Title     : You and I

Author : Firena Kusuma

Length : Continue

Genre : Romance

Cast       :

Jang Wooyoung 2PM,

IU,

Lee Hyun Hae (imaginary cast1),

Kang Yoon Seong (imaginary cast 2),

Jenny Ha (imaginary cast 3)

And other 2PM member J

 

Aku tahu ini jayus. Bahkan Author ga nyangka chap sebelumnya di publish dan ada yg koment (-.-)’ weheheh maaf ya J well, ini aku tulis jaman” pertama suka Korea, jadi wajar kalo jueelleeek pol hehehehe mianhe ._.v

Sekalian promosi ini ada blog pribadiku. Masih baru loh *sapa tanya* visit yaa http://wesetthefire.wordpress.com

 

FIREYN ©ALL RIGHT RESERVED
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE! NO OTHER AUTHORS! PLEASE DON’T STEAL, COPY AND RE-POSTING WITHOUT CONFIRM AND HOTLINK!
DON’T PLAGIARIZE!

ALL SIN THAT YOUR BUSSINES

TOLERATE ALL TYPO AND GRAMMATICAL ERROR

KEEP COMMENT AND NO SILENT READERS HERE PLEASE!

___________________

Grrr…

Langkah cepat Hyun Hae menghampiri Wooyoung dan Ji eun.

“ Oppa, kau berjanji padaku!” Hyun Hae berteriak sekeras-kerasnya.

Wooyoung menoleh pada Hyun Hae. “aduh! Aku lupa.”

“umm, okay i’ll go to class.” Ji Eun pergi tanpa berucap lagi. Wooyoung hanya melongo *dasar*.

“kyaa oppa, kenapa kau masih melihat eonni itu? Dia bahkan tak terkenal. Dan mana kopiku?” Hyun Hae berteriak-teriak pada wooyoung meski wooyoung tetap memandang arah perginya Ji eun. “Oppaaa…!!!”

“Ah ya Hyun Hae. Maaf aku lupa. Dan apa katamu tadi? Dia bahkan tak terkenal? Jangan katakan lagi itu di depanku!” wooyoung mulai jengkel.

“ Oppa kenapa begini? Jangan marah padaku! Mana coffe buatan oppa untukku?”

“Ups aku lupa. Kuberikan pada Ji Eun tadi.”

“Oppa… kau kejam oppa! Kenapa jadi begini?” Hyun Hae sok dramatisir sambil berlari ke tangga.

“eh jangan pergi. Aku mau tanya, apa kau punya bumbu ramen?” *ganyambung deh*

“terserah oppa, aku ingin pergi!” Hyun hae berlari.

Wooyoung berusaha mengejarnya. Tapi ketika ia menuruni tangga, ia bertemu dengan Yoon Seong. “Aigoo kau lagi! Apa kau tahu aku lebih sebal melihat kau daripada aku mendengar ejekan kalau pipiku chubby.”

“Sudahlah, aku ingin tahu dimana Ji eun sekarang?” Yoon seong berkata dengan sinis namun manis.

“Kau bertanya padaku? Dia bilang ingin kembali dan aku tak melihatnya lagi!” Wooyoung makin cemas menampilkan raut mukanya yang lucu.

“ jangan bohong padaku! Ji eun tak ada di kelasnya!”

“Yang benar? Yasudah kau kejar Hyun hae, aku  mencari Ji eun. Kalao bertemu Hyun hae katakan padanya aku butuh ramen dan ayam!” wooyoung akan segera berlari..

“Aissh, apa yang kau maksud? Kau kejar wanitamu dan aku kejar Ji eun!”

                “Kenapa aku Hyun hae?” katanya ketika berlari sambil garuk-garuk kepala.

Hks hiks hiks…
                Yoon Seong diam. Hanya mencoba mendengarkan suara dari kamar mandi itu.

“ Oppa jahat padaku. Padahal aku lebih cantik dari si Ji Eun itu tapi kenapa Oppa lupa padaku, hiks hiks.”

Yoon Seong berjalan mendekat. Ngintip dari celah pintu kamar mandi. Hyun Hae lagi jongkok di pojokan. Sangat tidak disangka Hyun Hae yang begitu angkuh juga bisa menangis. Yoon Seong kasian akhirnya ia berinisiatif.

Plukk…

“Adoww apa ini?” Benda kecil mendarat dengan tidak mulus di jidatnya. Pelan pelan Hyun Hae membuka gulungan kertas itu.

Hey girls, why r u so sad?

No reason to make u sad!

Keep fighting… J

                Hyun Hae tersenyum manis. Tersentuh. Masih ada yang memerhatikannya ternyata. Segara ia menghapus air matanya. Kembali berdiri dengan gaya angkuhnya. Yoon Seong hanya tersenyum dan berjalan pergi.

***

“He kau kenapa Jing-jing? Mau menangis lagi?” Chansung menghampiri Wooyoung yang duduk sendiri saat latihan.

“Ah tidaak, hanya bingung .”

“Pasti masalah cinta?” kata chansung sambil mencomot sebuah pisang dari meja.

“ Kau benar. Aku bahkan tak tahu apa yang harus aku lakukan.. L”

“Kita kan punya kartu As. Tanya saja padanya..”

“ Kartu As? siapa? Sepertinya tak ada dari kita yang suka bermain kartu?” –‘

“ Woo, berapa umurmu sebenarnya? Akh, yang kumaksud Khunnie Hyung . Dia paling hebat soal cinta.”

“ ahhh, ya benar juga. Dimana dia sekarang?”

“sedang tidur mungkin,” jawab Chansung asal.

“ Oke, aku membangunkannya dulu!” wooyoung segera berlari..

Hap, *meloncat ke ranjang*

“Khunnie banguunnn!!!” Wooyoung berteriak tepat di dekat telinga Nickhun.

“Hei Woo, ada apa?” Nickhun mengerjap-ngerjapkan matanya yang charming.

“Eee.. aku ingin tanya padamu hyung.. aku suka dua wanita, mana yang harus aku pilih?”

“Ini pertama kalinya kau jatuh cinta, tapi aku sedang mengantuk, aku hanya bisa menjawab turuti hatimu.. Hoahemm.. brukk.” Nickhun tidur lagi, deh.

“ Yaa … Hyung!!!”

“ Ada apa woo?” sapa Junho.

“Tak apa…”

“ Kau suka seseorang ya??” tanya Junho asal.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Karena kau tak pernah seperti ini sebelumnya..”

“ Iya aku menyukai dua orang di BMS, dan aku sangat bingung sekarang.”

“ ee, masalah itu aku tak ahli tanyakan saja pada hyung..” Junho segera pergi.

“Dasar!!”

“pergi saja pada Taecyeon.” Junsu tiba-tiba datang dan ikut nimbrung sambil membawa cola.

“Tapi dia masih sibuk mengerjakan tugas kuliahnya..”

“Tunggu saja sampai ia kosong,” jawab Junsu.

“akh betul, dia selalu tahu itu. Hyung, minuman itu boleh buatku?” tanya wooyoung polos.

“Kau ini ambil saja. Balasannya berikan aku tiket konser cherrybell.” *lho*

***

Hyun Hae termenung di kantin BMS, memikirkan seseorang yang memberinya semangat kemarin. Ia sangat menghargainya pasti. Meski itu bukan wooyoung, ia pasti langsung jatuh hati.

“Halo Hyun Hae, jangan murung begitu. Senyum dong..” seungwon datang dan duduk disamping Hyun Hae.

“ah kau lagi kau lagi.” Hyun Hae masih saja dingin.

“Jangan begitu lah, aku lihat kau bersedih. But girls, no reason to make you sad. Your smile make me fly over the sky..” kata Seungwon sambil bergombal.

Hyun Hae tersentak mendengar perkataan Seungwon. Ia yakin betul kalimat itu yang diberikan seseorang padanya. Dan melihat ciri khasnya, pasti yang menulis seorang pria! Batin Hyun Hae. *tulisannya jelek sih*

“Hyun hae sadar!” seungwon khawatir pada Hyun Hae yang melamun.

“apa-apaan kau ini Hyun hae..!” Dari sudut mata Hyun Hae melihat wooyoung datang membawa nampan makanan. Hyun Hae beranjak.

“Eee… tunggu ini coffe untukmu…” Seugwon menyodorkannya pada Hyun Hae. Cukup lama Hyun Hae berfikir, antara gengsi dan kopi.

“Ya Gomawo… Oppa tunggu aku..” katanya sambil berlari mengejar Wooyoung.

“Ne, Cheonma Hyun Hae..” Seungwon sudah seperti terbang menembus matahari mendapat ucapan terimakasih dari Hyun Hae. *maksud?*

*Ah kau Hyun Hae. Sudah tak marah padaku?” Muka wooyoung terlihat bingung.

“Jadi Oppa mengharap akan marah sepanjang tahun pada oppa? Tidak mungkin!” kata Hyun Hae mencoba mensejajarkan langkah wooyoung.

“Ah Hyun Hae. Aku tak bermaksud begitu. Dan kau makin cantik sekarang,” puji Wooyoung.

“Oppa bisa saja. Sepertinya dan sampai kapanpun aku memang cantik J.”

“Iya kau cantik.” Tanpa Wooyoung sadari Ji Eun sedang duduk di tempat mereka berdiri. Ji Eun sedikit banya mengerti apa yang mereka bicarakan. Ia banyak mendengar kata ‘cantik’. Ia berdiri meraih nampannya dan dengan kilat berjalan pergi. Wooyoung baru sadar, “Annyeong has…” kalimat Wooyoung terputus dengan perginya Ji Eun. Aduh, makin sulit saja hidupku, batinnya.

***

Ji eun duduk di bangku taman sendirian. Memandangi kolam ikan yang begitu tenang. Tiba-tiba seseorang duduk di sebelahnya.

“Kenapa kau menghindar dariku? Apa kau tahu aku selalu berusaha keras untuk dekat denganku.” Wooyoung memulai pembicaraan.

“Gawenchana *anggap IU ngomongnya kaya gitu* , aku hanya ingin sendiri.” Logat Ji Eun aneh untuk orang Korea asli, dan ia berbicara seperti baru blajar.

“Benar kau tak akan marah lagi padaku? Aku selalu mengawasimu, memerhatikanmu, dan memikirkanmu. Apa kau juga sama?” kata wooyoung yang kali ini berbicara sedikit pelan.

“Mungkin pernah, tapi aku tak bisa menjelaskannya.”

“Oh ya, ini specialcoffe buatanku khusus untukmu. Minumlah, aku tak pernah memasukkan racun dalam minuman, jadi tenang saja.” Wooyoung memberikannya pada Ji Eun.

“Gomawo^^” Ji eun meminum kopinya pelan-pelan, menghirupnya sepenuh hati. “Tapi kenapa rasanya sedikit berbeda? Kali ini terasa lebih.”

“Tentu saja, karena aku baru membuat pertama ini dengan sepenuh hati hanya untukmu.”

“Ah, kau bisa saja. “

“sungguh ini hanya untukmu.. Uhm tunggu sebentar.” Wooyoung menarik Ji Eun mendekat. Tanpa ragu ia membersihkan kopi yang tertinggal di bibir Ji Eun yang lembut dengan jarinya.

Meskipun Ji Eun tak berdiri, ia bisa merasakan kalau kakinya lemas dan lututnya tak berdaya. Darahnya berdesir… Detak jantungnya semakin cepat, Ji Eun menutup mata.

Sebenarnya butuh keberanian besar bagi Wooyoung bahkan untuk melakukan hal sepele begitu untuk wanita. Ia sebelumnya tak pernah jatuh cinta dan ini kali pertama ia merasakan hal yang mungkin disebut cinta.

“akh kau menutup mata. Memang apa yang ingin kau dapatkan dariku?”

“Nothing, but i feel i won’t see your face. Ah dan juga tadi sepertinya ada debu yang masuk kemataku,” jawab Ji eun asal.

“Ah, yang benar? Sini aku lihat?” Wooyoung sudah bersiap.

“Tidak perlu, sekarang sudah tak apa,” kata Ji eun dan dapat dilihat jelas pipi Ji eun memerah semerah tomat.

“Dasar kau…” wooyoung menggelitiki Ji eun.

“Hei sudah hentikaan Woo..” teriak Ji eun tapi tak digubris wooyoung. “Kya..Stop..stop ..Stop pleasa…”

“Never..” kata wooyoung sambil terus menggelitiki Ji Eun.

TBC J

 

Nah nah.. aku tau kok kalo jelek wkwkwkw