Title : Okay. I Am Jealous
Author : Applersoti
Length : ONESHOT
Genre : Romance, Comedy
Rating : General
Main Cast : Kwon Jiyong (G-Dragon) and Sandara Park (Dara)
Support Cast : YG Family
DISCLAIMER: ALL CASTS BELONGS TO THEIR GOD. BUT ONLY THE PLOT IS MINE. SAY NO TO PLAGIARISM! USE UR FREAKIN BRAIN, FELLAS.
 
ATTENTION PLEASE!
DELUSIONAL MIND ARE REQUIRED IN HERE. THIS IS NOT THE FACT. DON’T GET ME WRONG, OKAY?
 
A/N: Hello!!!!!!!!! I’m bacccccccck!!! KALI INI DENGAN ONESHOT! Wuahahahahah xD aku bener-benerrrrr ketawa pas rumornya JaeDara, terus besoknya aku liat foto Dara ketangkep kamera jalan di belakang GD hauahahaha xD.FUNNY AND FISHY, and TOO OBVIOUS~ Oppa~ bwahahaha. DISINI HANYA JIYONG POV. HANYA JIYONG.
Okay.. enjoy the story guys. I hope u really like it! Thanks~
Here it goes! A Go Go Go~
 

Akhirnya YG FAMILY CONCERT yang pertama sukses di gelar. Dua hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Bertemu para penggemar di Jepang setelah kejadian yang menimpaku kala itu, membuatku merasakan hal paling luar biasa senang. Dan dengan gentle , aku meminta maaf kepada seluruh JVIP yang hadir malam ini karena apa yang telah ku lakukan.
Ku tegakkan badanku di kepala tempat tidur, mencoba menenangkan dan mengistirahatkan badanku. Lelah sekali hari ini. Sudah tiga hari aku tidak bisa tidur karena insomnia ku yang kambuh.
Saat di panggung tadi, memang aku sengaja tidak begitu berinteraksi dengannya. Kejadian ketika konser kami di Seoul, membuatku terkena teguran keras dari Sajangnim. Jadi, untuk konser kami di Jepang kali ini, Sajangnim memberitahuku untuk tidak terlalu obvious dengan Dara. Well… karena Sajangnim sudah menegur, apa boleh buat. Dengan kekuatan yang ku punya, aku berusaha untuk tidak terlalu dekat dengannya.
Yah… sedikit susah sih.
“Oh my God!” Ku dengar suara teriakan Seungri di luar kamarku. Ya… kami sudah berada di apartemen sewaan kami di Jepang. Kami disini hanya untuk show-show di Jepang, tidak begitu banyak barang yang kubawa kemari.
“Youngbae hyung! Lihat!”
Sebenarnya aku penasaran mengapa si bocah tikus berteriak seperti itu. Tapi… aku terlalu lemah untuk keluar kamar.
“Andwae!” samar-samar ku dengar suara Youngbae dan Daesung. Aigo… ada apa sih sebenarnya.
“Ya. Pelankan suara kalian..”
Aiyaaah, ok, untuk kali ini aku terlalu penasaran dengan apa yang terjadi diluar.
Dengan segenap tenaga yang kupunya, aku berdiri dari kasurku.
“Ck. Ada apa sih ribut-ribut!” ujarku gusar.
Kulihat mereka semua membeku di tempat. Raut wajahnya pun terlihat seperti orang ketakutan. Aku berjalan malas ke arah mereka. dan raut kepanikan mereka semakin menjadi-jadi
“Ahahahaha,” Youngbae tertawa kaku. “Mian, Nyong. Silahkan lanjutkan tidurmu,” sarannya sambil berusaha menutupi jalanku.
Kulihat Seungri masih berkutat dengan laptopnya.
“Ne… hyung! Maaf kami menganggumu,” kali ini Daesung yang berbicara.
“Sudah sana masuk!” perintah Seunghyun hyung sambil mendorong bahuku.
“Ya! Kenapa kalian semua? Aku bertaruh pasti ada yang kalian sembunyikan dariku, kan?” pikirku. Well… aku bisa mencium sesuatu yang tidak enak dari bahasa tubuh mereka.
“Aniya… tidak ada yang kami… sembunyikan darimu, hyung,” ujar Daesung. Matanya melirik kearah Youngbae. Aigo… kenapa mereka ini.
“Hyung! Ini tidak mungkin kan? Dara nuna tidak mungkin jalan dengan Kim Jaejoong!” pekik Seungri.
Apa? DARA? KIM JAEJOONG? JALAN? BERDUA? Maldo andwae.
“YA!!!!” teriakku. Aku berjalan gentar mencoba mengambil laptop Seungri, tapi belum aku berjalan, Youngbae sudah menghalangi jalanku.
“Ji. Tenang.” Tidak bisa. Aku tidak bisa tenang. Berani-beraninya bocah tikus itu berbicara seperti itu.
“Panda! Tutup mulutmu!” perintah Seunghyun hyung sambil menatap garang ke arahnya lalu berbalik menatapku. “Ne, Ji. Tenang… ini pasti berita yang tidak benar.”
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. “How come- ,” aku mendengus. “Ya! kemarikan laptopmu! Aku ingin lihat!” perintahku pada Seungri.
Dengan takut-takut Seungri menyerahkan laptopnya padaku. Aku duduk di sofa yang tak jauh dariku.
KIM JAEJOONG DATING WITH SANDARA PARK?
 
Salah seorang netizen tak sengaja melihat Kim Jaejoong berkencan dengan Sandara Park di sebuah coffee shop di tengah kota. Ia membagikan berita itu kepada netizen yang lain di fancafe miliknya. Netizen-netizen pun mulai tertarik dengan berita yang ia punya. Ia bilang bahwa ia melihat Jaejoong sedang menikmati kopi berdua dengan Dara –begitulah ia disapa-, dia beranggapan bahwa mereka berkencan. Tapi ketika beberapa netizen menanyakan tentang apakah dia mempunyai foto mereka berdua, dia menjawab, “Foto yang ku ambil blur, jadi tidak bisa terlihat dengan jelas.” Wah.. apakah benar mereka berpacaran? Yang kita tahu adalah bahwa tahun ini larangan tidak-boleh-berpacaran Sandara Park dan Park Bom telah habis masa waktunya. So… are they real? We will se…
 
Kurasakan badanku panas membaca kalimat demi kalimat di berita tersebut. Memang berita itu tidak terlalu panjang tapi… Astaga… ini tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi. Kedua tanganku yang sedari terkepal memerah. Ok…
“Ji… are you okay?” tanya Youngbae khawatir.
Ku kembalikan laptop milik Seungri dengan kasar. Ku putuskan untuk kembali ke kamar, dan beristirahat. Kepalaku serasa mau pecah.
“Jiyong-ah. Ingat, kua harus percaya nuna!” teriak Seunghyun hyung dari kejauhan sebelum pintu kamarku kututup dengan kencang.
Awalnya aku sungguh-sungguh senang karena larangan tidak-boleh-berpacaran milik Dara sudah selesai tahun ini, jadi aku bisa leluasa berinteraksi dengannya. Tapi… kurasa ini tidak akan berjalan dengan mulus. Karena, setelah ini aku yakin. Fanboy-fanboy nya sudah mengincar. Aigo… Dara-ya. Mengapa kau begitu gampang disukai… aku tak suka dengan mereka semua…
Lemas badanku. Ku jatuhkan badanku di atas tempat tidur super king bed ku.
Ku ambil ponsel milikku yang ada di sebelahku. Ke tekan tuts-tuts ponselku, menelpon seseorang yang ini ku rengkuh sekarang.
“Jiyong-ah…” Suaranya yang merdu menyapaku.
“Ne…”
“Tidak tidur? Ada apa menelponku malam-malam seperti ini?”
 
“Kau mencintaiku?”
“Ne?”
 Aku bisa mendengar suara kebingungannya. Bagaimanapun juga aku harus meyakini diriku bahwa dia memang benar-benar mencintaiku.
“Apa kau mencintaiku?” ku ulangi lagi pertanyaannya.
Kudengar tawanya yang renyah di ujung telpon. “Hahaha, kenapa kau bertanya seperti itu? Sudah pasti aku mencintaimu. Sangat. Sangat mencintaimu…”
 
“Aku juga mencintaimu…”
“Aku tahu… hmm… Ji,”
 
“Hmm?” gumamku.
“Aku tahu kau sudah membaca berita itu.”
 
Wow! Secepat itu dia mengetahuinya? Omo….
Kutegakkan badanku sehingga duduk di tepi kasur. “Mwo? A-a-aku tidak membaca apapun,” aku mencoba bergeming.
“Tak usah bohong.”
 
“Aku tidak-“
“Look. Aku tahu kau mencoba berbohong. Tapi tolong, percaya padaku, aku tidak pernah pergi dengan lelaki manapun selain kau, Sanghyun, dan YG FAMILY. Kau tahu itu kan?” nada bicaranya sekarang berubah menjadi serius.
“Rumor is just a Rumor.” Dia menekankan kalimat terakhir itu dengan sangat jelas. Sejelas aku bisa mengerti apa maksudnya.
“Aku tahu. Well.. I get Jealous.”
“Hahahaha,” tawanya yang nyaring mengelegar di kupingku. “Ne, arraseo. Aku bisa merasakan aura kecemburuanmu dari suaramu, sayang. Tapi percayalah, aku tidak mungkin seperti itu…”
 
“Err… its killing me softly, you know…” Indeed. Benar-benar ingin membuatku mati. Jika rumor ini benar adanya, Tuhan please bunuh dia!
“Aku tahu, sayang… besok kita bicara ya… ini sudah larut malam, kau harus segera tidur. Kau pasti lelah karena show tadi. Aku tak ingin kau sakit..”
 
Bagaimana bisa kau tidak mencintaimu, Sandara Park. Perhatianmu benar-benar… membuatku… ck! Susah dijelaskan.
“Baiklah.. aku tidur ya.”
“Ne, kututup ya telponnya?” Bisa kurasakan dia tersenyum saat ini.
“Hmm… eits, tapi tunggu dulu. Goodnight kiss for me?”
Dia tertawa lagi. “Hahaha. Okay.. okay… Goodnight my Prince. I Love You. Muaaaacccch!!!”
 
Aigo… walaupun kecupannya hanya di telpon, tapi bisa kurasakan di bibirku juga. Hahahahahahaha~
“Muach! I love you, too. Annyeong!”
Telpon pun terputus.
Well.. walaupun hanya di telpon setidaknya ini bisa membuat hatiku sedikit tenang. Yeah.. aku akui rasa cemburuku padanya memang terkadang agak berlebihan. Itu bukan tanpa sebab. Fanboy miliknya sangatlah banyak.
Hah… tenanglah lah, Kwon Jiyong… tenang. Sebaiknya aku tidur sekarang…
(Tomorrow Afternoon)
Well.. akhirnya aku sudah berada di Gimpo Airport untuk kembali ke Korea sore ini. Hari ini aku belum bertemu dengannya, karena aku harus rapat dengan sajangnim dan kepala agensi YGEX untuk album GDTOP yang akan rilis di Jepang.
“Oppa!!!! Jiyong Oppa!!!” teriakan-teriakan fans yang memanggilku tak henti-hentinya terdengar saat aku masuk ke dalam airport.
Dan saat aku masuk ke dalam, aku bisa teriakan-teriakan mereka memanggil gadis kesayanganku. Yeap! She’s here~
Aku tak bisa menyapanya. SEJAK, Sajangnim menegurku aku jadi harus lebih berhati-hati dengannya.
“Mohon perhatian. Penumpang pesawat Korean Airlines dengan nomor penerbangan 84920GA harap untuk segera masuk ke dalam pesawat.”
Aku mendengar suara seorang informan di speaker informasi. Yes! Akhirnya pesawat kami datang!
Rombongan YG FAMILY berbondong-bondong masuk ke dalam pesawat. Sebelumnya, kami harus di cek dulu paspor serta visa kami.
And finally. We’re here. Seperti yang dikatakan Dara semalam, kali ini kami harus berbicara face to face. Karena itu, tiket yang dipegang Bom nuna ditukar denganku. Dan sepertinya dia senang-senang saja, karena tempat dudukku memang bersebelahan dengan Seunghyun hyung. Aigo… pasangan baru…
“Hai…” sapaku sambil tersenyum saat dia lewat di depanku. Aku sengaja menunggunya masuk ke dalam pesawat hehehe.
“Hai!” balasnya riang. Aigo… warna rambutnya yang sekarang berwarna coklat benar-benar membuat dirinya makin menawan. Tidak sadarkah ia banyak sekali lelaki yang tertarik dengannya. Hah~
“Come on!” kataku. Kulihat dia mengangguk senang.
Aku jalan terlebih dahulu, disusul dia dibelakangku.
Dan kami pun sampai di tempat duduk eksklusif kami. Well… sajangnim memesan pesawat Eksekutif untuk kami. Hahaha, beruntungnya mempunyai bos seperti dia.
“Masih cemburu?” cerocosnya begitu saja. Err… menggodaku eh?
“Ne?”
Dia tertawa lalu duduk di sebelahku. “Kau masih cemburu dengan berita tadi malam?” tanyanya sambil tersenyum.
Aku mengaitkan kedua alisku, lalu membentuk wajah bingung.
“Cemburu? Kau masih bertanya apakah aku cemburu atau tidak?” tanyaku dengan ketidak percayaan.
“Hahaha jealous boy. Itu bohongan, Ji. Trust me,” ujarnya sambil membelai pipiku.
“Cemburu itu wajar kan…” aku mencoba untuk ‘masih’ terlihat tidak suka dengan rumor. Yah, sebenarnya aku sudah tidak ambil pikir dengan rumor. Aku tahu tipe idealnya hahaha. Tough, cute and young boy… need I say more? It’s me, indeed. Hahahaha
“Ihhh gemes!”
“Appo!” cubitannya memang tidak pernah tidak sakit. Badannya saja yang kurus, padahal kekuatan di dalamnya benar-benar… WOW.
Sesaat kemudian dia melepaskan cubitannya lalu tertawa riang. “Kau itu seperti anak kecil saja sih…”
“Para penumpang yang terhormat, kami akan mengilustrasikan pemakaian alat keselamatan di dalam pesawat ini..”
Obrolan kami terhenti sebentar saat seorang pramugari sedang menjelaskan pemakaian alat pesawat di depan.
“Mohon periksa kembali sabuk pengaman Anda. Pastikan sudah terkait dengan benar. Sesaat lagi, pesawat akan lepas landas…”
Kupakaikan sabuk pengaman untuknya. “Gomawo…” katanya sambil tersenyum manis.
Aku hanya mengangguk sambil membalas senyumnya.
Sepuluh menit kemudian, pesawat lepas landas. Tangan kami terkait satu sama lain. Dia.. agak takut dengan ketinggian sebenarnya. Tapi apa boleh buat, dia harus professional dengan pekerjaannya. Awalnya dia sangat takut, tapi lama-kelamaan bisa beradaptasi.
Selang beberapa menit, pesawat sudah terbang. Syukurlah…
Aku menatapnya lembut, dia juga menatapku tak kalah lembutnya. Hayah… aku tak sanggup menahan hasratku untuk tidak mencium pipinya.
“Aigo… Ji. Banyak orang…”
Benar saja, Jinu dan Sean hyung yang berada di dekat kami menatapku mengejek. “Wae?” tanyaku ketus.
“Hahaha… lanjutkan, anak muda,” kata Jinu hyung percaya diri.
“Cish… tahulah yang sudah tua,” balasku. Sean hyung, aku dan Dara pun tertawa.
“Sialan kau, Hahahaha…” Jinu hyung pun tertawa. Aigo..
Setelah perbincangan yang tidak penting itu, aku beralih ke Dara. “Jadi.. jelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” ucapku tegas.
Dia mengelus rambut yang sekarang sudah tidak botak lagi, pelan. “Hahaha…” lagi-lagi dia tertawa. Eih.. aku tak pernah bosan mendengar tawanya. Ck..
“Jelaskan apa?” tanyanya polos. What? Dia masih bertanya untuk menjelaskan apa?
“Kau masih bisa bertanya seperti itu?,” aku mendengus kesal. “Terserah kau lah,” ku majukan bibirku ke depan, hingga menghasilkan wajah yang benar-benar cemberut.
“Ei… jangan ngambek dong,” ditariknya wajahku hingga menatapnya.
“Gak ngambek,” jawabku singkat.
“Benarkah?” kedua alisnya dinaikkan keatas, dan senyumnya benar-benar…
Aku hanya mengangguk sambil mengalihkan wajahku darinya.
“Kalau dirimu tidak ngambek, tidak mungkin kau mengalihkan pandanganmu dariku.” Ditariknya kembali wajahku.
“Makanya, jelaskan,” kataku kesal.
Dia tertawa sambil menundukkan kepalanya. “Iya.. iya..”
“Well..” dia memulai pembicaraan. Ku tatap dia dengan serius. Benar-benar penasaran.
“Cerita tidak ya…”
“Aigo jinjja. Ya!” aku mendengus kencang. Benar-benar wanita ini membuat kesabaranku habis.
“Hahaha, iya iya sayang, aku jelaskan. Tapi please, bibirmu jangan di manyunin ya…” rujuknya sambil menyentuh bibirku.
Dengan sabar akhirnya aku mencoba tidak cemberut.
“Jadi… berita itu sebenarnya… bohongan,” katanya.
Ku kerutkan kedua alisku, tidak mengerti. “Maksudnya?”
“Maksudnya…” lalu dia tertawa. Astaga.. mengapa hari ini dia begitu banyak tertawa.
“Jangan tertawa dulu!” perintahku.
“Aigo… galak sekali.” Aku menatapnya. Dan dia mengerti maksud dari tatapanku itu. Jadi.. dia melanjutkan penjelasannya.
“Jadi… rumor tentangku itu sengaja dibuat oleh Sajangnim,” ucapnya pelan.
MWO IGE??? SAJANGNIM??? Astaga… pening kepalaku.
“NE??????? Ja-ja-jadi….” Aku tidak percaya. Ya Tuhan… YG hyung… you really mean with me. Really mean. Apakah kau sengaja membuatku menjadi cemburu buta seperti ini, ha?
“Iya. Makanya jangan langsung cemburu..”dia mencolek hidungku. “Kau kan tahu aku tidak akan mungkin seperti itu, Jagiya,” ujarnya sambil tersenyum.
Bodoh. Aku bodoh. Benar-benar bodoh. Bisa-bisanya aku termakan rasa cemburu seperti ini. Astaga…
“Jadi.. sajangnim…”
“Yeap! Dia yang mengatur semuanya. Tapi.. bukan berarti aku benar-benar bertemu dengan lelaki itu ya. Tidak sama sekali. Itu hanya berita palsu. Kau kan tahu, malam itu seperti yang dibilang si penulis, aku sedang bersamamu di dorm. Ingat?”
Tuhan. Aku….aku… benar-benar termakan cemburu. Aku ingat! Aku ingat sekarang! Ya ampun, kenapa aku tidak memikirkannya sampai kesitu sih.
Aku menghembuskan napas lega. “Syukurlah… Iya aku ingat…”
“Ck. Makanya jangan terlalu cemburu. Akibatnya begini kan…”
Aku menatapnya kesal. “Cemburu kan di bolehkan.”
“Tapi sifat pencemburumu kadang-kadang suka kelewatan.”
“Kelewatan bagaimana?”
“Iya… kau cemburu tapi tidak lihat dulu sebenarnya apa faktanya. And see now. Kau benar-benar termakan api cemburu. Am I right?”
Dengan sedikit keterpaksaan akhirnya aku mengangguk mengiyakan. “Yes, you’re right.”
“Tenang, my cutie boy. Selama tipe idealku, masih kau, aku tak akan pernah menduakanmu.”
“Jadi… kalau tipe idealmua tiba-tiba berubah menjadi fanboymu itu kau akan menduakanku?”
Satu alisnya terangkat naik. “Siapa?”
“Jang Wooyoung!” kataku tegas. Lelaki itu memang benar-benar fanboy kekasihku.
Dia tertawa terbahak-bahak ketika aku menyebutkan nama itu. Zzzzzz
“Kenapa tertawa, he?”
“Jadi, kau sekarang cemburu dengan… lelaki terlucu di 2PM itu? Oh my… hahahahaha…” kali ini dia tertawa lebih keras.
“Wae~? Salah?” tanyaku polos.
“SALAH!” jawabnya di sela-sela tawanya. Aigo.. jinjja. Gadis ini benar-benar…
“Ji-ah..” panggilnya di saat tawanya sudah mereda.
“Mwo??” jawabku ketus.
“Tenang, Ji… walaupun dia memang lucu, imut, ganteng, jago menari, suaranya pun juga bagus, dan juga… dia lebih muda dariku..” Ya. Ya. Ya. Ya. Dia sekarang mulai menceritakan kelebihan si bocah lucu itu. Ok.. kurasa setelah sampai nanti aku ke pemadam kebakaran. Untuk apa? UNTUK MEMADAMKAN API CEMBURUKU. Geez.
“Tapi tak pernah ada yang setangguh kau, selucu kau, semuda kau, se-pangeran kau, semanis kau, dan seganteng kau di hatiku. You irreplaceable, my Sexy Guy,” jelasnya sambil menatapku menggoda. Kedua alisnya dinaik turunkan.
“Pokoknya pas nanti sampai di Korea. KAU!” aku menunjuk mukanya. “KAU HARUS BERADA DI SEBELAHKU! TITIK! TIDAK ADA KOMA, TANDA TANYA, TANDASERU, TANDA KURUNG TUTUP, KURUNG BUKA, TANDA KUTIP, DAN LAIN-LAIN. ARRASEO???!”
“YA!” sebuah jeruk yang masih utuh terlempar kearahku. “BERISIK SEKALI KAU, JIYONG!”
“BUKAN URUSANMU, KUSH HYUNG!” balasku kencang.
“Lebih baik kau padamkan api cemburumu, aku tak ingin terbakar di pesawat ini! Hahahahaha…”
Seantero (?) ruangan tertawa. Astaga. Sialan. Aku jadi merasa terpojokkan.
“Sudah… sudah…” Dara angkat bicara. “Kush oppa,.. kau juga lebih baik urus kegalauanmu…”
Hahaha Dara membelaku! Rasakan kau hyung!
“Tuhkan. Ck. Iya.. aku nanti akan di sebelahmu. Tapi untuk apa?”
“SEBAGAI BUKTI BAHWA KAU MEMANG MILIKKU! Hahahaha.”
Kali ini sandal hotel terlempar kearahku. “YA! DIAM! BOM SEDANG TIDUR!”
Sesosok mahluk tinggi berdiri dari bangkunya. Menatapku nanar. Err.. okay… Seunghyun hyung beraksi.
“Mian… hyung…”
Well… hari itu Dara benar-benar melakukannya. Setelah sampai di Korea, Dara berada di sebelahku hingga keluar tempat pengambilan barang. Karena tidak ingin terlalu terlihat mencurigakan, aku jalan duluan dan dia tepat dibelakangku.
Yah… cemburu? Its okay… we’re still young, aren’t we? Hehehe..
-END!-
Sorry ya pendek hehe. ditunggu RCLnya❤