Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

I’m a Fool Chapter 4

 

Author                                                                  : Dewii Aprilya

 

Cast                                                                       : Cho Kyuhyun, Park Soon Hee, Danny Jung, Super Junior

 

————————————————————————————————————————

 

“Aku bodoh. Aku bodoh.
Penyesalanku terlambat. Ku tahu semuanya tak mungkin terulang.
Ku tahu kalau aku juga tak dapat bertemu denganmu. Aku salah, Aku sangat menyesal.
Aku tak dapat mengungkapkannya, malah aku menjadi buruk.
Jadi disinilah aku dengan cemas memohon maaf
Aku bodoh”

 

————————————————————————————————————————————

 

 

 

Acara dibuka dengan penampilan Shinee. Stelah itu, pembawa acara meminta ketua penyelenggara konser amal ini untuk naik ke panggung guna memberikan sedikit ucapan kepada para penonton yang hadir. Soon hee malam itu terlihat sangat cantik dengan balutan gaun malam berwarna biru dibalut sebuah blazer senada, dia memakai sebuah kalung berliontinkan sebuah bintang kecil, pemberian ibunya. Dijarinya tersemat sebuah cincin berlian pemberian Danny.

 

“Selamat malam… terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya acara ini. Semua penjualan tiket ini akan digunakan untuk pengobatan kanker bagi para penderita dengan penghasilan dibawa rata-rata. Konser ini merupakan perwujudan program pertama Mothers Love International Cancer Hospital yang akan diresmikan besok pagi. Rumah sakit khusus yang merawat penderita kanker itu adalah salah satu rumah sakit milik yayasan Kimhwan….”

 

“Sekali lagi kuucapkan terima kasih kepada semua pengisi acara yang telah rela meluangkan waktunya untuk datang ke konser ini. Kamsahamnida!!” Soon Hee menunduk memberika hormat kemudian turun dari panggung menuju Backstage.

 

Soon Hee memperbaiki posisi duduknya saat danny datang dan duduk di dekatnya. Pria itu kemudian dengan perlahan menghapus tetesan keringat yang menugucur di dahi gadisnya dengan sapu tangannya kemudian mencium dengan lembut tangan gadis itu.

 

“Sweetie, kau sudah banyak bekerja untuk kesehatan orang lain, sekarang bisakah kau luangkan waktumu untu tubuhmu sendiri??” Tanya Danny sambil tetap membelai pipi Park Soon hee. Matanya menangkap sosok Kyuhyun yang sedari tadi menatap kebersamaan mereka.

 

“Kondisiku amat sangat baik. Kau tidak perlu khawatir Danny…” Soon hee dengan lembut melepaskan tangan danny yangs sedari tadi membelai pipinya. Danny hanya tersenyum kecut, sadar jika dia tidak akan pernah bisa masuk ke dalam hati yeoja ini. Soon hee beranjak dari tempatnya ketika melihat Eun Jung masuk dan terlihat sedang mencari-cari seseorang.

 

Danny membiarkan Soon hee pergi sekarang, tapi untuk selamanya dia akan membuat gadis itu tetap berada di dekatnya. Danny tetap duduk di tempat itu, jujur dia sangat menyesal membuat Soon hee kembali ke Seoul karena itu artinya dia semakin mendekatkan Soon hee dengan masa lalunya.

 

Leeteuk mendekati Danny dan duduk disampingnya. “Danny, aku tahu kau tidak buta.”

 

Danny tersnyum aneh. “Aku tahu. Tapi aku hanya bisa berpura-pura buta. Jung Soo-ya, I Can’t stand anymore without that girl..”

 

“You can.. tapi kau tidak pernah mau mencoba..” kata Leeteuk.

 

“Setiap kali melihat tatapan matanya pada Kyuhyun, hatiku sakit. Tatapan mata yang sarat dengan cinta yang tulus. Tapi aku bisa menahannya, karena menyadari bahwa Soon hee tidak lagi disampingku akan lebih menyakitkan. Aku tidak akan melepasnya.” Kata Danny lirih. Lelaki itu menghela nafas panjang kemudian melanjutkan perkataannya.

 

“Aku tahu lebih dari siapapun Jung Soo. Tatapan mata mereka saat bertemu di restoran waktu itu, sebuah tatapan yang seolah saling membutuhkan, saling melengkapi, dan seolah memperlihatkan padaku bahwa Kyuhyun adalah Namja yang membuatku tidak bisa memasuki hatinya… saat aku melihat mereka di taman belakang restoram seolah meyakinkaku banwa mereka pernah bersama.” Leeteuk menatap lelaki yang hanya beda sebulan dengannya seksama seolah meminta penjelasan yang lebih mendalam.

 

“Saat itu Kyuhyun dengan leluasa bersandar dibahu yeojaku dan memeluknya erat, Soon hee hanya diam dan menunduk dengan bahu bergetar, mereka terlihat saling membutuhkan. bahkan selama ini jika aku memeluk Soon Hee seakan tubuhnya tidak menginginkanku.. Tapi jika dengan berpura-pura buta akan membuatnya tetap disisiku, maka aku akan melakukannya sampai kapanpun.”. Danny menghapus sebuah cairan bening di matanya. Leeteuk hanya bisa merangkul namja itu, berharap jika dia bisa mengurangi beban lelaki itu.

 

************

 

(Kyuhyun’s POV)

 

Aku memutuskan untuk pergi ke backstage panggung dan melanjutkan permainanku sebelum kami perform. Aku memilih sebuah tempat duduk di sudut ruangan untuk menghindari ganggun Lee Hyukjae yang selalu mengajakku menari. Aku mulai sibuk dengan permainanku yang terasa begitu mengasikkan, tapi semua itu terusik saat tampa sengaja aku meliha yeoja yang mengisi hatiku bersama dengan namja lain.

 

Danny mencium tangan Soon Hee dengan lembut, aku sakit. Sungguh rasaya hatiku terhujam begitu banyak jarum, dadaku sesak rasanya semua oksigenku seperti terenggut dari udara yang kuhirup. Tapi aku hanya bisa diam dan menyaksikan lelaki itu sekali lagi menyentuh kedua pipi Soon hee, dulu yang boleh melakukan itu hanyalah aku. Hanyalah aku yang boleh bersandar di pundaknya, hayalah aku yang boleh berbaring dipangkuannya, hanyalah rambutku yang boleh dibelainya. Hanyalah aku yang boleh memilikinya.

 

Tapi sekarang, melihat Danny hyung menghangatkan wajahnya, rasanya sesuatu yang amat berharga telah dicuri dariku tapi aku hanya bisa memandangnya tampa bisa berusaha merebutnya. Sebegitu pengecutnyakah aku?? hingga aku terlalu takut jika dia bersamaku aku akan kembali melukainya seperti dulu. Tapi jika aku melihatnya bersama yang lain, rasanya begitu menyakitkan.

 

Danny hyung menatapku smabil tersenyum kecut, sadarkah dia tentang hubunga kami??.

 

“Kyuhyun-ssi, Band pengiringnya bertanya katanya lagu yang aka kau nyanyikan apa??” Tanya seorang petugas pada Kyuhyun.

 

“katakan padanya aku akan menyanyikan lagu Stay_I am a Fool”

 

>Flashback<

 

Aku melangkahkan kakiku perlahan memasuki flat berwarna biru yang sangat disukai Soon Hee. aku berusaha meredam langkah kakiku karena aku ingin memberikan sedikit Surprise padanya. Satu minggu aku sibuk dengan jadwalku dan ini saatnya memberinya sedikit kejutan. Aku melihatnya duduk dengan kaki ditekuk, sedikit isakan tangis terdengar dari suaranya. Apakah dia menangis??

 

Aku menutup matanya dengan telapak tanganku, tapi malah menjadi basah oleh air matanya. Soon hee menggemgam tanganku erat yang masih menutup matanya, isakannya terasa semakin keras. Aku melepas tanganku dari matanya dan menunduk didepannya sambil menyentuh kedua pipinya.

 

“Wae??” tanyaku lembut.

 

Soon hee memukul dadaku perlahan sambil tetap menangis. “I Miss You Pabo!!” hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutnya. Aku hanya bisa tersenyum melihat ulah yaoja ini.

 

“uljima…” aku memeluknya. Tangisannya sudah mulai reda.

 

“Kau jahat.. kau tidak memberiku kabar selama seminggu!! HPmu juga tidak aktuf… apa kau mau membunuhku perlahan..” katanya dengan suara yang masih serak. Sudah berapa lama gadis ini menangis??.

 

“Mianhe… Ponselku jatuh ke kolam. Aku belum sempat memperbaikinya.” Kataku mencoba menjelaskan. Tapi dia malah duduk membelakangiku, dia mulai merajuk.

 

“Kau tahu oppa, hidupku jadi kacau. Aku tidak bisa tidur dan hanya bisa menangis, aku tidak ingin memaafkanmu!!” katanya dengan nada yang menurutku sangat lucu.

 

“Nona Park Soon Hee yag cantik, apa yang harus kulakukan agar kau mau memaafkan lelaki tampan sepertiku” Dia berbalik menghadapku dan menatapku intens.

 

“Nyanyikan sebuah lagu!! ” katanya dengan penuh semangat.aku hanya menatapnya aneh, kemudian dia kembali berbicara. “Aku ingin kau menyayikan sebuah lagu hanya untukku!! Kau tidak boleh menyanyikannya untuk orang lain, hanya untukku!!”

 

“Baiklah Nona Park. Aku mendengarkan lagu ini kemarin saat aku menonton salah satu drama Korea. Aku menyukainya, dan akan kunyanyika hanya untuk  Gadis yang aku cintai..” Dia menganggu mantap. Aku menghela nfas dan mulai melantungkan nada itu dari mulutku.

 

 

 

nan baboyeosseotjyo. naega baboyeosseotjyo
huhoehaedo neujeotjyo aljyo dorikilsun eopjyo
geuldael bolsun eopseoyo, nado algo isseoyo
naega jeongmal jalmotaesseoyo
jeongmeol mianhaeyo

geuttaen aegi haji motaetjyo neomu eoriseogeotjyo
ijewaseo ireoke aetaeumyeo na yongseoreul bireoyo

dangsineun naneun baboimnida jajonsimttaemune
sulgwa sseun dambae yeongiro manggajigo itjyo
dangsineun naneun baboimnida ajik saranghagie
haru jongil peongpeong ulgoman itjyo
geudaedo nado babocheoreom

geureoji marayo, dasi saenggakhaebwayo
uri eotteoke yeogikkaji himdeulgewanneunde
dasi saenggakhaebwayo, huhoehasilkkeoeyo

naega jeongmal jalmotaesseoyo
jeongmal mianhaeyo

geuttaen aegi haji motaetjyo neomu eoriseogeotjyo
ijewaseo ireoke aetaeumyeo na yongseoreul bireoyo

dangsineun naneun baboimnida jajonsimttaemune
sulgwa sseun dambae yeongiro manggajigo itjyo
dangsineun naneun baboimnida ajik saranghagie
haru jongil peongpeong ulgoman itjyo
geudaedo nado babocheoreom

 

Translate:

 

I was a fool. I was a fool.
My regrets were too late too.
I know that it can’t be turned back.
I know that I can’t see you too. I was so wrong, I’m so sorry.

 


I didn’t get to say then, instead I was just being rotten.
So I’m here now pleading for forgiveness with worry
I’m a fool

 


Because of my pride I’m ruining myself with alcohol and the bitter taste of cigarette smoke.
I cry my eyes out all day because I still love you You and I, we both are like fools.

 

Don’t be like that, think about it.
Think about what it took us to get here
Think about it again, you’re going to regret it.
I was so wrong, I’m really sorry I didn’t get a chance to say then, instead I was just being rotten.
So I’m here now pleading for forgiveness with worry
I’m a fool

 

Because of my pride I’m ruining myeslf with alcohol and the bitter taste of cigarette smoke.
I cry my eyes out all day because I still love you You and I, we both are like fools.

 

                                                                                                                Stay_I’am a Fool

 

Aku berhenti menyanyi saat melihatnya kembali menitikkan air matanya. Dia tersenyum kemudian berkata dengan nada lembut yang selalu menenangkanku.

 

“Aku memaafkanmu dan aku mencintaimu”

 

Dia memelukku erat sekali seakan tidak akan pernah mau melepasku. Inilah yang amat kurindukan darinya setiap aku melakukan show, setiap desahan nafasnya di dadaku, suaranya yang amat lembut, dan bahunya yang amat sangat nyaman untukku. Saat itu aku tahu, hidupku tergantung pada kehadiran yeoja ini.

 

Sejak saat itu, setiap aku melakukan kesalahan dan membuatnya menangis, aku akan menyanyikan lagu itu untuknya..Lagu itu sudah tertanam jelas di otakku, mengingat betapa seringnya aku melukainya dengan berbagai  skandal dan gossip tentangku. Namun Setelah aku bernyanyi Soon hee akan tersenyum kemudian berkata

 

“Aku memaafkanmu dan aku mencintaimu”

 

>Flashback End

 

(Kyuhyun’s POV end)

 

———————————————————————————————————————————-

 

(Author’s POV)

 

“Eonni!!” Eun Jung berlari menghampiri Soon Hee dengan mini dressnya yang membuatnya semakin cantik.

 

“aku tak menyangka kau akan datang..” kata Soon Hee sambil melepas pelukan adiknya. Eun Jung tersenyum simpul memamerkan rentetan giginya yang putih bersih.

 

Soon hee menatap adiknya seksama, sesaat dia merasa risih dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah dongsengnya itu. “Jenny, tell me what happen. You never stop to smile..”

 

“Something happen with my life, Eonni. He ask me to be his girlfriend” Eun Jung kembali tersenyum simpul. Soon hee mengerutkan dahinya menatap Eun Jung.

 

“Who?? Is he Donghae?? That mean that you will call him ‘Oppa’??”  Soon hee menekankan suaranya saat menyebut kata ‘Oppa’. Eun Jung mengangguk dengan malu-malu.

 

“I did it Just now, yo know Eonni. I feel like fly in the sky..”

 

“Chukkae Saeng-ah. Ia am happy for you..” Soon hee kembali memeluk adiknya erat. Sesaat mereka menikmati saat kebersamaan yang selama lebih 20 tahun mereka tidak lakukan.

 

“gomawo Soon hee Eonni!!” Soon Hee melepaskan pelukannya dan menatap gadis blasteran itu sambil tersenyum.  Eun Jung lalu meninggalkan Soon hee sendirian, katanya dia ingin menemui Donghae.

 

Suara lembut menggema digedung itu. untaian lirik bersenandung lembut ditelinga semua yang ada digedung itu, semu yang ada terkesima dan takjub mendengar sebuah nyanyian lembut yang keluar dari bibir Cho Kyuhyun. Semua penonton memejamkan matanya untuk menikmati setiap kata yang mengalun indah ditelinga mereka.

 

nan baboyeosseotjyo. naega baboyeosseotjyo
huhoehaedo neujeotjyo aljyo dorikilsun eopjyo

 

Soon Heeterkesiap, botol minuman yang ada di tangannya seketika lepas dan jatuh. Lagu itu…… Semua kenangannya bersama namja itu berputar di kepalanya.

 

geuldael bolsun eopseoyo, nado algo isseoyo
naega jeongmal jalmotaesseoyo
jeongmeol mianhaeyo

 

Tampa disadarinya, cairan bening sukses keluar dari pelupuk matanya yang indah. Setiap nada yang dinyanyikan Namja itu seakan seperti jarum yang menusuk kedalam relung hatinya. Rasa rindunya seketika meluap dan membuncah jiwanya hingga yang bisa dia lakukan hanyalah menangis.

 

geuttaen aegi haji motaetjyo neomu eoriseogeotjyo
ijewaseo ireoke aetaeumyeo na yongseoreul bireoyo

 


dangsineun naneun baboimnida jajonsimttaemune
sulgwa sseun dambae yeongiro manggajigo itjyo
dangsineun naneun baboimnida ajik saranghagie
haru jongil peongpeong ulgoman itjyo
geudaedo nado babocheoreom

Soon Hee menghapus air matanya, tampa disadarinya kakinya melangkah menuju backstage di dekat panggung tempat Kyuhyun menyanyi. Soon Hee berdiri di tempat itu dan melihat dengan jelas Kyuhyun bernyanyi dihadapan semua penonton.  Dia berdiri dengan posisi yang sama seperti dua tahun lalu. Backstage panggung adalah tempatnya setia menunggu Kyuhyun sambil melihat namja itu bernyanyi, sekarang dia pun berada di posisi yang sama.

 

geureoji marayo, dasi saenggakhaebwayo
uri eotteoke yeogikkaji himdeulgewanneunde
dasi saenggakhaebwayo, huhoehasilkkeoeyo

naega jeongmal jalmotaesseoyo
jeongmal mianhaeyo

geuttaen aegi haji motaetjyo neomu eoriseogeotjyo
ijewaseo ireoke aetaeumyeo na yongseoreul bireoyo

Kyuhyun bernyanyi dengan maksimal. Semua penonton yang hadir puas dan hanya bisa berdecak kagum melihat penampilan maknae itu.  Kyuhyun  memaksakan senyumnya, hatinya masih bisa merasakan setiap nada yang keluar dari lagu itu. ‘Aku bodoh… aku bodoh…aku memang bodoh, aku baru bisa mengatakan bahwa aku membutuhkannya setelah dia menjauh’ bathin Kyuhyun. Lelaki itu dengan langkah berat berjalan meninggalkan panggungnya. Tepat backstage dekat panggung, langkahnya terhenti saat melihat gadis yang amat disayanginya berdiri disitu.

 

Kyuhyun mengusap matanya, ragu apakah ini hanyalah khayalannya?? Soon Hee berada di posisi seperti 2 tahun lalu, menunggunya sampai selesai bernyanyi. Kyuhyun semakin lama semakin dekat dengan Soon hee yang hanya bisa diam terpaku di tempatnya. Kyuhyun ingin memeluknya, tapi rasanya tangannya kaku dan tidak bisa bergerak.

 

Soon hee menangis, entah apa yang membutanya sesakit ini, rindukah..?? apakah memang rasanya seperih ini?.

 

Entah mendapat leberanian darimana, Kyuhyun tiba-tiba saja menghapus air mata Soon hee dengan kedua telapak tangannya yang putih. Untuk sesaat mereka larut dalam suasana itu. mulut Soon hee tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah kata yang selalu diucapkanya ketika Kyuhyun menyanyikan lagu itu.

 

“Aku memaafkanmu dan aku ….” perkataanya terhenti. Soon Hee sadar tentang realita hidupnya sekarang. ‘aku mencintaimu’ batin gadis itu. Ponsel Soon Hee berdering.

 

“Yeobseyo Danny, ne….. aku ada di dekat panggung, aku akan segera kesana, Aneyong……” Soon Hee melepas tangan Kyuhyun dan berjalan meninggalkan lelaki itu. Langkahnya terheti saat Kyuhyun mengucapkan sebuah kata yang entah mengapa membuat hatinya begitu perih.

 

“Apa jika aku memintamu untuk tinggal, kau akan menggemgam tanganku dan melepaskan tangan danny Hyung..” Soon Hee bebalik dan menatap lekat kedua bola mata namja itu.

 

“Anii.. Aku akan menggemgam tangannya sampai dia melepaskan tanganku. Meskipun itu berarti aku hatus melepaskan tanganmu…” jawab Soon Hee.

 

“Kau akan melepas tanganku dan membiarkan aku terjatuh Park Soon Hee?? bukankah kau dulu selalu berkata bahwa kapanpun aku ingin kembali maka kau akan selalu siap mengulurkan tangamu untukku..” gumam Kyuhyun.

 

“Mianhe… aku tidak bisa menepati janjiku Kyuhyun-ssi. Jika aku melepaskan genggaman tanganku padanya, maka dia akan terjatuh kedalam kegelapa hatinya… tapi ketika aku melepas genggaman tanganmu maka akan aka nada begitu banyak orang yang siap mengulurkan tagannya untukmu. Kau punya Hyungdeul di Super Junior, Cho Ahjusshi, Cho Ahjumma, seorang Nona, dan jutaan ELF bahkan Sparkyu. Kau harus tahu, hanya aku yang dimiliki olehnya…”kata Soon hee. mendengar itu, Kyuhyun hanya tersenyum memaksa, dia tahu bahwa gadis itu akan menolaknya, dia terlalu hafal pola pikir yeoja bernama Park Soon Hee itu.

 

Kyuhyun melangkah mendekati Soon Hee, “Apakah aku masih ada di dalam hatimu, Soonie??”. Soon hee diam, tidak sanggup mengeluarkan apapun dari bibirnya. Sesaat mereka hanya diam dan saling menatap kedua bola mata masing-masing. Kyuhyun menatap mata bulat gadis itu, menyadarkannya bahwa hati yeoja itu masih tetap terpaut padanya, padangannya masih tetap sama denga dua tahun lalu. Mereka berdua hanya bisa saling menatap, tapi itu lebih dari cukup untuk membuat mereka menyadari bahwa cinta yang tulus itu masih tetap ada, bahakan cenderung semakin bertambah.

 

“Aku pergi” Soon hee berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih betah berdiri di tempatnya. Saat ini, dia tidak ingin membuat pria itu melihatnya menangis.

 

—————————————————————————————————————————————-

 

TO BE CONTINUED….