Tittle : Forbidden Love (part 1)

Author : Yoora Park (YooParkie~~~)

Length : continue

Genre : romance

Cast : Suzy ‘miss a’ , chansung ‘2pm’ , other cast.

—cerita ini diadaptasi sedikit dari komik jepang tahun 2005—- umur author sekarang 14 tahun , bayangin gw udah baca komik cinta  umur berapa cobak?? :p

 

……………………………………………………………………………………………………………………………………

“bunuhlah aku jika itu membuatmu bahagia , maka aku akan menjagamu dari langit dengan leluasa…” .

“kau bodoh…padahal kau gadis yang baik……kau menyedikan…”

“tak pernah ada kata cinta yang menyedihkan…..maka biuslah aku dengan lili yang kau beli untukku dan cekiklah leherku sampai nafas ini tak mengganggu pendengaranmu….”

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

“apa yang sedang kau buat , suzy??” tanya amma ku dari dapur yang sedang memasak.

“aku buat gantungan kunci untuk valentine nanti amma….”.

Ya , lusa adalah hari valentine !!. aku akan memberikan gantungan kunci ini pada oppa ! ><.

Tiba-tiba amma ku sudah ada didepanku. Datang seperti hantu. Dengan pandangan aneh ia bertanya padaku.

“apa dia pemain sepakbola disekolahmu??”.

Jelas aku kalang kabut mendengar pertanyaan amma.

“amma…apa kau membaca diaryku lagi?? Itu kan privasiku!!”.

Amma menjitak kepalaku pelan.

“aish , padahal kau sedang membentuk gantungan kunci berbentuk pemain sepakbola!! Untuk apa amma membaca diarymu?? Menghabiskan waktu amma tau!!”.

Kulirik gantungan kunci yang kubuat. BABO!! Sudah jelas amma bisa tau!! Aku buatnya bentuk Gaston Castanio (?) kok. Walaupun aku pendukung PSPS(?).

“sud….sudahlah amma! Nanti masakanmu hangus!!”.

Amma langsung berjalan meninggalkanku menuju dapur. Ia kembali sibuk dengan masakannya dan aku sedang sibuk dengan khayalan tinggiku dengan Hwang Chansung. Ya. Kakak kelasku yang yang sudah kelas 3 SMA dan aku beda dua tahun dengannya. Jadi aku kelas berapa??? Yap. Kelas 1 SMA!!!.

Aku heran. Ini sudah hampir jam makan malam. Tapi appa belum pulang juga.

“amma , kenapa appa belum pulang?? Ini sudah hampir jadwal makan malam??”.

“hmmm….ada rapat dengan pengurus rumah sakit Daito…. kau seharusnya sudah memaklumi pekerjaan ayahmu sebagai kepala rumah sakit…”.

Aku membuang nafas panjang. Yaaah , ia memang selalu sibuk. Tapi paling tidak pekerjaannya baik , bukan??.

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

“Kyaaaa!! Chansung-ah!!! Tembus gawang mereka!!!” teriak seorang fans chansung dari pinggir lapangan. Fans nya terlalu banyak -_-. Memikirkannya saja sudah membuatku kecil hati -_-. Apa mungkin aku yang berada di tengah keramaian akan dijemput pangeran??? Sepertinya aku bemimpi ketinggian~~

“suzy-ah!!! Kapan kau akan berikan gantungan kunci itu???” tanya eun ji dengan tiba-tiba.

“yaaa eunji!! Kau mengagetkanku!!”.

“sudahlah jangan alihkan pembicaraan…kapan akan kau berikan gantungan itu padanya???”

“entahlah …aku melihat fansnya sebanyak ini saja aku sudah berkecil hati….”.

Aku menunudukkan kepala tanda pasrah. Dan tiba-tiba ia menepuk punggungku kuat.

“percaya dirilah!! Kau anak direktur utama rumah sakit terkenal Daito!! Kau murid teladan , kau pandai pelajaran IPK , olahraga!! Bahkan aku yakin kalau chansung akan menerimamu!! Ayolah!! “ semangat eunji padaku.

“baiklah kalau kau memaksa……besok aku akan memberikannya pada hari valentine….”

“begitulah harusnya seorang bae suzy!!! Hwaiting!!”

“iyaaaaaaaaaaa~~~~~~~~, ayo kita pergi makan…. aku lapar…”

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Dimana chansung oppa??. Kutelusuri tempat klub sepakbola berkumpul. Sepi. Tentu,  saja ini sudah jam setengah tiga , orang-orang sudah pulang dari sekolah 2 jam yang lalu. Namun aku yang dibutakan cinta dengan nekat menunggu waktu keemasan ><. Hehehe namanya juga perjuangan anak SMA mengejar cinta ><.

“Chansung-ah , kamu kelupaan kunci nih….”.

Mwo?? Suara siapa itu??. Aku berjalan perlahan menuju asal suara. Lalu kuintip dari balik tembok. Ah! Itu chansung oppa! Dan….seorang wanita. Ah aku kenal wajah itu…kakak kelas 3 manajer klub sepakbola….

“gomawo hwayoung..” jawab chansung oppa dengan senyum lembut. Dengan pandangan yang bercahaya. Apa ia menyukai yeoja itu??.

Mereka melangkahkan kaki menuju tempat aku mengintip. Aaiish!!. Segera aku berlari menuju pagar sekolah dan duduk tanpa wajah berdosa.

“bye chansung-ah…..”

“bye hwayoung…” kata chansung sambil melambaikan tangannya pelan ke yeoja tersebut.

Diam-diam aku melirik melihat mereka berdua. Lalu tiba-tiba ia berjalan kearahku.ANDWAE !! AKU BELUM SIAP ><.

“ah! Suzy si gadis teladan! Kau belum dijemput???” tanyanya dengan tersenyum. Senyumnya beda dengan kak hwayong. Aahh aku kecewa!!.

“belum…tadi ekskul modern dance tiba-tiba menyuruh kami latihan…”. jawabku seadanya.

“ooh….tapi kenapa raut wajahmu kusut begitu??”

Tentu saja kusut. Kau tersenyum tidak ikhlas!!!.

“karna supir kim belum menjemputku..” jawabku singkat.

“mau pulang bersama?? Arah rumah kitakan sama….”

“tak apa….sebentar lagi supir kim datang….”

“baiklah….sepertinya tamu bulananmu akan datang…kau jawab dengan judes terus..” jawabnya dengan bercanda.

“YAA OPPA!!!”.

“hahahaha!! Aku cuma bercanda!! Aku duluan ya!!”

Iisshh!! Kenapa dia tidak mengerti kalau aku cemburu??? AAIIISH!!.

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

“amma??? Appa pulang malam juga hari ini??”

“tidak suzy…hari ini appa mengajakmu makan malam dirumah sakit…amma ada acara jadi nanti kau akan diantar supir kim……”.

“rumah sakit….kedengarannya sedikit aneh.. tapi tak apalah. Apa amma pulang lama juga??”.

“aniya….lebih baik kau ganti seragam sekolahmu…pakai baju yang bagus kerumah sakit nanti..” kata amma sambil membelai rambutku.

“ne amma…”.

Aku pun ke kamar.. mengganti baju sekolahku dengan baju sweater panjang dan celana skinny. Lalu kulihat jam…. ah masih jam 4….tapi pergi lebih cepat duluan tidak apa-apa bukan??. Aku berjalan ke meja belajarku dan kulihat gantungan kunci yang akan kuberikan esok. Omoooo bentuknya jeleek T^T. Lebih bagus kalau beli saja T^T.

Oh ya! Ke toko aksesoris saja dulu!!.

Dengan segera aku turuni tangga dan memberitahu amma.

“amma , aku pergi duluan ya!!”

“cepat sekali… apa tidak apa-apa??”.

“tak apa amma! Aku aku mau ke toko aksesoris dulu!!”

“hati-hati ya!!”.

“iya amma!!”.

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

“anda ingin mencari apa nona??” tanya seorang pelayan toko.

“ummm, apa ada gantungan kunci yang berberbentuk bola sepak atau yang berhubungan dengan sepakbola??”.

“ohh ada nona. Silahkan ikuti saya” ajak pelayan tersebut.

Aku mengikuti langkah kaki pelayan tersebut dan sampailah ke tempat bagian gantungan kunci

“ini nona…tapi tinggal sedikit…”

“ara…terima kasih…”.  pelayan itu kemudian pergi dan membiarkan aku memilh pilihanku.

Kulihat di tempat itu ada gantungan yang berbentuk kartun seorang anak laki-laki berponi sambil menginjakkan kakinya di atas bola. Omoo sangat lucu ><.

Setelah aku beli gantungan kunci itu aku pun kembali ke mobil.

“supir kim , langsung ke rumah sakit ya!”.

“iya nyonya. Tapi kita lewat jalan tol , jadi agak lama..”

“tak papa…”.

Setelah itu mobil kembali melaju. Melihat jalanan yang tak putus-putusnya ini ntah membuatku  mengantuk sekali. Apa karna aku memata-matai chansung oppa tadi ya??.

“umm…supir kim. Jika sudah sampai bangunkan aku ya! Aku sedikit mengantuk..”

“baiklah nona…”.

Akupun menyandarkan kepala ke bangku dan memejamkan mata. Ah…nyamannya…

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

Ahh…badanku pegal sekali….ah..ini dimana?? Dan apa yang terjadi denganku??.

Klek. Pintu kamar ini terbuka. Keluarlah seorang namja tinggi yang familiar sambil membawa beberapa bunga lili.

“chansung oppa??..kenapa aku bisa…”

Kulihat wajahnya sekilas. Tersirat kekagetan diwajahnya. Ekspresi tak percaya.

“ah..kau sudah sadar…”.

“kenapa aku bisa di sini??”

“kau tidak ingat?? Aku ini pacarmu…kemarin kau jatuh dari motor dan pingsan…Bukankah kita sudah tinggal serumah sejak setahun yang lalu..”

Pacarnya?? Apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah sore itu…….ah..aku tak bisa mengingatnya. Kepalaku terasa seperti akan pecah.

“kau tidak apa-apa??” tanyanya menyusul kepadaku.

“arasseo….terima kasih sudah membantuku…”.

“eh…gwenchana..”

Aku melihat apa yang ada di tangannya. Bunga lili..

“terima kasih sudah membawakanku bunga lili…bagaimana kau tau aku menyukai lili??”

“eh…aku rasa ini cocok untuk di hias…makanya kubeli..”

Wajahnya sedikit ada keraguan. Entahlah.

“gomawo chansung-ah..”

“ne……….chagiya”

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

Aku mengurung diriku di kamar mandi dengan alasan masuk angin dan ingin muntah. Apa yang terjadi denganku?? Apa setelah jatuh dari motor , aku hilang ingatan?? Tapi kurasa tak mungkin separah itu. Bukankah chansung oppa dengan wanita yang bernama…….ah….kepala ku sakit lagi…..sangat berat kepalaku rasanya.

“suzy-ah…..gwenchanayo??” tanya chansung dari luar pintu.

“ne…gwenchana…”.

Aku pun keluar dari keluar kamar mandi. Chansung menyadari kalau wajahku sudah sepucat kertas.

“apa kau demam??…”

“sepertinya aku tidak enak badan…”

“apa ini karena musim hujan??tunggulah sebentar..aku ke apotik membeli obatmu dulu…”

“ne…bawalah payung…hari ini gerimis…”

“tak apa-apa….aku pakai jaket saja…”

“hati-hati chansung-ah…”

Namja itu keluar dari apartemen ini menuju apotik. Aku berjalan ke jendela beranda. Hari ini gerimis….ah….sudah hujan…sudah kusuruh bawa payung dia tak mau…

Ces…ces….ada suara menetes. Bocor. Rumah ini bocor.

Kuambil ember kecil untuk menampung air hujan. Aisshh… aku bahkan tak ingat kalau rumah ini bocor. Tapi aku suka suasana ini. Sejuk. Ruangan ini terlihat indah ketika hujan. Tetesan air yang terjatuh nyaring. Suara hujan yang mengalun kencang. Ini seperti suasana yang tak pernah kutemui.

“suzy-ah…ini obatmu…..ah..bocor lagi..”

“tak apa-apa…aku suka suasana ruangan ini…”.

Aku berjalan menujunya dan mengambil kantung obat yang ada di tangannya. Ia melihatku begitu lama dengan pandangan seakan tak percaya.

“kenapa kau memandangku begitu lama??”.

Ia tersadar dari lamunannya. Ia terkaget dengan panggilanku.

“ah…tak apa-apa…tak kusangka kau suka rumah bocor..”

Aku hanya tersenyum melihatnya. Aku pergi ke dapur mengambil air untuk diteguk bersama obat

“sepertinya kau tidak perlu beli air galon lagi…air bocor ini cukup untuk tiga hari..” kataku bercanda padanya.

Ia terkekeh mendengarnya. Entah kenapa kekehannya terkesan hambar.

“yah…kurasa itu cukup menghemat uangku..”.

Setelah meminum obat aku kembali ke jendela beranda . menunggu hujan reda.

“mworago??”

“aniya…hanya menunggu hujan selesai..aku ingin membeli roti..”

“jika kau ingin pergi…pakailah mantel dan jaketku. Aku tak bisa ikut..aku tak tahan hujan..”

“ah..baiklah..”.

Aku ambil mantel dan jaket yang ada diruang depan.

“aku pergi dulu oppa…”

“ne…hati-hati…”.

Aku keluar dari apartemen kecil itu. Kuakui dia sedikit dingin meskipun ia perhatian padaku.

Kuturuni tangga dan keluar dari kumpulan apartemen yang bertingkat itu.

Aku berjalan menembus hujan. Entah mengapa hatiku merasa sedikit janggal…sesuatu yang membuatku resah…seperti ada yang salah dengan hidupku….

Ah..aku tak sadar kalau aku sudah sampai di toko roti..

Kumasuki toko itu dan pergi ketempat pemesanan.

“anda ingin memesan apa nona??”

“umm…dua roti croissant dan latte hangat..”

“tunggu sebentar ya….”

Pelayan itu mengambil pesananku. Sepertinya aku dulu aku pernah kesini…apa aku benar-benar hilang ingatan??.

“ini pesanan anda nona…”

“ah…terima kasih…..ini uangnya”

“baiklah…ini kembaliannya…terima kasih nona…”.

Aku pergi kemeja kosong dekat jendela yang dibasahi hujan diluarnya. Aku memakan roti ini sambil menikmati pemandangan ini…rasanya nyaman..

“kau…..suzy…suzy?? kau suzy kan???”

Tiba-tiba seorang gadis yang sepertinya seumuran denganku bertanya dengan keheranan di wajahnya. Ia seperti mengharapkan jawaban ’ya’.

“iya…aku Bae Suzy…ada apa?? Dan kau siapa??”

“astaga suzy!! astaga!!! Kau bae suzy!! aku Eun Ji !! teman semasa SMA mu!! Dulu setiap hari libur kita sering kesini!!”

“eun ji??? Ah…sebaiknya kau duduk dulu…”

Yeoja itu duduk di depanku dengan wajah yang masih tak percaya.

“maaf…apa kau bisa jelaskan apa yang terjadi denganku??”

“kau kabur dari rumah sakit bukan?? Semua orang mencarimu!!”

Kabur dari rumah sakit??? Bukankah aku ada di rumah….chansung??

“maaf…bisa kau jelaskan maksudmu kabur dari rumah sakit??”

“apa…kau….sepertinya kau benar-benar hilang ingatan….”

“tolong jelaskan padaku apa sebenarnya yang terjadi denganku..”

Ia menghela nafas

“begini….5 tahun yang lalu kau kecelakaan lalu lintas…kecelakaan mobil saat kau menuju rumah sakit…kau koma selama 5 tahun.. tak ada yang tau kapan kau akan terbangun..lalu aku dapat kabar dari supir kim baru-baru ini kalau kau tak ada dirumah sakit…”

Lima tahun yang lalu?? Tapi katanya aku sudah bersamanya sejak setahun yang lalu bukan??

“suzy-ah…ada kemungkinan kalau kau diculik…tapi keadaanmu baik-baik saja..kau tinggal dengan seseorang???”.

Deg. Apa yang sebenarnya terjadi….???

“oh ya suzy!! supir kim bilang ini milikmu bukan??..katanya sebelum kecelakaan kau membeli ini..ini hadiah gantungan kunci untuk chansung oppa bukan??”

Ia menyodorkan gantungan kunci kecil bergambar anak laki-laki berponi memijakkan kaki pada bolanya. Bentuk lucu ini…. tidak mungkin..

“terima kasih…..eunji-ah!! Aku mohon jangan beritahu siapapun tentang keberadaanku!! Baik kepada ayah , ibu , atau supir kim sekalipun!!.
aku berlari keluar dari toko tersebut. Dengan gantungan kunci yang tersimpan dimantelku.

“yaaa!! Suzy-ah!!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~~

APA YANG TERJADI DENGAN SUZY DAN CHANSUNG??? CERITA INI DIADAPTASI DARI KOMIK JEPANG TAHUN 2005. JUDULNYA `THE ROOM THAT LOOKS GOOD IN THE RAINING` DENGAN PENGARANG AKAISHI MICHIYO. TAPI YANG AKU BUAT INI CERITANYA BEBERAPA SEDIKIT BERUBAH. JADI , SELAMAT MENUNGGU~~~~

—cerita ini diadaptasi sedikit dari komik jepang tahun 2005—- umur author sekarang 14 tahun , bayangin gw udah baca komik cinta  umur berapa cobak?? :p—

……………………………………………………………………………………………………………………………………