Cover by : http://choiheera3424.wordpress.com/

Seungwon Entertainment

Present

Love Like This

Author : Seungwonation

Judul : Love Like This (Part 1)

Cast : INFINITE KIM SUNGGYU, APINK JUNG EUNJI , B2ST YANG YOSEOB, LEE JIEUN (IU)

Genre: romance (?)

Rated : G

Length : Chapter

Disclaimer:

Cast merupakan tokoh real namun ceritanya murni hanya fiksi belaka.

Cuap-cuap Author:

Annyeong,Seungwon hadir kembali dengan membawa FF Gyuji atau gimanalah nanti tamatnya kekekeke. Ini adalah FF  yang tadinya mau full romance cuman gak jadi, sumpah bikin ff romance tuh susahhhhhhhhh hahahahhahaha

Dont Be A Siders – Dont Be A Plagiat – Dont Be A BashingMan (?)

Happy Reading ^^

———————————————————————————————————————————————————————–

Author POV

Pagi itu suasana SMA Juseon masihlah sangat sepi dan lengang, hanya beberapa murid yang terlihat lalu lalang. Memang ini terlalu pagi untuk datang ke sekolah. Jika bukan karena bertugas piket atau memang karena rajin, mana ada murid yang mau bersusah-susah bangun lebih pagi dan berangkat ke sekolah lebih awal.

Namun pagi ini ada sesuatu yang berbeda dari  seorang gadis bernama Jung Eunji. Siswi kelas 2 SMA Juseon itu tidak seperti biasanya sudah terlihat di pelataran sekolah. Biasanya setiap hari Dia selalu terlambat datang ke sekolah.

Dia berjalan melangkahkan kakinya menuju ke dalam gedung sekolah. Sesekali Ia melirik kanan kirinya seolah-olah gerak-geriknya tidak ingin terlihat oleh siapapun. Sesampainya Eunji ke dalam gedung, Dia langsung menghampiri komplek loker siswa.

Bukannya menghampiri loker miliknya, Eunji malah menghampiri loker orang lain.

“Haahh…. ” Eunji menghela nafas beratnya seraya mengembungkan pipinya.

Dia kemudian membuka restleting tasnya dan mengeluarkan sesuatu. Sebuah amplop berwarna pink dengan motif bunga di pinggirnya yang terlihat girly, sebuah surat.

Sekali lagi Eunji mengalihkan pandangannya ke sekitar loker, sekedar meyakinkan kalau tidak ada orang lain selain dirinya di sana.

Eunji memandang amplop surat itu dengan cemas. Dengan ragu-ragu Dia menyelipkan surat itu ke dalam salah satu loker di hadapannya.

Setelah yakin amplop surat itu masuk ke dalam loker, secara perlahan Eunji membalikkan badannya. Lalu secara perlahan Ia mulai melangkahkan kakinya menjauh dari loker, tidak terkesan buru-buru dan bersikap sesantai mungkin.

Sebuah senyum tersungging di bibir manis remaja perempuan itu. Sebuah senyum sumringah seorang gadis yang tengah jatuh cinta.

Author POV END

Eunji POV

Aku duduk di kursiku dengan headphone terpasang di telingaku dan sebuah novel teenlit di tanganku. Kelas yang tadinya sepi mulai terlihat ramai, ketika para siswa mulai berdatangan.

“Eunji-ah, tumben pagi-pagi Kau sudah datang ke sekolah, biasanya Kau selalu terlambat!”

Tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku. Tanpa harus mengalihkan pandanganku dari novel yang tengah kubaca, Aku sudah tahu siapa pemilik suara itu.

Dia adalah Lee Jieun, sahabatku sedari kecil yang selalu satu kelas denganku semenjak SD.

Aku melepaskan Headphoneku dan meletakkan novel yang ada di tanganku ke atas meja, Lalu Aku berkata,

“Aku habis melakukan sebuah misi!” Aku menjawab pertanyaannya.

Jieun yang duduk di depanku langsung menatapku curiga.

“Misi apa?” Tanya Jieun penasaran.

“Aku habis menyatakan cinta!” Aku berbisik agar tidak ada siswa lain yang mendengarnya.

“Mwo? Menyatakan cinta pada siapa? Yoseob Oppa?” Balas Jieun dengan nada pelan.

Aku hanya mengangguk pelan dan tersenyum pada Jieun.

“Bagaimana bisa Kau menyatakan cinta? Terus gimana, diterima gak?” Tanya Jieun dengan antusias menuntutku untuk bercerita.

“Well, Aku tidak menyatakan perasaanku secara langsung. Aku membuat sebuah surat cinta dan memasukkannya ke dalam loker Yoseob Oppa tadi pagi sebelum sekolah ramai!” Aku menceritakan tujuanku datang ke sekolah lebih awal hari ini.

Ya, Aku memang sengaja berangkat lebih awal dengan tujuan agar Aku lebih leluasa memasukan surat cinta yang ku buat semalam suntuk ke dalam loker Yoseob Oppa. Itu ku lakukan agar tidak ada orang yang memergokiku tengah memasukan surat ke dalam loker Yoseob Oppa.

Memang sudah sejak lama Aku menyukai Yoseob Oppa, Dia adalah seniorku di sekolah, Ia memang bukanlah namja paling keren dan populer di sekolah ini, tapi sifatnya yang baik dan ramah membuat nilai plus baginya.

Dan Aku mungkin adalah salah satu yang terjerat dengan pesonanya itu. Jieun sendiri tahu kalau sudah sejak lama Aku menyukai Yoseob Oppa, beberapa kali Jieun menyarankan agar Aku menyatakan cinta pada Yoseob Oppa.

Namun, Aku terlalu malu untuk melakukannya. Kenapa tidak, sebenarnya Aku dan Yoseob Oppa tidak saling mengenal satu sama lain. Selama ini Aku hanya menyukainya secara diam-diam, bisa di katakan Cintaku ini bertepuk sebelah tangan. Jadi tidak mungkin kan, tiba-tiba Aku menyatakan cinta padanya secara langsung, sudah pasti Yoseob Oppa akan langsung menolakku.

”Aishh… Aku kira Kau menyatakannya langsung,” Sahut Jieun kecewa.

”Memang sih terkesan kuno, tapi di situlah sisi romantisnya!” Kataku beralasan.

”Terserah Kau sajalah!”

Aku hanya bisa tersenyum melihat reaksi sahabatku ini. Meskipun terkesan cuek, tapi Aku tahu sebenarnya Jieun juga ikut senang kalau Aku senang.

Hmm, apa Yoseob Oppa sudah melihat surat ku? Bagaimana reaksinya, ya?! Meskipun Yoseob Oppa tidak mengenalku, setidaknya Ia tahu kalau ada seseorang yang menyukainya.

***0-0***

Teng… Teng… Teng…

Bunyi bel tanda istirahat menggema di seluruh gedung sekolah. Sekaligus menandakan pelajaran Jung Songsenim telah usai.

Segera setelah Jung Songsenim mengakhiri pelajarannya, Aku langsung menarik tangan sahabatku, Lee Jieun.

”Ya!Jung Eunji, Kita mau kemana?!” Pekik Jieun padaku.

”Lapangan basket!” Jawabku singkat.

”Mwo?Ngapain?” Tanyanya bingung.

”Udah deh jangan banyak bacot, Jieunnie. Kau cukup temani Aku saja!” Kataku.

”Dasar Yeoja sarap!” Rutuk Jieun.

Aku hanya terkekeh mendengar sahabatku ini menggurutu. Bukannya Aku narsis ya, tapi mana ada sih orang yang berani menolak ajakan gadis manis nan mempesona sepertiku. Ok Aku akui, Jieun memang lebih manis dariku, tapi Aku lebih montok dan semok darinya hoho.

Aku terus menarik tangan Jieun menuju lapangan basket. Meskipun sambil ngomel-ngomel kaya emak-emak toh Dia nurut aja ku ajak ke lapangan basket.

Tak butuh waktu lama untukku dan Jieun sampai menuju lapangan basket, Dari kelasku hanya tinggal turun 1 lantai terus melewati lorong hingga menuju pintu gedung bagian barat, dan tepat di luar pintu sanalah lapangan basket berada.

Sebenarnya ada cara yang bisa membuat Aku dan Jieun sampai ke lapangan basket, yakni tinggal loncat dari jendela kelasku, tapi sorry ya ini bukan ff horror, lagian otakku juga masih waras. :p

Setelah sampai di lapangan basket, mataku terbelalak melihat ramainya lapangan, yang mayoritas di dominasi siswi yeoja. Buset, ni lapangan udah rame aja kaya ada konser trio macan.

Aku dan Jieun kemudian merangsek menembus keramaian agar semakin dekat ke pinggir lapangan.

”Woi, Aku ke jepit!”

Samar-samar Aku mendengar suara Jieun yang menjerit, ku tolehkan pandanganku ke belakang. Dan benar saja, Ku lihat Jieun sedang terjepit di antara kerumunan-kerumunan cewe berbody kingkong hehe

Lagian Jieun sih, ngapain coba punya badan mungil?! Kalau ada pembagian beras raskin Dia mana mampu antri hahaha

Aku menarik tangan Jieun, setelah berjibaku menembus keramaian, dimana bau ketek burket para siswi bantet itu menyeruak masuk ke dalam hidungku. Baunya bikin eneg, aneh cewe kok gak pake deodoran ckck.

Setelah berburket-burket ria, Akhirnya Aku dan Jieun bisa lebih maju ke depan.

Aku melirik gadis yang sedari tadi ku seret, Lee Jieun.

Nafasnya agak terengah-engah, keringat dingin mengucur dari pelipisnya. Aishh, melelahkan sekali, rasanya seperti sedang menarik lengan seorang anak kecil masuk ke dalam kerumunan ibu-ibu demi mendapat panci diskonan.

Jieun itu Wajahnya manis dengan paras ayu, sepintas orang-orang akan menyangka Jieun itu adalah gadis alim dan kalem kaya cewe-cewe abis pulang ngaji. Tapi mereka salah, Jieun itu bawel, cerewet, dan sebagainya.

Pokonya gak cocok deh ama tampangnya haha

Yah ibaratnya Jieun itu kebalikan dariku. Wajahku memang tak kalah cantik darinya, sifatku juga memang agak sedikit selebor, tapi setidaknya Aku lebih feminim dari Jieun, itu menurutku loh hehe

Nah, Kalau kalian penasaran kenapa Aku menyeret Jieun ke lapangan basket, Alasannya hanya ada satu, yakni….

”Kyaaa…………………….. ”

Tiba-tiba semua cewe yang ada di pinggir lapangan menjerit histeris ketika sekumpulan cowo-cowo kece memasuki lapangan basket.

Ya, Merekalah Alasanku buru-buru berlari ke sini.

”Kyaaa…Myungsoo oppa…. ”

”Doojoon Oppa, Saranghae… ”

”Omg…. Sungjong Oppa… Kyeopta… ”

”Gikwang Oppa… AKU PADAMU….”

Itulah sebagian nama yang di eluh eluhkan para gadis di sini.

Mereka berteriak histeris memanggil-manggil nama Namja yang menurut mereka keren, terutama ketika satu persatu
pemuda kece itu memasuki lapangan, dan teriakkan pun semakin membahana.

Mereka adalah b2stfinite, tim basket berisikan cowo-cowo kece di SMA Juseon.

Hampir semua Yeoja di sekolahku menggilai mereka, termasuk Aku.

”Omo…. Eunji-yah, lihat siapa yang baru masuk lapangan!” Jieun berteriak histeris di telingaku.

Aku mengalihkan pandangan ke arah yang di tunjuk Jieun.

Tak jauh dari tempatku berdiri, tampak seorang pemuda dengan santainya memasuki lapangan basket, Dia adalah wakil
kapten tim basket pujaanku, Yang Yoseob Oppa. Meskipun wajahnya tidak setampan dan sepopuler anggota tim lainnya, tapi Dia lah idola dan orang yang ku sukai.

”Kyaaa…. Yoseob oppa…. Jieunnie…. I-Itu Yoseob Oppa kan?” Aku menjerit histeris seraya mengguncang-guncang bahu Jieun.

”Woi, Nyebut woi nyebut!” Tereak Jieun.

”Tapi itu Yoseob Oppa, Jieunnie. Yoseob Oppa, Kyaaa….. ”

Aku masih histeris. Kenapa tidak, Yoseob Oppa itu idola ku dari dulu. Bahkan alasan utamaku masuk sekolah ini adalah karena Yoseob Oppa juga bersekolah disini. Pokoknya Aku padamulah Yoseob Oppa.

Ku lihat Dia berjalan dengan santainya menuju tempat anggota tim yang sudah datang duluan. Dibelakangnya, sosok Namja bertubuh besar dan bermata sipit mengikutinya. Wajahnya begitu dingin dan tanpa senyum sedikitpun di bibirnya.

Berbeda sekali dengan Yoseob Oppa yang selalu tersenyum ramah pada setiap orang. Tapi meskipun begitu, namja bernama Kim Sunggyu itu adalah Kapten tim basket B2STFINITE. Dan percaya atau tidak, Sunggyu Oppa itu paling populer di kalangan para siswi sekolah ini, bahkan fansnya ada di sekolah lain juga.

Aneh memang, apa para gadis itu gak punya mata? Okelah, permainan Sunggyu Oppa memang paling bagus, bahkan Dia pernah menyabet gelar MVP terbaik pada kejuaraan nasional.

Tapi di balik prestasinya itu tidak di imbangi dengan sifatnya. Rumor yang beredar mengatakan, Sunggyu Oppa itu orangnya ketus, egois, jahat, dan yang paling parah Dia itu seorang playboy. Bahkan Pernah beredar rumor kalau Sunggyu Oppa menghamili seorang siswi sekolah lain.

Hiii…. Benar-benar mengerikan. Amit-amit jabang bayi deh, jangan sampai Aku punya pacar kaya Dia.

Tunggu, kenapa Aku harus menceritakan tentangnya, harusnya Aku bercerita tentang Yoseob Oppa.

Kyaaa…. Jangan sampai Aku jadi gila gara-gara ngomongin tu mahkluk.

Selama beberapa menit Aku dan Jieun, beserta yeoja-yeoja lain, asyik menonton para anggota tim basket yang sedang berlatih. Meskipun panas menyengat, Aku tetap setia melihat Yoseob Oppa yang kini tengah mendrible bola dengan lincahnya.

”Kyaaa… Semangat Oppa… ”

Aku berteriak memberi semangat, meskipun Aku tahu Yoseob Oppa tidak akan mendengarnya atau bahkan tak peduli sama sekali.

”Jieun… Menurutmu, Umma Yoseob Oppa waktu hamil makannya apa ya? Kok anaknya bisa unyu gitu?!” Tanyaku asal.

”Makan nasi lah, masa makan besi! Emang Umma mu,kayanya waktu hamil ngidam rujak tomcat deh!” Sindir Jieun padaku.

”Maksud lo?!” Sahutku tak terima sembari memberinya tatapan deathglare.

”Udah ah jangan bawel. Sana tonton terus Oppa mu itu!” Katanya kesal.

”Huh, mengalihkan topik!” Cibirku.

Saat Aku kembali mengarahkan pandangan ke arah lapangan, bukannya Yoseob Oppa yang kulihat, melainkan sebuah bola bundar yang tengah melayang ke arahku.

”Bugg….. ”

Aku tidak sempat menghindar, sehingga dengan kerasnya bola itu menghantam kepalaku.

”Akh…. !!” Jeritku.

Aku jatuh terduduk seraya merintih kesakitan.

”Eunji-ah…. Kau tidak apa-apa?” Samar-samar Aku mendengar suara Jieun ya terdengar cemas.

Akh, sakit sekali rasanya kepalaku ini. Aku hanya bisa mengusap-usap kepalaku ketika semua orang mengerubungiku dengan pandangan khawatir.

”Gwenchanayo….?” Tiba-tiba Aku mendengar suara seorang Namja. Bersamaan dengan suara itu, sebuah tangan terjulur di hadapanku.

Aku menengadahkan kepalaku, penasaran dengan sang pemilik suara dan tangan itu.

Aku memandang sosok namja yang tengah berdiri dengan tangan terulur di hadapanku. Cahaya matahari membuatku tidak bisa melihat namja dengan jelas, sehingga harus membuatku harus memicingkan mata.

1 detik….

2 detik……..

3 detik………..

Kyaaa….. Itu kan Yoseob Oppa. Aku menjerit histeris di dalam hati.

”Gwenchanayo?” Ulang Yoseob Oppa.

Aku tertegun. Aku ingin menjawabnya, tapi bibirku terasa kelu, Aku mencoba berbicara, namun karena saking tidak jelasnya, ucapanku terdengar seperti gumamman tiada arti, dan Aku yakin itu membuatku terlihat cengo di hadapan Yoseob Oppa.

”Hallo…. Apa Kau mendengarku?” Kata Yoseob Oppa.

Jieun menyikut lenganku, sehingga membuatku tersadar dari lamunanku.

”A-Akh…. Ne, Aku baik-baik saja!” Aku memekik kencang, sehingga membuat beberapa orang terkekeh menertawakanku.

Aku menerima uluran tangan Yoseob Oppa yang membantuku untuk berdiri.

Oh my god, Aku menyentuh tangannya, Kyaaa…. !

Dengan di bantu Jieun, Aku membersihkan debu yang menempel di rok ku. Tak lupa, Aku pun merapikan rambutku agar terlihat lebih kece.

”Kau yakin tidak apa-apa?” Tanya Yoseob Oppa memastikan.

”Ne, Aku tidak apa-apa, Oppa!” Kataku meyakinkannya.

Sebenarnya sih sakit banget,tapi demi Yoseob Oppa gak apa-apalah bersakit-sakit dahulu. Apalagi ku lihat beberapa Yeoja tampak iri karena Aku bisa talking-talking (?) ama Yoseob Oppa.

Aku yakin pasti yang tadi melempar bola padaku itu Yoseob Oppa.

Dia pasti akan merasa menyesal dan bersalah lalu meminta maaf padaku. Jadi Aku tidak ingin kehilangan moment ini, siapa tahu Aku bisa berkenalan dengannya.

”Akh, syukurlah. Aku sempat cemas tadi!” Ujar Yoseob Oppa tampak lega.

Aduh, baik banget sih ni cowo, ampe mencemaskanku segala.

”Ne, Oppa. Kau tidak perlu khawatir lagi sekarang!” Kataku lembut. Yah, Mungkin orang yang mendengarnya akan berpikir Aku so imut. Peduli beibeh deh.

Ketika Kami tengah mengobrol, sesosok namja bertubuh besar dan bermata sipit datang ke arah Kami, siapa lagi kalau bukan Kim Sunggyu.

”Sunggyu-ah, sana minta maaf, untung Yeoja ini tidak apa-apa!” Kata Yoseob oppa pada temannya itu seraya menunjukku.

”Minta maaf? Maaf untuk apa?” Sahut Sunggyu dingin.

”Haish, Kau kan yang melempar bola basket hingga mengenai Yeoja ini!” Balas Yoseob.

Apa? Jadi yang melempar bola itu bukan Yoseob Oppa? Tapi Kim Sunggyu?!

”Aku tidak mau, Aku kan tidak sengaja!” Sunggyu membela diri.

”Ya! Kau harus minta maaf!” Aku berteriak pada Sunggyu Oppa.

”Wae? Kenapa Aku harus minta maaf padamu?! Siapa suruh Kau berdiri sini, mengganggu saja!” Ujar Sunggyu ketus.

Aish, bener-bener nyebelin ni orang. Tadinya kalau Yoseob Oppa yang melempar bola Aku bisa ikhlas, tapi kalau Sunggyu Oppa yang melakukannya, Aku gak ridho dunia akhirat. Pokonya Dia harus minta maaf!

”Hallo…. Apa ada larangan untukku berdiri disini?!” Kataku ketus.

”Terus, kalau situ yang kena bola, itu salah gw? Salah emak gw? Atau salah nyi blorong, hah? Kalau gak mau kena lemparan bola jangan berdiri di sini, sana berdiri di perempatan lampu merah tomang!” Cerocos Sunggyu Oppa dengan amat sangat pedas.

”Grr… Dasar Namja pabo! Namja cemen!Beraninya ama Yeoja lemah tak berdaya sepertiku!” Cibirku tak kalah pedas.

Aku dan Sunggyu beradu pandang. Aku yakin di sekitar Kami di selimuti aura kasih eh aura kegelapan.

”Sudah-sudah, Sunggyu Kau mengalah saja! Dan gadis manis, kalau boleh tahu siapa namamu?” Yoseob Oppa berusaha mencairkan suasana.

”Naneun Jung Eunji imnida, Oppa!” Kataku.

”Ne, Jung Eunji-ssi, tolong maafkan Sunggyu ya!” Pinta Yoseob Oppa.

”Akh, ne Oppa. Tidak apa-apa kok!” Aku tersenyum pada Yoseob Oppa.

Duh, kalau Yoseob Oppa yang minta Aku mana bisa nolak sih. Meskipun sebenernya Aku ogah maafin Namja nyebelin seperti Sunggyu Oppa.

”Tunggu sebentar, apa Kau Jung Eunji yang menulis sebuai surat dengan amplop berwarna pink?” Tanya Yoseob Oppa tiba-tiba.

Kyaaa…. Apa Yoseob Oppa sudah membaca surat itu? Dan yang mengejutkan Dia menyadari kalau Aku yang mengirim surat itu.

”Ne, itu surat milikku, Oppa!” Kataku dengan percaya diri.

”Wah, Sunggyu-ah, ternyata gadis ini yang menulis dan meletakan surat cinta di lokermu!” Kata Yoseob Oppa antusias.

”MWO?!” Aku, Jieun, dan Sunggyu memekik tak percaya, sementara Yoseob Oppa hanya bisa tersenyum sumringah.

Terdengar suara riuh rendah siswi-siswi yang ada di sekitar Kami. Mereka tampak syok dan mencibirku seraya melirikku sinis.

”Cih, ternyata Kau salah satu fansku toh. Kalau mau cari perhatian gak kaya gini juga kali!” Cibir Sunggyu oppa dengan nada meremehkan.

”Mwo?” Pekikku.

Sunggyu menatapku dari ujung kaki hingga ujung kepala, lalu menghela nafas seraya memandangku jijik.

”Apa Kau kira Aku mau jadi pacarmu? Haah…. Jangan mimpi deh!” Katanya kasar padaku.

Ya tuhan, ada ya orang brengsek dan ngeselin kaya gini. Aku pikir sikapnya hanya sebatas dingin dan ketus, ternyata mulutnya kotor kaya sampah.

”Ya! Kau pikir Aku juga mau jadi pacarmu. Idih, amit-amit jabang bayi deh!” Protesku tak terima.

”Oya, Apa Aku harus membacakan surat itu dihadapan semua orang?!” Ancamnya.

Aigoo, berani sekali Dia mengancamku.

”Lihat saja kalau Kau berani melakukannya!” Kataku balik mengancam.

Aku melayangkan sebuah tendangan ke kakinya hingga membuat Sunggyu Oppa meringis kesakitan.

”Ya! APA APAAN KAU INI!” Pekik Sunggyu Oppa seraya mengusap-usap kakinya.

”Itu hadiah buat orang sepertimu!” Kataku seraya menarik tangan Jieun dan berlari dari lapangan.

Aku hanya tersenyum jail ketika Jieun menatapku bingung.

Sesekali Aku menoleh ke belakang, kendati sudah cukup jauh, Aku masih bisa mendengar umpatan-umpatan yang keluar dari bibir Sunggyu Oppa.

Makanya, Eunji di lawan. Jangan harap Aku bisa di tindas kaya ABG-ABG lain hohoho

*** Bersambung ***

———————————————————————————————————————————————————————–

Ok, Aku tahu FFnya geje pdahal tadinya udah niat mau bikin full romance yang bisa menguras bak mandi eh air mata. Tapi ya gini deh jadinya hohohohohoh

Sudahlah dari pada banyak cingcong, silakan komen saja!!!

Sekali-kali sider komen dong, atau nanti ku santet! #ngancem hha

Kritik saran & bash :

Twitter —- Facebook —- Page —- Daftar Fanfiction Seungwon

Seungwonation ^^