Beauty In the Bus

Author                                                  : Dewii Aprilya

Cast                                                       : Kim Heechul, Seo Young In

———————————————————————————————————————————–

Ini adalah segelintir kisah hidupku. Sebuah kisah yang ingin aku bagi pada siapapun yang membacanya, tapi sebelum kalian melanjutkanya, jangan menaruh harapan bahwa kisah ini akan berakhir bahagia layaknya cerita fiksi yang biasa kalian baca, karena kenyataannya adalah kisah ini bukanlah cerita fiksi.

Semuanya bermula ketika aku masih duduk di bangku SMA, saat aku bertemu dengan cinta pertamaku. Aku bertemu dengannya di Bus yang aku tumpangi setiap pergi ke sekolahku. Saat itu aku tengah asyik dengan novel yang aku baca saat tatapanku terpaku padanya, sesosok namja cantik yang tertidur di barisan paling belakang dari tempat duduk bus ini. Tidak ada yang menarik darinya selain wajah cantik yang selalu terlihat sinis pada siapapun yang berani mengganggu tidurnya.

Awalnya aku tidak terlalu mempedulikan namja itu. aku terlalu sibuk dengan duniaku yang dipenuhi oleh buku, saat setiap remaja seusiaku berlibur di Lotte World, maka aku akan pergi ke tempat Bimbingan Belajar dan ketika gadis seusiaku menulis surat cinta di hari valentine, maka aku akan sibuk mengisi berlembar-lembar soal essai agar aku bisa mauk ke universitas favoritku. Semuanya berjalan sempurna, prestasiku di sekolah tergolong gemilang, keluargaku punya cukup dana untuk membiayai kuliahku meskipun sebenarnya itu tidak perlu karena sejak dulu aku selalu berhasil mendapatkan beasiswa.

Bisa dibayangkan bagaimana kaku dan sensitifnya diriku. Tapi duniaku yang damai meskipun sedikit membosankan itu menguap ketika namja cantik itu memutuskan untuk duduk di dekatku dan mulai merecokiku berbagai pertanyaan.

“Kau dari SMA mana??  Sepertinya seragammu tidak asing untukku..” kata Namja itu memulai pembicaraan. Aku menatapnya tajam, jujur, aku sangat membenci orang yang menggangguku ketika sedang mengulang pelajaranku.

“Seo Yong In-ssi, sepertinya kau orang yang membosankan ya” kata namja itu. aku menatapnya dengan tatapan-dari mana kau tahu namaku-. Dia langsung mengerti kemudian menunjuk papan nama  di seragamku.

Aku menghela nafa panjang kemudian mulai berbicara. “Aku tidak ingin diganggu.” Kataku dengan nada dingin. Meskipun pandanganku masih berpusat pada bukuku, tapi aku bisa menyadari wajahnya yang melongo saat mendengar perkataanku.

Hari-hari terburukku akhirnya dimulai.. sejaka saat itu, namja bodoh itu selalu duduk di dekatku dan mulai bercerita tentang apapun yang dialaminya. Ini benar-benar membuatku kesal, beberapa kali aku menegurnya namun semakin hari tingkahnya semakin menjadi-jadi.

AKu sudah berusaha semampuku menghindari darinya, namun bus ini adalah satu-satunya kendaraan yang bisa sampai di halte yang dekat dengan sekolahku dan sepertinya dia juga tidak berminat untuk naik di bus lain. Aku mengusap pelan dadaku, mencoba memberikan semangat pada diriku sendiri agar bisa bertahan setidaknya beberapa bulan sebelum aku menyelesaikan studiku di SMA dan masuk universitas idamanku.

Setiap kami bertemu Namja cantik yang tidak aku kenal itu selalu bertingkah sok kenal, dengan santai dia menceritakan pengalamannya yang sedang dalam training di slaha satu agensi ternama di Korea.

“Kau tahu, Young In-ssi, aku itu calon superstar , jadi jangan judes begitu padaku..” katanya dengan PeDenya.

“Aku tidak peduli kau calon superstar atapun calon presidan, yang aku tahu bahwa aku tidak suka sesorang yang mengganggu waktu senjangku yang bisa aku gunakan untuk mengulang pelajaranku di sekolah nanti, arasso namja aneh..” kataku denga nada dingin. Aku menatapnya tajam kemudia memperbaiki letak kaca mataku.

“KAu tahu, kau itu sangat kaku.. dan kau juga mengataiku aneh, tapi aku bisa memaafkannya karena itu kalimat terpanjang yang kau ucapkan selama ini. Oh iya, jangan memanggilku namja aneh. Kau bisa memanggilku Heechul, arasso??” katanya panjang lebar. Aku menatapnya seolah berkata-aku tidak peduli-.

Saat itu aku sangat kesal padanya yang tidak pernah mau mendengarkan perkataanku, tapi jujur semakin lama aku mulai terbiasa dengan tingkah konyolnya demi mengalihkan perhatianku dari buku yang selalu disebutnya benda kotak aneh. Hingga suatu pagi dia tidak menunjukkan batang hidungnya di Bus. Aku harusnya senang, karena namja pengganggu itu tidak bisa mrecokiku lagi, tapi kenapa aku malah merasakan sesuatu yang aneh di hatiku, rasanya ada yang hilang.

Keesokan harinya dia kembali muncul dengan senyumnya yang entah sejak kapan membuat jantungku berdesir. Aku duduk di dekatnya kemudian kembali ke kesibukanku, membaca buku. Aku melirik kesampingku karena sedari tadi namja berisik ini hanya diam saja, berbeda dengan hari-hari biasanya. Entah mengapa tiba-tiba bibirku menyunggingkan sebuah senyuman aneh saat melihatnya tertidur dengan posisi kepala bersandar di bahuku, aku mengamati wajahnya dan mendapati lingkaran hitam di bawah matanya.

“Heechul-ssi” untuk pertama kalinya aku memanggil namanya. Tidak ada sahutan, dia terlihat begitu nyaman dalam tidurnya. Sepertinya semalaman dia tidak tidur.

Dia menggeliat saat Bus berhenti di halte depan sekolahku. Aku berdiri hendak keluar dari bus.

“Gomawo..” guamanya.

Aku menatapnya ragu. “untuk apa??”

Dia terdiam dan sibuk dnegan pikirannya, namja itu kemudian bergumam. “Gomawo karena mengizinkanku tidur di bahumu…” aku mengagguk kemudian turun dari bus.

Momen berharga itu tidak pernah bisa aku lupakan. Itu adalah saat pertama aku menyadari keberadaanya dan bersyukur dia pernah mengisi secuil kisah di hidupku. Aku mulai merasa nyaman di dekatnya dan entah sejak kapan mulai terlibat langsung dalam setiap perkataanya. Aku masih ingat ketika dia terlonjak senang saat aku tersenyum padanya.

“Omo!! Kau tersenyum padaku Young In-ssi! Ini pertama kalinya yeoja kaku ini tersenyum padaku!” katanya lantang dan membuat semua orang yang ada dalam bus ini menatap kami aneh.

Aku menarik tangannya menyuruhnya untuk kebali duduk di kursinya. Dia tidak pernah tahu bahwa senyum itu adalah yang kedua kalianya. “jangan berlebihan Heechul-ssi”

“Aniyo!! Ini tidak berlebihan, kita harus merayakannya!!” katanya dengan penuh semangat. Aku hanya bis  menggeleng melihat tingkanya.

Bus berhenti di halte yang berada di depan Universitas Dongguk. Dia langsung menarik tanganku turun dari bus, aku kaget setengah mati dan berusaha melepaskan pegangannya sebelum bus berangkat, tapi naas. Bus itu sudah pergi meninggalkan kami berdua.

“Yak!! Apa yang kau lakukan. Hari ini aku harus sekolah..!!” bentakku. Namja itu hanya tersneyum simpul

“Untuk hari ini kau harus bolos… Kita akan merayakan hari dimana kita menjadi lebih akrab, arasso..” jawabnya entang. Aku mendengus kesal lalu menatapnya tajam. Sejak kapan keakraban seseorang harus dirayakan. Aissh namja itu benar-benar aneh!!.

“jangan melihatku seperti itu, Kajja kita pergi..” Dia menarik tanganku menaiki sebuah bus berwarna kuning. Dia menuntunku untuk duduk di bangku tengah, tepat berada di sampinngnya.

Bus melaju memasuki wilayah pegununganberbelok-belok. Aku mengernyit begitu menyadari gunung-gunung yang tadi kulihat berubah menjadi pepohonan.

“Kita Sudah Sampai!!” serunya begitu Bus berhenti.

“ini dimana??” tanyaku.

“Namsan Tower!!” katanya ceria.

“Yak!! Untuk apa mengajakku kesini..” kataku sebal. Jantungku berdesir saat pria ini menarik tanganku dan menuntunku menuju sebuh toko baju di pinggir jalan, dia memilih sebuah baju T-shirt sederhena dan menyodorkannya padaku.

“ganti bajumu. Ini masih jam sekolah, kalau polisi melihatmu dia pasti akan menuduhku menculik seorang siswa..” katanya panjang lebar.

“bukannya kau memang melakukannya.” Jawabku ketus lalu menerima baju itu dan segera memakainya. Setelah itu, untuk kesekian kalinanya namja itu menggemgam tanganku dan menarikku entah kemana.

Aku melongon menatap ribuah-atau bahkan puluhan ribu- gembok yang terpasang di dinding yang menghubungkan Namsan Tower. Aku sering melihatnya di drama Korea ataupun reality show, tapi aku tidak pernah menyangkan gembok tersebut sebanyak ini. Oh Tuhan, betapa banyak pasangan kekasih yang tidak realistis di dunia ini. perasaanku kembali tidak enak saat melihatnya berlari kearahku dengan membawa 2 buah gembok berwarna pink.

“Jangan bilang kita akan memasang gembok seperti itu juga” kataku ragu. Dia tersenyum nyengir kemudian memberkan salah satu gembok yang dibawanya padaku.

“Kita sudah disini. rugi kalau tidak memasang satu..” katanya mantap. Dia mengeluarkan spidol dari sakunya kemudian mulai menulis ‘Young Ini’ disalah satu gembok lalu beralih dan menulis ‘Heechul’ diatas gemboknya. Dia mulai sibuk berfikir kemudian tersenyum lalu menulis note di gemboknya, setelah selesai dia menyerahka spidolnya padaku.

“Ppalli.. tulis sesuatu di gembok itu..” perintahnya. Aku hanya menuruti perkatannya dan menuliskan kalimat pertama yang ada di pikiranku. ‘Namja cantik meyebalkan!!’

Aku menyerahkan gembokku dan dia terlihat begitu sibuk mencari tempat kosong untuk mengunci gembok itu, berhubung karena sudah terdapat begitu banyak gembok cinta. Dia tersenyum saat menemukan sebuah tempat kosong, Dia memasang gembok itu kemudian membuang kuncinya sejauh mungkin.

Perjalanan kami berlajut, Dia membawaku menaiki cable car yang sangat tinggi lalu mengajakku makan jajangmyeon disebuah warung kecil di pinggir jalan. Aku merasa takjub, ini pertama kalinya aku menikmati kegiatan bolos sekolah, hari itu berakhir sempurna saat dia mengantarku pulang. Aku harus meredkan debaran jantungku saat tiba-tiba dia mencium bibirku dan langsung berlari sebelum aku mengajukan protes.

Sejak saat itu aku mulai menyadari keberadaannya, tapi kenyataan pahit langsung mencengkramku dan menghancurkan semuanya. Dia tidak pernah lagi muncul di bus itu, Namja bernama heechul itu seolah menghilang ditelan bumi. Aku senang?? ENtahlah… Aku malah merasa kehilangan, hatiku rasanya pedih jika melihat kursi kosong d sebelahku, mataku seolah selalu mengharapkan dia akan tersneyum nyengir menyambutku ketika aku naik bus.Saat itu aku baru menyadari sat hal, aku mencintai Namja cantik dan berisik ini.

Aku mulai sibuk dengan sekolahku hingga secara perlahan perhatianku teralihkan darinya. Aku sibuk belajar untuk ujian akhir yang akan segera kuikuti dan bersiap-siap memasuki universitas. Segala kenanganku kembali menyeruak saat melihatnya di TV, dia muncul sebagai member sebuah Boyband yang baru saja debut, Super Junior.

Akhirnya segala pertanyaan yang berkelabat dipikiranku terjawab sudah. Dia tidak pernah naik ke bus lagi karena sibuk dengan debutnya di Super Junior, aku tersneyum miris saat melihatnya tersenyum di TV, sepertinya dia telah benar benar melupakanku.

Beberapa bulan setelah itu, aku sudah mulai bisa mengubur perasaan itu dalam hatiku. Kesibukanku sebagai mahasiswa baru di Seoul University membuatku sedikit lupa padanya meskipun itu hanya kamuflase, karena bagaimanapun setiap kali aku termenung maka yang ada di pikiranku adalah senyumnya. Aku juga sudah mulai sedikit terbuka dan tidak sekaku dulu lagi, namja cantik itu entah sejak kapan mengubahku menjadi sedikit lebih santai dan itu membuatku bisa memperoleh banyak teman baru.

Aku selalu berfikir bahwa perasaan cinta di hatiku untuknya akan sedikit demi sedikit menghilang seiring dengan berlalunya waktu. Tapi aku salah, hatiku malah semakin pedih saat beberapa tahun kemudian dia membuktikan perkataannya padaku, Heechul telah menjadi seorang superstar yang dikelilingi banyak yeoja cantik. Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku, Apakah dia masih mengingatku?? Yeoja kaku dan sensitive yang dikenalnya di Bus.

Lucu bukan?? Diusiaku yang telah menginjak 25 tahun, aku masih belum bisa melupakan cinta pertamaku, dan yang paling parah adalah dia adalah Kim Heechul, seorang Superstar yang telah menjadi idola hampir sebagia besar wanita di Korea Selatan. Ini sudah tahun ketujuh dan perasaan itu masih belum juga pudar. Aku bahkan harus merasakan banyak sekali rasa sakit saat melihatnya dengan yeoja lain dan sakitnya semakin parah saat dia terlibat banyak sekali skandal.

Kenangan itu masih bisa kuingat dengan jelas, meskipun sekarang aku tidak tinggal lagi do Korea. Setahun setelah aku kuliah di Seoul University, aku mendapatkan tawaran sebuah beasiswa untuk kuliah di Cambridge University, Australia. Tampa pikira panjang, aku langsung menerima tawaran itu, mengingat jarak Korea-Australia lumayan jauh. Tapi pertanyaannya adalah, dapatkah jarak yang memisahkanku dengannya dapat mengurangi kadar cintaku padanya?? Dan jawabannya adalah tidak. Aku mungkin bisa pergi sejauh dan selama yang aku inginkan, tapi untuk menghilangkan sedikit saja perasaan itu aku tidaklah mampu.

*********

 

Young In menutup catatannya dan menyelipkan buku itu ke dalam tasnya. Dia menatap keluar jendela pesawat dan  melihat gumpalan benda putih nan halus berada di sekelilingnya. Bibirnya menyunggingkn sebeuh senyum miris, 6 jam di pesawat di habiskan denga mengenang sesorang yang mungkin tidak pernah mengungatnya lagi, terlalu sibuk dengan rutinitasnya sebagai seorang superstar.

Pikirannya melayang jauh ke Negara yang sebentar lagi akan menjadi tempat pesawat besar ini mendarat, dan itu artinya dia akan kembali ke tanah airnya. Gadis itu menyadari  satu hal, dia tidak bisa lari dari kenyataan, bagaimanapun dia harus menghadapinya meskipun hatinya mungkin akan kembali tersakiti.

Young In yakin bahwa kelak dia bisa menemukan seorang namja yang bisa menghapus kenangan Heechul di kepalanya, dia bertahan hidup dengan hanya berdasar pada keyakinan itu. Beberapa saat kemudian, pilot mengumumkan bahwa sebentar lagi mereka akan mendarat di bandara Internasional Incheon. Seo Young In menghela nafas panjang kemudian bergumam pada dirinya sendiri. ‘Alright Seo Young In, Kau harus membuka lembaran baru, tampa kenangan namja itu lagi!!”

 

Young In melangkah perlahan menuntun kopernya meninggalkan Lobi kedatangan Incheon yang selalu bisa membuat para turis takjub akan keindahan arsitekturnya.

“Yeobseyo Eomma… Ne, gwencana.. Eomma dimana??” gadis itu tampak sibuk melihat sekelilingnya. Senyumnya merekah saat melihat seorang wanita paruh bayah melambai kerahnya. Young In membalasnya dengan senyum hangatnya kemudian langsung menghampiri yeoja yang telah melahirkannya itu.

“Youngie-ah, bogoshippeo!!” gumam Yeoja itu disela-sela pelukannya.

“Nado Eomma..”

Eommanya melepaskan pelukannya kemudian memandang anak gadisnya dari ujung kapala sampai ujung kaki, matanya berbinar menatap betapa cantiknya yeoja yang ada di hadapannya ini, sangat berbeda dengan Young In remaja yang selalu berkutat denga buku pelajarannya. “Omo.. sejak kapan anak gadisku menjadi begitu cantik??” godanya.

Young Ini tersenyum  malu lalu menyelipkan tangannya pada kedua tangan Ibunya lalu menuntunnya keluar bandara. “kau datang sendiri Eomma?? Appa mana??” Tanya gadis itu.

“Aniyo. Aku datang bersama supir tentunya… Appamu harus bertemu dengan Menteri Lee. Katanya dia akan menunggumu di rumah..” jelas Eommanya. Young In mengangguk kemudian langsung tersenyum hagat saat melihat supir keluarga mereka yang telah mengabdi selama hampir 10 tahun.

“Annyeong Han Ahjusshi..” sapanya.

Lelaki tua itu tersenyum kemudian member hormat. “Annyeong Nona..” katanya sambil membuka pintu mobil. Ketiga orang itu akhirnya larut dalam suasana hangat layaknya keluarga besar, Keluarga Seo memang memperlakukan pegawai mereka dengan sangat baik.

Young In menatap keluar jendela sambil menikmati pemadangan kota Seoul di pagi hari. Gadis itu menahan nafasnya saat melihat halte dengan cat kusam yang dulu tempatnya menunggu Bus jika akan pergi ke sekolah.

“Ahjusshi, tolong hentikan mobilnya..” kata Young In. Namja itu mengagguk kemudian menghentikan mobil sedan hitam itu tepat di depan halte.

“Ada apa Youngie?? Kau mau kemana..” Tanya Eommanya saat Young In membuka pintu mobil dan keluar.

“Ada tempat yang ingin kukunjungi Eomma, tenang saja.. aku tidak akan lama.” Katanya mencoba meyakinkan Eommanya. Wanita itu mengangguk meskipun sedikit ragu. Young In menutup pintu dan beberapa saat kemudian mobil Eommanya melaju meninggalkan halte tersebut.

Young In melangkah menuju sudut kiri halte, tempatnya dulu selalu berdiri ketika menunggu mobil. Semuanya masih seperti dulu, hanya warna halte yang sedikit lebih kusam. waktu yang sama dan dalam suasana keramaian yang sama juga, semuanya mengingatkannya pada kenangan namja itu. Beberapa saat kemudian sebuah bus berwarna biru singgah di depan halte tersebut. Gadis itu terdiam, mencoba menahan luapan kerinduan yang hampir 7 tahun ditahannya.

Dengan langkah perlahan Young In naik keatas bus tersebut, dia tersenyum saat melihat Namja yang rambutnya sudah meulai memutih yang masih sibuk berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Ternyata Supir bus itu masih orang yang sama juga.

Young In melihat barisan belakang tempat duduk bus ini yang masih kosong, ini adalah tempatnya pertama kali melihat Heechul. Gadis itu melangkah menuju barisan terdepan yang dulu  selalu ditempatinya, keningnya mengernyit saat melihat seseorang dengan pakaian aneh yang menutupi hampir semua bagian tubuhnya tengah tertidur nyenyak di sampingnya, tempat yang dulu selalu diduduki Heechul. Namja aneh itu memakai masker dan tertidur nyenyak dengan topinya menutupi wajahnya.

“Jeogiyo..” kata Young In pelan, dia ingin meminta izin untu duduk di dekat jendela tapi namja aneh di depannya ini masih tetap bergeming.

Young In mendengus kesal kemudian langsung menerobos kaki namja tersebut dan dengan sedikit kasar langsung duduk di dekat jendela. Namja itu terbangun dan terlihat  kesal, dia hendak membentak sesorang yang berani membangunkan tidurnya.

“Yak! Kau…” Namja itu langsung terdiam ketika matanya menangkap sosok gadis itu, kemarahnnya seketika menguap, digantikan dengan kegembiraan yang tidak terkira.

Young In menatap risih lelaki yang duduk di dekatnya itu, sedari tadi namja itu terus menatapnya. Tapi gadis itu tidak bisa mengartikan tatapannya karena dia menutupi wajahnya dnegan kaca mata dan masker. Dia bersikap cuek dan kembali menatap pemandangan kota Seoul dari jendela bus.

“Youn In-ssi” sebuah suara berat menyadarkan lamunan gadis itu. Young In tersentak kaget, dia hafal betul suara berat itu, itu suara milik cinta pertamanya Kim Heechul. Young In berbalik dan mencoba mencari asal muasal suara itu tapi dia tidak menemukan siapapun di Bus itu selain supir Bus dan namja aneh tersebut.

“Young In-ssi?? Apakah ini benar-benar kau?” gadis itu menatap nanar namja aneh itu, sepertinya gadis itu mulai menyadari satu hal.

Namja aneh tersebut langsung melepaskan kaca mata dan maskernya dengan sedikit kasar. Young in tersentak saat melihat wajah itu, wajah namja cantik yang begitu dirindukannya. Dia cinta pertamanya. Entah sejak kapan sebuah cairan bening keluar dari mata cokelat itu, air mata yang sudah sangat lama ditahannya tapi akhirnya keluar juga di hadapan seorang kim Heechul.

Heechul langsung menghapus cairan bening itu. “kenapa lama sekali… Aku hampir putus asa menunggumu.” Kata heeechul pelan. Young In membekap mulutnya tidak percaya, apakah ini benar-benar nyata.

“heechul-ssi.” Hanya itu kata yang bisa keluar dari bibir tipisnya. Gadis itu kembali menangis.

Heechul memegang kedua pipi gadis itu, dia tidak ingin bertindak sopan lagi, kerinduannya pada tatapan tajam Young In sudah membuncah dadanya. “Kemana saja kau?? Kau tahu  berapa lama aku sudah duduk di tempat ini?? berharap bisa melihat tampang kesalmu saat menaiki bus.”

“ Kau menghilang ditelan bumi setelah menciumku.. Kau pikir bagaimana perasaanku?? Sebulan aku menunggu kejelasanmu tapi kau malah muncul di TV sebagai seorang bintang, aku takut menerima fakta bahwa kau hanya mempermainkanku..” gumamnya disela-sela tangisnya.

Heechul menyentil dahi Young In. “Yak!! Kenapa berpikiran seperrti itu!! Lalu kenapa tidak mencariku..!”

“Sudah… tapi kau terlihat bahagia bersama Yeoja-yeoja berkaki indah itu.!!” kata Young In lagi sambil memegang dahinya.

“Aissh!! Gadis ini benar-benar..”

Cup

Sebuah kecupan singkat  mendarat di bibir Heechul. Namja itu diam membeku sementara Young In dengan wajah merah kembali berkonsentrasi pada pemandangan yang dilaluinya. Untuk beberapa saat Heechul bergeming, dia selalu mencium semua dongsaengnya tapi seumur hidup dia tidak pernah merasakan ciuman singkat yang semanis ini. Senyum menyungging di bibirnya, setelah sekian lama merindukan gadis ini, akhirnya dia bisa meemukannya.

Heechul masih bergeming, speechless. Sesekali dia melirik Young In yang terlihat begitu senang melihat pemandangan di luar bus tersebut. Tidak ada yang tahu betapa hampaya perasaan namja cantik itu Selama ini, dia tidak pernah menyangka bahwa keputusannya mengganggu yeoja kaku yang menghabiskan waktunya membaca buku di Bus malah membawanya pada sebuah kenangan yang tidak pernah bisa dilupakannya.

Dia menatapnya lagi, Gadis berkaca mata tebal itu sudah berubah menjadi sesosok angsa cantik yang mungkin lebih mempesona darinya. Tapi ada hal yang tidak berubah dari yeoja itu, tatapan mata cokelat serta senyumnya yang selalu membuat dadanya bergetar. Heechul menggemgam tangan Young In kemudian bergumam pada yeoja itu.

“Saranghae..”

“Nado Sarnghae, Kim Heechul-ssi.”

—————————————————–END———————————————————————-

EPILOG

Young In duduk d ruang tamui dorm Super Junior, gadis itu mengeluarkan catatan miliknya kemudian melanjutkan tulisannya di pesawat dulu.

‘Aku ingin menuliskan satu hal yang paling penting sekarang!! Kisah kami berakhir bahagia. Kisah hidupku ternyata berakhir dengan happy Ending….^^’

Gadis itu tersentak saat sesosok tangan kekar menarik bukunya. Young In kesal saat melihat ekspresi bodoh Maknae Super Junior. “yak!! Cho Kyuhyun!! Kembalikan bukuku!!” bentak gadis itu sambil berusaha merebut buku catatannya. Kyuhyun mengeluarkan evil smirknya kemudian mengangkat tinggi-tinggi buku itu. Young In berusaha menggapainya tapi gagal, iblis itu jauh lebih tinggi darinya.

Young In mendengus kesal lalu mencubit lengan Kyuhyun. “Noona!! Appo!!” gumamnya. Tapi Buku itu terlanjur dilempar oleh namja itu. Eunhyuk menerima buku itu kemudia berlari setelah Young In datang menghamprinya. Kyuhyun dan Eunhyuk menyukai kegiatan menggoda gadis itu, mereka senang melihat ekspresi kesal Seo Young In meskipun konsekuensinya adalah mendapat jitakan super ampuh dari Heechul jika ketahuan.

Beberapa bulan lalu Heechul memperkenalkan gadis cantik itu pada semua member Super Junior. Mereka semua tertawa terbahak-bahak saat mengetahui fakta bahwa ternyata selama ini yang membuat Hyungnya menunggu di Bus selama berjam-jam adalah karena menunggu seorag Seo Young In, dan itu merupakan bahan ledekan yang bisa membuat mereka membalas dendam atas julukan aneh yang selalu diberikan Heechul pada mereka, dan yang paling aktif menggoda keduanya adalah Cho Kyuhyun dan Lee Hyukjae.

Dua Kyuhyun dan Eunhyuk masih terus melempar buku itu bergantian, tiba-tiba sebuah botol minuman menghantam kepala Eunhyuk. Melihat itu, Kyuhyun langsung meletakkan buku Youn In dan langsung berlari memasuki kamarnya saat menyadari Heechul sudah datang. Eunhyuk hendak lari namun kerah bajunya langsung di tarik oleh Heechul.

Eunhyuk tersenyum miris. “Annyeong Hyung. Kau sudah pulang rupanya..”

“kau menggoda Yeojaku lagi Eunhyuk-ah, kau lupa apa yang kukatakan minggu lalu jika kau bernai mengulanginya lagi??”  kata Heechul dengan nada yang dibuat semenyeramkan mungkin. Young In hanya tersenyum melihat ulah ketiga orang itu lalu mengmbil bukunya di meja dan memasukkannya kedalam tasnya.

Eunhyuk bergidik ngeri saat mengingat ancaman Heechul. “Hyung.. jebal, jangan hancurkan laptopku! Kau tahu betapa pentingnya benda itu untukku, Young In-ah! Tolong aku….” ratapnya pada Young In, gadis itu malah menjulurkan lidahnya.

“Bukan aku yang memulainya Hyung, tapi Kyuhyun..!!” seru EUnhyuk lagi.

Heechul mendengus kesal kemudian berterik. “Cho Kyuhyun!!”

Kyuhyun bergidik ngeri mendengarnya, secepat kilat di langsung menyembunyika semua PSPnya ditempat yang menurutnya paling aman. Dibahwa tempat tidur Sungmin!!

Young In berjalan menghampiri Heechul kemudian menggemgam tangan Heechul. “Kajja kita pergi, nanti kita bisa terlambat.. Appa da Eommaku sudah menunggu.” Kata Young In. Heechul melepaskan tangannya dari leher baju Eunhyuk, seketika itu Eunhyuk langsung berlari menuju kamar Kyuhyun, tangannya siap untuk menjitak maknae kurang ajar itu.

Heechul memperbaiki posisi kemejanya kemudian berjalan menuju pintu.tiba-tiba terdengar suara penuh godaan dari dongsaengnya.

“Cieee…. Yang mau bertemu calon mertua.. ssuuuitt..” ejek Kyuhyun dan EUnhyuk bergantian dari balik kamar.

Heechul menghela nafas panjang mencoba menahan emosinya sedangkan Young In mengusap dada Heechul dan mencoba menenangkannya. Tapi usahanya gagal saat Heechul berteriak.

“YAK!! Lee Hukjae!! Cho Kyuhyun!! Ucapkan selamat tinggal untuk PSP dan Laptop kalian!!!”

——————————————————————————————————————————————

 Annyeong!! ini FF pertama saya tentang Kim Heechul..
selamat membaca, Komentnya di tunggu ya… ^^