TITTLE            :           THERE YOU’LL BE [PART 3]

LENGTH        :           Chaptered

Shoot             :           3 of ?

CAST              :           Lee Hyukjae a.ka EunHyuk

Kim Yura (OC)

Choi Siwon

Kim Youngwoon a.ka Kang In

And other cast u will find in this FanFict

Author          :           indah purnama dewi / chondahhyuk

FaceBook     :          

Genre                        :           Romance, Friendship

RATE               :           PG

Disclaimer   :           I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves. This story is only a fiction. REMEMBER! This is just FICTION! Say NO TO PLAGIATOR! J

A/N                :           Terimakasih buat pembaca setia FF abal-abal ini ;D Mianhae kalo banyak typo atoo gak bagus. Author sangat mohon bimbingan readers sekalian melalui komen. Yang komen FF author, semoga cepet ketemu bias ^^. Okay deh met membaca. Hehe.

__________________________________________________________

 

 

 

Percakapan itu membuatku dan Siwon oppa semakin dekat. Siwon oppa sekarang sering main kerumah ku. Atau mungkin lebih tepatnya Youngwoon oppa yang mengajaknya kerumah. Eomma dan Appa sangat senang sekali ketika Siwon oppa berkunjung ke rumah. Dan aku merasa Eomma dan Appa mempunyai satu harapan  yang begitu besar pada Siwon oppa. Ya, kalian pasti tau harapan itu apa.

 

“Yura, boleh kah aku bertanya?” Suatu hari saat aku dan Siwon oppa berada di dalam mobilnya yang sedang melaju menuju rumah ku. Hari itu tanpa sengaja aku berjumpa dengannya di sekitar area kampus ku dan dia menawarkan untuk mengantarku pulang.

 

“ne oppa, mau bertanya apa?” jawab ku

 

“apa memang hanya Youngwoon saja lelaki yang dekat dengan mu?” Tanya Siwon oppa lagi. Aku sudah tau arah pembicaraan ini kemana. Tetapi, aku berlagak bodoh.

 

“maksudnya?”

 

“hem, ya.. apa kau tidak mempunyai pacar?”

 

“tidak”

 

“kau sudah putus dengan kekasih mu?”

 

Aku kaget dari mana oppa ini tau kalau aku sebelumnya memiliki pacar dan sudah putus? “haa? Kau tau dari mana oppa?” aku penasaran

 

“Youngwoon pernah bercerita kalau dia pernah melihat mu jalan bersama lelaki dan beberapa hari kemudian Youngwoon melihat mu menangis di kamarmu. Jadi dia mengambil kesimpulan bahwa kau baru saja putus dari lelaki itu.” Papar Siwon oppa

 

GREAT! Hipotesis Youngwoon oppa memang tepat sekali!

 

“ne oppa, Youngwoon oppa benar. Dan pernyataanmu tadi juga benar.”

 

“benarkah? Aku boleh tau kenapa bisa putus?”

 

“dia meninggalkan ku.” Jawab ku

 

“mwo?”  Siwon oppa kaget

 

“yaa begitulah..”

 

“kau masih mencintainya?”

 

“aku masih ragu oppa.. hhh.. sudahlah tidak usah dibahas”

 

*****

 

 

Pertanyaan Siwon oppa itu sungguh membuatku teringat pada Hyukjae.. 2 hari ini aku tidak nafsu makan dan selalu melamun.  Aku khawatir pada Lee Hyukjae..

 

Hari ini aku harus memantau keadaan toko sehabis pulang darii kuliah. Fiuh, badanku lemas sekali karna tidak makan. Untuk sampai ke toko aku harus menyebrang jalan raya yang saat itu cukup ramai. Aku berusaha untuk tetap kuat walaupun sebenarnya aku sangat lemas. Dan aku pun menyebrang jalan raya..

 

Bruuukk!

 

Ya! Sebuah mobil sedan menabrak ku. Walaupun mobil itu tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Tetap saja membuat ku ambruk dan bagian tubuh sebelah kanan ku mengalami luka ringan. Dan rupanya kaki ku juga terkilir. Sepertinya ini memang kesalahanku. Akibat tidak makan selama 2 hari, aku jadi kurang berkonsentrasi dan membuat badanku lemas.

 

Pemilik mobil itu keluar dan membantu ku “nona, apa kau tidak apa-apa?” aku yang saat itu masih terduduk dibantunya untuk berdiri. Aku menoleh pada orang itu. “Siwon oppa?”

 

“Kim Yura? Ya Tuhan, maafkan aku. Mari ku antar kau ke rumah sakit!”dan ternyata pemilik mobil itu adalah Choi Siwon. Entah mengapa, belakangan ini Siwon oppa selalu hadir secara tiba-tiba dan kebetulan.

 

“tidak usah oppa, aku tidak apa-apa.”

 

 

“Ya! Kau lihat kaki & lengan mu lecet seperti ini, masih kau bilang tidak apa-apa? Sudahlah, ayo kita segera ke rumah sakit!” Siwon oppa menggendongku ke mobil. Jantungku rasanya berdetak lebih cepat saat dia menggendongku..

 

–di rumah sakit—

 

“gomawo, oppa, kau baik sekali” kata ku

 

“ne cheonma Yura.. memang seharusnya aku yg bertanggung jawab karna telah menabrakmu.”

 

Siwon oppa tersenyum.

 

“Yura..” Siwon oppa memanggil ku

 

“ne oppa/”

 

“wajah mu pucat. Apa kau sakit?”

 

“tidak oppa, sungguh.”

 

“kau berbohong” Siwon oppa memeriksa ku. “oppa, aku tidak apa-apa.” Aku berusaha mengelak untuk di periksa.

 

“kau anemia. Apa kau tidak makan tadi?” selidik Choi Siwon si dokter yang memeriksa ku.

 

“ne, oppa..” aku tertunduk

 

“pantas saja kau tertabrak olehku tadi” komentarnya. “lain kali kau harus makan dengan teratur. Mengerti?”

 

“baiklah oppa.” Siwon oppa mendekatkan wajahnya pada ku. Aku deg-deg’an “Lain kali kau juga harus berhati-hati menyebrang di jalan raya. Oke?” bisiknya. Aku mengangguk.

 

“oppa, aku ingin pulang..” kata ku.

 

“oh, baiklah.. akan  ku antar.”

 

Siwon oppa mengantar ku pulang. Belum sampai di tempat mobil Siwon oppa diparkirkan, Handphone Siwon oppa bordering, dan ia mengangkat handphonenya. Sambil menunggu Siwon oppa, tak sengaja aku menoleh ke dalam rumah sakit dan  melihat seseorang yang sedang keluar dari pintu rumah sakit dengan pakaian pasien di tutupi sweater hitam.. Ya, seseorang.. seseorang itu.. mirip dengan Hyukjae oppa! Aku memperhatikan orang itu dengan seksama sementara Siwon oppa sedang menerima telepon. Benar! Aku tidak salah dia Hyukjae oppa. Reflex, aku berlari kearah Hyukjae oppa sambil memanggilnya.

 

“Oppa!! Hyukjae oppa!!” teriak ku, Hyukjae oppa menoleh kearahku sesaat. Kemudian ia berlari masuk ke dalam rumah sakit. Aku mencoba berlari mengejarnya, aku lupa kalau kaki ku baru saja terkilir “Hyukjae!!” panggilku lagi sambil berlari daaaann…

 

BRUUKK! Lagi-lagi aku terjatuh. “Yura!” Siwon oppa berteriak dari belakang memanggilku.

 

“Aw, Ya Tuhan. Kaki ku!!” aku mengerang kesakitan.

 

“apa yang kau lakukan!? Kaki mu itu baru saja terkilir!” Siwon oppa memarahi ku.

 

Aku hanya menangis. Mengangis karna kaki ku sangat sakit dan juga karna Hyukjae oppa… Haruskah ia menghindar dari ku? Apa dia di rawat di rumah sakit ini? Lalu.. dia sakit apa?

 

“oppa..ini sakit sekali..” rintih ku lagi. Siwon oppa melihat ku menangis dan mengusap air mata ku.

 

“sudah jangan menangis.. apa kau kuat untuk berdiri?” tanyanya lembut.

 

Aku mengangguk kemudian mencoba berdiri.

 

Siwon oppa membungkuk membelakangi ku. “Ayo, naiklah..” ujarnya

 

“apa tidak apa-apa?” kataku

 

“kau takkan kuat untuk berjalan Yura. Naiklah!” perintahnya

 

Dan akhirnya dia menggendongku hingga masuk ke dalam mobil bahkan hingga aku masuk ke dalam rumah. Keringat menetes di keningnya. Siwon oppa sangat baik!

 

Aku duduk di sofa ruang tamu bersamanya. Aku mengambil sapu tangan dari dalam tas ku dan mengusap keringat yang membasahi wajah hingga lehernya. “Oppa” panggilku , Siwon oppa menoleh ke arah ku “kau baik sekali oppa, demi aku kau sampai keringatan begini.. maafkan kecerobohan ku ya. Maafkan juga aku selalu merepotkanmu..” kataku sambil terus mengelap keringatnya. Siwon oppa terus memandangi ku.

 

Siwon oppa memegang tangan ku dan menatapku dalam. Aku berhenti mengelap keringatnya. “kau tidak perlu berterimakasih.. seharusnya aku lah yang harus berterimakasih pada mu.” Aku memasang muka polos karena aku tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Siwon oppa. Siwon oppa tersenyum manis. “sepertinya aku harus kembali ke rumah sakit lagi. Yura, ingat kaki mu masih sakit, jika ingin bergerak kau harus hati-hati.” Pesan Siwon oppa pada ku.

 

“ya oppa.. hati-hati dijalan”

 

Siwon oppa tersenyum.

 

*****

 

Author’s POV

 

Hyukjae tampak duduk diam disebuah kursi yang letaknya didekat jendela-dikamar dimana ia di rawat. Bayangan yeoja cantik yang dicintai selalu hadir setiap ia sendiri. Apalagi, tadi ia baru saja bertemu dengan yeoja itu.. Ya, walaupun dia menghindar dari yeoja itu. Hyukjae benar-benar merasa berdosa pada Kim Yura.

 

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan Choi  Siwon dokter sekaligus sahabatnya itu datang. “kau sudah minum obatmu Hyuk?” katanya

 

“iya, sudah..” Hyukjae masih terus memandang jauh pemandangan kota yang ada di balik jendela dengan murung.

 

“apa yang terjadi?” Siwon seakan tau ada sesuatu yang membuat sahabatnya itu murung.

 

“aku  bertemu dengannya di rumah sakit ini..” Hyukjae menghela nafas panjang.

 

“siapa? Mantan kekasihmu?” Siwon menerka.

 

“iya, aku lupa kalau kakaknya juga bekerja di rumah sakit ini. Dia memanggilku tapi aku menghindar seperti pengecut”

 

“benarkah?”

 

“begitulah.. aku ingin istirahat Siwon.. rasanya aku tidak punya mood bagus hari ini.” Hyukjae berjalan meninggalkan Siwon.

 

“Hyuk..”

 

“ne?”

 

“aku yakin kau pasti bisa.”

 

“gomawo Siwon-ya.” Hyukjae tersenyum dan berbaring di ranjangnya.

 

Siwon meninggalkan Hyukjae sendiri di kamarnya dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangannya.

 

“Siwon-ya!!” Youngwoon  memanggilnya. Siwon berbalik badan

 

“Youngwoon?”

 

“Bagaimana?” Youngwoon seperti menggodanya.

 

“Bagaimana? Bagaimana apanya? Aku tidak mengerti..” Siwon  bingung.

 

“Hmm, Kim Yura.. Adik ku adik ku” Youngwoon mengerlingkan matanya sambil memukul lengan Siwon.

 

Siwon tersenyum malu. “yaa, kau malah tersenyum. Ayo jawab.. bagaimana?” Youngwoon mendesak lagi.

 

“Haruskah?” Siwon tersenyum pada Youngwoon.

 

“Kau ini menyebalkan sekali.. sok misterius. Ahaa~  atau kau sudah jatuh cinta pada adik ku? Katakan apa yang ku bilang tadi benar!” Siwon  yang mendengar perkataan Youngwoon hanya menunduk dan tertawa kecil.

 

“Ya.. ya.. oke aku tak bisa menyangkalnya dari mu Youngwoon-ssi” ujar Siwon malu-malu

 

“Aah, sudah ku duga.. Kau sudah memintanya untuk jadi pacar mu?”

 

Siwon menggeleng, “Ayolah.. jangan terlalu lama membuang waktu Siwon-ssi” Youngwoon berkomentar.

 

“Aku rasa dia masih mencintai mantan pacarnya itu” kata Siwon,

 

“Kau ini.. jangan pesimis begitu. Pokoknya aku ingin kau menyatakannya secepatnya. Oke?!”

 

“Youngwoon aku…” belum sempat Siwon meneruskan perkataannya Youngwoon sudah beranjak ingin pergi “Sudah-sudah aku tidak mau tau alasan mu lagi. Aku masih ada urusan. Sampai jumpa.”

*****

Kim Yura POV

 

–beberapa hari kemudian—

 

“Haaahh, hujaaann~” dengus ku. “bagaimana aku pulang ke rumah? Youngwoon oppa ada acara lagi. Huh!” gumam ku.

 

Aku masih berdiri di depan gedung kampus ku berteduh menunggu hujan.

 

Dari kejauhan aku melihat Siwon oppa keluar dari mobil dan berjalan kearah kampus ku dengan payung. Dia pun menghampiriku. “ayo kita pulang! Hujan ini akan semakin deras!” ajaknya. Aku pun mengikutinya-dia memayungi ku hingga masuk ke dalam mobil.

 

“Ah, aku pikir aku tidak akan pulang ke rumah lagi.. gomawo oppa~” aku tersenyum pada Siwon oppa yang sedang menyetir.

 

“Aku tau hari ini Youngwoon sedang sibuk sekali, dan ketika aku tau itu, tba-tiba saja aku teringat pada mu” Siwon oppa tersenyum.

 

“Akh! Hujannya deras sekali.. jalan di depan tidak kelihatan!” serunya. “kita berhenti disini dulu sambil menunggu hujannya sedikit reda.” Lanjutnya.

 

“baiklah oppa..” kata ku sambil megangi kedua lengan ku-kedinginan. “kau kedinginan?” Siwon oppa lalu melepaskan cardigannya dan mengenakannya di badanku. “oppa.. kau..” Siwon oppa meletakkan telunjuknya di bibirku, kemudian menepuk-nepuk pelan pipi ku. “psst.. aku lebih tahan dingin dari pada dirimu Yura” Siwon oppa tersenyum pada ku. Aku merasa ada yang aneh dengan hati ku..

 

*****

 

Author’s POV

 

“Aku benar-benar jatuh cinta  padanya Hyuk..” Siwon menerawang jauh ke langit malam yang

tak berbintang. Setelah mengantar Yura pulang, Siwon kembali menemani Hyukjae di kamarnya.

 

“yeah, akhirnya kau membuka hati mu lagi Siwon! Selamat! Wanita hebat mana yang bisa membuatmu seperti ini?” Hyukjae memukul punggung sahabatnya itu.

 

“ya, dia memang hebat.. sejak pertama bertemu dengannya aku sudah terpesona dengannya.. dia wanita yang sederhana dan cantik!” mata Siwon berbinar-binar.

 

“kau sudah menyatakan perasaan mu?” Tanya Hyukjae

 

Siwon menggeleng. “kenapa?” Tanya Hyukjae.

 

“Aku ragu.” Jawab Siwon.

 

“Oh men.. Apa yg harus kau ragukan? nyatakanlah perasaan mu. Aku sudah lama tidak melihat mu pacaran.. Sebelum semuanya terjadi, aku benar-benar ingin melihat kau-sahabat ku pacaran dengan wanita sekaliii saja..” ucap Hyukjae.

 

“Hyukjae.. “ Siwon seakan mengerti apa makna dari kata yang di ucapkan Hyukjae dan ia pun menatap Hyukjae sendu.

 

“ada yang salah..?” Hyukjae berlagak bodoh.

 

“Kau sahabat terbaik seumur hidup ku Hyuk!” Siwon memeluk dan menepuk punggung Hyukjae.

 

Saat berpelukan, Siwon tidak mengetahui.. bahwa sahabat yang sedang berpelukan dengannya meneteskan air mata dan cepat-cepat mengusapnya.

*****

 

–2 hari kemudian—

 

 

Kim Yura keluar dari ruangan Youngwoon sehabis mengantar dokumen milik kakaknya itu yang tertinggal di rumah. Ia berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit kemudian ia berpapasan dengan Siwon di bawah tangga yang sepi.

 

“hai oppa..” sapa Kim Yura

 

“hai Yura, sedang apa kau disini?” Siwon penasaran.

 

“aku baru saja mengantar dokumen Youngwoon oppa di ruangannya” jawab Yura

 

“hmm.. Yura..” Siwont terlihat grogi dan Yura memandangnya dengan tatapan heran.

 

“ne oppa? Ada apa?”

 

“bisakah aku bicara dengan mu?”

 

“oh, boleh.. apa yang ingin di bicarakan oppa?”

 

“Yura..”

 

“ya oppa? Bicaralah.” Siwon masih terdiam dan salah tingkah.

 

 

Di waktu yang sama Hyukjae sedang mencari Siwon.. Hyukjae berjalan dan menuruni tangga. Belum sampai ia ke lantai bawah dia melihat Siwon dan Yura sedang berdua dan ngobrol serius. Seketika Hyukjae menghentikan langkahnya dan mengintip dari atas.

 

“oppa? Kenapa bengong? Sebentar lagi aku harus pulang. Masih ada yang harus ku kerjakan di toko.” Kata Yura sambil melihat jam tangannya. “oh, oppa.. lain kali saja kita bicaranya. Aku harus pergi ke toko.” Yura beranjak dari tempatnya berdiri. Siwon menahannya. “oppa.. maafkan aku, tapi aku…”

 

“Kim Yura! Aku mencintai mu!” Siwon berteriak.

 

DEG!

 

Jantung Hyukjae yang saat itu masih mempeerhatikan mereka dari atas terasa berhenti berdetak. Begitu pula dengan Yura. Ia sangat terkejut.

 

Hyukjae merasa badannya lemas mendengar kata-kata yang di ucapkan sahabatnya kepada wanita yang masih sangat di cintainya. Bagaimana tidak, baru 2 hari yang lalu ia memaksa Siwon untuk  menyatakan  perasaannya pada wanita yang sedang  di taksir oleh Siwon. Namun sekarang? Hal itu seakan menjadi bom atom untuk Hyukjae. Hyukjae terduduk di anak tangga. Pandangannya kosong. Namun, ia tetap mendengarkan perbincangan antara Yura dan Siwon.

 

“Aku sangat menyayangi mu Kim Yura! Apa kau tidak menyadarinya?” Siwon mulai terbawa emosinya yang tidak karuan.

 

“oppa..? kau tidak serius kan?” Yura masih terlihat kaget.

 

“aku serius, bahkan sangat serius” Siwon meraih kedua tangan Yura dan menggenggamnya erat. “aku mencintai mu.. aku ingin kau menjadi milik ku!”

 

“tapi..” belum sempat Yura melanjutkan kata-katanya Siwon memeluk Yura. ‘Adegan’ itu pun terekam oleh mata Hyukjae yang saat itu benar-benar syok bettambah hancur perasaannya.

 

Yura melepaskan pelukan Siwon..

 

“oppa..” lirih Yura

 

“ne, Yura?” jawab Siwon sambil menyibak rambut Yura yang sedikit meutupi wajahnya.

 

Yura menatap namja tampan di hadapannya dan mengangguk sambil tersenyum. Sudah saatnya ia melupakan Hyukjae yang tidak jelas dimana rimbanya-pikir Yura.

 

“ha? Benarkah? Ka..kau..” Siwon tersenyum lebar.

 

“iyaaa.. Siwon-ah~” Yura mencubit kedua pipi Siwon gemas. “hm tapi aku sekarang benar-benar sedang buru-buru.. aku pamit dulu oppa..” Yura pergi dari hadapan Siwon, tapi Siwon masih belum juga bergeming.

 

Sementara itu, Hyukjae bergegas kembali ke kamarnya dengan perasaan hancur..

 

*****

 

EunHyuk POV

 

Siapa yang harus ku salahkan? Diriku? Siwon? Yura? Apa aku sedang bermimpi? Jika aku bermimpi aku ingin sekali terbangun saat ini! Ini benar-benar menyakitkan!

 

Kenapa aku dan sahabat ku mencintai wanita yang sama? Apa aku harus bilang pada Siwon, bahwa wanita yang ku cintai itu adalah kekasihnya? Tidak..tidak.. Aku tidak akan merusak kebahagiaan sahabatku sendiri.

 

Apa Yura sudah tidak mencintai ku lagi? Akh! Aku memang pecundang! Aku sangat menyesal! Kenapa aku harus meninggalkannya?

 

“Hyuk..” suara itu mengejutkan ku. Ya, itu suara Siwon. Aku hanya diam. Bagaimana aku harus bersikap pada Siwon??

 

“heii.. lihat aku!!” Siwon memutar badan ku hingga aku berhadapan dengannya. Oh Tuhan, rasanya aku tidak sanggup melihat matanya yang berbinar-binar iru!

 

“kau akan melihatku pacaran lagi Hyuk!” Siwon terlihat senang dan mengguncang-guncang badan ku.

 

“oh, ya? Pantas saja aku merasakan ada aura kebahagian di sekitar ku.” Aku berusaha menutupi kepedihan hati ku.

 

 

“hahahaa.. sekarang aku sudah memilikinya!” Siwon tampak begituu bahagia.

 

“aku turut bahagia.” Kata ku lagi

 

Siwon tersenyum. “Siwon..” pangggil ku. Siwon menoleh kearah ku. “aku boleh minta sesuatu?” Tanya ku.

 

“ya, boleh.. apa itu?”

 

“jaga yeoja itu dengan baik sampai aku sudah tak mampu lagi melihat kebahagiaan mu bersama yeoja itu dan mendengar cerita-cerita mu lagi.. jangan pernah tinggalkan dia” pinta ku

 

“Ya, aku berjanji” Siwon tersenyum.

*****

 

Author’s POV

 

–beberapa minggu kemudian—

 

“Bagaimana oppa? Enak?” Kim Yura bertanya pada Siwon yang sedang menyantap bekal makan siang buatan Yura. Mereka berdua duduk di lorong sepi.

 

“Hmm.. tidak enak!!” ujar Siwon sambil menelan makanan yg ada di mulutnya.

 

Ekspresi Yura langsung berubah kecewa “Ya sudah, tidak usah dimakan lagi oppa, sini biar aku buang saja.” Yura menarik kotak bekal yang ada di pangkuan Siwon.

 

“hei, apa yang kau lakukan chagi? Aku masih ingin memakannya kok,” kata Siwon.

 

“Bagaimana bisa kau memakan makanan yang kata mu tidak enak?” Yura kesal.

 

“Hahaha..  makanan ini jelas tidak enak jika tidak kau yang menyuapinya ke mulut ku.” Siwon mengerling genit pada kekasih yg masih memasang tampang tidak enak disampingnya. “Ayo, apa lagi yang kau tunggu? Cepat suapi aku.” Siwon  menyerahkan kotak bekal itu pada Yura.

 

“Aaaaakkk” Siwon membuka lebar mulutnya-kesannya norak.

 

“Huh, kau menyebalkan sekali oppa!” Yura pun menyuapi makanan tersebut ke dalam mulut Siwon. Mulut Siwon tampak penuh dan Siwon keliatan kesulitan mengunyah makanan dalam mulutnya. Yura teretawa kecil.

 

“Chagi, ini… banyak sekali. Kau balas dendam?” kata Siwon. Yura hanya menatap wajah Siwon yang terlihat kesal kemudian tertawa.

 

“Kau mengerjai ku yaa?” Siwon mencubit pipi Yura.

 

“Aduh! Oppa,  sakit tau!” Yura memukul-mukul tangan Siwon.

 

Dibalik dinding tempat Yura dan Siwon duduk, ternyata Hyukjae yang  tak sengaja lewat dan memperhatikan mereka berdua. Hyukjae sangat cemburu dan ia tidak tahan melihat pemandangan di depannya itu. Ia pun melangkah pergi dari tempat itu. Namun, tanpa sengaja kaki Hyukjae menyenggol tong sampah yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan tempat Siwon dan Yura duduk. Tong sampah itu jatuh dan mengeluarkan bunyi yang berisik sekali.

 

“Siapa disana?” Siwon berteriak.

 

Entah, perasaan apa yang ada di hati Yura, sehingga ia langsung beranjak dari duduknya dan melihat siapa yang membuat suara berisik itu.

 

Hyukjae menengok kebelakang memastikan bahwa, Siwon atau Yura tidak melihatnya. Namun, Yura sudah berada di belakangnya.

 

“Lee Hyukjae! Hyukjae oppa!”  Yura seperti keceplosan  memanggil nama namja itu.Ia pun mengejar Hyukjae. Siwon yang berada di belakangnya ikut mengejarnya, dalam hati Siwon bertanya-tanya. Apa hubungan kekasihnya dengan  lelaki yang bernama Lee Hyukjae? Apa Lee Hyukjae yang di maksud adalah Lee Hyukjae sahabatnya?

 

Hyukjae terus berlari menaiki tangga. Yura terus mengejarnya. “Berhenti oppa!” teriak Yura. Namun, Hyukjae mengacuhkannya.

 

Hyukjae  tak kuat lagi berlari, tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan badannya lemas. Ia lupa bahwa ia tidak boleh terlalu lelah.. Ia berhenti di sebuah lorong mengatur nafas dan memegangi dadanya.

 

Bruuuk!

 

Hyukjae tumbang.

 

Yura mendapati Hyukjae tergeletak di lantai. “Oppa?” Ia terduduk di samping Hyukjae yang tergeletak sambil menangis..

tbc~