Author: rahinalollidela

Genre: Romance, Friendship

Length: Continue

Casts:

– Jessica Jung          – Lee Donghae

– Park Sandara        – Choi Siwon

– Kim Heechul

– Others

Notes:

Don’t be silent readers! ^_^ No plagiarism!

 

Jessica duduk tenang di balkon tamannya memperhatikan bunga-bunga yang dia tanam setiap natal pagi yang dilewatinya sendiri. Seminggu lagi natal. Dia tak ingin merayakannya sendiri. Tapi tentu saja, dia hanya ingin merayakannya dengan Heechul. Heechul harus kembali, atau tahun ini Jessica akan sendiri lagi.

 

Drrt~ Dttt~

“Ne, Dara-ya?” ucap Jessica pelan, saat Dara menelepon. “Eugh, Jessica, kau sibuk?” tanya Dara di sana. “Ah, kau ini kelamaan! Berikan teleponnya padaku!” Jessica tersenyum kecil saat suara Siwon samar-samar terdengar. “Minggu depan natal, ayo kita belanja!” suara Siwon jelas terdengar sekarang. “Hei, kalian butuh waktu berdua. Kalau setiap saat kalian mengajakku, kapan kalian akan punya anak?” omel Jessica. “In fact, kami belum menikah. Lagipula aku sudah bosan dengan Siwon.”

“Hei, bagaimana kau bisa bilang begitu? Kita sudah berjanji akan menikah”

“Biarkan saja. Lagipula, kapan kita berjanji?”

“Tepat kemarin.”

“Yang benar? Setahuku aku menjanjikan itu dengan Yesung Super Junior.”

“Hei, kau belum bisa mengakui aku lebih tampan dari dia?”

“Yah…, tapi dia lebih terkenal… dan kaya.”

“Hei! Kau sudah tidak menyayangiku?”

“Well…”

“Tampaknya kalian memang butuh waktu berdua,” Jessica memotong percakapan samar-samar antara Dara dan Siwon. “Ayolah, Sica… Kami tidak apa-apa..,” bujuk Dara. “Dara, pada kenyataannya nanti aku yang akan kesepian,” Jessica langsung terus terang. “Ah…, jadi begitu, ya? Ya, sudah. Selamat bersenang-senang…”

 

Jessica melangkah pelan kembali k kamarnya-lalu duduk di tepi tempat tidur dan menatap foto Heechul. “Sekali lagi, aku iri pada mereka. Kim Heechul, kau harus cepat kembali atau aku akan menanam bunga lagi. Kau tahu? Kukuku hancur karena itu…,” keluh Jessica pada foto Heechul yang tak akan bisa merespon apa-apa. Jessica terpikir sejenak akan sikap Donghae yang belakangan ini agak berlebihan untuk bos dan bawahan. “Kau mau aku jatuh hatu pada Lee Donghae?” tanyanya pada Heechul. “Cepatlah pulang sebelum aku tertarik dengannya,” lanjutnya.

 

Jessica’s POV

Membosankan! APa yang harus aku lakukan sekarang?! Ah, benar juga. Kalau dipikir-pikir, sejak aku tidak berteme Heechul aku jadi tidak pernah merawat wajahku. Sudah berapa tahun sejak aku terakhir kali memakai masker? Haruskah aku memakainya sekarang? Mungkin saja dia pulang tahun ini.

Ah…, sudah lama sekali tidak memakai masker, wajahku jadi tampak asing. Ting Tong! Oh? Heechul?!
“Heechul, apa itu kau?”

“KYAAAA!!!”

“KYAAAA!”

 

Author’s POV

Mereka berteriak, lalu terdiam. “K… k.. kau siapa?” tanya Donghae masih agak ragu. “Aku… aku Jessica!” ucap Jessica. “Tidak mungkin! Bagaimana bisa…? Kau… benarkah kau Jessica?” Donghae tenang sejenak. “Iya, aku Jessica!” Jessica agak kebingungan. Donghae hanya menggelengkan wajahnya tak percaya. “Aigoo… Aku bisa gila. AKU INI JESSICA JUNG, LEE DONGHAE!” Jessica mulai berteriak. “Tidak. Jessica Jung selalu bersikap sopan padaku.” “Terserah!”

 

“Wah, jadi kau benar-benar Jessica?” ucap Donghae saat Jessica kembali dari kamarnya dengan wajah yang sudah bersih. Jessica menghela nafas sejenak dan menarik sudut bibirnya lalu duduk di sofa. “President Lee, apa kau tidak tahu yang namanya masker?” gerutu Jessica. “AH…, bukannya begitu. Tapi wajahmu jadi sangat beda,” tanggap Donghae dengan senyumnya yang “wah”. “Tentu saja berbeda… Wajahku jadi berwarna hijau. President Lee, kalau kau mau, aku bisa menggantikanmu sebagai presedir perusahaan kecantikan dengan mudah kalau begini caranya,” yah, pada kenyataannya Jessica sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Lee Donghae yang tiba-tiba sebagai seorang teman. Beberapa kali dia bisa memperlakukan Lee Donghae dangan santai walau agak canggung rasanya. “Ah…, jadi kau mau menggantikanku, ya?” Donghae menyipitkan matanya. “Tentu saja! Posisimu itu semua orang menginginkannya! Dihormati, banyak disukai, yah…, walau kadang-kadang orang seperti aku akan sering sekali mengumpat dan menyumpahimu,” Jessica melipat kedua tangan di depan dada. “MWO? Jadi kau sering menyumpahiku?!” “Kenapa tidak? Gila saja! Semua tugas Dara dilimpahkan padaku! Ini semua kesalahanmu! Kau memecatnya saat tugasnya belum selesai!” pembelaan Jessica keluar dengan penuh amarah dan tentu ikhlas-sepenuh hati. “YAK!” “Mwo? Mwo? Mwo? Kau mau memecatku? Oke, lagi pula wanita cantik sepertiku bisa bekerja di perusahaan kecantikan manapun. Otakku ini… mendekati otak Einstein!” “Aigo…” Donghae menggelengkan kepala.

 

“Oh, seminggu lagi natal, kan?” Donghae mengamati kalender meja Jessica. “Ne. Kau ingin cepat-cepat belanja, kan, President Lee?” tanya Jessica sebelum memutuskan untuk melangkah ke dapur. “Mungkin saja… Hei, kau baru ingat memberiku minuman sekarang?” tanya Donghae setelah melihat Jessica menuju dapur dan mengikutinya. “Ne? Ah…, pada kenyataannya sebelum kau berkata begitu aku sama sekali tak ingat. Baiklah, kau mau minum apa?, President Lee?” Donghae menghela nafas lalu duduk di meja makan. Jessica jadi teringat masa itu. Dulu hanya Heechul yang duduk di kursi itu. “Apa pun,” Jessica berpikir sejenak mengingat apa yang Heechul katakan dulu ketika ditanya tentang minuman yang ingin dia minum. “Teh madu, Sayang,” begitu katanya. Jessica tersenyum sejenak. “Bagaimana kalau teh madu?” tawar Jessica. “Oke.”

 

***

 

Malam itu sangat sepi, bagi Jessica. Mungkin orang lain sedang sibuk berbelanja dengan pasangan masing-masing sekarang. Tapi dia? Yang dilakukannya hanya menunggu, menunggu, dan menunggu. Hatinya semakin mengkhawatirkan. Terkadang dia takut akan berpaling dari Heechul, tapi terkadang dia malah mencari pengalih perhatian untuk melupakan Heechul sejenak. Tak hanya itu, Heechul sedang apa, dengan siapa, bagaimana keadaannya, bahkan apa masih ada rasa untuk Jessica. Itu semua mengkhawatirkan Jessica. Tak bisa terbayangkan Heechul bersama wanita lain. Tidak. Yang cocok untuk Heechul hanya Jessica, yang bisa bertoleransi akan dinginnya seorang Kim Heechul hanya Jessica, bahkan yang bisa merespon dengan tak kalah dingin juga Jessica. Terkadang air matanya menetes. Takut. Entah kapan belaian di kepala yang kekanak-kanakan itu terasa lagi.

 

“Kau merindukanku?” suara itu terdengar. Jessica menoleh ke belakang. Wajah itu. Tak banyak berubah. Masih tampan tapi tetap terlihat dingin. Jessica sudah merindukannya. Sangat. “Oppa, oppa janji tak akan pergi lagi, kan?” tanya Jessica dengan air mata bercucuran. Heechul tersenyum tenang dan mengangguk. “Tentu saja. Aku…, akan cepat kembali, Sicaku sayang,” ucapnya. Jessica memegang tangan Heechul dengan sangat erat-takut dia akan pergi lagi. “Apa yang oppa maksud? Oppa sudah di sini bersamaku,” katanya seraya menatap dalam mata Heechul. Heechul menggeleng pelan. “Oppa tahu bagaimana aku merindukan oppa, kan? Oppa tahu, kan? Oppa tahu aku tersiksa, karena itu oppa kembali. Benar, kan?” tak menghiraukan gelengan Heechul-Jessica terus bertanya. “Aku tahu. Makan aku akan cepat kembali. Aku janji…,” pandangan Jessica menjadi samar-samar. Bukan, bukan pandangan Jessica yang salah. Heechul yang mulai memudar. Wajah dinginnya itu langsung direnggut oleh debu-debu kecil, lalu seluruh tubuhnya menghilang. “Hee.. Hee… Heechul! KIM HEECHUL!!!!”

 

To be continued…

 

Chapter ini agak gaje yah? Maklum… Author dirundung ujian… Mian… RCL!