Title : Sequel of ‘Anak Siapa Ini?’ part 1

Author : luthpitaaka / @ykh041315

Cast : Yoogeun, Yesung, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, Kyuhyun

Rating : G

Length : Chapter

Genre : humor, family

Annyeong… Author freelance muncul lagi. Author minta maaf soalnya author baru bisa buat nih ff karena banyak halang rintangan yang menghadang author untuk membuatnya #abaikan. Pertama-tama sebelum membaca kalian harus berdoa dulu minta ampunan kepada Tuhan YME biar author nggak disalahin karena buat ff aneh nan gaje ini😄. Daripada banyak cincong langsung ke cerita aja deh ya. Jangan lupa READ LIKE COMMENT!! ^^

 

Ps: disini bahasanya ada yang tidak baku alias sedikit metropolitan J dan ini sudah pernah author publish di note facebook juga blog pribadi. Yang merasa belum baca cerita sebelumnya silahkan klik disini.

 

~BEFORE~

 

Kami turun dari mobil, lalu kami berjalan menuju bagasi. Saat kami membuka bagasi, kami dikejutkan oleh..

“Waaaaaaa… anak kecil?!!” Teriakku bersamaan dengan hyung yang saat itu juga membuat kami terloncat beberapa centi dari tempat kami semula.

“Kenapa bayi ini masuk ke bagasiku ha?” protes Yehyung pasrah.

Mollaseo hyung. benarkan bayi ini yang membuntuti kita..,” aku sedikit protes juga (?)

pada akhirnya…

 

“jadi INI ANAK SIAPA?????!!!!” Teriak kami bersama.

————————————————————————————–

“Aduh hyung, bagaimana ini? Ini juga anak siapa sampai ke sasar di mobil kita? Jangan-jangan anak buangan lagi.” Ucapku sekata-kata.

Aish. Kau ini. Maan mungkin anak buangan sudah sebesar ini. Biasanyakan kalau anak buangan itu masih bayi, imut-imut gitu..” Tutur Yesung hyung yang mencoba menggendong anak kecil yang tak kuketahui siapa namanya.

“Baiklah, ayo masuk. Daripada dilihat tetangga terus ada gosip ‘Yesung dan Donghae Super Junior melakukan penyelundupan anak’, gimana coba?”

Ya!! Kenapa kau suka sekali menakutiku huh?”

 

Aku langsung pergi menuju kamarku tanpa menunggu Yesung hyung berceramah lebih. Dia selalu saja menakutiku. Entah itu berbau gaib atau tidak. Aish! Benar-benar hyung yang buruk.

 

***

 

Barang bawaan yang sedari tadi berada di tanganku kini sudah tertata rapi pada tempatnya. Haha. Sepatu yang aku inginkan berhasil kubeli dengan merogoh kocek Yesung hyung. Aku memang lupa untuk membawa dompetku. Alhasil aku meminjam uang Yesung hyung sebanyak…. ah, kalian tak perlu tahu.

 

“Donghae…”

“Iya hyung..”

“Cepat turun. Apa kau akan terus mematung di kamar tanpa mempedulikan keadaan sekitar?”

“Memanga ada apa hyung?” Teriakku masih di dalam kamar.

“Anak kecil ini. Apa akau mau menelantarkannya, huh?” Cih. Siapa juga yang peduli dengan anak itu. Toh, dia bukan apa-apaku. Salah sendiri dia masuk dibagasimu.

Aish. Iya, iya hyung. Sebentar. 10 menit lagi.” Kataku yang masih berkutat dnegan sepatu cats warna biruku.

 

***

 

WHAT??!!! apa aku tidak salah dengar hyung??” Aku menganga sebisa mungkin. Kenapa hal seburuk ini bisa menimpaku? Argh~

“Itu memang kewajibanmu sebagai seorang ‘ayah-angkat’ atau bisa disebut ‘ayah-baru’ untuknya.”

Aish. Kenapa tak kau saja yang mengurusinya? Mana mungkin aku bisa mengurusnya, sedangkan aku mengurus diriku sendiri saja masih susah.”

“Kau pikir aku ini siapa? Akukan lebih tua darimu dan jadwalku itu lebih padat daripada jadwalmu. Mana ada waktu untuk mengurusinya.”

“Ah.. Sekalian ya, kau ajak tuh si Kyuhyun dan Eunhyuk untuk ikut berpartisipasi dalam hal ini. Kkk. Mungkin mereka akan mau membantumu.”

 

Dan blam. Yeusng hyung pergi meninggalkanku di rumah sendirian. Aku menatap anak kecil itu dnegan wajah tak percaya. Apa benar ini anak buangan? Atau jangan-jangan… Ah sudahlah. Aku tak mau memikirkannya lebih berat. Mendingan kembali tidur untuk menenangkan pikiranku yang rumit ini.

 

***

 

“Hoaamm..” Aku menguap. Berarti aku sudah mulai mengantuk. Hampir seharian aku bersama Donghae, menemaninya berbelanja. Itu adalah suatu hal yang sangat aku benci. Menunggu, menemani dalam jangka waktu yang lama dan di tempat yang ramai. Lebih baik aku menyapa ddangkomaku dulu ah~

 

“Hei ddangkoma. Bagaimana harimu? Menyenangkan? Pasti sangat melelahkan. Berdiam diri di aquarium berdetik-detik, bermenit-menit, berjam-jam, berhari-hari, dan masih lamaaaa lagi.”

“…….”

“Apa kau tahu? Seharian aku berjalan-jalan dengan Donghae dan menemukan…. Anak kecil. Ya, anak kecil. Aku tak tahu siapa dia. Tapi dari wajahnya ia terlihat imut seperti aku.”

“……..”

“Dan au tak mau tahu tentang anak kecil itu. Aku menyuruh Donghae untuk mengurusnya. Aku terlihat jahat ya? Kkk. Aku memang begitu.”

“……..”

Dan untuk kesekian kalinya aku bercerita pada ddangkomaku yang satu ini tanpa respon. Aku hanya bisa berkata “WOW” agar aku bisa berimajinasi seandainya ddangkoma bisa berbicara dan menjawab semua ceritaku.

Aku bergegas ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakiku.

 

***

 

“Aduh. Ini anak harus digimanain? I’m confuse cause him.” Batinku.

“Hae, kenapa begong gitu? Ada masalah?” Tanya Eunhyuk yang tak kuketahui kapan datangnya.

“Kapan kau datang?”

“Baru saja. Tuh Kyuhyun udah ke kamar mainan PSnya. Sekarang kau mau memberitahuku apa yang terjadi hingga membuat wajahmu terlihat bingung?”

“Eee, apa kau marah jika aku menceritakan yang sebenarnya padamu?”

“Ah.. Bagaimana mungkin aku akan marah jika aku tidak tahu apa permasalahannya.”

 

Kemudian aku mulai menceritakan kejadian yang SEBENARNYA, perlu kita ketahui ini kejadian yang SEBENARNYA, dari awal berbelanja sampai pada akhirnya aku dan Yesung hyung menemukan anak kecil yang sedikit berdosa karena telah mengikuti kami samapi di rumahku.

 

MWO??!! Benarkah? Mana anak kecil itu sekarang?”

“Ini hyung. Dia sedang bermain PS bersamaku.” Sahut seseorang yang kukenal suaranya, Kyuhyun.

Ya!! Kenapa kau ajak anak itu bermain game? Dia masih berumur 5 tahun!! Mungkin..” Ujarku cepat.

“Habisnya tadi dia diem mulu. Terus waktu aku nyalain PS dia langsung cengar-cengir sendiri terus main deh..”

Aish. Magnae kita yang satu ini kenapa polos banget yak?”

Ya, hyung! Aku mendengarnya. Jangan seenaknya merendahkan magnaemu ini.” Tiba-tiba dia sudah berada di depan kami. TEPAT di depan kami dengan memasang wajah menyeramkan.

“Pendengarannya begitu baik rupanya…”

“Aku masih mendengarmu hyung..!!”

“Ahahaha. Jangan begitulah Kyu. Eunggg, ngomong-ngomong mana anaknya? Cantik nggak? Seksi nggak? Imut nggak?”

“Dia seorang cowok, bukan cewek Hyuk.” Sahutku lebih keras.

 

***

 

“Ming, mau nggak pergi ke rumahnya trio setan bersaudara?”

“….”

“Itu, si Eunhyuk, Donghae, juga Kyu. Mau?”

“Boleh. Kapan hyung? Kalau besok gimana? Sekalian aku mau kasih kue ulang tahun buat Eunhyuk.”

“Emang Eunhyuk ulang tahun ya?”

“Bukan, tapi rumah mereka yang ulang tahun, ckckck.”

“Ah~ Baiklah. Yasudah. Cepat kau buatkan aku teoppoki ya? Aku sudah lapar.”

“Baik hyung. Ryeowook sekalian ya?”

“Oke.”

 

Aku langsung berjalan malas menuju ruang makan. Aku sudah tak tahan lagi dengan drumband yang berasal dari perutku ini. Berkali-kali aku mendengarnya, sangat menjijikkan.

 

Krunyuk.. Krunyuk..

 

“Sungmin-ah!! Lebih cepat lebih baik!!” Aku benar-benar.. LAPAR.

 

***

 

Aku berlari menuju kamar dan membawa anak kecil itu menghadap ke kedua hyungku. Aku tak tahu juga kenapa tadi aku bisa bermain PS dengan santai bersamanya.

Hyung.. Kalau dia hidup menetap dengan kita, berarti kita harus membiayai SEMUA kebutuhan hidupnya dong?”

Aish. Kau ini Kyu. Pertanyaanmu tak perlu aku jawab kau pasti juga sudah tahu jawabannya.”

“Iya nih. Dasar evil kuker –kurang kerjaan—“ Timpal Donghae hyung.

“Ya. Aku ini magnae jadi wajar saja aku tidak tahu-menahu hal seperti itu.”

“……….” mereka memandangku dengan tatapan yang menyedihkan.

“Baik. Baik. Aku akan berhenti bicara.”

 

Aku pergi meninggalkan mereka dan kembali berkutat pada barang kecil yang selama ini memanjakanku. Apa lagi kalau bukan PSP? Kkkk.

BRAKK…

 

Aku menutup pintu kamar cukup keras. Agar mereka semua tahu aku tidak ingin kencanku ini diganggu oleh mereka.

 

***

 

Aku mulai mendekati anak kecil itu. Dia menggunakan celana jeans biru agak gelap dan kaos warna hijau lumut yang sangat gelap. Dia memandangku terheran-heran. Bagaimana tidak? Dia tidak tahu siapa aku dan kenapa aku begini.

 

“Hey anak kecil. Boleh aku tahu namamu?”

“…..” Dia tak berbicara tapi hanya menganggukkan kepalanya.

“Siapa namamu?”

“Yoogeun.”

“Nama yang bagus.” Pujiku.

“Aku Lee Hyukjae. Kau bisa memanggilku Hyukjae-ssi.” Lanjutku padanya. Dia hanya menganggukkan kelapa lagi.

“Apa kau lapar? Kami sudah membuat makan malam yang enak. Kau mau?” Lagi-lagi dia hanya menganggukkan kepala. Apa dia malu? Ah.. Namanya juga anak kecil.

“Baiklah. Ayo kita makan. Kyuuuu…. Cepat kemari lalu kita makan bersama.” Seruku sambil menggendong Yoogeun.

“Ya, hyung..”

 

***

 

“Aaaaakk~….”

“….”

“Aaaaakkk~…”

“……”

“Ya!! Buka mulutmu lalu makan makanan ini. Apa kau mau mati kelaparan anak kecil bodoh?”

“Aish. Kau ini keterlaluan sekali Donghae. Mungkin dia tidak mau makanan itu. Coba kasih dia roti tawar dengan misis, mungkin dia mau.”

“Yaelah Hyuk, masa harus aku yang ambil. Aku kan bagian yang nyuapin. Suruh tuh si Kyu. Lahap banget makannya.”

“Ya!! Kalian ini. Aish. Baiklah, akan kuambilkan.”

 

Mereka ini malah terlihat susah dengan kedatangan anak kecil yang imut ini. Aku sangat menyukainya. Nan johahae. Dia terlihat lucu seperti aku, Lee Hyukjae. Seorang artis boybad ngetop yang jadi machine dancenya Super Junior. Sayang, dia begitu dingin.

 

“Sudah belum Kyu? Lama banget.”

“Bentar hyung. Bentar lagi jadi kok..”

“Ini hyung, udah jadi.” Akhirnya si evil datang juga. Tumben dia mau disuruh-suruh tanpa ada ‘paksaan’ yang dalam.

“Berikan ke Donghae. Lalu kembalilah makan.”

“Oke hyung.” Kyu berjalan mendekati anak kecil yang sedang duduk disamping Donghae. Mereka seperti trion anak bayi. Haha. Mukanya yang masih imut nan lucu. Tapi tetap aku orang yang terlucu di rumah ini. Inget cuma di rumah ini. Hehe.

 

***

 

“Ini hyung. Kalau ada apa-apa panggil saja aku. Aku akan membantumu karena Yoogeun adalah bagian dari hidupku.” Ujarku tegas pada Donghae hyung.

Mwo??!! Bagian dari hidupmu? Apa aku tidak salah dengar?”

“Tidak. Karena dia adalah teman bermainku. Teman bermain PSku. Hahaha.” Aku langsung pergi meninggalkan mereka berdua tanpa melihat bagaimana reaksi Dongahe hyung dengan kalimatku barusan.

 

Ah.. Setidaknya aku mempunyai teman bermain sepertinya walaupun aku rasa aneh. Dia masih kecil berumur sekitar 5 tahun. Sedangkan umurku? Tak perlu aku jelaskan kalian sudah mengetahuinya. Aku tidak bisa mendeskripsikan diriku sendiri. Yesung hyung bilang kalau aku ini orang aneh. Selalu mengusili orang lain. Padahal tampang sangat jelas baiknya, tapi kelakuan? Dia bilang “Perilakunya sangat parah.” Hyung macam apa ini kalau dongsaengnya dibilang seperti itu. Apa dia tidak merasa kalau kelakuannya lebih aneh daripada kelakuannku? Lebih baik aku kembali konsentrasi pada makananku lalu.. TIDUR.

 

***

 

“Yoogeun-ah.. Ayo dimakan. Ini ada misis coklatnya loh.. Produksi baru dari SME.”

“Nyam.. Nyam…” Akhirnya dia makan dengan lahap. Apa kami harus memberinya makan seperti itu setiap saat? Itukan tidak bergizi? Bagaimana kalau tubuhnya nanti jadi kurus kering seperti Yesung hyung? Aish. Jangan berpikiran aneh-aneh Hae..

“Enak?”

“Eung..”

“Cepat habiskan. Setelah itu sikat gigi lalu tidur.” Sebisa mungkin aku membuatnya nyaman tinggal disini, ya.. walaupun aku tidak menerimanya 100%.

 

Aku berjalan menuju Eunhyuk yang masih asyik dnegan acara televisinya. Sepertinya ia sangat menikmati acara itu. Mungkin acaranya Leeteuk hyung ya? Ah. Mana aku tahu.

 

Hyung. Aku mau keluar sebentar.”

“Mau kemana, Hae?”

“Mau beli sikat gigi untuk Yoogeun. Dia kan tidak punya sikat gigi.”

“Oke. Jangan kelamaan. Oh ya, besok kita harus berbelanja lagi.”

“Berbelanja apa?”

“Sudah. Tenang saja. Kita bicarakan besok pagi saja.” Mendengar jawaban itu aku langsung membuka pintu depan dan segera pergi menuju minimarket terdekat.

 

***

 

“Selamat pagi dunia… Selamat pagi ELF… Selamat pagi Jewels….” Kebiasaanku yang satu ini tak pernah ketinggalan.

 

Tok tok tok —-

 

Ne? Siapa?” aku langsung bergegas keluar menuju pintu depan.

“Oh? Yesung hyung? Ryeowook? Sungmin? Wah. Tepat sekali kalian kesini.”

“Memang ada apa?” Tanya Ryeowook polos.

“Aku akan membuat sebuah misi rahasia untuk kita berenam. Kau, Yesung hyung, Sungmin, Kyuhyun, Donghae dan aku.”

“Misi apa?”

It’s a secret mission.” Jawabku sambil menyunggingkan senyuman anehku.

“Penasaran? Masuklah lalu dengarkan aku berbicara.”

 

—-To Be Continue—

 

 

 

 

Akhirnya… Sequel dari FF ‘Anak Siapa Ini’ jadi juga. Maklum, author baru inget kalo punya hutang buat nih FF #plak. Gimana ceritanya? Bagus nggak? Semoga kalian suka ya. Jangan lupa Comment biar author tahu dimana kekurangan admin. Mungkin feelnya kurang dapet atau ffnya yang alurnya bikin kalian bingung.