Title     : You and I

Author : Firena Kusuma

Length : Continue

Genre : Romance

Cast       :

Jang Wooyoung 2PM,

IU,

Lee Hyun Hae (imaginary cast1),

Kang Yoon Seong (imaginary cast 2),

Jenny Ha (imaginary cast 3)

And other 2PM member J

 

Happy Reading chingu~ Maaf kalo jelek. Ini FF pertama lho~ jadi tinggalkan koment yay J Kalo responnya bagus, lanjut deh J

CHAPTER 1

Wooyoung hanya diam tak bersuara. Ia masih terus memikirkan mimpinya.

Didepannya ada dua wanita yang sama-sama cantik, manis dan pintar. Ah, aku pilih Ji Eun atau Hyun Hae. Mereka menghampiriku. Senyumnya Ji Eun takkan kulupa. Tapi Hyun Hae lah yang paling terkenal. Brukk, pingsan deh..

“Hei Woo, apa yang kau pikirkan sih? Bodoh, bodoh!” Wooyoung menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal sambil merutuki nasibnya.

Itulah Wooyoung cowok keren di Baber Model English High School, pecinta basket , pintar, dan sudah memulai debut keartisannya di salah satu boyband terkenal. Tentu banyak cewek sekolahnya yang mengerjarnya, tapi di BMS hanya ada dua wanita. Ji Eun dan Hyun Hae! Hyun Hae top model paling terkenal di BMS. Ji Eun…. cewe yang gaungnya saja bahkan tak terdengar. Tapi siapa yang tahu, cewek itu dilirik wooyoung .

Lee Ji Eun tepatnya, memang harus diakui Ji Eun cantik dan pintar. Tapi pasti sedikit cowok yang MELIRIK Ji Eun karena ia pendiam, pemalu dan lain sebagainya! Saat ini Wooyoung memikirkannya tapi…

“Hi Oppa. Apa yang kamu lakukan? Jangan melamun oppa. Ini kopi untukmu!” Jenny datang dan duduk di samping Wooyoung.

“Aigoo, kenapa ini cewek di sini sih?” batin Wooyoung, sekatika ia berdiri dan tak lupa meraih kopinya (aish maunya). Ia berbalik dan…

“Are you okay?” Yoon Seong bertanya pada Ji Eun yang jatuh terduduk di lantai dengan noda kopi dimana-mana.

“Uhm? Yea I am alright nevermind. I’ll go.” Ji Eun berjalan pergi meninggalkan Wooyoung, Yoon Seong dan Jenny.

“Dasar tak punya mata!” umpat Jenny.

Wooyoung menoleh pada Jenny, “Sekali lagi kau berkata begitu, jangan pernah dekati aku!” Setelah begitu Wooyoung berlari mengejar Ji Eun.

“Kau tak apa?” tanya Wooyoung.

SorryI Want to answer you, but i didnt understand you talking about

Ji Eun masih diam, menatap mata Wooyoung dalam-dalam, begitu pula Wooyoung terpaku menatap Ji Eun. Yeon Seong? Hanya melongo.

“ Eh ah Kau tak apa?” tanya Wooyoung sekali lagi yang pasti dengan gelagapan.

Mengerti dengan raut wajah Wooyoung,  Ji Eun berkata, “A… ani ani.”

                “Ya, baiklah aku pergi. Dan… jaga dirimu baik-baik!” kata Wooyoung. Ji Eun masih terpaku pada punggung itu. Ia terpesoma….

Aku terjebak dala perasaan yang menjadi-jadi. Tak tahukah mereka kalau ia sungguh spesial? Matanya yang jernih. Karena setiap ku melihatnya serasa jantung tak kuasa menahan guncangan hebat. Aku bagai melihat jauh di lubuk hatinya, menelusuri setiap pikirannya.

“Hei wooyoung! Sedang apa kau? Kau tak menyambut Hyun Hae?” Seungwon , teman basket Wooyoung menghampirinya.

“Hyun Hae? Oh tidaakk.. kenapa begini? Belum selesai dengan Ji Eun ditambah Hyun Hae kembali! Siaaallll….”

“Kau masih pusing dengan Ji Eun? Memang apa bagusnya dia? Ku sarankan kau pilih Hyun Hae saja? Dia pasti bisa mengajarimu diet dan meratakan pipimu yang chubby itu?” Sambil nyengir Seugwon berkata seperti itu.

                “Apa kau bilang? SEUNGWOOONN!!! “

“Annyeong Oppa. Longtime no see ya,”Hyun Hae menyapa Wooyoung yang masih mengejar Seungwon.

Jeddukk..

“Addowww!” Kapala Wooyoung saling bertumbukan dengan kepala Seugwon. Wooyoung sih meleng aja.

“Annyeoung Hyun Hae. Apa kabar?” Seungwon berkata pada Hyun Hae dengan sangat manis, mata yang berbinar ceria.  Tak peduli belakang kepalanya masih cenat-cenut.

“Oh ya Annyeong annyeong? Siapa ya?” Sambil melepas kacamata hitamnya.” Kyaa Oppa. Oppa makin cute nih. Ahaha.” Hyun Hae bergombal ria yang lain hanya mempraktekkan gerakan muntah, sedangkan seungwon hanya jatuh terduduk. Aigoo, kasihannya Oppa L

“Oh Hyun Hae. Iya kangen ya? Bagaimana kabarmu?” OMG oppa Wooyoung ngegombal.

“YAAA… Oppa sudah jelas aku baik-baik saja. Oppa yangbagaimana? Semua e-mail ku tak ada satupun yang oppa balas!” ujar Hyun Hae dengan sebal.

“Ahh, iya. Maafkan aku Hyun Hae. Aku terlalu sibuk dengan debutku,” jawab wooyoung.

“ Oppa debut begitu saja sudah berkata sibuk! Aku ini Top Model ! Tapi masih bisa meluangkan waktu buat Oppa! Mengirimi oppa e-mail oppa setiap hari, melihat update oppa dari twitter! “ Hmm, Hyun Hae nyerocos kagak berhenti! Bikin semua yang rencananya menyambut kedatangannya jadi pergi *mana mau sama orang galak*. Dan sebenarnya wooyoung selalu membuka e-mail hanya saja ia malas membalas Hyun Bae yang kelewat nyerocos! Ia hanya menunggu e-mail dari Ji Eun.

“Ahh, mianhe Hyun Hae. Kau tau aku baru saja memulai debutku jadi masih banyak yang harus aku bereskan.” Wooyoung amat sangat merasa bersalah.

“Kalau Oppa merasa bersalah, datang ke atap dengan kopi buatan Oppa yang paling enak untukku!” Hyunh Hae memaksa Wooyoung. Ia segara pergi dengan angkuh. Semua sebal dengan cara berjalannya.

“ Akh Hyun Hae ku.” Mata Seungwon masih terus mengikuti Hyun Hae. “Kau tak bolah membuat Hyun Hae ku marah lagi!” kata Seungwon kemudian.

                “Entahlah!” wooyoung berjalan pergi.

Yoon Seong menatap Ji Eun. Ji Eun melamun.

“ Ji Eun.. what happen with you?” Yoon Seong mengawali pembicaraan.

“ akh, nope. I m ok. Hey, am i beautiful?” tanya Ji Eun tiba-tiba.

“WHAT?” Yoon Seong terkejut karena ia tak pernah menyangka Ji eun akan berkata seperti itu.

“Yea, am i beautiful like another girl? I m afraid i not good looking and no boy will come to me!” Ji Eun berkata dengan sedih.

Ji Eun apakah kau tak pernah tahu kalau aku akan selalu datang untukmu?

                “Yoon Seong?” Ji eun mengibas-ngibaskan tangannya.

“Bisa aku menjawabnya lain waktu saja?”

“ Sure!” Ji Eun mengangguk mantap. “Oppa i think i wanna coffe and then back to the class.”

                “ Oh yea. Bye Ji Eun…”

“ There’s a song that inside of my soul..” Ji Eun berguman sendiri. Saat ini ia sedang di kantin dan membuat specialcoffe.

“ suaramu indah sekali.” Wooyoung ternyata sudah di belakang Ji Eun. Ji Eun kaget dan berbalik. Entah karena apa keseimbangannya kurang dan hampir jatuh. Tapi wooyoung menangkap pinggangya. Lama mereka saling tatap. Belum menyadari kalau posisi mereka terlihat negatif –“

“Eh…” Ji eun bingung karena wooyoung tak segera melepaskan pinggangnya.

“Uhm yea sorry..” kata wooyoung sambil melepaskan tangannya.

“Nevermind J .“

“Eh,ini untukmu. Specialcoffe  yang aku buat sendiri.” Wooyoung menyerahkan dengan gugup, gelagapan, malu-malu yang dicampur jadi satu.

“Thank.. you.. “ Ji eun juga malu-malu. –‘

“ayo ikutlah denganku.” Wooyoung menarik tangan Ji eun. Membawanya ke suatu tempat yang pasti Ji Eun belum pernah lihat.

“Kau pernah kesini?” Wooyoung bertanya dengan sangat lembut. Darah Ji eun berdesir, jantugnya berdebar, kedua kakinya sepertinya sulit menahan beban tubuh Ji Eun. OMG..

“a..ani. Beautiful place. Isn’t it?” Ji Eun tersenyum. Wooyoung melihatnya. Wooyoung juga ikutan lemas badannya melihat senyum Ji Eun. Mereka  duduk di sebuah bangku. Melihat semua pemandangan Quetta-Seoul dari atap BMS rasanya nyamaaan sekali.

“aku selalu berharap bisa kesini duduk disini bersama orang yang aku suka. Hanya berdua.” Wooyoung menoleh pada Ji eun dan menatapnya penuh arti.

“ Maaksudmuu.. me?”

                “ Ehm.. “ Wooyoung mengangguk.”Orang Yang membuat darahku berdesir ketika mengingatnya, orang yang membuat nadiku terenyak ketika mendengar namanya, orang yang membuatku terpaku Ketika menatapnya. Itu kau Ji eun.”

Hyun hae melihat kejadian itu dengan MARAH!

tbc~

 

Bersambung

Oke kita tnggu kelanjutannya ya