My Band Ring (Third Story)

Author                                  : Dewii Aprilya

Cast                                       : Cho Kyuhyun, Han Hye Ra, Park Ji Eun.

—————————————————————————————————————————-

#3. The Real Wedding.

Kyuhyun menatap sebuah pita merah ditangannya, ingatannya terutuju pada seorag gadis manis yang akan menyambutnya dengan senyum hangat. Entah sejak kapan dia begitu mudah tersenyum jika mengingat yeoja itu. Lamunannya buyar saat seorang yeoja cantik yang akan mempesona setiap namja yang melihatnya, namun berbeda dengan Kyuhyun yang menatap kedatangannya dengan tatapan sedingin es.

“Annyong Kyuhyun Oppa!!!” kata yeoja itu dengan senyum merekah dibibir indahnya. Kyuhyun hanya diam dan menyimpan kembali pita itu kedalam sebuah kotak lalu memasukkannya dalam laci.

“Kyu Oppa!! Aku punya kabar gembira..”

“apa??” gumam Kyuhyun.

“Orangtua kita sudah memutuskan tanggal pertunangan kita. Aku benar benar senang mendengarnya.” Kata Yeoja itu.

Kyuhyun menghentikan kegiatannya kemudian menatap yeoja itu serius. “MWO?? Pertunangan?? Siapa bilang aku mau bertunangan denganmu Park Ji Eun-ssi..”

Semburat kekagetan langsung tercipta diwajah cantik yeoja bernama Park Ji Eun itu, ada rasa getir dihatinya “Oppa, kita sudah dijodohkan sejak kecil, jadi wajarkan kalau ikatan itu diresmikan…Lagipula kenapa kau baru menolak perjodohannya sekarang sedangkan perjodoha ini sudah lama sekali kau ketahui…”

Kyuhyun diam,tidak ingin melanjutkan perdebatan dengan perempuan itu. Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan keluar dari ruangannya meninggalkan Ji Eun dengan segala kegetirannya. Namja itu memutuskan untuk pergi ketempat yang bisa menghilangkan stressnya.

——————————————————————————————————————————–

Hye Ra sibuk berkutat dengan komputernya, sekarang gadis itu punya kegiatan baru jika Kyuhyun tidak pulang yakni menulis cerita ataupun Novel. Hye Ra menghentikan kegiatannya saat mendengar pintu dibuka, dengan sigap gadis itu langsung berlari menghampiri Kyuhyun dan menyambutnya dengan senyumnya yang khas.

“Anneyong Kyuhyun-ssi..” sapa Hye Ra.

“Anneyong..”

“kau sudah makan siang??” Tanya Hye Ra. Kyuhyun mengangguk kemudian melepas sepatunya dan langsung masuk ke apartemennya. Kyuhyun memijit lehernya pelan, tubuhnya kelelahan karena ada sedikit masalah dengan akuisisinya ditambah dengan perjodohannya dengan puteri direktur Park.

Melihat suaminya kecapaian, hye Ra dengan sigap langsung masuk ke dapur dan keluar dengan sebuah baskon berisi air panas, jeruk nipis, dan kelopak bunga. Hye Ra mencuci kaki suaminya dengan air hangat tersebut. Kyuhyun hanya diam menerima perlakuan hye Ra, lelaki itu tidak tahu harus berkata apa.

“Dulu ketika Appaku kelelahan setelah bekerja di kantornya, dia selalu memintaku untuk mencuci kakinya dengan air hangat yang ditambah jeruk nipis dan kelopak bunga. Katanya air hangat ini akan menjernihkan pikirannya dan sangat mujarab untukmembuat tubuhnya rileks. Kupikir kau juga membutuhkannya…” kata Hye Ra sambil tetap membasuh kaki suaminya, sesekali dia memijit pergelangan kaki itu. Kyuhyun merasa nyaman dengan perlakuan hye Ra, kehangatan di kakinya seolah menyebar kesemua bagian persendian tubuhnya. Benar kata gadis itu, sekarang  tubuhnya terasa lebih nyaman.

“Hye Ra-ssi, apa sebenarnya alasanmu melakukan semua ini… Apakah kau berharap lebih dari pernikahan ini??” Tanya Kyuhyun, berusaha tetap menjaga nada dingin dalam suaranya.

Hye Ra tersenyum mendengar pertanyaan Kyuhyun. Dia kemudian menjawabnya. “Aku tidak berharap banyak Kyuhyun-ssi. Jika suatu saat kau mengusirku, aku pasti akan pergi. Tapi selama kau masih membutuhkanku aku akan berada disini dan berusaha memberikan yang terbaik untukmu….”

“kenapa??”

“karena kau adalah suamiku meskipun itu tidak sah secara hukum, tapi di mata Tuhan kau adalah suamiku. Aku ingin seperti Eommaku, yang akan selalu mengabdi pada Suaminya meskipun saat itu hidup kami sangat susah karena kebangkrutan perusahaan Appa. Aku akan mengabdikan hidupku untuk membuat suamiku senang, seperti yang selalu diajarkan Eomma padaku…” Hye ra menghela nafas panjang kemudian membersihkan Kaki kyuhyun dengan handuk. Pandangan hye Ra kemudian tertuju pada cincin yang dikenakan Kyuhyun, cincin yang sama dengan yang dipakainya. Hatinya seketika diliputi kebahagiann, sekarang dia dan suaminya mengenakan cincin yang sama.

“boleh aku bertanya satu hal??” kata kyuhyun.

“tentu saja”

“Kenapa kau bisa sampai di Bar itu??”

Raut wajah Hye Ra langsung berubah, hatinya sakit jika harus menggali kembali kenangan kelamnya di tempat itu. “Perusahaan Appaku bangkrut dan meninggalkan banyak hutan untuk kami. Aku harus rela berhenti kuliah di Tokyo University dan kembali ke Korea karena Appa sdah tidak sanggup untuk membayar biaya kuliahku. Meskipun saat itu hidup kami sangat susah, tapi aku merasa nyaman karena keluarga kami tetap bahagia meskipun kondisi ekonominya sangat buruk. Eomma tetap setia menemani Appa, tapi kebersamaan itu musnah ketika Eomma meninggal karena penyakit kankernya. Appa yang frustasi ditinggal Eomma akhirnya juga menyusulnya meninggalkanku sendiri. Untuk berobat Eomma, Appa meminjam uang dari adiknya dan untuk melunasi hutang itu Ahjusshi menjualku ke tempat pelacuran itu…” Hye Ra menghapus setetes cairan bening di matanya, tapi air mata itu tetap tidak mau berhenti hingga akhirnya membentuk sebuah anak sungai di matanya yang kecoklatan.

Tampa pikir panjang Kyuhyun langsung menghapus air mata itu dengan kedua tangannya, ada sedikit persaan sakit di dadanya saat melihat gadisnya menangis. Dengan hati-hati Kyuhyun memeluk gadis itu dan menyelurkan kehangatan tubuhnya pada gadis yangs sekarang menjadi isterinya. Mereka berdua tenggelam dalam kesunyian, tidak ada yang bernai berbicara. Keduanya terfokus pada debaran hebat yang melanda jantung masing-masing.

“Maaf karena selama ini aku memperlakukanmu secara buruk. Mianhe Hye Ra-ya..” kata Kyuhyun. Hye Ra tersentak mendengar penuturan suaminya, ada rasa exited saat mendengar perkataan Kyuhyun.

Hye Ra hanya diam, terlalu senang karena sekarang Namja ini mau membuka sedikit celah untuknya. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap mata gelap isterinya. “Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat………….”

—————————————————————————————————————————-

 

Kyuhyun dan Hye Ra tiba disebuah rumah yang sederhana namun terkesan bersih dan halamannya tertata rapi dipenuhi oleh berbagai macam tanaman.  Kyuhyun menggemgam tangan Hye Ra memasuki pelataran rumah itu, seorang wanita tua namun terlihat begitu bersahaja dengan guratan kecantikan yang masih tampak diwajahnya meskipun telah termakan usia.

“Kyuhyun-ah..” kata wanita tua itu. Kyuhyun dengan senyum merekah langsung memeluk wanita tua itu.

“Heolmoni..” Kyuhyun melepas pelukannya saat endapat kerlingan mata Wanita tua itu. Hye Ra tersenyum lembut sambil memeberi hormat pada Nenek Kyuhyun.

“Anneyong Haseyo…. Han Hye Ra imnida” kata Hye Ra memperkenalkan diri. Wanita tua itu tersenyum lembut lalu mempersilahkan keduanya duduk di teras rumah itu. nenek Kyuhyun kemudian masuk ke rumahnya.

“Dia Heolmoniku….. Setelah Kakek meninggal, Dia memutuskan untuk tinggal disini, menghabiskan sisa usianya ditemani bunga-bunga itu…” kata Kyuhyun. Hye Ra hanya mengangguk tanda mengerti.

Beberapa saat kemudian Heolmoni Kyuhyun kembali bersama seorang pelayan yang juga usianya tidak jauh beda dengan heolmoni Kyuhyun, pelayan itu membawa beberapa makanan ringan untuk tamunya.

“Kyuhyun-ah, siapa yeoja cantik yang ka bawa ini??” Tanya Heolmoni disertai senyum yang begitu menenangkan.

“Dia…….”

“Saya teman Kyuhyun Heolmoni..” kata Hye Ra.

Raut wajah kyuhyun berubah. Namja itu kemuidan berkata. “Bukan Heolmoni, dia isteriku…”

Untuk sesaat Hye Ra takut dengan reaksi yang akan diberikan Nenek kyuhyun namuan sesmuanya berubah saat wanita tua itu dengan lembut memeluk Hye Ra. “Selamat datang di keluarga ini. Kau harus mengabdikan diri untuk suamimu, jangan membuatnya kecewa. Arasso??”

Hye Ra hanya bisa mengangguk. “Arasso”

Drrrttt….drrrttt….drrrttt…

Ponsel Kyuhyun berbunyi, lelaki itu langsung pergi meninggalkan hye Ra dan Neneknya saat melihat nama Sekretaris Kim di layar ponselnya.

Nenek Kyuhyun membelai rambut hye Ra. “kau gadis yang cantik. aku harap kau bisa membahagiakan cucuku..”

“Aku akan berusaha semampuku Heolmoni” jawab hye Ra.

Nenek Kyuhyun menghela nafas panjang. “Saat melihatmu turun dari mobil bersama Kyuhyun, aku tahu bahwa kau yeoja yang special untuknya, kaena selama ini dia belum pernah memperkenalkan yeoja manapun padaku. Aku tahu terkadang dia bersikap dingin pada orang lain, namun Dia bukanlah orang yang jahat. Hye ra-ya, kumohon jaga cucuku..”

‘”Heolmoni..”

“Kyuhyun hidup dilingkungan yang buruk. Pertengkaran orang tuanya, Tanggung jawabnya pada perusahaan itu, ditambah dengan sikap ortodoks dan congkak anak dan menantuku. Menjadi menantu keluaga ini bukanlah hal yang mudah, kau harus berjanji untuk tetap mendampinginya apapun yang terjadi…” kata Heolmoni, butiran air mata keluar dari mata tua aita itu.

“Ahra dan Kyuhyun tidak pernah mendapakan kehangatan keluarga yang seharusnya diperolehnya dari kedua orang tuanya. Sama seperti Suamiku, Appa Kyuhyun juga sangat ortododoks, semuanya harus sesuai yang diinginkan olehnnya termasuk pernikahan kedua anakanya.. aku hanya takut Kyuhyun juga mengikuti jejak Ayahnya, menikah denga wanita yang tida dicintainya dan kelak juga aka memaksakan kehendaknya pda anak-anaknya…”kata Heolmoni.

“ Aku tahu kalian menikah diluar persetujuan orang tuanya kan?? Itu berarti cucuku menaruh perhatian besar untukmu, karena itu kau harus menjaganya.. cintai dia..”lanjut Heolmoni. Hye Ra mengagguk.

“Aku menyayanginya Heolmoni….” Mendengar perkataan Hye Ra, Heolmoni tersenyum hangat.

————————————————————————————————————————————

Kyuhyun dan Hye Ra dalam perjalanan kembali ke Busan. Kesunyian menyusup diantara keduanya, Hye Ra yang biasanya selalu memulai pembicaraan juga hanya diam, sibuk memikirkan obrolannya dengan Heolmoni Kyuhyun. ‘Apa benar  Kyuhyun menggapku special seperti yang dikatakan Heolmoni’ bantin Hye Ra.

“Hye Ra-ya, kenapa hari ini kau begitu pendiam.. Biasanya juga cerewet.” Kata Kyuhyun memulai pembicaraan. Hye Ra tersentak dan sadar dari lamunannya.

“Ani Kyuhyun-ah, bolehkah aku meminta sesuatu??” Tanya Hye Ra hati-hati.

“Apa?”

“bisakah  kita mengunjungi makam Appa dan Eommaku?? Sudah lama sekali aku tidak berziarah ke makamnya..” jawab hye Ra. Kyuhyun mengangguk kemudian melanjutkan kegiatannya menyetir.

*********

Eun Jung berjalan sambil membawa rangkaian bunga Lily di tangannya, langkahnya diikuti oleh Kyuhyun yang sibuk berkutat dengan ponselnya. Sekretaris Kim tidak mau berheti menggaggu kegiatannya bersama Hyera.

Mereka berdua tiba disebuah bukit yang diatasnya terdapat dua buah gundukan tanah. Kyuhyun melepas baterai ponselnya kemudian beralih menatap Hye Ra.

“Appa.. Eomma.. Aku datang. Maaf barus empat mengunjungi kalian sekarang. Kalian tidak usah khawatir, aku baik-baik saja meskipun agak sedikit sulit, tapi aku akan tetap bertahan hidup untu kalian..” kata Hye Ra, setetes cairan bening terlepas dari mata cokelatnya saat gadis itu meletakkan bungan Lily di makam ibunya.

Bahu Hye Ra bergetar, tidak sanggup membendung kesedihannya karena tidak bisa lagi menikmati senyum hangat Eommanya. Tampa di duga, tangan Kyuhyun menggemgam telapak tangan Hye Ra yang bergetar, berusaha menyalurkan kehangatan yang mungkin bisa mengurangi kesedihan gadisnya. Hye Ra menatap intens kyuhyun, tapi namja itu  tidak mempedulikannya dan tetap menggemgam tangan gadis itu.

“Anneyong Eoommonim… Abouji… Cho Kyuhyun imnida. Aku menantu kalian..” kata Kyuhyun pada gundukan tanah itu. Entah apa yang dirasakan Hye Ra saat ini, untuk kedua kalinya Kyuhyun mau mengakuinya sebagai isteri.

Kyuhyun kemudian menunuduk member hormat. “Kalian tidak usah khawatir, istirahatlah dengan tenang.. aku akan menjaga puetrimu dengan segenap kemampuanku..” suasana menjadi hening, keduanya sibuk dengan pikiran masig-masing.

“Kajja, kita pulang… sekarang sudah sore..” kata Kyuhyun sambil tetap menggemgam tangan hye Ra. Hye Ra mengangguk kemudian mereka berdua berjala beriringan meninggalkan makam orang tua Hye Ra.

“Jangan menangis lagi sendirian..” kata kyuhyun ketika mereka berjalan menuruni bukit itu.

“Ne??”

“Mulai sekarang kau tidak perlu menjagaku lagi, karena aku yang akan menjagamu.. Arasso??” Tanya Kyuhyun sambil tetap memandang lurus pada bebatuan yang dilewatinya.

“Kyuhyun-ah.”

Lelaki itu menghentikan langkahnya kemduian menatap wanita didepannya intens. “Dengarkan aku. mungkin semuanya dimulai dengan hal yang tidak wajar, tapi aku ingin kita memulainya kembali… Detik ini juga, Mari kita menjalani pernikahan kita dengan bahagia..” Kyuhyun mencium kening Hyera untuk kedua kalinya. Di tempat ini, diantara bebatuan dan jiwa-jiwa suci itu, kedua hati mereka dipersatukan oleh Tuhan dan diikat dengan pernikahan yang sesungguhnya.

#3 End.

————————————————————————————————————————————–

Just info: ff ini udah dipublish di dewiiaprilya.wordpress.com …!!

Kamsahamnida…… #Bow

Iklan