Ini ff yang pernah aku buat sebelum ff “Anak Siapa Ini?”. Maaf sebelumnya yang lagi nunggu squel dari ff “Anak Siapa Ini?”, aku belum bisa buat, hehe. Soalnya aku lagi ada banyak tugas juga untuk persiapan kenaikan kelas penjurusan, ckckck. Sekali lagi, maaf *bowing*. Dari pada kelamaan ngomongnya, langsung aja ke TKP. HAPPY READING ALL~

 

————————————————————————————————————————

 

Title : Maaf, aku mencintaimu (part 1)

Author : luthpitaaka (twitter: @luthpitaaka)

Main cast: Lee Donghae, Kang Dong Mee (OC), Onew, Key (SHINee)

Another cast: cari aja sendiri :pp ^^

Rating : PG-17

Length : Twoshot

Genre : family, humor, romance.

PS: ini asli karangan author. Semua cast punyanya Tuhan. Alur punyanya author.

Warning: TYPO BERTEBARAN!!😄 ^..^ and NO SILENT READERS!!!

 

Author POV

 

Siang ini cuaca sedang mendung. Suhu di Seoul menunjukkan 8 derajat celcius. Banyak orang di luar sana yang mencari tempat untuk berteduh.  Mungkin ini sudah memasuki bulan November, maka dari itu hujan mulai mengguyur negara Gingseng ini.

 

Halte bus semakin ramai saja dengan kedatangan para penumpang yang sebelumnya telah basah kuyup kehujanan. Salah satu di antara mereka ada yang tidak kehujanan. Dia merasa udara saat itu terasa hangat dengan jaket kulitnya itu.

 

Donghae POV

 

“wah. Nih hujan kok ngga’ reda-reda sih. Padahal aku kan ada janji sama Onew saeng!”, keluhku pada diri ini. Aku melihat semua orang pergi terburu-buru dengan sebuah payung dan juga jas hujan seadanya. Sedangkan aku? aku hanya berdiam diri melihat tingkah laku orang-orang itu.

 

Aku bingung, bagaimana caranya agar aku sampai ke tujuanku *lola*. “Ah. Sial! kenapa uangku harus habis? Aishh. Sial banget aku hari ini.”, sambil mondar-mandir mencari akal agar aku mendapatkan tumpangan free.

 

Selang beberapa menit, ada sebuah mobil berhenti di samping halte yang sekarang aku berdiri itu berhenti. Sopir yang ada di dalam membuka jendela.

“hyung, kau mau kemana? biar ku antar saja.” suara itu membuatku berhenti sejenak dari pikiranku. Aku melihat-lihat siapa orang yang ada di dalam mobil itu. Dan dia berbicara dengan siapa saat ini.

 

“Eh, kau Key dongsaeng. Anio. Aku menunggu bis selanjutnya saja”, jawabku dengan berpura-pura menunggu bis, padahal aku sudah tidak punya uang lagi.

“tak apa hyung. Kau mau kemana? Akan ku antar sampai ke tujuanmu.”, ajaknya sekali lagi dengan meyakinkan kalimatnya itu.

“tak usah malu lah hyung..”, candanya. (ini mah penghinaan banget ya?)

“aaa, baiklah. kalau kau memaksa.”, jawabku pelan. Aku segera masuk ke mobil sedan hitam yang tak ku ketahui plat nomer dan mereknya. Baju ku sedikit basah karena hujan. Lalu, mobil itu berjaln dengan lambat, agak cepat, lebih cepat lagi. Ku lirik kecepatan mobil itu, dan “waa” teriakku yang membuat Key sedikit kaget dan mengerem mobilnya dengan cepat.

“gwaenchanayo, hyung?”, tanyanya dengan wajah sedikit shock. “a-anio. tak apa.lanjutkan saja mobilnya.”, suruhku. Aku masih kaget dengan kecepatan yang digunakan oleh Key hampir mencapai 60 km/jam *shock berat*.

 

Sejenak kami mendinginkan pikiran kami masing-maasing. Lalu, Key bertanya padaku, “kau mau kemana, hyung? kita sudah setengah jalan”. “e-ee, ke rumah Onew saeng, Key.”, sedikit melirik pada Key saeng. Dia dari samping terlihat cool, sedangkan aku? ah, sudahlah. Aku tak mau tau tentang diriku sendiri yang akhirnya akan menyakitkan. *author lebay*

 

Key POV

 

“e-ee, ke rumah Onew saeng, Key.”, aku mendengarkan kalimat yang baru saja hyung ucapkan.

“jeongmal? Waw, mungkin kita memang ditakdirkan untuk menjadi hyung dan saeng forever.”, jawabku dengan PD.

“aku juga mau ke rumah Onew hyung.Pas banget ya? *sesuatu-__-* lanjutku asal

“ha? wah, kita memang berjodoh ya..”, jelas Donghae hyung padaku.

 

10 menit ~~~~~~~~~~~~`

 

Donghae POV

 

“akhirnya sampai juga di tujuan. Aku bisa menepati janjiku pada Onew saeng.”, ucapku dengan membuka pintu mobil.

“ne, hyung. Kaja, hyung. Onew hyung mungkin sudah menunggu kita.”, ajak Key untuk masuk ke rumah yang terlihat super duper gedhe banget *kebesaren* dengan tembok bercat biru.

 

Aku mulai melangkah meuju rumah yang terlihat tak berpenghuni ini. Ku sadari jarak ku dengan jarak Key sudah jauh sekali. Aku berlari sedikit untuk menyusul saengku itu.

“Ya! Kau berjalan cepat sekali sih?”, protesku padanya.

“aigoo! Kau saja hyung yang jalannya lelet! *mian buat fishy, author lagi buruk*” , serunya padaku. Aku pun menyadari itu. Aku memang sedikit lelet. Tapi kan gini-gini aku juga jago nge-dance *geje*.

 

“aishh! Apa lu kata aja deh. Emm, saeng, ntar kita battle dance ya ama Onew?”, pintaku dengan dengan wajah innocent.

“itu mah gampang hyung, yang penting sekarang kita nyampek dulu di dalam. Kalo kayak gini terus kapan jalannya?”, protesnya kembali sambil nunjuk-nunjuk kakinya. Aku sadar kalau kaki kami tidak berjalan alias diam _lamaaaaabanget_.

 

“oh, ne. Kaja, saeng. Aku lupa kalau kita harus jalan terus, hehe.”

“aishh. Kenapa aku harus punya hyung yang seperti ini.”, umpatnya yang sedikit kudengar walaupun itu terdengar pelan.

 

Key POV

 

Hari ini aku memang berniat berbaik hati memberikan tumpangan pada hyungku ini. Tapi, seseuatu telah membalikkan semuanya. Hyung ku yangn tadinya normal-nrmal saja, malah semakin menjadi-jadi sifatnya. Semenjak di tinggal pergi oleh kekasihnya yang sudah cukup lama mereka berhubungnan. Emm, mungkin sekitar 2 tahun-an lah. Itu sangat menyakitkan bagi Donghae-hyung.

 

-flashback-

 

“chagi, kau mau ke mana?”, tanya Donghae polos pada yeojachingunya itu.

“mianhae, oppa. Aku harus pergi. Aku tak mau melukai hatimu lebih dalam.”, kalimat tersebut terucap dari yeoja yang terlihat sangat anggun dan cantik pada saat itu.

“ya! Kenapa kau berbicara seperti itu, chagi?”, tanya Donghae sekali lagi.

“gwaenchana, oppa. Aku akan pergi menjauh dari mu, walaupun itu cukup menyakitkan bagiku.”, jawabnya kembali pada Donghae yang sekarang mulai merasakan seperti ada duri yang menancap ke dalam hatinya.

 

Donghae kembali bertanya, “kau kenapa chagi..?”.

Namun yeoja itu tak menjawab pertanyaan lagi. Yeoja itu sudah pergi jauh dan semakin menjauh dari hadapannya yang sekarang sedang berjalan bersama namja lain. Namja yang tak diketahuinya.

“pabo! Kau ini namja pabo Donghae! Kenapa kau mau dibohongi yeoja seperti itu!”, teriaknya pada dunia.

 

Hujan datang dan mulai membasahi tubuhnya. Ia tak beranjak dari tempatnya itu. Suara petir yang biasanya membuat orang meerasa takut, dan itulah yangn sekarang ia rasakan. Rasa takut kehilan yeojachingunya itu telah terjadi. Ia tak tahu harus bagaimana bila hidup tanpa yeojanya itu. *Haeppa lebai.*

 

-flashback end-

 

Walaupun aku bukan dongsaeng kandungnya, tetapi aku juga ikut sedih saat tiba-tiba dia tidak mau makan dan hanya mendekam di dalam kamarnya. Aku berfikir, mengapa ada yeoja yang sesadis itu yang meninggalkan namjanya yang sangat perhatian pada yeojachingunya itu.

 

Hmm, hari memang sudah mulai sore. Hujan pun sudah tak meneteskan air matanya. Matahari kembali bersinar tapi sedikit demi sedikit akan tenggelam. *puitis banget Key oppa xD*

 

“tok tok tok”, ku ketok pintu rumah ini.

“Spada.. annyeonghaseyo..”, sapaku pada penghuni rumah ini, tapi tak ada jawaban yang keluar.

Ku ulangi sekali lagi, ”Assalamu’alaikum.. atuk.. oo atuk *loh kok upin ipin?*” Tapi tetap saja, penghininya belum menyadari keberadaan kami.

Akhirnya Donghae hyung mengambil satu cara agar penghuni nya membuka pintu untuk kami, “Ting tong, ting tong..”

 

Lanjut Donghae berbicara padaku, “saeng, kalo pergi ke rumah segede ini, terus mau masuk tuh nyapanya pake bel rumah..! bukannya digedor pakek tangan..! ” seru hyungku itu.

“mian hyung, tadi aku lupa karena saking semangatnya. xD”, jawab ku sedikit bergurau.

“gwaenchanayo saeng. Manusia kan juga tempat salah dan lupa.”, jawab Haehyung dengan sedikit memberi kalimat mutiara (?).

 

Beberapa saat kemudian penghuni rumah ini nongol (?) *bayangin Onew oppa lagi clingak clinguk nyari sumber suara*. Tapi, Onew hyung belum menemukan sumber suara karena posisi Onew hyung sekarang mendongakkan kepalanya, sedangkan kami berada pas di depannya bukan di atasnya (?).

 

Onew POV

 

“Ting tong, ting tong”, suara bel rumahku berbunyi. Tanpa basa basi lagi, aku bangun dari tidur nyenyak ku dan menuju suara bel tersebut. Aku cukup kaget pasalnya aku tak melihat orang satu orang pun, malahan yang muncul hanya awan biru yang menghiasi langit bumi yang sangat indah, loh? Kok kayak liat langit sih? Langit kan ada di atas berarti aku melihat bagian atas dong? Bukan depan? Omo! Omo! Inilah kebiasaan burukku.

 

“pletak.!”, satu jitakan berhasil mendarat di jidat ku yang sangat mulus ini. Kontan aku langsung menjerit kesakitan, “auww. Apa-apan sih ini. Maen pukul jidat orang aja.”.

“ah, hyung! Kau itu keterlaluan. Kami ini ada di depanmu! Bukannya di atasmu! Memang kami ini burung bisa terbang melayang sesukanya?” Key pun protes karena kelalaian ku dan juga kebiasaan buruk, selalu mendongakkan kepala kemana saja.

 

“Ah, sudahlah! Kalian ini seperti anak kecil aja. Ayo cepat masuk. (Haeppa maen masuk rumah orang aja, padahalkan yang punya rumah belum ngijinin mereka masuk?).” Haehyung pun akhirnya menengahi pertengkaran kami.

Aku langsung diam dan masuk menuju tepat yang lumayan sepi ini, rumahku sendiri. Aku hanya tinggal dengan 1 sopir dan 1 pembantu, tapi masih ada tambahan penghuni lagi.

 

“Nah kalian kan sudah menepati janjiku, sekarang aku akan memberitahu sesuatu pada kalian. Ini rahasia kita saja ya.. Kalo orang lain tahu, ya biarkan saja. Okei?”, seru ku pada mereka. Mereka hanya saling bertukar pandangan saat mendengar kalimatku tadi.

 

“eh, ditunda dulu ya pemberitahuannya. ah,.. silahkan kalian maen sesuka kalian dulu. Masih banyak tuh game yang belum kalian selesaikan.” akupun menyuruh mereka bermain saja. Padahal, awalnya aku ingin memperkenalkan yeodongsaengku pada Donghae hyung agar dia tidak terlihat frustasi sepsrti ini. Ya kalian tau lah, dia telah kehilangan yeojachingunya. Wajar saja, dia telah menjalani hubungan dengan yeoja itu sekitar 2 tahunan lah. Cukup lama kan? *curcol muncul*.

 

Tapi, ku urungkan niatku sejenak karena aku tidak mau membuat yeodongsaengku bingung dengan rencana ku ini. Dia (yeodongsaengku) tidak tahu rencanaku yang sebenarnya. Aku hanya bilang bahwa dia akan ku kenalkan dengan teman-teman dekatku, aslinya aku ingin menjodohkan yeodongsaengku ini dengan Haehyung. Menurutku mereka itu cocok.

 

“Saeng, ini kenapa? Kok vcd nya mati sih?” tanya Haehyung padaku tiba-tiba.

“molla hyung, mungkin kau salah menancapkan kabel hyung.” jawabku agak keras. Tiba-tiba lampu yang menerangi rumahku ini padam, tak tahu sebabnya..

 

TBC~~

 

 

 

 

 

Gimana ceritanya? Bagus? Atau malah jelek? Maaf ya, ini ff pertama aku tempo doeloe..😄

Jangan lupa di comment ya. NO SILENT READERS!!

Comment dari kalian akan menambah wawasan author dalam hal tulis menulis ff seperti ini.