My band Ring(fourth Story)

Author                                  : Dewii Aprilya

Cast                                       : Cho Kyuhyun, Han Hye Ra.

—————————————————————————————————————————————

“Kebahagiaan ini akan kupertahankan dengan segala kemampuanku. Karena jika takdir memisahkanku dengannya, maka mungkin aku tidak akan pernah bisa bertahan lagi…” ^CKH^

————————————————————————————————————————————–

(Han Hye Ra’s POV)

Terpaan angin malam menyusup kedalam sendi-sendi hatiku, dinginnya malam entah sejak kapan tidak bisa lagi kurasakan. Keindahan dan keajaiban yang telah dikirimkan Tuhan padaku sungguh membuatku takjub, dengan begitu sederhananya Dia menjamah setiap doaku yang aku kirimkan setiap malam. Namja itu bagaikan sebuah cahaya yang awalnya redup namun semakin lama semakin terang. Satuhal yang aku takutkan jika suatu saat nanti cahayanya terlalu silau untuk gadis biasa seperti diriku.

Sepasang tangan halus sedikit demi sedikit memeluk pinggangku, tangan itu milik malaikatku Cho Kyuhyun. Aku menggemgam tangan  itu, berusaha untuk menghangatkannya setelah hampir seharian berkutat di depan Laptopnya. Suamiku begitu mencintai pekerjaannya, hingga yang bisa dia berikan hanyalah sebuah totalitas demi jutaan keluarga yang menggantungkan hidupnya pada setiap keputusan yang diambilnya.

Mungkin dikehidupanku sebelumnya aku pernah mengorbankan hidupku demi kepentingan masyarakat hingga Tuhan menganugerahkan padaku namja ini. Lelaki yang begitu aku puja ini adalah sosok yang amat digilai oleh hampir setiap yeoja di Korea Selatan. Betapa tidak, diusianya yang baru menginjak 25 tahun dia telah berhasil memimpin bahkan mengembangkan perusahaan sebesar Grup Noohwan yang hotel, restoran, resort, Supermarketnya tersebar diseluruh penjuru Korea Selatan. Jika suatu saat nanti cahayanya sudah silau untukku dan dia membuangku, maka aku tidak akan pernah menyesali pernah mengenal Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menyandarkan dagunya di bahuku. “Masuklah ke dalam rumah… Udara disini sangat dingin..” kata Kyuhyun.

“Aku suka disini Kyu, karena aku bisa melihat setiap sudut kota Seoul dari sini..”

Kyuhyun mendesah pelan kemudian semakin merapatkan pelukannya di pinggangku. “Kau akan sakit.. masuk dan tidurlah, setelah pekerjaanku selesai aku akan menyusul..”

“Aku akan tidur saat kau juga sudah tidur.” Kyuhyun diam, dia tahu kebiasaanku untuk selalu mendampingin setiap aktifitasnya di apartemen ini.

Kyuhyun menuntunku masuk ke apartemen menuju kamar kami -sekarang kami tidur sekamar tentunya. Malam ini telah menjadi saksi saat aku menjadi sosok isteri yang seutuhnya untuk suamiku,baik Kyuhyun ataupun aku telah merasakan kebahagiaan dari komitmen yang kami buat disaksikan oleh Cincin pita yang sudah beralih menjadi sebuah cincin putih bermahkotakan berlian yang sekarang mengikat jari manisku.

(Han Hye Ra’s POV end)

————————————————————————————————————————————

(Auhtor’s POV)

Hye Ra bangun pagi sekali dan merapikan kamarnya, setelah memakai pakaian santainya gadis itu bergegas menuju ke dapur guna menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun. Setelah hampir setengah jam berkutat di dapur akhirnya sarapan paginya telah siap,  2 piring nasi goreng kimchi untuk menemani aktifitas Kyuhyun yang padat.

Setelah selesai berkutat di dapurnya, Hye Ra kemudian  menyiapkan air panas beserta pakaian yang akan dikenakan suaminyanya hari ini. setelah itu gadis itu menuju ke kamar dan membangunkan suaminya.

“Kyu…. Kyuhyun-ah..” Hye Ra mengguncang-guncangkan tubuh suaminya, tapi namja itu malah menutup seluruh bagian tubuhnya dengan selimutnya.

Hye Ra menggembungkan pipinya, kesal dengan ulah suaminya yang tak kunjung mau bangun. Kalau begini terus, air hangat yang sudah disiapkannya bisa dingin. Beberapa saat kemudian wajah Hye Ra berseri saat otaknya memikirkan sebuah ide yang lumayan brilian untuk membangunkan namja tampan itu.

“Sudahlah kalau begitu, Ho-tteok (Pancake khas Korea) dan Jajangmyeonnya aku simpan lagi..!!” kata Hye Ra dengan nada ditekankan pada kedua nama makanan ini. sesuai dugaannya, Kyuhyun langsung terbangun dan duduk sambil menatap Hye Ra.

“Kau masak Ho-tteok dan jajangmyeon??” Tanya Kyuhyun antusias.

“Anii.. Tapi aku akan masak nanti jika kau bangun dan pergi mandi!!” Kyuhyun mendengus kesal. Dia hendak kembali melanjutkan tidurnya tapi bantal serta selimutnya sudah hilang.

“YAK!!”

“Cepat mandi Kyu, nanti airnya bisa dingin. Lagipula katanya hari ini kau ada rapat, kau bisa terlambat jika hanya tinggal dan merenggut ditempat itu..”

“Han Hye Ra…. Aku ini CEO, jadi rapatnya tidak akan dimulai kalau aku tidak ada, arasso..??” jelas Kyuhyun.

“Kau itu harus jadi contoh untuk bawahanmu…. Cepat bangun..!!” gerutu Hye Ra sambil merapikan tenpat tidur King Size mereka dan mengusir Kyuhyun dari tempat itu. Tapi namja yang diusir itu malah memeluk Hye Ra dari belakang.

Hye Ra tersenyum lembut hendak menggoda suaminya. “Aiisshhh… Kau bau sekali. Sana mandi”

“YAK!! HAN HYE RA!!”

‘Mentari pagipun seakan tersenyum menyaksikan kebahagiaan dua anak manusia itu. Suatu kebersamaan yang lahir dari ketulusan dan keikhlasan mereka dalam menjalani hidup dengan berlandaskan ketaatan pada sang Penciptanya. Dan ketika takdir seakan mendorong mereka berdua untuk terus bersama tapi disisi lain takdir jualah yang membuat sekat diantara mereka. Sesungguhnya kebahagiaan sejati itu akan datang setelah manusia menjalani sebuah ujian berat dalam hidupnya, dan mereka berdua akan memasuki babak yang berat dalam memperjuangkan cintanya.’

————————————————————————————————————————————

Kyuhyun turun dari mobil Audy putihnya disambut oleh barisan karyawan di lobby Kantor Utama Noohwan Grup. Setiap karyawan menatap heran pada Presdir mereka yang selalu tersenyum, berbeda dengan hari biasanya yang selalu menampakkan wajah dingin pada siapapun bahkan tidak segan memecat karyawan yang tidak disukainya.

Bukan hanya itu, Kyuhyun yang biasanya selalu datang terlambat kini tiba di kantornya 30 menit sebelum rapat semua dewan direksi dimulai. Sekretaris Kim juga tidak kalah herannya dengan perubahan pola tingkah laku atasannya. Tindakan Kyuhyun itu membuat setiap karyawan wanita menjadi semakin memujanya.

Kyuhyun diikuti Sekretaris Kim memasuki ruangannya yang super besar dan mewah dengan deretan sofa berkelas yang biasa digunakan Kyuhyun  untuk menyambut tamu penting, dan dengan santainya Kyuhyun langsung duduk di sofa dengan kaki berada diatas meja ditambah senyum yang tidak pernah lepas daribibirnya. Sekretaris Kim menatap Kyuhyun dengan pandangan selidik.

“Sajangnim, Apakah ini benar-benar kau??”

“Kau pikir aku siapa Ha?? Kau berani padaku, mau kupecat…” akhirnya galaknya kembali lagi.

“Andwei…. Tapi sikapmu pagi ini sangat mencurigakan… sajangnim menunjukkan gejala..” Sekretaris Kim menggangtungkan perkataannya.

“Apa?”Tanya Kyuhyun penasaran.

“Gejala JATUH CINTA!!” kata Sekretaris Kim mantap. Wajah Kyuhyun bersemu merah kemudian senyum terulas dibibirnya.

Sekretaris Kim kaget, tidak menyangkan jika tebakannya benar. Ternyata Sajangnimnya yang super galak, dan dingin ini juga bisa jatuh cinta. Akhirnya sisi lain Sekretaris Kim pun muncul, dia lalu merengek pada Sajangnim sekaligus Kakak Sepupunya itu.

“Hyuuunnngg…. Katakan siapa yeoja itu!! Seperti apa yeoja yang bisa menaklukkan seorang Cho Kyuhyun!!”

“YAK!! KIM YOO JIN!! Ini masih di kantor. Kau harus memanggilku Sajangnim, arasso..!!” kata Kyuhyun galak. Tapi namja bernama Yoo Jin itu tidak mempedulikannya.

“Hyung, kita hanya berdua di ruangan ini…. Cepat katakan siapa yeoja itu..!!” rengek Yoo Jin.

“Ne.. ne… tapi berhenti bergelayut padaku.!!” Kata Kyuhyun. Yoo Jin langsung berdiri dan duduk didepan Kyuhyun dengan wajah penuh hasrat.

Kyuhyun mulai menjelaskan bagaimana hubungannya dengan Hye Ra kepada Yoo Jin. Memang selama ini yang dekat dengan Kyuhyun hanya 3 orang yakni Yoo Jin, Heolmoni  dan Noonanya Cho Ahra, namun sekarang tempat Kyuhyun bisa berbagi hanyalah anak itu karena Noonanya masih koma di Rumah Sakit karena ulah suaminya dan heolmoninya tinggal jauh di Busan.

Yoo Jin mendengarnya seksama, entah apa yang ada di pikran anak itu tapi satu hal yang dia tahu bahwa Hyungnya sangat mencintai gadis itu.

“Apa Heolmoni sudah tahu??” Tanya Yoo Jin. Kyuhyun mengangguk.

“Aku sudah membawanya bertemu Heolmoni bulan lalu..” kata Kyuhyun, dia berjalan menuju meja kerjanya dan membuka beberap map, memeriksa laporan keuangan dari Direktur Cha.

Dengan wajah serius Yoo Jin mendekati Hyungnya. “Kyuhyun Hyung, jika kau benar-benar ingin hidup dengan isterimu itu, lebih baik kau segera mendaftarkan pernikahan kalian di catatan Sipil..”

Kyuhyun menghentikan kegiatannya, tampak berfikir keras setelah mendengarkan saran dongsaengnya. “menurutmu begitu??” Tanya Kyuhyun.

Yoo Jin mengangguk. “Kau tahu bagaimana ortodoksnya keluarga kita kan?? Cho Ahjusshi bahkan sudah menjodohkanmu dengan anak direktur Park. Apa mngkin mereka mau menerima Han Hye Ra sebagai isterimu??”

Kyuhyun kembali sibuk dengan pikirannya, benar yang dikatakan dongsaengnya itu. Selama ini dia tidak pernah berfikir kearah itu, jika keluarganya tahu tentang hye Ra, mereka pasti akan sangat murka dan mencoba memisahkannya dengan isterinya. Pertanyaan yang sekarang ada di pikirannya adalah apa bisa di hidup tampa gadis itu..

“Hyung…. Hyung…” Kyuhyun tersadar dari lamunannya saat Yoo Jin memanggilnya.

“Rapatnya 5 menit lagi dimulai. Semua dewan direksi sudah brekumpul di ruang meeting, Sajangnim..” kata Yoo Jin dengan bahasa formal. Kyuhyun mengangguk kemudian berjalan keluar ruangannya didampingin oleh Sekretaris Kim.

————————————————————————————————————————————— —

Kyuhyun masih sibuk berpikir keras tentang hubungannya dengan Hye Ra meskipun rapat sedang berlangsung. Perubahan sikap Kyuhyun yang biasanya sangat serius jika menyangkut pekerjaannya menjadi melamun saat rapat tentu membuat suasana menjadi sedikit aneh.

“Sajangnim….”

“….”

“Cho Sajangnim….” Seorang pria bertubuh gempal mencoba membangunkan Kyuhyun dari lamunannya. Kyuhyun tersadar dari lamunannya dan menatap Direktur Choi seksama.

“Waeyo??”

“Maaf sebelumnya, tetapi sebagai seorang CEO sebuah perusahaan sebesar ini seharusnya anda selalu bersikap professional. Jangan membawa masalah dari luar kedalam forum yang kita lakukan sekarang..” kata Direktur Choi mencoba terlihat bijaksana. Lelaki tua itu memang sudah sejak lama mengincar posisi Kyuhyun. Dia membenci pemuda itu karena dengan mudahnya bisa mencapai posisi tertinggi di Grup noohwan hanya karena keluarganya.

“Jadi maksud Direktur Choi saya tidak professional?? Atas dasar apa anda bernai mengatakan itu pada saya.” Kata Kyuhyun dengan nada sedikit dingin. Suasana menjadi tegang, sejak dulu Direktur Choi selalu berusaha menjatuhkan Kyuhyun didepan para dewan direksi.

“Anda sejak tadi tidak memperhatikan penjelasan dari Departemen kami. Padahal pembangunan Departemen Store di Pulau Nami sangat penting..” kata Direktur Choi mantap, sebagian direktur di departemen lain membenarkan perkataan lelaki tua itu.

“Siapa bilang saya tidak memperhatikan presentasi kalian. Rencana pembangunan Departemen Store di Pulau Nami itu sangat tidak masuk akal.bagaimana bisa seorang yang berpengalaman di dunia bisnis seperti ditektur Choi bisa mengajukan ide seburuk itu!!” kata Kyuhyun dengan nada keras, moodnya hari ini seketika berubah menjadi buruk. Lelaki muda dan tampan itu kemudian melanjutkan penjelasannya.

“Pulau Nami terkenal dengan suasananya yang romantic dan banyak dikunujungi oleh para wisatawan mancanegara dan local, mereka datang kesana bukan untuk berbelanja melainkan menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai. Jadi membangun sebuah Deprt. Store ditempat itu bisa mendatangkan kerugian bagi perusahaan.” Kyuhyun menghela nafas panjang. “Direktur Choi, ganti proposal anda dengan pembangunan resort yang bernuansa romantic…”

“Apa ada yang tidak setuju jika proposalnya diganti dengan resort??” Tanya Kyuhyun. Semua yang ada di ruangan itu diam, sadar dengan kecerdasan dari Presdir mereka. “Sekali lagi saya tekankan, jangan berfikir bahwa saya duduk di posisi ini karena keluarga saya. Saya mendapatkan posisi ini karena memang saya mampu untuk memimpin Grup Noohwan..” semua orang mengangguk. Kyuhyun berdiri dari tempatnya

“Saya harus pergi, ada hal penting yang harus saya lakukan… Permisi!!” Kyuhyun keluar dari ruangan itu diikuti oleh Sekretaris Kim.  Sementara Direktur Choi hanya bisa diam, terlalu kaget dengan apa yang dikatakan Kyuhyun.

————————————————————————————————————————————

“Cho Sajangnim… Tuan Cho ingin bertemu.” Kata Sekretaris Kim setelah dia menerima telefon. Kyuhyun menghentikan langkahnya, entah kenapa perasaannya menjadi tidak menentu.

“Abouji?? Di mana dia sekarang??” Tanya Kyuhyun.

“Di ruanga anda Sajangnim..”

“Baiklah, kau pergi makan siang saja… Aku akan menemuinya.” Sekretaris Kim mengangguk kemudian member hormat lalu pergi.

Kyuhyun masuk ke ruangannya dan mendapati seorang lelaki yang telah termakan usia berdiri menghadap jendela yang membuatnya bisa melihat setiap inchi kota Seoul. Lelaki tua yang tidak lain adalah Aboujinya itu berbalik dan menatap intens putera satu-satunya itu.

Wajahnya menyiratkan aura yang tidak kalah dinginnya dengan Kyuhyun. Guratan ketampanan masih melekat kuat diantara dua alis matanya itu, sekarang kita bisa menebak dari mana Kyuhyun mewarisi wajah tampannya itu. terus terang, Kyuhyun tidak pernah suka berbicara dengan Aboujinya karena pasti akan berujung pada pertengkaran karena mereka berdua mempunyai sifat yang sama.  Keras Kepala.

“abouji” Kyuhyun member hormat.

Tampa berbasa-basi, Lelaki tua itu langsung mengatakan hal yang membuanya jauh jauh datang dari Pyungchang-dong. “tinggalkan wanita itu..”

“Apa maksud Abouji..” kata Kyuhyun.

Leaki itu tersenyum miris. “Yeoja yang tinggal dengamu di Gangnam-dong, tinggalkan dia..”

Kyuhyun mendengus menahan emosinya, sadar jika Ayahnya pasti akan mengetahuinya. “Tidak..” katanya dingin.

“Jangan bermain-main dengan hidupmu Kyuhyun-ah… Kau akan menikah dengan Park Ji Eun, dan itu tidak bisa diganggu lagi.” Kata Ayah Kyuhyun. Nada suaranya sudah menunjukkan emosi yang masih tertahankan.

“Ini hidupku Abouji, dan yang boleh memutuskannya hanyalah aku…”

PLAK

Sebuah tamparan keras melayang di pipi Kyuhyun. Namja itu meringis, tubuhnya telah terbiasa dengan setiap pukulan sang Ayah.

“INI BUKAN HANYA TENTANG HIDUPMU!! 1,5 juta keluarga menggantungkan hidupnya pada setiap keputusan yang kau ambil!!” bentak lelaki tua itu.

“Aku tahu Abouji… selama ini aku sudah memimpin perusahaan dengan baik, dan kau bisa lihat hasilnya sekarang… Group Noohwan sudah sangat maju. Tapi tolong, tentang kehidupan pernikahanku kelak biarkan aku yang menentukannya..” kata Kyuhyun membalas perkataan Ayahnya.

“Satu lagi Abouji….. Aku dan Hye ra telah menikah..!!” Kyuhyun menunjukkan cincinny pada Ayahnya yang sontak membuat lelaki itu melotot.

“KAU….!!” Tangan Ayahnya hendak kembali melayangkan pukulan pada namja itu, Kyuhyun memejamkan matanya, bersedia menerima tamparan itu namun pukulan itu berhenti saat Sekretaris Kim berlari menghampiri keduanya dengan wajah was-was.

“Ahra Noona collapse.!!”

“MWO??”

———————————————————————————————————————————–

Kyuhyun duduk di depan ruang rawat Noonanya didampingin Yoo Jin sementara Ayah dan Eommanya berdiri dengan wajah khawatir di dekat pintu. Beberapa saat kemudia, dokter keluar dan disambut rentetan pertanyaan yangs ama, bagaimana keadaan Cho Ahra.

“tenanglah… keadaannya sudah kembali seperti semula, hanya saja kami tidak bisa memastikan kapan Nona Ahra akan sadar..” kata dokter itu. semua orag yang ada ditempat itu menghela nafas lega, mengetahui bahwa gadis yang mereka sayangi masih bisa bertahan.

Kyuhyun berdiri hendak melihat keadaan Noonanya, namun langkahnya berhenti saat Ayahnya berbicara. “Kau harus meninggalkan wanita itu…. kalau kau masih keras kepala, kau mungkin akan kehilangan posisimu di Noohwan group..” kata Ayahnya dingin.

“Kau bisa mengambilnya kapan saja Abouji… Karena aku tidak akan melepaskan wanita itu.” Kyuhyun meninggalkan tempat itu dan disusul oleh Kim Yoo Jin.

Ayah Kyuhyun bingung, bagaimana harus meyakinkan anaknya itu. Noohwan Group adalah mimpi Kyuhyun, jika ancamannya untuk memecat Kyuhyun dari posisinya sudah tidak dipedulikan Kyuhyun lagi itu berarti tidak ada lagi yang bisa mengubah pikiran anak itu.

“Berhenti memaksakan kehendakmu lagi Yeobo..” sebuah suara lembut nan halus membuyarkan lamunan namja tua itu. “Jangan lakukan lagi, cukup Ahra yang jadi korban keserakahan kita..” Eomma Kyuhyun mencoba menasehati suaminya, tapi sepertinya namja tua itu tidak lagi mempedulikan perkataan isterinya.

“Jika Kyuhyun tidak mau meninggalkan yeoja itu, maka yeoja itu yang akan  meninggalkan Kyuhyun…”

#4 End

—————————————————————————————————————————————-