Goodbye Baby…

Author :: Pink_Queen (Adm Freewriter FFL Sakina Mahardika)

Cast :: Bae Suzy , Choi Minho , Kim Myung Soo

Genre :: Angst

Length :: One shoot

Disclaimer :: Masing Masing artis milik Keluarga, Orang tua, Pihak Manajemen dan Juga Tuhan YME..^^ Plot is mine 🙂

Annyeongg…^^
ini ff pertama yang aq publish di FFL sebagai Admin Free Writer ^^

 Semoga ada yang suka…
nb. Sebelumnya udah pernh dipost di blog lain termasuk blog pribadi aq..^^

*Hepiii read*

Perlahan-lahan punggung itu tampak mulai menjauh. Tampak semakin kecil tak terlihat hingga menjadi sebuah titik yang terefleksikan dimata.

Gadis yang masih terdiam itu kini perlahan jatuh luruh kebawah. Air matanya turun perlahan menemani hatinya yang terasa begitu berat. Ia mulai menghapus airmatanya yang kini semakin cepat mengalir.

Langit tampak gelap. Tampaknya cuaca hari itu sama dengan suasana hati gadis yang tengah menangis itu. Perlahan gerimis mulai jatuh. Semakin lama gerimis itu menjadi sebuah hujan yang lebat. Gadis itu masih tak beranjak dari tanah yang sedari tadi ia injak. Tak peduli dengan hujan yang semakin deras membuat bajunya kuyup. Tak peduli dengan orang-orang yang berlalu lalang disekitarnya melihatnya heran karena menangis keras dibawah guyuran air hujan.

Isakan gadis itu terdengar memilukan bagi setiap orang yang mendengarnya. Ia masih berkutat dengan kesediahannya. Hingga ia merasa ada yang menghalangi turunnya air hujan dikepalanya. Ia mendongakkan kepalanya keatas. Ia melihat payung menutupinya.

“Sampai kapan kau akan disini  ?” kata orang itu sambil memegang payung yang menutupi tubuh mereka. Sementara, gadis yang ditutupi payungnya itu masih tetap diam, airmatanya masih terus mengalir dikedua pipi putihnya. Asap putih mengepul ketika ia terisak.

“Sampai kapan Suzy~ah ?” Tanya namja yang tengah membawa payung sambil ikut berjongkok disamping Suzy. Tangannya yang bebas mengusap pelan punggung Suzy yang masih menangis.

“Oppaa… sampai kapan pula aku akan selalu tersakiti seperti ini ?” Tanya Suzy. Tanya yang tentu saja tak pernah orang tahu apa jawaban yang tepat.

“Jangan seperti ini.  Kau pasti bisa bangkit lagi…” kata MyungSoo, atau yang biasa dikenal L.

“Berapa kali lagi aku harus jatuh dann terus berusaha berdiri seperti ini ?? berapa kali lagi aku harus merasakan sakit yang sama ?? selalu kecewa dengan pilihan yang telah kuputuskan sendiri ??”  tanya Suzy lebih pada dirinya sendiri.

“Hanya kau yang tahu jawabannya, Suzy-ah. Hanya kau yang mampu menjawabnya.” Kata MyungSoo sambil menatap gadis yang dihadapannya.

“Bantu akuu…” kata Suzy pelan. Isakannya masih terdengar meski tak sekencang tadi.

“Nde. Aku akan selalu membantumu, Suzy~ah. Akan selalu ada untukmu.” Kata Myungsoo sambil memeluk bahu Suzy. Tak peduli lagi dengan payung yang ada ditangannya terlepas dan membuat basah baju namja itu. Yang ia pedulikan kini hanya gadis yang tengah ia peluk sekarang ini. Gadis yang dari luar terlihat tegar tapi jika telah mengenalnya dengan baik maka akan tahu bagaimana rapuhnya gadis itu.

^^ooo^^oo^^

 “Aigoo~ kau dari mana saja sampai basah kuyub begini ?” Tanya Jia begitu ia membuka pintu dan mendapati sang magnae basah kuyup.

“Noona~ah. Bisa biarkan Suzy masuk dulu ? badannya sudah basah kuyup.”kata Myungsoo yang tiba-tiba muncul dibelakang Suzy membuat Jia mengerutkan keningnya heran.

“Masuklah dan bergegas mandi.” Kata Jia mempersilahkan mereka masuk.

“Sebenarnya ada apa MyungSoo~ah ?” Tanya Jia sambil mengangsurkan handuk kering pada MyungSoo. Ia dan Fei mulai menginterogasi MyungSoo selagi Suzy tengah berada di kamar mandi.

“Aku tak bisa bicara tentangnya sebelum ia menceritakan sendiri pada kalian berdua.” Kata MyungSoo sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

“Dia jadi pendiam akhir-akhir ini. Ia lebih suka berdiam diri dikamar dan melamun. Sesekali bahkan ia menangis. Aku tak tahan melihatnya memendam semua sendirian. Kami adalah onnienya,, aku tak tahan melihatnya menangis dalam diam.” Kata Fei yang sontak mengejutkan Myungsoo.

“Suzy sering menangis sendiri ?” Tanya Myungsoo.

“Nde, terkadang ia hanya akan duduk dipinggir jendela melihat luar sana dan tak lama pasti ia akan menangis,” jelas Jia sambil termenung mengingat magnaenya yang kini sedang galau.

“Segitu parahkah dampaknya ?” gumam  Myungsoo  yang membuat Fei dan Jia memandangnya dengan dahi berkerut.

“Mwoyaa ??” Tanya Fei dan Jia bersamaan.

“Aku sudah bilang Biar Suzy yang bercerita.” Kata Myungsoo lagi.

“Jika kau tak bercerita kupastikan kau tidak selamat keluar dari dorm kamii…”ancam Fei pada Myunsoo.

“Myungsoo Oppa,,,” panggil Suzy tiba-tiba dari ambang pintu kamarnya, membuat Myungsoo menghembuskan nafasnya merasa aman karena telah terbebas dengan ancaman Fei dan juga Jia.

“Nde” kata Myungsoo  sambil menghampiri Suzy yang berdiri diambang pintu kamarnya.

“Temani aku jalan-jalan yaa…”pinta Suzy sambil menarik tangan Myungsoo. Myungsoo hanya pasrah begitu tangannya ditarik Suzy begitu saja.

^^ooo^^oo^^

 “Kau tahu oppa? Ini adalah taman tempat Minho oppa menyatakan perasaannya padaku setelah kami syuting Music Core beberapa bulan lalu” kata Suzy ketika mereka berdua-Suzy dan Myungsoo- melewati taman tak jauh dari dorm miss a.

“Lalu ?” Tanya Myungsoo.

“Sepertinya hal itu masih baru saja terjadi. Aku masih mengingatnya dengan jelas.” Kata Suzy sambil menerawang menatap taman didepannya.

“Sudah berlalu Suzy..” kata Myungsoo sambil menatap Suzy.

“Nde. Semua sudah berlalu dan berakhir kan oppa.” Kata Suzy dengan mata berkaca kaca.

“Suzy~ah”

“Nde. Aku tahu oppa, semua sudah berakhir sekarang. Dan mungkin hanya aku yang merasa seperti ini. Hanya aku yang merasa sedih sampai seperti ini. Hanya aku yang merasa hancur..” kata Suzy dengan suara parau. Ia melangkahkan kakinya menuju ayunan yang berada di dekat pohon akasia kemudian duduk diatas ayunan tersebut.

“Jika kau merasa hancur sekarang, jangan biarkan rasa kehancuran itu terus menghantui hidupmu.biarlah yang telah berlalu terus tertinggal dibelakang kita. Jangan pernah ungkit lagi, Suzy~ah. Dan kau masih punya aku dan para eonnimu yang akan terus berada disisimu dan terus menyemangatimu sampai kau bisa tersenyum dan melupakan semua tentang…”

“Minho Oppa….” Kata Suzy memotong perkataan Myungsoo  ketika matanya menangkap bayangan seseorang yang telah melukai perasaannya melangkah menuju tempatnya duduk.

Sontak Myungsoo mengikuti arah pandang Suzy pada namja yang kini telah berdiri menjulang dihadapan Suzy. Myungsoo menatap Minho yang kini menatap intens Suzy.

“Waeyo ?”Tanya Suzy pada Minho dengan ketus.

“Bisakah aku bicara padamu ?” Tanya Minho sambil melirik Myungsoo yang juga tengah menatapnya tajam.

“Untuk apa kau bicara dengannya ? bukankah tadi sore itu sudah cukup ?” kata Myungsoo tajam. Ia memandang Minho dengan tatapan tidak suka.

“Apa maksudmu ? kau tahu apa tentang aku ? kau tidak tahu apa-apa, jangan ikut campur urusan antara aku dan yeojaku.”

“Mwooo ??? sejak kapan aku menjadi yeojamu lagi Choi Minho-ssi ?? bahkan bermimpipun  sekarang aku tidak mau.” Kata Suzy sarkastik. Ia menatap Minho tajam. Yang ditatapnya hanya menatap Suzy tak percaya. Tak percaya ucapan Suzy yang keras itu.

“Chagii…”

“Jangan panggil aku seperti kau memanggil Krystal, bahkan Jiyeon oennie. Aku tidak babo yang bisa kau bohongi lagi. Dan ucapanmu tadi sore masih akan terus membekas, ketika kau mengakhiri semuanya..” kata Suzy tertahan.

“Suzy~aa.. aku hanya emosi tadi. Kau juga tahu kan ? orang emosi tidak bisa mengontrol ucapannya. Aku hanya terbawa suasana saat kau terus memojokkan aku tentang Jiyeon. Kumohon, mengertilah..”

“Aku melihatnya sendiri Oppa.. aku melihatnya..”

“Mwoo ?”

“Kau dan Jiyeon noona berciuman didepan gedung SBS, kau jahatt padaku Oppaa.. kau jahat..” kata Suzy sambil memukul dada Minho sekencang yang ia bisa.

“Suzy~aa aku bisa jelaskan padamu..” kata Minho sambil menangkap tangan Suzy yang memukulnya.

“Apa yang akan kau jelaskan jika aku melihatnya lebih dari dua kali ? melihat kalian yang selalu jalan bersama, menghabiskan waktu bersama, bahkan mungkin kau mengingatkupun tidak.” Kata Suzy yang sekarang mulai terisak.

“Suzy~aa… akan aku jelaskan. Kumohon dengarkan aku..” kata Minho sambil berusaha memeluk Suzy yang terisak.

“Apaa ?? aku percaya pada kau dan Jiyeon noona tapi kalian membuatku kecewa. Lepaskan akuu… jangan peluk aku seperti ituu…aku bencii… lepaskann akuu..” kata Suzy berusaha melepaskan pelukan Minho.

“Kau tidak dengar dia tidak mau kau peluk ?” Tanya Myungsoo yang sedari tadi terdiam melihat pertengkaran antara Suzy dan Minhp,  sambil melepas tangan Minho dibahu Suzy.

“Kau siapa ? apa hakmu ?” Tanya Minho pada Myungsoo.

“Dia sahabatku, dan dia lebih baik daripada kau Oppa.. dan lagii, aku membencimu.. benci sekali kepadamuu..” kata Suzy sambil menarik Myungsoo pergi dari hadapan Minho, meninggalkan lelaki yang terdiam mematung sambari menatap kepergian keduanya.

^^ooo^^oo^^

Suzy melepaskan pegangannya terhadap tangan Myungsoo ketika mereka sudah menjauh dari taman, ia kemudian jongkok sambil menutup wajahnya dengan tangannya. Samar-samar Myungsoo mendengar isakan gadis yang berjongkok disampingnya. Ia menghela nafas. Perih jiuga melihat gadis yang ia sayangi menangis seperti ini. Ia hanya bisa melihatnya tanpa berbuat apa-apa. Myungsoo berjongkok dihadapan Suzy.

“Suzy~aa uljimaa..” pinta Myungsoo sambil mengelus puncak kepala Suzy.

“Opaa, ottokhae ? aku berkata aku membencinya tetapi aku tidak bisa membencinya. Aku tidak sanggup Oppa.. aku.. aku..” kata Suzy terbata.

“Tidak ada yang perlu kau benci. Yang perlu kau lakukan adalah melanjutkan hidupmu. Melanjutkan semuanya tanpa kehadiran Minho. Teruskan perjalananmu, semua tidak akan terhenti meski Minho meninggalkanmu.” Kata Myungsoo panjang lebar.

“Myungsoo oppa..” panggil Suzy. Ia masih terisak perlahan, melihat itu Myungsoo menarik Suzy dalam dekapannya. Ia memeluk gadis rapuh itu dengan erat. Seakan ingin membantunya melepaskan beban yang dpikul gadis itu.

^^ooo^^oo^^

Suzy menghembuskan nafasnya perlahan ketika mobil van yang ia tumpang memasuki gedung yang biasa ia datangi untuk record music core. Ia menghela nafasnya sekali lagi ketika ia menemukan sosok yang kemari ia lihat tengah bersama dengan namjachingunya(?).

“Suzy~aa annyeong…”

“Anyeong, Jiyeon onnie..” sapa Suzy balik dengan nada datar membalas sapaan Jiyeon di loby gedung.

“Suzy ada apa denganmu ?” Tanya Jiyeon heran.

“Gwenchanayo Onnie, aku hanya lelah.” Balas Suzy lalu memasuki ruang make up tanpa memperhatikan Jiyeon lagi.

^^ooo^^oo^^

 “Hhhaahhh….” Suzy menghembuskan nafasnya keras. Ia berada diruang make up untuk memandu acara Music Core hari ini.

“Suzy~aa…” panggil seseorang dibelakang Suzy. Yeoja itu seketika menoleh pada siapa yang memanggilnya.

“Minho~ssi..” gumam Suzy pelan kemudian menundukkan kepalanya.

“Bisakah kita berbicara sebentar ?” Tanya Minho penuh harap.

“Kurasa tak ada yang harus dibicarakan lagi.” Kata Suzy sambil menatap scriptnya.

“Keundae..”

“Apa aku harus pergi Minho~ssi, Suzy~ssi ?” Tanya tukang make up yang tengah merias Suzy.

“Aniyo, Onnie. Aku tidak ingin berbicara apapun padanya.” Kata Suzy. “Kau boleh keluar Minho~ssi. Sebentar lagi kita harus recording.” Lanjut Suzy.

“Oh, Ne.” kata Minho lalu keluar dari ruang make up Suzy dengan kepala tertunduk.

“Gwenchana ?” Tanya Onnie yang merias Suzy ketika melihat perubahan raut muka Suzy yang terlihat sedih itu.

“Gwenchanayo Onnie. Hanya saja…” Suzy menggantung kalimatnya.

“Ne, araseo..aku tau Suzy~ssi. Ada kalanya menjadi make up artist itu harus benar benar bisa mengunci mulutnya. Kau bisa bercerita padaku jika kau mau. Tentu saja aku akan menutup rapat mulutku ini.”

“Gomawo, Onnie.” Kata Suzy sambil membalas senyum Raena, make up artisnya.

^^ooo^^oo^^

“Gamsahamnida… Gamsahamnida” kata Suzy sambil membungkukkan badannya pada para kru mucore yang telah bekerja sama dengannya dalam recording hari ini.

“Gamsahamnida..” kata Suzy pada Jiyeon yang juga selesai recording bersamanya.

“Gomawo Suzy~aa. Kajja..” ajak Jiyeon pada Suzy menuju ke tempat make up untuk membersihkan make up mereka.

“Minho~yaa…” panggil Jiyeon ketika dilihatnya sosok Minho berada didepan ruang make up mereka.

“Annyeonggg…” sapa Minho sambil tersenyum kearah dua yeoja yang berjalan ke arahnya.

“Kau selesai recording ? Mana Onew Oppa ?” Tanya Jiyeon begitu sampai dihadapan Minho.

“Onew Hyung sedang berberes. Kalian baru saja selesai ?”

“Nde. Bagaimana kalau kita berempat…”

“Onnie, aku masuk dulu ya.” Kata Suzy sambil masuk kedalam ruangan tanpa mempedulikan siapapun lagi.

“Yaa~ Suzy aku mau bertanya, apa nanti bisa keluar bersama. Ya~ Bae Suzy…” panggil Jiyeon pada Suzy.

“Dia marah.” Kata Minho.

“Mwoo ??”

“Dia melihat kita..”

“Mwoo ?? maksudmu melihat kita..kita…”

“Nde. Mianhae Jiyeonie..aku mempersulitmu. “

“Yaa~ kemarin apa ? bahkan kau tak melakukan apapun.”

“Suzy salah paham, ia mengira aku dan kau..”

“Aku akan bicara pada Suzy tentang kemarin. Kau tenang saja.” Kata Jiyeon sambil menepuk bahu Minho dan masuk ke ruang make upnya bersama Suzy.

“Suzy~aa… aku ingin bicara padamu..” kata Jiyeon sembari menarik kursi disamping Suzy.

“Ada apa ?” Tanya Suzy yang tengah membersihkan wajahnya.

“Tentang aku dan Minho. Kukira kau salah paham dengan kami atas apa yang kau lihat.”

“Maksud Onnie ?” Tanya Suzy sambil menghentikan aktivitasnya membersihkan wajahnya lalu menghadap kearah Jiyeon.

“Aku dan Minho Oppa tidak punya hubungan apapun. Aku berani bersumpah padamu.” Kata Jiyeon sambil menunjukkan jari tengah dan telunjuknya membentuk huruf ‘v’.

“Lalu apa yang kulihat ?” Tanya Suzy.

“Saat itu mataku kemasukan debu dan Minho Oppa membantuku meniup mataku. Kau mungkin salah mengira kalau Minho Oppa menciumku.”

“Onnie.. kau mau bicara tentang inipun sama saja. Minho oppa telah mengakhirinya. Dan mungkin Minho Oppa memang menyukaimu, bukankah kalian sering jalan bersama ?”

“Yaaa~ Suzy paboo… Minho jalan denganku hanya untuk mengetahui segala informasi tentangmu. Kau pikir kami berkencan ? Aigoo~..”

“Mungkin saja benar kau dan Minho Oppa tidak berkencan. Tapi lain halnya dengan Krystal kan ? Aku pulang dulu onnie.” Pamit Suzy sambil meninggalkan Jiyeon.

“Suzy, tungguu.. maksudmu Krystal dan Minho ?? mereka kan satu manajemen, mana mungkin ada hubungan special kann ?”

“Onnie, aku tidak bodoh. Aku tahu hal ini secara langsung.” Kata Suzy lagi.

“Suzy~aa… aku marah bukan pada Onnie. Aku hanya merasa kesal saja. Aku ini begitu bodoh kan ? aku ini terlalu naïf kan ? aku pamit.” Kata Suzy sekali lagi lalu meninggalkan ruangan itu.

^^ooo^^oo^^

“Krystal~aa… Sudah kubilang jangan kemari.” Kata Minho ketika melihat Krystal di lobby gedung.

“Oppa

a… aku hanya ingin menjemputmu. Lagipula aku juga sedang tidak ada jadwal apapun. Kajjaa, kita makan bersama. Aku lapar.” Rengek Krystal begitu Minho menghampirinya.

“Krystal~aa… ”

“Oppaaa akuu laparr…” rengek Krystal lagi.

“Arasoo…” kata Minho sambil menggandeng yangan Krystal menuju area parkir. Tanpa ia sadari sepasang mata mengikuti arahnya berjalan dan bergegas mengikuti arah Minho dan Krystal pergi.

“Ahh… senangnyaa bisa makan bersamamu..” kata Krystal ketika ia dan Minho Oppa sampai di sebuah kafe yang merupakan tempat para idol korea berkumpul untuk melakukan date atau yang lain karena kafe ini sangat menjaga privasi tamunya.

“Na do. Kau inii benar benar nakal. Kan aku udah bilang jangan muncul diacaraku.”

“Aku merindukanmu Oppa.. lagipula aku mengajak makan disini kan ? rahasia kita pasti akan terjamin.” Kata Krystal sambil mengaitkan tangannya ke lengan Minho.

“Ahh…Nde..” kata Minho sambil mengelus puncak kepala Krystal

“Oppaaa…”

“Hmmm…”

“Katakan kau mencintaiku..”

“Yaaa~ apa apaan kau itu.”

“Katakan saja. Aku ingin mendengarnya..”

“Ne, chagii.. saranghae…”

“Minho~ssii Krystal~aa….” Panggil seseorang disamping Minho.

“Suzy~aa..” sahut Krystal begitu mendongak dan menemukan Suzy didekat mereka berdua.

“Krystal~aa.. kalian sedang berkencan ?” Tanya Suzy dengan suara yang sedikit bergetar.

“Hhehe… ketahuan yaa…” jawab Krystal sedikit memerah.

“Geure ?? cukhae.. tak disangka bisa bertemu disini. Ah, mianhae jika aku mengganggu kalian. Aku pergi dulu.” Kata Suzy sambil membungkuk lalu melambaikan tangannya pada Krystal.

^^ooo^^oo^^

“Suzy baboo…” rutuk Suzy ketika meninggalkan kafe itu.

“Suzy~aa…. Dengarkan akuu..” kata Minho menyusul Suzy.

“Apa yang harus dengarkan ?? aku selalu berusaha menutup telinga mendengar berita tentangmu dan Krystal. Aku menutup mataku ketika melihat kalian berjalan bersama meski dengan aau tanpa member kalian yang lain. Aku selalu menutup mulutku untuk bertanya padamu karena aku masih ingin percaya padamu. Tapi sekarang semua jelas bagiku. Siapa kau itu yang sebenarnya.” Kata Suzy dengan nada bergetar.

“Suzy~aa.. aku bisa menjelaskan padamu. Aku memang bersama Krystal, tapi aku juga tak bisa melepasmu. Aku aku…”

“Oppaa.. jangan seperti inii… kau hanya akan menyakiti.”

“Suzy~aa… aku ingin bersamamu tapi krystal terlalu lemah untuk kutinggalkan. Krystal menderita penyakit yang membuat aku tak bisa meninggalkannya.”

“Geureoyo…araso. Makanya aku memilih mundur untuk saat ini. Jika kau tak bisa pergi maka aku yang kan pergi. Jaga saja Krystal…” kata Suzy sambil berbalik meninggalkan Minho.

“Oppaaa… kau bertemu Suzy ?” Tanya Krystal yang tiba-tiba berada disamping Minho.

“Aniya, hanya bertanya tentang recording Mucore.” Jawab Minho sambil meraih pinggang Krystal lalu dipeluknya yeoja itu. ‘Mianhae Suzy~aa..jeongmal mianhae…’ ucap Minho dalam hati sambil memejamkan matanya ketika memeluk Krystal.

^^ooo^^oo^^

Suzy berjalan tanpa arah ketika meninggalkan kafe itu. Suzy melangkah perlahan dikeramaian kota, meski disaat ramai itu terasa hampa bagi Suzy. Tak peduli lagi pada orang orang yang melihatnya heran. Ia masih bersyukur mengenakan syal merahnya sehingga wajahnya sedikit tertutup.

“Suzy… sampai kapanpun mungkin kau yang selalu tersakiti… dengan Chihoon Oppa, dengan Taecyeon Oppa dan kini dengan Minho Oppaa..” lirih Suzy. Tanpa terasa kakinya melangkah ke sebuah taman dengan kolam air mancur ditengahnya.

Suzy  melangkahkan kakinya menuju kolam air mancur itu dan menenggelamkan kakinya disana. Matanya menerawang ke langit sesekali menyeka airmatanya.

Suzy mengalihkan pandangannya ketika ia merasa bahunya ditepuk seseorang. Ia menoleh dan mendapati sebuah sapu tangan putih terjulur kearahnya. Iapun mendongak.

“Myungsoo oppa ?” panggil Suzy. Myungsoo hanya tersenyum lalu memberikan saptangannya kearah Suzy lalu duduk disamping yeoja itu.

“Bagaimana bisa…”

“Tahu kau disini ?” Tanya Myungsoo memotong perkataan Suzy dan melihat yeoja itu mengangguk.

“Aku mempunyai radar tertentu jika kau merasa sedih dan menangis kemudian kau akan pergi sendiri. Aku akan tahu kemanapun kau pergi.” Lanjut Myungsoo.

“Eh ?”

“Karena hatiku telah terikat olehmu.”

“Nde ?”

“Kapan kau akan mulai merasakannya Suzy~aa ?? kapan kau akan menyadari bahwa aku disini ? bahwa aku berada didekatmu ketika kau merasa ingin ditemani.”

“Oppaa…”

“Kapan kau akan melihatmu ? kapan kau akan benar benar mengerti aku ? kapan kau…”

“Nan…”

“Ah, araseo.. aku mengerti. Tadi ketika pulang dari perform aku melihat kau berjalan dengan kepala tertunduk. Aku tahu pasti terjadi sesuatu pada kau dan Minho.kemudian aku turun dari van dan mengikutimu hingga kemari. Kau puas dengan jawabanku nona Bae suzy ?”

“Oppaa… mianhae…”

“Untuk apa meminta maaf ? aku yang seharusnya meminta maaf telah berkata yang tidak masuk akal tadi. Aku juga tahu kau tengah terluka sekarang, seharusnya aku menahan diri. Dasar Myungsoo baboo…” kata Myungsoo sambil memukul kepalanya.

“Yaa~ berhenti oppaa.. siapa yang babo ? aku justru senag mendengar kau bicara seperti itu.” Kata Suzy sambil tersenyum.

“Mwo ??”

“Lupakan saja…” kata Suzy sambil tersenyum.

“Dasarr Bae Suzy anehhhh…” sungut Myungsoo sambil mencipratkan air kolam kearah Suzy yang segera dibalas dengan Suzy mencipratkan air kearah Myungsoo dengan kedua tangannya.

“Opaa… beri aku waktu..” kata Suzy sambil memandang Myungsoo yang kini berdiri didepannya.

“Geure… berapa lamapun aku akan member waktuku padamu..” kata Myungsoo sambil tersenyum. Lalu ia meraih tangan Suzy dan menyeretnya ikut ketengah kolam dan bermain air seperti anak kecil.

“Yaa… Oppaa.. bajukuu basah semuaa..” protes Suzy melihat baju yang dikenakannya basah.

“Hhahaha… meski begitu kau tetap cantik, Bae Suzy…” kata Myungsoo sambil memercikkan air kearah suzy dengan kakinya membuat gadis itu semakin basah.

“Yaaa…rasakan pembalasankuu…” teriak Suzy sambil menyiram Myungsoo.

^^ooo^^oo^^

“Suzy~aa… Mianhae nan saranghae… semoga kau bahagia..” batin seseorang dari kejauhan.

KKEEUUTT