Title          : Give Up or Die? Part 7

Author      : Dian Linglung

Lengt        : Continue

Them        : Action, romance (?)

Cast          : Lee Donghae

Shin Eun Ji

Kim Heechul

Choi Siwon

Zhoumi

 

Ff ini sebelumnya udah di publish di http://linglungareafanfiction.wordpress.com/

Happy Reading ^^

 

Author POV

Donghae mengantarkan eun ji pulang ke rumah, dia ingin memastikan kalau eun ji sampai di rumah dengan selamat.

“Rumah yang indah! Kau tinggal sendiri?” donghae mengamati sekeliling rumah mungil bergaya minimalis dengan halaman yang dipenuhi berbagai macam tanaman.

Tak ada tanggapan dari eun ji, dia melamun.

“Eun ji ssi kita sudah sampai.”

“Kamsahamnida donghae ssi”

“Ne, cheonmaneyo ini sudah tugasku.”

Eun ji hendak membuka pintu mobil namun sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu pada donghae “Mmh,, donghae ssi apa kau mengunjungi toko bungaku untuk menyelidiki zhoumi?”

Donghae terkesiap dengan pertanyaan eun ji, sepengamatannya eun ji sama sekali tidak tahu mengenai apa yang zhoumi lakukan.  Dia tahu darimana? Ah~ itu pasti dari berandalan-berandalan yang menghancurkan toko bunga.

Eun ji yang hanya menatap pintu mobil, berbalik menatap donghae tepat di manik mata. Donghae membeku dengan tatapan menuntut dari eun ji, donghae tidak tahu harus menjawab apa. Dia tidak mau eun ji merasa kecewa dan sedih dengan apa yang akan dia katakan.

Bodoh!

Untuk apa donghae memikirkan perasaan eun ji? Toh, mereka tidak memiliki hubungan apa-apa.

Eun ji hanya korban.

Dia… gadis yang tidak sengaja terlibat dengan Black Evil.

Donghae menghela nafas berat “Ne, kami mengunjungi toko bunga milikmu untuk mencari informasi mengenai zhoumi.”

Tubuh eun ji menegang mendengar jawaban jujur donghae.

“Zhoumi oppa anggota Black Evil?”

Donghae mengangguk pelan, eun ji memalingkan wajahnya dari pandangan donghae dia tidak ingin donghae melihat air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya.

Tiba-tiba eun ji memutar kepalanya dan menatap donghae sambil tersenyum, senyuman yang dipaksakan memang, tapi dia berusaha untuk tersenyum dengan tulus, namun terasa sulit di situasi seperti ini “Mmh… kau tahu? Ini sudah kedua kalinya aku mendengar omong kosong ini. Zhoumi yang aku kenal tidak mungkin terlibat dalam kelompok kejahatan seperti yang kalian kira. Aku sangat mempercayainya. Kamsahamnida Donghae ssi!”

Dengan sekali dorongan, eun ji membuka pintu mobil dan langsung berlari memasuki rumahnya.

Donghae hanya diam, dia sama sekali tidak membalas perkataan eun ji. Dia tahu eun ji hanya berusaha memutar balikan fakta.

Alasannya, karena Eun ji belum bisa menerima kenyataan. Kenyataan yang bisa membunuhnya pelan-pelan.

Donghae menatap telapak tangan kirinya yang berbalut perban. Luka yang ditorehkan olehnya sendiri demi menyelamatkan gadis itu. Gadis lembut yang berusaha menjadi gadis yang kuat, gadis yang berusaha melawan kenyataan yang ada dihadapannya, dan seorang gadis yang belakangan ini memenuhi kepala donghae dan gadis itu adalah…

Shin Eun Ji, yeojachingu Zhoumi

***

07.00 am Seoul

Duaaarrrr……. Duaaaarrr…..

Bunyi ledakan beruntun memecahkan hiruk pikuk aktivitas warga di pusat kota di pagi hari, orang-orang yang mendengar suara ledakan secara spontan menutup telinga mereka dan berjongkok. Seorang ibu yang sedang berjalan dengan anaknya memeluk anaknya dengan erat, berusaha melindunginya sekuat tenaga.

Semua pengendara mobil menghentikan mobilnya tiba-tiba, saat mendengar suara ledakan, tak pelak hal ini memacu kecelakaan beruntun. Beribu Tanya menghinggapi para warga ‘apa yang terjadi?’ ‘apakah korea utara menyerang?’

Bunyi ledakan berhenti, semua warga dengan kompak melihat ke atas, asap membungbung tinggi. Asap itu berasal dari depan kantor kepolisian Seoul.

Donghae ada di antara kerumunan warga, tatapannya focus pada asap yang membungbung tinggi. Memastikan kalau ledakan itu benar berasal dari kantor kepolisian Seoul.

Hanya menatap asap tidak akan memberi jawaban, donghae keluar dari dalam mobilnya. Mobilnya terjebak di tengah-tengah kemacetan. Dia berlari menuju arah ledakan itu terjadi, sambil berusaha menghubungi rekan kerjanya.

Donghae berlari, dan berlari menerobos kerumunan orang yang berkumpul di pinggir jalan.

sepuluh menit

donghae hanya membutuhkan 10 menit untuk sampai di lokasi, dan betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan yang ada di depannya.

Hancur..

Tiga buah mobil yang terparkir di depan kantor hancur, donghae berlari menghampiri seseorang yang tergeletak di tanah tak berdaya. Dia berharap orang itu masuh hidup.

Seorang yeoja dengan luka bakar di wajah dan tubuhnya, sangat mengerikan.

Meskipun wajahnya sangat sulit dikenali tapi donghae dengan mudah mengenali siapa yeoja itu…

“YOONA!!!”

“Yoona~ah kau bisa mendengarku? Ireona!!”

Donghae menepuk-nepuk pipi yoona, “Ireona, Jebal!!” tak ada reaksi sama sekali dari yoona. Tangannya kemudian beralih pada pergelangan tangan yoona yang hangus terbakar.

Nihil..

Tak ada denyut jantung, yoona sudah meninggal. Donghae melepas jaket yang dikenakannya, dia menutup wajah yoona yang sudah tak bernyawa dengan jaketnya.

“Donghae~ah yoona….”

“Dia sudah tidak ada hyung”

Leeteuk menutup mulutnya dengan tangan, menahan teriakan yang takkan tertahankan.

Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang memperhatikan dari jauh, dia tersenyum penuh arti melihat keadaan yang mengerikan di depannya.

***

Prang…

Choi siwon melemparkan sebuah vas bunga yang ada dihadapannya dengan sekuat tenaga.

Nafasnya memburu, mencoba menahan sisa emosi yang ia miliki. Melemparkan vas tidaklah cukup untuk melampiaskan emosi yang dimilikinya.

Hanya satu yang diinginkannya yaitu..

Menangkap Kim Heechul

Siwon sangatlah yakin bahwa otak dibalik bom mobil yang di pasang di mobil team investigasi 1 adalah Kim Heechul.

Iya, satu-satunya orang yang mampu melakukan semua kejahatan dengan rapi hanya dia dan anak buahnya.

Bodoh…

Ia mengingat percakapan di telepon dengan heechul semalam, itu semua jebakan.

Jebakan yang sangat apik, dan dengan mudah Seorang choi siwon masuk ke dalam jebakan Kim Heechul dan membuat 20 anak buahnya termasuk anggota investigasi 1 terbunuh.

“Apa rencanamu  sekarang KIM HEECHUL?”

***

09.00 pm Markas Black Evil

Triing..

Suara gelas yang beradu di sertai dengan teriakan dari suara cempreng milik kim heechul.

Kim heechul dan anak buahnya berpesta merayakan keberhasilan mereka memperdaya choi Siwon dan membunuh anggota investigasi 1 dan polisi-polisi lain.

“Changmin ah~ kau hebat, bom yang kau rakit bekerja dengan baik.” Puji heechul

“Gomawo hyung!”

“Zhoumi ah~ sekarang giliranmu, besok pagi kau harus membunuh salah satu dari dua gadis sandera kita.”

Zhoumi yang hanya diam, mendongak kaget mendengar perintah heechul.

“Asal kau tahu, salah satu dari kedua gadis itu adalah orang yang menyebabkan kau membusuk di penjara selama lima tahun untuk kejahatan yang sama sekali tidak pernah kau lakukan.”

“Mworago?”

#Tbc#

 

annyeong ^^ *nyengir siwon*

mianhe,, jeongmal mianhe hiatusnya kelamaan 5 bulan bo!! *klo ceritanya lupa baca dri part 1 dulu ya? *#diinjek

ya ampyuunn ni author bener2 ke-ter-la-lu-an (?)

relaaa deh di keroyok reader, Diusahakan next partnya gak bakalan lama deh, hhi..

Siapa sih yang bakalan zhoumi bunuh? eun chan atau ha ni? *pertanyaan gaje*#nelen bom

Jawabannya tunggu setelah pesan2 berikut ini #dilindes sukhoi

Dimohon kritik, saran, celaan juga boleh denk.. hhi

Siapapun yang baca harap meninggalkan jejak. oke? oke?

NO BASHING, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS

Arachie?

Kamsahamnida *bow*