Love in Busan

Tittle: Love in Busan
Author: Felish_Inspirit
Length: 1/2
Genre: Romance
Casts:

~Main Casts:  Jung Soo Jung [Krystal f(x)], Kim Myung Soo [L Infinite]
~ Support Casts: Jung Eun Ji [A Pink], Lee Jung Hwan [Sandeul B1A4], Lee Ho Won [Hoya Infinite], Choi Jin Ri [Sulli Choi f(x)]

 

Annyeong Haseyo~~ *bow 90 derajat* ini debut pertama author sebagai author!! *firework meledak* untuk itu, author tolong kerjasamanya iia, selain karena author belum begitu berpengalaman, juga karena umur author yang bisa dibilang di bawah rata-rata “^.^, Maaf, covernya jelek, abis author nggak punya program photoshop, so tolong maklumi yakh kalo covernya aneh~ kritik dan saran sangat author butuhkan berhubung author ini ‘anak baru’, oleh karena itu, comment kalo yang udah baca ff ini yakh, jeballl~~~ *sujud2 dikaki readers*#banyakbacot. Okelah readers yang author cintai (?), HAPPY READING!!!

And the story just like this….

*Author pov*
Seorang gadis cantik, berparas Korean-American, melangkah sambil menarik kopernya. Pandangannya masih menelusuri bandara. Tiba-tiba ia melihat ada seorang gadis membawa kertas yang bertuliskan “I’m Jung Eun Ji!!” kontan ia lalu berlari menuju gadis berambut panjang dan berponi rata itu.

“Eun Ji eonni?? Kau benar-benar Eun Ji eonni yang dulu kukenal??” gadis yang mengedarkan matanya ke segala arah itu pun kaget melihat kehadiran Soo Jung. “Mwo?? Kau Soo Jung??? Ah benar, kau memang mirip Soo Jung!!” ia terlihat bahagia dengan senyum lebarnya.

“Eonni!!! Aku benar-benar merindukanmu! Sudah berapa tahun kita tidak bertemu??! Hmm… rasanya seperti mimpi bertemu denganmu lagi!” ujar gadis yang dari tadi menjadi perhatian banyak orang di bandara itu karena wajahnya yang teramat cantik memeluk Eun Ji.

“Ayo, Eomma dan Appaku telah menunggumu!” mereka lalu melenggang meninggalkan bandara menuju rumah Eun Ji.

*Soo Jung pov*
Busan, kota ini adalah kota yang paling aku sukai di Negara ini, tempat yang paling mengesankan di atas Jeju. Aku memilih melanjutkan sekolahku di kota ini karena aku bosan sekolah di Amerika. Aku juga sangat senang tinggal di rumah Eun Ji eonni, rumahnya dekat sekali dengan pantai. Aku ingat saat terakhir aku membuka jendela balkon kamar Eun Ji eonni. Angin langsung menerpaku dan dapat dilihat pemandangan indah nan eksotis tersuguh di hadapanku. Hmmm…. Rasanya aku tidak sabar sampai di rumahnya…

“Soo Jung ah~ bagaimana jika kita makan es krim dulu??” ajak Eun Ji eonni sambil mengemudikan mobil. “Hmm…. Bagaimana ya… baiklah, aku rindu es krim Busan!” ucapku sambil terkekeh. Eun Ji eonni hanya tertawa mendengarnya.

~~~***~~~***

“Nona Eun Ji, apa kabar?? Lama sekali kau tidak berkunjung ke sini” ucap seorang pelayan dengan senyum manisnya.

“Hahaha… aku tidak dapat keluar rumah selama seminggu ini karena tugas yang menumpuk” jawab Eun Ji eonni dengan senyumannya.

“Hahaha… arasseo. Apa dia adikmu??”

“Iya, dia adik sepupuku yang baru saja datang dari Amerika. Oh, iya, tolong ya, 2 porsi es seperti biasa” pelayan itu hanya mengangguk dan sedikit membungkukkan badannya meninggalkan kami.

“Wah, eonni, kau benar-benar daebak… sampai-sampai pelayan restoran mengenalimu dengan baik, ckckck…” ucapku sambil menepuk-nepuk pundak eonniku yang mengingatkanku pada temanku dulu, Victoria. Mereka sangatlah mirip, dari wajah dan sikap mereka.

“Hahaha, tidak, ini adalah toko milik temanku, makanya semuanya kenal denganku”.

Tak lama kemudian, es krim kami datang. Yang membuatku heran, pelayan yang datang tidaklah memakai seragam seperti yang lainnya, ia hanya mengenakan kemeja sependek sikunya dan bercelana jeans. Eun Ji eonni lalu mengamati pelayan yang mengenakan topi dan kacamata kotak transparan berframe hitam itu. Pasti tadi ia merasa asing dengan pelayan ini karena ia tampak lebih ‘berkelas’ dibandingkan yang lain.

“Jung Hwannie?? Kau benar Jung Hwan kan??” tebak Eun Ji eonni. Pelayan itu pun membuka topinya sambil tersenyum lebar.

“Ya, Jung Hwan! Tumben sekali kau ada di sini?? Apa yang membuatmu di sini??” terlihat namja yang bernama Jung Hwan itu duduk di hadapan kami.

“Tidak, aku Cuma ingin di sini, aku bosan di rumah saja. Hey, Eun Ji ah~ dia siapa??” tanyanya sambil menunjuk-nunjukku. Benar-benar, tingkahnya benar-benar seperti anak SD yang dihiasi oleh wajah imut, senyumnya pun menawan.

“Ah, dia adik sepupuku yang kuceritakan kemarin” ia pun menatapku dalam-dalam yang membuatku salah tingkah sendiri.

“Kau terlihat seperti orang Korea” ucapnya heran. Grrr… aku kan memang orang Korea, tinggalku aja di Amerika, gimana sih -.-“ aku hanya tersenyum padanya lalu berkata, “Aku memang orang Korea, jika aku bukan orang Korea, bagaimana bisa aku bersaudara dengan Eun Ji eonni??” ia hanya berpikir sejenak lalu tertawa.

“Ah, gurrae-gurrae, kamu kan saudaranya Eun Ji, bagaimana aku bisa melupakan itu?!! Baiklah, perkenalkan, namaku Lee Jung Hwan” ucapnya sambil mengulurkan tangan dan tersenyum. Wah… aku benar-benar terkesan dengan senyumnya yang menawan, seolah-olah ia membagikan kebahagiannya kepada semua orang. Dengan sigap aku menerima uluran tangannya.

“Namaku Jung Soo Jung, senang bisa berkenalan denganmu. Kuharap kita bisa lebih akrab lagi!” ucapku dengan nada yang pasti dan tentunya tak kehilangan senyum. Sejak saat itulah aku mengenal Jung Hwan oppa.

~~~***~~~***

Wuooaaheem…. Aku menguap, kulihat jam yang berda tepat di sebelahku, terihat jam 6.30 a.m. tulisannya. Ahh… ini masih terlalu pagi. Kulihat Eun Ji eonni yang masih tertidur pulas di sebelahku sejenak. Aku memutuskan untuk keluar, tepatnya menuju dekat pantai. Aku keluar melalui pintu belakang rumah Eun Ji eonni. Pintu belakang rumah Eun Ji eonni ini terletak di dekat pantai, jadi saat aku keluar dari pintu ini, aku telah merasakan pasir pantai yang khas. Aku duduk di bangku panjangnya yang berada tepat di sebelah pintu itu. Dulu aku dan Eun Ji eonni sering sekali duduk di sini setiap sore. Berhubung kemarin kami sampai di rumah larut, kami tidak sempat menghabiskan senja di sini. Haah.. nanti adalah hari pertamaku sekolah. Aku masih belum mengenal baik tempat ini, makanya aku kemarin agak takut nanti ketika Eun Ji eonni lulus sekolah, karena dia sekarang sudah kelas 3 SMA, sedangkan aku masih kelas 2 SMA. Ajjuma bilang sekolah itu memiliki kampus yang menjadi satu dengan SD, SMP, dan SMA, yah bisa dibilang satu yayasan lah. Jadi, aku tak perlu khawatir jika nanti Eun Ji eonni lulus, karena kampusnya masih satu kawasan sekolah denganku.

Aku melihat satu karang yang kokoh, aku tertarik untuk menuju ke sana. Kusandarkan tubuhku pada karang itu.

“Haah…” kudengar suara itu dan kupikir itu tidak jauh dari keberadaanku kini. Aku bangkit dan mencoba mencari sumber suara itu. Kutemukan seorang namja yang sedang bersandar santai di karang bagian belakang di mana aku menyandar, kulihat ia memjamkan matanya. Sepertinya ia sedang ada masalah.

“Maaf, aku tadi tidak tau jika ada kau di sini” matanya terbuka, matanya yang sipit tapi tajam itu kini menatapku.

“Tidak apa-apa. Kau orang baru??” ucap namja itu yang kini membenarkan posisi duduknya. Ia terlihat sudah berpakaian rapi, sepertinya ia akan berangkat ke kampusnya.

“Iya, aku tinggal di situ” ucapku sambil menunjuk ke arah rumah yang menjadi tempat tinggalku itu walaupun karang yang besar menghalangi pandangan kita ke arah yang kutunjukkan.

“Oh, kau siapanya Eun Ji??” ah?? Dia kenal dengan eonni juga?? Wah, eonniku ini benar-benar daebak, hampir semua orang di kota ini mengenalnya, sampai-sampai pria charming sepertinya mengenal eonniku yang sangat ramah itu.

“Aku adik sepupunya yang baru saja tinggal di sini” ucapku. Aku baru sadar jika aku tengah duduk di sebelah tasnya yang tersandar di sebelah kirinya. Aku heran, kenapa orang sekeren ini bisa terlihat sesedih itu??

“Dari luar negeri??” aku hanya mengangguk dengan ekspresi ‘kok tau??’.

“Cara bicaramu masih berlogat Inggris” eh?? Benarkah?? Hahaha… ternyata aku belum terbiasa walaupun telah seminggu sebelum ke sini aku membiasakan diri berbahasa Korea pada eonniku, Soo Yeon yang walaupun selalu ia jawab dengan English. Tapi dia kenapa bisa tau aku berlogat Inggris?? Padahal aku kan dari Amerika -.-“ tidak sengaja aku melihat arlojinya, ah… apa??!! Sudah jam 7.30?!! Kenapa cepat sekali??? Aku kan harus sekolah!

“Eh.. maaf.. aku harus kembali karena aku akan sekolah. Sampai bertemu lagi!” aku berlari meninggalkannya. Aku yang sudah hampir sampai di pagar mendengar ia memanggilku, oh iya, nama! “Aku Jung Soo Jung!” jawabku lalu berlairan memasuki rumah. Oh, iya, namanya! Aku lupa namanya! Aku balik lagi sampai pagar, kulihat dia sudah pergi jauh. Aku berusaha memanggilnya, tapi percuma saja, dia tidak mendengarku.

~~~***~~~***

“Eonni mengenalnya??” tanyaku yang kini berusaha menghindar dari kerumunan orang dan kembali berjalan beriringan dengan Eun Ji  eonni.

“Sepertinya aku tidak punya teman yang sering berkunjung ke pantai itu setiap pagi, lagian temanku tidak ada yang bermata sipit seperti yang kau katakan tadi”

“Tapi eonni, dia mengenalmu! Ah, jangan-jangan kau sudah melupakannya ya??” terlihat wajah Eun Ji eonni panic.

“Ti.. tidak! Aku tidak pernah melupakan orang yang pernah mengenalku! Ditambah lagi jika orangnya tampan, mana mungkin aku bisa melupakannya??!!” haah, dasar, kalau begitu dia tidak mengenalnya?? Wajahnya kan tampan, wajah khas orang Korea menurutku.

“Entahlah, yang jelas ia mengenalmu! Kau bisa mengingat-ngingatnya lagi nanti! Jika sudah ingat, beritahu aku ya” ucapku dengan senyum selebar baskom. Ia hanya mengangguk ngeri melihatku. Mungkin dia berpikir aku adalah orang yang menjadi ganas setelah melihat orang tampan. Padahal itu kan tidak benar, aku kan hanya…… ih, kan nggak apa-apa! Sekali-sekali aku pingin kenal sama orang cakep, kan lumayan kalo dijadiin temen ^^

Aku pun berpisah dengan Eun Ji eonni menuju kelas masing-masing. Saat di perjalanan menuju kelas, aku melihat namja itu. Ia sedang bercengkrama dengan temannya. Ah… mungkin aku salah liat. Tapi… eh, itu benar dia! Matanya, bajunya, tasnya, bahkan arloji yang aku lihat tadi, itu benar-benar dia! Aku segera berlari ke arahnya. Tapi sayang, aku dipanggil oleh seorang guru yang membuatku tak dapat menemuinya lagi.

~~~***~~~***

Akhirnya istirahat, aku sangat lapar. Aku pun keluar kelas untuk menemui Eun Ji eonni agar ke kantin. Saat dalam perjalanan, kulihat Jung Hwan oppa sedang berbicara dengan seseorang, seseorang yang tadi pagi kulihat sedang bercengkrama dengan namja sipit itu. Akhirnya orang itu pergi dan langsung kutemui Jung Hwan oppa.

“Soo Jungie, sudah mulai sekolah ya??” aku hanya mengangguk. “Oppa, siapa dia?? Orang tadi yang berbicara denganmu??” Jung Hwan oppa mengerutkan keningnya dan kembali mengeluarkan senyum manisnya. “Oh, dia?? Dia hyungku, namanya Lee Ho Won” eh, benarkah?? Wajah mereka tidak mirip -.-“ dapat digambarkan: Hyungnya Jung Hwan oppa = tampan khas cowok banget, terlihat sangar juga; Jung Hwan oppa = imut, terlalu imut untuk jadi cowok, bahkan terkesan seperti anak kecil.

“Benarkah oppa?? Berarti dia sudah kuliah??” tanyaku lagi.

“Iya, dia dua tahun di atasku. Kamu kenapa nanya-nanya dia??” jawabnya dengan tampang malas. Dua tahun di atas Jung Hwan oppa, berarti tiga tahun di atasku. Eh tunggu, aku inget sesuatu! “Eonni itu suka orang yang dua tahun di atas eonni!” “Kalau aku tiga tahun di atasku! Pasti bahagia memiliki pacar yang tiga tahun di atasku!” aku jadi ingat percakapanku dan Eun Ji eonni tadi malam… dan! “Tunggu Jung Hwannie Oppa, hyungmu bernama Lee Ho Won kah??” terlihat Jung Hwan oppa malas membahasnya. “Hm.. aku kan sudah bilang tadi!”

“Orang itu kan yang disukai Eun Ji eonni!” ucapku cepat dan tentunya reflex.

Terlihat Jung Hwan oppa sangat kaget hingga bertanya, “Benarkah??” aku lalu menutup mulutku dengan tanganku, aku lupa jika itu rahasia! Inilah alasan banyak orang jarang menitipkan rahasianya padaku, jika sudah dipaksa untuk mengungkapkan rahasia yang kuketahui, aku tidak dapat mengelak, karena aku tidak berani berbohong. Akhirnya aku tidak jadi mencari Eun Ji eonni karena Jung Hwan oppa lah yang mengajakku makan sambil meminta penjelasan tentang maksud perkataanku tadi. Aku kan Cuma pingin tau siapa namja sipit itu, kenapa sekarang aku malah keseret masalah yang berhubungan dengan teman namja sipit itu??

Kurasa cukup banyak yang ditanyakan oleh Jung Hwan oppa saat makan tadi, sambil berjalan menuju kelas, aku berusaha menanyakan namja sipit itu.

“Eh?? Mana aku tahu teman-temannya! Aku hanya kenal beberapa!” aku memintanya untuk menyebutkan semuanya. Tapi, dari semua nama tidak ada yang cocok jika di pasangkan dengan wajah namja sipit itu. Yah… lagi-lagi aku harus menelan dalam-dalam harapanku mengetahui nama namja itu…

To be continued…