‘High heels that make you become angry’

Author : Himeka Sooyoungster / @putriHimSoo

Title : (High heels that made you become angry)
Author : (Himeka Sooyoungster / @putriHimSoo)
Length : Oneshoot
Genre : (Comedy / romance)
Cast : Triyuli Anggreani as Hwang Ri Byul, Lee Sungmin as Himself, Lee Hyukjae as Himself, HIMEKA as herself

Hai ini adalah FF requestan temenku, maaf kalau jelek. Selamat membaca …!!!
“Bunga?” Tanya Eunhyuk dengan mata yang melebar.

“Apa tidak terlalu umum? Maksudku. Bunga? Kau mengharapkan hadiah sebuket bunga di ulang tahunmu yang ke 16? Ayolah…” Himeka berkata dengan nada mencibir. Jelas sebagai perempuan ia merasa sangat tidak setuju dengan hadiah yang akan diberikan oleh Sungmin kepada kekasihnya, Hwang Ri Byul. Apalagi Ribyul adalah sahabatnya. Sungmin lalu merubah wajah cute-nya menjadi murung. Ia bingung. Sebentar lagi ulang tahun Ribyul. Ia tidak tahu akan memberikan hadiah apa pada kekasihnya ini.

“Baju?”  Tanya Sungmin lagi. Eunhyuk mencelos. Bunga dan baju sama saja statusnya. Terlalu umum untuk hadiah ulang tahun. Begitupun Himeka. Ia menggaruk-garuk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal. Himeka bingung. cowok se cute Sungmin ternyata…

 

TIDAK ROMANTIS

 

Himeka mendengus memikirkan itu. Ia sebenarnya juga bingung tentang apa yang disukai sahabatnya itu. Ya karena Ri Byul orangnya kemaruk alias apa-apa mau.

“Waeyo beibs ? kenapeh cemberutz azza?” Tanya Eunhyuk kepada gadis berkacamata itu. Himeka melirik sinis kepada Eunhyuk
“mwoya?!” Eunhyuk menggeram takut. Wajah pacarnya yang memang jelek berubah menjadi tambah jelek kalau ia marah

“Awas kalau kau memanggilku seperti itu lagi!” Bentak Himeka kesal. Ia sedang kalut memikirkan kado apa yang cocok untuk Ribyul, malah Eunhyuk menggodanya dengan panggilan yang paling ia benci. Sungmin menggeleng. Ia juga buntu ide. Eunhyuk yang melihat kedua orang terdekatnya menampangkan wajah kusut, berusaha mencari-cari ide agar ia tidak dicuekkin.

“Hmm. Kita lihat. Ribyul dari ujung kaki sampai rambut” kata Eunhyuk mulai buka suara. Dan itu berhasil ! semua menengok kearahnya. Eunhyuk tersenyum.

“Ribyul itu kan pendek…..” Belum sempat Eunhyuk menyelesaikan perkataannya, Sungmin sudah menjitak kepala cowok imut bergusi besar itu. Himeka sebagai pacarnya bukannya membantu malah mencibir.

“Kau ini bukannya membantu. Malah membuat suasana tambah panas Hyukjae-ya !” Eunhyuk merengut.
“Aku belum selesai bicara!” Eunhyuk berdehem sebentar “Bagaimana kalau high heels?”

Sungmin dan Himeka saling pandang. Dalam pikiran, mereka mempertimbangkan. Lalu dengan mantap Himeka mengangguk.

“Ya kan? Sepatu adalah hal yang diidam-idamkan wanita bukan? Kenapa tidak kita coba?” Eunhyuk yang mendapatkan lampu hijau lalu dengan percaya diri menyampaikan aspirasinya.

“Boleh juga. Aku setuju saja” Himeka angkat bicara. Sungmin menoleh.

“Apa tidak menyinggung perasaan Ribyul dengan memberinya sepatu hak tinggi?” Tanya Sungmin dengan khawatir. Himeka dan Eunhyuk tersenyum simpul.

“Kami juga tidak tahu” jawab Eunhyuk dan Himeka kompak. Sungmin langsung speechless ditempat.

***

4 hari sebelum Ultah Ribyul

Mobil sport putih Sungmin terparkir sempurna didepan sekolah Ribyul. Jam menunjukkan pukul setengah 4 sore. Dengan wajah berbinar, Sungmin menunggu gerbang sekolah Ribyul dibuka. Nanti malam adalah malam minggu. Ia akan mengajak Ribyul berkeliling kota sebentar lalu menanyakan hal yang disukai gadis itu. Sungmin tersenyum-senyum sendiri.

Teeeetttttttt

Bel sekolah berdering. Beberapa saat setelah gerbang dibuka, keluarlah segerombol siswa dan siswi yang sudah tidak sabar dengan malam minggu yang akan mereka lewatkan. Salah satu diantara gerombolan itu adalah Ribyul. Wajahnya kusut sekali ditambah bertumpuk buku yang ia bawa. Disebelahnya, Himeka juga berekspresi sama seperti Ribyul. Apakah menjadi ana SMA melelahkan? Batin Sungmin.

“Annyeong!!” Sapa Sungmin sambil melambai kearah kedua gadis SMA itu. Wajah kusut Ribyul berubah menjadi cerah. Himeka membalas melambai kepada Sungmin dan dengan cepat berbalik arah. Ia sudah tahu jika Sungmin akan mengajak Ribyul malam mingguan. Jadi ia putuskan untuk tidak mengganggu acara dua orang itu.

“Loh Himeka kemana?” manik mata Ribyul menyapu lingkungan sekitarnya. Mencari sosok Ribyul yang tiba-tiba hilang.

“Himeka eoddiga? Tanya Ribyul. Sungmin menaikkan alisnya

molla” jawab Sungmin sekenanya. Lalu Sungmin mempersilahkan Ribyul masuk kedalam mobil sport putihnya. Didalam mobil, Ribyul menghela nafas berkali-kali.

“Huhhhh. Aigoo!!” keluh Ribyul. Sungmin tersenyum. Memang menjadi anak SMA sebegitu sulitkah? Perasaan dulu waktu aku masih SMA tidak selesu itu? Batin Sungmin.

“Waeyo chagiya?” Tanya Sungmin dengan nada sayang. Ribyul menempelkan kepalanya ke dashboard mobil Sungmin.

“Tugas! Tugas! Satu hari 5 mata pelajaran dan setiap mata pelajaran ada tugas yang menyulitkan. Bayangkan! 60 soal disertai penjabarannya. Aku bisa mati kelelahan oppa!” Keluh Ribyul menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lucu. Sungmin tertawa.

“Rileks… rileks!” Kata Sungmin sambil mengusap-usap punggung gadis itu. Mencoba memberinya pijatan agar gadis itu merasa nyaman. Beberapa menit mereka tidak bicara. Sungmin masih terus mencoba memijat punggung Ribyul dan Ribyul Cuma ‘engghh..’ ‘mmhhh’ menikmati.

“Oppa!” Ribyul menegakkan kepalanya. “Malam ini kita langsung pulang atau jalan-jalan dulu?” Tanya Ribyul. Dari sorot matanya, kentara sekali Ribyul sangat berharap kalau malam ini mereka akan jalan-jalan. Sungmin tersenyum menganggapi pertanyaan Ribyul.

“Mau coba makan ice cream cone di dekat namsan tower?” tawar Sungmin dengan senyum yang super cute dimata Ribyul. Ribyul dengan semangat mengangguk.

***
“Sudah dengar tentang Kim Sarang eonni, oppa?” Tanya Ribyul. Sungmin menggeleng. Bukan karena dia belum dengar, tapi karena memang dia tidak kenal dengan kim sarang.
“Molla. Aku gak kenal kim sarang” jawab Sungmin. Ia kembali melanjutkan memakan ice creamnya. Sebentar lagi ice cream itu habis.

“oh iya aku lupa! Dia itu kakak kelasku oppa! Dia keluar dari sekolah” kata Ribyul melanjutkan. Sungmin tersenyum. Gadisnya ini memang suka sekali membicarakan orang lain. Walaupun ia tahu kalau itu tidak baik, gadis itu selalu berkata

 

‘aku tidak bisa tidak membicarakan orang lain selama satu hari oppa. Mungkin itulah satu-satunya caraku memperhatikan mereka’

Entah bagaimana bisa kata-kata yang terdengar sepele ditelinga orang lain, malah terdengar sangat dewasa ditelinga Sungmin.

“kenapa bisa keluar ? apa ia punya masalah dikelasnya ?’’ tanya Sungmin penasaran. Ribyul menggeleng cepat.

“Bukan hanya dikelas. Dia juga punya masalah diluar sekolah. Kabarnya dia akan jadi artis. Yah semacam girlband.” Ucap Ribyul santai. Ice cream cone milikknya masih belum habis. Ia menjilatnya belan-pelan.

“Bukankah itu bagus? Keluar sekolah demi kelancaran karirnya? Apakah dia memang punya bakat menjadi artis ? ”tanya Sungmin mulai tertarik. Ribyul menggeleng lagi. Ia tertawa menghina sekarang.

“Cih ? bakat oppa ? dia tidak punya satupun. Kabarnya ia merayu seorang direktur sebuah perusahaan agensi. Dia terlibat skandal seks. Ckckck aku sangat kasihan pada orang itu” Ribyul menggeleng-gelengkan kepalanya. Sungmin bengong. Ia sangat kaget! Apakah anak SMA sekarang sebebas itu?
Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berusaha mencari topic lain untuk dibicarakan. Sungmin tersedak! Ia malah baru ingat tentang tujuan mengajak Ribyul jalan-jalan.

“ Oppa gwaenchana ?”tanya Ribyul khawatir. Sungmin menggeleng.
“naneun gwaenchana. Aku hanya ingin bertanya” jawab Sungmin. Mata ri byul melebar.
“Mwo ya?” Tanya Ribyul.
“Apa yang paling kamu inginkan sekarang?” Tanya Sungmin . Sekarang mereka berdua sedang duduk di bangku panjang ditepi sungai han *bayangkan adegan Ji hyuk sama muse di SFB*.

“Aku ingin…..” Ribyul menggantungkan ucapannya. Membuat Sungmin semakin melotot penasaran. Ribyul tersenyum melihat ekspresi wajah Sungmin.

“Semua tugas-tugasku selesai sebelum hari rabu. Huft…..” Ribyul mengerucutkan bibirnya. Sungmin jadi kasihan pada kekasihnya itu.

“mau aku yang mengerjakannya?” tawar Sungmin. Ribyul menoleh dengan tatapan kaget.

“kau bisa kimia?” Tanya Ribyul. Sungmin menggeleng ragu. Ribyul cemberut.

“dasar!” Ribyul dengan santainya memukul kepala Sungmin. Sungmin mengaduh kesakita. Sedangkan Ribyul. Pasti dia tertawa.

“Appeutta!” keluh Sungmin. Ribyul tersenyum lalu mengelus-elus kepala Sungmin lembut. Sungmin menikmati perlakuan Ribyul padanya selama beberapa saat.

“Mianhae oppa. Saat ini tidak ada yang benar-benar aku inginkan selain tugas-tugas itu selesai semua. Hmmm tapi ada satu yang ingin aku lihat. Sangat ingin aku lihat” Mata Ribyul menatap langit malam. Rambutnya yang lurus melambai sedikit ditiup angin mala. Secara reflek, Sungmin memakaikan jaket tebalnya pada gadis itu.

“Mwoya? Apa yang ingin kau lihat?” Tanya Sungmin penasaran. Hanya Ribyul yang bisa membuat seorang Lee Sungmin mati penasaran.

“Aku ingiiiiiiin…….”

 

***
Sungmin masih memikirkan perkataan Ribyul semalam. Gadis itu… apakah sudah gila? Dia ingin aku ? ahhsshh !! batin Sungmin berkecamuk. Ia bingung. Yang semula bingung malah semakin tambah bingung. Permintaan Ribyul sungguh tidak masuk akal. Tapi harus bagaimana?

tenang oppa. Aku hanya bercanda. Jangan dianggap serius dong

“Bagaimana aku tidak menganggap itu serius Ribyul-ah. Itu adalah keinginanmu yang terbesar” gumam Sungmin. Diliriknya sepatu heels berwarna hitam dengan beberapa berlian yang menempel pada bagian-bagian tertentu pada sepatu itu. Cantik. Lebih cantik jika Ribyul yang memakainya.

***
“Mwoya?! Jadi gadis itu yang kamu benci selama ini?” Himeka bertanya dengan ekspresi kaget. Aneh memang. Ribyul sudah memiliki pacar seganteng Sungmin, tapi masih mempermasalahkan orang lain ? orang yang berkaitan dengan mantan guru privat bahasa inggrisnya. Ya dulu sebelum bertemu Sungmin, Ribyul menyukai Lee Sungjong. Guru privat bahasa inggrisnya. Memang Lee Sungjong terkenal dengan image santun dan menyenangkan. Semua murid menyukai Sungjong. Kecuali Himeka. Entah kenapa dia tidak suka.

Sampai suatu hari mereka benar-benar dekat dan hampir saja jadian. Tapi ada sesuatu yang membuat Ribyul sakit hati.

Lee Sungjong hanya mempermainkannya.

Lee Sungjong hanya menjadikan Ribyul sebagai pelampiasannya saja.

Padahal, orang yang sebenarnya disukai oleh Lee Sungjong adalah

Kim Ha Neul. Murid kelas sebelah. Dan itu membuat Ribyul sakit hati. Sampai sekarang, walaupun Ribyul telah memiliki Sungmin, dia tetap membenci gadis itu.

“Cih! Coba liat sepatunya?! Emang dia pikir sekolah ini catwalk hah? Masa ke sekolah pakai sepatu heels? Cih!” cibir Ribyul. Himeka mencelos. Dia hanya mengangguk-angguk saja . padahal dalam hati, Himeka membatin

haneul! Sepatumu beli dimana? Cantik sekali!!!’.
“Ya! Himeka! Kenapa kamu memandangi sepatu gadis itu hah? Kamu mau punya sepatu kayak gitu ? kamu pengen jadi cewek ganjen itu sampek niru-niru gayanya segala ?! ”  Ribyul ber teriak marah pada Himeka. Himeka terkejut

“ Ige mwo ? aku tak pernah berfikiran seperti itu! Aku gak mungkin mau jadi dia. Pacaran sama guru jelek. Ieeeuh” cibir Himeka kesal. Ribyu tertawa.

“hahahaha”

 

***

Alunan music yang menghentak dan ceria bergema disalah satu ruangan karaoke. Empat orang diruangan itu, 2 perempuan dan 2 laki-laki terlihat sangat menikmati acara yang dibuat Ribyul pada hari ulang tahunnya yang ke 16.

“Saengil chukkae!!! “ teriak Sungmin,Himeka, dan Eunhyuk serempak. Ribyul tersenyum.

“GOMAWOOOOO” teriak Ribyul. Dan semua yang ada diruangan itu tertawa.

“Potong kuenya! Potong kuenya!” teriak Himeka dan Eunhyuk bebarengan. Ribyul tersenyum. Pasangan itu memang menanti untuk makan kue!

“Tiup lilin dulu kaliiii” Sungmin mengingatkan. Himeka hanya tersenyum salting. Sedangkan Eunhyuk cemberut. Himeka menepuk pipi Eunhyuk. Eunhyuk pun tersenyum kembali.

“Make a wish!” teriak Sungmin. Ribyul tak henti-hentinya tersenyum. Ia mulai memejamkan mata.

Aku ingin semua yang kujalani saat ini baik-baik saja.

Aku ingin persahabatan ini berjalan selamanya

Aku harap Sungmin oppa adalah lelaki yang bisa kugantungkan masa depanku padanya

Amiiiin

Fuuuuhhh

Tepuk tangan menggema setelah Ribyul meniup lilin. Acara itu dilanjutkan dengan memotong kue.

***
Sungmin mengantar Ribyul pulang tepat jam 11 malam. Gadis itu mengendap-endap masuk rumahnya sendiri dengan setumpuk kado yang dibawanya. Sungmin tersenyum-senyum sendiri. Setelah Ribyul sudah benar-benar masuk kedalam kamarnya, barulah Sungmin langsung melajukan kendaraannya.

***
Entah ada angin apa, Ribyul dengan tiba-tiba datang ketempat kerjanya dengan wajah kusut. Sungmin sangat terkejut melihat wajah Ribyul yang merah karena marah. Gadis itu pasti sangat marah hingga ia rela bolos sekolah .

“ Ulang tahun terburuk ! mendapatkan kado terburuk ! apa oppa bermaksud membuatku menjadi gadis jalang hah? Ini ambil kadomu oppa ! aku tidak butuh ini !”dengan marah Ribyul melemparkan sepasang sepatu heels yang kemarin malam kuberikan sebagai kado untuk ulang tahunnya. Sungmin bingung. Ia bingung kenapa sampai Ribyul marah seperti ini padanya.

“ Ribyul-ah !!!”panggil Sungmin pada gadis itu. Sedangkan yang dipanggil malah semakin cepat melangkahkan kakinya dan langsung menyetop taksi. Saat Sungmin keluar dari gedung, gadis itu telah menghilang.

Dengan lesu Sungmin kembali memasuki restoran tempatnya bekerja. Semua karyawan menatap namja itu dengan pandangan iba.

‘’memang butuh kesabaran untuk berhubungan dengan gadis SMA, Sungmin-ah’’

***
“ Hik..hikss hiks”Ribyul menangis keras. Disampingnya, Himeka mencoba menenangkan sahabatnya itu.

“ Ssst gwaenchana Ribyul-ah. Coba ceritakan padaku kenapa kamu bersikap seperti itu pada Sungmin oppa?” Tanya Himeka pelan. Saat ini mereka berdua sedang berada di taman ditengah kota seoul. Yah Himeka ikutan bolos sekolah setelah menerima telpon dari Ribyul.

“ Sungmin oppa ….” Ribyul berusaha mengatakan alsanannya memarahi Sungmin tadi. Walau dengan tersedu-sedu karena tangis. Himeka dengan sabar mendengarkan.

***
Setelah mengetahui alasan tentang kemarahan Ribyul, Himeka buru-buru menghubungi Eunhyuk. Ia menyuruh Eunhyuk untuk menemui Sungmin secepatnya.

“Sepatunya sama?” Tanya Sungmin dengan ekspresi kaget. Eunhyuk mengangguk.

“Ribyul punya kenangan buruk tentang seseorang. Dan kau malah memberinya barang yang sama dengan barang kepunyaan orang yang dibencinya itu” jawab Eunhyuk. Sungmin menghela nafas. Sebenarnya ia jengah karena hanya masalah sepele seperti ini Ribyul sampai marah besar seperti itu. Tapi Sungmin mencoba mengerti. Inilah yang harus dijalani jika kau mempunyai pacar seorang siswa SMA. Pikiran Ribyul belum sepenuhnya dewasa.

“Hyuk, bisa bantu aku untuk melakukan sesuatu?” Tanya Sungmin pada Eunhyuk. Eunhyuk tersenyum. Dengan semangat ia menepuk pundak Sungmin

“apapun akan aku lakukan untuk bisa menolongmu. Karena kita teman!”

 

***
“Benar nih kalau acaranya disini? Tapi kok sepi ya ?”tanya Ribyul pada Himeka. Himeka mengajak Ribyul untuk menonton pertunjukkan street dance. Ribyul yang sedang dalam suasana hati yang buruk pun menurut. Setelah sampai ditempat tujuan, malah sepi. Tidak ada orang satupun di taman itu. Hanya ada kegelapan.

“Himeka! Beneran nih acaranya disi—“ belum selesai Ribyul berkata, Himeka sudah hilang dari pandangan. Ribyul kebingungan dan takut. Langit malam yang gelap membuatnya takut.

“Himeka-ah!!!!!!!!!!!!” teriak Ribyul memanggil temannya. Tapi tak ada tanda-tanda kemunculan seseorang. Ribyul panik. Ditengah kepanikan tiba-tiba seluruh lampu taman menyala dengan terang dan indah. Yang paling menarik adalah, ditengah-tengah taman terdapat panggung mini. Dan terlihat seorang perempuan memakai gaun malam yang indah berwarna dark brown. Serta sepatu heels yang membuat kaki perempuan itu terlihat jenjang. Rambutnya panjang berwarna pirang. Walaupun sebenarnya Ribyul tidak yakin bahwa perempuan itu adalah perempuan. Karena siluet tubuhnya terlihat lebih kekar dari perempuan yang biasanya.

Lalu perempuan itu mulai menarikan suatu tarian. Yang Ribyul tahu itu adalah dance dari girlband terkenal, sistar. Sistar yang dikenal memiliki koreo dance yang sexy. Dan perempuan itu menarikan dance dengan backsound lagu ‘Alone’

Entah Ribyul harus tertawa atau kagum melihat penampilan perempuan itu barusan. Sungguh cara dia menari tidak seksi sekali. Dan seperti hampir terjatuh karena heels yang dipakainya.

Perempuan itu selesai menari. Saat ia menoleh kearah Ribyul, terlihat jelas bahwa orang itu buka perempuan asli. Itu adalah…

 

SUNGMIN!

 

“Sungmin oppa?!” Teriak Ribyul terkejut. Sungmin tersenyum. Ribyul kagum! Sungmin, lelaki yang selama ini ia kenal dengan image keren, berubah menjadi cantik saat mengenakan pakaian wanita. Jauh lebih cantik daripada Ribyul sendiri.

Dengan susah payah sungmin berjalan menuju Ribyul yang masih terbengong menatapnya. Heels memang benar-benar mengganggu. Saat sampai dihadapan Ribyul, betapa terlihat jelas perbedaan tinggi antara Ribyul dan Sungmin. Ditambah lagi Sungmin yang memakai sepatu heels, membuat perbedaan tinggi mereka sangat kontras.

“Bagaimana oppa bisa berbuat begini.aigoo”kata Ribyul setengah tertawa . Sungmin juga ikut tertawa.
“Ini yang sangat ingin kau lihat, kan?” Tanya Sungmin. Ribyul bengong. Ternyata Sungmin menganggap serius perkataannya.
“Aku kan sudah bilang kalau—“ Sungmin memotong perkataan Ribyul dengan ciuman. Ciuman yang sangat membutuhkan usaha. Karena Sungmin terpaksa harus membungkuk lebih extra.

“Maukah kau memaafkanku?” Tanya Sungmin. Ribyul mengangguk. Wajahnya memerah karena merasa sangat senang.

Malam yang mereka lalui terasa sangat konyol. Tapi menarik untuk dikenang.

 

“ Kasihan sekali Ribyul ” gumam Eunhyuk pelan. Himeka yang duduk disebelah lelaki itu menoleh heran. Dua orang itu sedang mengintip apa yang dilakukab sungmin kepada Ribyul.
“kasihan bagaimana? Itu romantic tau!” protes Himeka. Eunhyuk menghela nafas
“apa kau mau aku cium saat aku berdandan seperti banci pasar hah?” Tanya Eunhyuk. Himeka terkejut
“kau benar” gumam Himeka
***

“Oh jadi itu alasan kamu membenci Haneul?” Tanya Sungmin. Ribyul mengangguk.
“kenapa tidak mencoba berbaikan dengannya?” Tanya Sungmin lagi. Ribyul menggeleng. Sungmin tersenyum. Diusapnya kepala kekasihnya itu.

 

Dalam hati Sungmin membatin,

aku harap gadis kecilku ini bisa cepat dewasa”

=END=