The Past or Present will be my Future

Author                  :  Choi Reri

Judul                     :  The Past or Present Will be My Future

Main cast             : choi Siwon

Pak Ryeri (OC)

Lee Donghae

Jessica Jung

Im Yoona

Genre                   : Romance (?)

Rate                       : –

Length                  : Oneshoot (maybe)

 

Disclaimer           : Cast merupakan tokoh real except Park Ryeri namun alur cerita murni hanya fiksi belaka.

Cuap-Cuap Author :

Anyyeong chingu…

Choi Reri here..

Reri baru dibidang per-ff.an dan Ini ff pertama Reri

Mian karena ceritanya gaje L

Warning !!!

Typo bertebaran hehehe

Oya, ff ini pernah di publish di WP pribadi Reri : http://choireri.wordpress.com/2012/03/27/the-past-or-present-will-be-my-future/

Happy Reading  chingudeul J

 

“Ne?” hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku setelah abeoji memperkenalkan ahjusie dan ahjumma dihadapanku ini sebagai calon mertuaku. Ya, aku tahu siapa mereka. Mereka adalah anak dari Choi Namgil, sahabat dekat abeoji yang telah meninggal dunia. Selain itu, siapa yang tidak mengenal keluarga CHOI??? Konglomerat nomer 1 di Korea Selatan. Ah, Aniyo.. bukan hanya di negara ini tapi juga di benua Asia.

Aku masih belum sadar dari keterkejutanku saat kudengar pintu restoran mewah yang bergaya klasik ini terbuka dan perlahan aku mendengar derap langkah kaki yang medekati meja tempatku, abeoji, ahjusie dan choi ahjumma.

“Annyeong umma, appa dan Park Abeoji. Mianhae aku terlambat, begitu banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan dikantor” sapanya ramah sambil membungkukkan badan sopan. Tunggu dulu “Park abeoji” kenapa dia memanggil abeoji seperti itu. Terkesan mereka sudah sangat akrab.

Deg.. jantungku berdetak dengan cepat saat ia berpaling menatapku dan tersenyum sekilas. Hanya sekilas, tapi berhasil melumpuhkan sistem kerja syarafku dengan benar. Senyumnya sangat manis bahkan lebih manis dari strawberry ice cream favoritku. Mungkin ini pertama kalinya aku merasakan jantungku berdebar kembali ketika menatap seorang pria selain DIA.

“Gwencanayo Siwon-ah. Abeoji maklum kau sangat sibuk sebagai penerus Choi Corporation, ini cucu abeoji yang sering abeojji ceritakan. Rye-ah perkenalkan dirimu sayang” kata abeoji padaku.

“Emm.. Park Ryeri imnida” sapaku dengan gugup sambil mengulurkan tanganku dan tersenyum canggung.

“Choi Siwon imnida.. Senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu Ryeri-ssi” Ia menerima jabatan tanganku dan tersenyum. Lagi.. senyumannya membuat jantungku berdebar bahkan senyuman ini jauh lebih manis dan terkesan tulus dari senyumnya yang tadi.

“Senang juga bisa berkenalan langsung denganmu siwon-ssi” Balasku canggung dan ahjumma langsung menyahut “Kalian berdua terlihat sangat kaku, tak seperti anak muda pada umumnya”

Ahjusiie dan abeoji juga ikut menambahkan “Kalian harus lebih akrab, pernikahan kalian kan akan dilangsungkan dalam waktu dekat”

“HAH ????” Aku kembali berteriak kencag.

Akhir-akhir ini aku dan Wonnie disibukkan menyiapkan semua hal yang diperlukan dalam pernikahan kami minggu depan. “huuuhhh” Aku mendesah ketika mengingatnya. MINGGU DEPAN. Kenapa harus secepat ini. Aku bahkan belum terlalu mengenalnya dan sejujurnya aku belum memiliki perasaan yang lebih selain perasaan kagum padanya tapi aku tak bisa untuk menolak keinginan abeoji.

Bam bram bam bam bam

Super junior

We are super super man

Tanpa melihat display bellagioku, langsung kuangkat panggilan itu.

“Yoboseo”

“Yoboseo, Rye-ah kau dimana sekarang?”

“Oh, wonnie-ah. Aku masih di hotel, memastikan dekor untuk resepsi kita nanti. Waeyo?”

“Ara. Kau tunggu saja disitu ya. Aku masih menyelesaikan pekerjaanku. Setelah ini, aku akan menjemputmu untuk fitting baju pernikahan kita”

“Ne.. Wonnie”

“Annyeong”

“Annyeong”

Setelah menutup telpon dari woonie aku langsung berjalan menuju lift sambil menunduk untuk memasukkan hp ku kedalam tas sehingga aku tak menyadari ada orang di depanku dan akhirnya malah menabraknya.

“ Mianhae..  mianhae.. aku tak sengaja” Kataku sambil berulangkali membungkuk

“Ryeri” Ia memanggillku dan aku refleks mendongak untuk menatapnya

Deg….

Aku terdiam dan hanya menatap sosok pria dihadapanku ini tanpa ekspresi.

“Ryeri.. sudah lama kita tak berjumpa” Katanya kikuk

“Ne.. sudah sangat lama” Aku membalasnya datar

“Kau sedang sibuk? Bagaimana kalau kita mengobrol di resto bawah?” tawarnya

Batinku menolak tapi mulutku malah menerima ajakannya.

@ Restoran Choi Hotel

Aku sedikit terkejut ketika dia memesan “ 2 Strawberry cream cake dan 2 vanilla milkshake” tanpa melihat daftar menu yang disiapkan pelayan.

Seketika hening menyelimuti kami sampai pelayan tadi mengantarkan pesanan kami.

“Aku masih mengingat semuanya Rye. Bahkan aku masih hafal semua kesukaanmu” Dia berkata seakan bisa menebak pikiranku.

Aku menyeruput milkshake itu sekali lalu berkata “Sudahlah, toh itu hanya masa lalu”

“Tapi itu bukan hanya masa lalu bagiku Rye. Tak bisakah kau memafkanku?” Tatapannya seakan membiusku tapi aku langsung tersadar ketika hp ku kembali berbunyi dan langsung mengangkatnya.

“Yoboseo, aku masih di resto. Ne, aku akan segera keluar”

Aku langsung menutup telpon dan berpamitan pada sosok pria di depanku

“Mian, Donghae-ssi aku harus segera pulang. Tunanganku menungguku diluar. Annyeong”

Aku dapat merasakan guratan kekecewaan dan kesedihan ketika manik matanya tepat menatap mataku hingga ia kembali berkata “Annyeong Rye. Aku harap kita dapat bertemu lagi”

Hanya seulas senyum yang kuberikan ketika mendengar perkataanya dan langsung pergi keluar menemui Woonie.

@Bridal

Aku tak bisa memfokuskan pikiranku ketika fiiting baju. Pikiranku terus memutar kenangan-kenanganku dengan Donghae oppa. Mantan kekasihku yang sangat kucintai. Hingga pelayan itu berkata “Neomu yeopuda nona, pasti tuan muda choi terkesima melihat anda nanti” Aku hanya tersenyum melihat matanya yang menatapku berbinar. Kemudian aku keluar dan berhadapan langsung dengan Wonnie.

Omo.. Dia sangat tampan. Dengan memakai tuxedo bernuansa gold dan rambut yang ditata sedemikian rupa. Dia bagaikan pangeran yang ada di negeri dongeng. Bahkan dengan yakin aku mengatakan dia jauh lebih tampan. Aku tetap menatapnya dengan perasaan kagum. Hingga aku mendengar samar-samar ia berkata “Goddes”

Sejak mengucapkan kata tadi, ia terus menatapku tanpa berkedip sampai membuatku salah tingkah. “Wae??? Apa aku terlihat aneh??”

“Aniyo, you are the prettiest woman that I ever seen. You like a goddes” Aku menunduk dan kupastikan pipiku merona semerah tomat.

Selesai fitting baju, kami berdua langsung menuju mobil dan berencana untuk kerumahku terlebih dahulu.

Bam bram bam bam bam

Super junior

We are super super man

Incoming call dari nomor yang tak dikenal tapi aku tetap mengangkatnya dan terkejut ketika mendengar suara yang masih sangat kuhapal.

“Yoboseo, rye. If you are not busy, can I meet you tomorrow? There are many thing that I want to say. Please” katanya lirih

“Ara, 9am at redberry cafe. Anyeong” Langsung kututup telpon dari Donghae oppa.

Ternyata telpon tadi menarik perhatian wonnie “Nuguya?”

“Chingu”

“Oooo” Nampaknya wonnie tak puas dengan jawabanku tapi aku langsung menatap keluar jendela sepanjang perjalanan kerumah.

@redberry cafe

Aku melihatnya melambaikan tangan dan aku langsung menuju meja dipojokan cafe favorit kami dulu. Tempat yang sama, orang yang sama tapi dengan suasana berbeda. Kalau dulu terkesan romantis dan selalu gelak tawa yang ada diantara kami tapi tidak dengan saat ini. Canggung, kaku dan hanya ada seringaian bukanlah senyuman apalagi gelak tawa yang tercipta.

“Kau ingin memesan apa Rye?” Tanyanya basa basi

“Maffle dan segelas cappuchino” Jawabku mantap dan ia hanya menatapku penuh sellidik. Aku yakin ia heran karena aku tak memesan strawberry cake favoritku but EVERYONE SHOULD BE CHANGE, right? Aku hanya ingin dia tau kalau aku yang sekarang bukanlah Ryeri yang dulu. Tepatnya bukan Ryeri-nya lagi. Aku yang sekarang adalah pribadi baru.

“Sepertinya, kau banyak berubah” Katanya singkat

“Time makes me change” Jawabku seduktif

“Yes, but one thing you must know that my feeling is never change” Manik matanya terus memenjarakan mataku. Kalau aku tak ingat apa yang dilakukannya dulu mungkin aku langsung meleleh dan memeluknya tapi tidak, hatiku terlanjur beku.

“Rye, mianhae… aku tak pernah menghianatimu. Itu hanya sandiwara Jessica untuk memisahkan kita. Aku tak pernah tidur dengannya” Tatapannya semakin lirih dan menyiratkan kejujuran

“Aniyo, aku tak percaya lagi denganmu Donghae-ssi dan itu juga tak penting karena aku akan segera menikah” Dapat kulihat ia tersentak dengan jawabanku

“Aku tak peduli kau akan menikah Rye, kumohon batalkan lah. Kau dan aku tau perasaan kita saling mencintai. Percayalah. Aku tak pernah berhianat dengan siapapun termasuk jessica. Hatiku hanya milikmu.. jeball” ia berkata sambil memegang tanganku dan lagi-lagi menatap mataku intens. Aku pikir kuat untuk menahan perasaanku tapi ternyata tidak. Sebutir air mata turun dipipiku dan Donghae oppa menghapusnya lembut dengan ibu jarinya lalu ia menarikku kedalam pelukannya. Pertama aku menolak tapi ia semakin memelukku erat dan aku pun membalas pelukannya. Lama kami berpelukan dan kepalaku sudah tebenam di dadanya yang bidang. Kuhirup kembali aroma tubuhnya yang sudah sangat lama kurindukan.

Perlahan aku melepaskan pelukan kami. Tapi Donghae oppa malah mempereratnya sampai tak ada jarak diantara kami dan saat itulah aku mendengar ada yang memanggil namaku dengan lirih

“Rye-ah”

Aku langsung melepaskan pelukan donghae oppa dan berpaling kearah sumber suara itu. Aku melihat Wonnie berdiri dengan kaku dan menatapku dengan sedih. Dia berbalik dan langsung meninggalkan aku dan Donghae oppa.

Donghae hanya melihat wonnie dan kemudian berkata “Diakah tunanganmu?” aku hanya menjawabnya dengan anggukan dan tak berani menatap Donghae oppa. Perlahan aku menangis dalam diam hingga bahuku bergetar. Donghae oppa melihatku begitu kemudian ia langsung mendekapku lagi dan berbisik tepat ditelingaku “uljimayo, biar oppa yang bicara padanya. Kita akan bersama lagi chagi” tapi aku langsung berkata “aniyo oppa, biar aku yang menyelesaikan ini semua”

Setelah berkata itu, aku memandang Donghae oppa dan pergi menyusul Wonnie.

Aku pergi kerumah wonnie untuk menyelesaikan semuanya tapi dia tak ada disana, dikantornya pun tak ada. Aku menghubungi ponselnya tapi tak aktif. Aku lelah dan memutuskan untuk pulang kerumah dan menemui Woonie esok hari.

Sudah tiga hari aku mencari wonnie tapi dia seakan menghilang. Ketika aku bertanya pada ahjumma dan ahjussie mereka hanya memberiku sepucuk surat dan tak berkata apapun lagi.

Aku kembali kerumah dan langsung membuka surat itu. Tulisannya sangat rapi dan aku pun mulai membacanya.

Dear, Rye-ah

Mianhae karena aku telah masuk dalam kehidupanmu

Mianhae karena aku telah menyetujui perjodohan ini

Mianhae karena aku telah jatuh hati padamu

Aku jatuh hati padamu sejak pertama aku melihatmu

Kalau kau menebak pertama kali aku melihatmu di restoran itu

Kau salah Rye-ah

Karena aku melihatmu pertama kali saat pesta ulang tahunmu yang ke-8 tahun

Aku begitu terkesima melihat senyum manismu dan sejak itulah aku sering memperhatikanmu

Aku tahu kau sudah punya kekasih yang amat sangat kau cintai

Tapi lagi-lagi

Mianhae karena aku malah sangat senang ketika kau putus dengannya dan abeoji menjodohkanmu denganku

Aku sangat bahagia ketika akhirnya kau menerimanya walau aku tahu kau belum mencintaiku

Aku berjanji pada diriku, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku

Takdir berkata lain..

Kau tak akan bisa mencintaiku seberapa besarpun aku berusaha

Aku sadar

Sekaranglah saatnya melepaskanmu

Kejarlah cintamu Rye-ah

Dan berjanjilah kau akan selalu bahagia

Karena melihatmu bahagia adalah semangat hidupku

 

With love

Choi siwon

 

Nb: tak usah kau pikirkan masalah pernikahan kita, aku akan mengurus untuk membatalkan semuanya.

Aku menatap nanar surat yang kupegang ini dan aku hanya berkata lirih “mianhae Wonnie-ah”

Aku menghabiskan hari-hariku bersama Donghae oppa. Pria yang sangat kucintai. Kucintai? Entah mengapa aku sedikit ragu dengan perasaanku sendiri. Donghae oppa selalu melakukan hal-hal romantis yang dapat membuat semua yeoja menatapku iri. Dia mengajakku romantic dinner, menyanyikan lagu khusus untukku dan masih banyak lagi yang telah ia lakukan. Aku senang dengan semua ini tapi kenapa aku sedikit merasa hampa. Aku merasa ada yang hilang dalam hatiku. Aku merasa kosong dan tak bahagia. Kugelengkan kepalaku untuk menepis semua pikiran itu tapi bukannya menghilang pikiran-pikiran itu malah semakin menjadi.

Donghae oppa menatapku aneh dan ia bertanya “Wae chagi? Apa kau sakit?”

“Aniyo oppa, aku hanya merasa lelah” ia menatapku dan memang aku tak pandai berbohong. Dengan mudah ia menebak bahwa ada yang salah dengan sikapku. “Katakan saja chagi, apa yang membuatmu resah”

Aku meletakkan sendok dan garpu yang kupegang lalu menatap matanya “entahlah oppa, aku merasa ada yang hilang dalam hatiku” dia langsung bangkit dan mendongakkan daguku agar menatapnya. Perlahan ia mendekatkan wajahnya dan dapat kurasakan hembusan nafasnya menerpa wajahku. Wajah kami semakin mendekat dan bibirnya menyapu bibirku. Perlahan  ia menekan bibirku dan melumatnya dengan lembut. Ia memperlakukan bibirku dengan sangat lembut. Penuh kasih sayang bukan penuh nafsu. Ciumannya manis tapi tak kurasakan lagi debaran jantungku seperti dulu. Aku hanya membiarkannya mencium bibirku tanpa bisa membalasnya. Donghae oppa melepaskan ciumannya perlahan dan menatap kedua mataku seolah mencari kebenaran disana.

Deburan ombak dan pemandangan pasir putih di pantai ini semakin membuatku melebarkan senyumku. Begitu indah ciptaanmu ya Tuhan. Aku memejamkan mata dan menghirup udara untuk memenuhi rongga dadaku dari balkon rumah kami.

“Kau sudah bangun yeobo?” tanyanya sambil mencium pipi kananku dan memeluk pinggangku dari belakang.

“Ne, oppa.. pemandangan pagi ini sangat indah. Sayang jika dilewatkan”

“Tapi tak seindah dirimu yeobo, my goddes” bisiknya tepat ditelingaku yang selalu membuat pipiku merona

Dia memutar tubuhku dan mendongakkan wajahku “Aigo… istriku tambah cantik ketika merona begini”  aku semakin menunduk tapi ia lagi-lagi mendongakkan wajahku dan menatapku penuh cinta.

“Gomawo yeobo karena telah memilihku menjadi orang yang paling spesial di dunia ini.. kau adalah harta terindah dalam hidupku”

“Kau juga adalah harta terindah dalam hidupku Wonnie oppa.. jeongmal saranghae”

Aku mengucapkan isi hatiku dengan tulus. Dan aku sangat berterima kasih kepada Donghae oppa karena telah menyadarkanku bahwa aku hanya mengganggapnya oppa. Tak lebih. Dia adalah masa laluku. Aku lega mengetahui bahwa Donghae oppa sekarang telah menikah dengan Yoona dan mereka hidup bahagia. Terimakasih Tuhan untuk semua kebahagiaan ini. Jadikanlah cintaku dan Wonnie oppa sebagai cinta untuk masa sekarang dan juga masa depan kami. SELAMANYA…

“Naddo saranghae Rye-ah” ia membalas ucapakanku dan perlahan ia mencium bibirku… melumatnya dengan penuh cinta. Aku pun membalasnya. Dapat kurasakan debaran jantung kami begitu kencang. Bibir kami saling melumat dan ciuman Wonnie oppa turun ke leherku yang jenjang. Aku hanya mendesah menikmati sensasi yang ditimbulkannya. Kemudian tiba-tiba ia berhenti dan menggendongku secara bridal style,  menatapku dengan nakal dan berkata “Umma, appa dan abeoji sudah ingin punya cucu dan cicit. Are you ready yeobo?” aku menggangguk menanggapi kata-katanya.

Terimakasih Tuhan kau telah memberikan suami yang begitu mencintaiku. Aku berjanji untuk mencintai malaikat yang begitu tampan ini seumur hidupku. Biarlah mautmu yang dapat memisahkan cinta kami.

Masa lalu yang pahit menghantarkan ke masa sekarang yang begitu indah dan aku berharap akan berlangsung untuk masa depanku dan dirinya selamanya.

 

~END~

 

Gimana chingu, gajekah? *kabur ke pelukan Wonnie*

 

 

Jessica Jung

Im Yoona

Iklan