Love in Busan

Tittle: Love in Busan End
Author: Felish_Inspirit
Length: 2/2
Genre: Romance
Casts:

~Main Casts:  Jung Soo Jung [Krystal Jung f(x)], Kim Myung Soo ( L Infinite)
~ Support Casts: Jung Eun Ji (A Pink), Lee Jung Hwan (Sandeul B1A4), Lee Ho Won (Hoya Infinite), Choi Jin Ri [Sulli Choi f(x)]

 

Huuftt… sudah dua minggu aku tidak menemukan jejak namja sipit itu, di pantai, di sekolah, aku tidak menemukannya! Setiap orang yang kutanyai, tidak ada yang mengetahuinya! Aku ingat kemarin aku menanyai Jin Ri, teman sebangkuku saat sekolah. Ia hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kukira namja sepertinya terkenal di kawasan sekolah, ternyata tak seorangpun mengenalinya! Di sore yang cerah ini, seperti biasa aku duduk di kursi ini untuk melihat matahari terbenam. Eun Ji eonni sedang kerja kelompok, aku ditinggalnya sendirian di rumah dan kebetulan ajjuma dan ajjushi sedang ke Seoul.

Jeprett…

Terdengar ada seseorang yang memotretku. Aku berdiri mencari orang itu.

“Ya, kalau kau memotretku kau harus membayarku!” ucapku pada namja yang bersembunyi di tembok rumahku(maksudku Eun Ji eonni). Ia, dia adalah namja sipit itu. Aku kesal sekali dengannya karena sudah berminggu-minggu tak menampakkan wajahnya.

“Maaf, aku sengaja melakukannya. Tapi aku tidak berniat untuk membayarmu” ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.

“Bisa-bisanya kau mengenaliku tapi aku sendiri tidak tahu namamu, Oppa!” dia kaget, matanya yang sipit sedikit membesar. “Bagaimana kau tahu aku oppamu??”

“Selama dua minggu ini aku tidak mengenali orang yang sudah mengenaliku, aku tidak terima!” bentakku emosi. Wajar saja, keluargaku adalah keluarga yang sangat mementingkan pertemanan atau sosialisasi yang baik dengan orang lain, jadi kejadian seperti ini tidaklah dapat ditoleransi.

Aku telah mengobrol banyak dengan namja yang bernama Kim Myung Soo ini. Dia sangat humoris, baik, dan tentunya cakep ^^ beda sekali seperti saat pertama aku bertemu dengannya. Sekarang ia terlihat lebih sumringah. Kini kita duduk di bangku tempat aku sering duduk di sore seperti ini.

“Lihat! Mataharinya akan terbenam!” ia menunjuk ke langit sambil berseru bak anak 5 tahun.

“Kau tidak pernah melihatnya??” tanyaku asal.

“Aku lebih senang melihat matahari terbit, baru kali ini aku melihat indahnya matahari terbenam” ucapnya sambil menjepret matahari itu. “Kurasa kau menyukai matahari terbenam, benarkan??”

“Benar. Kenapa kau bisa tau??” dia sedikit tertawa lalu menjawab, “Aku sering melihatmu duduk sendiri di sini sambil ngomel-ngomel tanpa arah. Aku sering tertawa sendiri memperhatikanmu seperti itu” ia terkekeh. Aku malu sekali kebiasaan berbicara sendiriku diketahui olehnya.

“Tapi kenapa kau tidak menghampiriku?? Kau tidak merasa punya hutang nama denganku??” dia terdiam dan kembali tertawa. Aiissh, kenapa ia begitu sering tertawa?? Aku kan merasa tidak tenang melihatnya tertawa semanis itu! Sepertinya aku harus berkonsultasi (?) mengenai hal ini pada Jung Hwan oppa. “Aku kira kau tidak ingin mengenalku” ucapnya sambil menjulurkan lidah lagi! dasar, bisa-bisanya dia ngomong gitu kayak orang yang tak berdosa!

~~~***~~~***

Aishh, aku tidak bisa tidur! Eun Ji eonni sedang ke kamar mandi, aku sendiri?? Aku sedang bolak-balik, jungkir balik (?) mencari posisi yang tepat dan nyaman untuk tidur. Apa ini gara-gara aku ngobrol dengan Myung Soo oppa?? Tapi saat aku mengobrol dengannya, aku tidak merasakan hal yang aneh, yah, seperti ngobrol dengan teman biasa. Tapi, jika sudah seperti ini, aku tidak bisa berhenti memikirkannya sedetik pun! Baiklah, kunobatkan dia sebagai namja yang paling mengganggu dalam sejarah hidupku! Hufft!!!

“Kau kenapa??” tanya Eun Ji eonni heran.

“Ini gara-gara namja sipit itu!” lalu aku menceritakan semua kejadian tanpa memberi tahu namanya kepada Eun Ji eonni. Herannya, Eun Ji eonni tidak menyadarinya sama sekali! Eonniku ini memang selalu membuatku tak berhenti mengucapkan kata “daebak” di setiap apapun yang dilakukannya, termasuk hal ini, bisa-bisanya dia lupa jika aku tidak memberitahu nama namja yang sering aku ceritakan  -.-“. Aku berkomitmen pada diriku sendiri bahwa aku hanya akan menceritakan ini semua dengan Jung Hwan oppa! Kenapa?? Karena rahasia Eun Ji eonni menyukai Ho Won oppa hanya dia yang tau! Lihatlah, betapa tidak nyambungnya alasanku ini! Otakku bisa seeror ini pasti gara-gara keseringan mikirin namja sipit yang bernama Myung Soo itu!

~~~***~~~***

“Tuh, kan, pasti dia! Sudah kutebak! Kau selalu bilang ‘tidak mungkin dia!’ saat aku menyebutkan nama Myung Soo! Lihat, sekarang apa yang terjadi!” ucapnya yang memarahiku. Ia yang duduk di hadapanku kini terlihat mulai membuka snacknya, walaupun aku masih tertunduk, aku masih bisa melihatnya.

“Kau menyukainya??” lanjutnya. Aku masih sibuk berkutat dengan rotiku. Aku terdiam sebentar. “Entahlah Oppa. Tapi apa menurutmu aku menyukainya jika setiap malam dia selalu mengganggu pikiranku?? Aku sangat membencinya yang selalu mengejekku dan selalu mengganggu tidur dan mimpi indahku!” jabarku yang sedikit kesal sambil mengigit rotiku.

“Sepertinya kau menyukainya” ucapnya datar sambil menyantap snacknya.

“Benakah?? Benaba kau bisa bebikir seberti ipu??” jawabku dengan mulut yang penuh karena memakan roti sangat banyak luapan kesalku saat aku menjawab pertanyaan Jung Hwan oppa bertajuk ‘kau menyukainya??’ tadi.

“Telanlah makananmu dulu!” ucapnya sambil menyodorkan minumanku.

“Hei, Soo Jungie!” tiba-tiba ada orang yang menepuk pundakku. Terlihat Jung Hwan oppa kaget melihat sosok yang menyapaku. Suaranya sih familiar. Aku menolehkan tubuhku. Kutemukan orang yang sering mengganggu hidupku selama 3 minggu terakhir.

“Kita bertemu lagi” ucapnya sambil tersenyum lebar hingga matanya menjadi segaris lalu pergi meninggalkanku.

“Bagaimana keadaan jantungmu??” bisik Jung Hwan oppa sambil memajukan badannya.

“Dia kembali menyakitiku! Dia membuat aku tidak tenang Oppa! Apakah begini rasanya jatuh cinta?? Kenapa begitu menyiksa??” bisikku pada Jung Hwan oppa dengan menggebu-gebu.

Jung Hwan oppa terlihat menarik nafas sebentar. “Memang seperti itu. Kau akan merasa nyaman jika kau berada di sisinya lebih lama, dan akan merasa sakit jika jauh darinya. Amigo, itulah cinta!” ucapnya sambil mengacungkan telunjuknya. Haaah… bisa sepeti ini ya?!! Bisa gila aku seperti ini terus!

~~~***~~~***

Aku akan membuktikan ucapan Jung Hwan oppa! Terakhir aku bertemu dan berbicara dengannya itu masih normal-normal aja, sekarang kita buktikan, apakah berubah atau tidak. Seperti biasa aku selalu sendiri di sore ini, karena Eun Ji eonni yang sibuk karena ujian kelulusannya dan tentunya ajjuma dan ajjushi masih di dalam rumah.

“Ya, siapa ini??? Jangan seperti ini?!!” tiba-tiba mataku ditutup oleh seseorang. Haah, pasti Eun Ji eonni, biasanya ia sepeti itu, keluar rumah hanya untuk melihat matahari terbenam kemudian masuk dan belajar lagi.

“Oppa! Kau mengagetkanku!” ternyata Myung Soo oppa! Aku menoleh saat ia tepat di mukaku! Aku agak menjauh darinya untuk menghindari cedera jantung (?). dan seperti biasa, dia selalu terkekeh sehabis membuat aku kesal. Apa dia bahagia setelah melihatku kebingungan menenangkan diri?!! Kami pun mulai mengobrol seperti biasa dan kini aku benar-benar merasa nyaman di dekatnya yang membuatku bingung sendiri.

“Oppa, kau tau bagaimana rasanya jatuh cinta??” Myung Soo oppa yang tadinya masih dihiasi senyum, kini malah berubah. Wajahnya sama seperti saat pertama bertemu denganku.

“Rasanya?? Rasanya sangat menyakitkan saat kita jauh, dan merasa sangat nyaman ketika  berada dekat. Itu cinta yang kutahu” jawabnya sama seperti Jung Hwan oppa. “Kenapa kau berada di Busan?? Bukannya orang tuamu berada di Seoul??” tanyaku yang membuatnya kaget. Yaampun, seperti biasa, aku mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya aku katakan lagi!

“Ak.. aku tahu dari Jung Hwan oppa. Kudengar juga kau di sini untuk menenangkan diri. Boleh aku tau kau kenapa seperti itu??” ia hanya tertunduk sedih. Ah, apa-apaan aku ini! Aku membuat wajah menawannya rusak begitu saja!

“Jika kau tidak ingin mengatakannya juga tidak apa-apa. Aku tahu itu sangat berat untuk diungkapk…. “ “Aku… dulu aku memiliki seorang yeojachingu, namanya Kim Soo Jin. Aku sangat menyayanginya. Tetapi, semua berubah ketika Appaku meminta hubungan kita berakhir, karena kita sebenarnya adalah sepupu dan kita tidak boleh menjalin hubungan cinta. Oleh karena itu, aku ke tempat ini untuk melupakannya karena kebetulan sahabatku yang merupakan kakak Jung Hwan itu menyarankanku untuk kemari. Saat seminggu yang lalu aku kembali ke Seoul, aku senang karena ia telah memiliki seorang namjachingu, ia adalah adik kelasku saat SMP dan merupakan teman dekatku, namanya No Min Woo. Aku sangat bahagia melihatnya, karena aku melihatnya dapat mencintai orang lain disaat aku telah menyukai seseorang” paparnya panjang lebar. Kini dapat kulihat hidungnya merah, tanda ia menahan isaknya.

“Berarti dia bukanlah orang yang tepat untukmu. Kata Jung Hwan oppa, disaat semua tidak bisa berjalan seperti apa yang kita inginkan, ada dua jawaban yang akan menghampiri kita, yaitu belum saatnya atau tidak ditakdirkan” jelasku dengan penekanan nada seperti saat Jung Hwan oppa menasehatiku. “Mungkin saja kau akan menemukan orang yang cocok untukmu di sini bukan?? Kita juga tidak tahu takdir Tuhan” kini ia mulai mengeluarkan setetes air mata yang sepertinya tak ia sadari. Ia masih menatap indahnya senja yang baru beberapa hari terakhir ia rasakan. Aku pun mengusapnya sambil tersenyum padanya. Entah mengapa, aku ingin sekali menenangkannya, tak ingin ia merasa terintimidasi dan tak tenang. Mungkin saja aku sudah menyukainya kini.

~~~***~~~***

“Wah… senangnya! Bagaimana, apa kau merasa sangat bahagia??” tanyaku yang ikut senang karena Eun Ji eonni sekarang sudah berpacaran dengan Ho Won oppa! Aku harus memberitahu Jung Hwan oppa headline news ini, hahaha! Eh, mungkin saja dia sudah tau… tiba-tiba saja aku ingat harus menyampaikan sesuatu pada Eun Ji eonni.

“Emm… gini sebenarnya eonni… sebenarnya, aku sudah tau nama orang yang kusukai itu… namanya Myung Soo” Eun Ji eonni yang sedang minum tiba-tiba saja tersedak dan lalu memukul-mukul dadanya sendiri untuk meredakannya. “Apa?? Myung Soo?? Benar kau menyukai orang kusam sepertinya??”

“Maksudmu kusam?? Dia cakep, nggak kusam!” bantahku cepat dengan emosi. Setiap orang yang melihatnya pasti mengatakannya cakep atau tampan, tidak mungkin ada yang mengatainya kusam!

“Bukan begitu, kusam dalam artian tidak seperti Jung Hwan yang selalu sumringah!” “Apa nyebut-nyebut nama Jung Hwan??!” tiba-tiba saja Jung Hwan oppa datang dengan tampang kucel. “Nah, gitu, gitu dah tampang orang kusam!” lanjut Eun Ji eonni sambil menunjuk-nunjuk Jung Hwan oppa yang duduk di sebelahku dan membuatku terkekeh sendiri.

~~~***~~~***

“Bye Eonni, bye Oppa!!” kulambaikan tanganku di depan gerbang sekolah yang dibalas oleh Eun Ji eonni dan Jung Hwan oppa. Hufft.. pelajaran tambahan lagi. Seharusnya kan mereka yang dapat pelajaran tambahan, bukannya aku!

Di kelas….

“Kamu kenapa?? Kenapa kamu dari  tadi nulis-nulis Myung Soo??” tanya Jin Ri sambil membuka lembaran-lembaran bukuku yang dipenuhi tulisan Myung Soo. Aku speechless, tidak dapat menjawab pertanyaan Jin Ri.

“Apa Myung Soo adalah oppa yang waktu ini kau tanyakan padaku??” “Tepat sekali” jawabku jujur yang membuat Jin Ri shock.

Teeet… teet..

Bel pun berbunyi yang menunjukkan pukul 5 p.m. Jin Ri masih heran kenapa aku bisa menyukai oppa-oppa yang sudah kuliah. Memang aneh jika dengar aku suka dengan orang yang kuliah, tapi jika dia mendengar jika aku menyukai oppa-oppa yang umurnya 3 tahun di atasku, mungkin dia tidak seshock ini, padahal kan artinya sama -.-“. Di tengah jalan, tepatnya taman kota di pinggir kolam, Myung Soo oppa duduk termenung sendirian. Aku pun meminta Jin Ri pulang duluan.

“Ada apa denganmu, Oppa??” tanyaku sambil menyentuh pundak yang tersandar lesu di kursi panjang itu. Ia tidak menoleh ataupun menjawab, ia hanya menggenggam tanganku yang menyentuh bahunya tadi.

“Temani aku melihat matahari terbenam di sini, di Busan” ucapnya yang masih menatap lurus ke depan, ke arah langit. Aku pun beralih duduk di sebelahnya dan menyerong untuk dapat menatapnya.

“Ada apa lagi??” tanyaku pelan yang membuatnya mengeratkan genggaman tangannya padaku.

“Aku pusing memikirkan ini, tapi kini aku merasa pasti atas apa yang aku rasakan kini” mendengarnya aku sangat lesu, rasanya tidak memiliki tenaga untuk bertanya. Pasti Myung Soo oppa telah menemukan orang yang tepat untuknya.

“Apa kau sudah menemukan orang yang pantas itu??” tanyaku pelan. Dia hanya mengangguk lalu membalikkan badannya dan menghadapku, ia menggenggam kedua tanganku erat.

“Aku benar-benar telah menemukannya” ucapnya dengan tatapannya yang lurus menusuk mataku.

“Apa aku orangnya??” tanyaku lagi yang membuat wajah seriusnya menjadi hancur karena gelak tawanya. Kenapa dia?? Ini dah kebanyakan bergaul sama aku, makanya dia jadi seaneh ini (?) *maksudmu thor?? o.O*

“Aku kan Cuma bertanya, kenapa kau tertawa seperti itu??” tanyaku sambil menundukan kepalaku. Terlihat tangan Myung Soo oppa masih menggenggam tanganku erat. Tiba-tiba saja satu tangan Myung Soo oppa berpindah dan tak lama kemudian kurasakan lembut tangannya di kepalaku.

“Iya, kamu orangnya, orang yang kusukai, Jung Soo Jung!” ujarnya kembali sambil mengacak-ngacak rambutku. Aku pun mulai mendongak dan melihat wajahnya dengan semangat.

“Berarti sekarang kita jatuh cinta?? Terus kita juga pacaran??” tanyaku lagi dan lagi-lagi membuatnya tertawa dan menjawab, “Iya, benar, kita sekarang pacaran” lalu ia membawaku ke pelukannya dan tentunya masih ia terkekeh karena tadi.Aku heran sekali kenapa dia bisa terkekeh sebahagia itu.

“Tidak salah aku memilih Busan sebagai kota terfavorit di Negara ini, karena di sini aku juga menemukan namja yang kufavoritkan, namja sipit yang selama dua minggu kucari-cari dan kutemukan sedang menjepret diriku dengan kameranya, namja sipit yang selalu mengganggu saat mimpi indah dan tidurku, namja sipit yang membuatku menjadi pasien tetap Jung Hwan oppa, namja sipit yang selalu mengejekku dan menertawai setiap perkataan yang keluar dari mulutku, dia adalah namja favorit ku, Oppa” seruku dalam pelukannya.

“Aku tahu” jawabnya lembut sembari memegangi kepalaku.

The End~~~