Title : Alive

Author : @violetkecil

Rating : PG 17

Genre : Romance, Fantasy

Length : Chaptered

Cast : Lee Taemin (SHINee), Kwon Ahra (OC), Park Jungsoo

Note : Already posted on http://fanfictionschools.wordpress.com

 –oooOooo–

Previous Chapter: Prolog * Chapter 1

 –oooOooo–

Chapter 2. I’m Dangerous

Just like that. Don’t get caught, I’m dangerous.

Just like that. More than a starved beast.

Taemin berjalan pelan di sisi Ahra. Diam-diam dia memandang wajah Ahra—mencari fakta yang sepertinya ditemukan Ahra. Nyatanya dalam wajah itu Taemin hanya menemukan sebuah kelembutan hati.

“Apakah kau mau singgah?” tawar Ahra ketika mereka sampai di depan villa Ahra.

 “Lain waktu saja. Ada yang harus aku lakukan,” tolak Taemin halus. Sebenarnya dia ingin bisa mengenal Ahra lebih jauh tapi dia harus menjaga jarak. Taemin ingin memastikan sejauh mana Ahra bisa mengetahui jati diri seorang Taemin yang sesungguhnya.

“Baiklah. Lain waktu kau harus mengiyakan tawaranku.”

“Dengan senang hati.” Taemin tersenyum pada Ahra. Dia masih memandangi Ahra hingga gadis itu menghilang di balik pintu.

–oooOooo–

“Oppa, kau harus kembali padaku. Aku akan menunggumu. Oppa mau kan?”

“… Saranghaeyo Oppa.”

Taemin meremas kasar bantal yang tadi dia gunakan untuk menutupi wajahnya. Matanya masih terpejam—tidak tertidur. Kilasan kenangan itu hadir lagi. Sekeras apapun Taemin berusaha menghapusnya—kenangan itu dengan kuatnya mengakar dalam pikirannya. Dia menatap cermin besar yang berada tepat di depan tempat tidurnya.

Bayangan pucatnya terpantul disana. Matanya tidak merah nyalang kali ini. dia mendesis kasar mengingat ucapan-ucapan tidak masuk akal yang pernah singgah di telinganya.

“Kau vampire tapi bukan vampire. Tapi kau bahkan tidak bisa bisa disebut manusia. Kau  bisa memilih hidup lebih seperti manusia atau vampire. Kau tidak perlu menyembunyikan dirimu ketika matahari bersinar redup tapi tidak jika sebaliknya. Kau bisa makan selayaknya manusia tapi itu tidak berpengaruh apapun pada kepuasaan—rasa lapar. Kau tidak lagi punya rasa lapar. Hanya haus. Dan darah adalah satu-satunya pemuas dahagamu.”

Taemin menutup telinganya berharap suara-suara itu menghilang. Dia masih menatap tajam sosok yang terpantul di cermin. Mata hitam yang pekat.

“Matamu hanya berubah merah nyalang jika kau sedang emosi dan sangat kehausan.”

ARGH!!!”

Taemin terduduk di lantai kamarnya. Lututnya membentur lantai dengan sangat keras. Tidak sakit.

“Tubuhmu. Kulitmu dan semuanya seperti seorang manusia. Tapi kau dingin dan kokoh.”

ARGH!!!”

Sekali lagi teriakan Taemin menggema. Fakta-fakta yang terlalu menyakitkan untuknya—sebuah jati diri. Fakta yang dia temukan jauh setelah dia menemukan dirinya terbangun dengan sosok yang berbeda. Hanya Taemin dan orang itu yang tahu. Separuh dari dalam dirinya ingin Ahra tahu semua itu juga sehingga Ahra menjauh darinya. Dan Taemin tidak mencoba terlalu jauh membuat dirinya menyukai Ahra. Separuhnya lagi menolak—ingin Ahra tidak tahu apapun tentangnya.

Perasaan dan pikirannya bertindak saling bertolak belakang. Pikirannya menolak untuk mendekati Ahra tapi perasaannya sudah terlanjur jatuh di sana. Tidak perlu alasan untuk menyukai seseorang dan itulah Taemin.

Dia mengambil setangkai mawar merah yang tergeletak manis di meja dan beranjak keluar dari villa.

–oooOooo–

Ahra buru-buru menuju pintu ketika dia mendengar suara bel villa berdentang. Dahinya mengernyit—antara ragu dan takut. Semalam ini siapa yang bertamu? Taemin? batinnya. Tebakan Ahra ternyata benar karena dia menemukan Taemin sedang tersenyum manis di depan pintu dengan setangkai mawar merah. Ahra terpaku—lagi. Baru tadi pagi dia bertemu Taemin dan dia sukses terpesona. Kini pesona itu lagi-lagi sukses mengurungnya.

Hmm… Bukankah kau seharusnya mempersilahkanku masuk?”

Ah, ne… Silahkan masuk,” jawab Ahra gugup dan membukakan pintu lebih lebar untuk Taemin.

“Sepertinya aku mencium bau masakan yang sangat enak. Apakah kau sedang memasak sesuatu?” tanya Taemin dan memandangi Ahra.

Ne. Kau mau ikut makan malam bersamaku? Kebetulan sekali aku memasak terlalu banyak untuk ukuran satu porsi. Tapi aku hanya memasak spaghetti. Kau suka?”

“Aku memakan apapun selama tidak mengganggu pencernaanku,” sahut Taemin ringan dan mengikuti Ahra yang menuju dapur.

Ahra tersenyum mendengar jawaban Taemin.

HmmAromanya sangat enak,” bisik Taemin tepat di dekat telinga Ahra.

Ahra tercekat. Dia merasakan Taemin begitu dekat dan hal itu membuatnya gugup. Hampir saja dia menjatuhkan piring yang dibawanya. Tapi saat itu juga Ahra justru mengingat seseorang—yang selalu memeluknya dari belakang jika dia sedang memasak.

Taemin tersenyum jahil melihatnya, “Perlu bantuan?”

Aniyo. Lebih baik kau duduk saja di meja makan. Aku akan menyiapkannya sebentar,” jawab Ahra dan buru-buru melepaskan diri dari ketertarikannya pada senyum Taemin.

Taemin mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Desain villa yang hampir sama tapi tampak lebih cerah jika dibandingkan dengan villa Taemin. Ruang makan yang tepat di depan dapur didominasi warna hijau lembut. Sebuah meja kayu dengan vas bunga yang kosong di atasnya. Taemin berjalan ke meja makan dan meletakkan setangkai mawar yang tadi dia bawa di vas bunga itu. Dia menarik sebuah kursi dan duduk di sana—sambil menatap Ahra. Bahkan punggung mereka pun sama, batin Taemin.

Ada satu perasaan aneh yang merasuki Taemin. Rindu? Setelah sekian lama berlalu bahkan dia masih merasakan rindu yang sama. Dia merasa sudah sangat mengenal gadis yang sedang berjalan menujunya dengan membawa dua piring makanan itu.

“Saatnya makan malam.”

Taemin memandang makanan yang tersaji di depannya. Jika dia masih manusia pasti dia berpikiran makanan itu sangat enak, tapi sebagian darinya tidak bisa memungkiri bahwa orang yang menyajikan makanan itu pasti jauh lebih menggiurkan. Taemin merasakan darahnya berdesir, emosinya mulai tergoyahkan. Lambat laun bagian dirinya yang mengerikan mendesak keluar. Dan…

–to be continued–

NO SILENT READER. NO PLAGIATOR.

I really wants to post this FF every week, but… please, I think there’re so many silent reader here. Please, leave your comments after read my fanfiction. It’s not easy to wrote this story dear^^ and your comments really give me strength. Okey? And,  don’t forget to visit my personal blog http://evilkyugirl.wordpress.com