MY DEAR LITTLE DOLL (5)

Main Cast : Cho Kyuhyun (SUJU), Song Miinah (You), AJ (U-Kiss)

Support Cast : Elison Kim (U-Kiss), Super Junior Oppadeul.

Lenght : chaptered

Genre : Romance, Friendship PG-13

Author : Song Miin Ah

 

~~~~~~

AJ POV

 

“ASTAGA!! SONG MIINAH! Kemana saja kau?!!!” bentak seorang yeoja paruh baya ketika kami sampai di gedung latihan SM. “Memangnya Eunyoung-eonni tidak memberitahumu, Hyunra-eonni?” balas Miinah santai.

“Dia memang memberitahuku! Sudah kubilang hati-hati dengan langkahmu, kan? Astaga… hanya berapa jam kau lepas dari pengamatanku, kau sudah berulah! Kau tau berapa lama Kyuhyun-ah menunggumu? Kau tau bagaimana dia mencemaskanmu? Lalu tentang kecemasan Donghae-oppa padamu?! Lalu aku? Taeyannie? Jiyoonnie? Eunyoung? Kara-ya? HAH?”

Miinah hanya memalingkan padangannya padaku. Mungkin dia minta bantuanku untuk membelanya? Tapi aku takut. Lagipula aku hanya mengantarnya.

“Minta maaf, Song Miinah! Sekarang!”

Akhirnya Miinah membungkukkan badannya 90 derajat, “Mianhaeyo.”

Rasa agak aneh dan lucu melihat anak itu tunduk pada ucapan orang lain. Entah kenapa hari ini aku melihat banyak sisi lain dari seorang Miinah. “AJ-sshi… Maaf sudah merepotkanmu. Pasti anak ini berulah ya? Saya benar-benar minta maaf!” ujar wanita itu padaku.

Aku menggeleng cepat, “Ani. Tidak merepotkan sama sekali kok.”

“Saya Park Hyunra, manager S-Project. Saya panggil orang untuk mengantarmu pulang ya? Anda tidak membawa mobilkan? Mianhae aku tak bisa mengantar. Aku tak bisa menyetir.” tawarnya. “Tidak usah. Saya bisa naik taxi, Hyunra-sshi. Karena kepentingan saya sudah selesai, saya pamit dulu. Selamat malam Hyunra-sshi, Miinah.” ujarku sambil berlalu meninggalkan mereka berdua.

 

~~~~~

Miinah POV

Tak ada yang lebih menyeramkan dan memacu adrenalin daripada omelan Hyunra-eonni. Ini lebih menyeramkan daripada yang kalian bayangkan. Selama hidup, aku baru pertama kali melihat yeoja antusias seperti dia. Entah bagaimana caranya Jonghyun-oppa mau berpacaran dengannya.

“Miinah, gwenchana?” tanya Taeya-eonni terburu-buru ketika aku masuk kedalam ruang latihan. Mungkin dia khawatir dengan perban dikakiku. “Aku baik, eonni.” Balasku.

“Kau tidak usah latihan hari ini, ok?” ujar Donghae-oppa sambil membantuku duduk. Astaga. Aku tidak apa-apa. Ini hanya lecet karena heels kok.

 

~~~~~~~

Kyuhyun POV

 

Dia masuk kedalam ruangan dengan kaki diperban. Jalannya persis seperti bebek pincang. Atau… manekin yang kakinya copot sebelah.

“Kau tidak usah latihan hari ini, ok?” ujar Donghae-hyung sambil membantunya duduk di pojok ruangan. Jujur saja aku memang tak mungkin bisa memaksanya latihan. Entah kenapa aku merasa khawatir dengan perbannya. Sakitkah? Aku mengambir 1 kaleng susu hangat dan menyodorkan kaleng itu padannya, “Sakitkah?”

Dia nampak kaget dan bingung dengan perlakukanku –walau itu dia lakukan dengan emosi dan caranya sendiri, aku tau dia kaget-

“Ahjusshi?” dia hanya memiringkan kepalanya kekiri beberapa derajat. Aku memutuskan duduk disebalahnya. “Aku Kyuhyun. Bukan Ahjusshi.” Balasku. “Tapi kau jauh lebih tua dariku. Otomatis kau adalah Ahjusshi.” Balasnya lagi.

Walau aku mencoba terbiasa dengan sikap kurang ajarnya, tetap saja omongannya terlalu menusuk. Tapi aku harus tampak berdikari didepan juniorku. Apa lagi disini bukan hanya Super Junior dan S-Project. Ada beberapa anggota SNSD disini. Seperti Fany, Yuri, Sooyoung dan Hyoyeon. Otomatis aku harus menjaga image-ku.

Aku menarik nafas dalam dan berusaha tetap tenang. Eomma bilang, gadis kurang ajar harus dilawan dengan kepala dingin. “Usiaku baru 24 tahun ini, Miinah-sshi. Lagipula aku ini maknae, kau tahu?” ujarku.

Dia mengangguk seolah mengerti, “Tahun ini kau 24? Wah.. aku saja baru 15 tahun, tahun ini. Beda 9 tahun. Jelas kau layak kusebut Ahjusshi. Lalu soal maknae… kukira Donghae-oppa yang maknae…”

Eomma… mianhae… anak ini tak bisa kulawan dengan kepala dingin. Karena… kepalaku terus panas kalau bicara dengannya, “YA! KAU…”

“Hahaha… ahjusshi-babi! Wajahmu merah lagi!” tawanya tiba-tiba. Membuat semua orang tiba-tiba saja menoleh pada kami berdua. Sontak aku langsung membekap mulutnya.“Kyuhyunnie, apa yang kau lakukan dengan Miinah-ya?” tanya Siwon-hyung membuatku gugup. Ok, Kyu… jaga image-mu, Arasso?

Aku menggeleng, “Aniyo.. kami tidak melakukan apa-apa.”

“Kau bisa membuatnya tertawa, hyung! Itu hebat!” sahut Taemin dari pojok kanan ruangan.Mwo? Tertawa? Ah iya. Miinah tertawa. Tapi apa sesusah itukah membuat Song Miinah tertawa? Aku hanya memasang wajah ‘Angel’ dan keluar dari ruangan.

“YA! AHJUSSHI! Apa yang kau lakukan?!” bentaknya ketika aku melepaskan tanganku. Dia nampak mengatur nafasnya yang terburu-buru. “Sesak?” tanyaku yang sedikit tak tega melihatnya.

Dia menatap wajahku marah, “Tentu saja! Aish, 2 kali kau nyaris membunuhku! Ahjusshi tua!!! Tua!! Merah mirip babi!!”

Gadis ini benar-benar…

“YA! YA! AKU CHO KYUHYUN! BUKAN AHJUSSHI-BABI MU ITU LAGIPULA AKU MASIH 24!” bentakku. Dia diam tiba-tiba. Bagaimana gadis kurang ajar? Amarahku lumayan seram, kan? Kau takut kan?

“Kau berlebihan…. kenapa kau begitu, oppa…”

MWO? Apa itu? Aigoo? Oppa? Dia panggil aku Oppa? Dan… itukan.. puppy eyes? Astaga! Dia beraegyo!! Rasanya wajahku mulai memanas. Neommu kyeopta!! Dia imut sekali!!

“Aku hanya bercanda…” keluhnya. Aigoo… jangan begitu.. aku jadi tak tega membentakmu lagi, kan?

“Miinah-ya…” aku memanggilnya lesu penuh penyesalan. Namun tunggu, dia tertawa! Sekarang dia tertawa lagi!

“Astaga. Wajahmu benar-benar merah sekarang. Kau jauh lebih tampan kalau sedang malu dan marah, Cho Kyuhyun! Aah.. maksudku, Oppa!” tawanya licik. Aku hanya bengong mendengarnya. Cho Kyuhyun katanya?

Harusnya aku marahkan? Harusnya aku marah kalau ia mengejekku seperti itu kan? Tapi ini… entah kenapa aku malah senang. Ini pertama kalinya dia memanggil nama lengkapku dengan wajah tertawanya yang begitu bersinar dimataku.

“Oppa!”

            Aah… aku ingin mengulang kata itu.

~~~~~~

Miinah POV

 

Ini menarik sekali. Ahjusshi itu terus saja memerah wajahnya setiap aku menatap wajahnya. Haha, kadang bisa berasap loh. Walau tadi sedikit memalukan. Kalian tahu? Hanya beberapa orang beruntung yang dapat melihat aegyo-ku. Bahkan Appa dan Eomma ku belum pernah melihatnya. Seminggu yang lalu, Taeya-eonni mengajari Hyora-eonni dan aku cara beraegyo. Siapa tau kalau hasilnya bagus?

“Miinah-ya… apa yang kau lakukan dengan Kyuppa tadi?” tanya Tiffany-eonni tiba-tiba. Dia tampak kelelahan sehabis berlatih menari. Aku memberikannya sebotol air mineral sambil menggeleng, “Tidak melakukan apa-apa.”

Ya.. Ya… kenapa semua jadi berkumpul begini?

“Ya! Maknae… katakan ada apa?” selidik Sooyoung-eonni semakin menjadi. Mereka mulai sibuk menerka-nerka sesuatu yang tak mungkin sekarang. “Tidak ada apa-apa.” ujarku santai.

“Aigoo.. ppalli Maknae! Katakan! Jangan berbohong! Kau membuatku penasaran!” desaknya lagi. Aku mengehela nafas panjang-panjang, “Menurut eonni, apa yang dapat aku lakukan dengan Ahjusshi itu… maka itu jawabannya.”

“MWO? SCANDAL!!!” jawab mereka serempak membuat jantungku nyaris melompat.

 

~~~~~~

“Aish Jinjayo, Miinah-ya. Ada apa sebenarnya? Ini sudah 1 minggu sejak kejadian itu.” Rengek Taeya-eonni semakin menjadi. Aku menghela nafasku sangat panjang, “Eonni… tidak ada apa-apa. Apa kau tak lelah menanyakan hal itu padaku?”

Eunyoung-eonni, dan Jinyoon-eonni hanya tertawa melihat kekecewaan Taeya-eonni karena reaksiku. “Pasti tidak apa-apa, Taeyannie. Miinah bukan tipe Kyu-oppa soalnya.” Ujar Kara-eonni santai. Aku mengangguk, “Kau dengar? Sudahlah berhenti bahas itu.”

Selanjutnya yang terdengar hanya helaan nafas Taeya-eonni.

 

~~~~~~~

AJ POV

 

Aku yakin gadis itu datang hari ini. Kudengar SM akan mengerahkan semua unit mereka di acara ini. Ini akan menarik melihat semua unit SM, tapi akan lebih menarik kalau ada anak itu.

“Jaesop, kurasa kau menunggu seseorang dari tadi. Nugu?” tanya Eli. Kalau ku beritahu, kau pasti akan ikut menunggunya Eli…

Aku menggeleng, “Tidak.”

Eli hanya tertawa kecil, “Hmm? Miinah ya? Kalau aku sih sudah menunggunya dari tadi.”

Sontak aku menoleh padanya. Mwo? Dia hanya tertawa dan mengangkat bahunya, “Wae? Bolehkan??”

“Aku mengincarnya duluan, Eli.” Ketusku. “Dan aku yang mengenalnya duluan, AJ.” Tawanya sambil menepuk pundakku lalu pergi. Astaga. Benar dugaanku! Eli memang mengincar Miinah dari awal. Aigoo… kenapa bukan aku yang bertemu dengannya pertama kali?

Aku memutuskan untuk pergi ke camp SM terlebih dulu. Bisa gawat kalau Eli mendahuluiku untuk yang kedua kalinya. Tapi dia tak ada disana! Gadis itu tak ada disana!

“AJ-oppa?” panggil seorang yeoja. Sontak aku menolehkan badanku kearah sumber suara itu, “Hyora-ya? Sandeul-ah?”

“Waeyo, hyung? Wajahmu tampak kebingungan?” tanya Sandeul. “Kalian lihat rombongan S-Project?” tanyaku. “Mereka akan datang 25 menit lagi. Tadi mereka berangkat bersama rombongan Super Junior. Waeyo, oppa? Kau mencari siapa?” tanya Hyora.

Aku menggeleng, “Bukan siapa-siapa. Tolong kirimi aku pesan kalau mereka sudah sampai ya?” Hyora lalu mengangguk tanpa basa basi.

“Aigoo hyung… kau mencari Miinah ya?” selidik Sandeul. Anak ini!

“Mwo? Uri Miinah? Oppa! Ada apa antara kau dengan dongsaengku?” tanya Hyora semangat hingga mengeluarkan suara yang cukup keras. Aku sontak menempelkan telunjukku di bibirnya, “SSH!”

“Tidak ada apa-apa! Kalian ini…” tolakku. Sandeul tertawa, “Aigoo hyung… lihat wajahmu merah tuh.”

Sontak wajahku memanas ketika anak itu berkata seperti itu, “Sudah! Tak ada apa-apa! Bukan Miinah yang aku cari! Kalian juga?! Kenapa berduaan seperti ini? Bagaimana kalau terjadi scandal? Ya! Sandeul-ah… camp B1A4 dekat dengan U-KISS kan? Bukan disini tempatnya! Ayo pulang!”

Aku mengait lehernya dan menyeretnya. “Aigoo.. Aigoo HYUNG!” protesnya. Tapi aku tak peduli. Ini salahmu karena telah meledekku. “Annyeong Hyora-ya!” lambaiku pada Hyora.

 

~~~~~~~

Kyuhyun POV

 

Ini semua salah Ryeowook-hyung yang telat membangunkanku!! Ini semua salahnya!! Aku jadi harus menyetir mobil sendirikan? Padahal aku sedang sangat lelah saat ini. Yang lebih parah…. kenapa harus berdua dengan anak kurang ajar ini?! Aigoo eomma…

“Wae? Jangan perhatikan aku. Perhatikan jalan. Kau bisa benar-benar membunuhku kali ini.” Ketusnya tiba-tiba. Aku sontak melepaskan pandanganku darinya. Entah kenapa sedari tadi aku ingin melihat wajahnya.

“Miinah-sshi… kau bisa menyetir?” tanyaku. “Mwo? Aku masih 15 tahun! Mana boleh menyetir?!” kagetnya. Aku mengela nafas panjang, “Tidak bisa ya?”

Aku memberhentikan mobil sejenak ke bahu jalanan. Dia nampak bingung dengan kelakuanku, “Waeyo?”

Aku menggeleng sembari membenamkan kepalaku di stang mobil, “Aku lelah sekali. Aku mengantuk. Tunggu sebentar ya? kita istirahat 15 menit saja.”

Aku mulai membenamkan kepala. Astaga rasanya pusing dan ngantuk sekali. Ini sangat nyaman ketika aku bisa menutup mataku. “Kau tak apa-apa Ahjusshi?” tanyanya. Aku mengangguk, “Tidak apa-apa.”

“Ini aneh sekali kalau kau tidak marah-marah.” Cetusnya. Badanku sedang tak enak rasanya. Aku tak punya waktu meladenimu, Miinah-sshi.

 

~~~~~~~

Author POV

 

Ini aneh sekali kalau kau tidak marah-marah.” Ujar Miinah sembari menatap Kyuhyun aneh. Tanpa persetujuan Kyuhyun, Miinah meletakkan tangannya di dahi Kyuhyun. “Ahjusshi, kau demam.” Ujarnya.

Siapa sangka kalau semburat merah sudah merona di wajah Kyuhyun yang nampak kaget dengan perlakuan gadis itu. “Ini tak apa-apa. Panasnya akan hilang kalau aku tidur.” Balas Kyuhyun sambil melepaskan tangan Miinah dari dahinya.

“Kalau begitu kita tukar posisi.” Usul Miinah sambil melangkahkan kakinya keluar mobil. Dengan segera dia membuka pintu kemudi mobil dan mempersilahkan Kyuhyun turun dari posisi itu.

“Ya… memang kau bisa menyetir?” cegah Kyuhyun. Namun Miinah tidak menjawab dan hanya menarik tubuh lemas Kyuhyun. “Di California aku adalah seorang pembalap malam muda. Jadi tenang saja.” Ujar Miinah.

Tubuhnya tampak tertatih-tatih membopong Kyuhyun keluar dari kursi kemudi dan mendudukkannya kesebelah kursi kemudi. “Ini obat. Makanlah. Kau akan merasa lebih baik kalau makan itu.” Tawar Miinah sambil meletakkan 3 buah permen coklat ditelapak tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap ‘obat’ pemberian Miinah dan menutup pintu mobil.

“Ahjusshi… mobil ini… bagaimana menyalakannya?” tanya Miinah ketika ia sudah duduk di bangku kemudi.

“Benarkan? Kau tidak bisa kan? Sudahlah… panggil saja Sungmin-hyung atau Eunhyuk-hyung kemari, Miinah..” ketus Kyuhyun. “Tidak usah! Aku hanya tanya bagaimana menyalakannya! Mobil ini beda dengan mobilku!” balas Miinah tak mau kalah.

Setelah berhasil menyalakannya, Miinah pun langsung memacu kendaraan itu agar berjalan kembali.

 

~~~~~~~