Title : Dia Mencintainya…

Genre : Romance, humor (nyempil dikit doang), dan hetero! Yeah!

Rating : T / G

Casts : Umm… Siapa, ya? Ah! Amber f(x), Lee Yong Jun

Disclaimer : Amber jelas bukan punya saya. Saya cuman punya si Yong Jun. Dia OC cowok saya. Hahahah! Oh, plot juga punya saya.

WARNING : Cerita yang sangat aneh. Jangan shock kalau sudah selesai baca.

A/N : Yak, akhirnya saya bisa kembali dengan cerita baru. Oneshot aja, jangan series. Saya bisa bener-bener masuk RSJ kalau dapet tanggungan ff series lain lagi.

Ngomong-ngomong, ada yang kangen sama saya? Nggak? Ya udah. Lagian nggak penting juga kangen sama saya🙂

Ah, sudahlah. Daripada saya ngoceh kebanyakan di sini, silahkan di baca ff saya setelah ngilang setaun lebih (kayaknya). Jangan lupa comment~

<><><><><>

Yong Jun mencintainya…

Dia sangat yakin dengan hal itu. Pemuda ini bahkan sudah melakukan banyak percobaan konyol hanya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu benar-benar cinta yang ia rasakan saat ini dan membuatnya gelisah setiap saat. Hasilnya tentu saja, ia memang benar-benar mencintai gadis itu. Dan tidak akan ada sesuatu apapun yang bisa membuatnya ragu.

Yong Jun sangat mencintainya…

Tapi gadis itu tidak pernah melihatnya. Selama hidupnya, fokus gadis itu hanya ada satu, yaitu pada kakak laki-lakinya. Entah apa yang membuat gadis itu menjadi sangat-sangat terobsesi pada kakaknya hingga membuatnya berubah drastis. Mungkin gadis ini punya kelainan dan mengidap penyakit incest atau brother complex yang sangat akut, mungkin.

Yong Jun sendiri juga tidak mengerti kenapa. Padahal dia jauh lebih baik, keren, berbakat, cerdas, pandai bergaul, dan populer dibandingkan dengan kakak gadis itu. Singkatnya, jika dibandingkan dengan dirinya sendiri, kakak laki-laki gadis itu tidak ada apa-apanya (itu menurut penilaian seorang Yong Jun sendiri).

Tapi tetap saja, gadis itu tampak tidak peduli dengan apapun selain kakaknya. Karena itulah, segala hal yang bisa Yong Jun lakukan hanyalah memandangi gadis itu secara diam-diam.

Yong Jun tulus mencintainya…

Ia sangat-sangat mencintai gadis itu atas apapun yang ia miliki. Tapi apa yang mungkin bisa terjadi jika gadis itu bahkan tidak melihatnya? Gadis itu bahkan tidak pernah terlihat ingin menatap Yong Jun sedikit pun.

Yong Jun tidak bisa mendekati gadis itu. Bahkan hanya untuk sekedar menyapa dan mengucapkan ‘selamat pagi’ pun percuma. Gadis itu seakan tidak mendengar apapun kecuali kata-kata yang diucapkan oleh kakaknya. Kalau itu terus berlangsung, semua siksaan itu benar-benar akan membunuh Yong Jun suatu saat nanti.

Yong Jun benar-benar mencintainya…

Gadis itu sudah menjadi segalanya bagi Yong Jun. Dia bahkan sudah membuat kamarnya sendiri bagai tempat pemujaan sesat untuk gadis itu. Berbagai macam foto hasil jepretan sembunyi-sembunyi tertempel mantap di setiap tempat yang ada di dinding kamarnya. Itu benar-benar menjadikannya sebagai penguntit nomor satu untuk gadis itu. Mengalahkan gadis itu sendiri dalam hal mengikuti kakaknya.

Untuk Yong Jun, mencintai gadis itu sudah menjadi bagian tersendiri dari hidupnya. Dan Yong Jun tidak akan pernah menyesali apapun dari keadaan kacaunya kali ini. Biarlah, toh tidak ada yang dirugikan karena itu semua. Lagipula…

Yong Jun mencintainya dari hatinya yang terdalam…

Dia menyukai semua yang ada pada gadis itu. Semuanya, tanpa terkecuali. Mulai dari paras cantiknya yang dibingkai dengan indah oleh rambut pendeknya yang menyerupai laki-laki itu. Lalu kulit putih pucatnya yang terasa dingin tetapi sangat lembut (Yong Jun pernah tidak sengaja menyentuh tangan gadis itu ketika di sekolah yang berujung dia nyaris mati terjatuh dari tangga ). Sifat kelaki-lakiannya yang sangat parah. Bahkan ekspresi datar dan terkadang menakutkan yang dimiliki oleh gadis itu.

Yong Jun menyukai semuanya dan ia benar-benar tidak bisa menemukan alasan untuk membencinya. Pemuda ini memang tidak akan pernah bisa membenci gadis itu sedikit pun. Apapun yang mungkin akan ada pada gadis itu.

Yong Jun bersumpah bahwa ia mencintainya…

Demi apapun yang ada di bumi ini. Demi seluruh hidupnya yang sudah ia jalani sejak ia dilahirkan hingga saat ini. Dan demi semua yang ada pada dirinya sendiri. Dia sudah sangat mencintai gadis itu dan tidak akan pernah bisa berpaling darinya sedikit pun.

Ia sudah mengambil seluruh keyakinannya dan membuktikan bahwa ia mencintai gadis itu.

Yong Jun mencintainya…

Tapi Yong Jun juga sangat tahu. Hanya meyakini dan percaya bahwa ia benar-benar mencintai gadis itu tidak akan berarti apa-apa jika gadis itu juga tidak tahu tentang perasaannya. Mustahil sang takdir akan menggariskan suatu hubungan antara mereka berdua jika tidak ada satu pun dari mereka yang berusaha untuk melukis garis itu.

Yong Jun meyakinkan dirinya sendiri. Ia sungguh-sungguh harus melakukan sesuatu sebelum perasaan ini menyiksanya lebih dalam dan membunuhnya, atau lambat laun dia akan membunuh dirinya sendiri karena sudah tidak tahan lagi. Menyimpan semua ini selama ini benar-benar suatu siksaan lahiriah maupun batin bagi Yong Jun – atau siapapun, tentunya.

Berbekal seluruh perasaan tulusnya selama ini dan juga keberaniannya yang sudah ia kumpulkan dengan susah payah, Yong Jun benar-benar meneguhkan hati untuk menemui gadis itu hari ini juga dan mengatakan seluruh perasaannya. Apa pun reaksi gadis itu, Yong Jun sudah siap. Dia tidak akan peduli jika gadis itu marah atau melakukan hal buruk padanya. Setidaknya, Yong Jun sudah mengatakan semua ini padanya.

“Umm… Amber,” ucap Yong Jun gugup, “aku… menyukaimu…”

Di bawah matahari terbenam musim panas, di tepi sungai bening yang memantulkan cahaya  dan sesekali menimbulkan riaknya, Yong Jun benar-benar mengatakan semuanya pada gadis itu. Semuanya tanpa kebohongan apapun.

Lee Yong Jun mencintai seorang Amber Liu…

Fin

<><><><><>

A / N : … Abal? MEMANG! Pendek? Saya seperti sedang kehilangan kemampuan bercerita saya. Gantung? Oh, saya sengaja. Biar imajinasi para pembaca berpikir berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Mungkin aja Yong Jun diterima? Atau Amber mau nerima, tapi Yong Jun harus minta restu dari kakaknya dulu? Atau malah ditolak? Semuanya mungkin terjadi, teman-teman.

Ah, sebenernya ini hasil edit. Aslinya nggak pakai cast mereka berdua. Saya pakai cast AmeBela, chara anime hetalia. Ada yang tau anime hetalia? Yok, ngobrol bareng~ *diinjek*

Ehm… dan juga, kalau aslinya ini ff masih ada terusannya. Gimana reaksi si gadis yang ditaksir. Huahahah! Kalau pengen tahu, comment, ya. Kalau banyak yang mau baca dan janji buat comment, nanti saya post di blog pribadi saya atau di sini (kalau boleh)… Tapi itu ff juga belum full finish, sih… <=== penyakit lama

Sudahlah. Kalau masih ada yang bingung, tanyakan di comment. Yang baca juga harus kudu wajib comment! Saya buatnya sambil galau kepikiran nggak dapet model MMD-nya America yang limited distributed tanggal 4 Juli kemarin. Gah! Tapi semoga ini saya bisa dapet pass yang bener.

Oh, dan hampir lupa, adakah yang merasa saya punya utang ff? Ke siapa? Tolong diingatkan lagi. Semua catatan saya ilang gara-gara kesibukan kelas 3 dan tes cari sekolah. Gah… Sekarang juga tetep sibuk. Doakan semoga tugas-tugas saya dapat nilai bagus.

Oke, maaf kalau saya ngebacot. Sekali lagi, comment! Saya bener-bener butuh comment. Terima kasih banyak~ *tebar kelopak bunga mawar ala France*