Who is better ?

Author            : Ryn

Cast                 : Hye, Lee Jinki, Kim Kibum, Lee Taemin, Kim Jonghyun, and Choi Minho.

Genre             : Life and Friendship.

Lenght            : oneshot (?) (Cuma 2000 kata lebih..)

Rating             : G

Summary      : “Kami hanya ingin memperingatkanmu Hyung….”

Note              : Dedicated for someone that precious for me…

Who is better ? Friend or Girlfriend/Boyfriend ?

This story just one of many stories who said if friend is better than girlfriend/boyfriend.

“Kau gugup sekali Hyung ? ini kan Cuma show biasa…. kenapa wajahmu sepucat itu ??” Tanya Key pada Jinki, sambil memilah-milih kaca mata yang akan dikenakannya, memeriksa setumpuk kaca mata, mencari-cari satu di antara mereka yang cocok dengan kostumnya.

“A-aku… akan menyatakan cinta…..”  Key menoleh, tersenyum jail pada Jinki.

“Huhu, pada siapa Hyung ??dipanggung ? kau cari sensasi Hyung ?? haha ” tanyannya sambil mencoba sebuah kaca mata.

“Yang jelas seorang gadis……” sahut Jinki kalem.

“Aku tau !! tapi siapa ? yeoja mana ? namanya siapa ?” Jinki mendelik, mendengus lirih.

“Kau banyak tanya….” lalu melanjutkan “Hye… kau tau kan ?? mantan pacar Donghae Hyung……” Key, yang tengah menenggak Jus mangganya, langsung menyembur habis seluruhnya.

“K-kau, bercanda kan Hyung ? pada perempuan jalang itu ? hah, cih…..”

“YA !! Apa kau bilang ? perempuan jalang ? beraninya kau !!”

*GDEBUMM

Jinki melayangkan tinjunya tepat di sudut bibir Key, Key terperanjat, menyapu cairan merah disudut bibirnya, berteriak.

“YA !! mengapa kau meninjuku ??”

“Jangan kau coba memanggilnya seperti itu lagi !! ia perempuan baik-baik !!”

“Bodoh sekali kau Hyung !! kau meninjuku karena perempuan jalang itu ?” Jinki bersiap ingin melayangkan tinjunya lagi. Sebelum akhirnya desahan Key membuatnya tertahan.

“Hah, sebelum kau menyesal, ku peringatkan padamu !! dia jalang !! kau tau ? Donghae Hyung hampir bunuh diri dibuatnya, dan… kau tau laki-laki lain yang juga hampir melempar diri mereka ketengah jalan karena ulah perempuan jalang itu ? Yesung Hyung, Heechul Hyung, dan masih banyak lagi, ku peringatkan !! aku peduli padamu, jangan sampai kau seperti mereka.” Tandas Key, meninggalkan Jinki, sendiri, menjeplak pada meja rias di ruang kostum mereka, kesal.

“Emm, lagu tadi, Juliette, kupersembahkan untuk seseorang, dan kupastikan ia ada disini…. “ Hiruk pikuk para penonton semakin keras terdengar, Jinki mengambil tindakan nekat dengan tidak mengindahkan ucapan Key, sahabatnya, dan tetap ingin menyatakan cinta pada si wanita, yang entah mengapa disebut Key, Jalang.

“Em, aku ingin memintanya menjadi Juliette-ku, hanya saja… aku gugup sekali.” Lanjut Jinki lewat microphone-nya, suara terdengar jelas, tengah gemetar. Semantara Key, disudut panggung tengah memandang, memperhatikan, tajam, seorang gadis, bermantel bulu dengan sepatu boots, sedang berbincang dengan Kyuhyun, Cho Kyuhyun, yang kemungkinan adalah mangsanya yang selanjutnya.

“Em, Hye…..” gadis bernama Hye, yang merasa memiliki nama, yang tengah berbincang dengan Kyuhyun, menoleh, menatap Jinki yang berdiri tegang diatas panggung, turun dari kursinya, mendekat ke panggung, tersenyum pada  Jinki.

“Mau menjadi Juliette-ku ?” Lanjut Jinki, Hye mengeluarkan ponselnya, mengetik pesan untuk Jinki, dan berlalu keluar studio.

Sementara Jinki diatas panggung melompat-lompat dan berteriak “Aku mencintaimu Hye…” senang bukan kepalang membaca pesan Hye….

From       :  Hye

Mr. Dubu, need an answer ?? temui aku di depan studio, I will waiting for you, Now. Love Hye.

Jinki berlari, menyebrangi kursi penonton yang hiruk pikuk, beberapa gadis tampak menangis terisak, sakit hati karena sang pangeran pujaan sudah menjadi milik orang, walau mereka tidak tau pasti, mereka akan selalu mengingat fakta bahwa tidak akan ada seorangpun yang menolak memiliki Jinki, senyumnya, suaranya dan seluruh hal yang dimilikinya.

“Hye…” panggil Jinki. Hye tersenyum, manis.

“Jadi… kau mau ??” lanjut Jinki.

“Hanya jika kau bersedia menjadi Romeo yang baik.” Sahut Hye.

“Tentu, baiklah, Juliette boleh aku mendapat pelukan ??” Jinki tersenyum, Hye berjalan mendekat, hingga tubuh mereka tak berjarak, menyusupkan lengannya ke sela-sela kepitan lengan Jinki, memeluknya, menyandar pada dada bidang Jinki, malam pertama, dengan pelukan, yang entah sampai kapan akan tetap hangat, ada kemungkinan pelukan itu akan menjadi dingin.

Tak ada yang menyadari kehadiran Key disana, tepat di depan pintu studio, mengintip, mendengus kesal.

“Gadis Licik.”

“Jinki… hari ini kita kemana ?” Tanya Hye, manja, bergelayut di lengan Jinki.

“Noona, Kau tidak akan kemana-mana dengan Jinki Hyung !! kami ada Show jadi lebih baik kau pulang !!” Sahut Minho ketus, pada kenyataannya Minho tidak ada bedanya dengan Key serta Taemin, dan Jonghyun. Mereka semua tau kalau Hye bukanlah perempuan baik-baik, Leeteuk sudah mutlak memberikannya gelar Heartbreaker padanya. Disaat seluruh orang menyadari bahwa Hye bukan gadis yang pantas untuk Jinki, Jinki malah tak menyadari, terlalu buta akan cinta, Love Is Blind, Right ??.

Jinki tersenyum tanggung, berkata “Em, Minho, errr…. bilang pada manager aku tidak bisa datang, emm, alasannya, kau karang-karang sajalah… tapi jangan bilang aku pergi dengan Hye… ya.. tolong, kali ini saja….” Minho memasang tampang tidak percaya, Jonghyun yang menonton di depan TV, karena mencoba menghindari pertemuan dengan Hye yang jelas-jelas tidak disukainya akhirnya menghampiri Jinki.

“Tidak bisa Hyung !!” sahut Jonghyun.

“Aduh, tolonglah……”

“Haaah, kau ingat Hyung, kali ini saja !!” ucap Jonghyun pasrah, sementara Jinki tengah bersiap-siap menjalankan kecan pertamanya dengan Hye. Jonghyun berjalan kedapur, membuka kulkas, menyambar botol air mineral, menenggak habis isinya, mendesah beberapa kali, seperti “Haaah, huuh, aduuhhhh, haaah, dasar !!” geram benar pada gadis tadi, Hye.

“Jinki Hyung kemana ??” tanya Key, tengah mengiris bawang didapur, sengaja menyibukkan diri agar tidak bertemu Jinki sedetikpun, tentu soal masalah di ruang kostum kemarin.

“Kenapa kau tidak tanya saja sendiri ??” sahut Jonghyun asal, emosi tingkat maksimal.

“YA !! BODOH !! sudah kuceritakan bukan, aku dan Jinki Hyung bertengkar !!!” Jonghyun menoleh, menghentikan aktifitas mendesah di depan kulkas yang dilakukannya dari tadi.

Ia berjalan, menghampiri meja tempat Key mengiris bawang, berjalan dengan gaya menakutkan, perlahan, penuh emosi, wajah padam, hingga saat ia tiba di meja tersebut, tangannya mulai habis meremas semua sayuran yang berada diatasnya, melampiaskan emosi.

“YA !! kau..ihh, me-merusaknya bodoh !!” Pekik Key sambil menarik kembali sayuran-sayuran tersebut.

“Kenapa ?” tanya Key.

“Gadis itu….. eergghh, merayu Jinki Hyung agar tidak ikut show lalu pergi bersamanya…..” Jawab Jonghyun penuh emosi, meluap-luap, Key yang mendengar kini sudah bersikap tak ubahnya Jonghyun.

“Kurang ajar !! kitttta tidak bisa diam saja !!”

“Hyung, darimana ??” tanya Taemin, duduk di depan TV. Bersama Jonghyun dan Minho.

“Haha, jelas baru kencan…” Sahut Jinki sumringah.

“Hyung kami mau bicara !!” Ucap Jonghyun serius. Jinki duduk di sofa, Taemin yang duduk di karpet mendekat, Jonghyun Dan Minho merapat.

“Apa ?”

“Tentang kau dan Hye….Hyung..” Jinki menghela nafas, bersiap, ada kemungkinan dongsaeng-dongsaengnya juga akan berbicara seperti Key, sementara Key, berdiri di dapur, memasang telinga, mendengarkan, apakah kalimat yang akan dikatakan Jonghyun nanti sesuai naskah yang telah disusun.

ok, go ahead…. ” sahut Jinki.

“Kami hanya ingin memperingatkanmu Hyung….” sahut Jonghyun.

“Hye… bukanlah gadis baik-baik….”  sambung Minho.

“Hah… sesuai tebakan, pasti ada tindakan propokasi disini, apa yang dikatakan Key hingga kalian terhasut seperti ini ? aku mulai curiga.. jangan-jangan Key menyukai Hye, hah… pasti !! maka dari itu ia menghasut kalian semua, berkata kalalu Hye jalang, bukan gadis baik-baik, dasar munafik.” Sahut Jinki emosi. Sementara Key, di dapur, mencengkram tepi meja, menahan emosi, menahan diri agar tidak menghampiri Jinki dan melayangkan tinjunya, hanya tidak ingin masalah semakin runyam.

“Tidak ada propokasi Hyung !! itu kenyataan, kami menyayangimu Hyung, kalau tidak… hah, kau akan kami biarkan bernasib seperti Donghae Hyung, Yesung Hyung dan semua laki-laki yang pernah dicampakkan gadis jalang itu.” Imbuh Jonghyun, emosi tingkat maksimal.

“Kau…. kau tau arti jalang bukan ?? Hye tidak seperti itu !!”

*GDEBUMM.

Key yang mendengar suara berlari dari dapur, menghadap Jinki, memandang Jonghyun yang tersudut di dinding dengan hidung berdarah.

“YA !! Hyung !! kau… hah, mulai sekarang terserah kau sajalah, kuperingatkan kalian semua ya… jangan ada yang coba memperingati dia lagi, biarkan ia tahan sendiri kalau sudah dicampakkan !! Jonghyun Hyung ikut aku, kita obati hidungmu. ” sahut Key, membopong Jonghyun ke kamar diikuti Minho dan Taemin. Meninggalkan Jinki sendiri.

“Jinki Hyung kemana ?” tanya Taemin.

“Kita ada show kan ??” imbuh Minho.

“Hah, sudah kabur… pergi sama gadis jalang itu….” sahut Jonghyun.

“Kau melihatnya ?” tanya Key, Jonghyun mengangguk lalu menambahkan “Tadi subuh, saat aku mau ke toilet….”

“Lalu kita pakai alasan apa lagi ??” tanya Minho frustasi.

“Tetap alasan yang kemarin… sakit…” sambung Key.

“Huh, mungkinkah mereka akan percaya ?? kalau kita ketahuan bohong bagaimana ??”  tanya Taemin, yang lain hanya mengendikkan bahu. Bingung.

“Apa ? sakit lagi ? kalau begitu pulang dari sini kita bawa dia ke dokter, belum dibawa ke dokter, kan ??”

“Em, be-belum Hyung… ” jawab Key gugup, bagaimana jika manager-nya benar-benar pergi ke dorm mereka dan mendapati Jinki sehat-sehat saja atau kemungkinan terburuk tidak ada dirumah.

“Ya baiklah… oke, bersiap-siaplah, sebentar lagi giliran kalian…”  manager pergi meninggalkan mereka.

“Yaah, bagaimana Hyung ?” tanya Taemin.

“Aku tidak tau…..” jawab Key frustasi.

Kenyataan pahit memang, saat mengetahui bahwa Jinki sedang bersenang-senang sekarang sementara seluruh member SHINee tengah di landa kekhawatiran.

“Hye… kau mau ice-cream yang mana ??” tanya Jinki.

“Yang.. em, coklat….” sahut Hye.

“Ini dia, ice-cream-mu…” Hye mengambil ice cream coklat di tangan Jinki menuntun Jinki duduk dibangku taman.

“Hyung, kau dari mana ??” tanya Taemin. Jinki tertawa pelan.

“Jalan bareng Hye….” sahutnya santai.

“YA !! gara-gara Hyung kami dimarahi manager Hyung….. !!” sambung Minho.

“Kenapa ?”

“Karena kami bohong, kami bilang kau sakit, saat manager Hyung datang kau malah tidak da, habislah kami… lain kali kami tak akan bohong, kami akan langsung bilang kalau kau jalan dengan Hye Noona, Hyung !!” jawab Minho dan berlalu menuju kamar.

2 week later…….

Minggu kedua hubungan Jinki dan Hye, dan masih aman dari pengetahuan manager SHINee, tentu karena Jinki tidak pernah bolos lagi, sejak hari dimana manager mereka memarahi Key, Jonghyun, Taemin, dan Minho. Jinki takut bukan kepalang jika manager mengira Hye menjadi pengaruh buruk baginya dan memaksanya putus dari Hye. Jadi mulai hari itu Hye dan Jinki hanya jalan-jalan pada waktu luang SHINee, terkadang Jinki mencuri-curi kesempatan, misalnya jam makan siang atau waktu-waktu luang lain, sekalipun hanya 10 menit.

Hubungan Jonghyun, Key, dan Jinki juga tetap belum membaik, canggung, bagaimanapun juga Jonghyun dan Key memiliki niat yang baik, hanya saja Jinki tidak bisa mengerti.

Hye calling…..

“Hye, yeoboseyo….” Jinki menjawab panggilan Hye.

“Yeoboseyo, bisa bertemu ? di kafe dekat dorm-mu… ada yang ingin ku katakan.”

“Bisa, kebetulan ini jam makan siang, tunggu aku ya…”

Tuuutttttttt….

“Hye….” sapa Jinki, Hye tak membalas, tersenyum pun tidak.

“Duduklah….” tawar Hye.

“Ada apa ? masalah ?” tanya Jinki.

“Aku sudah bosan….” sambung Hye.

“Bosan ? akan apa ?” tanya Jinki, berhati-hati.

“Akan hubungan kita, sangat jenuh… aku ingin mengakhirnya…..” Jinki tersentak, meluruskan duduknya, meraih tangan Hye, menggenggamnya erat.

“Ke-kenapa ??”

“Karena.. kau tidak ada waktu untukku….” Jinki terkesiap, merasa tidak terima.

“Omong kosong !! aku selalu menyediakan waktu kalau kau butuh aku, aku selalu menyempatkan diri !!”

“Bukan waktu seperti itu yang kubutuhkan !! bukan waktu curi-curi !!” jawab Hye emosi.

“Hye, ki-kita… bahkan belum lama, ma-maksudku… ini terlalu cepat Hye… kumohon…” Mohon Jinki pada Hye.

“Tapi Jinki, aku tidak tahan lagi !! kau bahkan tak punya waktu untukku !! tak pernah, selalu saja mementingkan SHINee, Boyband-mu itu, jika aku bertanya aku ada di urutan berapa dalam daftar orang-orang pentingmu, bisa kujamin, aku tak memperoleh angka 1, benar, kan ??” bentak, em.. sergah Hye. Hye terlihat berapi-api, marah, kesal, tak ada warna biru lagi dimatanya, semuanya merah.

“Kau nomor 1 Hye…, mengertilah pekerjaanku, apakah Cuma ini jalan terakhir ? tidak bisa dibicarakan baik-baik ? mengapa harus putus ? aku mencintaimu Hye….maafkan aku…..”

“Nomor 1 ? haha, Tidak ada jalan lain Jinki…. sudahlah !! kau tak akan pernah mengerti keadaanku, haah, cinta saja tak cukup Jinki. Aku pergi, lupakan aku, carilah gadis yang bisa mengerti keartisanmu, jangan cari yang seperti aku. A-aku, sudah… menemukan, seseorang yang bisa berbagi waktunya denganku, yang punya waktu untuk mencintaiku.” Tandas sang yeoja, meninggalkan Jinki yang terpaku, bergeming dan dentingan Lonceng di pintu kafe kosong ini, senyap, kafe ini sunyi senyap.

“Hah, ternyata kau punya cadangan ? Bodohnya aku tak mempercayai Jonghyun dan Key…….” gumam Jinki.

Ryn P.O.V

Friend or Boyfriend ?? then i’ll say friend…

Boyfriend just look into your good side…

But….

Friend can look into your bad side…

Boyfriend knows all your best stories….

But….

Friend understand all your bad stories

Boyfriend come and go…

But….

Friend never go….

Boyfriend is the one that hurt you….

But….

Friend is the one that pity you….

Boyfriend always stand up beside you in your happy moment…

But….

Friend always hold your hand in your difficult moment…..

Boyfriend will make you cry…

But….

Friend will make you smile…

Well, See the difference ??

I don’t care if you don’t agree with this opinion, I just learning from my live experience….

 

For Mrs. D

Sorry, because we not commemorate you about him…                                                                                  

Actually we know from the beginning….

But we try to positive thingking, we try to believe him…

We thought if he is not too bad….

But we wrong…..

Sorry, really sorry….

We can’t together without you….

You are the part of us….

The part of us…..

Love You……

Cerita ini, memang menggambarkan bahwa sahabat lebih baik dari pada pacar, tapi… aku, kami.. bukanlah sahabat yang baik… karena kami, terlalu bodoh untuk percaya dan tidak memperingatinya sejak awal…