Title : Complicated in Our Relationship (Part 10)
Main Cast : Evil Couple (Cho Kyuhyun – Song Eunrim)
Support cast : Super Junior member, Soohwa (Yesung GF)
Genre : Romance, Comedy
Rate : 15+
Length : Continue

Disclaimer : © by @thyziana! No Plagiat! Buat yang mau plagiat lempar aja ke laut! Semua ide dalam FFku ini murni dari ide yang melayang-layang dari pikiranku.. Dan tolong kalau ada yang mau copy ke word, ijin dulu yaa.. Kalian enak-enakan copas, nanti bisa-bisa jadi kontroversi.. ;)

Tanpa banyak bacot lagi, utang yang udah ditunda” hampir 1 tahun.. kalau kalian masih berkenan, tolong berikan komen tentang FF yang udah jadul ini.. dan buat yang mau baca episod sebelumnya, silakan klik link di bawah ini.. udah tidak diproteksi lagi

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7 Part 8Part 9

“Buat apa kau menculikku di villamu, Mr.Cho?” tanyaku sambil melihat ke arah rumah yang berdiri kokoh di depan kami.

“Setidaknya aku harus bertanggung jawab dengan perkataanku tadi. Sekarang ini kau merupakan most wanted person di Seoul. Mau wajahmu tetap seperti itu kan? Di sini merupakan tempat yang paling aman bagimu..” jelas Kyu sambil mengambil barang-barang dari dalam bagasi mobilnya.

Aman? Kau bilang aman di tempat terpencil seperti ini?! Hanya ada 1 bangunan dalam radius jarak pandangku, dan kau masih mengatakan aman?!! Mungkin lebih baik jika aku dikejar-kejar ELF daripada tinggal di sini.

“Nih.. barang-barangmu..” kata Kyu sambil melemparkan sebuah tas kearahku. Dia lalu mendorongku masuk.

Begitu masuk ke dalam rumah, aku meninjau isi ruang tamu yang terlihat nyaman itu.

“Kenapa villamu sangat terpencil?” Cicitku sambil mulai menarik kain putih yang menutupi sofa.

Aku tidak suka dengan keadaan rumah ini. Walaupun terlihat nyaman, tapi aku merasakan aura yang sedikit.. Ehh, menakutkan? Entahlah.. Di pandanganku, rumah ini seperti sudah tak dihuni dalam waktu yang lama.. Dan dengan semua penutup perabotan yang sudah agak menguning ini memperkuat keyakinanku.

“Entahlah.. Mungkin aboji menginginkan suasana tenang sewaktu membangun villa ini..” Jelas Kyu yang ikut membantu membuka semua kain yang menutupi hampir sebagian besar perabotan rumah.

Well, suasana tenang. Tapi ini benar-benar membuatku merinding. Selain Kyu, hanya ada beberapa kru yang ikut bersama kami, sementara mereka tidak bersuara sama sekali, dan itu hanya semakin menambah rasa tidak nyamanku.

“Tempat yang paling nyaman untukku cuma di sini.. Aku bukannya menculikmu ke pedalaman terpencil kan? Perlengkapan di rumah ini lengkap , dan juga biasa dibersihkan secara berkala. Jadi kurasa kita tak perlu mencari tempat lain..” Kata Kyu setelah mendeteksi aura aku-ingin-meninggalkan-tempat-ini dari mataku.

Aishhh.. Kata-katamu menusuk sekali, babo! Baiklah kalau kau memang menginginkannya. Tinggal di sini cuma semalam kan? Kurasa aku bisa menanganinya.

Dan sekarang rasa penasaranku beralih ke isi tas yang diberikan Kyu padaku tadi. Setelah kubuka resleting tasnya, terlihatlah beberapa, oke.. Bukan beberapa tapi semua baju yang sangat familiar di mataku. Dari mana pula dia mendapatkan pasokan bajuku?

“Kau membeli semuanya?” tanyaku basa basi. Tapi aku tahu benar bahwa ini merupakan baju-bajuku. Bahkan semua perlengkapan mandiku sudah tersusun rapi dalam satu tas kecil.

“Apa gunanya punya Yesung hyung? Kekeke~” sindir Kyuhyun.

Aishh.. Ini pasti kerjaan Soohwa! Siapa lagi yang berani mempackingkan barang-barangku selain manusia itu?!

“Kau memanfaatkan kepolosan seorang gadis..” Sindirku balik.

“Toh Soohwa yang menyarankan agar kita menjauh dari keramaian kok..” Balas Kyu sambil menjulurkan lidahnya.

“CUT!! Kyuhyun-ssi, Soohwa itu siapa? Kalian sebaiknya kangan memasukkan kehidupan pribadi kalian di sini, ingat! ini acara TV..” Tegur PD-nim. Kami langsung mengangguk, yang tadi memang berbahaya sekali. Lagipula aku tidak mau memasukkan Yeppa dan Soohwa dalam masalah.

“Sekarang, di mana kamarku?” Kataku mengalihkan perhatian.

Kyu lalu mengkodeku untuk mengikutinya.

***

“Kau pakai saja kamar yang ini..” Katanya sambil memperlihatkan sebuah kamar yang terkesan sangat klasik.

“Aku berada tepat di sebelah kamarmu..” Tambahnya yang lalu meninggalkanku sendiri.

Mungkin agak sedikit berlebihan, tapi.. Aku benar-benar tak suka dengan aura rumah ini.. Seperti ada sesuatu yang membuatku merinding, hanya saja aku tidak berani mengatakannya pada namja babo itu. Tidak juga di depan kamera.

Sementara aku memperhatikan seisi kamar, terdengar suara ketukan pintu. Apa Kyu meninggalkan sesuatu di sini?

“Wae?” Semprotku begitu membuka pintu. Tapi ternyata bukan Kyu yang berdiri di depanku, melainkan PD-nim.

“Ahh.. Annyeonghaseyo PD-nim.. Membutuhkan sesuatu?” Tanyaku sopan.

“Eunrim-ssi, kami akan mengakhiri masa syuting untuk hari ini karena semua kru harus kembali ke Seoul sekarang. Jadi bisakah kita mengulang adegan saat Kyuhyun-ssi mengantarmu ke kamar tadi? Dan beraktinglah seperti kau sudah sangat capek dan ingin tidur..” Jelas PD-nim.

Tunggu sebentar, mereka ingin meninggalkanku hanya berdua dengan Kyu?!

“Tapi PD-nim, kalian tidak tinggal dan menginap di sini?” Tanyaku cepat.

“Aniyoo.. Besok seharian kami punya jadwal lain. Jadi 2 hari lagi baru kami ke sini dan melaksanakan proses syuting seolah-olah baru 1 hari berlalu. Lagipula manager Kyuhyun-ssi sudah mengiyakan dia berlibur 1 hari penuh.” Jawab PD-nim panjang lebar.

Aishhh.. Artinya aku tinggal di sini bukan sehari melainkan 2 hari??!!

***

“Selamat tidur, baby.. Semoga kau memimpikan diriku..” Kata Kyu sambil mengedipkan sebelah matanya.

Aku hanya memutar bola mataku. Berlebihan sekali caranya! Toh kedipan matanya itu tidak akan terlihat kamera.

“Yaakk.. CUT!” Seru PD-nim. “Baiklah.. Kyuhyun-ssi dan Eunrim-ssi, sampai bertemu 2 hari lagi.” Tambahnya sebelum akhirnya berpamitan pada kami.

Setelah ditinggalkan para kru, suasana rumah jadi semakin sepi.

“Yaa! Masakkan aku sesuatu..” Perintah Kyu memecahkan suasana. Akhirnya sifat asli namja ini terpampang juga.

“Enak saja main perintah-perintah! Aku bukan tuan rumah di sini!” Tolakku.

“Pegoppaa~” kata Kyu sambil memberikan tatapan puppy eyesnya padaku.

Aishhhhh.. Kau sudah tau kelemahanku ya? Memberikan tatapan mematikan itu, siapa juga yang akan menolaknya?

“Heuhh.. Yaa sudahlah. Mana dapurmu?” Kataku yang akhirnya mengalah. Lagipula, siapa lagi yang mau memasak di sini selain aku? Aku juga tidak mau sampai keracunan hanya karena makanan yang dimasak makhluk itu.

“Di sini.. Di sini..” Sahutnya sambil mendorong pundakku dari belakang layaknya anak kecil yang bermain kereta api.

***

Hmm, standar dapur yang lumayan.. Aku langsung berjalan ke arah kulkas dan membukanya.

“Aku tidak bisa memasak kalau bahan makanan saja tak ada, Mr.Cho..” Kataku sambil memperlihatkan isi kulkas yang kosong melompong padanya.

“Ahh.. Aku lupa meminta stok makanan disiapkan..” Sahut Kyu sambil menepuk dahinya.

Aku juga berusaha mencari sesuatu di dalam laci-laci dapurnya, tapi tak ada satupun makanan yang kudapatkan. Dia berencana tinggal dua hari tapi tak mempunyai persediaan makanan sedikit pun?!

“Lalu? Aku sih bisa bertahan tak makan malam, tapi kau?” Tanyaku.

“Delivery?” Jawab Kyu memberi ide.

***

“Jadi besok kita akan mengandalkan delivery juga?” Tanyaku sambil mengacungkan sumpit ke mukanya.

“Kita kan bisa cari makan di luar..” Kata Kyu yang sudah mulai mengaduk-aduk jjangmyeonnya.

“Cari di mana? Aku tak melihat ada tanda-tanda kehidupan di sekitar sini..” Balasku.

“Matamu itu buta atau apa? Kau tidak melihat hamparan pantai sewaktu diluar tadi?” Tanya Kyu sambil memutar matanya.

“Ehh? Memangnya ada pantai?” Aku memang tidak terlalu memperhatikan suasana di luar, sangat gelap dan lagipula aku lebih tertarik menyelidiki rumah ini daripada pemandangan sekitarnya.

“Kau harus mengubah mindsetmu mulai dari sekarang, Miss Song.. Jangan terlalu kekanak-kanakan. Sekarang kau sudah kuliah tapi masih takut kegelapan?” Cerocos Kyu menusuk.

Aku menggembungkan pipiku. “Aishh.. Aku bukannya takut gelap! Aku hanya takut dengan..”

“Dengan makhluk-makhluk yang biasa muncul di film horor?” Potong Kyu tepat sasaran.

Sejak kapan sih namja ini mempelajari gerak-gerikku? Apa dari tadi aku terlalu memperlihatkan ketakutanku?

“Arghh.. Kau makan saja deh, tidak usah banyak berkomentar!” Seruku yang langsung menyuapkan jjangmyeon ke mulutnya.

“YAA! Menyuapkan jjangmyeon sebanyak ini, kau mau namjamu mati hah?!” Bentak Kyu setelah selesai mengunyah.

“Tapi kau tidak mati kan?” Balasku sambil menjulurkan lidah.

“Neo!” Kata-kata Kyu terputus begitu saja ketika lampu di ruangan kami tiba-tiba mati.

“Kyu, Ada. Apa. Dengan. Listrik. Villa. Ini?” Cicitku sambil mengetuk-ngetuk meja dengan sumpitku. Heuhh.. Baru saja dibicarakan tentang kegelapan.

“Aku rasa sekring listriknya turun, hal ini memang biasa terjadi..” Katanya tenang. “Aku akan mengeceknya di luar dulu, kau mau tetap di sini atau ikut denganku?”

“IKUT!” Jawabku yang langsung spontan berdiri.

***

“Seharusnya sekring listriknya di sekitar sini..” Kata Kyu sambil terus menerus mengarahkan senternya ke sekitar tembok.

“Kau sudah mengatakan hal itu untuk yang kesepuluh kalinya!” Gerutuku.

“Kau sendiri memperlambat gerakanku!” Balas Kyu sambil mengarahkan senternya ke arah tanganku yang sangat erat memeluk lengannya.

“Aku menjagamu supaya tak jatuh, babo!” Kataku mencari alasan. Huh, untung saja Kyu tidak dapat melihat wajahku yang takut akan melihat ‘sesuatu’, kalau tidak dia pasti sudah puas tertawa.

“Nahh.. Ini dia sekringnya!” Seru Kyu begitu melihat kotak merah yang menancap di dinding.

Dia lalu membuka penutup kotak tersebut, dan menaikkan tombol yang merupakan sumber permasalahan mati lampu tadi.

“Sudah kubilang hanya masalah kecil..” Kata Kyu setelah lampu mulai menyala.

Aku pun mulai membiasakan mataku dengan keadaan sekitar, dan tiba-tiba saja pandanganku menangkap sebuah siluet hitam di depan kami.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!” Seruku langsung spontan memeluk Kyu dari belakang.

“Aishhh.. Ada apa lagi? Lampu sudah menyala.. Kau mau mencari kesempatan hah?” Sahut Kyu sewot, tapi dia memegangi tanganku yang sekarang melingkar di pinggangnya.

Aku hanya dengan diam menunjuk ke arah bayangan hitam yang tadi kulihat.

“Apa yang kaulihat sih? Tidak ada apa-apa di sana..” Kata Kyu akhirnya melepaskan pelukanku. Dia lalu menyuruhku untuk melihat kembali ke arah semak-semak yang kutunjuk.

Walaupun mataku minus dan ada rasa takut, aku tetap memberanikan diri untuk melihatnya. Memang tak ada apa-apa di sana. Jadi yang tadi kulihat itu apa?

“Tadi aku benar-benar melihat sesuatu di sana..” Rengekku sambil menarik-narik baju Kyu.

“Tidak ada apa-apa! Kau ini terlalu parno.. Ayo, lebih baik kita masuk saja..” Ajak Kyu sambil menggandeng tanganku.

Aku lalu kembali melihat ke tempat tadi. Tiba-tiba terlihat sesuatu yang berkilauan dari balik semak-semak. Ayoo Eunrim.. Kau harus memberanikan dirimu! Semakin diperhatikan, benda berkilau itu mirip dengan lensa kamera. Apa hantu juga bawa kamera ya?

Tunggu sebentar, KAMERA?!

“Kyu, apa kau tidak melihat kamera di balik semak-semak itu?” Bisikku pelan tanpa sedetik pun mengalihkan pandanganku.

“Kamera mana?” Ulang Kyu yang akhirnya ikut memperhatikan ke arah pengelihatanku.

“YAAA!! Itu sih reporter!!” Jerit Kyu begitu melihat sosok hitam itu berdiri dan lari.

Ohh tidak.. Apa di Seoul masih ada jamannya paparazzi tak tau aturan?!

***

“Pelan-pelan! Sakit tau!” Gerutuku setelah Kyu memberikan kompresan es di dahiku.

“Kau sendiri salah, kenapa pakai acara tabrak pohon?!” Balas Kyu tidak mau kalah.

Setelah acara kejar-kejaran dengan reporter tadi, tanpa sengaja aku menabrak pohon yang jelas-jelas ada di hadapanku. Alhasil, selain reporter itu sukses pergi entah ke mana, sebuah benjolan besar menjadi hadiah di kepalaku.

“Aishhh.. Mana kulihat pohon itu? Aku kan cuma memperhatikan reporternya! Sekarang dia lari entah kemana.. Aigoo.. Entah besok apalagi berita yang akan terpampang di infotaiment..” Cerocosku sambil tetap menahan rasa sakit di kepalaku.

.Kyuhyun POV.

Dia lebih mengkhawatirkan infotaiment dibandingkan kepalanya! Khas Eunrim.

Aku bahkan langsung melupakan wartawan itu begitu mendengar teriakanmu. Seharusnya kau tidak ikut bersamaku tadi. Aishh.. bagaimana mungkin kepalamu bisa benjol sebesar ini sih?!

“Sudahlah.. Daripada menyesali hal yang sudah lewat, lebih baik benjolanmu itu dirawat dulu..” Kataku tambah menekan kompresanku didahinya.

“APPOOOO!!!” teriak Eunrim sambil menghadiahkan sebuah tinjuan tepat di dahiku.

“YAA!! Kenapa aku juga ikut-ikutan kau buat benjol sih?!” Semprotku sambil mengusap-usap dahiku.

“Heuhh.. Mian.. Aku hanya mengacaukan semuanya..” Sesal Eun-ah.

“Anii.. Sudah kubilang jangan menyesalinya! Masalah reporter itu biarkan saja.. Aku tidak mempermasalahkannya kok..” Kataku berusaha menenangkan Eunrim, walaupun sebenarnya ini akan menjadi berita heboh kalau tidak segera dibereskan. Aku harus menelpon manager hyung secepatnya.

Dia menggembungkan pipinya. “Aku tidak mau menjadi sumber kehancuranmu..”

Aku langsung meletakkan kompresan es itu di atas meja dan memegangi kedua pipinya. “Dengarkan aku, Song Eunrim.. Cepat atau lambat semuanya akan terbongkar.. Pada akhir acara ini, mereka akan menanyakan padaku apakah hubungan kita mau diteruskan atau tidak.. Dan jawabanku sudah jelas ‘iya’.. Walaupun aku tau itu akan berdampak pada karirku, tapi toh semua keputusan pasti ada konsekuensinya..” Jelasku.

Aku melihat kegelisahan di matanya.  “Kau yakin? Kontrakmu belum selesai, dan aku bisa memastikan kalau pengakuanmu itu akan berdampak buruk, sangat buruk untukmu dan Super Junior.. Hampir separuh ELF kan SparKYU, bagaimana perasaan mereka kalau tau kau punya yeoja?” Kata-kata Eunrim hampir tepat seutuhnya.. Hanya saja dia lupa melihat dampak bagi dirinya sendiri.

“Jadi kau mau aku tetap menyembunyikannya?” Tanyaku.

“Keuromyeon.. Sudah kubilang tadi kan? Aku tidak ingin menjadi sumber kehancuranmu.. Tidak di saat kau lagi sibuk-sibuknya..” Jawabnya mantap.

Sampai kapan kau akan memaklumiku seperti ini?

“Ahh.. Aku lupa mengatakan hal ini.. Tur SS4 akan segera dimulai.. Kau mau ikut berkeliling negara denganku?” Tanyaku mengalihkan perhatian.

“Heuhhh.. Mr.Cho.. Aku mau! hanya saja.. Semester pertama kuliahku akan segera dimulai, dan itu artinya.. Aku tidak akan sebebas seperti sekarang ini..” Jawabnya terlihat kecewa.

“Memangnya kau tidak bisa cuti atau semacamnya?” Dia tiba-tiba memutar bola matanya.

“Aku tidak bisa.. Aku berharap bisa secepatnya mendapat gelar sarjana.. Kalau aku terus-menerus cuti, kapan lulusnya? Lagipula, berada di sekitarmu juga berbahaya..” Jelasnya panjang lebar. “Aku kan tidak ingin sepertimu yang terlalu lama menyandang status mahasiswa..”

“Apa kau bilanggg?! Aku kan begitu karena tuntutan pekerjaan!” semburku.

Dia hanya tertawa tanpa suara.

“Hmmm, padahal minggu depan aku ke NY lohh.. Jadwal SMTown diselenggarakan di sana..” Godaku.

“NY?? Kenapa kau tidak bilang?? Aku mau ikuuuttttt.. Yayaya Kyuu?? Sudah lama aku tidak ke NY.. Sekalian mengunjungi appa dan eomma..” Soraknya kegirangan.

Tadi katanya tidak mau ikut tour bersamaku.. Kekeke~

Drtttt.. Drttttt.. Siapa pula yang menelpon di tengah malam begini?

“Yoboseyoo?? Wae hyung??” Sapaku begitu mengetahui kalau si kakek tua (baca:Eeteuk) yang menelpon.

“Kyuu, banyak sekali ELF yang kehujanan di luar dorm.. Mereka tidak mau pergi sebelum kau membatalkan acaramu dengan Eunrim.. Hyung tidak suka dengan hal ini.. Mereka semua bisa sakit! Pulanglahh.. Tunjukkan mukamu pada mereka.. Acara TVmu sudah kami batalkan..” Cerocos Eeteuk hyung panik.

“Waeyoo?” Tanya Eunrim yang melihatku duduk terpaku dan tidak bergeming.

Para ELF melakukan demonstrasi di depan dorm?? Di tengah hujan??!!

“Eun-ahh, kita harus pulang sekarang..” Kataku sambil menariknya keluar.. Aku harus sampai di Seoul sebelum membuat para ELF itu sakit.

***

.Eunrim POV.

“Kau tunggu di dalam mobil yaa, jangan keluar..” kata Kyu lalu buru-buru keluar dari mobil.

Aku masih tidak mengerti.. Tiba-tiba dia menarikku pulang, dan sekarang menyuruhku duduk di mobil sementara dia lari entah ke mana?

“Sedang hujan deras di luar, Kyu.. paling tidak gunakan payung atau penutup kepala.. kalau kau sakit bagaimana?” tapi toh dia tidak sempat mendengar perkataanku.

Aku akhirnya memutuskan untuk ikut turun juga.. daripada berdiam diri dalam mobilnya kan?

“Oppa, saranghaeeee… jangan memberikan dirimu pada satu gadis saja..” terdengar suara teriakan seseorang di tengah hujan deras.

Di hadapanku, Kyu yang sudah basah kuyup terlihat bersama dengan banyak ELF. Dia memberikan senyuman mautnya pada mereka dan mengangguk pelan.

“Kau berjanji tidak akan memberikan cintamu pada satu orang saja oppa? Kami semua mencintaimu..” kata yang lainnya.

“Nee.. Yaksok.. Tapi kalian harus pulang ke rumah yaa.. bagaimana kalau kalian sakit?” balas Kyu dengan wajah menawannya.

Yaksok? Kau berjanji pada mereka tidak akan membagi cintamu? Apa perkataanmu itu hanya di mulut saja? Kau tidak dapat menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kau tepati pada banyak orang seperti itu. Kalau kau mengatakannya di depan kamera sih aku masih terima, tapi kalau di depan ELF fanatik seperti mereka? Itu namanya janji palsu!

Tanpa terasa payung yang ada di genggamanku terlepas begitu saja. Tetesan hujan mulai mengguyuri seluruh badanku. Aku tidak merasa sakit.. aku hanya merasa.. cemburu.. untuk pertama kalinya aku sadar.. aku tidak bisa mendapatkan Cho Kyuhyun seutuhnya.. sebagian dari dirinya adalah milik gadis lain.

“Eun-ah.. payung itu gunanya untuk melindungimu dari hujan. Kenapa kau letakkan saja di tanah?” tanya seseorang lalu langsung kembali memayungiku.

“Lebih baik aku antar kau pulang saja yaa.. pemandangan di depan kurang enak di mataku.” tambah suara itu langsung menarikku pergi.

***

“Pertama, keringkan dulu rambutmu.. Nanti kau sakit..” kata orang yang tak lain adalah Sungmin oppa sambil memberikanku handuk. Darimana pula oppa mendapat handuk? Ohh.. ternyata ini bukan mobil Kyu melainkan mobilnya.

“Emm, berhubung Kyuhyun lagi sibuk mengurus para ELF, tidak apa-apa kan kalau aku yang mengantarkanmu pulang?” tanya Sungmin oppa tenang.

Well, terserah lah.. aku pulang sendiri juga sebenarnya tidak apa sih.. Toh bajuku juga sudah basah jadi percuma saja kalau mau dikeringkan hanya dengan sebuah handuk.

“Kalau kau diam aku anggap itu iya..” jawab Sungmin oppa sendiri sambil mengedipkan sebelah matanya.

Aishh.. Kenapa bukan orang ini saja yang kusukai? Atau Donghae oppa? Atau bahkan namja yang bukan artis sama sekali?

Kyuhyun terlalu.. Perfect.. Maksudku, senyumannya saja bisa membuat semua mata wanita menoleh, apalagi kalau dia sudah bertingkah manja? Aku rasa wanita manapun akan menyerahkan apa saja demi melihat aegyo makhluk itu.. Aku sendiri selalu tak tahan dengan tingkahnya itu..

Mungkin lebih baik jika hubungan kami diakhiri saja? Aku hanya menjadi masalah untuk Kyu, untuk Super Junior.. Toh masih banyak wanita yang bisa menggantikan tempatku sekarang..

“Ehemm.. Eun-ahh.. sudah sampai.. kau mau aku antar sampai di depan pintu rumah?” kata Sungmin oppa tiba-tiba memecah suasana.

Sudah sampai? Hanya pemikiranku atau kenapa waktu terasa begitu cepat?

“Ahh.. Aniyoo.. gomawo oppa..” ujarku lalu langsung keluar dari mobil.

Aku membutuhkan pasokan tenaga!

***

.Kyuhyun POV.

Acara TVku dibatalkan.. Aku bahkan harus turun tangan langsung dan menjelaskan kepada semua SparKYU bahwa aku tidak akan melakukan acara seperti itu lagi. Tangisan mereka semua sangat memilukan.. Para Angelku yang sudah rela mengorbankan segalanya untuk Super Junior, mengapa aku bisa melupakan mereka?

Tapi berhubungan dengan pulang, kenapa juga aku bisa melupakan sumber kehidupanku saat ini? Tega-teganya aku meninggalkan Eun-ah tanpa penjelasan apa-apa. Dia pasti marah sekarang.

Dan kesalahan keduaku, aku menyerahkannya ke tangan orang lain.. Seharusnya kutolak saja tawaran Sungmin hyung tadi. Itu hanya akan menjadikan Eun-ah semakin merasa ditinggalkan. Walaupun selama ini dia mencoba untuk kuat, tapi gadis mana sih yang rela membiarkan namjanya membagi diri untuk gadis lain? Dan lagi menyerahkannya ke tangan namja lain sama saja melepas tanggung jawabku.

“Hyung, kau sudah mengantar Eun-ah pulang?” Tanyaku begitu melihat Sungmin hyung memasuki dorm.

“Dengan selamat sampai di rumahnya. Hmm, tapi saranku yaa Kyuhyunie, selain meluruskan masalah dengan para ELF, kau juga harus meluruskan masalah dengan Eun-ah. Tadi dia terlihat.. Errr.. Sakit hati mungkin? Atau kecewa? Entahlah.. Hanya saja selama di perjalanan dia tidak berbicara sama sekali..” Kata Sungmin hyung lalu melemparkan kunci mobil padaku. Kenapa juga dia memberikan kunci mobilnya padaku?

“Araa.. Aku sudah mencoba menghubunginya dari tadi.. Tapi toh dia tidak mau mengangkat telponku..” Gerutuku.

“Well, itu kan cuma saranku.. Aku hanya kasihan melihat yeojamu itu.. Dia terlalu, yaa pengetian kalau harus kukatakan.. Mempunyai seorang yeoja memang pilihan yang berat, aku mengerti itu. Makanya aku lebih memilih hidup lajang sampai kontrak selesai..” cerocosnya lalu berjalan menuju dapur. “Ahh.. dan kulihat sepertinya mobilmu tidak akan bisa digunakan untuk sementara waktu. Emm, tadi Eun-ah tetap membuka pintu mobilmu.. jadi, emm.. aku rasa kau perlu membawa kipas besar atau semacamnya untuk mengeringkan bagian dalamnya..” tambahnya dengan nada takut.

Dia membuat mobilku basah? Bagus sekali! Pantas saja Sungmin hyung memberikan kuncinya padaku.. dengan hujan sekeras tadi, aku rasa mobilku bukan cuma basah, tapi BANJIR!

“Kyuhyunnieku sayang..” terdengar suara Eeteuk yang lalu duduk di sampingku.

“Waeyo?! Aku lagi tidak mood untuk kau ceramahi!!” kataku emosi.

“Aku tidak ingin menceramahimu.. hanya ingin menghibur kok..” balasnya sambil membelai-belai kepalaku.

Aku benar-benar sedang tidak mood untuk diganggu. Dengan sekali tatapan, tangan Eeteuk hyung langsung menghilang dari kepalaku. Dia sedang berusaha membaca moodku, tapi kurasa aku sudah memberikan jawaban langsung.

“Kau bisa tetap bersamanya, Kyu.. hanya kau harus tau siapa kau dan siapa Eun-ah.. Kau adalah seorang artis.. Ke manapun kau pergi, pastinya akan menjadi sorotan kamera.. Kalau memang Eun-ah tidak menginginkan agar dia juga ikut-ikutan denganmu, saranku sih sebaiknya kalian berpisah..” aku langsung menyorotkan tatapan aku-tidak-mau-membicarakannya-saat-ini pada hyungku itu.

“Ehh.. kalau kau tidak mau juga tak apa-apa..” ralatnya sambil menelan ludah. “Ingat Kyu, Eunrim hanya gadis biasa.. bagimu, keadaan seperti tadi itu normal, tapi bagaimana dengannya? Dia pasti merasa kebingungan.. Kau tidak bisa terus-menerus memaksakan kemauanmu padanya.”

Para hyungku ini tidak tau siapa Song Eunrim yang sebenarnya.. Kalau saja mereka tau Eunrim bahkan bisa menghancurkan Super Junior jika dia inginkan, aku rasa hyung tidak akan berbicara seperti itu.

“Eunrim gadis yang kuat, hyung.. Dia bisa mengerti keadaanku..” ujarku pelan.

“Tapi dia hanya gadis biasa.. Bagaimana mungkin bisa tahan dengan semua sensasi seperti tadi?” tanya hyung lagi.

Aku memutar bola mataku. Menyimpan rahasia besar memang sangat susah yaa? Tapi itulah kesepakatan kami. Dia menjaga agar hubungan kami tidak diketahui publik sementara aku menjaga agar ‘siapa itu Song Eunrim yang sebenarnya’ tidak diketahui para hyung apalagi dari Siwon hyung. Eunrim itu bukan sekedar gadis biasa..

“Kalau begitu aku dan lainnya akan berusaha menyibukkan ELF besok dan lusa.. Kau ingat kan besok ulang tahun Hae? Pasti banyak yang bisa dilakukan untuk menyibukkan mereka..” tanyanya.

“Besok sudah tanggal 15 Oktober? Whoaa.. kenapa aku bisa lupa? Apa kita akan mengadakan acara lagi?” tanyaku balik.

Tokk.. Kepalaku mendapat bogem mentah kakek tua itu.

“Aishh.. maksudku bukan itu! Apa kau lupa ulang tahun yeojamu tanggal berapa?! Aku saja ingat..” kata Eeteuk hyung mulai naik darah.

Ulang tahun Eun-ah? Aku memang bukan tipe orang yang bisa mengingat tanggal ulang tahun seseorang.. Tapi tunggu sebentar.. Tahun lalu, Eun-ah marah besar karena aku tidak memberinya selamat.. dan itu pas setelah Donghae hyung merayakan pesta ulang tahunnya di tengah malam.. berarti..

“Eun-ah ulang tahun tanggal 16  Oktober kan hyung?? Aigooo..” aku mulai mengacak-acak rambutku.

“Bisa-bisanya kau melupakan ulang tahunnya, Kyu.. LAGI.. tahun lalu saja aku sampai harus menenangkan Ryeowook semalaman karena kalian memecahkan koleksi peralatan makan kesayangannya.. jangan ulangi lagi tahun ini dong!” gerutu Eeteuk.

“Arayooo.. yaahh sudaah hyungg, kau pusatkan saja perhatian ELF pada Donghae hyung.. aku mau mencarikan hadiah untuk Eun-ah besok..” kataku sambil mulai memikirkan hadiah apa yang akan kuberikan.

“YAAAA!!! Kau jangan ke mana-mana besok! Kita ada show seharian.. Kau lupa besok goodbye stage di music core? Maksudku mengingatkanmu tentang ulang tahun Eun-ah itu supaya kalian berbaikan hari ini dan kita bisa merayakan ulang tahunnya bersama-sama!” seru Eeteuk sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kita show seharian?? Ommonaaa hyungg!! Bagaimana aku bisa mencarikan hadiah untuk Eun-ahh?? Aku tidak ikut yaa..” rengekku.

Pletakk.. kali ini dahiku yang menjadi sasaran tipukan Eeteuk hyung.

“Suara Yesung sedang tidak stabil.. kau tega membiarkan hyungmu itu memforsir suaranya lagi? Tidak bisaa.. aku tidak mengijinkanmu kabur.” tolak Eeteuk.

“Aku tidak apa-apa.. Suaraku juga masih bisa dikompromikan kok..” tiba-tiba terdengar sahutan Yesung hyung dari dalam kamar. Dia pasti menguping lagi.

“Tidak! Heechul sudah wajib militer dan Siwon sedang berhalangan karena syutingnya, sekarang alasan apa lagi yang akan kami berikan untukmu?” tolaknya untuk yang kesekian kalinya.

“Ommooo hyungg.. ayolahh.. aku belum membelikan Eun-ah hadiah.. nanti dia bisa marah denganku.. Please hyungg.. Jeball..” kataku yang akhirnya memohon padanya.

“Sekali kukatakan tidak, jawaban itu tidak akan berubah.. titik. Sebaiknya kau tidur sekarang, jadwal kita untuk esok padat.” kata Eeteuk hyung akhirnya mengakhiri pembicaraan kami.

Percuma memohon pada kakek tua itu, tidak ada gunanya. Itulah kenapa kami menjulukinya ‘kakek tua’. Dia pantas mendapat julukan itu karena sifat keras kepalanya tidak bisa mendapat kompromi.

Aku harus menelpon Eun-ah.

***

.Eunrim POV.

Drtt.. Drttt.. My babo calling..

“Aku sedang tidak ingin mendengar suaramu!” kataku sambil me-reject panggilan itu.

“Sebaiknya matikan saja ponselnya, daripada di-reject terus kan?” saran Soohwa sambil terus menikmati keripiknya.

“Betul juga yaa.. kenapa tidak terpikirkan sih?” ujarku lalu langsung mencabut baterei ponselku.

“Dan berhentilah makan es krim.. kau sudah menghabiskan dua mangkuk penuh.. perutmu nanti sakit..” kata Soohwa sambil menarik mangkuk esku.

Aku hanya mencibir dan meminta kembali mangkukku.. Toh dulu aku pernah menghabiskan lima mangkuk, jadi kurasa ini belum seberapa.

“Aishh.. terserahlahh.. setidaknya masih lebih baik kau makan semua es itu daripada meneguk wine. kelakuanmu ini seperti orang yang diputuskan pacarnya saja.” sambungnya sambil menambahkan es di mangkukku.

“Soohwaa… aku sangat galau melihat semua ELF yang tadi melakukan demonstrasi di depan dorm mereka.. dan aku juga merasa tidak enak, karena akulah penyebabnya. Kalau kau bilang aku seperti orang yang diputuskan pacarnya, sebentar lagi kata-katamu itu akan terbukti.” balasku sambil duduk menghadap ke jendela dan memandangi hujan yang sedang mengguyuri  kota Seoul.

“Kau serius mau memutuskan Kyuppa?!” pekik Soohwa tiba-tiba.

“Hmm, I think so..” balasku acuh tak acuh sambil kembali melahap porsi es ketigaku.

“Eun-ahh.. semua orang mempunyai pikiran masing-masing, dan kalau kau harus mengikuti pikiran para ELF itu, bagaimana dengan pikiranmu sendiri? Bagaimana juga dengan pikiran Kyuppa? Kau mungkin dengan gampangnya berkata hubunganmu berakhir, tapi bagaimana dengan perasaanmu? Waktu lalu saja kau hampir gila karena ditinggal Kyuppa..” cerocos Soohwa masih dengan tampang innocent.

“Aishh.. Tidak usah bahas masalah lalu-lalu.. Waktu itu aku hanya tidak kuat menerima kenyataan. Dan aku tidak gila! Well, hanya memerlukan sedikit udara segar..” kataku membela diri.

Tapi Soohwa benar. Aku tidak memikirkan diriku sendiri.. dan juga Kyu. Seharusnya aku bisa mengerti keadaannya. Hanya saja, siapa sih yang rela membagi namjanya untuk yeoja lain? Aku ini masih normal. Melihat Kyu lebih memperhatikan fansnya daripada diriku sendiri, aku merasa.. cemburu! Aku tau itu hanya fans service, hanya sajaa.. aku  selalu merasa Kyu itu milikku.

Apa Kyu juga berpikir seperti ini? Atau hanya aku saja yang terlalu manja padanya? Dia toh tidak memerdulikanku tadi, bahkan langsung mengoperku pada Sungmin oppa layaknya boneka tanpa mengucapkan sesuatu.

“Sudahlah.. kau tidak usah memikirkan hal itu.. ini sudah lewat tengah malam.. lebih baik kau beristirahat, atau.. mengucapkan selamat ulang tahun pada Haeppa..” Haeppa? Donghae oppa ulang tahun? Memangnya sekarang tanggal berapa?

Aku langsung spontan melihat ke kalender.. 15 Oktober? Ommoo!! Berarti besok 16 Oktober?! Pantas saja eomma memintaku untuk pulang ke NY besok. Kenapa aku bisa lupa dengan ulang tahunku sendiri sih?

“Kenapa kau tidak bilang sekarang tanggal 15?!” gerutuku.

“Lohh, memangnya kau bertanya? Tidak mungkin aku mengingatkanmu tanggal setiap hari, kan?” balas Soohwa terlihat tidak terima.

“Mianhae.. Aku hanya.. lupa kalau besok hari ulang tahunku..” jawabku sambil mulai mengetikkan SMS untuk Donghae oppa.

To : Donghae oppa

Oppa, aku bukan tipe orang yang suka merangkai kata yang manis juga panjang.. aku hanya mau bilang, saengil chukkae.. semoga oppa menjadi lebih baik lagi, lebih tampan, dan lebih banyak mentraktirku makanan.. keke~

Drtt.. drtttt.. Donghe oppa calling..

Heuhh?

“Yoboseyo oppa? Waeyo?” jawabku langsung dengan nada kebingungan.

“YAAA!! Kenapa kau tidak mengangkat telponku hah??!!! Kau meng-SMS Donghae hyung tapi tidak mau berbicara denganku?? Masalahmu apa sih??!!” semprot suara yang sangat tidak ingin kudengar sekarang.

Aku langsung mematikan panggilan itu dan kembali mematikan ponselku.

“Nugunde?” tanya Soohwa.

“Dia menggunakan ponsel Haeppa untuk menelponku.. Licik sekali.” jawabku sambil melempar ponselku ke arah sofa.

Drttt.. drtttt.. meja makan kembali bergetar. “Soohwa, angkat telponmu.. tapi kalau dari si babo itu jangan angkat!”

“Ini dari oppaku kok..” Tanpa basa-basi lagi Soohwa langsung mengangkat teleponnya.

“Yoboseyo oppaaaa.. Kenapa menelpon malam-malam? Hee? Eun-ah? Ada di sebelahku..” kata soohwa sambil melirik ke arahku. Dia lalu memberikan ponselnya dan mengisyaratkan kata ‘kyuppa’.

Aku menggelengkan kepalaku lalu lari ke arah kamarku. Ngambekku ini memang terlihat keterlaluan, tapi aku hanya ingin mendinginkan kepalaku sebentar.. biarkan aku tidur untuk dulu, Mr. Cho. Besok akan kuputuskan apa yang harus kulakukan padamu.

***

“Eun-ahh.. kemarin Kyuppa ingin berbicara denganmu, kenapa kau lari sih?” tanya Soohwa begitu melihatku keluar dari kamar.

“Hemm? Semalam aku hanya tidak ingin berbicara dengannya.. tapi sekarang sudah tidak apa-apa kok.. dia boleh menelponku kalau mau.” jawabku dengan tenang sambil mengisi gelasku dengan susu dingin dari kulkas.

“Sebenarnya.. tadi, pagi-pagiiii sekali.. Kyuppa datang ke sini.. Dan aku mengizinkannya untuk ke kamarmu, karena dia bilang waktunya tak banyak dan harus segera pergi sementara kau masih enak-enakan tidur..” ujarnya sambil memberikan sepiring roti bakar padaku.

Spontan aku langsung menyemburkan susu yang baru saja kuminum. “Kau bilang dia datang tadi?!” pekikku.

Soohwa hanya mengangguk-angguk tanpa dosa.

“JADI YANG TADI ITU BUKAN MIMPI??!!!”

***

.Kyuhyun POV.

“Kenapa kau tersenyum sendiri, hah? Nanti orang pikir otakmu itu sudah tidak beres..” sindir Eunhyuk hyung.

“Senyum itu urusanku, hyung.. Yang punya bibir siapa? Aku kan? Jadi terserah aku mau pakai untuk ketawa atau apapun kan?” balasku sambil masih nyengir tak jelas.

“Kau sudah melakukan apa pada Eun-ah, Kyu? Senyum dengan tipe seperti itu hanya tampak kalau kau sudah selesai menjahili yeojamu..” kata Shindong hyung sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Aku tidak melakukan apapun kok..” kataku membela diri. Tapi aku memang tidak bersalah, toh dia yang memulai duluan.

-flashback-

“Soohwa, berapa lama lagi aku harus menunggunya bangun? Ini baru jam 7.. Aku bertaruh dia masih di alam mimpi sekarang..” gerutuku sambil terus melihat jam.. Aku janji pada Eeteuk hyung akan kembali sebelum jam 8.

“Oppa naik saja kalau memang sangat penting.. Selamat membangunkan si sleeping beauty yaa..” sindir Soohwa sambil cekikikan.

“Eun-ahh..” kataku yang tanpa basa-basi lagi langsung masuk ke dalam kamarnya.

Aku tau ini memang terkesan agak kasar, masuk ke kamar seorang gadis tanpa mengetuk terlebih dahulu, tapi apa juga gunanya kalau dia toh tidak mendengar kan?

“Eun-ahh.. Ireonaa.. Ayo terima permintaan maafku..” kataku sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya.

“5 menit lagi..” khas Song Eunrim. Kau memang selalu bermasalah dengan kata ‘bangun’.

“Aishhh.. Ireonaaa baby!! Aku tidak punya banyak waktu.. Jadwalku padat untuk seharian ini, dan aku tidak mau kau marah padaku sampai besok.. Tidak disaat hari ulang tahunmu.. Ayooo BANGUN!!” teriakanku membahana di seluruh ruangan.

“Hmm?” matanya akhirnya mulai terbuka. “Kyu? Aku pasti sedang bermimpi..” katanya lalu kembali menutup matanya.

“KAU TIDAK SEDANG BERMIMPI!! AYOO BANGKIT DARI KASURMU!!” seruku sambil menariknya sehingga dia terduduk.

“Kau mau apa sih?! Aku masih ingin tidur!!” gerutunya masih dengan mata tertutup.

“Aku hanya ingin meminta maaf.. Mianhae.. Jeongmal mianhae.. Jebal.. Kau jangan marah hanya karena masalah yang kemarin.. Kau mau kan memaafkanku?” tanyaku.

“Kalau begitu kau harus menciumku dulu, setelah itu aku akan memaafkanmu..” katanya sambil memanyunkan bibirnya.

Dia serius? Maksudku, ini tidak seperti Eun-ahh yang biasanya.

Aku mengecup pelan bibirnya. “Sudah kan? Apa aku dimaafkan?”

“Iyaaaa.. Karena ini toh hanya mimpi.. Mana mungkin Cho Kyuhyun di dunia nyata mau menciumku.. Kekeke~ Mimpiku kali ini terasa nyata sekali.. lain kali aku harus lebih sering memikirkanmu di malam hari supaya terasa seperti ini lagi..” cerocosnya sebelum akhirnya kembali tertidur.

Dia hanya menganggap ini mimpi? aku pikir dia sudah bangun!

“Selama ini aku tidak pernah menciummu secara berlebihan karena aku takut akan berubah menjadi monster, baboyaa..” kataku sambil kembali mengecup bibirnya.

Ughh.. Setiap aku melakukan hal ini, aku menginginkan hal yang lebih.. Sebaiknya aku segera keluar!

-end of flashback-

“Sudah cukup raut wajah yang seperti itu.. Kau sudah terlihat seperti psikopat!” semprot Eunhyuk hyung tiba-tiba.

Aku akhirnya tersadar kalau semua mata hyung sudah tertuju padaku.

“Kyu, dari tadi ponselmu berbunyi.. Kau tidak menyadarinya?” tanya Ryeowook sambil menunjuk ponselku yang berada di atas meja.

“Ohh yaa? Tidak.. sini biar kuangkat..” kataku yang langsung mengangkat telepon.

“YAAA!!! KENAPA KAU TIDAK BILANG KALAU DATANG KE RUMAHKU HAH??!! PALING TIDAK TUNGGU AKU BANGUN DULU!!” teriakan Eun-ah membahana di seluruh ruangan, padahal teleponnya sedang tidak kuspeakerkan.

“Loh, aku sudah mencoba membangunkanmu tadi, tapi toh kau tetap berpikir itu mimpi kan?” jawabku sambil cekikikan mengingat kembali kejadian tadi.

“Tapi kenapa kau mau saja menerima permintaanku hahh??!! Aku kan setengah sadar tadi!!!” cerocosnya.

“Your wish is my command, my lady..” sambungku sambil masih cekikikan.

“LUPAKANN!!! AWAS KALAU KAU MASIH MENGINGATNYA!!!” Kenapa teriakan gadis ini terdengar sangat dekat ya?

“Kalau aku tidak mau?” tanyaku sambil tersenyum puas.

“Aku akan mencekikmu sekarang juga!” jawabnya dan tiba-tiba kurasakan dua jemari yang sudah terkunci pas di leherku.

“Mwoya?!” dengan cepat aku menoleh ke belakangku dan ternyata orang yang sedang mengunci leherku itu tidak lain adalah Eun-ah. “Kau di sini? Sejak kapan?”

“Aku dari tadi berbicara di belakangmu, babo! Sekarang, lupakan hal tadi pagi! Kau hanya mencari kesempatan dalam kesempitan!” serunya persis di samping telinga kananku.

“Hyunggg..” rengekku meminta bantuan.

“Kami tidak mau ikut campur masalah rumah tangga orang..” kata Eeteuk sambil menoleh ke arah lain.

“Soohwaaa.. Soohwaaaaaa.. Soohwaaaaaaaaaa~ kau datang mengunjungi oppaaa~” sementara itu Yesung hyung juga sedang sibuk memeluk yeojanya dan berputar-putar layaknya anak TK. Seandainya hubunganku dengan Eun-ah juga seperti itu.

“Uhukk.. Uhukk..” aku berpura-pura batuk supaya tangannya bisa lepas dari leherku, sebetulnya dia tidak serius mencekikku, tapi aku hanya merasa ‘kalah’ dengan pasangan lovely-dovey Yesung-Soohwa.

“Kalau kalian berdua sudah datang ke sini, bagaimana kalau ikut tour bersama kami saja?” tanya Donghae hyung memecah suasana.

“Memangnya kalian mau ke mana?” tanya Eunrim yang akhirnya melepaskan tangannya dariku.

“Kami mau ke Daegu sekarang, dan kau membuat bajuku kusut tau!” jawabku lalu berdiri dan berpura-pura merapikan bajuku.

“Daegu? Kalian mau ke Daegu?? Bolehkah aku ikut oppaaaa???” rajuk Eun-ah pada Donghae hyung.

“Yaa!! Kenapa kau meminta dari Donghae sih??!! Kau tidak menghargaiku sebagai namjamu?!” protesku tidak terima.

“Yang ulang tahun kan Donghae oppa.. Mana mungkin aku meminta ijin ikut pada orang lain?” cibir Eun-ah.

“Kami ke Daegu bukan untuk merayakan ulang tahun Donghae, tapi untuk show..” balas Eeteuk hyung menengahi. “Tapi kalau kau mau ikut boleh saja.. Toh kita masih mempunyai kursi kosong di pesawat.. Kajja..” ajak Eeteuk langsung mendorong kami berdua keluar dari ruangan.

***

“Kalian menyewa jet pribadi?” bisik Eun-ah.

“Hemm? Entahlah.. Mau disewa atau apapun, yang penting ke Daegu dengan selamat itu sudah cukup bagiku..” balasku.

“Tapi kan kalian bisa meminjam padaku, itu lebih menghemat anggaran..” cerocos Eun-ah.

“Kau mau semua hyung tau predikat dirimu? Boleh saja.. Toh itu akan lebih bagus lagi..” kataku dengan aksen melebih-lebihkan.

Dia hanya memanyunkan bibirnya.

“Dan kenapa duduk di belakangku sih? Tempat disebelahku masih kosong..” kataku.

“Dari tadi kamera oppadeul itu sibuk menjepret apapun.. kalau aku juga ikut terjepret bagaimana? Mau skandal baru muncul lagi?” pertanyaan Eun-ah terdengar sangat menusuk.

“Paling-paling kau hanya akan terlihat seperti penata riasku.. Ayo ke sini..” bujukku sambil menepuk-nepuk kursi di sebelahku.

“Shireo.. Aku lebih memilih duduk bersama Soohwa..” tolak Eun-ah.

Aku menggeram pelan lalu melihat ke arah Soohwa. Gadis itu juga sepertinya ingin duduk bersama namjanya ketimbang dengan Eun-ah.

“Kim Jongwoon-ssi.. sebaiknya kau mengambil milikmu sekarang, dan kalian semua BERENTILAH MEMOTRET!” teriakanku membahana di seluruh pesawat.

Semuanya langsung terdiam dan dengan cepat Yesung hyung langsung menarik Soohwa ke tempatnya.

“Aku mau duduk di samping Eun-ah.. Itu keputusan akhirku..” tanpa basa-basi lagi aku langsung duduk di kursi yang sebelumnya diduduki Soohwa.

“Aku sudah bilang mulailah menjauh dariku, Mr.Cho..” kata Eun-ah membuang muka.

“Kau masih memikirkan masalah kemarin? Ayolah.. Itu hanya masalah kecil.. tidak usah kau masukkan di hati..” responku.

“Aku hanya mempersiapkan kemungkinan terburuk.. jadi mulailah membiasakan diri tanpaku..” kata Eun-ah sambil menatapkku tajam. Apa maksudnya?

“Kau masih marah?” tanyaku  sambil menatap bola matanya.

“Aniyoo..” dia berkata ‘aniyo’ tapi terdengar nada ketidaktulusan dari mulutnya.

“Kau berbohong..” semprotku.

“Anii! Sudahlah.. aku malas membicarakann hal itu..” balasnya lalu memasang headset di telinganya.

.Eunrim POV.

Aishh.. Susah juga kalau seperti ini! Kenapa juga aku menyanggupi perjanjian dengan manajer oppadeul?!

-flashback-

“Annyeong Eunrim-ssi.. apa aku mengganggumu?” kata seseorang begitu aku membukakan pintu rumahku.

“Nugu..seyo?” tanyaku sambil mengingat wajah namja ini.. sepertinya sangat familiar di mataku.

“Aku manajer Super Junior.. Kau ingat? Emm, apakah aku boleh masuk? Ada yang ingin kubicarakan denganmu..” tanpa basa-basi lagi aku langsung mempersilakannya masuk.

“Memangnya ada masalah apa ajusshi?” tanyaku begitu dia meneguk teh yang kuberikan.

“Oppa! Umurku tidak terlalu jauh berbeda dari Eeteuk. Aku ingin membuat perjanjian denganmu..” katanya tenang.

“Perjanjian apa?” ulangku.

“Jauhi Kyuhyun.”

-end of flashback-

***

“SAENGIL CHUKKAE LEE DONGHAE!!!” teriakan semua orang membahana di ruangan sedang itu.

Sehabis Super Junior manggung di Asian Festival 2011, mereka menyempatkan diri untuk merayakan ulang tahun Donghae oppa. Yahh.. Sebenarnya perayaan sebelum waktunya habis. Sekarang menunjukkan pukul 11 malam, dan mereka baru saja sempat merayakan ulang tahun si Fishy oppa ini.

“Kenapa kalian tidak berfoto dan upload gambarnya di twitter?” tanyaku sambil mengarahkan kamera ponselku ke mereka.

“Aku pinjam sebentar yaa Eun-ah..” kata Eeteuk oppa meminjam ponselku. Setelah mengirimkan gambar tadi, dia mulai asik dengan ponsel miliknya.. Pasti langsung online twitter.

“Kyu..” kataku pelan.

“Hmm? Kau mau kue?” tanyanya sambil menyodorkan piring kuenya padaku.

“Aku ingin bicara..” dan aku harus menuntaskan perjanjianku dengan manajer oppa itu.

“Bicara saja di sini..” sahutnya dengan mulut penuh kue.

“Tidak di sini.. Ini penting..” balasku langsung menariknya. “OPPADEUL, MAKHLUK INI KUPINJAM SEBENTAR YAA!!” tambahku sebelum sukses menyeretnya keluar dari ruangan.

“Di sini saja.. Ada apa sih?” tanya Kyuhyun.

“Aku ingin kita berpisah..” kataku sambil menunduk.

“Mwo? Sepertinya aku salah dengar.. Bisa kau ulangi?” balas Kyuhyun sambil menaikkan alisnya.

“Menjauhlah dariku.. Bisa?” kataku lagi.

Dia menatapku tajam. “Kau pasti sedang bercanda..”

“Aku serius Mr.Cho..” kataku pelan.

“HAHAHAHA! Aku tau kau sedang bercanda! Ahh.. Mari kita lihat.. Sebentar lagi pukul 12 malam. Aku akan menghitung mundur ya.. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1.. SAENGIL CHUKKAE SONG EUNRIM!” serunya sambil langsung memelukku.

“Nee.. Gomawo.. tapi aku benar-benar serius saat ini.. Kumohon, bisakah kita berpisah?” Sebenarnya aku sangat terharu karena dialah orang pertama yang mengucapkan kata ‘saengil chukkae’ di ulang tahunku ini, tapi permasalahannya adalah.. Aku harus menepati janji!

“Selamanya?” balasnya dengan tatapan sendu. Ommona Kyu, kau jangan menatapku seperti itu.

“Aku harus ke NY.. kemarin eomma memintaku untuk kembali secepatnya.. sedang ada masalah keluarga yang harus kuselesaikan.. dan aku tidak tahu berapa lama waktu yang kubutuhkan di sana.. Aku tidak ingin kau menunggu sesuatu yang tidak pasti.” Jelasku panjang lebar.

“Aku akan tetap menunggumu..” potongnya.

Aishh.. seharusnya kutolak saja permintaan manajer oppa itu! Melihat sorot mata Kyu benar-benar membuatku tidak tahan.

“Sudah kukatakan tidak usah menungguku.. Kalau aku tidak berencana kembali ke Seoul bagaimana?” tanyaku.

“Aku akan menjemputmu, atau aku akan menyusulmu ke sana..” jawabnya singkat.

Aku berusaha keras memutar otakku. “Kalau begitu beri aku waktu sampai natal.. jika sampai saat itu aku belum kembali, maka kau boleh datang mencari ke rumahku.. Otte?”

“Sampai natal?!! Itu masih dua bulan lagi!” jeritnya mulai terlihat frustasi.

Aku memutar bola mataku. “Waktu kau ke China saja aku tidak kompromi. Kenapa sekarang banyak maunya?”

Akhirnya Kyu hanya mendesah tanda menyerah.

“Tapi hingga saat itu, kita akan berhenti berkomunikasi.. Tidak ada SMS, tidak ada telpon, tidak ada email, dan anggap aku tidak pernah ada di dunia ini..” kataku memberi syarat.

“Tidak bisa!” tolaknya mentah-mentah.

“Waeyo?? Apa susahnya sih? Kenapa sekarang kau begitu manja?” semprotku.

“Aku membutuhkan supportmu Eun-ah.. Minggu ini aku akan sangat sibuk mempersiapkan banyak hal.. Aku harus syuting 2 MV sekaligus, aka nada SMTown, dan sebentar lagi SS4 akan diadakan, belum lagi hal-hal lainnya.. Kumohon.. Kenapa kau harus pergi di saat seperti ini?” pintanya.

Pantasan saja si manajer oppa itu menyuruhku menjauh mulai hari ini, ternyata karena kesibukan Kyu.

“Kau ingin dimengerti, tapi kenapa kau tidak mau mengerti diriku, hah? Selama ini hanya aku yang berusaha untuk mengertimu. Jadwalmu padat, oke.. aku terima. Kau tidak sempat memberi kabar padaku, okee.. itu juga aku terima. Tapi sekarang saat aku meminta pengertianmu, kau tidak mau mengerti? Anggap saja ini sebagai bonus untukmu.. aku tidak akan mengganggumu selama beberapa bulan ke depan.. kau bebas melakukan apa saja.” kataku tajam.

“Apa saja?” ulangnya.

Aku mengangguk. “Termasuk blind date, memeluk, mencium, bahkan akhirnya kau memutuskan untuk memilih yeoja lain..” sebenarnya aku juga takut mengatakan hal ini.. bagaimana jika Kyu serius ingin berpisah denganku?

“Kenapa kau tega melakukan hal ini padaku?!” nada bicaranya mulai terdengar tidak enak.

“Aku hanya bosan melihatmu bermuka dua. Memberikan janji palsu pada ELF-ELFmu. Aku MUAK melihat semua itu..” kataku sengaja menekankan kata ‘muak’.

“Tapi kau tau itu semua demi kepentingan bersama!” suaranya mulai meninggi 1 oktaf.

“Maka dari itu aku ingin membebaskanmu dari semua kebohongan. Berusahalah menjadi namja yang jujur!” balasku juga sambil meninggikan suaraku.

“OKE!” Akhirnya Kyu setuju juga, tapi terkesan nada marah bercampur tidak terima.

Aku langsung berbalik dan kembali ke ruangan tadi meninggalkannya sendirian.

“SAENGIL CHUKKAE URI EUNRIM!!” teriak seisi ruangan begitu aku masuk.

“Gomawo yoo semuanya, tapi aku harus pergi. Annyeong..” kataku cepat.

Tepat pada saat Kyuhyun memasuki ruangan, aku langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.

***

-flashback-

“Pardon me?!” suaraku meninggi satu oktaf.

“Jauhi Kyuhyun untuk sementara waktu. Bisa kan?” ulang manajer oppa.

“Tapi kenapa? Aku rasa tidak ada yang salah dengan hubungan kami akhir-akhir ini..” balasku.

“Kyuhyun membutuhkan waktu untuk sendirian. Aku lihat selama ini dia selalu membagi perhatiannya. Kerja dan kehidupan pribadi. Hanya saja sekarang kehidupan pribadinya lebih dominan. Kau tidak ingin karir Kyu yang gemilang hancur kan?” tanyanya.

Aku mengangguk. Itu adalah pertanyaan retoris. Tentu saja aku tidak menginginkan karir makhluk itu hancur. Kyuhyun mencintai karirnya melebihi apapun.

“Aku harus bagaimana?” tidak mungkin kan aku menghilang secara tiba-tiba. Toh Kyu sudah mengetahui hampir semua alamat rumahku, menghilang secara misterius hanya akan membuatnya berkeliling dunia untuk mencariku.

“Katakan saja kau membutuhkan waktu untuk berpisah. Kudengar orang tuamu sedang berada di New York kan? Kenapa kau tidak pakai saja kesempatan ini untuk mengunjungi mereka. Untuk masalah kuliah.. kurasa program yang kau ambil mempunyai sistem kuliah online, jadi kau tidak perlu khawatir pendidikanmu akan terganggu..” tawarnya.

“Maksudmu aku harus mengasingkan diri begitu?” tanyaku balik.

“Hmm.. kalau mau dibilang mengasingkan diri sih tidak juga.. Bagaimana mungkin seorang putri perusahaan besar sepertimu akan merasa terasingkan di rumah sendiri?” jawabnya dengan nada meremehkan.

“Apa maksud oppa?” tanyaku lagi.

“Song Eunrim. Putri perusahaan Song Group. Ayahmu mempunyai cabang perusahaan di sebagian besar belahan dunia. Kekayaanmu sudah tidak diragukan lagi, dan ada kemungkinan kau dan Kyuhyun dijodohkan atas dasar tersebut?” ujar manajer itu dengan lancar.

Dari mana dia mendapatkan data-dataku? Seharusnya tidak ada orang di Seoul yang mengetahui sedetail itu.

“Yang kau katakan memang benar. Tapi tentang perjodohan itu, aku dan Kyu sudah lama bertemu jauh sebelum orang tua kami membahasnya.” Sahutku ketus. Enak saja, memangnya aku ini boneka yang bisa dijual apa?

“Hmm.. kalau begitu segera jauhi Kyuhyun. Kau tidak ingin berita ini sampai ke telinga anggota Suju yang lainnya kan?” manajer oppa ini memberikan senyuman termanisnya.

Aku menghela napas. “Darimana oppa mengetahui semua itu?”

“Appamu baru saja membeli sebagian saham SMent.. Dan data-datamu terpampang jelas difile-file kami sebagai pemilik resmi saham tersebut.” jelasnya.

Tanpa sadar mulutku langsung ternganga. APA??!! Apa lagi yang sudah dilakukan Appa?!!!

-end of flashback-

***

@Eunrim’s house in New York

“Bibi Kim.. aku ingin bertemu dengan Appa sekarang!” kataku begitu membuka pintu rumahku. Bibi Kim yang memang penanggung jawab rumahku sekaligus pengasuhku sejak kecil memang sudah berada di sampingku semenjak kakiku diinjakkan lagi di sini.

“Tapi tuan dan nyonya sedang tidak ada di sini.. Kenapa nona tidak memberitahu bibi dulu kalau mau datang?” sahut bibi Kim.

“Aku mau meluruskan masalah dengan Appa. Membeli perusahaan orang seenaknya saja, sudah begitu pakai namaku lagi.. aishhh.. semua rahasiaku bisa terbongkar kalau begini!” cerocosku sambil berjalan ke ruang kerja Appa.

Braakk.. Aku mencari-cari sosok Appaku di ruangan itu. Siapa tau saja bibi Kim berbohong untuk menyelamatkan Appa dari amukanku, tapi ternyata memang tak ada seorang pun di sini.

“Appa odieya?” tanyaku.

“Setau bibi, tuan belum pulang dari dua hari yang lalu. Katanya sih sedang ada urusan bisnis di Tokyo. Ohh iya, non.. hari ini kan 16 Oktober.. Bukannya ada yang ulang tahun yaa sekarang?” kata bibi Kim sambil langsung memberikanku pelukan.

“ONNIEEEEEE!!!!” teriak seseorang dari belakangku.

Begitu aku berbalik, tampaklah sosok adikku yang berlari-lari kecil menghampiriku. Alice Song, satu-satunya adikku di dunia ini. Kami berbeda 5 tahun tapi ukuran tubuhnya sudah hampir menyamai diriku. Seandainya dia mirip denganku, kami pasti dikatakan kembar.. hanya saja karena rambut ikalnya yang pirang juga matanya yang biru itu membuat kami terlihat berbeda.. dia memang adik kandungku, hanya saja gen kami berbeda. Eomma memang setengah blasteran, dan mungkin dia mendapatkan gennya dari sana.

“SAENGIL CHUKKAE!” serunya langsung memelukku. Dia memang tidak terlalu fasih mengucapkan bahasa korea, karena memang jarang ke Seoul. Tapi kurasa pengucapan kata ‘saengil chukkae’nya sudah lumayan baik.

“Hello little sister.. what’s up? Where is Mommy?” tanyaku antusias, kebetulan Alice ada di sini. Biasanya dia tidak akan jauh dari Eommaku, karena dengan proporsional tubuh juga wajah yang bagaikan malaikat itu, sangat bagus dijadikan sebagai model pakaian. Eomma terus saja mengatakan dia sangat beruntung mempunyai dua orang putri yang bisa dijadikan sebagai model tetap butiknya. Sayangnya ketika aku memutuskan untuk pindah ke Seoul, Eomma sangat kecewa dan akhirnya menaruh semua harapan ke Alice. Dimana ada Alice, disitu pasti ada Eommaku.

“Yaa! Kau ini bukannya mengatakan ‘terima kasih’ atau semacamnya malah bertanya di mana Mommy?” gerutunya.

“Aku hanya ingin memperlurus masalahku dulu supaya tenang..” balasku sambil mencibir pelan.

“Eomma di sini sayang.. Happy birthday my dear Erica..” kata Eomma masuk dan langsung mengucapkan selamat padaku.

“Aigoo Eomma.. Hari ulang tahunku sebentar lagi akan berakhir.. tidak perlu memberi selamat secara berlebihan dong..” balasku.

“Padahal Appa dan Eomma mau memberikanmu hadiah yang sangat indah.. sayang Appamu lagi pergi untuk urusan bisnisnya.. terpaksa Eomma sendiri yang langsung memberitahukannya padamu..” sahut Eommaku riang.

“Memangnya hadiahnya apa?” aku tidak mau kalau eomma akan mengatakan ‘kami akan mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakan hari ulang tahunmu’. Aku tidak terlalu suka pesta.

“Well, appamu baru saja membeli saham SMent atas namamu, dan kau akan bertanggung jawab pada Super Junior. Otte? Ide Eomma bagus kan? Itu supaya kau dan Kyuhyun dapat menghabiskan waktu lebih banyak lagi..” jelas Eomma gembira.

Aishh.. jadi ini maksudnya?

“Apa eomma lupa kalau aku tidak ingin statusku diketahui publik?” gerutuku.

“Ahh.. Iya juga..” sahut eommaku. Aku hanya bisa mendecak kesal. “Tapi my dear Erica, cepat atau lambat statusmu toh pasti akan ketahuan.. Maafkan eomma yaa? Eomma hanya menginginkan agar kau bahagia..” kata eommaku terlihat menyesal.

Kringggg.. Kringgggg.. Suara telepon membahana di seluruh ruangan.

Hello?” dengan cepat eomma langsung mengangkat telepon itu. Tidak biasanya ada seseorang yang menelpon di sini sementara Appa sedang berada di luar negeri.

WHAT?!! Are you serious?!” pekik eommaku dengan wajah pucat.

What’s wrong Mommy?” tanya Alice yang rasa penasarannya juga tidak kalah dariku.

Yes.. I Know.. Sure.. I’ll take the fastest plane I can get..” Eomma langsung menutup teleponnya.

“Erica, Alice, kita harus berangkat ke Tokyo sekayang.. Your daddy get a heartattack..” kata eomma lesu.

Tanpa basa basi lagi kami langsung berangkat.

***

.Kyuhyun POV.

Dia berjanji hanya sampai Natal, tapi apa buktinya?! Aku benar-benar kecewa.. DIA TIDAK MENGHUBUNGIKU SAMA SEKALI! Bahkan ketika tahun baru, ataupun sewaktu Sungmin hyung ulang tahun.. BAHKAN KETIKA AKU ULANG TAHUN sekalipun! Tidak ada ucapan apapun.. ini sudah empat bulan lebih!

Aku juga tidak sempat untuk mencarinya. Selain karena perjanjian yang sudah kusepakati bahwa Eunrim yang akan duluan menghubungiku, Eeteuk hyung memutuskan untuk mengikuti acara We Got Married. Kami (terutama aku, Donghae, Eunhyuk, dan Sungmin hyung) sangat sibuk sebagai pembantu pemeran utamanya. Bahkan kami dikontrak untuk mendapatkan pasangan juga. Kupikir ini alasan mengapa Eunrim tidak menghubungiku.. dia sangat marah dengan kontrakku ini.

“Kyuhyunnie.. sudah ada kabar?” tanya Eeteuk hyung dengan tatapan lesu. Dia sudah 2 hari tidak tidur karena jadwalnya yang sangat padat, dan aku salut dia bahkan masih sempat menanyakan kabar Eun-ah.

“Tidak.. apa aku salah hyung?” tanyaku sambil menghela napas pelan.

“Salah kenapa?” tanya Eeteuk hyung balik.

“Aku kembali melakukan suatu hal bersama gadis lain..” kataku pendek. Semua hyungku sudah tau kalau Eunrim itu sangat pencemburu.

“Hyung rasa dia hanya memberimu waktu, Kyu.. Eunrim memang pencemburu.. Tapi dia juga tidak ingin melihat karirmu hancur kan? Itulah sebabnya dia menghilang lebih lama.. dia hanya tidak ingin membuatmu merasa bersalah..” jelas Eeteuk hyung dengan tenang.

.Author POV.

Sekarang, Kyuhyun kembali menjadi magnae yang rapuh.. semua anggotan Super Junior sudah merasakannya. Perlahan tetapi pasti, Kyuhyun kehilangan fondasinya. Tidak ada sosok Eunrim membuat Kyuhyun menjadi seorang robot lagi.

Eeteuk yang merupakan leader sekaligus pengganti ayah mereka di Super Junior tidak bisa tinggal diam. Dia tau bahwa magnaenya itu ingin mencari Eunrim, hanya saja kewajiban yang membuat Kyuhyun masih menetap. Dia juga tau bahwa sangking inginnya Kyuhyun bertemu dengan sumber kehidupannya saat ini, handphonenya tetap dinyalakan 24 jam. Bahkan di saat mereka syuting ataupun konser. Eeteuk berani bertaruh seandainya ponsel itu berdering dengan nada khusus yang disetel Kyuhyun hanya untuk Eunrim, tanpa menunggu lagi pasti dongsaengnya itu akan langsung mengangkatnya.

Kalau mau dikatakan Eeteuklah yang paling banyak schedulenya, tapi itu tidak membuatnya menjadi capek. Karena Eeteuk melakukan segalanya dengan keinginannya sendiri, tanpa paksaan. Lain halnya dengan Kyuhyun.

Menurut laporan Sungmin, Kyuhyun jarang berbaring di tempat tidur. Dia hanya menghabiskann waktunya untuk memelototi ponselnya, menunggu seandainya deringan yang selama ini dinantikannya akan berbunyi. Pada akhirnya dia akan tertidur dengan posisi duduk, itupun hanya bertahan beberapa jam. Entah mimpi apa yang didapatkan Kyuhyun sehingga membuatnya selalu terbangun dengan keringat dingin ataupun teriakan. Kalaupun Sungmin berusaha untuk memindahkan dongsaengnya itu ke tempat tidur, semuanya toh sia-sia.

Kyuhyun memang tidak pernah secara terang-terangan mengatakan permasalahannya, tapi para hyungnya sudah mengetahuinya luar-dalam. Mereka berusaha menyesuaikan semuanya dengan keadaan Kyuhyun.

“Kau yakin magnae kita tidak akan gila kalau terus-menerus dibiarkan seperti itu?” bisik Shindong di sela-sela pembicaraan Eeteuk dan Kyuhyun. Semua sedang mengintip (lebih tepatnya memperhatikan secara langsung) pembicaraan kedua manusia di depan mereka. Satu lagi tanda-tanda bahwa Kyuhyun berubah.. dia bahkan tidak menyadari para hyung yang mengawasinya sejak tadi, padahal biasanya walaupun di balik tembok sekalipun mereka pasti ketahuan.

“Entahlah.. Di satu sisi aku prihatin melihatnya, tapi di sisi lain aku juga senang karena dia sangat diam akhir-akhir ini..” komentar Eunhyuk tanpa perlu mengecilkan suaranya.

“Kau belum melihat bagaimana kalau dia sudah mengigau, Hyukkie.. aku saja sampai tidak bisa tidur!” semprot Sungmin.

“Jadi bagaimana cara kita supaya mengetahui keberadaan Eun-ah? Setauku dia cuma hidup seorang diri di Seoul..” kata Donghae sambil menunjukkan raut muka serius.

“Soohwa mengetahuinya, tapi dia tidak pernah sekalipun membuka mulutnya.. Aku sudah melakukan segala cara agak mendapat informasi Eunrim, dan hasilnya.. nihil! Yeojaku itu terlalu pandai menyembunyikan sesuatu..” cerocos Yesung.

“Atau kau yang terlalu bodoh untuk memintanya.. rayuanmu itu tidak pernah tepat sasaran hyung! Sini biar aku saja yang mencoba..” sahut Eunhyuk.

Bugghh.. “Jangan pernah menyentuh yeojaku, Hyuk! Aku tidak akan segan memanggangmu hidup-hidup kalau kau melakukannya!” seru Yesung setelah sukses memberi bogem mentah pada Eunhyuk.

“Kalian membicarakan apa?” tanya Kyuhyun dengan tatapan kosong.

“TIDAK ADA!” jawab semuanya serentak.

“Hmm, kalau begitu aku tidur dulu yaa.. entah kenapa akhir-akhir ini mataku terasa sangat berat..” kata Kyuhyun pelan. Dia lalu berjalan dengan gontai menuju kamar.

“Wookie.. Kau memberikan obat tidur lagi di minuman Kyu?” tanya Eeteuk.

“Apa boleh buat hyung.. pilihan terbaik hingga saat ini.. daripada Kyu tidak tidur semalaman kan?” jawab Ryeowook polos.

“Kita harus mencari Eunrim secepatnya!”

***

.Eunrim POV.

“Miss Song, untuk hari ini sekian saja.. kalau nona berkenan, tolong berikan laporan ini pada Mr.Song untuk ditandatangani..” kata Mr.Park yang memberikanku sebuah map merah.

“Arraseo ajussi..” jawabku singkat lalu melepas kacamata yang bertengger di hidungku.

Inilah kehidupan baruku selama empat bulan terakhir. Setelah mengetahui bahwa Appa terkena serangan jantung dan harus beristirahat penuh selama beberapa waktu, akulah yang mengambil alih seluruh kegiatan perusahaan. Tidak mudah memang, jika harus diperbandingkan dengan skill dan juga umurku yang dapat dikatakan sangat ‘hijau’ dalam dunia bisnis. Untungnya ada Mr.Park – orang kepercayaan Appa – yang selalu setia membantuku.

Kalau ditanya apa aktivitas yang kulakukan sekarang, aku hanya akan menjawab KERJA. Itulah yang menjadi prioritas utamaku saat ini. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Appaku lagi, jadi sebagai anak sulung keluarga Song, sudah sepantasnya aku mengemban tugas ini. Toh aku memang sudah dipersiapkas sejak masih kecil, hanya karena kepindahanku di Seoul membuat Erica Song bertransformasi menjadi gadis biasa.

Ngomong-ngomong soal Seoul, sudah empat bulan juga aku tidak menghubungi Kyuhyun. Dari kabar yang kudengar sih, dia sedang sibuk syuting We Got Married. Mungkin ada juga untungnya aku menetap di Tokyo sekarang, setidaknya namja itu terbebas dari semprotan mematikanku. But, I really miss him so much! Hanya saja tidak dapat dipungkiri, aku tidak mempunyai cukup waktu. Hidupku hanya berputar di tempat yang sama. Kamar tidur – kantor Appa – kuliah – perpustakaan. Hanya itu. Setiap pagi aku harus standby di kantor Appa, sekaligus menerima materi kuliah online, lalu sore ketika pulang langsung mengerjakan segunung tugas baik itu tugas kuliah maupun pekerjaan. Ponselku saja aku lupa meletakkannya di mana.

“Nona bisa pulang cepat hari ini..” kata Mr.Park lagi sambil memberikan amplop biru safir padaku.

Aku mengerutkan kening.. Ini baru selesai jam makan siang, kenapa aku sudah diijinkan pulang? Aku tau hari ini memang tidak ada jadwal meeting maupun kuliah, tapi sudah kewajibanku tetap tinggal dan duduk manis sampai jam kerja selesai kan?

“Amplop apa ini ajussi?” tanyaku bingung. Jika amplop yang berhubungan dengan pekerjaan sudah jelas tidak akan berwarna seperti ini.

“Tiket Super Show 4? Di OSAKA?” pekikku tidak percaya saat melihat isi amplop itu.

“Ajussi sudah membatalkan semua schedule hari ini, jadi pergilah menonton namjamu..” kata Mr.Park sambil tersenyum tulus.

“OMMO! Jeongmal gomawoyo ajussi!” seruku girang lalu langsung beranjak dari kursi nan empuk yang kududuki sejak tadi.

***

“Kau sudah memberikan tiket itu ke Soohwa?” tanya Eeteuk pada Yesung.

“Tapi Soo-ah sendiri tidak dapat menjamin bisa mendatangkan Eun-ah atau tidak. Dia cuma mengatakan kalau saat ini Eun-ah berada di Tokyo dan sangat sibuk..” jawab Yesung di sela-sela make upnya.

“Tapi Tokyo dan Osaka kan berbeda.. kalau memang Eunrim sangat sibuk maka kecil kemungkinannya dia akan muncul di sini..” komentar Shindong yang sedang mencoba bajunya.

Saat ini semua member Super Junior sedang bersiap-siap untuk mengadakan Super Show 4 di Osaka.

“Setidaknya kita sudah mencoba..” potong Sungmin.

“Haahh.. mencoba sih mencoba hyung, tapi percuma juga kalau gagal kan?” cerocos Ryeowook cerewet.

“Mau lihat Kyuhyun begitu terus menerus?” tanya Donghae disusul gelengan Ryeowook.

“Kalau begitu ini merupakan harapan terbesar kita saat ini..” komentar Eunhyuk.

“Tempatnya sudah kau pilih kan, Minnie?” tanya Eeteuk memastikan.

“Aku sudah memilih tempat yang pasti akan dilihat Kyu berkali-kali. Dan semoga saja Kyu tidak terlalu bodoh sampai melewatkan kesempatan ini. Setidaknya biarkan dia melihat ‘angel’nya walau hanya dari atas panggung..” jawab Sungmin.

***

 .Eunrim POV.

Heuhh.. tidak ada harapan. Kenapa juga aku dengan bodohnya langsung pergi dengan kostum seperti ini?! Aku bahkan tidak percaya dengan tampilan yang terpantul di cermin.

Gadis berkacamata kuda, rambut kepang asal-asalan, lengkap dengan busana jas kantoran yang sukses membuat umurku terlihat lebih tua beberapa tahun. Seandainya gadis yang duduk di sebelahku tidak menatap dengan tatapan ‘menilai’ seperti tadi, aku mungkin tidak akan sadar dengan tampilanku. Aku lebih mirip reporter daripada penonton kalau seperti ini.

Apa aku keluar dulu untuk berganti busana? Tapi konser akan dimulai sebentar lagi. Apa boleh buat.. ayo Song Eunrim! Kau hanya perlu memasang wajah tembok sampai lampu dimatikan, setelah itu tidak akan ada yang sadar dengan penampilanmu.

Akhirnya dengan pasrah aku kembali ke tempat dudukku.

“*&^%$#@!*&^%$#@!*&^%$#@!?” Nilai plus karena aku tidak tau berbahasa jepang, aku tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan gadis di sampingku ini.. jadi walaupun dia mengomentari tentang busana yang kukenakan saat ini, toh aku juga hanya akan membalas dengan cengengesan tanda tidak mengerti.

So, you can’t speak Japanese?” ohh tidak, kalau bahasa yang ini terdefinisi di otakku.

Well, yeah..” jawabku singkat.

“Kalau begitu kau bisa berbahasa Korea?” tanya gadis itu lagi. Dia sepertinya sangat antusias sekali dari tadi.

“Hmm, begitulah.. karena aku memang keturunan sana.. kau orang Jepang tapi fasih berbahasa Korea?” tanyaku.

Lampu sudah dimatikan dan saat ini VCR opening dimainkan.

“Bukan.. Karena merekalah sampai aku bisa fasih seperti ini..” tunjuk gadis itu pada layar lebar di hadapan kami.

Ahh.. berapa lama aku tidak melihat wajahmu Mr.Cho? Jujur aku tidak terlalu suka melihat warna wambutmu, kau mengikutiku!

“Jadi kau bolos kerja hanya untuk menonton SS4? Aku juga..” Jawabnya riang. “Namaku Charlette Ann dan aku jauh-jauh dari Franche hanya untuk menemui Hyukkie.”

Aku shock mendengar perkataannya. Tapi tunggu dulu, di mana aku pernah mendengar nama ini? Terdengar sangat familiar di telingaku.

“Dan namamu?” tanyanya balik.

“SONG EUNRIM!!!!” terdengar suara cempreng dari belakangku. Hanya ada satu manusia yang mempunyai ciri suara seperti itu.

“Soohwa, kau datang ke sini?” tanyaku tidak percaya.

“YAA! Tentu saja aku datang! Kau tidak tahu apa, sudah berapa lama kau menghilang dari peredaran bumi?! Empat bulan! Dan selama empat bulan itu kau kemanakan saja ponselmu hah??” semprot Soohwa meluap-luap.

“Aku hanya perlu menyesuaikan diri dengan lingkunganku yang sekarang Soo-ah.. dan ponselku? Aku lupa meletakkannya di mana..” kataku pelan. Ohh.. ternyata oppadeul yang memberikan tiket ini. Pantas saja aku mendapat tempat strategis bersama Soohwa di sini.

“Ini lightstickmu..” kata Soohwa sambil memberikanku sebuah lightstick. “Jangan kau nyalakan sampai waktu yang tepat yaa..”

Aku tidak sempat melihat lightstick apa yang Soohwa berikan padaku, karena lampu sudah keburu dipadamkan. Toh aku juga tidak terlalu mempermasalahkan lightsticknya, yang penting aku bisa memanjakan mataku untuk beberapa jam kedepan itu juga sudah cukup.

***

“NYALAKAN LIGHTSTICKNYA SEKARANG!” teriak Soohwa di tengah-tengah konser.

“Haah?” aku yang memang dari tadi sudah terpikat dengan penampilan Kyuhyun tidak mencerna kata-katanya. Saat ini memang Kyu sedang berada sejajar denganku, tapi kurasa dia toh tidak menyadari kalau aku berada di sini.

“AKU BILANG NYALAKAN LIGHTSTICKNYA!” kali ini Soohwa tanpa basa-basi lagi langsung menyalakan dan mengangkat tanganku yang sedang memegang lightstick.

Aku menatap lightstick yang sedang kupegang itu. Lightstick bertuliskan ‘SONG EUNRIM’ dengan warna merah menyala. Ommonaa!! Apa yang kaulakukan Choi Soohwa?! Hanya aku satu-satunya orang yang memegang lightstick dengan warna selain biru safir. DAN, yang tertulis di situ adalah namaku.

“Yaaa!! Aku malu memegang lightstick ini!” kataku sambil berusaha menurunkan tanganku.

“Bertahanlah sebentaaar lagi.. Hanya sampai Kyuppa melihatmu..” tawar Soohwa dengan senyum jahilnya sambil terus mengangkat tanganku.

***

.Author POV.

“Kyuhyunnie, hyung tau kau sedang tidak mood. Tapi kami mohon buatlah konser ini menjadi meriah yaa..” kata Eeteuk.

Kyuhyun hanya mengangguk pelan masih dengan mata tertutup. “Arraseo.. Aku janji tidak akan berbuat macam-macam..”

“Dan usahakan melihatlah ke arah penonton.. siapa tau ada angel cantik yang muncul di depan matamu..” kerling Eunhyuk jahil.

Kyuhyun membuka matanya lalu melotot pada Eunhyuk. “Apa maksudmu?”

“Tidak ada maksud apa-apa, Kyu.. Hyukkie hanya mencoba untuk membuatmu nyaman sebelum konser.. Tapi ada juga benarnya.. Siapa tau saja kau bisa menemukan seseorang yang saat ini sedang kau tunggu-tunggu.” sahut Donghae sambil tertawa kecil bersama Eunhyuk.

Kyuhyun hanya bisa memutar bola matanya. Dia benar-benar tidak ingin dipermainkan saat ini. Tidak di saat moodnya naik-turun sementara konser akan segera berlangsung. Hanya topeng kepalsuan yang dapat dipakainya untuk menyembunyikan perasaannya.

***

.Kyuhyun POV.

Apa itu? Seseorang memasang lightstick merah di antara kerumunan lautan sapphire. Benar-benar kreatif sekali untuk menarik perhatian kami. Tapi tunggu dulu, tulisannya ‘SONG EUNRIM’?

“Gadismu berada di sana..” bisik Eeteuk hyung sambil menunjuk ke arah lightstick merah tadi.

Maksud hyung yang disana itu benar-benar Eun-ah?! Dia dari tadi menontonku?

“Yaaa! Hyung.. yang tadi itu benar-benar Eun-ah??” tanyaku begitu kami mendapatkan kesempatan bicara di bawah panggung.

“Keurom.. Kan tadi kami sudah mengatakan untuk mempertajam matamu..” jawab Eeteuk yang sibuk berganti baju.

Aku hanya diam terpaku. Jadi ini maksud para hyung menggodaku tadi? Hanya saja aku tidak yakin itu adalah Eunrimku. Maksudku.. penampilannya sangat berbeda. Dia terlihat seperti wanita kantoran. Seandainya aku tidak melihat Soohwa disebelahnya, mungkin aku tidak akan percaya kalau itu gadisku.

“Cepat ganti bajumu, Kyu! VCRnya sudah hampir selesai!” teriak Donghae hyung yang lalu berlari duluan menuju tempat kami akan muncul sebentar.

Ahh.. Mungkin ini hadiah yang diberikan hyung padaku..

Selama konser aku hanya dapat memfokuskan mataku ke satu titik. Bagaimana caranya agar aku dapat menariknya ke belakang panggung? Aku butuh berbicara dengannya. Jangan-jangan dia akan segera kabur begitu melihatku.

ENCORE! ENCORE! ENCORE! Teriakan para ELF membahana di seluruh gedung. Aku tidak memperdulikan mereka dan tetap berjalan di tempat yang dari tadi memang kupantau. Walaupun harus berjalan dari bawah panggung tidak membuat mata elangku buta. Aku tetap bisa melihat Eunrim dari jarak yang tidak dapat terlihat hanya dengan mata telanjang.

.Author POV.

“Aku rasa harus segera beranjak dari sini, Soo-ah.. Masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan..” kata Eunrim sambil mulai merenggangkan ototnya.

“Kau yakin tidak mempunyai waktu tambahan? Aku rasa Kyuppa ingin sekali bertemu denganmu..” kata Soohwa meyakinkan.

“Aniyoo.. Aku benar-benar sibuk saat ini. Kondisi appa memang sudah membaik, tapi itu justru lebih mencemaskan. Appa tidak bisa hanya tinggal diam di tempat tidur, dia pasti akan berusaha untuk melakukan sesuatu.. dan eomma juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama. Jadi dia sudah duluan balik ke NY. Sementara Alice? Anak itu tidak bisa dipercaya.. pasti ada saja yang dia kerjakan dan bukannya memantau Appa..” Cerocos Eunrim tanpa henti.

“Jadi aku benar-benar tidak dapat menahanmu lagi? Padahal dari tadi kulihat Kyuppa ingin sekali lari menuju ke tempat ini..” sahut Soohwa polos.

“Mungkin lain kali.. toh aku sudah melihat tampangnya.. kurasa pipinya bertambah chubby, badannya juga tidak sekurus waktu kutinggalkan.. itu menandakan kalau dia baik-baik saja.. lagipula kurasa dalam waktu dekat ini Appa akan kembali mengambil alih perusahan, jadi menunggu sebentar lagi tidak apa-apa kan?” kata Eunrim sambil mulai berjalan menuju pintu keluar.

Soohwa menghela napas. Tapi dia langsung tersenyum begitu melihat sosok Kyuhyun yang berlari mengikuti Eunrim. “Hmm, kurasa tugasku sudah selesai di sini.. Sekarang, Yeppa di mana ya?”

Eunrim hanya mengerutkan dahinya. Dia akhirnya memutuskan untuk tetap berjalan ke luar gedung.

Dengan cepat Kyuhyun menyusul Eunrim. Untungnya sudah banyak penonton yang meninggalkan gedung, sehingga Kyuhyun segera menyusul lalu menggenggam tangan Eunrim. Dia langsung menarik gadis itu ikut ke belakang panggung secepat mungkin.

.Eunrim POV.

Aku merasa seseorang menggenggam tanganku dengan erat dan langsung menarikku.

“Yaa!” sewaktu aku ingin protes, aku akhirnya melihat siapa yang sedang menarik-narik tanganku. “Kyu..”

“Aku ingin menyelesaikan masalah denganmu.. tapi tidak di sini..” katanya yang tambah mempererat cengkramannya.

“Kyu.. slow down..” aku kesulitan menyamakan kecepatan jalanku dengannya. Bagaimana tidak? Heelsku tiba-tiba patah karena kuat tarikannya tapi dia tidak memerdulikannya dan hanya terus menarik-narikku layaknya orang gila.

Blaaamm.. setelah dia memaksakanku masuk di dalam ruangan, pintunya dibanting begitu saja.

“KAU MAU AKU BUNUH DIRI DI DEPANMU?!!” teriakan Kyu membahana di seluruh ruangan.

“Hah?” aku belum bisa mencerna seluruh kalimat yang dia ucapkan tadi. Aku masih setengah kaget melihat para oppadeul yang sedang bertukar pakaian.

“Err.. Aku rasa sebaiknya kita keluar dulu.. Pasangan ini membutuhkan ruangan untuk berdua saja..” kata Eeteuk sambil mengomando semua oppadeul beserta dengan staff yang sedang membantu mereka berganti kostum.

Mereka semua dengan diam keluar satu per satu dari ruangan. Beberapa staff menunjukkan tanda tanya besar di wajahnya. Kurasa aku perlu membuat semacam konfrensi pers dengan mereka setelah ini.

Aku akhirnya melihat ke arah namja frustasi yang sedang berlutut di hadapanku. DIA BERLUTUT?!

“Yaaa! Cho Kyuhyun.. Kau seperti orang gila..” candaku berusaha menaikkan aura di ruangan ini.

Dia menatapku dengan mata merahnya. Ommo.. kurasa aku perlu menarik kembali kata-kataku.

“AKU MEMANG SUDAH GILA! Aku sudah mengerti bagaimana rasanya kau campakkan selama empat bulan ini.. kumohon Eun-ah.. tidak bisakah kau memaafkanku?” cicit Kyu yang mulai mengacak-acak rambutnya.

“Tunggu.. aku harus memaafkanmu dengan alasan apa?” tanyaku polos. Bukankah seharusnya aku yang meminta maaf? Kan aku orang yang sudah membiarkanmu seperti ini selama empat bulan.

“Entahlah.. Aku hanya merasa.. jika aku perlu meminta maaf 1000 kali pun akan kulakukan, asalkan kau tetap di sisiku.. aku benar-benar kehilanganmu Song Eunrim!” seru Kyu dengan nada putus asa.

Apa yang sudah kulakukan sampai raja iblis ini bertekuk lutut padaku?

“Mianhae.. mianhae.. mianhae.. mianhae.. mianhae..” dia terus mengulang-ulang perkataan yang sama.

“Yaa! Kyu, kenapa kau minta maaf..” tanyaku kebingungan. Tanpa sadar aku juga ikut berlutut.

Dia langsung memelukku erat. “Karena aku adalah seorang yang lemah tanpamu.. Jadi kumohon.. Bisakah kalau kau tidak meninggalkanku lagi?” aku merasakan napasnya yang hangat di sekitar leherku.

“Aku sangat merindukanmu Miss Song..” bisik Kyu di telingaku. Kenapa aku bisa merupakan suaranya yang sangat merdu ini?

Aku membelai-belai rambutnya. “Nado.. Aku juga seharusnya mengatakan maaf karena tidak menepati janjiku..”

Kami menikmati saat-saat seperti ini selama beberapa saat.

“Kalau begitu kau harus menjelaskan padaku perihal kehilanganmu selama empat bulan!” katanya sambil mencubit hidungku.

“Sederhananya, Appa terkena serangan jantung jadi aku harus menggantikannya bekerja di perusahaan.. dan itu benar-benar menyita waktuku.” jelasku singkat.

“ABOJI TERKENA SERANGAN JANTUNG?!” teriak Kyuhyun yang hampir membuat gendang telingaku pecah.

“YAA! Aku saja tidak sedramatisir begitu sewaktu mengetahuinya!” seruku lalu mengetuk kepalanya pelan.

“Kenapa aku tidak mengetahuinya?” tanya Kyu sambil memanyunkan bbibirnya.

Aku memutar bola mataku. “Yaa ampun.. memangnya aku harus melapor ya? Kau sendiri kan sibuk dengan syutingmu bersama artis taiwan itu kan?” aku tiba-tiba teringat dengan kabar WGMnya itu.

“Kau sudah melihatnya??” tanya Kyu sambil menatap dalam mataku. Kau mau coba membaca pikiranku yaa. Hanya saja Mr.Cho, aku akan menjawabmu dengan jawaban jujur..

“Belum.. Buat apa aku menggugah imanku hanya demi melihatmu berakting dengan gadis lain?” tanyaku balik sambil menatap matanya tajam.

Setelah selesai mengecek apakah ada tanda-tanda kebohongan di mataku, akhirnya Kyuhyun menghela napas lega.

“Jangan-jangan ada sesuatu sampai aku tidak boleh melihatnya?” tanyaku lagi sambil menyipitkan mata.

“Aniyoo.. benar-benar tak ada sesuatu..” jawabnya cepat.

Hmm, aku memang tak berniat untuk menonton adegannya.. dan kuharap memang tak ada apa-apa.

“Heuhh.. rasa-rasanya aku sudah tidak melihatmu selama beberapa abad Eun-ah.. Dan hanya perasaanku saja atau memang kau tampak sedikit lebih tua?” ucap Kyu sambil merapikan poniku.

Duakk.. dengan sukses aku memukul kepalanya. Gadis mana sih yang rela dikatakan ‘tua’ oleh seorang pria?

“Aishhh.. sudah kuduga kostum ini memang tak sesuai denganku!” kataku lalu melepas kacamataku.

“Aku hanya bercanda! Kenapa juga kau memukul kepalaku.. sakit tau!” seru Kyu yang mengusap-usap kepalanya.

“Biarkan saja! Toh kepalamu itu sekeras batu..” kataku tapi akhirnya kuusap juga dahinya yang mulai terlihat merah itu.

Setelah bertemu dengannya, entah mengapa tapi  kurasa segala penderitaanku telah berakhir. Seolah-olah bebanku selama empat bulan ini menghilang begitu saja.

“Jadi kau akan ikut after party bersamaku?” Tanya Kyuhyun memecah keheningan.

Ohh tidak!

“Anii. Aku harus kembali ke Tokyo secepatnya..” tolakku. Setiap malam aku harus menemani Appa makan malam dan mengecek jadwal obatnya.

“Apa kau benar-benar harus pergi? Kapan kau akan kembali?” tanyanya dengan tatapan sendu lagi.

Aku merasa tak tega melihat tampangmu yang seperti itu Mr.Cho.

“Beri aku beberapa bulan lagi.. setelah Appa benar-benar pulih, aku akan kembali menemuimu..” jawabku bersungguh-sungguh.

“Yaksok?”

“Ne..”

***

“YAA hyung! Aku sudah bilang aku sedang tidak mood pergi ke mana-mana!” kataku dengan wajah cemberut.

Aku benar-benar capek setelah SMTOWN, kenapa pula mereka langsung menyuruhku untuk bersiap-siap? Memangnya kita mau show di mana lagi?!

“Cepat ganti bajumu, Kyu!” kata Eeteuk sambil melempar kemeja putih ke wajahku. “Dan aku tidak mau melihat kau memasang wajah seperti itu!”

Dengan cepat langsung kuganti saja bajuku asal-asalan. “Sudah kan kakek tua?” Sindirku.

“Berhentilah bersikap begitu pada Eeteuk Hyung, Kyu. Aku tau kau capek, kami semua juga capek. Tapi masih ada tanggung jawab lain di pundakmu.” Kata Sungmin hyung menasihatiku.

“Memangnya tanggung jawab apa lagi? Bukannya tugas kita datang ke sini hanya untuk SMTOWN?” balasku.

Eeteuk hyung yang dari tadi hanya duduk diam di depanku mengeluarkan sebuah amplop putih gading berpita merah dari saku jasnya. “Undangan khusus untuk kita..”

Aku langsung membacanya tanpa disuruh lagi.

Dear Super Junior,

Aku mengundangmu ke pesta ulang tahunku yang ke-18. Kuharap kalian semua datang dan menyumbangkan beberapa penampilan terbaik untukku. Semua fasilitas sudah tersedia, jadi kurasa kalian tidak perlu repot mempersiapkan apapun.

With Love,

S.E.R

Tulisan tangan yang sangat rapi, lengkap dengan aroma Vanilla yang menusuk hidungku.

“Seorang fans yang mengundang kita?” tanyaku sambil mengangkat kedua alisku.

Eeteuk hyung menganggukkan kepalanya. “Bahkan kostum, kendaraan, dan upah manggung kita juga sudah disiapkan..”

“Upahnya lima kali lebih besar dari yang biasanya loh..” sambung Eunhyuk yang sudah full berpakaian.

“Sepertinya juga jas-jas ini dari designer ternama..” tambah Yesung yang dari tadi terus mengamati setiap inchi jasnya.

“Well, kami juga beruntung dapat jatah?” kata Zhuomi yang datang bersama Henry.

“Sepertinya SJM on stage juga!” seru Ryeowook girang.

“Cepat pakai jasmu, Kyu! Cuma kau yang belum bersiap-siap!” tegur Donghae hyung.

Tunggu dulu. Ini semua seperti sudah kuketahui polanya. Hanya saja ada sesuatu yang luput dari pemikiranku. Tulisan tangan itu, sangat familiar di mataku. Dan bau Vanilla itu. Aku yakin seseorang selalu memakai aroma yang sama. Juga singkatan nama itu, S.E.R..

SONG EUN RIM!

.Author POV.

“Astaga! Makhluk ini bahkan tidak bergerak sama sekali!” gerutu Yesung.

“Bawa saja, nanti dia juga akan sadar sendiri.. kita tidak punya banyak waktu..” kata Eeteuk yang mengambil jas Kyuhyun lalu langsung keluar ruangan.

“Dia seperti anak autis semenjak Eunrim meninggalkannya. Bantu aku mengangkatnya hyung!” cerocos Eunhyuk sambil mengisyaratkan Shidong agar membantunya.

“Kau benar, Hyuk. Dia seperti sedang berada di dunianya sendiri..” sahut Zhuomi setelah mengamati Kyuhyun.

“Apa juga kubilang. Kurasa setelah kita selesai menghibur fans yang sangat dermawan itu, sebaiknya mulai saja pencarian Eunrim. Aku tidak tega melihat dongsaengku sudah setengah gila begini.. terakhir mereka bertemu saat SS4 OSAKA, dan itu sudah beberapa bulan lalu..” tambah Sungmin disusul beberapa anggukan kepala.

“Ngomong-ngomong soal dermawan, kurasa fans ini terlalu berlebihan..” kata Ryeowook setengah tercengang melihat kendaraan di depan mereka.

“Ini disiapkan khusus untuk kita?” Pekik Eunhyuk yang tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya.

“Aku selalu iri melihat MV 2PM, tapi sekarang akhirnya aku juga akan merasakan duduk di dalam LIMO!! Huahahaha!” jerit Donghae kegirangan.

“Kurasa dia bukan sembarangan fans..” sahut Siwon angkat bicara.

Sementara mobil berjalan..

“Jadi kita mau dibawa ke mana?” tanya Henry polos.

“Entahlah.. Toh tidak ada clue apapun dari manager kita. Cuma satu hal yang kuketahui, orang ini baru saja membeli sebagian saham SM. Itulah kenapa kita mendapat kesempatan untuk mengisi acaranya..” jelas Eeteuk disusul suara ‘ohhh’ dari lainnya.

“Memangnya kalian tidak tau siapa orang dibalik semua ini?” kata Kyuhyun tiba-tiba mengagetkan semua orang.

“Akhirnya kau sadar juga! Aku hampir menyiramimu dengan wine ini..” sahut Shindong yang sedang memegang sebuah gelas.

“Aku tau.. putri pemilik pengusaha besar.. Siapa ya tadi hyung sebutkan? Ss.. Sssoo.. Ahh! Song Group..” balas Eeteuk.

“SONG GROUP?!!” jerit Siwon dan Sungmin bersamaan.

“Waeyo? Ada yang salah?” tanya Eeteuk dengan raut wajah polosnya.

“Selamat datang tuan-tuan.. Silakan mengikutiku, aku yakin miss Song sudah tidak sabar menunggu kalian..” kata seorang ajushi begitu dia membuka pintu mobil kami.

“Song Group. Perusahaan dengan 400 lebih hak paten. Cabang perusahaan ini sudah tersebar di sebagian besar belahan dunia. Suatu kehormatan besar jika kita dapat mengisi acara keluarga Mr.Song. Aboji selalu pulang dengan wajah gembira setelah selesai menandatangani kontrak dengan Song Group.. sudah kuduga yang mengundang kita bukan sembarangan orang.” gumam Siwon.

Sungmin juga angkat bicara. “Sama denganmu, Woonie.. Abojiku juga selalu bergembira ria kalau selesai menandatangai kontrak dengan mereka..”

“Yang mau kita isi acaranya ini pesta ulang tahun putrinya kan? Wahh.. Siapa tau dia tertarik pada salah seorang diantara kita..” kata Eunhyuk dengan semangat membara.

“I’ll pass.. Aku sudah punya Soohwa..” sahut Yesung tidak tertarik.

“Kau pikir mendapatkan hati putrinya itu gampang, Hyuk? Yeoja ini pasti sudah mempunyai tunangan bahkan sebelum dia lahir.. itu sudah hak paten bagi anak-anak pengusaha..” tambah Siwon.

“Yaa siapa tau saja belum kan? Mungkin dia menunggu salah seorang dari kita di sini? Kekeke~” seringai Eunhyuk kembali muncul.

“Dia milikku, monkey!” geram Kyuhyun tiba-tiba lagi. Dengan cepat Kyuhyun langsung mencengkram kerah baju Eunhyuk.

“YAA!! Kenapa kau marah! Kau sendiri sudah punya Eunrim kan? Kau tidak mau melihat hyungmu ini bahagia apa?!” seru Eunhyuk juga tidak mau kalah.

“Jangan bertengkar di tempat seperti ini!! Kalian berdua itu memalukan! Ini tempat umum! Berhenti! Kyuhyun! Lepaskan cengkramanmu! Eunhyuk, berhentilah berkata tidak-tidak!” kata Eeteuk yang panik karena kedua dongsaengnya bertengkar di hadapan banyak tamu.

Memang dari tadi mereka sudah berada di hall yang dipenuhi banyak tamu, bahkan dapat dikatakan tamu-tamunya bukan hanya berasal dari Korea saja. Walaupun sebagian orang tidak tertarik ataupun tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan, tapi tetap saja itu merupakan hal yang memalukan.

“Apa pula maksudmu ‘dia milikku’ hah? Kau sudah gila karena ditinggal yeojamu?!” geram Eunhyuk yang tidak terima diperlakukan seperti tadi oleh Kyuhyun.

“Kau masih tidak sadar siapa yang mengundang kita?” balas Kyuhyun dingin.

“Kita sedang membicarakannya..” cicit Ryeowook.

“Kalian tidak baca siapa pengirim suratnya?” tanya Kyuhyun masih dengan nada dingin.

“S.E.R.. Kami baca kok..” jawab Donghae.

“S.E.R. Kalian masih tidak menyadarinya?” tanya Kyuhyun mulai bisa mengendalikan diri.

“Bagaimana mungkin kami bisa menyadarinya kalau orangnya saja tidak pernah ditemui?” tanya Shindong balik.

“Song.Eun.Rim! Apa sebegitu susahnya?” jerit Kyuhyun frustasi. “Selama ini aku berusaha menyembunyikan statusnya. Hah! Lalu apa yang dia lakukan? Mengundang kita semua di sini? Lalu apa yang harus kulakukan sekarang?!” cerososnya.

Semuanya terdiam untuk mencerna perkataan Kyuhyun.

“Tunggu sebentar. Maksudmu Eunrim yang selama ini kami kenal adalah putri pemilik perusahaan Song Group?” tanya Siwon mengkonfirmasi penyataan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya memutar bola matanya.

“Oppaaa~” seru seseorang.

“Soo-ah? Kau di sini?? Whoaaa..” Yesung dengan riang langsung memegang kedua tangan Soohwa.

“Kalau begitu memang benar-benar Eunrim yang kita kenal..” cicit Ryeowook.

“Dan kau! Lee Hyukjae! Jangan pernah berpikir untuk menggoda milikku!” geram Kyuhyun dengan aura evilnya.

“Siapa yang bilang aku ini milikmu, babogateun?” kata seseorang di belakang Kyuhyun.

Tanpa memastikan siapa yang berkata seperti itu, Kyuhyun dengan cepat berbalik dan langsung memeluk tubuh yang selama ini sangat dirindukannya.

Miss me?” kata Eunrim sambil cekikikan.

“Aishh.. Hilang deh kesempatanku..” sesal Eunhyuk.

“Sebentar.. Aku tidak mengerti.. Selama ini Miss Song berada di dekat kami??” tanya Siwon masih setengah percaya.

Eunrim masih cekikikan tidak jelas. “Kau pikir siapa, oppaku tersayang? Aku hanya tidak ingin kau, Sungmin oppa, dan oppadeul yang lain mengetahuinya.. jadi kusembunyikan saja..”

“Dan aku masih menepati janjiku kan? Bukan aku yang membocorkannya..” tambah Kyuhyun yang masih belum juga melepaskan pelukannya.

“Arraseo..” sahut Eunrim pelan.

Terdengar suara dentingan gelas. Semua mata tertuju ke sumber suara yang tak lain adalah Mrs.Song.

“Para hadirin sekalian, terima kasih telah menyempatkan waktu kalian untuk datang. Di hari yang berbahagia ini selain merayakan pesta ulang tahun putri sulung kami yang sudah terlewat beberapa bulan yang lalu, dan juga sekalian merayakan sehatnya kembali Mr.Song, kami selaku orang tua ingin menyampaikan sesuatu yang tidak kalah pentingnya..” Tepuk tangan terdengar dari seisi ruangan.

“Karena usia putri sulung kami yang sudah dewasa, maka sekarang kami akan mengumumkan bahwa pewaris utama Song Group, Song Eunrim dengan ini telah dinyatakan resmi bertunangan dengan Cho Kyuhyun..” sambung Mr.Song sambil menunjuk ke arah Eunrim.

“Yaaa! Kau mengumumkan pertunangan di sini?” Tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Waeyo? Kau tidak mau?” balas Eunrim.

“Anii.. Nomu nomu chua.. Hemm, aku tidak sempat membawa apapun, jadi sebagai hadiah pertunangan, kuberikan ini saja?” kata Kyuhyun yang langsungmengecup bibir Eunrim.

“Hadiah pertunangan?”

-end-

 

Terima kasih untuk semua yang udah setia nunggu akhir cerita CIOR, mudah”an dilain kesempatan aku bisa buat karya lain lagi ^^

Iklan