MY DEAR LITTLE DOLL (4)

Main Cast : Cho Kyuhyun (SUJU), Song Miinah (You), AJ (U-Kiss)

Support Cast : Elison Kim (U-Kiss), Super Junior Oppadeul.

Lenght : chaptered

Genre : Romance, Friendship PG-13

Author : Song Miin Ah

~~~~~

AJ POV

 

Dia memainkan kedua kakinya yang diperban sembari asyik menyedot susu kotaknya. “Sudah tidak sakitkan?” tanyaku. Dia hanya menggeleng. Kami tidak banyak bicara dari tadi. Dia hanya diam dan aku telalu gugup untuk memulai pembicaraan.

“Mau kutemani beli sepatu?” tanyaku lagi. Dia melirik kearah kedua kakinya yang hanya beralaskan perban. Dia diam sejenak.

“Tak usah. Aku tidak bawa uang.” Balasnya cepat. Aku sontak tertawa mendengar jawaban polosnya itu. Maksud ucapanku ‘menemani’ adalah ‘membelikan’ mu sepatu.

“Khamsahamnida. Kau banyak menolongku.” Ujarnya.

“Sama-sama, Miinah-sshi.”

“Kau tau namaku?” tanyanya. Aku tertawa, “Tentu tau. Kau kan penyanyi. Tentu aku tau namamu.”

Dia hanya mengangguk-angguk. “Kau tidak ingat aku?” tanyaku kecewa. Dia hanya menggeleng pelan, “Sangat sulit untukku mengingat nama seseorang. Tapi aku merasa pernah bertemu denganmu.”

“Memang pernah.” Balasku.

Aku berdiri dan membuang kotak susuku di tempat sampah terdekat. Walau gugup, aku memilih untuk berdiri dihadapannya. “3 petunjuk…. debut, rapper, Elison Kim…” terangku.

“Eli-oppa?” tanyanya. Dia ingat Eli. Dia ingat sosok Eli. Entah kenapa aku merasa kecewa. “Yang kuingat hanya Eli-oppa dan Lee Kiseop. Apakah kita benar-benar pernah saling berbicara?”

Aku mengangguk, “Ne.”

Tiba-tiba saja suara klakson mobil berbunyi dari arah belakang. Seseorang menyembulkan kepalanya dari balik kaca, “Jaesop!!!! Kami mencarimu kemana-mana!!!”

Aigoo… Soohyun-hyung!

 

~~~~~

Eli POV

 

Kami semua diam disini. Dongho dan Kevin sedang sibuk ber-ah-oh ria dengan suara kecil dan mulut terbuka. Sedangkan Hoon dan Soohyun-hyung hanya memutar-mutar kepalanya kekanan dan kekiri menatap Miinah yang sibuk dengan Hot Milk-nya.

“Kau Song Miinah?” tanya Soohyun-hyung hati-hati.

Miinah mengangkat wajahnya tegap tanpa mengeluarkan emosi apapun, “Ne. Annyeong haseyo, Sunbaenim.”

“Kau member S-Project yang menggemparkan itu?” tanyanya lagi. Sekali lagi Miinah hanya menjawab, “Ne.”

“Ya…. jangan melihat Miinah dengan wajah seperti itu!” celetuk Kiseop yang mulai tidak nyaman dengan kecanggungan yang terjadi saat ini. “Apa yang kau lakukan dengan Jaesop kami? Apa kalian melakukan ‘scandal’?” tanya Kevin disambut dengan jitakkan Soohyun-hyung.

“Tidak! Tadi kebetulan menolongnya ketika jatuh. Lalu Leader-nya meminta bantuanku untuk membawanya ke Rumah Sakit. Jadi… seperti itulah ceritanya.” Bela AJ. Soohyun-hyung hanya menyipitkan matanya, “Jangan macam-macam, Jaesop. Arraso?”

“Mianhaeyo. Dia hanya berusaha menolongku. Aku minta maaf sudah merepotkan.” Ujar Miinah. Soohyun-hyung langsung menggeleng cepat, “Ani. Gwencahana. Apa kau baik-baik saja, Miinah-sshi? Kau tidak pakai sepatu.”

“Aku baik-baik saja berkat Jaesop-oppa. Sepatu? Ah? tadi Heels sepatuku patah.” Balas Miinah sambil tersenyum. Sontak saja Dongho dan Kevin semakin ber-ah-oh ria.

 

~~~~~~~

Miinah POV

 

“Aku baik-baik saja berkat Jaesop-oppa.Sepatu? Ah? tadi Heels sepatuku patah. ” Ujarku sambil mengeluarkan ‘jurus’ rahasiaku. Sontak saja mereka langsung ricuh. Bagus. Ini cukup mengalihkan pembicaraan. Kim Jaesop, aku sudah menyelamatkanmu dari amarah hyung-mu. So, kita impas, Ok?

“Kau benar tidak apa-apa?” tanya Eli-oppa yang sedari duduk disebelahku dengan suara berbisik. Aku mengangguk. “Berapa ukuran sepatumu?” tanyanya lagi. Aku menatapnya. Mau apa memangnya dia?

“Sudahlah, beritahu saja.” Desaknya.

Aku menghela nafas pelan, “37.”

Tiba-tiba saja Eli berdiri, “Hyung, aku mau mau mengantar Miinah ambil handphone-nya di mobil ya? Aku pinjam kunci dulu.”

Mwo? Aku tidak minta itu. Handphone-ku ada dikantong mantel-ku kok. “Ayo kugendong.” Seru Eli sambil menarik tanganku. “Kau mau apa?” tanyaku bingung. “Mana bisa ke mobil kalau kau tak mau kugendong? Katanya kau ingin menelfon Eonni-mu?” tariknya lagi.

Dengan terpaksa aku melingkarkan lenganku di lehernya. Wae? Kenapa hari ini aku terus saja berdekatan dengan pria? Wae? Aku belum pernah sebelumnya!! Aku jadi  gugup tau!!

“Diamlah. Menurut saja.” Bisik Eli. Mau tak mau aku menurut kali ini. Kami berdua keluar dari Cafe. Cafe ini rahasia, jadi kami tak perlu khawatir akan paparazzi. Eli membuka pintu tengah mobil dan mendudukkanku di kursi tengah. Ia pun berjalan ke bagasi belakang.

“Elison Kim! Apa yang kau lakukan??” teriakku.

Dia tidak menjawab dan kembali kehadapanku dengan sepasang flat shoes berwarna merah.

“Apa itu?” tanyaku. “Sepatu.” Balasnya singkat sembari memakaikannya di kedua kakiku. “Pas sekali. Aku tidak menyangka akan sangat cocok denganmu.” Tawanya. “Apa maksudnya ini?” tanyaku lagi.

“Wae? Kau kan tak mungkin keluar diudara sedingin ini dengan kaki telanjang. Apalagi berjalan di tumpukkan salju. Kakimu bisa kram nanti.” Balasnya santai. “Eli… ini milik siapa?” tanyaku untuk yang kesekian kali.

“Punyaku. Kuberikan untukmu. Sebagai tanda kau adalah temanku, Miinah-ya.” balasnya. Astaga, sepatu ini cantik sekali. Begitu pas. Lagipula.. kenapa Eli punya sepatu wanita?

“Gomawo,” ujarku terharu.

 

~~~~~~

Kyuhyun POV

 

“Mianhaeyo, Kyuhyun-ah. Miinah harus kerumah sakit dulu. Kakinya terluka karena Heels tadi.” Keluh Hyunra-noona, manager S-Project.

Aku hanya mengangguk pasrah, “Ne, noona. Gwenchana.”

Sebentar lagi, akan ada acara dimana S-Project berpatner dengan Super Junior. Dan sialnya aku berpatner dengan anak itu. Begitu pula Donghae-hyung.

Aku memilih untuk duduk disamping Donghae-hyung yang malah sibuk dnegan iPad-nya. “Hyung! Kau tak khawatir? Ini telat 1 jam loh?!” gerutuku. Dia hanya mengangkat bahunya, “Mau bagaimana lagi? Miinah-ya harus ke rumah sakit dulu kan? Kita tak bisa memaksakan, Kyuhyun-ah. Aku tak mau ada hal buruk menimpa Saeng-ku.”

Untuk yang keberapa kalinya –aku-tidak-tahu- aku menghela nafas panjang. Aigoo… kemana anak itu? Apa dia baik-baik saja?l

 

~~~~~~

AJ POV

 

Apa yang mereka lakukan disana? Kenapa mereka malah bercakap-cakap di luar? Bukankah dingin? Lalu sepatu siapa yang dipakai Miinah? Entah kenapa aku tidak suka melihat sepatu itu.

Aku beranjak dari tempat dudukku.

“Ya… Jaesop-hyung.. kau mau kemana?” cegah Dongho. Tapi aku tidak peduli. Aku benar-benar tidak suka melihat Eli dengan Miinah. Kenapa dia bisa tertawa didepan Eli? Kenapa dia mengingat Eli? Kenapa aku tidak?

“Ayo pulang.” Ujarku sambil meraih tangan Miinah.

Miinah dan Eli tampak kaget dengan kelakuaan ‘gila’ ku, “Jaesop? Ada apa?”

“Ayo pulang. Eonni-mu sudah mencarimu, Miinah-sshi.” Tegasku. Eli mengangguk-angguk seolah ia mengerti sesuatu.

“Miinah-ya. ayo pulang. Kuantar. Eonni-eonni mu sudah sibuk mencarimu pasti.” Ujarnya Eli sambil berjalan kearah pintu kemudi.

Aku langsung meraih tubuh Miinah. Entah aku gila atau tidak. Aku hanya tak rela dia pulang dengan Eli, “Aku yang bawa dia kemari. Aku yang bawa dia pulang.”

Dengan segera aku ‘meletakkan’ Miinah di samping kursi kemudi mobil Eunyoung-sshi dan memasang seat beltnya. Seolah aku tak mau dia lepas dan meninggalkan aku.

Akupun langsung duduk di kursi kemudi mobil Eunyoung-sshi dan menyalakan mobil, lalu berlalu meninggalkan Eli yang terbingung-bingung.

 

~~~~~~

Miinah POV

 

Apa yang ia lakukan? Dia mencegahku masuk mobil bersama Eli dan menggendongku masuk mobil bersamanya. Kami hanya diam selama perjalanan. Ini tidak menyengkan. Dia namja aneh. Tapi dia juga namja yang telah menyelamatkanku tadi.

“Jangan lakukan lagi.” Tegasku.

Dia menoleh padaku, “Lakukan apa?”

“Lakukan hal tadi. Kau kira kau siapa melarangku diantar oleh Elison? Kau sudah menolongku hari ini, jadi aku membiarkanmu melakukan hal sesukamu. Lain kali tak akan kumaafkan.” Ketusku.

Dia memberhentikan mobil ini dengan halus sekali. Tidak seperti Ahjusshi itu. “Aku yang bertanggung jawab atas dirimu. Mana bisa aku biarkan kau pulang dengan orang lain?” balasnya tenang.

“Memangnya kau kira aku siapamu, Jaesop-sshi?”

“Bukan siapa-siapa.” Balasnya.

“Kau tau itu. Kau harus sadar diri.”

Dia hanya tersenyum evil, “Eonni-mu menyuruhku menjagamu. Bukan Eli kan, Miinah-sshi? Jadi selama aku masih dalam tugasku, aku harus menjagamu dari siapapun termasuk Eli-oppa mu itu.”

Aku menatapnya tajam, “Kau bukan siapa-siapa. Kita bahkan tidak mengenal dan hanya 2 kali bertemu. Ok? 2 times.”

Dia tertawa lalu mulai menjalankan mobilnya lagi, “Siapa sangka aku bisa mengenalmu dalam 2 kali pertemuan, Miinah-sshi?”

 

~~~~~~

AJ POV

 

“Kau marah?” tanyaku. Dia semakin diam sejak ‘pertengkaran’ kecil tadi. “Tidak.” Dia hanya menjawab pelan. Aku menoleh padanya sesaat, “Lalu kenapa wajahmu sepeti itu?”

Dia menghela nafas dan menatapku tajam. Jujur saja aku tak tahan melihat tatapannya. Antara takut dan kikuk tak menentu. “Harusnya kau tau kalau wajahku memang seperti ini, Jaesop-sshi.” Ujarnya.

Aku hanya mengangguk patuh padanya. Dia semakin terlihat tidak senang denganku. Mungkin dia benar juga. Aku bukan siapa-siapanya. Untuk apa melarangnya sampai seperti itu. Sontak aku menghentikan mobil.

“YA! Apa yang kau lakukan?!” kagetnya.

“Maaf, aku hanya merasa situasi ini tidak menyenangkan.. jadi…”

Dia melepas seat-beltnya, “Kau yang memulainya. Kau mengacaukan semuanya. Dan kau yang memperparahnya! Kau tau itu?”

Astaga. Dia turun dari mobil. Aku lekas ikut turun dari mobil, “Miinah-sshi… kakimu masih….”

Betul kataku. Hanya beberapa langkah, dia sudah terjatuh ditumpukkan salju. “Kubilang juga apa. Ayo masuk ke mobil lagi. Kau bisa kedinginan.” Ujarku seraya mengangkat badannya. Dia menepis kedua tanganku dan kembali berjalan menjauhiku.

“Miinah!” panggilku. Gadis ini! Dia tak menoleh sedikitpun. Dia berjalan seperti bebek pincang disana. Tidak sayangkah dia dengan tubuhnya? Kau tau? 2 langkah kemudian ‘bebek’ itu tersungkur lagi di salju.

“Astaga…” aku menariknya dari tumpukan salju. Kalian tahu? Badannya masuk dan terkubur disana!

“Aku minta maaf. Tapi bisakah kau tak melakukannya? Kau akan melukai badanmu, Miinah…” ujarku.

Entah kenapa wajahku memerah ketika menyeka salju diwajahnya.

 

~~~~~

Author POV (First time!!!!!)

 

Dengan perlahan AJ menarik Miinah keluar dari tumpukan salju itu. “Aku minta maaf. Tapi bisakah kau tak melakukannya? Kau akan melukai badanmu, Miinah…” ujarnya sembari berusaha menepis semua salju yang menutupi Miinah.

Tangannya terhenti di wajah Miinah yang hanya menatapnya kosong. Sejenak AJ menutup matanya. “Tutup matamu. Banyak salju di kepalamu. Biar kubersihkan.” Ujar AJ diiringi dengan wajahnya yang semakin memerah.

Miinah hanya bisa menatap namja yang aneh dimatanya itu. Namun ia memilih untuk diam dan mengikuti perintah AJ. Walau tidak ingin diakuinya, wajahnya mulai memerah ketika AJ menyetuh wajahnya dan menyapu salju di kelopak matanya. Entah karena perlakuan AJ atau karena udara dingin yang menusuk saat itu.

“Kalau kau ingin main salju tidak begini caranya. Ayo pulang.” Ujar AJ cepat sambil berjongkok membelakangi Miinah. Tanpa bertanya lebih jauh, Miinah langsung melingkarkan kedua lengannya pada AJ.

 

~~~~~

Miinah POV

 

Entah kenapa dan dengan mudahnya aku bersedia di gendong olehnya untuk kedua kalinya. Tapi ini tidak merugikanku. Kakiku terasa sangat keram saat ini. Susah sekali rasanya berjalan.

“Tak usah kunyalakan AC nya?” tanyanya saat kita sampai di mobil. “Kita bisa mati. Tak akan ada udara disini.” Balasku sambil merapatkan syal dan mantelku. Dia mengangguk dan mulai menyalakan mesin. Ini dingin. Mengingat aku sudah terjatuh 2 kali disalju.

“Kemari…”

Dia mengalungkan syalnya dan memberikannya padaku, “Pakai, ok?”

Sekali lagi dia membuatku berdebar lebih cepat. Rasanya malu sekali.Aku mengangguk pelan tak tahu apa yang harus aku lakukan.“Ini buatku?” ucapku asal.

tbc~