Author                  :  Choi Reri

Judul                     :  What should I do ? chapter 2 {END}

Main cast             : choi Siwon

Im Yoona

*dirahasiakan*

Lee Donghae

Tiffany Hwang

Genre                   : Romance, Sad, Friendship

Rate                       : G

Length                  : Two Shoot

Disclaimer          :

semua cast dalam cerita ini merupakan tokoh real namun alur ceritanya MURNI dan ASLI hasil imajinasiku.

DON’T BE A PLAGIATOR !!!

Cuap-Cuap Author :

Anyyeong chingu…

Choi Reri here..

Reri baru dibidang per-ff.an

Mian karena ceritanya gaje

 

Gomawo buat author SJFF yang publish ff gajenya Reri J

FF ini pernah di publish di wp pribadi Reri http://choireri.wordpress.com

 

Warning !!!

Typo bertebaran

Hehehe

 

ayo, tebakan siapa yang benar tentang tokoh yang *dirahasiakan*

Happy Reading  chingudeul 🙂

 

——–

Hari-hari berlalu dengan cepat dan Siwon sunbae semakin gencar mendekatiku. Bahkan sekarang ia sudah setiap pagi menjemputku. Terang saja aku menolaknya tapi ia bersekongkol dengan eomma. Entah sejak kapan ia akrab dengan eomma. Eomma sampai tega menyita mobilku agar aku mau pergi dengan Siwon sunbae. Benar-benar menyebalkan. Rutukku dalam hati.

 

Tidak hanya itu, ia juga selalu mengirimiku puluhan.. ah aniya.. bukan puluhan tapi ratusan sms dalam sehari. Padahal tak ada satu smspun yang kubalas tapi ia tetap rajin menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah ia dapatkan jawabannya. Awalnya, aku hanya bersikap dingin dan membiarkan ini semua. Aku berharap ia menyerah dan melupakanku. Tapi tidak. Itu tidak akan terjadi jika melihat sikapnya saat ini.

 

“Princess, kita makan dulu ya. Aku sangat lapar”

“Terserah kau saja. Lakukan apa yang kau inginkan. Aku tak peduli. Anggap saja aku bonekamu” acuhku, kali ini aku sangat kesal dan memanggilnya dengan ‘kau’. Aku tidak peduli jika Ia menganggapku sangat tidak sopan. Ia mengerem mobilnya dengan tiba-tiba

“Apa kau benar-benar membenciku Yoona –ssi” deg.. baru kali ini aku mendengarnya memanggil namaku dengan formal seperti ini.

“ne… aku memang membencimu. Aku benci dengan semua sikapmu selama ini. Aku benci.. benci dan teramat benci” teriakku histeris di depan wajahnya.

“wae???”

“tak ada alasan. Aku hanya membencimu”

“Apakah sudah tak ada kesempatan untukku? Apakah kau masih memikirkannya? Aku lebih dulu mengenalmu Yoona-ssi daripada Cho Kyuhyun, tapi kenapa kau memilihnya. SELALU memilihnya bahkan hingga sekarang saat Ia telah setahun lebih tak ada di dunia ini lagi, kau tetap memilihnya” teriaknya tak kalah kencang.

“itu bukan urusanmu Siwon-ssi. Jangan katakan kalau Ia sudah tak ada di dunia ini lagi. Aku tak mau mendengarnya” aku menutup telingaku dengan kedua tanganku.

“berhentilah menganggap Ia masih ada di dunia ini. Kau harus menerima kenyataan Yoona-ssi. Jika kau terus seperti ini, hanya akan menyakiti dirimu sendiri dan juga Kyuhyun. Aku yakin Kyuhyun tak ingin melihatmu seperti ini”

“shirreo… shirreo… shirreo… Aku akan tetap memikirkannya. kau tak punya hak untuk mengatur hidupku Siwon-ssi dan darimana kau yakin bahwa Kyuhyun oppa tak ingin melihatku seperti ini… cihh.. berhentilah sok tahu Siwon-ssi” kataku penuh emosi.

“Arrrggggg….. apa yang harus kulakukan agar kau mau melihatku Yoona?”

“kau tak perlu melakukan apapun karena aku tak akan pernah melihatmu” Aku keluar dari mobilnya dan menghentikan taksi yang lewat dihadapanku.

 

Nafasku memburu menahan amarah. Aku semakin membencimu Siwon-ssi. Kau tak berhak berkata begitu tentang Cho Kyuhun. Aku membencimu.. amat sangat membencimu.. aku tak akan pernah memaafkanmu.

——–

Aku meminta supir taksi tadi mengantarkanku ke tempat ini. Tempat dimana jasad orang yang sangat kucintai dimakamkan. Kupandangi makamnya. Aku tak dapat menahan air mataku. Aku terduduk dan menangis sejadinya-jadinya.

 

Wae???

Kenapa kau meninggalkanku oppa???

Kenapa kau tak mengajakku pergi bersamamu???

Kenapa kau membuatku merasakan rasa sakit ini oppa???

Kenapa kisah cinta kita harus berakhir tragis seperti ini opaa???

 

Teriakku histeris tapi tak ada satupun jawaban dari seorang Cho Kyuhyun. Ia tertidur dengan sangat nyaman dibawah gundukan tanah ini.

 

Kau mengingkari semua janjimu. Kau berjanji akan selalu ada disampingku. Kau berjanji akan selalu mencintaiku dan tak kan pernah membuatku terluka. Tapi kenapa sekarang kau membuat luka yang mendalam dihatiku oppa??? Bahkan seorang dokter terhebat di dunia ini pun tak mempunyai obat untuk luka yang kurasakan sejak kau meninggalkanku.

 

Kau bahkan berjanji akan melamarku jika aku telah lulus kuliah dan kita akan pergi ke paris untuk melaksanakan bulan madu. Kau memberiku harapan indah itu oppa. Kemana semua janji itu oppa? Aku bertanya dengan lirih berharap kali ini ia akan menjawabku. Aku menunggu sejenak tapi tetap tak ada jawaban itu, hanya kebisuanlah yang kutemukan.

 

Kuatur nafasku, kuhapus air mata yang menggenang di pipiku. Kupukul dengan pelan dada kiriku. Tapi tetap kurasakan rasa sesak itu. Kuhembuskan kembali nafasku lewat mulut dan perlahan kutegakkan tubuhku. Kupandangi lagi makamnya saat aku telah merasa sedikit tenang dan mampu mengontrol emosi yang memburuku tadi.

 

Aku kembali berkata lirih.. What should I do ? tolong katakan apa yang harus kulakukan sekarang oppa. Aku tak ingin melupakanmu tapi aku sadar aku tak bisa terus-terusan seperti ini. Aku ingat semua nasehatmu dulu oppa, aku tak boleh egois.. tak boleh mementingkan kesenangan sendiri dan menyakiti orang lain. Aku masih mengingat semuanya oppa.

 

Memori otakku seolah tahu apa yang kuinginkan saat ini. Semua kenangan tentang kita terukir jelas di kepalaku. Pertemuan pertama kita di perpustakaan, kala itu aku terjatuh karena terlalu banyak mebawa novel. Kau  membantuku sekaligus membawakan beberapa novel itu untukku. Senyummu kala itu begitu indah oppa. Begitu mempesona dan mengikatku untuk selalu melihatmu. Kebahagiaanku semakin bertambah ketika kau memintaku menjadi yeojachingumu. Sejak itu, semakin banyak kenangan indah yang kita ukir berdua. Tapi sayang, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Kau memberiku satu tahun yang sangat membahagiakan dan kau juga memberiku satu tahun yang begitu sulit kulewati setelah kecelakaan tragis itu merenggut nyawamu. Aniyo, bukan hanya nyawamu tapi juga nyawaku karena kepergiaanmu turut merenggut kebahagiaanku, nyawa terbesar dalam hidupku.

 

Kembali hanya hening yang kudapatkan. Tak ada balasan darinya. Aku sangat merindukanmu oppa. Rindu akan sikap jahilmu, rindu akan canda tawamu dan rindu akan cintamu yang hanya untukku. Aku berjanji oppa, ini yang terakhir kau melihatku rapuh dihadapanmu. Kelak, aku akan kembali dengan senyum merekah di wajahku dan aku juga berjanji untuk menyayangi diriku lagi. Tak akan aku sia-siakan lagi hidupku oppa. Aku akan bangkit dan membuktikan padamu bahwa yeojachingumu ini adalah yeoja yang kuat.

 

Perlahan aku melangkah meninggalkan makan namja yang sangat kucintai ini. Aku menoleh sekali lagi, tunggu aku oppa. Aku akan kembali saat aku benar-benar telah menemukan kebahagiaanku dan dapat tersenyum lagi untukmu dan semua orang yang kusayangi dalam hidupku.

——–

Sudah satu bulan sejak kejadian aku bertengkar dengan Siwon sunbae dan meluapkan perasaanku pada makam Kyuhyun oppa. Sejak saat itu juga, aku berusaha untuk move on. Ternyata tak sesulit yang kubayangkan selama ni. Aku hanya perlu menerima kenyataan, seperti ucapan Siwon sunbae waktu itu.

 

Siwon sunbae, tiba-tiba nama itu memenuhi pikiranku. Selama satu bulan ini, ia tak pernah lagi menggangguku. ‘mengganggu’. Entahlah, setelah merenungi semua hal yang terjadi antara kami berdua. Aku sadar, dia bukanlah menggangguku. Semua itu ia lakukan hanya untuk menarik perhatianku dan berniat mengembalikan aku yang dulu.  Karena berkat pertengkaran kami dahulu lah aku kembali tersadar. Bukan aku yang menutup diri dan terkesan dingin yang diinginkan Kyuhyun oppa. Aku yakin dan sadar yang diinginkan oppa adalah kembali melihatku ceria dan bahagia seperti dulu.

 

“Yoong, berhentilah melamun seperti itu” Tiffany menyadarkan lamunanku

“aniyo Tiff, aku hanya memikirkan sesuatu” balasku dengan senyuman

“emmm.. aku tak bermaksud mencampuri urusanmu dengan Siwon oppa. Tapi aku benar-benar tak tega melihatnya murung selama sebulan ini Yoong dan aku melihat kau pun begitu.. Apakah kau yakin, kau tidak mempunyai perasaan yang lebih ke Siwon oppa?”

“molla… Aku sendiri bingung dengan hati dan perasaanku saat ini Tiff”

“Kau yang tahu apa isi hatimu Yoong. Coba kau renungkan kembali dan tanyakan pada hatimu. Apa yang sebenarnya kau rasakan dan jangan membohongi perasaanmu sendiri Yoong”

“Gomawo Tiff.. akan ku pikirkan lagi”

“cheonma.. hanya nasihat itu yang bisa kuberikan padamu sebagai sahabatmu Yoong. Aku tak ingin kau terluka lagi. Aku ingin Yoong yang dulu. Yoong yang selalu penuh dengan keceriaan. Benar-benar keceriaan. Bukan hanya pura-pura ceria seperti yang kau lakukan setahun ini” tatapnya dengan penuh tulus. Aku terharu mendengar kata-kata dari sahabatku ini. Aku tahu dia sangat menyayangiku. Bodohnya aku jika mengingat kelakuanku setahun ini.

——–

Kuambil hpku yang bergetar dengan malas. One message. Kubuka dan mataku langsung membulat ketika melihat nama pengirimnya.

 

From : Siwon Sunbae

Yoong, bisakah kau keluar sebentar?

Aku ada di depan rumahmu

Kumohon untuk terakhir kalinya

L

 

Tanpa berpikir dua kali. Kuambil jaket dan berlari keluar rumah. Tak kuhiraukan eomma yang berteriak memanggil namaku.

 

hosh hosh hosh

 

Ternyata berlari dari kamar sampai depan rumah cukup membuatku ngos-ngosan…

Kuatur nafasku dan keluar dari pagar. Kulihat ia bersandar di depan mobilnya. Menundukkan kepala memandangi kakiknya. Perlahan ia mendongak ketika aku telah ada di hadapannya.

 

“Apakah kau tak keberatakan jika kita berbicara di tempat lain?” Aku hanya menggangguk dan seperti biasa , ia membukakan pintu mobil untukku. Perlakuannya ini membuatku deg-degan.

 

Kami sampai disebuah taman yang malam ini terlihat sepi. Hanya terlihat sepasang kekasih yang duduk diujung taman. Aku melihat Siwon sunbae duduk di bangku taman yang mengarah ke kolam kecil. Pemandangan yang indah. Pikirku. Ia menepuk bangku yang ada disampingnya dan aku mulai duduk disana. Awalnya terasa sangat canggung. Ia diam dan begitu juga denganku. Kuberanikan untuk memulai pembicaraan.

 

“apa sunbae mengajakku bertemu hanya untuk diam-diaman seperti ini?”

Kudengar ia menghembuskan nafas.

“mianhae.. mianhae karena sikapku selama ini yang terus mengganggumu. Aku melakukan itu hanya untuk menarik perhatianmu. Aku sangat mencintaimu. Aku tak tahan melihatmu terus berpura-pura ceria setelah kepergian Kyuhyun. Aku ingin mengembalikan lagi senyum indahmu tapi aku sadar, caraku salah” ia menatap tepat karah manik mataku. Aku melihat ketulusan disana.

“aniyo.. bukan oppa yang salah. Tapi aku lah yang salah. Aku yang selalu menutup diri dan selalu bersikap kasar.. mianhae untuk semua kata-kata yang menyakiti oppa sebulan yang lalu.. mianhae… jeongmal mianhae” kulihat ia membulatkan matanya mendengar kata-kataku tadi.

“oppa.. apa tadi kau memanggilku oppa?” tanyanya tak percaya

“ne.. aku tadi memanggil Siwon oppa dengan sebutan oppa dan mulai saat ini aku akan memanggil oppa dengan sebutan itu. Aku tak peduli walau oppa tak setuju. Hahahaha” aku tertawa untuk mencairkan suasana tegang diantara kami berdua.

“jinjja???”

“ne..”

“gomawo princess… emm.. apa oppa boleh bertanya sesuatu?”

“tentu saja oppa”

“Im Yoona, maukah kau menjadi princessku. Menjadi orang yang selalu ada disampingku. Dan maukah kau mengizinkanku untuk mengisi ruang dihatimu.. aku berjanji atas nama Tuhan akan mencintaimu dan menyayangimu selamanya?”

“Aku tak ingin menjadi princessmu oppa.. aku hanya bersedia jika kau menjadikanku ratumu. Hanya aku. Maka akan kujawab ia untuk semua pertanyaanmu”

“ne.. kau lah princessku dan kelak akan menjadi ratu dalam hidupku”

“yakso?”

“yakso..” kami menautkan jari kelingking dan menempelkan ibu jari sebagai janji dari perasaan kami.

“kumohon, tetaplah ada dalam jarak pandangku chagi agar aku selalu bisa menggapaimu dengan rasa cintaku” bisik Siwon oppa ditelingaku dan ia menarikku kedalam pelukannya. Aku mebalas pelukannya dengan erat. Ia membelai rambutku kemudian mengecup keningku dengan lembut.

——–

“jinjja???” Tiffany berteriak histeris saat Yesung sosaengnim menjelaskan business managemen *lagi* dan Yesung sosaengnim dengan senang hati menghadiahi kami berdua tatapan mematikan. Tak hanya itu, kami berdua juga dikeluarkan dengan tidak hormat karena telah mengganggu konsentrasinya dalam mengajar.

“Tiffany, barbieku sayang… kenapa kau harus histeris seperti tadi? Hah???” ucapku sebal.

“bagaimana aku tak histeris, kau JADIAN dengan Siwon oppa. JADIAN…” tekannya pada kata ja-di-an

“kurasa kau tak perlu seheboh itu Tiff” aku menggelengkan kepala melihat kelakuannya.

“Akhirnya perjuangan siwon oppa tidak sia-sia. Tapi aku sedikit kasihan padanya, harus mendapatkan yeoja sepertimu Yoong” ucapnya dengan nada yang seakan-akan sangat iba kepada Siwon oppa.

“hah? Apa maskudmu?” ternyata dikeluarkan dari kelas tak membuatnya kapok. Baik akan kuberi kau hadiah yang paling menarik tiff. Batinku.

“heyy… kenapa kau menatapku seperti itu Yoong.. kau membuatku takut” tak kuhiraukan kata-katanya tadi, langsung kugelitiki hingga ia memohon ampun… rasakan kau barbieku sayang.

“Yoong.. su-dah Yoong.. a-ku tak ta-han la-gi” pintanya terbata-bata.

“hahaha… rasakan.. siapa suruh menggoda nyonya Choi”

“huahahaaa… nyonya Choi… pd sekali kau akan menjadi nyonya Choi” kutatap lagi sambil mengangkat sepuluh jariku untuk menakutinya.

“ara.. ara… aku tak akan menggodamu lagi nyonya Choi.. aku menyerah.. jauhkan jari-jarimu itu dari perutku”

 

Kami pun berjalan ke kantin untuk menemui Donghae oppa dan Siwon oppa. Terimakasih Yesung sosaengnim telah memberi kami waktu bebas untuk mengobati rasa rindu dihati bertemu pacar tercinta. Hahaha…..

——–

Aku mengunjungi makam Kyuhyun oppa, tapi kali ini aku tak datang sendiri. Siwon oppa menemaniku. Kami membawa sebuket mawar putih untuk Kyuhyun oppa. Selain biru, putih adalah warna favoritnya. Kuletakkan bunga itu dan aku mulai berkata dalam hati dan menutup mataku. Membayangkan wajahnya dan seolah-olah berbicara padanya langsung. Oppa, aku menepati janjiku kan? Aku mengunjungimu dengan senyum indah di wajahku. Aku bahagia oppa karena aku telah menemukan orang yang mampu mengembalikan senyumku. Kurasa aku tak perlu mengenalkannya lagi padamu oppa, kau sudah sangat mengenalnya. Ya, dia adalah Choi Siwon. Sahabatmu dan Donghae oppa. Aku tahu kau pasti menyetujuinya karena dia sangat mencintaiku. Sama seperti cintamu padaku. Kubuka kembali mataku dan memutar badanku mengahadap namja yang selalu menatapku dengan senyum manis di wajahnya.

 

Aku terus tersenyum ketika meninggalkan makam Kyuhyun oppa. Siwon oppa menarik pinggangku dan merangkulnya erat. Seolah ia meyakinkan Kyuhyun oppa bahwa ia akan melindungiku selamanya.

 

Terimakasih Kyuhyun oppa untuk cintamu selama ini dan mulai saat ini aku berjanji mencintai namja disampingku ini secara maksimal seumur hidupku. Semoga kau bahagia disana dan doakan kami agar selalu bahagia disini.

 

~END~

 

Gimana chingu?

Masih gaje kyk ff chapter pertamanya kah?

Mianhae mianhae..

Reri akan berusaha lebih keras untuk bisa lebih baik lagi. *bungkuk 90derajat*

Keep read n comment ya chingu

Baik kritik atau saran reri terima semuanya

Itu merupakan semangat dan motivasi buat reri kedepannya *apaan sih bahasanya*

^^

Kalau suka jangan lupa Like ya chingu

Hee..

Gomawo :*

 

Iklan