Title                       : Annyeong, Nae Sarang.

Author                  : SleepingPanda

Main Cast            : Kim Hani (OC)

                                  Byun Baekhyun (EXO)

Support cast       : Lee Sunhi (OC)

Genre                   : I don’t think that its genre is romance.

Length                  : Ficlet

Oke, Author curhat dikit boleh yaa😄 hehe. Mian kalo kependekan dan akhirnya nggak banget😀 story and idea is 100% pure : mine. Mohon comment nya yaa J

Happy reading >.<

 

-Seperti bunga matahari yang selalu melihat ke atas, kearah matahari.. namun ia tahu, ia hanya bisa menerima sianarnya,  tak dapat meraihnya sepenuhnya.-

*Always, Kim Hani’s Side

“Hani-ya ! Appeuda !” Suara namja itu menggema di seluruh koridor kelas.

Aku yang kaget karena tanpa sadar sudah menginjak kaki seseorang langsung merespon dengan satu kata. “Mian Baekhyun-ah !”

Byun Baekhyun –namja itu- adalah temanku sejak kecil. Tepatnya, aku mengenalnya sejak taman kanak-kanak. Dia sangat tampan dengan tubuh jangkung, kulit putih dan mata coklat beningnya. Aku maklum kalau memang sejak taman kanak-kanak, teman-temanku banyak berkata “Ahh, aku menyukainya.”

Kami tidak terlalu akrab saat TK, dan kami pun tidak sesekolah dasar. Namun entah ini namanya takdir atau apa, saat kami kelas dua SD Byun Baekhyun menempati rumah barunya beberapa blok dari tempat tinggalku. Mulai dari saat itulah, aku selalu ‘tidak nyaman’ saat berada di dekatnya. Bukan karena dia mengganggu. Lebih tepatnya, karena aku selalu sibuk menyembunyikan mukaku yang merah dan debaran jantungku yang tak karuan. Dan hebatnya, aku berhasil menyembunyikan hal itu sampai kami beranjak kelas 3 SMA. Namun sepertinya, aku tak sepintar dulu, hampir saja aku ketahuan olehnya jika aku sedang melonjak kegirangan karena ternyata dia masuk ke SMA yang sama denganku.

***

“Hani-ya.. Kajja.. temani aku makan di kantin.” Kata-kata manis itu memaksa masuk ke telingaku dan dalam sekejap mengalihkan semua perhatianku.

“Aniyo, Baekhyun-ah, PR matematikaku belum selesai.”

“Ya, kau suka melihat teman baik mu ini kelaparan hah ? Jebalyoo”

Oke, pada tahap ini aku selalu kalah dengan perlakuannya. Aku tak tahan harus di paksa melihat mata coklatnya yang setiap waktu selalu membuat jantungku hampir berhenti berdetak. Setiap saat dia selalu mengatakan kalau aku adalah teman terbaiknya dari kecil. Apa kau tak tahu Baekhyun-ah. Aku sudah tidak menganggapmu sebagai teman. Tapi lebih. Aku mencintaimu, Byun Baekhyun.

***

“Hani-ya..” yeoja manis di sebelahku, Sunhi tiba-tiba mamanggil namaku di tengah kesibukanku membaca novel yang baru di pinjamkan Baekhyun padaku. “Apa kau masih bertahan ? Maksudku..” Kali ini dia lebih berhati-hati dengan nada bicaranya “maksudku…untuk menyukainya ?”

Aku tersenyum miris.”Sepertinya iya.”

“Lalu kenapa kau tidak menyatakan perasaanmu..?” Dia menambahkan sedikit tekanan lagi pada nada bicaranya.

“Aku takut Sunhi-ya.. takut kalau dia selama ini tidak mempunyai perasaan lebih terhadapku. Aku merasa kalau aku telah melampaui ‘batas’ kalau aku menyatakan perasaanku.” Aku kembali tersenyum.

Ya, aku selalu merasa kalau kau hanya menganggapku sebagai sahabat. Aku sadar, aku tak secantik teman-teman perempuanmu yang lain. Kau bisa dengan mudah memilih gadis mana yang kau sukai. Namun aku tidak. Aku tidak bisa memilih. Karena memang dari awal, seluruh hatiku sudah kalah olehmu.

***

“Hani-ya ! Hari ini aku akan mentraktirmu.” Lagi-lagi dia datang dengan senyum sejuta karatnya.

“Memang ada apa Baekhyun-ah ? Ini bukan hari ulang tahunmu, juga bukan hari ulang tahunku.. Lalu ?

Setelah mendengar perkataanku, senyumnya bertambah lebar. “ Aku sudah punya yeoja chingu !” Satu kalimat yang terlontar dari mulutnya sudah berhasil membuat seluruh kerja tubuhku berhenti. Sungguh,  aku ingin sekali mengatakan, hei.. aku juga mencintaimu.. tak bisa kah aku menjadi yeoja chingumu ?

“Jinjja ! chukkae Bekhyun-ah.” Hari ini aku sadar, kalau aku begitu pengecut. Bahkan aku mengatakannya sambil tersenyum. Padahal butiran-butiran air mataku sudah memaksa untuk keluar.

“Kajja !” Katanya senang lalu menarik tanganku. Untuk saat ini, aku sangat enggan untuk melepasnya. Tangannya begitu besar dan hangat. Sesaat aku berpikir kalau tangan besar ini hanya milikku, namun aku tahu kalau tangan ini sudah bukan punyaku. Aku berlari mengikuti tarikan tangannya sambil berusaha mengusap air mataku yang mulai berjatuhan. Aku harap dia tidak menoleh kebelakang untuk saat ini karena mukaku benar-benar kacau.

***

Ya, Baekhyun-ah~. Aku juga ingin setiap pulang sekolah, duduk manis di belakang jok motormu dan melingkarkan tanganku di pinggangmu. Aku juga ingin mendengar kata “Malam, chagiya.. mimpi indah.” Dari mulut mu setiap malam, walaupun hanya dari telepon. Aku juga ingin pada hari ulang tahunku kau memeberi kajutan dengan boneka panda besar dan tulisan ‘Saranghae’ di sana. Aku juga ingin kau mengatakan dengan bangga kepada teman-temanmu kalau aku adalah yeoja chingumu.

Namun aku sadar, sekarang aku tak mungkin melampaui batas. Dan hal yang aku selalu sesalkan adalah aku tak pernah memberitahumu tentang bagaimana aku selalu memperhatikanmu, bagaimana aku selalu tersipu saat melihat mata coklatmu dan bagaimana aku begitu mencintaimu.

“Annyeong, nae sarang~.”

 

END