduk sendiri di meja sementara Danny masih sibuk dengan teman-temannya. Beberapa saat kemudian Donghae Oppa mendekatiku dan duduk di depanku.

“Chukkae atas pernikahanmu..” katanya sambil tersenyum tulus.

“gomawo Oppa…”

“Apakah kau bahagia??” tanyanya. Aku sedikit kaget dengan pertanyaan yang dilontarkannya. Apakah aku bahagia?? Entahlah….

“tidak ada alasan untuk tidak bahagia Oppa. Danny orang yang baik dan sangat menyayangiku..” gumamku. Donghae tersenyum aneh, aku merasa risih dengan senyumnya itu.

“Arasso, Asal kau tahu kami senang kau pulang. datanglah sekali-kali ke dorm, kami rindu masakanmu..” kata Donghae Oppa. Aku mengangguk mantap.

“tentu saja, aku masih ingat saat kalian semua berebut masakanku… Masa itu sungguh indah Oppa, rasanya baru kemarin masa bahagia itu terjadi..”

“Masa itu seakan tidak ada duka di dunia ini. Oh  iya, kau masih berhutang sesuatu padaku” kata Donghae Oppa. Aku menatapnya tidak mengerti.

Dia kemudian melanjutkan perkataannya. “Kau belum selesai mengajariku Bahasa Inggris. Aku menyukai seseorang yang selalu berbahasa Inggris dan kesal jika aku tidak mengerti perkataannya. Seharusnya sebelum kau pergi, kau menuntaskan tugasmu menjadi guru bahasa Inggrisku” katanya panjang lebar. Aku terkekeh mendengar perkataannya. Dulu dia adala salah satu penopangku.

“I think I know who is the girl?? Is she my sister??”

“Park Soon Hee yang cantik. aku tidak mengerti apa yang kau katakana. Sudahlah, aku ingin bergabung dengan yang lain, kau tidak ikut bersenang-senang dengan ‘Calon Suamimu’??” Donghae Oppa menekankan perkataannya ketika menyebut kata Calon Suami. Aku menggeleng.

“apakah kau sudah lupa Oppa?? Aku benci keramaian..” kataku pada Donghae oppa. Dia hanya mengendikkan bahunya kemudian beranjak pergi. Aku mulai mencari keberadaan Kyuhyun, tapi aku tidak bisa menemukannya dimanapun karena restoran ini sudah sangat ribut dengan suara nyanyian.

Aku mulai terganggu dengan suasana ramai di pesta ini. begitu ribut dan pengap, dan aku sangat membenci ini. kalau bukan karena Danny yang memaksaku datang, aku tidak mungkin menghadiri pesta ini. Aku mencari keberadaan Danny untuk mengajaknya pulang, tak tahukah dia kalau aku terkadang phobia terhadap keramaian??

Aku menarik nafas dalam-dalam dan memandang kesekeliling restoran. Alunan music dan suara-suara orang yang mengobrol mulai membuatku pusing. Aku harus segera pergi dari sini,soal Danny, aku akan menelfonnya dan menjelaskan semuanya setelah sampai di rumah. Tiba-tiba sesorang menyenggolku, aku terjatuh dan seketika kepalaku semakin sakit dan aku tidak tahu lagi apa yang terjadi..

(Soon Hee’s POV end)

————————————————————————————————————————–

(Kyuhyun’s POV)

Hatiku merasa lega setelah kejadian di taman itu. Soon Heeku masih belum berubah, bahunya masih tetap seperti nikotin untukku, mampu menghilangkan semua duka dan kegelisahanku. Aku duduk di pojok restoran ini, tidak berniat bergabung dengan semua crue dan Eunhyuk hyung yang sdari tadi bernyanyi dan berjoget di panggung restoran. Aku heran dengan danny Hyung, dia membooking restoran ini khusus untuk merayakan selesainya acara syuting MV kami padahal MV ini belum dirilis jadi kami belum tahu apakah MV kami diterma oleh masyarakat atau tidak. Ketika aku menanyakan hal ini padanya dia hanya berkata bahwa semua yang disutradarainya selalu sukses.

Semakin lama suasana di restoran ini semakin ramai dengan alunan music dan suasana obrolah yang membuat restoran ini semakin ribut. Tuhan, Soon hee benci keramaian!! Aku mencari keberadaannya dan melihatnya duduk gelisah sambil menatap kesekeliling restoran. Aku berusaha memberitahu Danny hyung tapi dia terlalu sibuk bernyanyi dengan Yesung. Aku semakin khawatir dengan keadaan Soon hee, dia terlihat linglung dan terus-terusan memijit kepalanya. Phobia keramaiannya pasti kembuh lagi.

Aku berjalan mendekatinya karena melihat wajahnya yang semakin pucat. Soon Hee berdiri tiba tiba seorang lelaki menyenggolnya dan Soon hee terjatuh. Aku berlai kearahnya dan menahan badannya yang hampir menghantam meja.

“Soon Hee-ah!!! Park Soon Hee..!!” aku mencoba menyadarkannya tapi diasudah terlanjur pingsan . aku panic dan hanya bisa berteriak memanggilnya.

“Soonie!!! Bangun!!… Hyung!!” aku berteriak mencoba mencari pertolongan. Beberapa saat kemudian Leeteuk dan Donghae hyung datang diikuti oleh beberapa member lain beserta para crue. Mereka kemudian mecoba membantuku agar Soon Hee segera siuman.

Danny hyung datang dan terlihat panic melihat Soon Hee yang pingsan. “Apa yang terjadi?? Kenapa Soon Hee bisa pingsan??”

“Danny Hyung!! Seharusnya kau tidak meninggalkannya sendiri. Tak tahukah kau kalau Soon Hee benci keramaian, phobianya bisa kambuh jika suasana terlalu ribut!!” Tampa kusadari aku berteriak membentak Danny Hyung. Raut wajahnya berubah menjadi sangat khawatir pada calon istrinya.

“Mianhe… aku tidak tahu kalau Soon hee benci keramaian. Aku benar bemar menyesal.” Kata Danny Hyung. Aku tidak mempedulikan perkatannya dan tetap mecoba menyadarkan gadis ini.

“Sudahlah, ayo kita bawa Soon Hee ke rumah sakit..” kata Shindong hyung.

“Jangan Hyung, Soon Hee benci aroma rumah sakit. Sebaiknya kita bawa dia kembali ke Flatnya saja.” Kataku tampa mempedulikan tatapan aneh semua orang direstoran ini.

“itu tidak mungkin, hampir 2 tahun Soon Hee dirawat di Rumah Sakit di London, jadi dia sudah pasti trebiasa dengan suasana di tempat itu.” kata Danny hyung. Dia kemudian mendekatiku kemudian merebuat Soon Hee dari dekapanku. Dia menggendong gadis itu dan membawanyake mobil.

“Aku yang akan mengurusnya karena aku adalah calon suaminya. Jadi kalian lanjutkan saja pestanya. Aku pergi dulu” Danny hyung memacu mobilnya meninggalkan tempat parkir. Mataku melihat mobil itu semakin jauh hingga tak terlihat lagi.

Donghae hyung menepuk pundakku. “Aku akan menanyakan keadaanya pada Eun Jung nanti. Kau tenang saja” Aku mengagguk dan memeluk Donghae hyung. Leeteuk dan semua member datang dan memutuskan untuk kembali ke dorm. Entah apa yang dipikirkan mereka setelah melihat reaksiku tadi.

(Kyuhyun’s POV end)

—————————————————————————————————————————–

 

Danny membawa Soon hee kembali ke Flatnya di derah Gangnam. Setelah sampai, dia langsung disambut oleh Eun Jung. Tampa banyak bicara Eun Jung langsung menyuruh Danny membawa Eonnienya ke kamarnya. Eun Jung kemudian mecoba menyadarkan Soon Hee dengan alcohol setelah gadis itu sadar, dia lalu memberikan sebuah pil pada Soon Hee. Soon Hee langsung minum pil yang diberikan dongsaengnya.

“Pil apa itu??” Tanya danny.

“Ini obat penenang untuk Eonni jika phobianya kambuh..” Danny mengernyitkan dahinya. Seingatnya dia belum menceritakan perihal pingsangnya Soon Hee pada gadis itu, tapi kenapa dia langsung tahu. Mereka beruda kemudian keluar dari kamar Soon Heed an membiarkan gadis itu beristirahat dengan tenang.

Dannya duduk di sofa sementara itu Eun Jung masuk kedapur, beberapa saat kemudian Eun Jung keluar sambil membawa segelas kopi dan memberikannya pada Danny.

“Kau tahu darimana kalau Soon Hee pingsan??” Danny kembali bertanya dan membuka pembicaraan diantara mereka.

“Tadi Lee Donghae menelfonku. Katanya Phobia Eonniku kambuh di pesta itu. Kupikir kau mengajaknya untuk Dinner, seandainya aku tahu bahwa pesta itu akan ribut, aku pasti melarang Eonniku pergi denganmu..” Eun Jung menjelaskan sedetail mungkin pada calon kakak iparnya.  Nada suaranya terdengar ketus pada Danny. Dia kesal karena lelaki itu tidak bisa menjaga Eonninya dengan baik.

“Mianhe, Soon Hee tidak pernah bercerita tentang phobianya. Apakah phobianya parah..??”

“Tidak juga. Kata Daddy, Phobiaya hanya kambuh saat suasaha hati Eonni sedang tidak baik. Eonni tidak apa-apa kalau ditempat ramai lain seperti pasar atau bioskop, penyakit itu hanya kambuh jika Eonni sedang stress.”

“jadi menurtmu Soon Hee stress?? Kenapa bisa seperti itu saat kami akan menikah?? Apakah Soon Heeku tidak menyukai pernikahan itu??”

Eun Jung kaget mendengar perkataan Danny. Sesaat dia diam, tak tahu haru mejawab apa agar tidak menyinggung perasaan Danny. “Hmm… Tentu saja tidak?? Eonni mencintaimu. Stress Eonni mungkin semacam gejala frustasi menjelang pernikahan. Semua wanita mengalami hal itu sebelum menikah..”

“Menurutmu begitu??” Tanya Danny sedikit ragu.

“Tentu saja, Danny-ssi. Mungkin hanya kau yang bisa membantu Eonni dari keterpurukannya..”

“Keterpurukan??”

“Bukan apa-apa. Kau pulanglah, ini sudah malam. Tidak baik dilihat orang kalau kau datang tengah malam diapartemen yang hanya dihuni 2 orang wanita” kata Eun Jung. Danny mengangguk kemudian beranjak meninggalkan Flat Park Soon Hee.

Setelah danny pulang, Eun Jung masuk ke kamarnya yang sekarang dihuni bersama Soon Hee. diatapnya lekat-lekat wajah gadis manis itu yang sedar tertidur nyenyak. Eun Jung mendekati Eonninya kemudian menyingkirkan beberapa helai rambut hitam gadis itu.

“Eonni, kenapa Phobiamu bisa kambuh lagi?? Kata Daddy penyankitmu hanya kambuh sekali, itupun saat kau baru tiba di London. Apakah kau menyembunyikan lukamu lagi?? Kenapa tidak membaginya denganku..” Eun Jung menghela nafas pajang.

“Kau itu seperti Mommy. Kau yang lemah lembut dan selalu menyembunyikan lukamu benar benar mengingatkanku padanya. Mommy yang selalu terlihat tegar dihadapanku dan Daddy, tapi dibelakang kami dia menangis dalam diam. Eonni!! Sifat Mommy yang seperti itu jangan kau tiru, kau harus membagi sedikit bebanmu padaku. Arasso??” Kata Eun Jung, namun gadis yang diajaknya tidak bereaksi apapun dan terus terusan berada dialam mimpi.

———————————————————————————————————————————–

 

Kyuhyun, Donghae, dan Sungmin menikmati sarapan pagi mereka yang telah disiapkan Ryeowook dengan lahap. Jadwal Mereka bertiga kosong hingga siag nanti, Sungmin dan Donghae sesekali melirik kearah Kyuhyun, tapi namja bersuara merdu itu tidak mempedulikannya dan terus menikmati Kimchi Fried Rice buatan Ryeowook.

Setelah beberapa lama diamati, akhirnya Kyuhyun merasa rish juga. dia meletakkan sendok beserta garpunya dan menatap tajam kedua Hyungnya bergantian. “Waeyo??”

“Kyu, Gwencanayo??” Tanya Sungmin.

“Tentu saja, memang aku kenapa..” Kata Kyuhyun lalu melanjutkan makanannya. Setelah selesai, Kyuhyun berdiri dan bersipa meninggalkan ruang makan dorm lantai sebelas.

“Kau tidak ingin menanyakan kabar Soon Hee padaku?? Aku kemarin menghubungi Eun Jung.” Kata DOnghae. Kyuhyun yang hendak pergi menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Hyungnya.

“Bukan urusanku…”katanya cuek. Dia besiap meninggalkan tempat itu.

Donghae tidak mempedulikan apa yang dikatakan Kyuhyun. Dia tahu bagaimana perasaan kedua orang itu. “Dia baik baik saja, Kyu. Kata Eun Jung dia hanya sedikit stress menjelang pernikahannya. Kau tahu semacam kekhawatiran atas sebuah komitmen..”, Kyuhyun yang hendak pegi kembali menghentikan langkahnya kemudian menghampiri Donghae.

“Aku tahu. Tapi sekarang aku sudah tidak peduli. Sejak tadi malam, mengetahui bahwa dia akan menikah dengan namja yang tepat aku sudah melepasnya…” kata Kyuhyun mantap.

Sungmin yang sedari tadi diam kemudia menyahut. “Lalu kenapa tadi malam kau menangis?? Kau pikir aku tidak mendengarna??”

“Aku hanya dalam proses untuk melepasnya, Hyung. Dan itu butuh sedikit perjuangan..”

Donghae tersenyum mencibir. “Kau pengecut”. Lelaki tampan itu kemudian berdiri dan meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin yang hanya bisa diam. Kyuhyun tidak bisa membantah perkataan Hyungnya, karena memang dia adalah seorang pengecut yang hanya bisa menerima keadaan dengan lapang dada, tampa mau memperjuagkan orang yang begitu berarti untuknya.

“Kenapa kau seperti ini??” Tanya Sungmin.

“Lalu aku harus bagaimana Hyung?? Soon Hee sudah mempunyai Danny hyung untuk menjaganya, jika dia denganku apa yang bisa diharapkannya?? Bagaiamana jika nanti aku menyakitinya lagi seperti yang pernah kulakukan, aku takut jika dia menderita seperti dulu karena aku……..”

“Aku tidak ahu apa yang ada di otakmu itu. Tapi kau melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya.”

—————————————————————————————————————————

 

Soon Hee membuka matanya perlahan dan berusaha untuk menyesuaikan dengan pencahayaan di kamarnya, dia melihat Eun Jung terlelap di dekatnya. Soon hee meliahat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Dia beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

Setelah sarapan siap, Soon Hee duduk di salah satu kursi di meja makannya dan menyesap kopinya. Dia mulai memikirkan kejadia semalam akhirnya pertanyaan itu bergelayut di kepalanya. Siapa yang menahannya tai malam saat akan jatuh?? Siapa yang membawanya kemari dan siapa yang berteriak memanggil namanya saat di pingsan??

Soon Hee memegang dadanya, dia merasa mengenal kehangatan itu. “Kyuhyun….” Gumamnya. Lamunannya pudar saat Eun Jung datang dan langsung emenyesap kopi Soon Hee, sesekali dia memijit lehernya. Soon Hee menatap Eun Jung seksama. “Kau habis meangis?? Matamu bengkak..”

“benarkah?? Oh my God!! Aku akan bertemu seseorang hari ini EOnni!! Otokkhe??” Eun Jung lalu masuk ke kamarnya dan melihat wajahnya di cermin. Beberapa saat kemudian terdengar jeritan.

“Eonni!! Ini karena tadi malam aku mengkhawatirkanmu!!” Eun Jung keluar dari kamarnya dan langsung duduk di depan Soon Hee.

“tenanglah… Eonni punya salep agar bengkak di matamu cepat hilang….” Kata Soon Hee pelan. Tampa disadarinya Eun Jung menatapnya tajam.

“Jadi apa itu artinya dulu kau selalu menangis tengah malam dan menghilangkan bengkak di matamud engan salep itu, Eonni???” Skak mat!! Kim Eun Jung selalu berhasil memojokkan Eonninya. Gadis itu terlalu cerdas dan teliti untuk mempunyai seorang Kakak yang lemah lembut dan selalu menutupi perasaannya.

“Kau obati saja matamu itu. Jangan sampai Donghae Oppa melihatmu seperti itu” kata Soon Hee sambil mengalihkan pembicaraan mereka. Soon Hee juga teliti dalam mengamati pola tingkah laku adiknya, dan dia tahu bahwa Eun Jung menaruh perhatian pada Donghae Opp, hanya saja dia tidak menyadari perasaannya.

“Eonni!!!”

“Namja yang ingin bertemu denganmu adalah Donghae kan?? Kau jangan mengelak dariku Jennifer Kim!!” kali ini Soon Hee yang berhasil memojokkan dongsaengnya.

“darimana Eonni tahu??”

“Pokoknya aku tahu. Oh iya, ada yang ingin kutanyakan padamu..” kata Soon Hee.

“Apa??”

“kemarin yang membawaku pulang siapa??” Tanya Soon Hee.

“Danny..” Raut wajah kecewa lagsung terpampang diwajah Soon Hee. padahal hatinya mengatakan bahwa yang memberinya kehangatan dan menolongnya saat terjatuh adalah Kyuhyun.

Eun Jung kemudia kembali menyesap kopi Eonninya sampai habis lalu berkata. “Kejadian semalam.. aku sudah tahu dari Donghae. Aku tidak menyangkan bahwa kejadiannya akan serumit ini. Soon Hee Eonni, apa kau mash menyayanginya..??”

“Kau tahu semuanya Jenny, tak perlu kukatakanpun kau sudah mengerti. Di dunia ini tidak ada lagi tempat untuk kami…” Soon Hee kemudian menghela nafas panjang kemudan beranjak dari tempatnya.

“Hari ini Eonni mau kemana??” Tanya Eun Jung.

“Aku mau jalan-jalan. Aku merindukan hiruk pikuk kota Seoul..”

“mau kutemani??” mendengar itu, Soon Hee tersenyum mencibir.

“Kau mau menemaiku?? Come on Jenny, kata Jason kau bahkan tersesat saat hendak ke pasar..” mendengar itu, Eun Jung mengembungkan pipnya kesal. Dia mengeluarka Iphonenya.

“I have map in my phone. So, Don’t worry…”

“Sudahlah…. Lagipula kau ada kencan dengan Donghae kan??” Soon Hee menggoda Eun Jung.

“it is not a date. Just….. have lunch??” kata Eun Jung ragu. Soon hee tersenyum kemudian mengacak poni adiknya.

“Tidak perlu menemaniku. Aku mungkin pulang malam karena aku akan menemui Danny.”

“Selamat bersenang senang Eonni!! Enjoy your life and don’t cry again!!”

————————————————————————————————————————-

 

Soon Hee berjalan menyusuri jalanan didepan pertokoan sambil memotret segala sesuatu yang menurutnya adalah momen yang indah. Sebelum dia menikah dengan Danny dan menetap di London, dia harus menikamti indahnya kota Seoul. Dia berhenti didepan sebuah toko bunga dan masuk kedalam, member beberapa kuntum mawar putih dan kembali melanjutkan perjalanannya.

Semua tempat yang indah sudah dikunjunginya hari ini, mulai dari Han River, Namsan Tower, Toko Buku, toko Bunga sampai taman bermain sudah dikunjunginya sendiri. Tapi tubuhnya tidak bisa diajak kompromi, dia sudah benar benar lelah, akhirya dia memutuskan untuk masuk ke sebuah Café yang mempunyai interior yang menurutnya amat indah.

Soon Hee memilih tempat duduk yang ada di pojok dan dekat dengan jendela, dia kemudian duduk dan memesan Vanilla Latte kesuakannya.

“Park Soon Hee” Soon Hee tersadar dari lamunannya saat mendengar sebuah suara hangat yang memanggil namanya.

“Cho Ahjumma!!” kata Soon Hee senanga, dia lalu berdiri dan langsung mendapat pelukan hangat dari Eomma Kyuhyun.

“Omoo… apakah ini benar benar Soon Hee?? Neomu Yeoppo…” Soon Hee tersenyum malu saat mendengar perkataan Wanita yang dulu sudah dianggapnya seperti Eommanya sendiri. Senyum wanita itu terkembang seaka baru saja memeluk anaknya sendiri.

Eomma Kyuhyun kemudian berkata “Soon Hee-ah, kau kemana saja?? Jadi ini maksudmu dulu ketika datang kerumah dan berkata bahwa kau tidak bisa lagi menjaga Kyuhyun untuk kami??” Soon hee hanya mengangguk pasrah saat Cho Ahjumma mengajaknya duduk untuk lebih mengobrol banyak.

“apa yanga Ahjumma lakukan di Café ini??” Tanya Soon Hee.

Wanita paruh baya itu tersenyum lalu membelai kedua pipi Soon Hee, meskipun umurnya sudah menginjak 50 tahunan, tapi guratan kecantikan masih berebekas di wajahnya. “Café ini dikelola oleh Ahjumma dan beberapa teman yang merupakan ibu dari member Super Junior. Oh iya, Kau belum menjawab pertanyaan Ahjumma, 2 tahun ini kau kemana??” Soon hee menghela nafas panjang. Obrolan mereka semat terhenti saat pelayan datang dan membawa Vanilla Latte pesanan nya.

“Aku pergi di London Ahjumma. Aku mendapat perawatan di rumah sakit milik Ayah tiriku…” kata Soon hee. dia bukanlah gadis yang mau menceritakan semua penderitaannya pada orang lain, tapi dia tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Cho Ahjumma.

“Perawatan?? Bisakah kau menjelasakan lebih lanjut..”

Soon Hee menceritakan setiap detail yang dialaminya di London, mulai dari bertemu Ibu kandungnya, Operasi tumor yang ada di matanya, sampai tentang pernikahannya dan alasan kepulangannya ke Seoul. Cho Ahjumma mendegarkan semuaya dengan seksama, sadar jika gadis yang ada di depannya benar benar tegar menjalani hidupnya.

“Kau pasti sangat menderita..” Cho Ahjumma memeluk Soon Hee erat, berharap jika pelukannya bisa member sedikit ketenangan pada gadis itu. “Soon Hee-ah, Suamiku pasti sangat senang jika ytahu kau ada di Seoul sekarang. Kau tahu, Abouji Kyuhyun selalu berkata bahwa hanya ada satu yeoja yang boleh menjadi menantunya dan itu adalah kau..”

“Ahjumma, aku tidak mungkin bisa mewujudka harapan Cho Ahjusshi…”

“Aku tahu. Soon Hee-ah, kau harus ingat satu hal, kau tetaplah puteri kami, tidak peduli kau menjadi menantu kami atau tidak. Kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini” Soon hee menghapus air matanya. Cho Ahjumma lalu pergi untuk menelfon Abouji Kyuhyun dan beberapa saat kemudian wanita itu kembali.

“Datanglah ke rumah nanti malam. Dia ingin bertemu denganmu…”

“Mianhe Ahjumma, malam ini aku akan pergi dengan Danny…” Soon hee tampak menyesal.

“kalau begitu datanglah besok malam. Kau tidak usah khawatir, Kyuhyun tidak menginap di rumah…”

———————————————————————————————————————– —

 

Pukul 20.00 malam Soon Hee baru sampai di flatnya. Dengan malas dia memasukkan kode kunci keamanan dan membuka pintunya. Soon hee langsung menuju kamarnya dan mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Matanya menyipit saat melihat Eun Jung tertidur di sofa ruang tamu mereka, gadis blasteran itu terlihat kacau.

“Jenny… Jenny Wake up!!” Soon Hee mengguncang-guncangkan bahu adiknya. Eun Jung menggeliat dan perlahan membuka matanya.

“Kau kenapa kacau begini??” Tanya Soon Hee.

Eun Jung kemudian duduk di dekat Soon Hee. “Aku benar benar lelah dengan si Donghae itu. Kau tahu Eonni, tadi ketika kami hendak makan siang tiba-tiba seorang gadis datang dan merengek pada Donghae. Donghae dan aku lari tapi semakin lama yang mengejar kami semakin banyak!!”

“Lalu??”

“Mereka baru berhenti mengejar kami saat Donghae membawaku naik ke sebuah taksi. Karena kami belum makan siang, akhirnya aku dan dia memutuskan untuk ke Flat ini dan memasak makanan…” Eun Jung berhenti kemuadian menarika nafas dalam lalu melanjutkan ceritanya. “Dongahe dan aku memasaka beberapa makanan. Untung saja aku jago memasaka, kalau tidak kami pasti akan kelaparan karena dia tahunya hanya memotong bawang, itupun dengan berderai air mata..” Soon hee menatap adiknya curiga karena Eun Jung menceritakan semua itu dengan antusias dan senyum selalu terkembag dari bibir mungilnya.

“Sudah sana mandi, kau bau sekali…” kata Soon hee. mendengar itu EUn Jung kembali mengembungkan pipinya.

“Eonni!!”

***********

 

Leeteuk berjalan dengan santai menuju ruang latihan Super Junior sambil membawa sebuah kertas ditangannya. Dia masuk kemudian memanggil semua member yang sedang latihan dance. Kyuhyun diikuti oleh yang lain duduk melingkar dihadapan Leeteuk.

“Ini jadwal kita untuk minggu ini..” Leeteuk membagikan kertas tadi kepada semua member.

“Loh… bukannya jadwal kita sudah penuh hingga bulan Mei. Kenapa diubah lagi??” Tanya Siwon saat memangdangi kertas itu.

“Sebenarnya perubahannya tidak terlalu banyak. Kita hanya diundang untuk menghadiri semacam konser amal untuk penderita kanker di daerah Busan. Jadi, aku hanya mengajak yang ingin ikut karena di acara itu kita tidak dibayar, karena penjualan tiketnya akan disumbangkan untuk Rumah Sakit Khusus Penderita Kanker yang akan dibangun…” jelas Leeteuk, semua member mengagguk.

“Aku ikut Hyun..” kata Kyuhyun. Leeteuk mengagguk.

“Aku juga..” Eunhyuk menambahkan dan diikuti oleh member lain.

“Aku tahu kalian akan ikut…” kata Leeteuk disertai senyumnya yang indah. Semua member mengagguk matap.

Tiba-tiba Siwon berbicara. “Lalu bagaimana dengan keamanannya??”

“tenang saja, Pihak penyelenggara sudah mempersiapkan ‘Orang besar’ untuk menjaga kalian, ini adalah event besar yang juga dihadiri oleh banyak artis, jadi gedung konser sudah terjamin keamanannya..” jelas Leeteuk. Semua member menganggu tanda mengerti.

“satu lagi, Lagu yang kita nyanyikan tergantung dari kemauan kita. Yesung-ah, kau mau menyanyi solo??” Tanya Leeteuk.

“Tidak bisa Hyung. Tenggorokanku sedikit bermasalah. Aku dilarang untuk terlalu memaksalan suaraku oleh Dokter, aku tampil KRY saja…” jelas Yesung. Leeteuk juga meminta Ryeowook tapi dia juga tidak bisa karena lagu yang dinyanyikannya sedang dalam proses pembuatan.

“Suruh Kyuhyun saja yang menyanyi solo..” usul Yesung.

“Kyu, kau mau menyanyi solo..” Tanya Leeteuk, Kyuhyun mengangguk.

“baiklah, untuk Super Junior kita akan membawakan Mr. Simple dan A-Cha, Lalu SuJu KRY akan menyayikan Let’s Not, lalu Kyuhyun, terserah kau menyanyikan apa.  Sampai disini ada yang ingin ditanyakan??” semua diam.

“baiklah kalau begitu, aku pergi dulu. Aku ingin melihat Heechul di Wamilnya..”

—————————————————————————————————————————

 

Setelah beberapa artsi dan penyanyi menyetujui untuk hadir di acara amal itu, Soon hee mulai sibuk untuk mempersiapkan konser pengumpulan dana itu. Dia sibuk dengan acara promosi, konfirmasi tempat konser yang rencananya akan diadakan di Sajik Indoor Stadium Busan. Hari inpun dia akan mengadakan jumpa pers dengan para wartawan yang sudah sangat sibuk ingin menulis berita tentang acara tersebut.

Soon Hee dengan langkah anggun memasuki aula Star Hotel, tempat diadakannya jumpa pers situ.

“Selamat siang, terima kasih saya ucapkan kepada rekan rekan wartawan atas kesediaannya hadir dalam jumpa pers ini..” Kata Soon Hee membuka acara tersebut. Tampa basa basi, merkea langsung menanyakan setiap pertanyaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konser, penyelenggara, maupun tentang rumah sakit yang akan segera diresmikan. Soon hee memperbaiki posisi duduknya kemudian mulai berbicara.

“Konser amal ini merupakan perwujudan dari program ‘Peduli Sesama’ dari Yayasan Kimhwan milik Dr. Jason Kim. Diamana keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk pengobatan bagi penderita kanker dengan penghasilan dibawa rata-rata. Selain itu, setelah pelaksaan konser, maka Yayasan Kimhwan akan dengan resmi mengoprasikan Mothers Love International Cancer Hospital  yang berlokasi diBusan..”

“Park Soon Hee-ssi, kami lihat di iklan sebagian besar artis dan penyanyi yang hadir merupakan penyanyi yang terkenal dengan honor selangit, bagaimana anda menanggapi hal ini??” Tanya salah seorang wartawan. Soon hee etrsenyum lembut kemudian mulai berbicara.

“Kami sudah bekerjasama dengan pihak terkait. Ini adalah acara amal, jadi penyanyi serta artis yang hadir adalah sukarelawan. Jadi masalah honor, mereka tidak menuntutnya hanya keamanannya saja yag mereka minta diperketat..” Soon hee menjelaska semuanya dengan mantap, semua yang ada di ruangan itu mengangguk tanda puas dengan berita yang mereka peroleh.

——————————————————————————————————————————

 

Sajik Indoor Stadium Busan sudah dipenuhi oleh pengunjung yang sebagian besar berasal dari kaum hawa. Wajar saja, karena Konser amal itu menampilkan banyak artis dan penyanyi idola mereka seperti Shinee, kangta, f(x), Miss A, K Will, dan Super Junior. Mereka adalah penyanyi yang mau meluangkan waktunya untuk acara pengumpulan dana ini.

Setiap penyanyi mulai mempersiapkan diri di ruangan yang sudah disediakan bagi setiap pengisi acara. Di Ruangan Super Junior, Sembilan member sudah berkumpul da mempersiapkan penampilan mereka. Leeteuk kemudian mendekati Kyuhyun yag sedari tadi hanya sibuk denga PSPnya.

“Kyu, kau tahu siapa penyelenggara acara ini..?” Tanya Leeteuk. Kyuhyun menggeleng.

“Molla, apa peduliku… aku hanya ingin membantu para penderita kanker itu..” Sungmin mendekati mereka berdua dan menyela pembicaraan tersebut.

“kemarin aku melihat jumpa persnya di TV, Aku tidak menyangka bahwa yang mengatur semua ini adalah Uri Soon Hee” sela Sungmin. Kyuhyun mempause gamenya kemudian menatap kedua hyungnya heran.

“Teuki Hyung, kau merencanakan ini?”

“Tidak. Semuanya terjadi begitu saja. Kau siap-siplah, sebentar lagi kita show..”

 

____________________________TO BE CONTINUED___________________________________