author : Nuyloveyesung a.k.a Nur’aeni

Tag     : Lee Donghae, Leeteuk, all member superjunior

genre  : romance, sad

P.S      : author kembali nongol dengan ff baru, klo ada reader yang merasa pernah membaca cerita ini. Ini memang di adaptasi dari novel yang judulnya sama tapi author gak berniak plagiat apalagi membajak ceritanya, aku cuma pengen share trus ceritanya aku ubah jadi intinya aku gak plagiat. Semoga aku bisa bikin ff ini bagus sebagus novel aslinya.

jadi selamat membaca and jangan lupa comment ^o^

oia ini juga sudah di publish di bloq author sendiri kpopfever2011ff.wordpress.com

The Cruel Love [ Part 1]

(mencintai untuk sekedar disakiti)

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Mungkin dalam sebuah permainan hanya akan ada 2 kemungkinan yaitu kemenangan atau kekalahan tapi dalam cinta ? Terlalu banyak kemungkinan yang muncul namun yang ku tahu hanya bahagia bersama cinta atau kehilangan keduanya.

 

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

~Park Jin Ae POV~

saat pertama kali aku menapaki kembali kota kelahiranku, hatiku benar-benar kacau. Seribu satu macam perasaan campur aduk di dalam hatiku, sudah benarkah langkah yang ku tempuh saat ini? Perlahan-lahan aku teringat kembali pada masa lalu, masa lalu yg terlalu pahit untuk ku ingat. Seoul, adalah kota tempat kelahiranku, kota dimana aku di besarkan, dan kota yang bertahun-tahun ku tinggalkan. Entah kenapa tapi aku merasa jika derasnya waktu seakan menyeretku untuk kembali.

Pesawat yang sedari tadi kunaiki pun telah tinggal landas beberapa jam yang lalu, aktivitas di bandara pun sudah mulai berkurang walaupun masih ada satu-dua orang yang mondar-mandir mendorong kereta barang. Aku masih termenung diruang tunggu, sejak tadi mataku tak henti-hentinya berkeliling mengamati setiap sudut bandara ‘sudah banyak yang berubah’ batinku. Aku melihat setiap orang yang berlalu lalang dihadapanku, tak ada satupun wajah yang ku kenal ataupun mengenaliku. Semuanya terasa asing

“taksi, agashi…?” tegur seorang adjhussi tua bertubuh kurus.

aku memandang sejenak adjhussi tersebut, adjhussi tua berkumis tebal itu mungkin supir taksi kesepuluh yang telah menanyaiku karena iba aku mengangguk menyetujui ajakan untuk menaiki taksinya. Aku berjalan mengekori adjhussi itu yang tampak kesulitan untuk membawa semua barang-barangku.

Sebenarnya kepulanganku ini tak ada satu orang pun tahu akan kepulanganku yang mendadak ini, termasuk eommaku. Sejujurnya sudah sejak lama eomma menyuruhku untuk pulang tapi aku selalu menolak dengan seribu macam alasan. Padahal semua penolakanku hanya berujung pada satu alasan yaitu Lee Donghae. Entah kenapa tapi hatiku cukup sakit untuk mengingat nama itu kembali.

Taksi yang ku tumpangi ini berjalan agak lambat, bisa kulihat dari kaca taksi ini jika gerimis mulai jatuh satu persatu ‘sepertinya langit juga merasakan hatiku yang sedang menangis saat ini’ batinku. Aku sangat menikmati suasana kota yang sudah lama tak pernah kurasakan. Semua sudah tampak berubah, satu-dua gedung pencakar langit tampak meramaikan kota Seoul, jalanan yang dulu hanya di hiasi pohon kini di tambah beberapa lampu jalan yang ada disetiap sisi jalan menambah hingar bingar kota Seoul.

“agashi kita akan kemana ?” tanya adjhussi itu menyadarkanku dari semua lamunan, akh~ iya aku baru ingat jika aku belum memberitahu adjhussi itu aku akan pergi kemana.

“ke Cheongdam…” jawabku

“ne agashi…”

aku kembali pada semua lamunanku. ku tatap ke luar jendela, gerimis yang sedari tadi mengguyur kota kini sudah mulai mereda.

“adjhussi bisa berhenti sebentar…” seruku

“Ne? disini agashi …?” tanya adjhussi itu heran

“ne, tolong tunggu sebentar disini adjhussi. Aku akan segera kembali…”

“ne~agashi…”

aku memang sengaja berhenti sebentar di dekat sebuah bangunan sekolah, aku memang mengenali bangunan ini. Walaupun memang sudah banyak yang berubah, dulu tak ada pagar disini tapi sekarang sudah 5 tahun berlalu. Ini memang sekolah tempatku bersekolah dulu dan juga sekaligus tempat yang menyimpan banyak kenangan bagiku.

“agashi, ada yang bisa saya bantu …?” tanya seseorang menghampiriku

“Songsaenim..”

“ne ?” songsaenim tampak heran melihatku

“Songsaenim, apakah anda masih mengenali saya…” tanyaku

“Park Jin Ae …?” songsaenim tampak menebak-nebak

“ne, aku Park Jin Ae songsaenim…”

“Aigoo~ kau berbeda sekali, kau tampak   lebih kecil di banding dulu…” ujar Songsaenim membuatku terkekeh.

ya dulu aku memang sedikit lebih tambun dibandingkan sekarang

“lalu bagaimana hubunganmu dengan Lee Donghae…?”

DEGG

kenapa nama itu lagi yang harus kudengar, ya walaupun aku tak bisa menyalahkan songsaenim seutuhnya karena mungkin Songsaenim belum mengetahui semuanya.

“ani, aku sudah tak bersamanya lagi songsaenim… “

“sayang sekali padahal kalian berdua sangat cocok sekali….”

“Ne, sayang sekali…” jawabku lemah

“ya sudah, songsaenim aku pergi dulu. Annyeong…”

“Ne, annyeong…”

mungkin pepatah memang benar ‘sejauh apapun aku berlari kenangan itu akan tetap ada dan meskipun sebuah luka berhasil sembuh tapi masih ada bekas yang tertinggal disini, di hati yang dulu ia lukai’.

“adjhussi, ayo kita pergi…”

“Ne… “

Taksi ini kembali melaju masih dengan kecepatan sedang memudahkanku untuk melihat pemandangan di sekitar.

“agashi kita sudah sampai… “seru adjhussi itu

“Ne, ini adjhussi… ” ucapku sembari memberikan beberapa lembar uang pada adjhussi itu

“gomawo agashi, apakah agashi perlu bantuan untuk membawakan barang-barang agashi ?” tanya adjhussi tersebut

“Ne~ gomawo tapi akan ku lakukan sendiri… ” jawabku.

aku menghela nafas sejenak ‘i’m back’ batinku, ku tatap sejenak sebuah rumah bergaya tradisional yang ada di hadapanku ini. Tak terasa jika 5 tahun aku meninggalkan rumah ini

“mian agashi, ada yang bisa saya bantu…?”  tanya seorang yoeja padaku

“ough~ne, apakah nyonya Park ada ?” tanyaku

“ada, mari saya antar agashi ~”seru yoeja itu lagi

aku mengikuti yoeja itu dari belakang, jika aku taksir mungkin usia yoeja di depanku ini lebih muda dariku, ia juga mengenakan pakaian yang cukup sederhana dengan rambut yang ia kucir dua.

“mian, agashi bisa tunggu disini sebentar ? Saya akan memanggil nyonya Park !”seru yoeja itu

“Jin Ae…” panggil sebuah suara yang sangat-sangat aku kenal

“eomma, aku rindu padamu !! Choengmal bogoshipoyoe….”

“kenapa tak memberitahu eomma jika kau akan pulang, jadi eomma bisa menjemputmu…”

“aku ingin membuat kejutan ….”kekeh ku

“eomma, dimana appa ??”tanyaku

“appa masih bekerja…”

aku memang sangat dekat dengan appa dibanding eomma. Eomma ku memang sedikit cerewet dan tegas tapi sebenarnya eomma adalah sosok yang hangat hanya saja cara penyampaiannya yang tegas, dan itu lah kenapa oppaku tak betah di rumah

“apa kau ingin makan dulu…?” tanya eomma

“ani eomma, aku ingin langsung istirahat…”ucapku

“baiklah, kalau itu mau mu …”

aku menyusuri anak tangga ke lantai atas dimana kamarku berada.

Ruangan yang di penuhi dengan ornamen serba ungu ini memang kamarku, ku edarkan pandanganku sejenak ke seluruh penjuru ruangan ‘ tak ada yang berubah ‘pikirku.

Pandanganku terhenti pada sebuah foto yang terletak tak jauh dari tempatku berdiri sekarang.

Kuraih foto tersebut dan sedikit membersihkannya, foto seorang namja dan seorang yoeja yang tampak sangat bahagia. Itu terlihat jelas dari senyuman yang mengembang di bibir keduanya.

Ku rebahkan tubuhku di ranjang, Nyaman !! Batinku. Aku kira dengan kepergianku aku bisa sedikit melupakan rasa sakitku tapi nyatanya semua usahaku sia-sia. Saat melihat fotonya saja aku kembali menangis apalagi jika aku bertemu langsung dengannya.

Tak terasa mataku sudah sangat basah, entah sejak kapan dan berapa lama aku mulai menangis dan kini mataku terasa sangat gelap. Mungkin memang derasnya waktu yang memaksaku kembali pada masa lalu.

#flash back#

~Author POV~

saat ini suasana di sekolah sangat tampak sepi bagaimana tidak ? Saat ini masih pukul 06.05 jadi wajar saja jika tak ada siswa yang lalu lalang. Tapi berbeda sekali dengan Jin Ae, baginya saat-saat seperti ini adalah saat yang paling tepat untuk menyalurkan hobinya yaitu membaca buku di taman belakang sekolah. Jin ae memang lebih suka menghabiskan waktunya untuk membaca buku, Jin ae di kenal sebagai yoeja yang ketus dan ia hampir tak disukai oleh semua siswa hanya satu orang yang mau dekat dan mau menjadi sahabatnya. Jae Sung ialah sahabat Jin ae satu-satu nya, entah kenapa tapi Jin ae pun tak mengerti kenapa ia mau menjadi sahabatnya, di saat semua orang menjauh darinya hanya Jae Sung yang tahan bersamanya.

Namun semua itu berubah sejak seorang namja hadir dalam kehidupan Jin Ae, namja yang mati-matian mencuri perhatian Jin ae. Dengan seiring waktu Jin ae pun luluh dengan usaha Lee Donghae, ya namja itu adalah Lee donghae namja paling terkenal disekolah. Tanpa di sadari Jin ae mulai bisa percaya pada Lee donghae, ia yakin jika lee donghae takan menghianatinya. Bahkan Jin ae pun berani memberikan apa yang paling penting baginya sebagai seorang wanita pada donghae. Sampai saat donghae memutuskan untuk meneruskan study nya di canada, hubungan mereka tetap berjalan dengan baik.

Namun semua mulai  berubah, donghae sudah sangat jarang menghubungi Jin ae. Sampai saat itu tiba donghae dengan mudahnya memutuskan hubungan secara sepihak. Jin ae terpuruk tak mau kehilangan donghae, hingga saat donghae kembali ke seoul. Jin ae benar-benar ingin donghae kembali padanya, semua cara ia lakukan agar donghae mau kembali padanya.

Jin ae sekarang benar-benar menyedihkan, bahkan harga diri yang selalu ia pertahankan kini entah kemana ? ia benar-benar mengemis cinta pada seorang Lee donghae yang jelas-jelas telah mencampakan dirinya, bahkan Jin ae sampai membuat surat keterangan palsu yang menyatakan bahwa ia hamil tapi apa tanggapan donghae ? Ia malah berkata

“kau cari saja namja lain dan kau tidur dengannya lalu kau tinggal bilang saja jika itu anaknya… “ujar donghae dengan santainya

PLAAAKKK

Jin ae menampar pipi donghae dengan keras, hatinya sakit seakan tercabik-cabik. Ia tak ubahnya wanita murahan di mata donghae, donghae yang dulu ia anggap malaikat dalam hidupnya kini menghancurkan hidupnya dengan mudahnya.

Mata Jin ae terasa panas, air mata yang sedari tadi ia tahan kini akhirnya tumpah juga. Ia bahkan jatuh terduduk di tanah, menyedihkan sekali rasanya. Donghae yang ada dihadapan Jin Ae tak ada sedikit pun rasa iba di hati donghae , ia malah menghardik Jin ae yang salah.

Hujan kini mengguyur kota seoul dengan derasnya, ia hancur tak ada lagi yang tersisa.

Sejak kejadian itu Jin ae menjadi pemurung, tak ada lagi yang ia perdulikan. Hampir 3 kali Jin ae berusaha mengakhiri hidupnya namun semua itu berhasil di gagalkan.

Tok..Tok..Tok

seseorang mengetuk pintu rumah Jin ae

“annyeong..” seru orang itu

“annyeong…” jawab Jin ae lemah

“maaf agashi, saya mengantarkan ini ..” seru orang itu memberikan sebuah kartu undangan pada Jin ae. Orang itu pergi meninggalkan Jin ae yang masih termenung, perlahan jin ae membuka undangan tersebut dan betapa terkejutnya jin ae.

Sebuah undangan pernikahan dengan nama

 

Lee donghae & Lee Jae Sung

 

 

air matanya kembali mengalir, ia masih bersedih karena lee donghae dan kini di tambah satu orang lagi. Ia benar-benar merasa di khianati oleh sahabatnya sendiri

 

#flash back end#

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

#To be continue……………………..#