The Story of Us!

Title: The Story of Us!

Author: felishinspirit

Main Cast:

  • Kim Myung Soo [L INFINITE] >< Krystal Jung [f(x)]
  • Park Cheon Doong [Thunder MBLAQ] >< Im Yoon Ah [SNSD]
  • Jung Jin Young [B1A4] >< Park Cho Rong [A Pink]
  • Lee Dong Hae [Super Junior] >< Jessica Jung [SNSD]
  • Onew [SHINee] >< Park Ji Yeon [T-Ara]
  • Gong Chan Shik [B1A4] >< Sulli [f(x)]
  • Lee Sung Yeol [INFINITE] >< Suzy [Miss A]
  • No Min Woo [Boyfriend] >< Oh Ha Young [A Pink]

Support Cast:

  • Lee Eun Hyuk [Super Junior]
  • Lee Joon [MBLAQ]
  • Lee Byung Hoon [L.Joe Teen Top]

Genre: Romance, Comedy, Family, Friendship

Length: Ficlets, Series

Rating: G

Annyeong readers sekalian~~

Author bawa ff dan tentunya bukan ff galau~~ (maksudnya bagian galaunya nggak mendominasi)

Author suka banget pairing casts yang ini, ada yang suka juga?? Bagi yang nggak suka sama pairingnya, nggak usah dibaca, biar ntar nggak nyesek (?) bacanya ^^

Bagi readers yang mau baca, HAPPY READING!! Semoga ff ini nggak mengecewakan, sehingga bisa menghibur readers sekalian 😀

 

And the story just like this…

Myung Soo >< Krystal Couple­I Just Want You to Meet my Mother! 

Jam 11.45 p.m. Krystal sudah berpakaian rapi dan kini ia sedang menunggu di depan apartemen namjanya yang bernama Kim Myung Soo. Sesekali ia memencet bel, tetapi masih belum ada reaksi dari sang pemilik apartemen. Sekitar lima berlalu dan tetap, pintu belum terbuka untuk Krystal. Akhirnya ia berinisiatif untuk mendobrak pintunya. Tapi, sebelum didobrak, ia telah dapat membukanya karena ternyata pintu itu tak terkunci.

Aiish, kenapa aku nggak buka pintu ini dari tadi?? pikirnya. Ia pun memasuki apartemen Myung Soo secara perlahan, takut nanti Myung Soo mengetahuinya yang masuk tanpa izin. Ia tutup pintunya, dan mulai memasuki ruang tengah sambil mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan. Tidak buruk ucapnya dalam hati. Ya, ini memang kali pertamanya mengunjungi tempat tinggal namjacingunya yang telah berpacaran dengannya setahun terakhir. Kini ia ke tempat itu karena ia  ingin memberitahu bahwa ibunya akan mengajak Myung Soo untuk makan siang bersama.

Bukannya dia ada di rumah?? Kenapa rumah ini begitu sepi?? Pikirnya lagi sambil membuka pintu kamar Myung Soo. Tiba-tiba saja pandangannya menjadi gelap. “Hey, siapa yang mengizinkanmu masuk ke sini, Nona??” kata seseorang yang kini menutup mata Krystal. Krystal hanya tersenyum, karena ia tahu bahwa itu adalah kelakuan namjachingunya.
~~~***~~~***
“Mwo?? Benarkah??” pekik Myung Soo kaget, bahkan sangat kaget. Wajahnya kini memucat, kini pandangannya terarah ke lantai. “Tentu saja. Ada apa denganmu, Oppa?? Apa kau tak ingin bertemu dengan eommaku??” Krystal kini menatap wajah Myung Soo dengan heran. Keraguan mulai menyelimuti hati Krystal, pertanyaan demi pertanyaan keluar saat ia menatap Myung Soo yang terlihat ragu itu. “Bukan begitu…. hanya saja…. aku belum siap, Kry. Aku takut aku terlihat mengecewakan di hadapan eommamu” jawab Myung Soo sedikit tergagap. Krystal terlihat sedikit menghela nafasnya. Kini kedua tangannya meraih wajah Myung Soo dan menghadapkannya ke arah wajahnya. “Oppa, kau harus yakin! Eommaku bukan orang yang jahat, jadi jangan setakut itu! Sekarang bersiap-siaplah, eomma menunggu kita di rumah” ucap Krystal dengan nada yang pasti.
~~~***~~~***
Kini Myung Soo dan Krystal sudah sampai di depan rumah Krystal. Krystal pun membuka pagar rumahnya yang hanya cukup untuk satu orang itu. Ia masuk duluan, tetapi tangannya belum lepas dari tangan Myung Soo. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti, ia lalu menoleh ke arah belakang, tepatnya arah Myung Soo. Dilihatnya Myung Soo kini memegang erat, tidak, tepatnya memeluk pagar rumahnya dengan satu tangan. Wajah Myung Soo pun kini seperti anak kecil yang melihat anjing galak, padahal tadi saat perjalanan ke rumahnya Myung Soo masih ceria seperti biasanya. Krystal pun berjalan mendekati Myung Soo dengan tatapan sedikit marah.

“Oppa! Sebenarnya ada apa denganmu?? Kenapa kau seperti ini?! Jika kau tidak ingin bertemu dengan eommaku, kenapa tidak bilang daritadi?!!” Myung Soo hanya menunduk mendengar hardikan yeojachingunya. “Apa selama ini kau tidak serius berpacaran denganku??” lanjutnya yang membuat Myung Soo sedikit tersentak. Myung Soo pun kini menarik Krystal agar lebih dekat dengannya. “Sebenarnya, aku tidak bisa berbahasa Inggris, aku takut aku tidak bisa menjawab pertanyaan eommamu” bisiknya pada telinga Krystal. Krystal yang tadinya memasang wajah marah kini malah menahan tawanya.

Ia pun sedikit menjauhkan badannya dari Myung Soo dan menatap wajah Myung Soo dengan senyum teduhnya. “Eommaku bisa berbahasa Korea, Oppa. Jangan berlebihan sepeti itulah, Oppa!” katanya sambil tertawa. Myung Soo pun kini terlihat kaget, perlahan senyumnya mulai terukir di bibirnya. “Baiklah jika seperti itu. Ayo kita bertemu dengan eommamu, Krystalku!” seru Myung Soo sembari menarik tangan Krystal.

Cheon Doong  >< YoonA Couple­Look, I Stronger Than You!

Di tengah teriknya musim panas, YoonA bersama namjachingunya, Cheon Doong pergi ke game center. Mereka telah bermain banyak wahana permainan dengan ceria. Di tengah perjalanan untuk mencari permainan yang lain, tiba-tiba saja mata Cheon Doong tertuju pada suatu permainan. Tiing! Bohlam 15 watt (?) kini bersinar di kepalanya. “YoonA ah~ bagaimana kita bermain itu??” ajaknya sembari menunjuk sebuah permainan. YoonA terlihat sedikit terkekeh mendengar ajakan Cheon Doong. “Jika kau menang dariku, aku akan memberikan hadiah untukmu!” lanjutnya.

 

YoonA terlihat tersenyum senang ke arah Cheon Doong. “Benarkah?? Baik, ayo kita bermain!!” serunya sembari menarik tangan Cheon Doong ke arah permainan itu. “Lihatlah nanti, aku pastikan pukulanku lebih keras dibandingkan kau!” ejek YoonA sembari menjulurkan lidahnya ke arah Cheon Doong. “Baik! Aku akan memegang perkataanmu barusan! Jika kau kalah, kau harus menuruti segala hukuman yang kuberikan, janji??” seru Cheon Doong semangat sembari mengacungkan kelingkingnya. “Bukan masalah!” jawab YoonA sembari mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Cheon Doong.

 

Permainan pun dimulai, Cheon Doong mengawali permainan itu. Tangannya mulai dikepalkan, terlihat ia sedang mengumpulkan tenaga. Buugh… Cheon Doong mulai memukul bantal bulat itu. YoonA terlihat antusias untuk melihat nilai yang didapatkan Cheon Doong. “Bagaimana?? Apa kau bisa mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari itu??” tanya Cheon Doong dengan sombong. “Baiklah baiklah! Lihat, aku akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari itu!” jawab YoonA. Sedikit keraguan yang ada di hatinya saat menjawab pertanyaan Cheon Doong, karena pukulan Cheon Doong tadi mendapat nilai yang tinggi dan ia takut ia tak dapat mengalahkannya.

 

YoonA pun bersiap memukul bantal yang dipukul Cheon Doong tadi. Dengan tenaga penuh, ia memukul bantal itu. Dengan cepat Cheon Doong melihat nilai yang didapatkan YoonA. Ekspresi Cheon Doong sangat datar saat melihatnya dan itu membuat YoonA penasaran. YoonA pun mengecek nilainya. Ia kaget, bahkan sangat kaget. Tak ia sangka ia mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari Cheon Doong. Ia pun kini menatap licik Cheon Doong. “Bagaimana, Tuan Park?? Apa yang akan Anda berikan padaku??” tanya YoonA sedikit mengejek. Cheon Doong hanya diam. YoonA sedikit mendecak melihat tingkahnya itu. “Ayolah, kau sudah berjanji padaku jik….”

Chu~

Cheon Doong memberikan YoonA ciuman dengan tiba-tiba dan juga itu yang pertama setelah sekian lama mereka berpacaran. YoonA sangat kaget, tak ia sangka namjachingunya yang pendiam dan pemalu kini melakukan ini padanya. Rasa senang kini melandanya, ia bersyukur karena namjachingunya itu tak bersikap canggung seperti biasanya, dan tentunya perubahan sikap itu hanya ditujukan padanya.

 

Jin Young  >< Cho Rong Couple­This’ Really Surprised Me!

Seorang yeoja terlihat memandangi taman dengan bingung. Kemana perginya si Jung Jin Young itu?? Kenapa lama sekali?!! Serunya dalam hati. Kini ia melihat jam tangannya, jam 16.30. Ia mendecak kesal, kenapa namjachingunya begitu lama? Padahal ia sudah berjanji akan datang tepat pukul 16.00. Ia pun kini berbalik, ia ingin pulang. Wajahnya sama sekali tak ramah, jalannya pun sedikit dihentak-hentakan.

 

Tiba-tiba seorang namja menutup matanya dengan satu tangan. “Siapa ini?!!” tanya Cho Rong galak. Namja itupun melepaskan tangannya dari wajah Cho Rong. Cho Rong pun menoleh dan mendapatkan Jin Young, sosok yang sedaritadi ia tunggu. “Apa kau ingin pergi meninggalkanku??” tanya Jin Young sedih. Cho Rong pun kini terlihat bingung dengan sikap Jin Young, tepatnya merasa sedikit bersalah. “Habis, kau lama sekali, aku lelah menunggumu” jawabnya lembut. Dia tahu kini ekspresi Jin Young tidak pantas untuk dibentak, dan dia juga tahu kini Jin Young terlihat kecewa.

 

“Bukankah aku sudah bilang aku akan datang terlambat, jadi kau kusuruh untuk tidak datang pukul 16.00. Apa kau lupa??” tanya Jin Young masih dengan ekspresi yang sama. Cho Rong kini kaget, ia lupa jika Jin Young telah mengatakan itu padanya. Buru-buru ia ambil tangan kiri Jin Young dan memegangnya erat. Ia tak memperhatikan sama sekali tangan kanan Jin Young yang kini berada di balik punggung Jin Young. “Mianhae, Jinnie, aku melupakan itu. Jeongmal mianhaeyo, chagi” ucapnya halus. Kini Jin Young hanya menghela nafasnya lalu melepaskan tangan Cho Rong.

 

“Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu. Sekarang kau bisa pulang seperti yang kau inginkan!” katanya tegas. “Tapi… Jinnie ah~ Mianhae~~ aku tahu aku salah, aku mohon janganlah marah padaku~~” seru Cho Rong sembari memeluk Jin Young. “Sudahlah, lepaskan” perintah Jin Young tegas tetapi tak membentak. Cho Rong terlihat tak memperdulikan ucapan Jin Young dan tetap memeluknya. “Jika begini bagaimana bisa aku bernafas??” lanjutnya. Akhirnya Cho Rong pun menyerah, ia melepaskan pelukannya dan kini ia tertunduk sedih. Ia merasa sangat bersalah pada Jin Young.

 

“Sekarang lihat aku” Cho Rong pun mulai mendongak dan melihat ke arah Jin Young yang lebih tinggi darinya. Ia tak melihat sosok  Jin Young, melainkan rangkaian bunga mawar yang cukup besar menghalangi pandangannya untuk melihat Jin Young. Kepala Jin Young pun muncul di sebelah kiri bunga itu. “Saengil chukka hamnida, nae Cho Rongie!” ucap Jin Young dengan menunjukkan eye smilenya. Cho Rong pun hanya bisa tercenung kaget. Benar, ia lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia pun berhambur memeluk Jin Young. “Gomawo, Jinnie! Aku sangat menyayangimu!” Jin Young hanya tersenyum sambil membalas pelukan Cho Rong. “Ne, chagiya. Aku juga sangat menyayangimu”

 

Dong Hae >< Jessica CouplePlease, Don’t Go!

Hujan di luar lebat, bahkan sangat lebat. Jessica yang kini sedang mengunjungi rumah Dong Hae tidak dapat pulang karenanya. Kini ia sedang menonton televise bersama Dong Hae di ruang tengah apartemen Dong Hae. “Aku ingin sekali pulang, pasti eomma dan Krystal khawatir padaku” kata Jessica sambil menundukkan kepalanya. Dong Hae hanya menatap iba yeojachingunya itu. “Andai saja sekarang tidak hujan, pasti aku akan pulang” lanjutnya. Dong Hae kini merangkul Jessica agar lebih dekat dengannya.

 

“Apa yang bisa kita lakukan?? Hujan belum reda, aku tidak berani mengambil resiko” jawab Dong Hae lembut. Memang, sepasang kekasih ini sangat takut bepergian pada keadaan hujan seperti ini. Mereka pernah kecelakaan pada cuaca hujan seperti ini. Bisa dikatakan mereka tengah trauma dengan pengalaman buruk mereka itu.Tiba-tiba saja Eun Hyuk keluar dari kamarnya. Eun Hyuk adalah sahabat baik Dong Hae dan juga Jessica. Kini ia terlihat sangat rapi. Pertanyaan pun tak luput keluar dari Jessica ataupun Dong Hae.

 

“Kenapa kalian ini?!! Aku hanya ingin menemui So Ra noona, kenapa kalian sesedih itu?? Aku tidak akan lama” jawab Eun Hyuk dengan bingung karena dari tadi Dong Hae dan Jessica memaksanya untuk tidak pergi. Tiba-tiba saja Jessica mengeluarkan air matanya yang semakin membuat bingung Eun Hyuk. “Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk denganmu” kata Jessica lembut sembari terus terisak. Dong Hae kini memeluk Jessica. “Tenang! Aku pasti akan selamat, jadi jangan menangis lagi” ucap Eun Hyuk panic sembari sedikit berlari mendekat ke arah Jessica. Kini Dong Hae menatap Eun Hyuk yang sedang berusaha menenangkan Jessica.

 

“Hyukkie..” panggil Dong Hae lirih. Eun Hyuk lalu menoleh ke arah Dong Hae. Ia melihat wajah Dong Hae yang sedih. “Kau tau, kau adalah sahabat terbaikku…” Eun Hyuk makin bingung mendengar ucapan Dong Hae itu. “Tapi ak…” “Aku tidak memiliki teman selain kau…” Eun Hyuk kini terlihat salah tingkah sekaligus merasa bersalah. Dia kini telah membuat dua orang bersedih hanya karena mengkhawatirkannya. Terlihat Dong Hae tertunduk sedih yang membuat Eun Hyuk semakin terpojokkan.

 

“Hae, aku me…” “Kumohon, jangan pergi, aku tak ingin kehilanganmu seperti aku kehilangan ayahku” ucap Dong Hae sambil mendongak ke arah Eun Hyuk. Air mata pun mengalir dari mata Dong Hae. Kini Eun Hyuk mendesah bingung, dia bingung harus melakukan apa. Ia merasa harus menghargai perasaan kedua sahabatnya yang trauma sekaligus mengkhawatirkannya itu. Di sisi lain, ia harus bertemu dengan noonanya karena noonanya membutuhkan bantuannya.

 

Kini Jessica melepaskan pelukannya pada Dong Hae dan memeluk Eun Hyuk. “Oppa, kumohon, aku dan Dong Hae oppa sangat menyayangimu, kumohon jangan pergi” pinta Jessica yang masih terisak. Baiklah, dua orang ini berhasil mempengaruhiku ucap Eun Hyuk dalam hati. Akhirnya, Eun Hyuk pun membatalkan niatnya pergi dan menunggu berhentinya hujan sambil menemani Dong Hae dan Jessica.

 

Onew  >< Ji Yeon Couple­Chicken is Very Meaningful Than Me??

“Pokoknya aku mau strap handphone yang Ppororo!!” rengek Ji Yeon sambil menunjuk strap handphone yang tergantung di balik kaca. “Aiish, iya iya, aku tahu! Sebentar lagi aku akan mendapatkannya!” jawab Onew sambil terus berfokus pada permainannya. Dan ternyata benar, Onew bisa mendapatkan strap handphone itu walaupun harus mengulang permainan itu sebanyak Sembilan kali. “Yeiy, Ppororo!” seru Ji Yeon sambil memandang strap handphone yang ada di tangannya kini. “Gomawo, Oppa!” lanjutnya sambil memeluk lengan kanan Onew. Onew hanya tersenyum sembari mengelus lembut rambut yeojachingunya itu.

 

“Onew ah~~!” seseorang telah memanggil Onew dari belakang. Onew dan Ji Yeon pun menoleh dengan bersamaan. “Jjoonnie Hyung!  Kau juga di sini??” jawab Onew ramah. Terlihat namja yang memanggil Onew tadi mendekat ke arah Onew dan Ji Yeon. “Oppa, dia siapa??” bisik Ji Yeon. “Dia sahabatku” kata Onew singkat. Pandangannya pun kini teralih pada sosok namja yang sedari tadi tak melepaskan senyumannya itu.

 

“Wah, kau ada kemajuan juga!” tanya namja itu girang. “Maksudmu??” kini Onew terlihat geram dengan namja yang merupakan member MBLAQ itu. Namja itu hanya tertawa menanggapinya. “Dia yeojachingumu??” tanya namja yang bernama Lee Joon itu. “Benar, cantik kan dia??” jawab Onew bangga. Lee Joon hanya mengangguk semangat menanggapinya.

 

“Boleh kau berikan dia untukku??” tanya Lee Joon polos yang sukses membuat Ji Yeon tersentak. Kini Ji Yeon memandang Onew, tapi Onew terlihat biasa saja dan tak berekspresi sepertinya. “Mana mungkin aku berikan dia dengan mudahnya untukmu” kata Onew sambil merangkul Ji Yeon  yang membuat wajah Ji Yeon menjadi bersemu merah. “Hahaha… arasseo. Baiklah, aku harus pergi dulu dan lain kali, kau harus mengenalkannya padaku! Annyeong!!!” Lee Joon lalu berlarian meninggalkan Onew dan Ji Yeon. Onew terlihat tersenyum hangat melihat tingkah Lee Joon sedangkan Ji Yeon masih menatap aneh punggung Lee Joon yang semakin menjauh.

 

“Dia sahabat baikmu??” tanya Ji Yeon yang kini mulai berjalan bersama Onew, hendak meninggalkan Mall itu. “Iya, apa itu terlihat jelas??” kini Onew menatap Ji Yeon dengan senyumnya. Ji Yeon terlihat memanyunkan bibirnya. “Sepertinya kau akan benar-benar memberikanku padanya” ucap Ji Yeon lalu membuang mukanya. Terdengar Onew sedikit tertawa.

 

“Dia artis, tetapi imege clueless menempel erat padanya, kau tahu aku tidak suka namja yang clueless” lamjut  Ji Yeon. “Benarkah?? Aku tak tahu ia punya image seperti itu. Tapi memang, dia benar-benar bodoh” kata Onew santai. Kini Ji Yeon menoleh ke arah Onew dengan cepat, tatapannya menggambarkan ia berkata ‘maksudmu??’. Onew yang melihat ekspresi Ji Yeon hanya tertawa lalu melihat ke arah lain. “Dia sudah tahu aku sangat suka dengan ayam, kenapa ia tak mau memberikan ayam padaku jika ia benar-benar ingin mendapatkanmu dariku?? Bodoh” jawab Onew santai. Ji Yeon pun menatap Onew marah. Mengetahui yeojachingunya sedang marah besar, ia lalu menjulurkan lidahnya ke arah Ji Yeon lalu berlari. “Jangan kabur kau, dasar otak ayam!!” bentak Ji Yeon lalu mengejar Onew.

 

Gong Chan >< Sulli CoupleWhat?? You Don’t Remind It?!

“Gong Chan Shik!” Gong Chan sedikit mendongak karena ada yang menghardiknya. “Mana buku catatan Matematikaku?? Jangan bilang kau lupa bawa lagi!” bentak namja yang ada di depan bangku Gong Chan. Gong Chan lalu menegakkan duduknya dan tersenyum ke arah namja itu sambil menggaruk kepalanya. Namja itu terlihat geram lalu membuang tatapannya setelah melihat ekspresi Gong Chan yang tak menunjukkan rasa bersalah. “Mian, Byung Hoon ah~ aku benar-benar melupakannya” ucap Gong Chan dengan cengirannya. Byung Hoon lalu menoleh dan menatap Gong Chan. “Baiklah, ini yang terakhir!” Gong Chan lalu tersenyum mendengarnya.

 

Byung Hoon yang hendak pergi tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menoleh pada Gong Chan. Ia menatap wajah Gong Chan yang masih mengantuk sedang meresahkan sesuatu. “Kau harus lebih bersabar, Channie” ujar Byung Hoon yang hanya ditanggapi anggukan lesu oleh Gong Chan. Byung Hoon lalu pegi meninggalkan Gong Chan. Gong Chan pun kini terlihat berdiri dan berjalan meninggalkan kelas. Gong Chan yang baru keluar dari pintu kelasnya itu dilihat oleh Sulli yang memang hendak menemui Gong Chan. Gong Chan terlihat melangkahkan kakinya di koridor itu dengan gontai.

 

Kenapa kini aku sedih?? Kenapa tiba-tiba aku lupa masalahku tapi aku tetap merasa sedih akan hal yang kulupakan itu?? Bahkan saat Byung Hoon memintaku untuk lebih sabar, secara reflex aku mengangguk, ini aneh~! ucapnya dalam hati. Tiba-tiba ia mendengar ada langkah yang mengikutinya. Ia pun menoleh dan ia mendapatkan sosok Sulli yang terlihat menghentikan lagkahnya. Wajah Sulli terlihat ingin menyampaikan sesuatu pada Gong Chan. “Sunbaenim, sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu” ucap Sulli sembari tertunduk memandang kaki kanannya yang tak dapat berhenti bergerak karena gugup. Gong Chan pun kini membalikkan badannya.

 

“Sebenarnya… aku ingin…” Gong Chan menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut Sulli. Tapi, tetap saja, Sulli terlihat tetap tertunduk dan tak mengatakan apapun. Gong Chan pun berbalik dan kembali berjalan. Pikirannya masih sibuk dengan sesuatu yang ia lupakan itu. Kini ia kembali menolehkan badannya karena Sulli masih saja mengikutinya. “Ada apa?? Apa yang ingin kau katakan??” tanya Gong Chan yang tak direspon apapun oleh Sulli. Wajah Sulli kini memerah, ia takut menatap Gong Chan. Gong Chan hanya memutar bola matanya dan kembali berjalan.

 

Tiba-tiba saja ia teringat sesuatu. Ia terhenti sebentar, lalu berbalik dan langkahnya semakin cepat berjalan menuju Sulli. Ia berdiri tepat di hadapan Sulii dan mencoba menatap mata Sulli yang kini tertunduk. Sulli pun mendongak dan menatap Gong Chan dengan canggung. “Katakan, katakan apa yang ingin kau katakan itu padaku!” ucap Gong Chan antusias. “Sunbaenim, sebelum itu, bolehkah aku memanggilmu ‘oppa’??” kata Sulli ragu-ragu. Kini Gong Chan mengangguk dengan semangat.

 

“Oppa, sa… saranghae… naega saranghaeyo, Oppa” kini Gong Chan membulatkan matanya dan menatap Sulli tak percaya. “Jinjja?? Gomawo Sulli ah~~” serunya lalu memeluk Sulli. “Mianhae, tadi aku mengacuhkanmu, karena tadi aku benar-benar lupa jika kau harus memberikan jawaban itu padaku” lanjutnya dengan nada bersalah. Sulli lalu melepaskan pelukan Gong Chan dan menatapnya. “Jadi, kau lupa?? Kau lupa jika kau telah menyatakan perasaanmu padaku??” kata Sulli sedikit membentak. Buru-buru Gong Chan memberikan alasan pada Sulli. “Mianhae, pikiranku terlalu penuh denganmu, aku takut kau menolakku, jadi dari kemarin aku selalu memikirkanmu hingga tadi aku lupa jika aku gelisah akan kau” jelas Gong Chan sembari memegang kedua tangan Sulli.

 

Sulli terlihat sedikit mendecak karenanya. “Cih, bagaimana bisa seperti itu, Oppa! Tiba-tiba saja aku takut menjadi pacarmu jika seperti ini. Nanti secara tiba-tiba kau melupakan jika kita telah berpacaran bagaimana??” kini Sulli membuang pandangannya ke arah lain. Gong Chan pun meraih wajah Sulli dan menghadapkannya ke arahnya. “Tidak akan, aku tidak akan melupakan jika kita berpacaran, karena aku akan selalu mengingatmu sebagai yeojachinguku” Sulli pun tersenyum dan memeluk Gong Chan.

 

Sung Yeol >< Suzy CoupleOppa, This is The End!

Suzy terus saja memainkan handphonenya dengan asik tanpa menghiraukan namja yang ada di sebelahnya. “Suzy ah~ jangan seperti ini terus, aku nanti sedih lho~~” ucap namja yang ada di sebelahnya, tepatnya Sung Yeol dengan aegyonya. Tiba-tiba saja Suzy kini memikirkan sesuatu. Ia lalu melirik Sung Yeol dengan tajam lalu kembali berkutat dengan handphonenya. Sung Yeol yang melihatnya pun langsung menarik-narik tangan Suzy. “Suzy ah~~ aku mohon, aku ingin melihat wajah cantikmu itu tersenyum padaku~~” rengeknya.

 

Suzy pun meletakkan handphonenya di meja lalu menatap Sung Yeol dingin. “Suzy ah, ada apa denganmu??” tanyanya kaget. Suzy menatap dalam mata Sung Yeol. “Oppa, aku sudah lama memikirkan ini…” tiba-tiba saja perasaan Sung Yeol berubah, dia menjadi berpikir yang tidak-tidak kini. “Walaupun awalnya ragu, tapi kini aku telah yakin” lanjutnya. Sung Yeol pun memegang tangan Suzy, tatapannya kini berubah menjadi menyedihkan (?). “Suzy ah…” “Oppa, aku mau kita putus” ucap Suzy tegas yang sukses membuat Sung Yeol dilanda kegalauan.

 

Sung Yeol pun sedikit terkekeh dan kembali menatap Suzy dengan wajah chodingnya. “Kau tak pintar melakukannya Suzy, aku tahu kau berbohong” kata Sung Yeol dengan tenangnya dan tak luput dari senyumnya. Tetapi tetap, Suzy menatap Sung Yeol dingin. “Aku bukan kau, Oppa. Ini tidak lucu untuk digunakan sebagai lelucon” wajah Sung Yeol dengan cepatnya lalu berubah. Ketakutan kembali melandanya. “Oppa, apa kau pikir setiap aku bersamamu aku tak merasakan malu?? Kau tahu, kelakuan chodingmu itu benar-benar membuatku malu!” Tidak, ini bukanlah akhir dari cerita bahagiamu, Sung Yeol! Cerita bahagiamu pasti akan berakhir bahagia, tidak mungkin diakhiri seperti ini! Sung Yeol meyakinkan dirinya bahwa ini bukanlah serius. Tapi kenyataannya, Suzy masih saja menatapnya dingin. “Suzy ah~ kumohon jangan akhiri ini, aku masih sangat mencintaimu, jebal Suzy ah~! Aku janji akan membuatmu semakin nyaman denganku!” ucap Sung Yeol dengan serius.

 

Suzy hanya tertunduk lalu melepaskan tangannya dari Sung Yeol. “Kau harus menerima ini, Oppa. Mianhae” ujarnya. Sung Yeol yang frustasi hanya mengacak rambutnya kesal. Ia tak habis pikir jika Suzy akan seserius itu. Suzy yang tertunduk pun kini terlihat sibuk. Ya, kini ia tengah sibuk menahan tawanya. Perlahan ia mendongak dan melihat wajah Sung Yeol yang terlihat dingin dan itu semakin membuatnya ingin tertawa terbahak-bahak. Tak peduli dengan pengunjung lain yang melihat tingkahnya geli karena ia mati-matian menahan tawanya yang seharusnya meledak itu, langsung saja ia peluk Sung Yeol yang kini tersandar lesu di kursi cafè. Kini tawanya pun tak dapat ia tahan lagi.

 

“Kau bahagia telah membuatku seperti ini, haah?!!” ucap Sung Yeol geram. “Entah mengapa, aku tiba-tiba ingin melihat ekspresi seriusmu, Opppa! Hahaha… tadi benar-benar memuaskan!!” ucapnya sambil melepaskan pelukannya. Sung Yeol kini melingkarkan tangan kanannya ke leher Suzy yang diikuti rintihan sakit dari Suzy. Mereka kini saling bertatapan. Tawa pun kembali meledak dari keduanya.

 

Min Woo >< Ha Young CoupleI’ll Always With You

Hari Senin memang hari yang melelahkan. Itulah yang dirasakan oleh Min Woo kini. Dengan langkah yang gontai Min Woo melangkahkan kakinya keluar gerbang. Tapi berbeda dengan Ha Young, dia yang periang sama sekali tidak terlihat lelah walaupun Min Woo terlihat sangat lelah. “Oppa, sebelum pulang, kita beli es krim dulu ya!!” serunya sembari tersenyum ke arah Min Woo yang terlihat sangat lelah. Ia kini menoleh ke arah Ha Young dengan tatapan miris. “Baiklah, kita beli es krim dulu. Tapi kenapa kau sama sekali tak terlihat lelah?? Apa sedaritadi tidak ada guru yang mengajar di kelasmu??” Ha Young hanya menggeleng dan menjawab, “Aku tadi menghabiskan bekalku yang dibawakan banyak sekali oleh eommaku!” jawabnya ceria. Aku juga sudah makan banyak di setiap istirahat jawab Min Woo dalam hati. Mereka pun berjalan ke kios es yang tak jauh dari sekolah mereka.

~~~***~~~***

“Oppa, sepertinya kau terlihat sangat lelah. Biar aku yang memesan es krimnya ya!” ucap Ha Young lalu berdiri dan menuju ke pelayan yang menjaga. Min Woo hanya memandangi Ha Young dari kejauhan. “Wah, gadis itu tinggi sekali ya!”

“Benar, dia juga sangat cantik. Aku iri dengannya, seandainya aku bisa setinggi dan secantik dia”

“Beruntung sekali namja tinggi yang bisa mendapatkannya!”

 

Min Woo mendengar percakapan dua yeoja yang duduk di belakangnya itu. Benar, Ha Young memang sepantasnya mendapatkan namja tinggi, namja yang juga bersemangat sepertinya, bukan namja sepertiku pikirnya dalam hati. “Oppa! Ini untukmu! Kau harus menghabiskan ini, walaupun hanya es krim, setidaknya ini dapat menghilangkan rasa penatmu itu” tiba-tiba Ha Young datang lalu menaruh semangkuk es di hadapan Min Woo. Ia pun kini terlihat sedang mengambil posisi untuk duduk di hadapan Min Woo.

“Ha Young ah~”

“Hmm~~” jawab Ha Young sambil menyendok es krimnya lalu menatap Min Woo.

“Kau mencintaiku kan??” tiba-tiba saja tatapan Ha Young berubah.

“Kenapa kau menanyakannya lagi?? Tentu saja! Aku selalu mencintaimu! Walaupun banyak yang mengatakan jika kita ini hanya cinta monyet, tapi aku tak sependapat dengan mereka. Aku ingin kita selalu bersama sampai kita tua nanti. Kau setuju itu kan, Oppa??”

Min Woo hanya menunduk. Ia takut jika nanti Ha Young berpaling ke namja tinggi dan melupakannya. Ternyata Ha Young memang benar-benar mencintainya. Ia pun menatap Ha Young sambil mengangguk dengan semangat lalu menyendok es krimnya.

~~~***~~~***
Keesokannya, Min Woo menjemput Ha Young untuk berangkat sekolah bersama. Ia terlihat sedang meminum susu kotak. Tak lama kemudian, Ha Young keluar dari pintu gerbangnya dengan sedikit berlari dan tentunya senyum tak pernah lepas dari gadis berambut panjang ini. “Oppa! Kau lama menungguku??” tanyanya setibanya di hadapan Min Woo. Min Woo yang masih meminum susunya hanya menggeleng semangat ala anak lima tahun. “Ayo kita berangkat! Nanti kita bisa ketinggalan bus!” Ha Young hanya mengangguk lalu berjalan beriringan bersama Min Woo.

 

“Oppa, aku hari ini membawakan bekal untukmu, jadi nanti saat istirahat kita makan bersama ya! Kau harus menghabiskannya, agar kau tak lelah seperti kemarin” Min Woo hanya menoleh dan tersenyum hangat pada Ha Young. “Gomawo Ha Young ah~ kau terlalu merepotkan dirimu sendiri dengan membawakanku bekal seperti itu” tanggap Min Woo lalu kembali meminum susu kotaknya tanpa melepas tatapannya pada Ha Young. Ha Young baru menyadari ada yang ganjal dengan tingkah Min Woo. Ia menatap susu kotak yang Min Woo minum, lalu mengangguk-ngangguk paham.

 

“Aku ingin tinggi Ha Young ah~ Apa ini terlihat aneh dimatamu??” tanya Min Woo. Ha Young hanya menggelengkan kepalanya. “Selama itu keinginanmu, bagiku itu tidak aneh” Min Woo sedikit kaget dengan jawaban Ha Young. “Apa kau mau aku bantu, Oppa??” dengan gerak cepat, Ha Young meraih tangan kanan Min Woo lalu menarik-nariknya. “Minum susunya, Oppa! Biar aku tarik-tarik begini tanganmu, siapa tahu dengan ini kau bisa cepat tinggi!” dengan kikuk, Min Woo menuruti perintah Ha Young. Dia berpikir kenapa Ha Young begitu baik padanya, bahkan Ha Young mau membantunya untuk menuruti keinginnya agar lebih tinggi bukan karena Ha Young menginginkan namjachingu yang tinggi, tetapi karena tinggi adalah keinginan Min Woo sendiri.

 

Akhirnya, Ha Young mengakhiri kegiatannya itu. “Sepertinya itu hanya akan menyakitimu, Oppa. Sebaiknya urungkan keinginanmu untuk tinggi itu. Seiring berjalannya waktu kau pasti akan tinggi!” ucap Ha Young sembari merapikan jas Min Woo yang sedikit berantakan karenanya. “Ha Young ah~ terima kasih karena kau masih mau bersamaku walaupun aku tak bisa menjadi namja yang seharusnya pantas untukmu” kata Min Woo sembari memegang tangan Ha Young yang sibuk merapikan jasnya. Ha Young hanya tersenyum lalu mengeratkan tangan Min Woo yang menggenggamnya. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju halte bus untuk menuju sekolah.

 

>>End<<

 

Gimana gimana?? Aneh kah?? Abis, author buatnya agak bingung, idenya pun author dapet waktu lagi nggak bisa tidur, hehehe. Readers sukanya couple yang mana?? Author sih sukanya Myungtal couple *gak ada yang nanya* mudah-mudahan aja couple yang readers sukain ceritanya nggak aneh,  miaaaann kalo memang kenyataannya ceritanya aneh *ngesot2 sambil megangin kaki readers*

Jangan lupa like dan commentnya iia, soalnya author masih baru banget nge-post ff author di blog, biasanya juga author post-nya di fb doang *kok jadi curcol o.O* yaudah, intinya comment dan like itu author sangat author butuhkan bagi kelangsungan hidup (?) author. Gomawo yang udah mau menyempatkan baca ff author ini, apalagi comment n ngelike ^^ *bow 180(?) derajat*