My Band Ring (Second Story)

Author                                                  : Dewii Aprilya

Cast                                                       : Han Hye Ra, Cho Kyuhyun

——————————————————————————————————————————–

“Setiap saat akumenantikan kedatangannya disudut apartemen ini. Aku ingin suatu saat dia bisa memperlihatkan senyumnya padaku” ^HHR^”

——————————————————————————————————————————

#2. Our Life has Begin

(Author’s POV)

Kyuhyun mengemudikan mobilnya menuju area Gangnam-Dong tempat Hye Ra tinggal, sudah lebih dari seminggu dia menikah dengan gadis itu namun baru sekarang dia sempat mengunjungi yeoja itu, bukan karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya  tetapi Namja itu masih sibuk menata kembali pikirannya. Entah apa yang saat itu merasukinya sehingga dia tampa pikir panjang langsung menikahi gadis itu. Yang Kyuhyun tahu bahwa ketika dia melihat air mata yeoja itu ada semacam hasrat untuk melindunginya.

Cho Kyuhyun, seorang namja yang tidak pernah percaya pada sesuatu bernama pernikahan, denga tiba-tiba menikah seorang yeoja asing yang ia temui di Bar. Bukan tampa alasan dia membenci sebuah komitmen, tapi dia berada di dunia yang seakan tidak menigizinkannya untuk mengenal cinta. Pernikahan yang ia tahu hanyalah sebuah ikatan bisnis yang pernah dilakukan oleh Appa dan Eommanya dan juga telah dilakukan oleh Noonanya.

Pernikahan yang dikenalnya adalah pernikahan tampa cinta. Appa dan Eommanya setiap hari bertengkar namun tidak berani mengambil keputusan untuk berpisah, tentu saja bukan karena cinta melainkan mereka terlalu takut jika saham Noohwa group akan jatuh di pasar. Berbeda dengan Ahra Noona, yeoja itu berani mengambil keputusan untuk berpisah dengan sang suami setelah setahun menikah karena suaminya tidak segan untuk menyakiti Noonanya setiap mereka bertengkar, terkadang Noona Kyuhyun pulang ke rumahnya dengan wajah lebam.

Lingkungan disekitarnya tentu saja mempengaruhi pola pikir Kyuhyun. Lelaki itu tumbuh menjadi lelaki playboy yang sangat membenci sebuah komitmen pernikahan dan lebih mengutamakan bisnisnya dari pada cinta. Kyuhyun tipe pria yang Workholic, namun selalu dikelilingi oleh waniat yang hanya dianggapnya angin lalu.

Tapi dunianya seolah berubah 180 derajat ketika melihat seorang yeoja bernama Han Hye Ra di Bar, tatapan penuh luka yeoja itu sagat berbeda dengan tatapan genit dan licik semua yeoja yang ada di sekelilingnya, Perkataan Yeoja itu yang lebih memilih menjadi budak daripada menjual kehormatannya sebagai seorang wanita berbeda dengan setiap yeoja yang pernah ditemuinya yang lebih memilih menjual harga dirinya demi sebuah benda bernama uang. Setia fakta itu cukup membuat Kyuhyun ingin lebih mengenal pola pikir Hye Ra.

Kyuhyun memarkirkan mobilnya di Basement Apartemen Gangnam-Dong dan masuk ke Lift. Kyuhyun masuk nke apartemennya dan terlonjak kaget saat melihat gadis itu terbaring lemah di lantai sambil memegngi perutnya.  Kyuhyun langsung berlari kearah gadis itu.

“HYERA-SSI!!” Kyuhyun mencoba menyadarkan yeoja itu sambil menemuk pipinya. Hye Ra membuka matanya, namun beberapa saat kemudian dia pingsan.

Kyuhyun kalut dan langsung mengambil ponselnya untuk menelpon dokter. “Yeobseyo Sungmin Hyung!! Cepat datang ke apartemenku di Gangnam-Dong, seseorang pingsan disini, ingat jangan bawa siapapun!!” piip. Sambungan terputus dan Kyuhyun langsung menggendong Hye Ra menuju kamarnya.

———————————————————————————————————————————–

 

Dokter lee Sungmin, sahabat Kyuhyun keluar dari kamar Hye Ra seketika Kyuhyun langsung menghampirinya dengan wajah sedikit cemas. “Hyung, bagaimana keadaannya..”

Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh selidik. “Siapa Yeoja itu?”

“Nanti kujelaskan, sekarang cepat katakan bagaimana keadaannya.?” desak Kyuhyun.

“Dia hanya kekuranagn nutrisi. Sepertinya sudah beberapa hari dia tidak makan. HEI Cho KYUHYUN, walaupun kau aka segera memutuskan hubunganmu dengannya, setidaknya beri dia makan..” gerutu SUngmin sambil menyerahkan resep obat untuk Kyuhyun.

Kyuhyun mengerutka dahinya mendengar penuturan Sahabatnya. “Maksudmu??”

Sungmin dengan lagaknya yang sok tahu mulai menjelaskan pemikirannya. “Dia pacarmu kan?? Dan kau akan segera memutuskannya, Kyu, sampai kapan kau mau mempermainkan yeoja?? Untung saja kau cepat datang, kalau tidak dia mungkin sudah mati kelaparan dan cairan impus itu akan memenuhi kebutuhan nutrisinya..”

“Terserah apa yang mau kau pikirkan, sekarang aku mau pergi, oh iya, kau mau tinggal disini atau kembali ke rumah sakit, aku mau menebus obat ini..”

“YA Cho Kyuhyun, tunggu aku!!”

——————————————————————————————————————————————

(Han Hyera’s POV)

Aku membuka mataku perlahan, pusing dan sakit di perutku sudah mulai hilang kulihat sebuah selang infuse melekat di pergelangan tanganku. Yang terakhir kuingat adalah wajah Cho Kyuhyun, apakah dia..

“Han Hye Ra-ssi!!”

Aku melihat Kyuhyun melangkah masuk mendekatiku. “Ne. Kyuhyun-ssi.”

“Kenapa kau bisa kekurangan nutrisi?? Kau tidak pernah makan??” Tanya Kyuhyun.

“Persediaan makananmu sudah habis Kyuhyun-ssi..” jawabku seadanya. Aku menunduk tidak berani menatap wajahnya.

“Lalu kenapa kau tidak membeli makanan?? Bukankah aku sudah meninggalkan uang untukmu!!” kata Kyuhyun dengan nada keras. Aku semakin takut pada emosi namja ini.

“Bukankah kau melarangku keluar apartemen…..” kataku gugup.

“MWO?? AISSH!! Kau bodoh sekali!!. Bagaimana mungkin kau bisa hidup di dunia yang penuh dengan tipu muslihat jika kau punya pikiran senaif itu!!!” gerutu Kyuhyun. Aku hanya menunduk, jujur aku marah dengan perkataannya, namun aku tahu baetul alasan kemarahan namja ini. mungkin dia takut jika ada mayat di apartemennya.

“Mianhe..” hanya itu kata yang bisa kuucapkan sekarang.

Kyuhyun menghela nafas kemudian duduk di tepi tempat tidurku. “Makanlah bubur ini…” kata Kyuhyun. Dia menawarka semangkuk bubur padaku, aku menerimanya namun buburnya hampir terjatuh karena aku masih lemas. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menyuapiku. Jujur, aku tersentuh dengan semua yang dilakukannya untukku. Tuhan, aku ingin masuk ke dalam hatinya.

Setelah selesai makan, Kyuhyun melangkah keluar dari kamarku. “Aku akan kembali ke kantorku. Jangan lupa makan obatmu. Oh iya, Aku meninggalkan sebuah ponsel di meja dan aku sudah menyimpan nomorku di ponsel itu, kalau ada apa-apa hubungi aku.”

—————————————————————————————————————————————-

 

Aku bangun ketika matahari menyusup masuk melalui jendela kamarku. Aku menggeliat dan mencoba mencerna kejadian tadi malam, bibirku tersenyum jika mengingat bagaimana Kyuhyun memperlakukan aku. oh Tuhan, mungkinkah aku mulai merindukannya sedangkan aku baru melihatnya semalam. Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku merasa bahagia ketika bangun di pagi hari.

Aku berjalan keluar kamarku dan menemukan sebuah iphone di meja makan. Aku mencoba menggunakannya, ternyata tidak sesulit yang kubayangkan. Aku kemudian mulai menulis sebuah pesan untuk Kyuhyun.

To: Cho Kyuhyun

“Kyuhyun-ssi, boleh tidak aku keluar untuk membeli persediaan makanan??”

Beberapa saat kemudian ponselku berbunyi, aku langsung membukanya karena itu pasti SMS dari Kyuhyun.

From: Cho Kyuhyun

“Ne, Tapi tunggu sampai suasana sepi. Aku tidak ingin terlibat masalah karena kau”

Aku menghela nafas saat mendapat balasannya, sepertinya dia kembali bersikap dingin padaku, berbeda dengan sikapnya semalam.

(Han Hye Ra’s POV end)

—————————————————————————————————————————————

Author’s POV

Hyera larut dalam kegiatannya berbelanja bahan makana di salah satu supermarket di Seoul. Sudah lama sejak terakhir kali dia bersemangat untuk membeli bahan makanan untuk dimasak. Ada sedikit harapan dihatinya bahwa suatu saat nanti Suaminya bisa mencicipi makanan yang dia buat.

Setelah selesai berbelanja, gadis itu segera kembali ke Apartemennya dan mulai membersihkan dan menata apartemen itu. semua pakaian Kyuhyun dia cuci dengan hati gembira. Alhasil, apartemen milik Kyuhyun menjadi sangat bersih dan kinclong. Setelah puas membersihkan rumah, Hye ra kemudian sibuk di dapur untuk membuat Kimchi dan hidangan makan siang, besar harapannya jika nanti Kyuhyun bisa pulang dan menemuinya.

Bulgogi, Sup Pasta kacag kedelai, Kimchi dan beberapa sayuran sudah tersedia di meja maka mereka. Hye Ra kemudian mulai membersihkan dirinya dan berdandan sambil menunggu suaminya pulang.

Drrrtt….drrrttt…drrrtt.

Ponselnya berbunyi, Hye Ra berlari menghampirinya dan langsung membuka pesan yang diterimanya dari Kyuhyun. Guratan kekecewaan langsung terpancar di wajahnya ketika membaca pesan itu. Dengan wajah lesu, gadis itu langsung masuk ke kamarnya dan tidur tampa sempat menikmati makanan yang dia masak.

From: Cho Kyuhyun

Aku akan ke Bangkok selama sebulan. jangan berbuat macam-macam di Apartemenku!!

——————————————————————————————————————————-

Hye Ra duduk sambil menatap kosong pemandangan kota Seoul yang ada di depannya. Dengan mudah dia bisa menikmati kerlp-kerlip lampu di kota Seoul dari apartemennya yang hanya berdinding kaca. Tapi gadis itu tidak bisa menikmati apa yang dilihatnya, semuanya pikirannya tertuju pada suaminya. Ditatapnya jari manisnya yang terikat oleh sebuah pita berwarna merah, sepertinya dia mulai merindukan namja yang mengikat benda itu di jarinya.

Sebulan setelah kepualangan  Kyuhyun dari Bangkok tapi namja itu belum pernah sekalipun mengunjunginya, SMS ataupun telepon juga tidak pernah dilakukannya. Hye Ra ingin menelponnya tapi takut mengganggu pekerjaannya, karena dia tahu bahwa suaminya sedang sibuk dengan proses akuisisi sebuah perusahaan di Beijing, China.

Lamuanannya terhenti saat seseorang membunyikan bel di pintunya, dengan sedikit ragu Hye Ra melihat tamunya melalui intercom. Betapa senangnya hatinya saat dilihatnya namja yag sedang berdiri di pintunya. Segerahlah Hye Ra membuka pintunya.

“Annyong Kyuhyun-ssi!!” sapa Hye Ra dengan senyun hangat.

“Annyong.” Kyuhyun langsung masuk menuju dapur dan meminum air langsung dari botolnya.

Hye Ra mengikuti langkah suaminya dari belakang. “Kyuhyun-ssi, kau sudah makan malam??” Tanya Hye Ra.

“belum” jawab Kyuhyun singkat.

“kalau begitu aku akan mnyiapkan makan malam untukmu.”kata Hye Ra, dia kemudian menuju ke dapur dan mulai sibuk menyiapkan makan malam untuk Kyuhyun.

Kyuhyun menatap kepergian Hye Ra dengan seksama, hari ini dia benar-benar sibuk menghadapi semua pemegang saham yang sangat ortodoks dalam pengelolahan Noohwan Group ditambah dengan permintaan Eommanya yang selalu menyuruhnya untuk menikah. Tapi melihat senyum hangat Hye Ra ketika menyambutnya, entah mengapa membuat sedikit perasaan lega dihatinya.

Lelaki tinggi dan putih ini mulai menemukan tempat yang bisa membuat penatnya hilang. Selama ini dia belum pernah meraskan hangatnya senyum seseorang yang menunggu kepulangannya, karena selama ini tidak ada yang pernah menunggu kedatangannya. Tapi sekarang dia punya Hye Ra yang tersenyum hangat padanya ketika dia tiba di pintu, merapikan sepatunya ketika di pulang, serta menyiapkan makan malam ketika dia lapar dan pulang larut malam. Membayangkan kenyataan itu membuatnya menyunggingkan seulas senyum di bibirnya.

“Kyuhyun-ssi, Makanannya sudah siap…!!” kata Hye Ra yang berjalan dari arah dapur.

“Tunggu sebentar, aku mau mandi dulu..” kata Kyuhyun.

“Arasso.”

Hye ra menontn televisi sambil menunggu Kyuhyun yang sedang mandi. Hampir semua cahnnel berita di TV menyiarkan berita tentang kesuksesan perusahaan milik Noohwan group yang berhasil mengakuisisi sebuah hotel berbintang lima di Beijing, dan kesuksesan itu tidak terlepas dari peran CEOnya Cho Kyuhyun.

Kyuhyun keluar kamar dengan rambut yang masih basah, dengan sigap Hye Ra langsung mengikuti suaminya kearah meja makan. Kyuhyun makan dengan lahap makanan yang dimasak Hye Ra, sementara gadis itu dengan senyumnya tetap menatap suaminya yang sedang makan.

“Bagiamana rasanya?? Enak??” Tanya Hye Ra setelah Kyuhyun menghabiskan makanannya.

“kalau seseorang lapar, apapun yang dimakannya akan terasa enak..” kata Kyuhyun. Hye Ra mengembungkan pipinya setelah mendengar jawaban suaminya, padahal dia sudah menantikan pujian dari namja itu. melihat ulah Hye Ra, Kyuhyun menyunggingkan seulas senyun di bibirnya yang sontak membuat Hye Ra terlonjak girang.

“Kyuhyun-ssi!! Apakah kau tersenyum??” Tanya Hye Ra.

Kyuhyun terlihat salah tingkah namun tetap menunjukkan sikap dinginnya. “Anii, kau salah lihat..!!”

“Benarkah?? Aissh aku memang bodoh!!” kata Hye Ra sambil memukul dahinya. Kyuhyun yang tidak bisa menahan tawanya langsung meninggalkan yeoja itu dan masuk ke kamarnya.

——————————————————————————————————————————-

Suasana Apartemen itu menjadi semakin semarak dengan hadirnya yeoja bernama Han Hye Ra, dia dengan penuh semangat selalu membersihkan dan menghiasnya dengan berbagai hiasan seperti foto Kyuhyun atapun bunga yang dibelinya.

Kyuhyun juga semakin lama semakin sering berkunjung ke Apartemennya di Gangnam-Dong Area. Awalnya dia biasa berkunjung sebulan sekali, hingga semakin lama menjadi sebulan dua kali dan sekarang lelaki itu mengunjungi Hye Ra seminggu dua kali meskipun hanya untuk memperolah makan malam. Meskipun begitu, Hye Ra tetap senang dengan segala perubahan Kyuhyun meskipun sikap dingin namja itu masih sulit untuk ditembus.

Malam ini Hye Ra tampak sibuk berkutat di dapurnya untuk membuat kue beras dan Ho-tteok (Pancake khas Korea). Gadis itu suka membuat kue untuk mengisi waktu luangnya jika Kyuhyun tidak pulang. Segala jenis masakan sudah dibuatnya dan Kyuhyun akan menjadi jurinya, meskipun namja itu belum pernah memuji masakannya, namun Hye Ra bersyukur jika Kyuhyun tidak memuntahkannya karena itu berari namja itu menyukai masakannya.

Drrt…drrrt…drttt.

Hye Ra membuka pesan di iphone miliknya dan tersenyum senang saat membaca pesan Kyuhyun.

From: Cho Kyuhyun

Aku pulang 15 menit lagi.

Seperti biasa, Hye Ra akan menyambut kedatangan suaminya kemudian dia merapikan sepatu Kyuhyun, setelah itu Kyuhyun akan makan dan duduk santai di depan TV. Hye Ra datang membawa Pancake buatannya dan menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, aku memasak Ho-tteok, cobalah..”

Kyuhyun kemudian menerima sepotong pancake itu da mulai memakannya. “Lumayan..” komentar Kyuhyun. Hye Ra tersenyum bangga kemudian ikut mencoba kue buatannya.

Satulagi kebiasaan Hye Ra yang membuat Kyuhyun mulai tertarik padanya, yaitu Hye Ra tidak akan pergi tidur sebelum Kyuhyun tidur dan gadis itu akan bangun sebelum Kyuhyun bangun tidur. Karena Hye Ra menyiapkan segala keperluan Kyuhyun sebelum namja itu bangun.

Hye Ra tertidur di dekat Kyuhyun yang masih sibuk menonton acara TV. Mungkin karena kecapean membuat kue seharian membuat gadis itu kelelahan dan malah ketiduran. Kyuhyun menatap wajah yeoja itu seksama, namja itu kemudia berjalan ke kamarnya dan kembali dengan membawa sebuah cincin berlian.

Kyuhyun membuka pita yang terikat dijari manis Hye Ra dan menggantinya dengan sebuah cincin berlian. Setelah itu Kyuhyun menggendong Hye Ra menuju kamarnya dan menyelimutinya. Beberapa saat kemudian  Kyuhyun meninggalkan apartemen dan pulang ke rumahnya di pyungchang-dong

——————————————————————————————————————————

(Han Hye Ra’s POV)

Matahari menyusup masuk ke kamarku dan membangunkanku dari mimpiku yang sangat indah. AKu mengumpulkan ingatanku dan langsung terlonjak kaget. “Omoo.. Aku ketiduran!!” . Aku langsung keluar dari kamarku.. Chakkaman!! Kamar?? Bukannya kemarin aku tidur di sofa?? Aissh, aku bodoh!!.

Aku langsung berlari ke kamar Kyuhyun dan menemukan tempat tidurnya masih rapi, itu berarti namja itu tidak menginap di sini, aku memukul dahiku. “Aku bodoh!! Membiarkan suamiku pulang tampa diantar!! Aissh!! Isteri macam apa  aku ini!!” gerutuku.

Aku berjalan menuju kamar mandi dan bersiap mencuci wajahku saat mataku menangkap sesuatu yang berkilau di Jari manisku. Oh Tuhan, sebuah cincin berlian!!

“Kyuhyun..” gumamku.

Entah mengapa cairan bening tiba-tiba saja memaksa untuk keluar dari pelupuk mataku, bukan karena aku bersedih tapi ini sungguh sesuatu yang membahagiakan. Setelah sekian lama aku bingung mengartikan setiap debaran jantungku saat di dekatnya dan sensasi kebahagiaan saat dia mengunjungiku, akhirnya kini aku menyadari satu hal. Hari ini, menit ini, dan detik ini, aku yakin bahwa selama ini amencintainya, mencintai namja bernama Cho Kyuhyun. Aku akan bersabar menuggu sampai dia bersedia membuka pintu hatinya untuk kumasuki sama seperti ketika dia mengizinkanku masuk di pintu apartemennya.

#2 End….

————————————————————————————————————————-