A fanfiction by Shalsasya.

 Special thanks to chocoevrisca@ifasheitte.wordpress.com for amazing poster and cast’s pic! Gomawo Eon!

Apakah kalian tahu bahwa ada satu tempat paling tersenyembunyi di tata surya ini? Terletak jauh dari bumi, sangat terpencil dan tidak mudah ditangkap mata, banyak orang yang melawatkan planet kecil yang satu ini, EXO planet.

Di dalam planet kecil ini kalian bisa melihat berbagai hal yang mungkin agak… ajaib. Ya, you know lah, magic. Kalian bisa melihat pedagang berjualan dengan mudahnya mengendalikan barang dagangannya dari jarak jauh dan si pembeli hanya perlu ‘menangkap’-nya dengan kemampuan yang pada dasarnya dimiliki oleh semua rakyat di planet khusus ini. Sayangnya, hanya kemampuan ‘mengendalikan barang dengan pikiranlah’ yang bisa dilakukan oleh rakyat biasa seperti mereka. Kekuatan diluar itu sudah dikunci oleh The Almighty, Xynder Lou. Simpan pertanyaan kalian tentang sang Almighty. Sekarang kita beranjak ke bagian paling istimewa dalam planet ini.

EXO Kingdom.

Bisa dibilang ini adalah sebuah kawasan khusus. Sebuah kota canggih yang berada di seluk-beluk EXO Planet, hanya orang-orang luar biasa yang boleh tinggal disini. Para petinggi, para tetua, bangsawan, atau……

Penghuni Xyn Academy.

Semua yang berada di area Xyn Academy ini berhak menggunakan kekuatannya masing-masing, karena pada dasarnya mereka semua ditempatkan disini untuk melatih kemampuan mereka. Atau kalau dipersingkat, ini adalah sebuah Academy, Xyn Academy. Masih ingat dengan sang Almigthy? Ya, dialah yang mendirikan sekolah asrama ini. Dia juga penguasa dari EXO Kingdom, penguasa dari para penguasa. Dengan puluhan anak dari berbagai kalangan dan juga beragam kemampuan, dari bertelepati sampai mengendalikan elemen seperti air, api, angin, dan lain-lain.

Mari kita lihat kegiatan mereka.

“Astaga Xiu Min! Berhenti membekukan teman-temanmu!” teriak Madam Ty saat melihat kelas nya hampir menyamai kutub utara sana. Xiu Min mendengus, menyepelekan perkataan guru-nya tersebut dan dengan sekejap semua teman-temannya yang terperangkap di atap tadi jatuh dengan air es membasahi tubuh mereka. “Awas kau!” umpat Kris menatap Xiu Min tajam, lelaki itu tidak mengindahkan perkataan temannya.

Plakk


Sebuah tamparan telak mengenai pipi Xiu Min. Bukan, bukan tangan yang menamparnya, tetapi air. Suho-anak berambut hitam legam-itu yang menamparnya tadi dengan kemampuan pengendalian airnya tadi. “Anak-anak diam! Tidak bisa kah kalian bersikap tenang seperti Sehun? Bukannya bertindak sok seperti itu.” kata Madam Wu tajam. Anak-anak itu mendengus dan kembali duduk di kursi mereka masing-masing.

Yep, 12 anak itulah penghuni kelas teratas di Xyn. Dan 2 diantaranya akan memainkan peranan penting dalam kisah ini.

[teaser]

Srattt! Satu pukulan telak mengenai punggung gadis tersebut–menambah satu lagi luka lebam pada kulit putih pucat miliknya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya kuat-kuat berusaha untuk tidak meringis.

Sedangkan wanita berusia awal 40 tahunan itu berjalan memutarinya sambil terus saja mengayunkan sebuah rotan ke tubuh gadis remaja tersebut dengan kemampuan telekinesisnya. Wanita itu tersenyum puas dan menyudahi ayunan rotannya.

“Cukup untuk hari ini! Sebagai gantinya tidak ada makan siang dan makan malam. Cepat bereskan kamar para murid sebelum mereka kembali dari kelasnya!” suruhnya tanpa mengenal ampun. Gadis remaja itu menelan ludahnya, ia belum mengisi perutnya dengan nasi sejak pagi tadi. “Cepat!” teriak wanita tua itu lagi dengan kasar.

“Baik, Madam.” Kata gadis itu lalu membungkuk hormat seiring dengan langkah sang Madam melangkah keluar ruangan. Setelah Madam Ty pergi–nama wanita tua itu–seorang pria menyelinap masuk dan mengluarkan sesuatu dari balik baju hangatnya. “Ini untukmu, Sel.” Ia menyodorkan sepotong roti yang amat menggiurkan. “kau belum makan apa-apa, ‘kan?”

Gadis itu tersenyum–bersyukur–setidaknya masih ada yang peduli dengannya. “Terimakasih, Aiden.” Bisiknya.

***

Sudah 13 kamar, dan ini adalah kamar terakhir yang akan kubereskan dengan tanganku sendiri untuk hari ini. Padahal bisa saja sih aku menggunakan telekinesis ku, tetapi sayangnya kekuatan yang aku miliki itu sudah dikunci oleh wanita jahat itu, Madam Ty. Ia tidak akan melewatkan sehari saja untuk tidak menyiksaku dengan rotan tangguhnya. Tetapi, bagaimanapun juga aku merasa berutang budi padanya yang telah memungutku.

Aku membuka pintu kamar no.14 ini, milik seorang murid bernama Cassie Kim. Lumayan berantakan walaupun penghuninya sedang tidak berada disini–jelas saja karena sekarang para murid Xyn Academy masih berada di kelas masing-masing. Cassie Kim cukup populer, bukan hanya karena kekuatannya, tetapi juga karena dia satu-satunya perempuan yang layak memasuki Xyn Academy.

Aku membereskan tempat tidurnya. Terasa sangat lembut dan sepertinya kasur ini empuk. Berbanding terbalik dengan aku yang tidur hanya dengan beralaskan tikar tipis. Oh–bahkan tadi malam aku ‘tak sempat tidur karena Madam Ty menyuruhku merapikan kebun belakang.

Tidur…. Satu-satunya hal yang ku inginkan. Kurasa aku mulai mengantuk.

***

Lelaki dengan sorot mata dingin itu berjalan menyusuri koridor. Anak-anak yang dilewatinya memandang mencemooh sambil memberi jarak yang lumayan lebar dan menunduk ketika lelaki itu melewati mereka.

“Mengerikan.” Komentar salah satu anak–yang membuat lelaki tadi sempat mengepalkan tangannya menahan amarah–tetapi ia terus berjalan seolah tidak mendengar komentar menusuk tadi.

Sampai langkahnya terhenti tepat didepan kamar no.14 yang pintu nya terbuka setengah. Dari depan sana ia dapat melihat seorang gadis berpakaian lusuh–bukan seragam seperti yang ia kenakan–tengah tertidur lelap menyender pada pinggiran kasur dengan sapu dan duster yang terletak disebelahnya. Hati beku miliknya itu sediit tergerak. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri–memastikan tidak ada yang memperhatikannya–ia menarik nafas lalu segerombolan angin perlahan muncul dari tangannya. Pria itu menggerakkan tangannya kepenjuru kamar untuk membereskan seluk beluk kamar itu. Ia cukup berdiri di tempat dan angin yang ia kendalikan dengan cepat membersihkan ruangan itu dari debu dan menatanya hingga rapi. Satu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis. “Berterimakasihlah padaku. Aku menyelamatkanmu dari satu hukuman yang akan diberikan oleh Madam Ty, gadis ceroboh.”

***

Suara petir yang menggelegar membangunkanku. Mimpiku tadi lumayan indah, aku–eh astaga! Kenapa aku malah tidur? Aku belum membereskan ruangan–aku tersentak, kenapa kamar ini sudah… rapi? Bukannya tadi berantakan? Siapa yang membereskannya? Kutengok sapu yang berdiri kokoh disebelahku, masih berada di posisi semula. Tapi kamar ini benar-benar sudah rapi! Bagaimana bisa? Yang kuingat tadi aku belum melakukan apapun dan malah dengan bodohnya tertidur.

Dengan cepat aku berlari keluar kamar ini, berharap si baik hati yang menolongku masih ada di luarsanasehingga aku bisa mengucapkan terimakasih kepadanya.

–oow ini tidak mungkin!

Yang kutemukan malah seorang pria yang paling dibanggakan di Xyn Academyini dengan lunarkinesis nya. Aku hampiri dia pelan-pelan, “Terimakasih, Byun Baekhyun.”

***

“jadi… siapa yang kaupilih, Selina?”

**

“I’ll always keep struggling to get your love no matter what happens. Forever and always.”

**

[Cast Introduce]

Selina Shin

 

Selina kecil, kehilangan kedua orang tuanya ketika terjadi pemberontakan 4 tahun yang lalu diVenice. Membuat hidupnya cukup menderita karena tidak mempunyai tumpuan hidup samasekali. Akhirnya di-‘pungut’ oleh seorang pelayan diXynAcademy, Madam Ty. Sekarang, Selina berumur 18 tahun dan tidak pernah melewatkan harinya tanpa cambukan.

Oh Sehun

 

4 tahun yang lalu baginya merubah segalanya, merubah sorot matanya yang semula hangat menjadi sedingin es, ‘tak kalah dingin dengan hatinya yang membeku. Dan itu cukup membuanya sulit menjalani kehidupannya di masa sekarang karena masa lalu itu terus membayanginya.

Byun Baekhyun

 

Murid kebanggaanXynAcademydengan lunarkinesisnya. Ramah, baik hati. Sehingga membuat orang menyukai dirinya dengan mudah… terkecuali satu orang, yang pernah bersumpah akan menghancurkan hidup pemuda ini.

Aiden Lee

 

Memutuskan untuk mengikuti nenek moyangnya, mengabdikan dirinya-–menjadi pelayan di Xyn Academy. Cukup dihormati karena ayahnya adalah salah satu pahlawan penyelamat kala pemberontakan diVenice. Selalu menjadi ‘tumpuan’ bagi Selina, ia sudah menganggap Selina sebagai adiknya sendiri.

Cassie Kim

 

Anak dari Casey Kim–salah satu petinggi di Exo Kingdom. Satu-satunya anak perempuan yang berada di tingkat teratasXynAcademydengan aerokinesis-nya. Casey Kim–sang ayah–selalu menentukan nasib anaknya, dan mau tidak mau Cassie hanya bisa pasrah alias tidak membantah, termasuk urusan asmaranya.

***

We’ll see who’s the real ‘Love Warrior’ here. Keep watching guys ~

Jangan lupa komen, ya! Semakin banyak komen, semakin semangat saya neglajuntinnya, dan semakin cepat juga FF ini publish!

 

Ciao!

 

Best regard, Shalsasya.