From Yesung’s heart

Author                                                                  : Dewii Aprilya

Cast                                                                       : Yesung, Choi Jiwon, Super Junior

—————————————————————– ———————————————-

Annyeong Haseyo!! Ini FF pertama tentang Yesung Oppa!!

Selain itu, FF ini adalah posting pertama setelah Konferensi para Author FFL…!!

Kalau boleh saran, sebelum baca FF ini, ada baiknya baca dulu Mrs. Choi Saranghae…., biar feelnya makin dapet…

Buat readers, komentarnya ditunggu ya!!

Happy Reading!!

——————————————————————————————————————–

Ddangkoma…

Kelihatannya kau sedang sakit… Kau tidak mau makan, dan yang kau lakukan hanyalah diam di sudut akuarium, ketika aku membiarkanmu keluar kau juga masih tetap bergeming, padahal hari ini Heebum pergi dengan heechul Hyung. Hei bukankah ini lucu? Heebum si Kucing saja punya jadwal tersendiri.

apa kau bosan??

Aku juga bosan, semua member sangat sibuk dengan jadwalnya, bahkan mereka tidak ingat bahwa besok adalah hari ulang tahunku, aku sudah mengecek di depan pintu untuk mencari hadiah dari ELF ataupun member lain, tapi sama sekali tidak menemukan apapun, padahal 2 hari sebelum Ulang Tahun Siwon hadiah dari ELF sudah berlimpah, ditambah pesta besar besaran oleh Meber lain, kenapa Ulang tahunku malah terlupakan?? … Sungguh menyedihkan!!

Baiklah!! Tidak usah dipedulikan!!

Ddangkoma..

Karena hari ini aku sedang tidak ada jadwal, maka aku akan menceritakan sebuah kisah untukmu. Sudah lama aku ingin curhat tentang gadis itu padamu, namun aku terlalu sibuk dengan pembuatan album keenam Super Junior.

Baiklah Ddangkoma, And the story is begin…

Namanya Choi Jiwon, dari marganya kau bisa menebak bahwa dia adik si Kuda. Jika kau berfikir bahwa wajahnya mirip dengan Siwon, maka kau salah, karena dia jauh lebih menarik dari pada Siwon. Wajahnya oval, dengan guratan alis sempurna dan mata cokelatnya yang tajam, hidungnya entah bagaimana terlihat begitu cocok dengan wajahnya yang halus, dia tinggi-tapi aku sedikit lebih tinggi darinya-. Dari deskripsi yang aku jelaskan padamu, kau pasti sudah tahu betapa cantiknya gadis itu, dan dia juga seorang model terkenal.

Jika kau bertanya kenapa aku bisa sangat menyukai musim gugur, maka aku akan menjawab karena musim gugur mempertemukanku dengan Jiwon. Jiwon itu seperti musim gugur, cahayanya menghangatkan namun disaat bersamaan anginnya terasa sejuk, terlihat kuat namun rapuh, dan yang paling penting adalah musin gugur itu membuat siapapun nyaman dengan kedatangannya.

Bisa dikatakan bahwa Choi Jiwon adalah gadis musim gugurku..

Ddangkoma, kau pasti sudah bisa menebak bahwa aku mencintainya, sangat mencintainya…

Heii… Kau kelihatannya mulai tertarik dengan ceritaku, lihatlah!! Kepalamu sudah mau keluar dari rumah kecil di punggungmu itu. Baiklah, aku akan menceritaannya lebih detail bagaimana aku bertemu dengannya.

Pertengahan November 2 tahun lalu, Inggris telah memasuki musim gugur. Aku sudah lupa acara apa yang diisi oleh Super Junior di Inggris saat itu, yang pasti sesaat setelah kami tiba di Cumria, aku langsung menuju tempat yang paling indah di Cumria ketika musim gugur, dimana lagi kalau bukan Lake District.

Tempat itu benar- benar indah, Cahaya matahari terasa hangat namum udaranya begitu sejuk. Daun pohon juga sudah berubah warna menjadi kemerah-merahan dan berguguran di tanah. Aku suka memotret dan ditempat itu aku bebas membidikkan kameraku, selain itu tampaknya orang orang juga tidak terlalu peduli pada Super Star sepertiku, karena aku bisa berjalan dengan bebas tampa perlu menyamar.

Aku mendekatkan lensa kameraku di wajahku, mecoba mengabadikan gambar salah saru pohon, namun lensaku malah menemukan sebauh pemandangan yang jauh lebih indah di bawah pohon itu, seorang gadis Korea yang sedang duduk menyilangkan kaki di salah satu bangku taman yang tepat berada di bawah pohon yang daunnya sudah mulai berguguran itu.

Sinar matahari senja membuat sosoknya agak kabur, gelap, dan memberikan kesan misterius untukku. Sesaat aku terdiam dan menurunkan kameraku untuk melihat gadis itu lebih jelas. Yeoja itu… posisi duduknya… daun yang berguguran di belakangnya.. sinar matahari senja yang menyinarinya.. Aku terpesona pada perpaduan unsure alam itu. Aku ingin memandangi yeoja it uterus menerus, namun tampaknya aku harus segera pulang karena ponselku sudah berdering sejak tadi, sepertinya semua member sudah mencariku.

Ddangkoma…

Kupikir aku tidak akan pernah bisa bertemu gadis itu lagi, namun sepertinya aku salah, karena beberapa jam kemudian takdir mempertemuaknku dengannya, Gadis Musim Gugurku.

Seperti yang kukatakan, aku harus kembali ke Hotel karena Leeteuk Hyung dan member lain mencariku. Aku baru saja tiba ketika aku bertemu yeoja itu lagi, dia bahkan masih memakai baju yang sama, sebuah jaket panjang dan celana panjang berwarna hitam.

Aku masuk ke kamar yang kutempati bersama Siwon dan Leeteuk, kemudian sesorag mengetuk pintu kamar kami. Gadis itu muncul dengan dan langsung memeluk Siwon Hyung, aku baru ingat setelah melihat wajahnya dengan lebih jelas, ternyata gadis musim gugurku adalah Choi Jiwon, adik Choi Siwon.

“Oppa!! I Miss You so Much!!” katanya histeris sambil memeluk Siwon. Dongsaengku itu membalsa pelukannya hangat. Percakapan mereka berlangsung lama, dia juga sempat menyapaku da beberapa member lain.

Ddangkoma… Kau pikir itu adalah Love at the first sight?? Kurasa bukan…!!

Aku mengenalnya sejak 2007, saat dia masih menetap di Korea dan kami cukup akrab, hanya saja aku sudah mulai melihatnya sebagai seorang wanita, bukan lagi sebagai adikku yang seperti dulu..

Kau tahu Ddangkoma, dia semakin cantik saja… namun bukan itu yang membuatku jatuh cinta. Dia berada ditempat dan suasana yang tepat, yang memperlihatkan keindahannya secara menyeluruh… Saat itu aku tahu, aku sudah jatuh cinta pada gadis musim gugurku.

Heei Ddangkoma!! Kau sudah mulai lapar ya?? Geurae, tunggu sebentar.. aku akan mengambil makananmu di dapur…..

3 Minutes later..

Makanlah yang banyak!! Agar kau sehat dan bisa hidup selama 80 tahun lagi… tenanglah, jika nanti aku mati, aku akan menyuruh anak cucuku merawatmu, meskipun saat itu kau sudah jadi kura-kura tua pemalas..

Waahh… Kau menghabiskam makananmu!! Kau hebat Ddangkoma!! Oh iya, apakah kau siap mendengar lanjutan ceritaku??

Aku anggap kediamanmu itu tandanya kau setuju. Baiklah, dengar baik-baik…

Sejak hari itu aku melihatnya sebagai seorang wanita, dan perasaanku pada gadis musim gugurku semakin lama semakin besar. Ddangkoma, perbaiki pendengaranmu.. aku hanya mengatakannya sekali, aku mencintai Choi Jiwon…. Aku mencintai gadis musim gugurku.

Super Junior kembali ke Seoul, dan Jiwon juga berangkat ke London. Jiwon tinggal di London bersama adiknya, Choi Mira. Dia bekerja menjadi seorang model sedangkan Mira sedang kuliah, kepribadian mereka sangat bertolak belakang. Jika aku menganggap Jiwon seperti musim gugur maka Choi Mira itu seperti Musim dingin.

Ddangkoma…

Aku menutupi perasaanku dengan baik, bukannya aku takut mengatakannya pada Jiwon, tapi aku menunggu saat yang tepat, saat dia kembali ke Seoul, saat aku sudah menjadi orang hebat yang pantas mendampinginya, saat dia bisa menerimaku sebagai seorang kekasih.

Akhirnya kesempatan itu datang juga, beberapa bulan lalu Choi Jiwon dan Choi Mira kembali ke Seoul, dan kabar gembiranya adalah mereka sudah memutuskan untuk tinggal di kota ini.!! Bukankah takdir memang hebat?? Aku tidak perlu merana karena merindukan gadis itu…

Ddangkoma!! Apa kau tertidur?? Omona… Kau benar-benar pemalas.. sudah makan tidur!!

Arra.. aku membiarkanmu tidur siang dulu, tapi nanti sore kau harus bangun dan kita lanjutkan ceritaku!!

Selamat tidur Ddangkoma!!

********

Lantai 11 Dorm Super Junior, pukul 16.30.

Selamat sore Ddangkoma!!

Ternyata memang hanya kau yang bersedia menemaniku di hari. Semuanya sangat sibuk hari ini, Kyuhyun sudah pulang tapi dia tampaknya lebih memilih bermain dengan PSPnya itu, dari pada mendengarkan ceritaku..

Gwencana.. aku tidak akan mau bicara dengan mereka semua jika mereka sudah pulang nanti..

Baiklah, mari kita lanjutkan ceritaku kemarin…

Gadis musim gugurku sudah berada di kota yang sama denganku, tapi aku merasa sekarang dia semakin jauh dari hatiku. Kau trahu ddongkama, ternyata ada satu hal yang tidak aku ketahui tentangnya…

Dia ternyata sangat akrab dengan Kyuhyun. Katanya beberapa bulan ini mereka saling kirim email dan menjadi saaanggaaat akrab. Aku cemburu?? Tentu saja, aku mencintainya sudah sangat lama dan ternyata si maknae sangat dekat dengannya. Semakin lama hubungan mereka semakin menunjukkan tanda-tanda yang tidak kusukai!! Mereka telah menjadi sepasang kekasih!!

Heei Ddangkoma!! Kau ingat saat aku mengurung diri di kamar dan menolak untuk bicara dengan siapapun, termasuk denganmu?? Nah.. itu saat dimana Siwon memberitahu kami bahwa sekarang Kyuhyun resmi berpacaran dengan Jiwon. Aku harap kau tidak benci dengan Jiwon karena tampa disadarinya dia sudah menyakitiku, karena sebenarnya yang salah disini adalah diriku. Aku terlalu banyak berfikir dan malah membiarkan hubungan mereka berdua semakin dekat.

Aku hanya bisa diam, berusaha menerima kenyataan. Setidaknya Jiwon berhubungan dengan orang yang tepat. Kyuhyun itu pria yang baik, meskipun sikap evilnya terkadang membuatku emosi, tapi aku tetap sangaat menyayanginya…. Apalagi sejak melihatnya terbaring koma di rumah sakit, saat itu aku berjanji tidak akan marah, apapun yang dia lakukan padaku, walaupun akhirnya dia merebut gadis musim gugurku.

Ddangkoma…

Masa itu adalah saat terberat dalam hidupku, melihat gadis yang kusayangi berada di pelukan dongsaengku. Entah mengapa saat itu aku selalu merasa sesak di dadaku, ternyata itu karena sebuah kata bernama ‘Jeolous’.

Tapi tenang saja Ddangkoma, kau tahu bahwa Yesung Super Junior adalah orang yang kuat, jadi sebesar apapun kelak rasa sakit yang menyusup kedalam hatiku, aku akan menutupinya dengan sebuh senyuman ataupun benyolan-benyolan anehku.

Kau mau tahu apa panggilan sayang Kyuhyun pada Jiwon?? Dia selalu memanggilnya dengan nama Mrs. Choi. Aneh bukan?? Kenapa harus Mrs. Choi?? Rasanya terdengar aneh, karena Mrs. Choi bukan hanya Jiwon, tapi juga Mira. Ternyata kecurigaanku selama ini benar, ada yang salah dengan hubunga mereka berdua. Aku tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, karena baik Kyuhyun ataupun Siwon menolak untuk bercerita padaku.

Semuanya menjadi semakin jelas, saat Jiwon menangis setelah berbicara cukup lama dengan Siwon. Saat itu aku memberanikan diri mendekatinya dan berusaha menenangkannnya semampuku, karena melihatnya menangis seperti itu justru membuatku kehilangan oksigenku.

“Gwencanayo.. Jiwon-ah?” kataku dengan nada rendah. Dia menoleh dan menatapku lama, aku tersenyum kemudian entah mendapat dorongan darimana aku menyandarka kepalanya di bahuku.

“Jangan menangis sendiri.. Apa gunanya kau punya 15 Oppa disini, kalau tidak membaginya dengan mereka.” Jiwon saat itu hanya diam, tapi suara tangisnya mulai sedikit reda, dan lama kelamaan dia terlelap. Tertidur di bahuku.

Setelah beberapa saat terdiam dalam posisi itu, Jiwon terbangun kemudian dia tersenyum hangat menatapku. Oh Tuhan, gadis musm gugurku akhirnya tersenyum kepadaku, hanya padaku. “Gomawo Oppa… Karena mau meminjamkan bahumu untukku. Ini sangat berarti untukku.. Aku bisa mengahdapinya sekarang, dan aku sepertinya sudah menyadari apa yang ada di hatiku..”

Ddangkoma…

Saat itu aku tidak mengerti maksud dari perkataannya, tapi aku tidak peduli karena yang penting sekarang Gadis Musim Gugurku sudah kembali kuat, meskipun sempat mengalami kerapuhan. Sejak saat itu ada yang berubah dari Jiwon, tatapannya padaku kini berbeda. Aku sering mendapatinya menatapku lama, namun setelah aku melihatnya dia berpura-pura tidak menyadari keberadaanku.

Jiwon menjadi semakin sering datang ke dorm kami, terkadang dia membawa makanan atau sekedar mampir. Tapi aku heran melihatnya. Entah apa yang terjadi hingga Kyuhyun dan Mira berpacaran, dan yang lebih aneh lagi, Jiwon tidak memperlihatkan tampang cemburunya. Ayolah, mana ada hubungan seperti itu, menyerahkan kekasihmu pada adikmu sendiri, apa sebenarnya yang ada di pikirannya.

Aku menyimpan pertanyaan itu di kepalaku sendiri dan tidak bermaksud mengatakannya pada siapaun. Sampai suatu hari Mira datang dan duduk di dekatku.

“Kau pasti herankan Oppa?? Lalu kenapa tidak bertanya seperti Oppadeul lain??” Tanya gadis itu. kau tahu ddagkoma, Mira sangat mirip dengan Siwon, Saat itu aku hanya diam, tidak berani menanyakan apapun, bagaimanapun ini urusan hati…

Lalu penjelasan itu mengalir seperti air dari mulut Mira. Katanya selama di London yang selalu mengirmkan email pada Kyuhyun bukan Jiwon, melainkan dirinya, dan yang lebih parah Kyuhyun jatuh cinta pada gadis yang senantiasa mengirmkan email padanya. Awalnya Kyuhyun mengira itu adalah Jiwon, tapi ternyata setelah mengatahui kebenarannya, Kyuhyun mulai menyadari perasaannya. Si Maknae itu bodoh, ternyata dia pernah jatuh cinta pada mira, ublic tahu Ddagkoma, Kyuhyun mengalami Love at the first sight….

Gadis Musim gugurku kembali membuatku takjub, dia mengalah dan membiarkan Kyuhyun dan Mira menyatukan cinta mereka berdua… Dia gadis yang kuat.

Ddangkoma…

Aku ingin menyatakan perasaanku pada Jiwon, tapi aku kembali harus bergulat dengan pikiranku. Jiwon pasti mengalami masa sulit setelah putus dari Kyuhyun, haruskah aku dengan lancangnya memintanya menjadi gadisku seutuhnya?? Apakah itu tidak terdengar terlalu egois. Saat itu aku benar-benar gamang, tapi seorang namja nakal memukul bahuku saat aku sedang sedang frustasi.

“jangan berpikir terlalu banyak, Hyung!! Biarkan hatimu menuntunmu..” bisik Kyuhyun di telingaku, aku bingung, apakah dia berhasil membaca pikiranku?? Tapi apapun itu dia sudah menyingkirkan kabut tebal di otakku ini, akhirnya aku siap mengahdapinya… Aku ingin segera menjadikan Choi Jiwon milikku seutuhnya.

Ddangkoma!! Kau kenapa lagi?? Jangan bilang kau lapar…

Oh Tuhan!! Sudah jam 9 malam, dank au belum makan!!. Mianhe Ddangkoma, aku terlalu asyik bercerita sampai lupa memberimu makan. Tunggu sebentar, aku akan mengambil makananmu… lagipula sepertinya aku juga lapar…

30 minutes later…

Kau sudah kenyang?? Aku harap iya, karena persediaan makanamu sudah habis, besok aku akan beli. Kau terlihat semakin gemuk sekarang,

Ddangkoma, kita lanjutkan ceritanya..

Aku memberanikan diriku untuk mengajaknya bertemu di Puncak dorm Super Junior. Aku tidak berani mengajaknya keluar karena kami sedang menjadi sorotan publik, berhubung karena saat itu kami akan mengadakan Super Show 4.

Saat itu memasuki bulan November 2011, lagi-lagi musim gugur…

Aku menatap kota Seoul dihadapanku, berusaha meredam gemuruh di dadaku saat mendengar derap langkah seorang gadis. Suasana menjadi hening,…

Ddangkoma..

Akhirnya aku mengatakannya, dengan pelan.. takut jika apa yang kukatakan akan menyakitinya. “Jiwon-ah… Apakah jika aku mengatakan bahwa aku menyukaimu…. Kau akan terluka?”

“Oppa..”

“Saranghae.. My Autumn Girl..” ucapku pelan. Saat itu aku merasa menjadi orang paling bodoh sedunia., ddankoma. Aku sudah menyusun banyak sekali kalimat untuk kukatakan padanya, tetapi ketika melihatnya.. semua kalimat romnatis yang diajarkan Kyuhyun menguap di kepalaku.

Aku sempat ingin melompat dari punjak bangunan ini saat mendnegar isakan kecil di telingaku. Aku menoleh kesamping dan mendapatinya tersenyum dengan mata masih berurai air mata. Aku menghapus air mata itu. “Apakah aku menyaktimu??”

Jiwon menggeleng, kemudian berkata. “kau tahu betapa lamanya aku menunggu kata itu Oppa?? Kau itu malaikatku, yangselalu bersedia  menyediakan bahunya untukku… gomawo, karena sudah menyukaiku.”. Jiwon mnejinjit kemudian mencium puncak kepalaku. Kau tahu Ddangkoma!! Itu adalah saat paling bahagia dalam hidupku!!

Semuanya berjalan seperti mimpi, Jiwon selalu mendampingiku disetiap kegiatanku. Rasanya senang bisa menjadikannya milikku, dan semua keajaiban itu terjadi di musim Gugur.

Heei Ddangkoma!!

Aku masih ingat ketika aku mengumumkan statusku pada member Super Junior, mereka langsung berlari kemudian memegangi keningku.

“Apa kau sakit, Hyung??” kira-kira begitulah tanggapan mereka. Aku tidak peduli apapun, karena sekarang Yesung Super Junior sudah punya Yeojachingu!!

Ddangkoma.. Sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan tentang Jiwon, tapi mulutku rasanya sudah sangat lelah.. Tapi satu hal yang perlu kugaris bawahi, jika mengingat perjalaananku bersama Keluarga, Super Junior, dan Jiwon rasanya rasa syukur apapun tidak akan cukup. Anugerah Tuhan begitu besar untukku…

Ddangkoma

5 Menit lagi pukul 12.00, itu berarti aku akan bertambah dewasa, dan seharusnya aku tidak bersikap kekanak-kanakan lagi.. tenanglah, jika semua member sudah pulang, aku tidak akan ngambek lagi.. Aku juga tidak akan marah pada Jiwon, karena sibuk dengan pemotretannya saat namjachingunya Ulang tahun.

Kau tidurlah… Sepertinya kau juga seudah kelelahan..

Selamat Malam.. Ddangkoma!!

**********

Dorm Super Junior, pukul 05.00 pagi.

Ddangkoma!!!

Maaf Membangunkanmu, tapi aku benar-benar senang!!.

Kau tahu, ternyata kita sudah tertipu!! Semua member tidak melupakan ulang tahunku!!

Hadiah dari ELF juga menumpuk!! Ternyata semuanya disembunyikan oleh Kyuhyun, kau tahu sekarang kamarnya sudah penuh dengan kado milikku.

Ddangkoma!!

Member Super Junior bahkan memberikan pesta kejutan untukku, meskipun bukan perayaan mewah, tapi aku tetap bersyukur. Yang paling istimewa adalah kehadiran gadis musim gugurku, Dia berjalan kearahku dengan membawa sebuah kue ulang tahun disertai sebuah senyuman hangat, senyum yang selalu menyihirku.

Jiwon memberikan kado special untukku, sebuah lukisan dengan objeknya dalah seorang namja yang berdiri menatap sesosok yeoja yang duduk di sebuah bangku di bawah pohon maple yang daunnya telah berguguran.. namja itu terpaku menatap gadis yang duduk menyilangkan kaki di bawah pohon….. seperti yang kau tahu, namja itu aku dan yeoja dibawah pohon itu adalah Choi Jiwon…

Aku tersenyum senang, ini adalah kenangan paling indah untukku… Saat aku terpesona pada gadis musim gugurku, dan sekarang yeoja ini berhasil menggambarkannya dalam sebuah kanvas.

Baiklah Ddangkoma!! Ceritaku sudah selesai, kau boleh istirahat lagi…

Aku harus mandi, bajuku sudah penuh dengan kue tart..

Selamat tidur, Ddangkoma!!!

—————————————————- THE END———————————————————