Title: Winter Memories

author: park Harin (fariha)

length: Oneshot

genre: romance, sad

maincast: Shin Haseul as Shin Haseul

Kim Kibum/key as Kim Kibum/key

Jo youngmin as Jo youngmin

support cast: Jung jessica as kim jessica

a.n: annyong readers! Sebelumnya maaf kalo banyak typo hehe >.< ini kedua kalinya aku ngirim FF ke sini #siapayangnanya hehe.

Ohya, FF ini udah pernah di publish di >> galleryoffanfiction.wordpress.com

Happy reading!!


 

    ”every grain of snow that fell to earth always reminded me of you”

 

hembusan angin musim dingin mengibaskan rambut seorang yeoja yang tengah terduduk di bangku taman yang sudah tertutupi salju. tak ada lagi orang yang berada di taman itu kecuali yeoja itu. sudah 3 jam ia duduk di situ. suhu yang bertambah dingin tidak membuatnya segera beranjak dari tempat itu. pikirannya melayang-layang ke masa lalu, menginga-ingat kenangan manis bersama sorang namja. hanya kenangan masa lalu di musim dingin itu yang mampu menjadi obat hatinya yang terluka.

 

“haseul-ah!” seseorang berteriak memanggil nama yeoja itu. ya, nama yeoja itu adalah Shin haseul. panggilan namja berambut pirang itu membuat pikiran haseul kembali ke masa sekarang. haseul menoleh ke arah sumber suara.

 

“haseul-ah, akhirnya aku menemukanmu! sedang apa kau di sini? ayo pulang, eomma dan appa mu mencemaskan dirimu. selalu seperti ini, setiap tahun di musim dingin kau selalu pergi entah kemana dalam waktu yang lama.” namja berambut pirang itu menasehati  haseul seraya memakaikannya jaket pada tubuh haseul. tetapi haseul menolak memakai jaket tersebut.

 

“youngmin-ah.. aku masih ingin di sini pulanglah duluan, nanti aku akan pulang” ucap haseul pelan.  youngmin menghela nafas panjang.

 

“haseul-ah, udara sudah semakin dingin, lihat pipimu saja sudah merah karena dingin. pulang sekarang, oke??” bujuk youngmin lembut.

 

“…..” tidak ada jawaban dari haseul. ia malah memejamkan matanya memulai mengenang masa lalu. youngmin yang melihat itu mendengus kesal.

 

“haseul-ah!! jangan seperti ini terus! ini sudah 3 tahun setelah dia pergi entah kemana tanpa kabar apapun darinya. jangan terus menunggunya seperti ini terus! dia mungkin telah melupakanmu!” bentak youngmin penuh emsosi. bentakan youngmin membuat haseul tersentak kaget. airmata yang sudah di tahan sedari tadi mulai mengalir. sebutir, dua butir air mata itu terjatuh.

 

“haseul-ah,, uljima,, jangan men-”

 

“DIAM! cukup youngmin-ah! key oppa tidak meninggalkanku! dia pasti akan datang menemuiku!” tiba-tiba haseul berteriak emosi seraya berdiri menghadap youngmin. terlihat matanya berkilat-kilat marah.

 

“dia pasti akan menemuiku.. pastii..”ucap haseul. kali ini terselip nada ragu dalam ucapannya. haseul kembali terduduk di bangku tadi, tangannya menutup wajahnya yang telah menangis sesenggukkan. youngmin terdiam. ia menatap sendu haseul.

 

tangan youngmin menjulur hendak mengelus punggung haseul, untuk menenangkan haseul, tapi niatan tersebut tidak jadi di lakukan ia menarik kembali tangannya.

 

“haseul-ah, mian.. aku hanya ingin kau berubah…  mianhaeyo..” ucap youngmin lalu berjalan pergi.

 

setelah youngmin pergi, haseul melepaskan tangannya yang menutup wajahnya. “oppa, apakah benar yang di katakan youngmin-ah??apakah kau telah melupakan aku?” ucapnya lirih.

 

“oppa kenapa kau tidak menepati janjimu untuk terus menemaniku di musim dingin, musim kesukaanku?” ucapnya kali ini suaranya bergetar. seketika keyakinan yang terus di bangun olehnya selama 3 tahun runtuh. keyakinan bahwa key akan datang menemuinya. ia terus mengingat hari terakhir ia bersama key namja yang sangat ia cintai, namja yang mengisi hati dan hari-harinya, namja yang selalu membuat musim dingin menjadi musim yang sangat indah.

 

*Flash back*

 

Tiiin Tiin Tinn

 

bunyi klason motor membuat haseul yang menanti key tersenyum merekah. ia segera berlari menuju jendela kamarnya yang brada di lantai dua. ia menyingkap tirai jendela itu mengecek apakah bunyi klakson motor itu milik motor key. ia kembali tersenyum, ketika yang di lihatnya sama apa yang di harapkannya. dari bawah key melambaikan tangannya. haseul melambaikan tangannya juga, mulutnya mengatakan ‘tunggu’. lalu haseul bergegas menuju cermin melihat penampilannya. “hmm, kurasa sudah cukup” ia tersenyum puas. ia menyambar tas kecilnya.

 

“umma,appa!! aku perg dulu yaa..” pamit haseul pada orang tuanya.

 

“hay, oppa” sapa haseul pada key yang sedang tersenyum penuh arti seraya menatap haseul. yang di tatap hanya bisa merasa malu dan gugup.

 

“hay, chagi.. kau terlihat cantik sekali hari ini..” ujar key. blushh, wajah haseul seketika memerah.

 

“aishh,, oppa berarti selama ini jelek begitu??” ucap haseul  mencoba menutupi kegugupannya.

 

“anii, kau selalu cantik di mataku chagi..” ungkap key dengan senyuman manisnya.

 

“cheonma oppa..” wajah haseul semakin memerah.

 

“hahaha wajah mu seperti tomat. merah sekali” goda key setelah melihat haseul yang salah tingkah.

 

“aissh oppa, wajah ku merah juga kan karena siapa?? huh” haseul mengerucutkan bibirnya.

 

“ne ne,, ayo kita pergi..pakai nih helmnya.” key mencubit pipi haseul lalu menyerahkan helmnya.

 

“yaa! appo” haseul mengelu-ngelus pipinya lalu memakai helm dan langsung duduk di belakang key. key menancapkan gas motornya dengan kecepatan stabil. menembus angin musim dingin.

 

“brr,dinginn” gumam haseul tapi dapat di dengar oleh key. tangan key menuntun tangan haseul untuk memeluknya.

 

“peluk saja aku kalau kau merasa kedinginan..” ucap key lembut. dag dig dug jantung haseul berdegup kencang. walaupun sudah sering memeluk key tapi perasaan gugup itu selalu muncul. jika haseul memeluk key perasaan dan tubuhnya selalu terasa hangat dan nyaman, itulah salah satu yang ia sukai dari key. haseul menyenderkan kepalanya di punggung key. menikmati perjalanannya bersama key.

 

“ehemmm” key berdeham. haseul menndongakkan kepalanya untuk melihat key.

 

“kita sudah sampai chagi, masa kau mau memelukku terus?” tanya key. haseul melihat sekeliling dengan wajah polos.

 

“oh iya sudah sampai hehe” haseul melepas pelukannya lalu menggaru-garuk tengkuknya.

 

“yasudah, ayo kita masuk ke dalam my princess” key turun lalu menjulurkan tanganya seperti seorang pangeran dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. haseul menyambut tangan key. mereka berjalan bergandengan tangan. ya, mereka akan berkencan di taman hiburan. karena haseul dan key sama-sama sibuk dengan aktivitas kampus mereka, sehingga mereka selalu menanti-nantikan musim dingin dimana mereka bebas dari aktivitas kampus mereka.

 

“oppa bogoshipoo~~” haseul menggelayut manja di lengan key. key hanya tersenyum lembut.

 

“nado bogoshipo chagi” key mengusap kepala haseul lembut.

 

“mau naik yang mana dulu chagi?” tanya key seraya memperhatikan sekelilingnya. haseul pun sama.

 

“hemm naikapa dulu yaaa?”

 

“aha! kita naik roller coaster dulu. pemanasan oke?” key menunjuk-nunjuk wahana roller coaster yang sedang berjalan, terdengar orang-orang berteriak nyaring. bulu kuduk haseul berdiri.

 

“oppa, pemanasan masa naik itu, aku takutt.. gak mau naik itu” haseul menggembungkan pipinya sambil menggeleng-geleng kepala.

 

“gwenchana, kan ada aku di sisi mu.. jadi jangan takut” key menarik tangan haseul menuju wahana tersebut. haseul hanya bisa pasrah dalam tarikan key (?)

 

antrian wahana itu tidak terlalu panjang, tak perlu waktu lama haseul dan key sudah menaiki roller coaster.

 

“oppa.. aku takutt,, hiks hiks” suara haseul gemetar.

 

“santai chagi. aku ada di sini.” key meraih tangan haseul dan memegangnya erat. roaller coaster itu mulai bergerak, haseul memejamkan matanya. roaller coaster itu hendak meluncur dan,

 

“kyaaaaa!!!! oppaa!!” haseul berteriak takut setelah roller coaster itu meluncur. ia memegang erat tangan key. key tertawa melihat wajah ketakutan haseul.

 

“kyaa!, oppa!! kyaaa! berhentii!! kyaaaa!!akkuuu takuuttt!” haseul tak henti-hentinya berteriak. akhirnya roller coaster itu berhenti. nafas haseul tersengal-sengal, wajah nya pucat.

 

“hyaa! oppa jahat kenapa kita harus naik itu dulu” haseul memukul pundak key.

 

“hehe tapi kau tidak kenapa-kenapa kan?? yasudah ayoo istirahat dulu. kajja.” key menuntun haseul. key merasa bersalah ketika melihat tubuh haseul yang bergetar. mereka duduk di bangku taman.

 

“hemm kau mau cappuccino? ” tawar key. haseul mengangguk. key pun berjalan membeli 2 cup cappuccino. ‘tadi lucu sekali melihat ia ketakutan seperti itu, manis sekali.. aku semakin menyukainnya hehe’batin key sambil senyum-senyum sendiri.

 

beberapa saat kemudian key datang membawa 2 cup cappuccino di tangannya.

 

“mian menunggu lama, ini cappuccinonya” key menyerahkan cappuccino itu

 

“ne, gomawo oppa..” jawab haseul, sekarang air mukanya sudah berubah tidak pucat lagi.

 

“kau kedinginan chagi?” tanya key dengan nada khawatir.

 

“hemm, lumayan oppa..” jawab haseul seraya mengelus-ngelus tangannya lalu meminum cappuccino itu. sedangkan key, ia melepaskan jaketnya, lalu memakaikannya pada haseul.

 

“pakai ini chagi, aku tidak mau melihat mu sakit” ujar key perhatian.

 

“oppa, bagaimana denganmu?” ucap haseul khawatir dengan key yang tidak memkai jaket.

 

“aku kuat kok..hehe yang penting kamu tidak sakit chagi.kalau kamu sakit, aku juga bisa ikut sakit.” haseul tertegun mendengar perkataan key.

 

“ayo, kita main lagi.. ” ajak key menarik tangan haseul yang masih tertegun akan ucapan key. wajah haseul kemudian tersenyum sambil mentap punggung key. ‘aku benar-benar beruntung bisa menjadi yeojachingumu key oppa, dan aku tidak salah telah jatuh cinta padamu. aku sangat bahagia berada di sisimu.’ ucap haseul dalam hati.

 

mereka pun bermain hingga sore, ada teriakan dan tawa yang menghiasi hari itu. ketika mereka pulang butir-butir salju turun ke permukaan bumi.

 

“waaahhh?? salju sudah mulai turun!!” ucap haseul kagum matanya berbinar-binar.

 

“hey, jangan berlari-lari seperti itu nanti jatuh.” tegur key pada haseul yang sedang berlari-lari kecil dengan tangan yang terlentang.

 

“aish, biarin oppa, aku sedang merasakan salju yang jatuh. ayoo oppa juga ikutan.” kata haseul riang. key hanya menggeleng-geleng melihat kelakuan haseul.

 

sreett(?) brukk.

 

key dan haseul terjatuh saat haseul mencoba menarik key.

 

“appo…” ringis haseul saat pantat nya mendarat di tanah dan tubuh key menimpa haseul.

 

“kau ini.. makanya jangan menarik orang tiba-tiba..” key memarahi haseul.

 

“mian oppa, aku tak sengaja. bantu aku bangun oppa.” haseul menatap key dengan wajah memelas.

 

“ne, ne” key menarik tangan haseul tapi ia melepaskan tangannya sehingga haseul terjatuh. “hahahaha” key tertawa terbahak-bahak.

 

“yaa! oppa awas kau!” haseul beranjak berdiri lalu mengejar key. key pun berlari . jadilah mereka kejar-kejaran di bawah hujan salju.

 

“ayoo, kejar aku chagi! :p” tantang key.

 

“awas kau oppa, aku akan mengejar mu!!” teriak haseul. tiba-tiba key berhenti berlari membuat haseul menabrak key. key langsung  menangkap haseul, lalu memeluknya ia memutar-mutar tubuhnya.

 

“hyaa! oppa aku maluu..” ucap haseul kaget akan perlakuan key.

 

“chagii! aku sangat senang hari ini!!” teriak key lalu melepaskan pelukannya. DEG! tiba-tiba muncul perasaan aneh pada haseul. ia merasa pelukannya ini dan pertemuan ini adalah yang terakhir. tapi dengan segera ia menghilangkan perasaaan buruk itu.

 

“oppa, kau selalu ada disisiku kan? kita akan selalu bersama-sama di musim dingin kan oppa?” tanya haseul  tiba-tiba. wajah key terlihat heran.

 

“ne chagi, kita akan selalu bersama. kenapa kau menanyakan itu?”

 

“ani oppa, hanya untuk memastikan saja” jawab haseul tersenyum. key menatap mata haseul dalam. haseul yang di liat tiba-tiba menjadi gugup dan salah tingkah. key mendekatkan mukanya ke muka haseul. ‘omonaa! apakah key oppa akan menciumku?? bagaimana ini? aku gugup’ batin haseul. haseul memejamkan matanya. lalu ia merasakan deru nafas key yang hangat. dan.

 

CHU~ bibir key mendarat di bibir haseul dengan lembut.

 

“sarang haeyo chagi..jeongmal saranghaeyo..” ucap key setelah melepaskan ciumannya.

 

“nado sarang haeyoo…oppa” ucap haseul sambil menundukkan kepalanya karena malu. key memeluk haseul.

“chagi,, jangan tinggalkan aku ya..” gumam haseul pelan.

 

mereka pun akhirnya pulang,  besoknya key mengirim pesan pada haseul.

 

From: My prince ‘key oppa’

chagii, aku punya kejutan untuk mu, tunggu di rumah yaa,

sarang haeyoo :*

 

haseul merasa senang, ia tak menyangka key akan memberinya kejutan. “kejutan apa yaa??” ucap haseul senang.

 

to:My Prince ‘key oppa’

ne, oppa.. aku tunggu kejutanmu hehe

nado saranghae :*

 

tapi, satu jam, dua jam, tiga jam, sampai malam, sampai besoknya key tidak pernah datang. tidak pernah mengabari haseul. dari saat itulah haseul tidak tahu kabar key dan tidak tau key berada dimana.

 

*Flashback end*

 

“oppa, ternyata perasaan waktu itu terbukti…” ucap haseul masih menangis sambil memeluk dirinya.

 

“oppa,kenapa kau tidak beradai sisiku saat ini? sesuai janjimu? apakah kejutanmu itu meninggalkan diriku??” lirih haseul. butiran salju mulai turun. haseul menengadah menatap langit. “butiran salju?” ucapnya pelan. hatinya semakin terasa sakit.btiran salju selalu mengingatkan padanya. ia menghela nafas panjang.

 

“oppa, jika kau mau mninggalkanku, seharusnya kau memberitahuku jangan seperti ini, setidaknya mengurangi rasa sakit ini oppa…” ujar haseul gemetar. lalu beranjak berdiri. ia pun berjalan pulang dengan gontai.

 

pada saat itu ada cahaya muncul tiba-tiba di bangku taman tadi. seorang namja dengan raut wajah yang sendu dan sedih. ia menatap haseul. “haseul, kau salah, aku selalu ada di sisimu tidak meninggalkanmu haseul..” ucap keras tapi percuma tak akan ada satu orang pun yang mendengarnya.

 

————————winter memories—————————

 

Youngmin Pov

“huffttt,,”desahku panjang stelah sampai rumah haseul. ya aku serumah dengan haseul, aku teman sejak kecil haseul sekaligus teman kampus key. orang tuaku tinggal di luar negri sehingga aku di titipkan di rumah haseul.

 

“youngmin-ah?? mana haseul?” ucap umma haseul khawatir. aku menggeleng pelan.

 

“haseul,, kenapa kau jadi seperti ini, semenjak hari itu..” ucap umma haseul frustasi.

 

“biarkan dia ahjumma, di mungkin butuh waktu lebih lama” ucap ku menenangkan ahjumma.

 

aku beranjak, ke kamar ku dan termenung di balkon. “key, kau sebenarnya kemana? kenapa kau melakukan hal ini pada haseul? bukannya kau menyukainya?? kenapa kau membuat yeoja yang ku cintai juga sakit hati??” gumam youngmin pelan. matanya menerawang ke langit yang gelap.

 

cklek’

 

aku menoleh ke arah pintu, ternyata haseul sudah pulang, ia berjalan ke arahku. matanya sembab sekali. ia mencoba tersenyum.

 

“youngmin-ah..mian tadi aku membentakmu.” ucap haseul pelan lalu ikut duduk di sebelahku. aku menatapnya seksama.

 

“gwenchana haseul-ah, aku yang salah mengungkit masalah itu lagi.” jawabku.

 

“ani, kau tidak salah, sebagaian perkataanmu itu benar. seharusnya aku bisa melupakannya, yang sudah meninggalkankutanpa kabar. tapi entah mengapa hatiku tidak mau menuruti otakku. hatiku merasa oppa masih ada di sisiku.” ucap pelan tetap memandang btiran salju yang jatuh.

 

aku tak sanggup berkata-kata lagi, hatiku sakit melihatnya seperti ini. apakah di dalam hati mu hanya ada key saja? aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku mengenai hal itu.

 

“yap, aku ke kamar ku dulu ya youngmin-ah.”ucapnya lalu mengusap matanya yang hampir menangis lagi.

 

tuhan, aku harus melakukan apa agar dia bisa tersnyum sperti dulu lagi? aku akan melakukan apapun untuk mewujudkan itu….

 

——————————winter memories—————————————-

Author Pov

ting tong ting tong

 

“youngmin-ah! tolong bukakan pintu ya” ucap eomma haseul pada youngmin,

 

“ne, ahjumma.” youngmin pun beranjak membuka kan pintu. telihat seorang yeoja yang umurnya 3 tahun lebih tua dari youngmin

 

“mencari siapa agashi?” ucap youngmin ramah.

 

“apakah ini rumah Shin Haseul?”ucap nya ragu.

 

“ne, biar aku panggilkan.” ucap youngmin lalu beranjak memanggil haseul.

 

“haseul-ah, ada yang mencari mu di depan.” teriak youngmin dari lantai satu.

 

“ne, bentar aku segera turun” jawab haseul dengan suara serak.

 

haseul berjalan menemui orang yang mencarinya.

 

“ada perlu apa? “tanya haseul heran. ia tidak mengenali yeoja itu.

 

“hmm, saya adalah kakaknya kim kibum, ah mungkin kau leih mengenalnya dengan nama key, kim jessica imnida” ucap yeoja itu. haseul terdiam mendengar nama ‘key’dan ‘kim kibum’

 

“haseul-ssi? gwenchana?” yeoja itu mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah haseul. haseul tersadar, tiba-tiba tubuhnya bergetar.

 

“g gwenchana.. a a ada apa?? jessica-ssi?” ucap haseul bergetar.

 

“apa kau bisa ikut aku? sebentar saja?” tanya jessica pada haseul.

 

“ke kemana?” tanya haseul balik.

 

“nanti kau jug akan tahu.” jawab jessica.

 

“boleh aku ajak seseorang?”

 

“hmm, tentu” jawab jessica ragu.

 

“oke tun tunggu sebentar.” ujar haseul, ia menghampiri youngmin yang sedang menonton tv.

 

“youngmin-ah, antar aku ya?” ucap haseul pelan, ia berusaha menahan tangis yang sedari tadi mendesak keluar.

 

“ha? kemana?” tanya youngmin heran, ia heran melihat tingkah laku haseul.

 

“antar saja, ne?”

 

“ne. kajja..” jwab youngmin,”hmm haseul-ah? siapa tamu itu?” tanya youngmin akhirnya.

 

“dia kakanya key oppa” ucap haseul singkat. youngmin terkejut. ia tidak berkata lagi. ia sibuk dalam pikirannya. dalam perjalanan ketiga orang itu tidak berbicara. suasana hening menyelimuti mereka. sedar tadi tubuh haseul bergetar, entah mengapa tubuhnya terus bergetar dan gelisah. youngmin yang melihat itu memegang tangan haseul, haseul menoleh pada youngmin, youngmin menatap haseul dengan tatapan tenang-semua-akan-baik-baik-saja.

 

akhirnya mereka tiba di rumah sakit. haseul dan youngmin terlihat kebingungan di pikiran haseul dan youngmin sama ‘apakah key sakit?’

 

jessica berjalan menuju salah satu ruang ICU. setelah sampai di depan ia mengangguk pada haseul dan menyuruh haseul masuk ruangan itu. haseul membuka pintu itu dengan ragu.

 

cklek’ pintu terbuka perlahan. dan betapa kaget nya haseul mendapati namja yang ia tunggu-tunggu, namja yang ia cintai, namja yang selama 3 tahun ini memenuhi pikirannya terbaring lemah dengan perban dimana-mana di ranjang itu.

 

haseul menutup mulutnya dengan tangannya. air matanya mendesak keluar. tubuhnya semakin bergetar. ia berjalan mendekati namja itu. wajah key yang dulu terlihat hangat kini terlihat dingin. matanya tertutup rapat.

 

“o o oppa?” ucap haseul lirih. nafasnya tertahan. ia akhirnya menumpahkan tangisannya disamping key.youngmin yang menunggu di luar melihat kejadian itu dari jendela pintu. youngmin juga kaget melihat key dalam kondisi seperti itu.

 

“a a apa yang terjadi?” tanya youngmin pada jessica.

 

“ia kecelakaan 3 tahun yang lalu. motornya tertabrak sebuah truk dan sampai sekarang ia koma.” ucap jessica pelan.

 

“kenapa tidak mengabari kami?” tanya youngmin lagi.

 

“kami, tidak tahu dia mempunyai yeojachingu. dan kami sibuk mencari pengobatan untuk key.” ucap jessica sesekali terisak. “sampai akhirnya kami menemukan buku ini di dalam kamarnya.” lanjut jessica ia mengeluarkan buku catatan. aku mengambil buku itu.

 

“jessica ssi, untung kau ada di sini, saya ada perlu dengan anda mengenai kondisi key.” ucap seorang uisa yang tiba-tiba datang.

 

“ne, aku akan keruangan anda.” ucap jessica, lalu uisa itu pergi duluan.

 

“hmm, berikan itu pada haseul ssi, suruh ia membaca tulisan paling akhir.”ucap jessica lalu pergi menuju ruangan dokter.

 

youngmin memasuki ruangan itu. ia menghampiri haseul yang tengah menangis dengan memegang tangan key.

“opppaaa” tangisnya pilu.

 

“haseul-ah.. kata jessica-ssi kau di suruh membaca ini, tulisan paling akhir.” ujar youngmin seraya menyerahkan buku itu.

 

haseul mengambil buku itu. ia membuka buku itu. tangannya bergetar, air matanya terus mengalir.

 

tanggal 28desember2009

hari ini aku dan haseul berkencan, sungguh ini adalah hari yang indah. aku sudah tidak sabar untuk besok. aku akan melamarnya! aku akan meminta ia menjadi pendamping hidupku. apakah ia akan menerimaku? semoga ia menerimaku. hahaha sekarang jantung tak karuan.

 

semoga aku berhasil. hwaiting!

 

“bodoh! aku pasti menerimamu! aku sangat mencintaimu!” ucap haseul lirih. ia mengelap matanya dengan kasar. ia menoleh pada namja yang terbaring itu.

 

“sepertinya ia mengalami kecelakaan ketika dalam perjalanan” ucap youngmin

 

“kau bodoh! kenapa kau harus melamarku hari itu?? kalau kau tidak pergi hari itu. kau tidak akan seperti ini dan aku tidak harus menunggu 3 tahun tanpa kabar dari mu!” ujar haseul mencoba tegar tapi suaranya itu terdengar menydihkan.

 

“kau bodoh oppa!”

 

———————————winter memories————————-

haseul pov

“oppa!! ayo sini duduk di sebelahku” ucapku menepuk-nepuk tempat di sebelahku. key oppa tersenyum lembut dan menyejukkan. ia duduk di sebelahku.

 

“oppa, oppa, lihat salju turun ” aku menunjuk butir-butir salju itu.

 

“kau suka musim dingin?” tanyanya padaku.

 

aku mengangguk yakin, “ne, aku suka sekali, karena di musim dingin aku selalu bersama dengan mu hehe” ucapku sambil memainkan salju yagn mendarat di tanganku. ia menatap lembut aku. aku menoleh padanya.

 

“oppa kenapa mellihat aku terus?” tanyaku heran.

 

“aku hanya ingin melihatmu lebih banyak sebelum aku pergi” ucapnnya tenang. aku langsung memasang wajah sedih.

 

“oppa tidak boleh pergi lagi..jeball” ucapnya mulai terisak.

 

“ssstt.. kau tidak boleh menangis chagi.. aku akan pergi ke tempat dimana aku bisa mengawasimu setiap saat.” key oppa menghapus air mata yang mengalir di pipiku.

 

“tapi,, tapi,,aku nanti dengan siapa??” tanyaku tertahan.

 

“kau masih mempunyai keluargamu dan youngmin-ah chagi,, youngmin pasti akan menjagamu.. ssstt uljima” ia menempelkan jari telunjuknya di bibirku.

 

“kau harus berjanji akan terus tersenyum, kau tidak boleh menangis. dan satu hal lagi aku aku selalu ada di sisimu tepatnya di hatimu” lalu ia memelukku hangat.

 

“ne oppa, aku tidak akan menangis, tapi untuk sekali ini aku ingin menangis boleh ya?” tanyaku dalam isak tangis. key oppa mengangguk. aku menangis dalam pelukannya yang hangat.

 

tuhan, apakah ini pelukan terakhir darinya? kumohonjangan jadikan pelukan ini yang terakhir, aku masih ingin merasakan kehangatannya. kumohon beri aku waktu sedikit lagi. kumohon…

 

—————————–winter memories———————————

 

tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit

 

terdengar bunyi nyaring di telingaku, ku juga mendengar suara gaduh dan isak tangis orang. aku membuka mata dari tidurku di samping key oppa.

 

“agashi, tolong jangan di sini dulu, kami akan memeriksanya” ucap seorang suster. aku segera bengun dan berjalan menuju youngmin. youngmin menatapku prihatin. ada aapa?

 

“haseul-ah… “ucapnya lalu memelukku.

 

“ada apa youngmin-ah?” tanyaku heran.

 

“key, dia, detak jantungnya tidak berdetak lagi..” ucap youngmin pelan.

 

“a apa??” aku menoleh pada tubuh key yang hendak di tutupi. di sebelah terdapat jessica-ssi dan spertinya orang tua key oppa.

 

“o o oppa…” lirihku dan kakiku ambruk tak kuat menahan tubuhku lagi.

 

————————winter memories—————

 

author pov

haseul menatap gundukan tanah itu.hanya tinggal  ia dan youngmin yang berada di sana. merangkai memorinya bersama namja yang sudah terbujur kaku di dalam gundukan itu. sepertinya tuhan tidak mengabulkan permintaannya. tuhan sepertinya sangat menyayangi namja itu sehingga ia mengambil nyawanya lebih cepat.

 

air matanya meleleh, ia mengusap matanya dengan kasar. “oppa, pasti datang ke mimpiku waktu itu untuk mengucapkan perpisahan”

 

“waktu itu oppa menyuruhku untuk tidak menangis lagi, tapi air mataku tidak mau berhenti oppa, mereka mengallir dengan sendirinya. ottokhe??” ucapannya terisak. suaranya terdengar pilu.

 

“oppa, saranghaeyo jeongmal saranghaeyo..oppa, pasti lagi mendengarku kan? kata oppa, oppa pergi ke tempat yang bisa mengawasi ku kan?? semoga oppa di sana bisa tetap tersenyum. kau selalu ada di hatiku selamanya.aku pergi dulu ya oppa” ucapnya seraya tersenyum.

 

youngmin yang sedari tadi menunggu haseul di belakang, menitikkan air matanya di balik kaca mata hitamnya. bagaimana pun key adalah sahabatnya.

 

“youngmin-ah, ayo kita pulang..” suara haseul terdengar serak. youngmin menghirup udara dalam-dalam. lalu menghela nafas. ‘selamat tinggal key, kau tetap sahabatku. semoga kau tenang di sana’ batin youngmin.

 

4tahun kemudian.

 

haseul pov

oppa sekarang aku sudah menemukan kebahagian baru, benar kata oppa youngmin oppa akan selalu menjagaku. sekarang aku telah menikah dengannya dan mempunyai seorang anak. tahu gak oppa? aku menamakannya sama seperti oppa kim kibum tapi marganya menjadi jo.

 

oppa, sekarang sudah musim dingin. entah mengapa setiap musim dingin aku selalu mengingat dirimu. setiap hal yang berhubungan dengan musim dingin selalu berkaitan dan selalu mempunyai kenangan akan dirimu. kenangan bahagia,duka, romantis, dan sedih. semua ada di musim dingin. musim dingin selalu mengobati rasa rindu terhadapmu oppa.

 

oppa apakah kau sedang melihatku? apakah kau bahagia di sana? semoga kau juga bahagia di sana.

 

“umma!!” panggil seorang bocah laki-laki.

 

“ne sayang, ada apa?mana appa mu??” ucap haseul penuh kasih sayang.

 

“itu umma” ia menunjukan youngmin yang sedang membawa bunga.

 

“annyeong key, kibum-ah. ayo beri salam.” ujar youngmin seraya meletakkan bunga di depan batu nisan

 

“annyeong ahjussi, nanti kibum kalau cudah gede mau ceperti ahjucci dan appa loh ^^” ucap kibum dengan suara cempreng.

 

srinngg’ sebuah cahaya tiba-tiba muncul. dan muncullah wujud seorang namja bersayap. “haseul, aku bahagia di sini melihatmu bahagia. youngmin-ah terima kasih sudah menjaga haseul. dan kibum junior gomawo sudah mau menjadi seperti diriku ^^

 

THE END