Title : You are my heaven

Author : Lidya.Evitauli

Length : oneshoot

Rating : PG 17

Genre : romance and angst

Main cast : Gdragon and Haneul (OC)

Support cast : BIGBANG,ji eun (OC),YG

 

Haneul POV

 

I’m  so stupid, I’m so stupid , I’m so stupid …. in  love

I’m  so stupid, I’m so stupid , I’m so stupid…. in  love

 

Ya  tepat  jam 08.00 alaramku berbunyi.Yippie hari ini aku akan kembali ke Seoul.Seoul tempat yang indah dan menyenangkan.Disana aku dilahirkan dan menemukan cintaku,Jiyong.Dia adalah orang yang sangat aku cintai.Salah satu alasan aku ingin sekali pulang ke Seoul adalah karena aku merindukannya.Tepat jam 10.00 aku akan pulang ke Seoul.

 

Setelah 5 jam perjalanan,akhirnya aku sampai di  Seoul. Aku lalu bergegas pergi ke rumah .Aku sengaja tidak memberitakan kepulanganku karena aku ingin memberikan kejutan.

 

 

*di rumah

 

“umma,Appa,jieun – ah”teriakku saat sampai di rumah.

“haneul” jawab umma dengan wajah yang berseri – seri namun tampak ke khawatiran diraut mukanya.

“umma I miss you so much“jawabku sambil memeluknya

“unnie” panggil ji eun dan memelukku.

“ji eun-ah unnie kangen sekali denganmu” ; ya dia adalah dongsaengku satu – satunya . Aku sangat menyayanginya

“nado unnie kapan sampai?kenapa tidak memberitahu kami?”

“baru saja,mianhae,aku ingin memberikan kejutan pada kalian” jawabku dengan senyum sumringah

“oh iya kalian darimana saja?aku sudah lama menunggu kalian.”  Lanjutku

“eh…eh…eh… kami dari …eh…eh” jawab ji eun dengan terbata bata – bata

“kalian darimana?Ji eun – ah kenapa kamu bicara terbata – bata?pakaian kalian seperti habis melayat.kalian habis melayat siapa?”

“eh…eh…aku… melayat temanku” jawab Ji eun

“oh turut berduka cita.oh ya Ji eun-ah temani aku ya ke rumah Jiyong,aku rindu sekali dengannya”kataku dengan senyum malu.

 

Ji eun POV

 

“oh turut berduka cita.oh ya Ji eun-ah temani aku ya ke rumah Jiyong,aku rindu sekali dengannya”kata unnie  dengan senyum malu-malunya yang manis.Ya Tuhan apa yang harus ku katakan?Senyumnya.Apakah dia masih bisa tersenyum seperti itu setelah mengetahui semuanya?Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya atau diam?Apa yang harus ku lakukan?

 

“Ji eun –ah, Ji eun –ah,apa yang sedang kau pikirkan?kenapa kau melamun terus?kau baik baik saja kan?”Tanya unnie Haneul yang mengagetkan ku

“ne,gwenchana unnie”jawabku langsung agar unnie tidak curiga.

“ayo Ji eun – ah kita harus cepat pergi.”katanya dengan nada tidak sabaran .

Wajar saja jika unnie seperti itu.Aku tahu betul unnie sangat menyayangi Jiyong oppa,namun aku tak sanggup melihat semua ini.Melihat unnie yang ku sayangi menangis dan sedih.Aku tak sanggup ,Tuhan bantu aku .

“Ji eun-ah  ayo!”pintanya

“Unnie,kau baru saja sampai bagaimana besok saja kita perginya?kau juga butuh istirahat kan?”jawabku berharap bisa menunda semua ini

“Tidak Ji eun –ah,aku tidak lelah.Aku ingin sekali bertemu dengan Jiyong.Kalau kau lelah aku bisa sendiri!” jawab unnie dengan nada datar.

“mianhae unnie,aku tidak bermaksud seperti itu.hmm kajja!”jawabku

Ha?Ada apa denganku?kenapa aku bisa berkata seperti itu?Tapi aku tidak ingin mengecewakan nya . Tapi aku juga tidak ingin melihatnya sedih

“oh,okay let’s go”katanya bersemangat.

 

Haneul  POV

 

Aneh,dari tadi Ji eun melamun terus.Apa yang ada di pikirannya?Apa dia sedang ada masalah?Tapi  biasanya dia akan cerita kepadaku?Mungkin dia hanya lelah.

“Ji eun-ah bagaimana sekolahmu?”tanyaku memecahkan kesunyian.

“baik,unnie bagaimana dengan kuliahmu?’jawabnya

“huh banyak sekali tugasnya,stress aku memikirkannya,but don’t worry I’m  fine,I can handle it.”jawabku dengan senyum

“syukurlah,itu kan sudah tugas kita sebagai pelajar unnie”jawabnya dengan senyum datar.

“kyaa >_<  aku bukan pelajar,aku mahasiswa!”jawabku menggodanya agar ia bisa tertawa karena dari tadi hanya ada raut ke khawatiran di mukanya.

Hanya tawa kecil yang ia berikan setelah mendengarkanku.

“Ji eun – ah, gwenchana?” tanyaku karena khawatir dengan sikap dongsaengku yang satu ini.

“ne,gwenchana unnie” jawabnya datar

 

Keheningan kembali menyelimuti kami.Aku benci sekali kesunyian.Tumben sekali Ji eun tidak cerita padaku,tapi ya sudahlah mungkin saat ini dia ingin menyimpannya sendiri,nanti juga pasti cerita.

 

20 menit kemudian

 

“Akhirnya sampai juga,yippie”seruku senang.Sudah setahun aku pergi ke California untuk kuliah disana.Ya,sekarang aku disini.Di rumah Jiyong,my boyfriend.Sudah lama aku ingin sekali bertemu dengannya,bermain dan jalan bersamanya.Hahaha apa apaan aku ini mengingat masa lalu.

“ Ji eun-ah kajja!!” seruku karena tidak sabar

 

Aku langsung keluar dari mobil dan berlari ke arah rumah Jiyong.

 

Tapi lariku terhenti saat aku melihat bendera kuning tepat di rumah Jiyong.Siapa yang meninggal?Ahjuma?Ahjusi?atau… Jiyong?Tidak.Mungkin ini hanya firasatku saja.Tapi mengapa ada banyak orang di dalam sana?Sebetulnya siapa yang meninggal? Aku segera berlari karena penasaran.

 

Lariku terhenti saat aku melihat seseorang yang terbaring lemas tidak bernyawa.JIYONG. ya,dia adalah Jiyong,orang yang paling aku sayangi.

Aku langsung menghampirinya.Tubuhku lemas tidak berdaya,aku hanya diam mematung,pikiranku kosong.Tak sanggup aku melihat semua ini.Dia.Adalah salah satu alasan aku mengapa aku pulang Seoul,tapi mengapa dia meninggalkan aku?

“Jiyong” teriakku saat menghampiri tubuhnya.

“chagiya,bangun,bangun,ayo bangun.Jangan tidur terus.Aku disini,aku pulang ayo bangun” bisikku di telinganya

“Jiyong kenapa kau tidak bangun?Aku pulang!ayo bangun dan temani aku ke taman ayo kita main disana,ayo ji bangun !” seruku karena masih belum percaya.

“Jiyong bangun,bangun Jiyong,aku disini,ayo bangun.”kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.

“Jiyong bangun,bangun,aku disini ayo bangun.” Seruku

“Jiyong kenapa kau diam saja?kau tidak mendengarku?Jiyong bangun,Jiyong…..” teriakku sambil menangis. Tangisku pecah. Aku sudah tidak kuat lagi menahan tangis ini.

“Jiyong kenapa kau tinggalkan aku?”

“Jiyong bangun,kembalilah aku disini.”

“Jiyong bangun………”

 

Aku teriak dan menangis sekencang kencangnya.Tak peduli apa kata orang.Aku tetap menangis di atas tubuhnya dengan histeris.

 

Jiyong…

Dia orang yang selalu bisa membuatku senang

Dia orang yang selalu ada kapan pun itu

Dia orang yang selalu membuatku senang

 

Sekarang

 

Dia

 

Dia telah pergi

 

Kenapa kau tinggalkan aku?

Kau berjanji akan menungguku sampai kau pulang

 

Tapi

 

Sekarang aku sudah pulang

 

Dan

 

Kau

 

Tinggalkan aku sendiri

 

 

*flashback

 

“Aku akan menunggumu sampai kau pulang”kata Jiyong sambil memelukku.

 

Aku hanya bisa menangis mendengarnya,tak sanggup untuk mengeluarkan suara.

 

“jangan menagis chagiya,aku masih disini,aku akan terus disisni sampai kau pulang” katanya untuk menenangkan ku.

 

“aku janji Ji,aku kan cepat – cepat menyelesaikan kuliahku di California dan aku tak akan berpaling darimu” kataku sambil menangis di pelukannya.

“aku juga kan setia menunggumu dan mencintaimu selamanya.” Balasnya

 

*end of flashback

 

 

 

 

 

 

 

Kau

 

Kau bohongi aku

 

You are…

 

You are … LIAR

 

I HATE YOU

 

“Kenapa kau tinggalkan aku Ji?”

“kau janji akan menungguku sampai aku pulang,tapi apa?sekarang aku sudah pulang,tapi mengapa kau meninggalkan aku?kau bohong Ji,you are liar,you are mean, I hate you” seruku sambil menangis di tubuhnya yang tidak bernyawa.

 

 

Ji Eun POV

 

 

“Jiyong kenapa kau tinggalkan aku?”

“Jiyong bangun,kembalilah aku disini.”

“Jiyong bangun………”

 

 

Ku dengar teriakan eonie,aku dan beberapa orang yang ada disana berusaha menenangkan eonie,namun eonie masih saja menangis di atas tubuh Ji Yong oppa yang tidak bernyawa.

 

2 hari kemudian

 

Haneul POV

 

Sudah 2 hari ini aku hanya mengurung diri di kamar sambil menangis.Aku masih tak percaya akan semua ini.

 

 

Tok tok tok

 

 

Ku dengar seseorang mengetuk pintu kamarku

 

“buka saja tidak ku kunci pintunya “ jawabku

 

“annyeong umma”

“Haneul kamu tidak boleh bersedih terus,kalau kau bersedih terus,Jiyong juga akan sedih disana ,kasihan dia”

“iya umma aku tidak akan sedih lagi,aku janj.”

“bagus,oh iya tadi ada seseorang yang mengantarkan ini.” Kata umma dengan memberikanku sebuah kotak.

“apa ini umma?”tanyaku penasaran

“Umma juga tidak tahu,kau buka saja sendiri,oh iya umma harus lanjut memasak dulu han”

“baik umma”

Dan umma pun pergi.Aku masih memandang  kotak biru berpita biru berpita pink.Cantik sekali kotak itu,semakin aku ingin membukanya.Aku membuka kotak itu.Ternyata isinya adalah sebuah DVD.ku ambil dan ku mainkan  video yang ada di DVD tersebut.Ku lihat JI Yong ada di video tersebut .

 

Hallo Haneul,happy birthday chagiya

Wish you all the best honey

Maaf ya kemarin tidak ada dinner romantis

Padahal kemarin aku sudah mempersiapkannya

Karena kepergianku, semua gagal

Aku harus pergi,aku juga tidak tahu

Kapan aku pulang,maaf ya

Tapi tenang aku sudah mempersiapkan

Hadiah terindah untukmu

Member BIGBANG yang lain akan

Mengantarkan kau ke hadiah itu

 

Aku memperhatikan video itu baik-baik,tak berkedip sedetik pun.Aku hanya bisa menangis saat menonton video itu.Memang benar kemarin tidak ada dinner romantis,kemarin aku hanya mengurung diri di kamar menangisi kepergianmu.Ya Jiyong,kepergianmu telah menghancurkan segalanya.Aku tak sanggup menonton video itu sampai selesai.Ku matikan video itu dan menangis.

“Haneul“ Umma memanggilku dan memelukku.

“umma”jawabku sambil menangis dan tersenyum lirih.

“Haneul hapus air matamu kau sudah berjanji tadi”

Aku tak menjawab perkataan umma.Aku tak sanggup menahan air mata ini.

“Haneul hapus air matamu dan bersipa-siap lah ,teman-temanmu sudah menunggu di bawah.

Pasti itu BIGBANG.Mereka pasti ingin mengantarkan aku hadiah dari Jiyong.

“Ne umma tolong suruh mereka untuk menungguku.”jawabku.

“baiklah jangan lama-lama”,kasihan mereka.”

Setelah umma keluar dari kamarku,aku langsung bersiap-siap.Setelah selesai aku langsung keluar dari kamar.

 

“hello” ku sapa mereka dengan senyum.

“Hello Haneul,saengil chukhamnida”jawab mereka semua dengan kompak membuatku tertawa kecil.

“gomawo,kalian baik sekali”jawabku .

“kau sudah menonton video itu kan?” Tanya Daesung

“Aku sudah menontonya tadi “jawabku datar.

Video itu sangat sedih.Jujur aku tidak sanggup mengingatnya.Terlalu menyakitkan.

 

“Baiklah kalau begitu,kajja” kata Seungri sambil mengajak member BIGBANG yang lain  .

 

Dalam perjalanan semua diam . Tiba-tiba Taeyang mulai berbicara,memecahkan kesunyian di dalam mobil.

 

“Haneul bagaimana keadaanmu sekarang?”tanyanya.

“Aku sudah lebih baik sekarang” jawabku sedikit terkejut .

“Baguslah,kami semua sangat khawatir denganmu.Ahjuma bilang kau menangis dan mengurung diri di kamar”

“iya benar kami semua khawatir”Kata member BIGBANG yang lain serempak.

“hahaha gomawo sudah mengkhawatirkanku,aku baik-baik saja sekarang”jawabku sambil tersenyum agar mereka percaya padaku.Aku sendiri juga tidak tahu apakah aku baik-baik saja sekarang.Tapi aku tidak ingin mereka mengkhawatirkanku,

 

“Sungguh?aku lega sekarang noona”kata Seungri.

Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Setelah kurang lebih 1 jam akhirnya kami sampai ke sebuah desa.Kami semua turun dari mobil dan berjalan ke arah sebuah rumah di tengah desa.

Setelah sampai di depan rumah itu,TOP menegtuk pintu itu.Setelah beberapa ketukan keluarlah seorang pria berumur sekitar 40 – an

“Annyeong ahjusi”kami semua menyapa pria itu

“annyeong,oh kau pasti Haneul “katanya sambil melihat ke arahku.Aku sedikit terkejut pria itu  mengenaliku.

“Benar ahjusi,aku Haneul”jawabku dengan gugup.

Pria itu langsung pergi ke dalam rumahnya dan kembali dengan sebuah kotak,sangat membuatku penasaran.

“Haneul perknalkan Yang Hyun Suk imnida.Aku adalah pamanya Jiyong.Mari ikut aku.”katanya

Aku hanya terdiam,tak tahu  harus jawab apa.Mau dibawa kemana aku.

 

“Tenanglah aku orang baik-baik”katanya,sepertinya dia bisa membaca pikiranku.

Aku belum juga menjawab.Aku menatap ke arah member BIGBANG,mereka hanya tersenyum dan mengaguk untuk menyakinkan.

“ne,ayo ahjusi”jawabku sedikit ragu.

 

Aku pergi dengan pria itu,sementara member BIGBANG yang lain tetap tinggal disana.Aku terus mengikuti pria itu.Tak lama kemudian sampailah kami di sebuah taman yang indah penuh dengan bunga dan ada 2 ayunan di tengahnya,dan udaranya sejuk,menajubkan.

“Haneul kita sudah sampai.”

 

Aku tidak menjawab.Mataku masih saja memandangi pemandangan yang indah itu.Aku berlari menuju ayunan.Kulihat paman Yang menghampiriku.

 

“Bagaimana indah bukan?”tanyanya sambil tersenyum

 

Jujur aku agak takut dengan senyumnya.Aku takut dia adalah pria pedopil.Aku berusaha tersenyum untuk menutupi ketakutanku .

“iya ahjusi,sangat indah.”jawabku terbata.

Lalu dia memberikan kotak hitam yang dia bawa.Aku menerimanya dengan sedikit curiga.

“Bukalah itu dari Jiyong.Dia memeberikan itu sebelum dia meninggal.”katanya dengan cepat karena mengetahui kecurigaanku.

“oh ya paman pulang dulu,kau masih ingat jalan pulang kan?”tanyanya.”ne  ahjusi,kamsahamnida”jawabku dengan cepat.Akhirnya pria ini pergi juga.Aku risih dibuatnya.Kupandangi kotak itu.Setelah puas memandangi kotak tersebut kau mulai membukanya.Kotak itu berisi sebuah buku dan sebuah kotak kecil.Kubuka buku itu.Itu adalah sebuah buku diary,diary Ji Yong.Kubaca halaman demi halaman.Aku pun menangis membacanya.Buku itu berisi tentang aku dan dia.

 

“Aku menemuinya di halte,ku kumpulkan semua keberanianku untuk mengajaknya pergi ke sekolah bersamaku,dan dia tidak menolak,yippiee!!!!”

 

“Hari ini aku menembaknya dan dia menerimaku,horeee,you are mine now,haneul”

 

“Hari ini 2nd  anniversary  aku dan dia”

 

“Huhuhuu hari ini dia pergi ,tapi aku akan setia menunggunya “

 

 

Aku benar benar sedih membacanya.Dan ku buka halaman terakhir.

 

“Seminggu lagi dia pulang.Horeee.Ya ini adalah waktu yang tepat.Saat dia pulang aku akan melamarnya . Kira – kira aku harus mengatakan apa ya?

 

Would you marry me?

Be my lady Haneul

 

Wanna be my bride?

 

Ah aku benar benar bingung apa yang harus ku katakan?Saat aku melamarnya,aku akan membawanya ke taman yang penuh dengan bunga dan ada 2 buah ayunan di tengahnya.Aku akan berkata ‘would you marry me.my lady?’sambil memberikannya sebuah cincin. Wow how romantic,semoga dia menyukainya.Can’t wait that moment.”

 

Air mataku mengalir deras saat membaca halaman terakhir.Dia ingin melamarku hari itu,hari kematiannya.Aku tak menyangka.Ku buka kotak kecil itu.Kotak itu berisi sebuah cincin permata yang indah.Ku pakai cincin itu di jari manisku.Cincin yang indah.

 

Keesokan harinya

 

 

 

Aku  terbangun dari tidurku karena aku merasa ada yang menyentuh kepalaku.Kulihat Ji yong sedang membelai rambutku.Aku tersenyum dan langsung duduk dan memeluknya.

“Ji aku tahu itu semua hanya mimpi buruk”kataku senang.Kulihat tanganku,terdapat sebuah cincin permata di jari manisku.”chagiya cepat bangun tadi ummamu memangillmu dan aku yang menjawab bahwa aku yang akan membangunkanmu.”katanya lembut.

“Ne Jiyong “ jawabku dengan semangat

“Baiklah aku keluar dulu.”Katanya sambil berjalan keluar kamar.

“Ji kamu mau kemana?Jangan tinggalkan aku lagi”kataku sambil menahan kepergiannya.

“Aku tidak akan meninggalkanmu sampai kapanpun,percayalah sekarang bersiap-siaplah nanti kau terlambat.”katanya sambil tersenyum dan kembali berjalan.

“Ji” ku panggil dia dan dia berhenti.Dia menengok ke arahku.

“I will ji “ kataku

Dia tidak menjawabku dia hanya tersenyum dan pergi keluar.Beberapa detik kemudian aku menyusulnya.Tapi dia tidak ada.Aku panik. “Ji yong dimana kau?”teriakku.Ji Eun lalu menghampiriku dan memelukku.

 

Ji,kau bilang kau tidak akan meninggalkanku,tapi kau malah pergi.Ji,I love you always and be . You are my heaven Ji.

 

 

 

 

FF ini udah pernah aku publish di blog aku

http://lidya-lidyaaa.blogspot.com/2011/10/you-are-my-heaven.html

 

 

please jangan jadi silent reader ya J