The Notes Stemple [part 3]

Author            : Nur’aeni a.k.a yesung.wife^o^

Genre              : Romance ( tentuin aja ma reader )

Tag                 : Sungmin, Teuki, Ryewook, Superjunior

                            All member superjunior.

P.S                  : mian kalo publishnya lama. And mian klo kurang seru di part ini

And makasih banget bwt para reader setia ff ku ini, ff ini aku dedikasiin khusus untuk aya dan semua reader yang mw nunggu ff ini

Oia ff ini udah nyampe part 4 di bloq ku sendiri

Kpopfever2011ff.wordpress.com

~Sungmin POV~

ternyata sia-sia saja aku merasa sangat bersalah padanya, bahkan ia malah bersenang-senang dengan Namja lain.

“Hyung dari mana ?” tanya Wookie setibanya aku di Dorm

“tak penting…” jawabku singkat

“Hyung, mau makan? Akan aku buatkan sesuatu” tanya Wookie lagi

“ani, aku tak lapar….” ucapku dan bergegas menuju kamarku.

Setibanya di kamarku, aku langsung mengambil handukku dan ke kamar mandi.

Ku nyalakan shower dan ku basahi tubuhku, entah apa yang sebenarnya terjadi padaku ? Harusnya aku biasa saja melihat mereka berdua tapi kenapa aku malah kesal melihat mereka berdua

~end of Sungmin POV~

###################

~Hyuna POV~

akh~aku kira Sungmin oppa yang akan aku lihat pertama kali saat aku sadar tapi aku malah kecewa

“Hyuna, gwaenchanayo ??” tanya Teuki oppa

“n..ne ? Aku tak apa-apa” jawabku

“sepertinya ada yang kau cari..?”

“yang ku cari ? Tak ada kok, itu hanya pemikiran oppa saja “sangkalku

“baiklah, kalau begitu jagalah kesehatanmu…..” seru Teuki oppa sembari mengangacak

ngacak rambut ku

“memangnya oppa mau kemana ?”

“kembali ke Dorm ”

“hati-hati oppa ”

“ne”

setelah Teuki oppa pergi, aku kembali pada semua lamunanku. Andai saja Teuki oppa adalah Sungmin oppa mungkin aku akan bahagia saat ini, akh~ tapi aku tahu itu tak mungkin. Mana mungkin seorang Devil menjadi seorang Angel.

“hyuna kau sudah bangun ?”seru halmoeni yang baru saja datang membawa beberapa box

makanan dan sebuah termos kecil di tangannya

“ne, apa yang halmoeni bawa ? Apakah untukku ?” tanyaku

“kenapa kau bisa tahu …?”

“aku tahu karena halmoeni kan sangat menyayangiku hahaha”

“kau ini, mana Sungmin ?”

“Sungmin oppa ? Tak ada sungmin oppa disini halmoeni ” jawabku

“aish~ anak itu !! Padahal dia yg memaksa ingin menunggumu semalaman tapi dia malah menghilang ….” Seru Halmoeni

“menungguku semalaman ?” aku mengerutkan keningku,

apakah yang dikatakan halmoeni itu benar atau hanya ingin membahagiakan aku saja.

“memangnya Sungmin oppa menungguku semalaman ?”tanya ku memastikan

“ya. Padahal dia sendiri yang bersikeras ingin menunggumu hingga kau sadar….”

seulas senyum mengembang di bibirku, sedikit bahagia rasanya mengetahui jika Sungmin oppa menungguku disini semalaman. Itu berarti Sungmin oppa mengkhawatirkan keadaanku.

“kenapa kau tersenyum-senyum sendiri seperti itu ?” tanya halmoeni membuyarkan semua lamunanku

“ha… aniyo hehehe ” jawabku terkekeh

“halmoeni kapan aku bisa pulang ?”

“menurut dokter kau sudah bisa pulang hari ini juga”

akhirnya hari ini juga aku bisa keluar dari rumah sakit ini, rencananya aku ingin mengucapkan terima kasih pada Sungmin Oppa

~end of Hyuna POV~  

###################

~Sungmin POV~

kejadian di rumah sakit itu benar-benar menghancurkan mood ku saat ini, apa dia itu lupa dengan kontrak yang telah kami sepakati. Akh~ apakah aku cemburu ? Mungkin tidak, ini mungkin hanya rasa khawatirku akan bayi yang ia kandung.

“Kyu, aku ingin tanya sesuatu padamu …”Seru ku pada Kyuhyun yang tengah sibuk dengan istri laptopnya itu

“waeyo hyung? kau tahu aku sedang sibuk “jawab Kyuhyun sedikit kesal karena ku ganggu

“aku ingin bertanya padamu, jika kau melihat seorang yoeja terluka dan kau khawatir dengannya, apakah itu bisa di sebut menyukainya ?” tanyaku

Kyuhyun menutup laptopnya

“menurutku itu hanya rasa iba atau simpati “ujar Kyuhyun

aku memikirkan perkataan Kyuhyun sejenak, mungkin kyuhyun benar.aku hanya bersimpati pada Hyuna dan rasa simpati tak bisa di kategorikan sebagai rasa cintai.

Aku meninggalkan Kyuhyun yang kembali fokus pada laptopnya, aku keluar kamar karena merasa lapar

“Wookie, buatkan aku makanan aku lapar ”

“tadi hyung bilang tak lapar….” ujar Wookie

“itu kan tadi, sekarang aku sangat lapar jadi buatkan aku sesuatu ” jawabku

“hyung ingin di buatkan apa ?” tanya Wookie lagi

“terserah ”

“Nasi goreng, ramen, ttoboki, kimbap, mie instant …..??” tanya Wookie panjang lebar

“mie instant saja ”

“mie goreng, mie ramen, mie bawang ?” tanya Wookie lagi

“mie goreng saja ”

“pake telur atau tidak ?”

“astaga~ jika kau terus bertanya seperti itu, kapan kau akan membuatkan makanan untukku ” ujarku kesal

“Baiklah aku akan buatkan sekarang ….” ucap Wookie akhirnya berjalan ke dapur

“oia hyung apa telurnya setengah matang atau tidak ?” tanya wookie lagi

“Wookie…..!!!”

“ne, akan kubuatkan sekarang “seru wookie berlari ke dapur

“aku pulang …”seru seseorang

“kau sudah pulang hyung …?” seru Wookie pada Teuki hyung

“ne”

“mana  mie ku ?” tanyaku pada wookie

“sedang ku buatkan hyung…” jawab Wookie

“hyung dari mana ?” tanya wookie pada Teuki hyung

“rumah sakit ”

“memang siapa yang sakit ?”

“Hyuna, kemarin ia hampir keguguran ”

“aigoo, kenapa bisa ?”

“entahlah…”

“aku bingung, bagaimana suami hyuna nuna itu menjaganya. hingga hyuna nuna bisa hampir keguguran seperti itu …” ucap Wookie membuatku tersedak

aku memang tak pernah mengenalkan Hyuna sebagai anae ku tapi sepupuku jadi wajar saja jika semua member super junior minus Teuki hyung hanya mengenal Hyuna sebagai sepupu ku

“uhuk..uhuk..”

“hyung waeyo ?”tanya wookie santai dan tanpa rasa bersalah sama sekali

“am…bil uhuk ambil kan a…ku  uhuk air “ucapku susah payah

seperti permintaanku wookie mengambilkan air untukku

“gwaenchanayo hyung….”

“setelah kau membuatku tersedak, kau masih berani bertanya keadaanku ? Bagaimana jika tadi aku tak segera minum hah~”cerocos ku

“kenapa kau menyalahkanku hyung…?”

“sudahlah, aku pergi saja ….”

“hyung changkaman…”

“mwoya ?” tanyaku masih sedikit emosi

“bagaimana dengan mie instanmu..?”

omona~ aku kira wookie ingin menahanku pergi atau setidaknya meminta maaf padaku, tapi dia malah menanyakan bagaimama nasib mie yang ia buat

“kau makan saja “ucap ku kesal

~End of Sungmin POV~  

###################

~Author POV~

suasana kota Seoul saat ini benar-benar tak bersahabat, pikir namja itu. Akhir-akhir ini ia dibuat bingung dengan perasaannya sendiri. Ia merasa jika ada sebuah perasaan yang mulai tumbuh untuk seorang yeoja yang selama ini selalu ada di dekatnya namun rasa cinta untuk yoeja yang selalu ada di hatinya malah mulai terkikis seiring waktu.

“andai saja kau dan aku bukan seorang public figur mungkin saat ini aku bisa bersamamu “serunyasaat menatap sebuah poster beberapa yoeja dan salah satunya adalah yoeja yang ia cinta

Bwara~ mr.Simple simple

keutte~neun keutte~neun

keuttero

yeppo SJ call

handphone nya berbunyi menandakan ada sebuah pesan baru

di handphonenya

From : My shunsine

To     : me

mianhae oppa sepertinya aku tak bisa bersama oppa di hari ulang tahun oppa

“huuftt” ia melenguh pelan

“padahal aku berniat merayakannya bersama mu” ujar namja itu lagi

~end of Author POV~

~Hyuna POV~

Aku telah berada di rumah, tentang kejadian saat aku pingsan sebenarnya aku tak ingat benar kenapa aku sampai bisa pingsan. Halmoeni hanya berkata jika aku kecapean tapi aku seperti ingat jika saat sebelum aku pingsan Sungmin oppa sempat memarahiku dan setelah itu aku tidak ingat lagi.

“Hyuna, odieya ??” panggil Halmoeni

“ne, halmoeni…” jawabku

“sedang apa kau …?” tanya halmoeni

“ani, aku hanya baru selesai mandi …” seruku

aku memang baru selesai mandi, bisa di lihat rambutku pun masih sedikit basah

“Hyuna kemari sebentar, nenek ingin memberimu sesuatu ….” seru Halmoeni

“mwoya, halmoeni ?” tanya ku

Halmoeni mengeluarkan sebuah kotak cukup besar ‘apa itu ?’ Tanyaku dalam hati

“nenek ingin kau memakai ini ….” seru Halmoeni mengeluarkan sebuah barang dalam kotak tadi, sebuah kalung berwarna perak dengan bandul ikan lumba-lumba membuat kalung itu terlihat sangat indah.

“apa ini halmoeni ..?” tanyaku

“ini adalah kalung turun temurun keluarga Lee, dulu halmoeni di berikan kalung ini saat menjadi menantu di keluarga Lee dan sekarang giliranmu untuk memilikinya…” Tutur Halmoeni sembari mengalungkan kalung itu keleherku.

“mianhae halmoeni, sepertinya aku tak pantas memilikinya ….” seruku

jujur sebenarnya aku tak ingin mempunyai barang apapun yang berhubungan dengan keluarga ini nantinya karena saat aku harus meninggalkan keluarga ini itu akan membuatku sulit untuk melepas semua orang yang telah menyayangiku dengan tulus seperti halnya halmoeni.

“waeyo ?”tanya halmoeni

“ani, aku tak bisa menjelaskannya pada halmoeni. Hanya saja aku tak bisa menerimanya….”  seruku

“ aku pulang ……” seru sebuah suara

Akh ~ itu pasti Sungmin Oppa, pikirku

“sudahlah Halmoeni ingin menyiapkan makan untuk makan malam dulu…..” tutur Halmoeni kemudian pergi meninggalkanku.

“apa yang Halmoeni lakukan ….” Tanya Sungmin Oppa setelah melihat halmoeni keluar dari kamar.

“ani, halmoeni hanya memberikan kalung ini…….” Ucapku

“oppa tolong berikan ini pada halmoeni sepertinya aku tak pantas mendapatkannya lagipula waktuku hanya tinggal 7 bulan lagi…. “ tuturku lagi sembari memberikan kalung itu ke tangan Sungmin oppa

Sungmin oppa melihat kalung itu sejenak, dan memberikannya lagi padaku

“ kau simpanlah, halmoeni yang menyuruhmu menyimpannya jadi simpanlah. Dan jangan selalu mengucapkan jika waktu mu tidak lama lagi, apa kau memang ingin pergi dariku cepat-cepat ….” Seru Sungmin oppa

“ne ?” tanyaku tak mengerti

“ ani, sudahlah aku lelah……” ucap Sungmin oppa yang berlalu menuju kamar mandi

Aku mengerutkan alisku, sebenarnya apa maksud dari perkataan Sungmin Oppa tadi ?

 

# To be Continue………………… #